Beranda blog Halaman 13

RSUD Manggarai Terdampak Gempa M7,7 Flores, BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertana Kanan) bersama Menko PMK Pratikno (Kedua Kanan) saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai yang terdampak gempabumi M 7,7 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Manggarai (The Indonesian News) – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan sebagai langkah kedaruratan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan setelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai terdampak gempabumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8).

Guncangan gempa menyebabkan sejumlah bagian dan fasilitas RSUD Manggarai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan pasien dan kegiatan administrasi rumah sakit yang untuk sementara dilakukan di area halaman rumah sakit.

Kondisi tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat mengunjungi RSUD Manggarai, Minggu (16/8). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat tetap terpenuhi selama masa penanganan darurat pascagempa.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK berdialog dengan jajaran rumah sakit dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil peninjauan, Menko PMK mengarahkan BNPB untuk segera mendirikan rumah sakit lapangan yang direncanakan berlokasi di Stadion Golo Dukal. Lokasi tersebut dinilai cukup aman dan strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan sementara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB akan segera membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi alternatif layanan kesehatan sementara RSUD Manggarai,” ujar Pratikno.

Menindaklanjuti arahan tersebut, BNPB akan segera menyiapkan dan membangun rumah sakit lapangan sekaligus memberikan dukungan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan. BNPB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah dan pihak terkait agar layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat berlangsung secara optimal.

“Kita segera bangun dan akan terus berkoordinasi. Sesuai arahan Bapak Menko, kita juga akan memberikan dukungan lainnya, termasuk kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” kata Suharyanto.

Selain menyiapkan rumah sakit lapangan, BNPB secara paralel akan mendukung penanganan terhadap infrastruktur RSUD Manggarai yang mengalami kerusakan akibat gempa. Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas kesehatan dapat kembali berfungsi secara bertahap dan pelayanan kepada masyarakat dapat segera dipulihkan.

Menko PMK menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasien dan masyarakat terdampak menjadi prioritas dalam penanganan pascagempa. Untuk memastikan dukungan pemerintah tepat sasaran, pemerintah Kabupaten Manggarai diminta segera melakukan pendataan secara akurat terhadap dampak dan kebutuhan masyarakat maupun fasilitas pelayanan publik.

“Kami minta pendataan ini segera dilakukan secara akurat, sehingga berbagai dukungan yang dibutuhkan dapat segera kita laksanakan,” tutur Pratikno.

BNPB bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait akan terus melakukan penanganan secara terpadu guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan kesehatan, serta fasilitas publik yang terdampak gempa dapat segera dipulihkan.

Update Dampak Gempa M7.7 NTT, BNPB: Korban Meninggal 53 Jiwa 

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi di reruntuhan bangunan di Pelabuhan Maumere, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dok. Tim SAR Gabungan)

Jakarta (The Indonesian News) – Pendataan korban maupun kerusakan pasca gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Lebih dari 50 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan.

“Berdasarkan data sementara pada Minggu (16/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang. Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Agustus 2026.

Berton SP Panjaitan menambahkan, Data sementara sore tadi, total rumah rusak berat sebanyak 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Sementara pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Minggu (16/8) sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri,” Terangnya.

Gempa susulan tercata berjumlah 995 kali dengan gemla yang dalat dirasakan masyarakat sebanyak 46 kali

Merespons gempa di NTT, Kepala BNPB bersama jajarannya menteri lainnya telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat. Meski fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, kebutuhan masyarakat mengungsi juga diupayakan pemerintah.

“Sejumlah bantuan telah disalurkan baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan yang telah tiba di antaranya bantuan logistik dari pemerintah pusat yang telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8). Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Kapendam XVIII/Kasuari: Jangan Terprovokasi, TNI-Polri Pastikan Fakta Kasus Aifat Timur Tengah

Foto: Dok. Pendam XVIII/Kasuari

Manokwar (The Indonesian News) – Kapendam XVIII/Kasuari menegaskan bahwa TNI bersama Polri terus mendalami secara menyeluruh dugaan tindak kekerasan terhadap tiga warga masyarakat di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, yang terjadi pada 13 Agustus 2026.

Kapendam XVIII/Kasuari mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak mengambil kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan keresahan dan memperkeruh situasi,” tegas Kapendam XVIII/Kasuari, Minggu, 16 Agustus 2026.

TNI-Polri menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Ketiga korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Selebesolu Sorong.

Berdasarkan pemeriksaan awal, luka yang dialami para korban tidak menunjukkan indikasi luka tembak, namun terdapat dugaan luka akibat benda atau senjata tajam. Temuan tersebut masih terus didalami untuk memastikan fakta sebenarnya.

Selain itu, berdasarkan pengecekan awal di lapangan, tidak ditemukan adanya pasukan TNI yang sedang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod pada saat kejadian.

Kapendam menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hasil pengecekan awal dan proses penyelidikan masih terus berjalan. Karena itu, seluruh pihak diminta memberikan ruang kepada aparat untuk mengungkap fakta berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabksn.

TNI-Polri bersama pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat Maybrat dan Papua Barat Daya.

Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarluaskan foto, video, maupun narasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya karena dapat memicu kesalahpahaman serta memperbesar keresahan di tengah masyarakat.

“Mari kita jaga Maybrat tetap aman, damai dan kondusif. Percayakan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang dan mari bersama-sama menjaga kedamaian Papua Barat Daya,” pungkas Kapendam XVIII/Kasuari.

Ketua PMI Jakarta Utara Lepas Tim Kesehatan ke NTT: Ini Misi Kemanusiaan, Kami Siap 24 Jam

Foto: Dok. PMI Jakarta Utara

Jakarta Utara (The Indonesian news) – Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan. Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, secara resmi melepas tiga relawan Tim Kesehatan untuk bertugas membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026).

Pelepasan berlangsung di Markas PMI Jakarta Utara, Plumpang Semper. Pemberangkatan dilakukan secara cepat setelah PMI Pusat menginstruksikan pengiriman bantuan darurat pada Minggu pagi.

Tiga Relawan Diberangkatkan ke Lokasi Bencana

Sebanyak tiga personel Tim Kesehatan PMI Jakarta Utara diberangkatkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka terdiri atas satu dokter, satu tenaga kedokteran, dan satu perawat.

Dalam sambutannya, Rijal mengatakan seluruh personel diminta bersiap dan berangkat pada hari yang sama karena kondisi di wilayah terdampak membutuhkan respons cepat.

“Hari ini tiga orang ditugaskan: satu dari medis, satu dari kedokteran, dan satu dari perawat. Kemungkinan nanti relawan juga harus berangkat untuk membantu tugas-tugas kemanusiaan di sana,” ujar Rijal.

Ia menegaskan, seluruh kebutuhan keberangkatan telah dipersiapkan sehingga para relawan dapat segera menuju lokasi.“Kawan-kawan semuanya untuk standby dan berangkat hari ini juga. Tiket sudah siap semua,” tegasnya.

Tetap Bantu Sumatera Utara, Kini Bergerak ke NTT

Misi ke NTT menjadi tantangan tersendiri bagi PMI Jakarta Utara. Pasalnya, pada saat bersamaan sejumlah relawan PMI Jakarta Utara masih menjalankan kegiatan pemulihan bencana di Sumatera Utara.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran PMI Jakarta Utara untuk memenuhi instruksi PMI Pusat.

“Kita lagi ada pemulihan di Sumatera Utara, sementara sebagian relawan sedang berangkat ke sana. Jakarta Utara, bisakah dibantu? Kata mereka, ‘Siap, kami siap bantu segala-galanya asal PMI Jakarta Utara,’” ungkap Rijal.

Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari karakter relawan PMI. Ketika terjadi bencana dan panggilan kemanusiaan datang, relawan harus siap bergerak tanpa memandang kondisi.

“Sebelum Ajal Menjemput, Saya Siap 24 Jam”

Dengan penuh haru, Rijal kembali menegaskan komitmennya untuk selalu berada di garis depan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Walaupun kita dalam kondisi keuangan yang sangat tipis, kapan pun saya dipanggil, sebelum ajal menjemput, saya akan siap 24 jam selama itu tugasnya adalah misi kemanusiaan,” ucapnya.

Rijal juga mengenang pengalamannya ketika terlibat dalam penanganan bencana di NTT pada 1992, saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Senat.

“Daerah sana agak panas dan alamnya pun agak berbeda. Tahun 1992 saya pernah di sana pada saat gempa,” kenangnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memahami bahwa relawan yang bertugas di wilayah bencana harus memiliki kesiapan fisik dan mental.

“Kalau Bel Sudah Berbunyi, Itu Tugas Kita”

Rijal menegaskan bahwa respons terhadap bencana tidak selalu dapat dilakukan melalui proses birokrasi yang panjang. Dalam kondisi darurat, kecepatan menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan dan pelayanan kemanusiaan.

Ia mengaku telah menyampaikan informasi pemberangkatan tersebut kepada Wali Kota Jakarta Utara serta pihak terkait di wilayah administratif Jakarta Utara.

“Ini kerjaan mendadak, jadi enggak perlu surat-menyurat, enggak perlu panggilan, enggak perlu undangan. Kalau bel sudah berbunyi, itu adalah tugas kita,” tegas Rijal.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa relawan PMI harus selalu memiliki kesiapan untuk bergerak kapan pun dibutuhkan.

Pesan untuk Relawan: Jaga Kesehatan dan Waspada

Sebelum melepas keberangkatan tim, Rijal berpesan kepada seluruh relawan agar menjaga kesehatan, memperhatikan kondisi fisik, dan selalu berdoa selama menjalankan tugas.

“Terus jaga kesehatan dan selalu berdoa. Kita harus bersyukur Jakarta dihindari dari bencana, tapi kita harus terus waspada. Kalau kita ditugaskan sering menolong, Alhamdulillah, berarti di tempat kita tidak ada bencana,” pesannya.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menyusul ke lokasi bencana apabila sewaktu-waktu kembali mendapatkan penugasan.

“Insya Allah kalau tidak ada halangan, saya pun siap berangkat kapan pun saya ditugaskan,” ujarnya.

Bagian dari Respons Kemanusiaan PMI

Pengiriman Tim Kesehatan PMI Jakarta Utara ke NTT menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMI dalam menghadapi bencana gempa bumi di wilayah tersebut.

Di tengah berbagai penanganan bencana yang berlangsung di sejumlah daerah, jaringan PMI di berbagai wilayah terus mengerahkan sumber daya manusia dan relawan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Bagi PMI Jakarta Utara, keberangkatan tiga relawan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, tetapi merupakan wujud nyata dari semangat kemanusiaan yang menjadi landasan gerakan Palang Merah.

“Kalau bel sudah berbunyi, itu adalah tugas kita.” Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa bagi para relawan, panggilan kemanusiaan adalah tugas yang harus dijawab dengan kesiapsiagaan, ketulusan, dan keberanian.

Pemerintah Pastikan Bantuan Logistik Korban Gempa NTT Tersalurkan Cepat dan Merata ke Seluruh Wilayah

Menko PMK bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Manggarai (The Indonesian News) – Pemerintah memastikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersalurkan secara cepat secara merata hingga ke wilayah yang mengalami dampak berat dan sulit dijangkau. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangannya usai meninjau RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Minggu, 16 Agustus 2026.

“Kabupaten Manggarai ini adalah kabupaten yang terberat pascagempanya. Ini yang kita hadir ke sini. Ada lagi satu kecamatan Reok, itu informasinya juga yang lebih berat ya, Reok. Tapi kita sudah berhasil masuk ke sana. Tadi untuk logistik di bawah Pangdam, itu sudah bisa masuk ke Reok,” jelas Kepala BNPB.

Suharyanto juga menyampaikan bahwa posko pendampingan nasional telah dibangun dan beroperasi untuk menghimpun kebutuhan sekaligus mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Untuk posko-posko bantuan, ini sudah terbentuk. Posko nasionalnya ada di Halim. Di sana menghimpun semua kebutuhan logistik yang diperlukan,” tuturnya.

Adapun posko bantuan dibangun di Labuan Bajo untuk melayani wilayah Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, untuk melayani wilayah Sikka, Ende, dan Nagekeo, telah dibangun posko di Maumere.

Pemerintah juga terus memperkuat konektivitas untuk mendukung penyaluran bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak. Di antaranya melalui dukungan empat helikopter TNI dan dua pesawat BNPB yang ditempatkan di Labuan Bajo.

“Kemudian jalan-jalan, informasi dari Menteri PU sudah temu semua. Tidak ada lagi yang tertutup longsor sehingga tidak bisa jalan,” sambungnya.

Selain melalui jalur darat dan udara, penyaluran bantuan logistik juga didorong melalui jalur laut, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sikka, Nagekeo, dan Ende.

“Kemudian untuk yang Sikka, Nagekeo, dan Ende, ini barang langsung masuk ke Pelabuhan Maumere. Pakai bandara, pesawat besar. Di sana juga ada 2 heli untuk menjangkau apabila ternyata ada titik-titik yang belum bisa terjangkau,” pungkasnya.

Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar Masyarakat Terdampak Gempa NTT Terpenuhi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Manggarai (The Indonesian News) – Pemerintah terus mempercepat penanganan dampak gempa bumi pada hari kedua pascabencana di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut mencakup percepatan perbaikan layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangannya usai meninjau RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Minggu, 16 Agustus 2026.

“Pertama adalah bahwa layanan kesehatan harus disiapkan segera. Oleh karena itu, rumah sakit lapangan dalam proses untuk disiapkan, selain tentu saja adalah renovasi rumah sakit yang ada,” ucap Menko Pratikno.

Selain memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, Menko Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, baik selama menjalani perawatan maupun saat berada di pengungsian.

“Selain itu, tentu saja kebutuhan dasar masyarakat, selain kesehatan, kebutuhan-kebutuhan untuk selama di rumah sakit sementara ini, dan juga di pengungsian,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Menko PMK menyebut penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak telah berjalan. Di antaranya, sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo.

“Di daerah itu juga Pak Presiden memberikan tambahan bantuan 50 ribu paket sembako, dan beliau perintahkan kepada kita untuk berbagi tugas ke beberapa daerah,” jelasnya.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Menko Pratikno juga memastikan pemerintah terus melakukan pendataan secara akurat terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Namun, proses tanggap darurat tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

“Menyelamatkan warga, memberikan layanan kesehatan kepada warga adalah tanggung jawab kemanusiaan yang pertama harus kita lakukan,” pungkasnya.

BNPB Gerakkan Bantuan Logistik Dukung Penanganan Korban Gempa di Maumere, Sikka

Penyerahan simbolis bantuan logistik dari BNPB kepada Bupati Kabupaten Sikka di Kantor BPBD Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (16/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Maumere (The Indonesian news) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mendukung penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk di Kabupaten Sikka. Bantuan segera didistribusikan kepada warga terdampak dengan menggunakan moda transportasi darat, laut dan udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah pusat dalam mendukung pemerintah daerah menangani kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat pelayanan kepada warga terdampak bencana. BNPB telah menggerakkan bantuan darurat dari gudang logistik BNPB di Flores Timur untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

“Berdasarkan laporan per hari ini (16/8), bantuan yang diberikan BNPB dan telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka meliputi 5 unit tenda pengungsi, 146 unit tenda keluarga ukuran 4 x 4 meter, 200 kasur lipat, 400 buah tikar, 100 selimut, 300 selimut, 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 10 unit genset, 100 paket hygiene kit, 5 unit water tank, 3 unit baterai light tower, serta 2 unit charger light tower,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Agustus 2026.

Seluruh bantuan tersebut tercatat bersumber dari BNPB dalam kondisi utuh, baik dan lengkap berdasarkan berita acara serah terima. Pengiriman logistik dan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun masyarakat yang harus mengungsi akibat gempa.

Distribusi Logistik ke Pulau Palue

Dukungan logistik tersebut selanjutnya didistribusikan secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak. Untuk menjangkau masyarakat terdampak di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal/perahu. Moda transportasi laut dipilih untuk menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Distribusi melalui jalur laut menjadi salah satu upaya percepatan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak bencana. Kondisi geografis Pulau Palue serta gangguan akses pascagempa menjadi tantangan tersendiri dalam mobilisasi bantuan. Pemerintah terus mengupayakan berbagai moda transportasi, termasuk jalur laut dan udara, untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan pentingnya percepatan penanganan melalui pengaktifan posko di daerah terdampak sehingga pendataan, pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi dapat dilakukan secara terkoordinasi, terpadu dan efektif.

Selain BNPB, sejumlah kementerian dan lembaga juga mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganan gempa. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak untuk memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat serta memastikan dukungan logistik dan peralatan dapat dimobilisasi secara cepat untuk mendukung proses tanggap darurat di wilayah terdampak,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Koops TNI Habema Hadirkan Kembali Negara di Bawah Kaki Gunung Cartenz Setelah 15 Tahun Terisolasi

Koops TNI Habema Hadirkan Kembali Negara di Bawah Kaki Gunung Cartenz Setelah 15 Tahun Terisolasi. (Foto: Dok. Penerangan Koops TNI Habema).

Ugimba (The Indonesian News) – Selama lebih dari satu dekade, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menghadapi tantangan keterisolasian akibat kondisi geografis yang ekstrem, keterbatasan akses transportasi, serta dinamika keamanan. Jalur pegunungan yang sulit ditembus, hutan lebat, cuaca tidak menentu, suhu yang dapat mencapai 4 derajat Celsius, serta jauhnya wilayah dari pusat pelayanan pemerintahan menjadikan Ugimba mengalami keterbatasan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, Minggu (16/8/26).

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menyampaikan bahwa kehadiran prajurit di Ugimba merupakan bentuk komitmen negara untuk menghadirkan keamanan dan rasa aman bagi masyarakat.

“Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan secara aman dan normal. Keamanan menjadi fondasi agar pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan. Kami hadir untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujar Pangkoops TNI Habema.

Mayjen TNI Yudha Airlangga menegaskan bahwa tantangan geografis dan dinamika keamanan tidak menjadi penghalang bagi prajurit dalam melaksanakan pengabdian. “Masyarakat Papua Pegunungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran TNI merupakan wujud tanggung jawab negara untuk melindungi seluruh masyarakat hingga pelosok negeri,” tambahnya.

Kondisi tersebut semakin kompleks dengan adanya aktivitas kelompok bersenjata OPM yang memanfaatkan wilayah terpencil sebagai ruang pergerakan. Situasi keamanan ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga hubungan sosial dengan wilayah luar.

Selama kurang lebih 15 tahun, masyarakat Ugimba hidup dalam berbagai keterbatasan. Keterisolasian yang terjadi bukan hanya persoalan jarak, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan kehadiran negara secara nyata.

Kepala Distrik Ugimba, Penias Kogoya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Pangkoops TNI Habema beserta rombongan di wilayahnya. Ia mengatakan bahwa Ugimba selama ini merupakan daerah dengan tantangan geografis, keterbatasan akses pemerintahan, dan kondisi keamanan yang cukup rawan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan kepada negara. Selama ini Ugimba merupakan daerah yang jauh dari pemerintahan dan memiliki banyak keterbatasan, namun hari ini TNI telah hadir dan rombongan Pangkoops TNI Habema dapat sampai ke wilayah kami. Kami masyarakat dan pemerintah Distrik Ugimba sangat bangga menerima kehadiran ini sebagai bentuk nyata perhatian negara,” ujar Penias Kogoya.

Ia juga mengapresiasi bantuan sembako dan tiga ekor babi yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai wujud kepedulian dan kedekatan TNI dengan masyarakat Ugimba.

Kehadiran prajurit Koops TNI Habema menjadi bagian dari upaya negara dalam menciptakan kondisi keamanan dan membuka kembali ruang aktivitas masyarakat. Dengan menghadapi medan pegunungan yang berat, suhu dingin ekstrem, serta akses yang sulit dijangkau, prajurit melaksanakan operasi pengamanan wilayah selama 7 hari sejak titik pendaratan helikopter hingga mencapai Distrik Ugimba guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Selain tugas pengamanan, Koops TNI Habema juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui pemberian bantuan kemanusiaan. Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama Dansatgas Habema Brigjen TNI Persada Alam dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang turut menyerahkan bantuan berupa 200 kilogram sembako, 3 ekor babi, 50 kilogram ayam, serta berbagai mainan untuk anak-anak.

Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian prajurit TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan dan komunikasi dengan warga Ugimba. Kehadiran ini tidak hanya memberikan dukungan materi, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat Papua Pegunungan.

“Keberhasilan Koops TNI Habema menghadirkan keamanan di Distrik Ugimba menjadi momentum penting dalam membuka kembali akses masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan. Melalui pengamanan wilayah, komunikasi, dan kepedulian sosial, kehadiran negara kembali dirasakan oleh masyarakat Papua Pegunungan,” Tutup Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga.

Menko Polkam: Hormati Simbol Negara, Jaga Perdamaian Aceh dan Kondusivitas Papua

Menko Polkam Djamari. (Foto: Dok. Humas Kemenko Polkam RI)

Jakarta(The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga perdamaian, persatuan, serta keamanan menyikapi dinamika di Aceh dan Papua. Pemerintah menghormati kebebasan menyampaikan aspirasi secara damai, namun pelaksanaannya harus tetap berada dalam koridor hukum. “Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama. Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila sebagai simbol negara wajib kita hormati. Di Papua, masyarakat juga berhak menyampaikan aspirasi secara damai, tetapi jangan sampai disertai kekerasan dan pelanggaran hukum,” ujar Menko Polkam dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Karo Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.

Terkait Aceh, Menko Polkam menegaskan bahwa pemerintah menghormati kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang, maka Perdamaian Aceh yang telah terpelihara selama lebih dari dua dekade merupakan capaian penting yang harus terus dirawat melalui dialog, persaudaraan, dan penghormatan terhadap hukum.

Menko Polkam juga menegaskan bahwa Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila merupakan simbol negara yang wajib dihormati sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Terkait pemberitaan mengenai pelepasan Bendera Merah Putih serta pelepasan dan tindakan perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila, Menko Polkam meminta aparat mendalami fakta, pelaku, motif, dan unsur hukumnya secara objektif. “Apabila ditemukan unsur tindak pidana, pelakunya harus diproses secara tegas dan adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal yang sama berlaku terhadap setiap tindakan kekerasan dan perusakan,” tegasnya.

Sementara terkait perkembangan di Papua, Menko Polkam menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai sebagaimana dijamin konstitusi. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan, perusakan, provokasi, maupun tindakan yang melanggar hukum. Pemerintah menyayangkan kericuhan dalam aksi di Papua Tengah yang dilaporkan mengakibatkan beberapa aparat terluka. “Penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi. Setiap pelaku kekerasan dan pelanggaran hukum yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat harus ditindak tegas sesuai hukum,” ujar Menko Polkam.

Lebih lanjut Karo Humas dan Datin menyampaikan bahwa Menko Polkam terus mencermati perkembangan situasi di Aceh dan Papua serta mengoordinasikan langkah-langkah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk mencegah eskalasi, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan stabilitas keamanan tetap terpelihara.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax dan informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan setiap dugaan pelanggaran hukum kepada aparat yang berwenang,” Tutup Brigjen TNI Honi Havana.

BULOG Siapkan Beras dan Minyak Goreng Per Kabupaten terdampak Gempa NTT

Foto: Dok. Humas Perum BULOG

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah melalui Perum BULOG bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan berupa beras dan minyak goreng disiapkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi darurat.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, setiap kabupaten yang terdampak gempa akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 ton dan minyak goreng sebanyak 1.000 liter. Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap bekerjasama dengan TNI dan Basarnas, serta mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

Pada tahap awal, hari ini BULOG telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 1 ton ke Kabupaten Manggarai dan 500 kilogram ke Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut merupakan langkah awal dalam rangka memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh dukungan pangan.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG untuk bergerak cepat mendukung pemerintah dalam penanganan dampak bencana.

“BULOG siap bergerak cepat membantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Bantuan beras dan minyak goreng akan kami salurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Yang terpenting, masyarakat yang terdampak dapat segera merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulis, Dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.

Selanjutnya, BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak lainnya. Proses distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aksesibilitas wilayah, kondisi masyarakat, serta perkembangan situasi pascabencana.

“BULOG juga memastikan kesiapan stok dan jaringan distribusi di wilayah NTT untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan secara tepat dan sesuai kondisi di lapangan,” Ujarnya.

Langkah cepat ini merupakan wujud komitmen pemerintah bersama BULOG untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana, sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pemerintah bersama BULOG akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung pemulihan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” Tutup Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts