Beranda blog Halaman 10

BMKG: 1624 Gempa Bumi Susulan Pasca-Tsunami Flores Masih Terjadi

Foto: Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BMKG

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 1624 gempa susulan (aftershock) telah terjadi dengan magnitudo M1,3 – M6,2. Di antara ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo M>5 sebanyak 23 kejadian dan gempa bumi susulan yang dirasakan berjumlah 59.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA (0.5 – 3 meter) dan Waspada (<0.5 meter),” kata Wijayanto di Jakarta (17/8).

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto dengan status Siaga dan wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo untuk status Waspada. Peringatan Dini Tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07:30:00 WIB atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.

Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini telah memicu terjadinya tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, dengan ketinggian tsunami paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT pada pukul 05.03 WIB (1.605 m), dan terendah di BAKALANG, ALOR, NTT pada pukul 05:41 WIB (0.14 m).

Berdasarkan hasil sementara pemantauan dan informasi lapangan, gempabumi Flores M7,7 menyebabkan korban jiwa sebanyak 53 jiwa meninggal dunia, korban luka-luka 137 jiwa, serta dampak kerusakan di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, Maumere, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi dari ringan hingga berat.

“BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan UPT untuk melakukan survei gempabumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan,” papar Wijayanto.

Survei ini bertujuan mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman. Wilayah prioritas berfokus pada daerah dengan kerusakan sedang hingga berat serta dibandingkan dengan lokasi yang relatif tidak mengalami kerusakan.

Lebih lanjut, BMKG melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdampak untuk memberikan pemahaman yang tepat serta membantu menenangkan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascagempa. Masyarakat juga diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, serta mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.

BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada stakeholder dan masyarakat. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Gempa NTT, Kemensos Kirim Bantuan ke Pulau Palue

Foto: Dok. Kemensos
Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan mengirim bantuan logistik ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka,  melalui jalur laut.
“Hari ini kami sudah distribusikan bantuan logistik dengan menggunakan kapal feri ke Pulau Palue,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Adapun bantuan yang dikirim meliputi beras 5 Kg sebanyak 1.000 karung, 105 dus mie instan, telur 100 paket (20 butir/paket), minyak goreng 1 liter sebanyak 1.000 bungkus, kecap manis dan saos masing-masing 1.000 botol.
Gus Ipul mengatakan, selama masa tanggap darurat pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kemensos pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menangani dampak bencana alam tersebut.
“Saat ini, memastikan ketersediaan makanan bagi para warga yang terdampak menjadi salah satu hal yang penting dan utama,” ujar Gus Ipul.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga membantu menyediakan bahan-bahan masakan di dapur mandiri. Lokasi dapur mandiri ini tersebar di sejumlah pengungsian warga yang ada di Pulau Palue, seperti di rumah keluarga atau di tenda depan rumah masyarakat.
“Ada bantuan dapur mandiri, yakni pemenuhan natura. Namanya dapur mandiri karena masyarakat yang terdampak yang masak, bukan Tagana. Tapi bahannya dari Kemensos,” jelas dia.
Sebagai informasi, secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Rencananya, dapur umum juga akan didirikan di tiga titik tambahan, yaitu Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain bantuan logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp 15 juta atau total Rp 810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp 5 juta dengan total Rp 995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.

Menko Yusril Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian dan Kondusivitas Provinsi Aceh

Menko Yusril Ihza Mahendra. (Foto : Dok. Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamimipas) Yusril Ihza Mahendra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan serta kedamaian di Provinsi Aceh. Ia berharap kondisi keamanan di wilayah tersebut tetap tentram dan kondusif.

“Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah, kondusif dan, semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian,” kata Yusril kepada Wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah mengikuti upacara HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Menko Yusril menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki berbagai persoalan dan kekurangan yang masih terdapat di Provinsi Aceh. Menurutnya, pemerintah juga tetap menghormati seluruh elemen masyarakat Provinsi Aceh.

“Dan kita menghormati semua elemen masyarakat Provinsi Aceh yang sama-sama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan tentu juga, kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar menjaga perdamaian di Provinsi Aceh sekaligus mempertahankan situasi yang kondusif di Papua.

Menko Polkam Djamari menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian pendapat harus dilakukan dengan tetap mematuhi ketentuan hukum dan tidak disertai tindakan kekerasan maupun perusakan.

“Perdamaian Provinsi Aceh harus kita jaga bersama. Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila sebagai simbol negara wajib kita hormati. Di Papua, masyarakat juga berhak menyampaikan aspirasi secara damai, tetapi jangan sampai disertai kekerasan dan pelanggaran hukum,” kata Menko Polkam Djamari Pada Minggu (16/8).

Mengenai Provinsi Aceh, Menko Polkam Djamari menyatakan pemerintah tetap menghormati status kekhususan daerah tersebut sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Ia menilai perdamaian yang telah berlangsung di Provinsi Aceh selama lebih dari 20 tahun merupakan pencapaian penting yang harus dipertahankan. Upaya menjaga perdamaian tersebut, menurutnya, perlu dilakukan melalui dialog, semangat persaudaraan, serta penghormatan terhadap hukum.

Menko Polkam Djamari juga mengingatkan bahwa Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila merupakan simbol negara yang wajib dihormati. Ketentuan tersebut antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Menanggapi informasi mengenai dugaan pelepasan Bendera Merah Putih serta pelepasan dan perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila, Djamari meminta aparat penegak hukum melakukan pendalaman secara objektif.

Menurutnya, fakta kejadian, pihak yang terlibat, motif, serta unsur pidana harus diperiksa secara menyeluruh agar penanganan perkara dilakukan berdasarkan hukum.

“Apabila ditemukan unsur tindak pidana, pelakunya harus diproses secara tegas dan adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal yang sama berlaku terhadap setiap tindakan kekerasan dan perusakan,” kata Menko Polkam Djamari.

Presiden Prabowo Tegaskan Semangat Kebersamaan

Presiden Prabowo Subianto (Pertama Kiri) memimpin langsung Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026) sore. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026) sore. Upacara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo hadir sebagai Inspektur Upacara, sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan Polda Kalimantan Timur.

Memasuki prosesi utama, tugas penurunan Bendera Merah Putih dipercayakan kepada tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim Indonesia Adil Makmur. Ketiganya menjalankan tugas dengan formasi dan gerakan yang telah dipersiapkan secara matang.

Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur bertindak sebagai Komandan Kelompok 8. Sementara itu, Mirza Rafi Navazani, pelajar SMAN 1 Sintang asal Kalimantan Barat, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera. Adapun Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang kini menempuh pendidikan di SMAN 1 Taliwang, mendapat amanah sebagai pengerek bendera.

Ketiga anggota Paskibraka tersebut perlahan menurunkan Sang Merah Putih dari tiang utama. Setelah berhasil diturunkan, bendera kemudian diserahkan kepada Neeltje Deliana Insjowi Werimon, pembawa bendera asal Provinsi Papua. Dengan penuh kehormatan, Sang Merah Putih selanjutnya dibawa menuju mimbar kehormatan.

Bendera kemudian diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Kepala Negara menerima Sang Merah Putih untuk kemudian meletakkannya kembali di mimbar kehormatan.

Prosesi penurunan bendera tersebut menandai berakhirnya rangkaian Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih. Momen itu sekaligus menjadi penutup rangkaian seremoni kenegaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti rangkaian peringatan sejak pagi hingga sore dengan tertib dan penuh semangat. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ucap Presiden.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya seremoni kenegaraan, tetapi juga menghadirkan penghormatan mendalam terhadap Sang Merah Putih sebagai simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa. Apresiasi Presiden Prabowo kepada seluruh peserta menjadi penutup yang menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati 81 tahun perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Pemulihan Infrastruktur Listrik dan Komunikasi Pascagempa M7,7 NTT

Upaya perbaikan jaringan listrik yang dilakukan oleh tim tim Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. (Foto: Istimewa)

Labuan Bajo (The Indonesian News) – Gempa bumi M7,7 tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Fenomena geologi yang terjadi pada Minggu (15/8) juga merusak infrastruktur dasar, seperti listrik dan jaringan komunikasi.

Pos Pendamping Nasional (Pospenas) merilis perbaikan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi berjalan optimal. Pada Senin (17/8), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat hampir 100 persen untuk memulihkan jaringan listrik yang berada pada wilayah kerja mereka. Trafo GI sudah pulih 100 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan Mengatakan, Sedangkan tiang listrik atau penyulang yang terdampak sudah berfungsi 98,3 persen.

“Gardu distribusi yang terdampak sebanyak 3.478 unit sudah menyala 99,45 persen. Dari total pelanggan dalam area tersebut, 564.065 atau 99,4 persen sudah kembali mendapatkan listrik,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Agustus 2026.

Selanjutnya, Distribusi kelistrikan dari UP3 Flores Bagian Timur juga melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sedangkan UP3 Flores Bagian Barat, cakupan wilayah pelayanan meliputi enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Sementara itu, jaringan telekomunikasi yang dikelola provider Telkomsel juga hampir pulih 100 persen di wilayah terdampak gempa. Wilayah yang jaringan komunikasinya telah pulih lebih dari 90 persen di antaranya Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende dan Manggarai. Hanya Manggarai Timur, pemulihan jaringan komunikasi mencapai 76,3 persen, dimana 14 site masih terkendala.

“Melalui perbaikan yang berjalan optimal tersebut, Pospenas mengharapkan aktivitas masyarakat dapat segera bangkit dan pulih kembali pascabencana. Langkah tesebut sejalan dengan perbaikan infrastruktur lain, seperti akses jalan. Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga dilakukan oleh pos komando yang didukung Pospenas,” Tutup Berton SP Panjaitan.

BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Gempa NTT

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana dan Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono mengikuti Rapat Koordinasi dengan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono , Halim Perdanakusuma, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Senin (17/8), Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana bersama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono melakukan koordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma terkait dukungan operasi penanggulangan bencana gempa di NTT.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

“Koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penguatan operasi distribusi logistik dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.

Proses distribusi bantuan logistik di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma untuk masyarakat terdampak Gempa Nusa Tenggara Timur melalui jalur udara via Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Berton SP Panjaitan menambahkan, Sejak Sabtu (15/8), Posko PPN Halim Perdanakusuma menggelar operasi distribusi bantuan kemanusiaan berskala besar dengan melibatkan pemerintah, TNI, serta berbagai mitra kemanusiaan. Dalam operasi tersebut, pesawat angkut berat TNI AU dikerahkan untuk mengirimkan kebutuhan logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. Pada Senin (17/8), sebanyak tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan bantuan mencapai 40.567 kilogram (kg).

“Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Labuan Bajo (LBJ) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut mengangkut 13.504 kg logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan darurat di wilayah barat NTT. Muatan terdiri atas paket sembako seberat 3.019 kg atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres), serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat total 10.485 kg dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris). Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” Terangnya.

Selanjutnya, distribusi bantuan diarahkan ke wilayah tengah dan timur NTT melalui penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Maumere (MOF) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut membawa total 13.563 kg logistik. Muatan terbesar berupa 13.500 kg paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres. BNPB turut mengirimkan bantuan nonpangan berupa 200 potong kaos dengan berat 48 kg, sedangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyumbangkan 15 kg obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung kebutuhan kesehatan darurat di pengungsian.

Untuk melanjutkan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Labuan Bajo (LBJ) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut membawa 13.500 kg logistik yang terdiri atas 13.100 kg paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kg kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses pascagempa.

“Tiga penerbangan tersebut merupakan bagian dari operasi distribusi logistik terpadu yang dilaksanakan melalui jalur udara dan laut. Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma berfungsi sebagai pusat kendali yang menerima dan mengonsolidasikan bantuan dari berbagai sumber, termasuk lembaga dan organisasi kemanusiaan, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta. Melalui jalur udara, distribusi dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere. Sementara itu, distribusi melalui jalur laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai,” Pungkasnya.

Pelaksanaan operasi melalui berbagai moda transportasi tersebut terus diperkuat selama masa tanggap darurat. Dalam kurun waktu 15–17 Agustus 2026, tercatat tujuh sortie penerbangan yang memberangkatkan total 101.494 kg logistik. Operasi tersebut didukung oleh dua unit pesawat A-400M Atlas dan empat unit pesawat C-130 Hercules, serta armada KRI untuk distribusi melalui jalur laut. Kelancaran seluruh rangkaian operasi tersebut didukung oleh personel gabungan yang bertugas di Pangkalan Aju Halim Perdanakusuma. Sebanyak 710 personel terlibat dalam pelaksanaan operasi, mulai dari penerimaan dan konsolidasi bantuan hingga proses pemuatan dan pemberangkatan logistik menuju wilayah terdampak.

“BNPB mengimbau masyarakat dan mitra yang ingin menyalurkan bantuan untuk berkoordinasi dengan Koordinator Posko Halim guna menyinkronkan jadwal dan kebutuhan distribusi. Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu maupun moda transportasi, sehingga dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Di Hari Kemerdekaan, Harapan Tumbuh dari Pengungsian Reok

Masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, menerima bantuan dari pemerintah, Senin (17/8/2026). (Foto: BPMI Setpres/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden).

Manggarai (The Indonesian News) – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini seharusnya menjadi hari yang berbeda bagi Yuyun Sari. Sebagai seorang guru, warga Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ia telah menyiapkan berbagai atraksi bersama murid-muridnya untuk memeriahkan 17 Agustus. Namun, semua rencana itu berubah setelah gempa mengguncang tempat tinggalnya pada Sabtu subuh, 15 Agustus 2026 lalu.

“Sebenarnya kami, saya sebagai guru, saya rindu sekali dengan anak. Karena banyak sekali atraksi yang sudah saya persiapkan. Untuk anak-anak seperti atraksi goyang daerah semuanya. Sudah saya latih anak-anak saya,” tutur Yuyun saat ditemui di lokasi pengungsian Kecamatan Reok, Senin, 17 Agustus 2026.

Saat gempa terjadi, Yuyun masih berada di kamar. Suaminya baru selesai melaksanakan salat subuh. Dalam sekejap, lemari di rumahnya roboh dan menghalangi pintu. Yuyun hampir tertindih dan akhirnya menyelamatkan diri melalui bagian tembok rumah yang telah runtuh.

“Saya hampir tertindas lemari, tapi saya keluarnya bukan lewat pintu karena pintu sudah terhalang lemari. Saya keluarnya lewat tembok yang roboh,” kisahnya.

Tidak banyak yang sempat dipikirkan saat itu. Yuyun dan keluarganya meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun. Kekhawatiran akan tsunami membuat mereka segera menuju tempat yang lebih aman. Rumah yang ditinggalkan kini telah rusak dan tertimpa pohon besar. Trauma membuat Yuyun belum berani kembali.

“Langsung ke sini tanpa membawa satu apa pun. Langsung lari. Uang apa pun tidak ada kami ingat. Langsung lari saja,” ujarnya. “Kami mau pulang ke mana? Karena rumah kami sudah roboh.”

Di tengah situasi tersebut, kedatangan bantuan dari Presiden Prabowo menjadi penguat bagi Yuyun dan warga lainnya. Beras, ikan sarden, dan berbagai kebutuhan pokok mulai diterima para pengungsi. Bagi Yuyun, bantuan yang datang bukan sekadar barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali dalam keadaan sekarang. Ini yang namanya keadaan darurat. Dapat bantuan ini sangat membantu,” katanya. “Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo. Karena kami masih trauma untuk pulang ke rumah.”

Cerita serupa disampaikan Destria, warga Reok yang juga harus meninggalkan tempat tinggalnya. Ia masih mengingat kuatnya guncangan yang terjadi ketika sebagian warga masih terlelap pada waktu subuh. Setelah keluar rumah, bunyi alarm di sekitar tempat tinggalnya yang berada di pinggir kali membuat warga segera berlari menyelamatkan diri.

“Itu susah diceritakan, tapi luar biasa bagaimana guncangannya,” ujar Destria.

Di tengah keadaan tersebut, ia mengaku lega ketika bantuan mulai berdatangan. “Alhamdulillah senang. Walaupun kami yang orang bilang NTT ini kadang sering dilupakan, apalagi khususnya yang di Manggarai, khususnya di Kecamatan Reok ini. Tapi alhamdulillah tahun ini, bencana kali ini, kami langsung dapat dari Bapak Presiden. Terima kasih banyak.”

Sementara itu, Hendrik, seorang mekanik asal Kupang yang berada di Reok saat bencana terjadi, memilih berlari menuju bukit setelah warga mengingatkan kemungkinan tsunami. Baru setelah situasi memungkinkan, ia menuju lokasi pengungsian. Menurutnya, bantuan yang diterima telah membantu meringankan beban warga selama berada di pengungsian.

“Kalau bantuan ini cukup membantu,” ujar Hendrik. Ia berharap perhatian kepada masyarakat NTT terus berlanjut. “Semoga ke depan Bapak Presiden lebih memperhatikan masyarakat di NTT supaya lebih maju dan sejahtera.”

Bagi para pengungsi Reok, peringatan Hari Kemerdekaan kali ini berlangsung jauh dari suasana yang mereka bayangkan. Tidak ada persiapan atraksi bagi Yuyun dan murid-muridnya, sementara banyak warga masih memikirkan rumah, keluarga, serta bagaimana kehidupan mereka dapat kembali berjalan. Namun di tengah tenda pengungsian, harapan tentang Indonesia tetap terucap.

“Harapannya Indonesia jaya selalu, makmur selalu, damai selalu. Dan untuk NTT semoga kami tetap baik-baik saja dan bantuan selalu datang untuk kami,” kata Yuyun.

Destria berharap pemulihan segera berlangsung sehingga warga dapat kembali beraktivitas dan menggerakkan perekonomian mereka. Hendrik pun menitipkan harapan agar Indonesia terus maju dan berkembang.

Di Reok, pada peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan menemukan makna yang sederhana tetapi dalam: rasa aman untuk kembali pulang, kesempatan untuk memulai kehidupan kembali, serta keyakinan bahwa di tengah bencana, mereka tidak berjalan sendiri.

Semarak kemeriahan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Aceh

Peserta mengikuti lomba pukul bantal di Sungai Krueng Doy, desa Lampaseh Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Permainan rakyat yang diperlombakan itu dalam rangka memeriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Peserta mengikuti lomba pukul bantal di Sungai Krueng Doy, desa Lampaseh Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Permainan rakyat yang diperlombakan itu dalam rangka memeriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

BNPB Salurkan Bantuan Logistik Melalui Jalur Laut untuk Masyarakat Terdampak Gempa di Pulau Palue, Sikka

Proses bongkar muat bantuan logistik dan peralatan di Pelabuhan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Sikka (The Indonenesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Senin (17/8). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, Bantuan disalurkan melalui jalur laut dan udara sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

“Setelah sebelumnya bantuan tahap pertama juga berhasil dikirim kemarin (16/8) dengan menggunakan speedboat milik Polair. Pada hari ini bantuan yang dikirimkan terdiri atas 150 unit tenda keluarga, 400 lembar matras, enam unit genset beserta enam jerigen BBM masing-masing berkapasitas 20 liter, 10 boks peralatan listrik, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras untuk kebutuhan selama satu minggu ke depan, 300 lembar selimut, 100 paket hygiene kits, 100 paket kidsware, serta 150 liter minyak goreng,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.

Bantuan logistik peralatan BNPB telah tiba di Pulau Palue untuk selanjutnya didata di Kantor Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Berton SP Panjaitan menjelaskan, Ferry KMP Ile Ape yang membawa bantuan tersebut telah tiba di Pulau Palue pada hari ini (17/8) pukul 17.20 WITA. Saat ini, proses pembongkaran bantuan logistik dan peralatan sedang dilakukan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Selain dukungan logistik, pemulihan infrastruktur kelistrikan juga terus dilakukan. Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur per (17/8) pukul 17.00 WITA, pada tingkat gardu distribusi, dari 6 unit gardu yang terdampak, sebanyak 4 unit telah menyala, sementara 2 unit masih dalam kondisi padam. Hingga kini, upaya perbaikan terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat,” Terangnya.

Selanjutnya, Selain kebutuhan hunian dan logistik dasar, bantuan juga mencakup obat-obatan serta dukungan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Puskris Kemenkes) untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Sesaat setelah bersandar, bantuan segera dimobilisasi dan diterima langsung oleh Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja, nantinya bantuan segera dikirimkan kepada warga terdampak dengan menempuh jalur darat yang cukup menantang. Kondisi jalan yang masih rusak pascagempa M 7.7 menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Namun hal tersebut tak menyurutkan para personel untuk tetap menempuh jalur tersebut guna memastikan bantuan sampai hingga langsung ke masyarakat terdampak.

“Penggunaan moda transportasi laut menjadi bagian dari strategi percepatan distribusi logistik ke wilayah kepulauan. Jalur laut dimanfaatkan untuk membawa bantuan dalam jumlah besar, sedangkan dukungan transportasi udara digunakan untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan mendukung akses menuju wilayah terdampak,” Pungkasnya.

Dengan telah disalurkannya bantuan tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan dan unsur terkait terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Pulau Palue dapat terpenuhi. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memantau kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan.

“Penyaluran bantuan ke Pulau Palue merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak bencana, termasuk yang berada di wilayah kepulauan dan memiliki tantangan akses, tetap mendapatkan dukungan penanganan darurat secara cepat dan tepat sasaran,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Rayakan HUT ke-81 RI, TNI AD dan US Army Adu Seru di Culture Day

TNI AD dan US Army Adu Seru di Culture Day Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, OKU Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad).

Baturaja (The Indonesian News) – Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di tengah pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026. Prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) larut dalam berbagai perlombaan khas 17 Agustus melalui kegiatan Culture Day di Lapangan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, OKU Timur, Senin (17/8/2026).

TNI AD dan US Army Adu Seru di Culture Day Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, OKU Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad).

Dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Kegiatan yang digagas staf penyelenggara latihan di bawah pimpinan Kolonel Inf Slamet selaku Komandan Latma Ksatria Warrior 2026, menjadi momentum bagi prajurit kedua negara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia sekaligus mempererat keakraban dan persahabatan.

Berbagai perlombaan khas 17 Agustus, seperti tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, dan balap bakiak, diikuti dengan antusias oleh prajurit TNI AD dan US Army. Sorak-sorai dan canda tawa mewarnai perlombaan yang berlangsung penuh semangat dan sportivitas.

TNI AD dan US Army Adu Seru di Culture Day Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, OKU Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad).

 

Meski berbeda negara dan latar belakang, para prajurit tampak saling memberikan dukungan dan semangat. Interaksi dalam suasana santai tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal budaya masing-masing sekaligus membangun komunikasi dan saling pengertian di antara peserta latihan.

Perwakilan US Army menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk turut merasakan suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, perlombaan tradisional yang digelar memberikan pengalaman baru untuk mengenal budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarprajurit.

TNI AD dan US Army Adu Seru di Culture Day Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Puslatpur Kodiklatad, Martapura, OKU Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad).

Lebih dari sekadar hiburan, Culture Day menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan melalui interaksi sosial dan pertukaran budaya. Nilai gotong royong, persatuan, dan sportivitas yang mewarnai perayaan 17 Agustus turut memperkuat hubungan kedua angkatan darat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan foto bersama prajurit TNI AD serta US Army. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen kebersamaan di sela pelaksanaan Latma Ksatria Warrior 2026 yang tengah berlangsung.

“Melalui Culture Day, semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dirasakan oleh prajurit TNI AD, tetapi juga menjadi pengalaman bagi prajurit US Army untuk mengenal dan merasakan langsung budaya serta tradisi masyarakat Indonesia” Demikian Dispenad.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts