Apel Wallakir Jelang HUT ke-81 TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI
Jakarta (The Indonesian News) – Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) menggelar Apel Gelar Personel Pengawalan Lalu Lintas dan Parkir (Wallakir) dalam rangka HUT Ke-81 TNI Tahun 2026, yang dipimpin Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026), dengan melibatkan 580 personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Satpol PP.
Danpuspom TNI menyampaikan bahwa pengamanan HUT ke-81 TNI memiliki tantangan tersendiri karena puncak kegiatan berlangsung pada hari kerja. Untuk itu, diperlukan sinergi dan koordinasi dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pengaturan kantong parkir, titik drop-off undangan, serta kendaraan angkut pasukan.
Apel Wallakir Jelang HUT ke-81 TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI
Lebih lanjut Danpuspom TNI menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan mampu mengendalikan diri di lapangan. “Harapan saya, laksanakan tugas dengan humanis, tidak perlu arogan”, ungkapnya, Jumat 18 September 2026
Apel Wallakir Jelang HUT ke-81 TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI
Puspom TNI bersama unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi guna memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan tertib dan lancar. Puspom TNI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kegiatan di sekitar kawasan Monas dalam beberapa hari ke depan berdampak pada kenyamanan dan kelancaran lalu lintas.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia resmi menutup Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2026 di Universitas Negeri Jakarta pada Rabu (16/9/2026). Foto: Kemlu RI
Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) secara resmi menutup Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2026 di Aula Latief Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada Rabu 16 September 2026.. Mengusung tema “Celebrating Cultural Strength, Inspiring Global Youth”, BSBI 2026 diikuti oleh 12 peserta dari negara-negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Dilansir dari laman Kemlu RI, Jumat (18/9/2026), Selama 45 hari, para peserta mempelajari seni, budaya, Bahasa Indonesia dan kuliner, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sebagaimana pada tahun sebelumnya, penyelenggaraan BSBI 2026 merupakan kerja sama antara Kemlu dengan UNJ.
Rangkaian penutupan BSBI 2026 ditandai dengan pertunjukan seni budaya oleh para peserta sebagai refleksi pengalaman selama mengikuti program pembelajaran dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus refleksi.
Acara penutupan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Pembangunan Manusia Kemlu, Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, Korps Diplomatik dari negara-negara ASEAN, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu, Plh. Direktur Diplomasi Publik Kemlu, Sekretaris Universitas Negeri Jakarta, Wakil Rektor IV UNJ, serta sivitas akademika UNJ.
Dalam sambutannya, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Bapak Heru H. Subolo, menegaskan bahwa budaya bukan semata-mata warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan yang mampu menghubungkan masyarakat melampaui batas negara, bahasa, dan perbedaan.
“BSBI bukan sekadar program pembelajaran seni dan budaya, melainkan jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa, sekaligus menjadi bagian penting dari diplomasi publik Indonesia,” ujar Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik.
Menurutnya, interaksi dan persahabatan antargenerasi muda melalui BSBI turut memperkuat people-to-people connectivity sebagai salah satu fondasi Komunitas ASEAN. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2003, BSBI telah menghasilkan 1.093 alumni dari 85 negara yang menjadi jejaring global sahabat Indonesia.
Sekretaris UNJ, Prof. Dr. Suyono, menyampaikan bahwa keterlibatan UNJ dalam BSBI merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan dan pertukaran budaya. Para peserta diharapkan dapat membagikan pengalaman mereka serta berperan sebagai duta budaya dan jembatan persahabatan antara Indonesia dan negara masing-masing.
Melalui program BSBI ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan budaya sebagai instrumen diplomasi yang inklusif serta memperkuat persahabatan dan kerja sama di kawasan.
Credit: Indonesian Government Communication Agency (Bakom)
Jakarta (The Indonesian News) – Aerial operations to combat forest and land fires through water bombing are again planned across several regions of Sumatra and Kalimantan on Friday, September 18, 2026.
According to the National Disaster Mitigation Agency’s (BNPB) aerial operations plan, helicopters will be deployed to a number of fire hotspots and fire-prone areas, with execution depending on visibility conditions on the ground.
In West Kalimantan, aerial operations are planned in several areas of Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Melawi and Sintang regencies.
A Sikorsky EH-60A helicopter with registration N61AA is scheduled to conduct water bombing in Pematang Gadung village, Matan Hilir Selatan district, Ketapang regency. In the same area, a SUPER PUMA H225 helicopter with registration VH-HGM is being directed to Laman Satong village, Matan Hilir Utara district.
In Kayong Utara regency, three locations are targeted in the operation plan. A SIKORSKY UH-60L helicopter with registration VH-L6T is scheduled to conduct aerial water drops in Sejahtera village, Sukadana district. An MI-172 helicopter with registration VN-8424 is being directed to Satai Lestari village, Pulau Maya Karimata district, while an MI-17-1V helicopter with registration VN-8416 is planned to operate in the Gunung Palung National Park area, Simpang Hilir district.
Operations are also planned using a NAS-332 Super Puma helicopter with registration H-3217 in Batu Ampar district, Kubu Raya regency. Two other locations are in Melawi and Sintang regencies: Sepan Tonak village, Nanga Belimbing district, served by a Bell 412 EPI HA-5231, and Rawa Mambok village, Sintang district, targeted by a Bell 412 EPI HA-5228.
Moving to Central Kalimantan, two areas in Pulang Pisau regency are included in the operation plan. A Puma N-814AR helicopter is scheduled to conduct water bombing in Kahayan Kuala district. Meanwhile, a Kamov 32A helicopter with registration UR-CSM is planned to operate in Sebangau Kuala district, with Sabangau district in Palangka Raya city as an alternative location.
In South Kalimantan, aerial operations are planned to focus around Syamsudin Noor Airport. A helicopter N137WZ is being directed to a fire spot (FS) in ring 1 of the airport. A helicopter N261BE is also planned to target an FS point near Samli Hospital, still in ring 1 of the airport, at coordinates 3°23’16″S, 114°43’27″E. Meanwhile, a helicopter RA22834 is on standby, awaiting information on FS points from ground patrol teams and the morning patrol helicopter.
In Riau, four helicopters are planned to conduct aerial operations in Indragiri Hulu and Kampar regencies. A Sikorsky S-61A N5193Y is being directed along the Rengat Selatan (Rsn)–Batang Cenaku route in Indragiri Hulu. A Sikorsky UH-60L N4875A and an MI-8AMT RA-22729 are both planned to operate on the Rsn–Kuala Cenaku route in Indragiri Hulu regency. Meanwhile, a Mi-8T SBM1 with registration RDPL-34194 is being directed to the Rsn–Sungai Serai route in Kampar Kiri, Kampar regency.
In South Sumatra, at least five locations are included in the water bombing plan. A helicopter VH-UHG is being directed to Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), in Sector 1, at coordinates 03°14’58″S 105°05’14″E. A helicopter RA 22747 is planned to target Sungai Menang, OKI, Sector 1, at coordinates 03°43’42″S 105°26’36″E.
Still in the same province, a helicopter N360 UH is planned to conduct water bombing in Rantau Bayur, Banyuasin, Sector 3, at coordinates 03°4’23″S 104°27’15″E. A helicopter RA-22279 is being directed to Gelumbang, Muara Enim, Sector 3, at coordinates 03°7’43″S 104°25’02″E. A helicopter VH-BHL is planned to operate in Tulung Selapan, OKI, Sector 1, at coordinates 03°8’21″S 105°21’11″E.
In Jambi, aerial operations are planned to target the Berbak Sembilang National Park area in Kumpeh district, Muaro Jambi regency, as well as the Sadu area in Sadu district, Tanjung Jabung Timur regency. Both locations are in the operation plan for a Mi-17 1V helicopter with registration VN 8414.
A Sikorsky UH60A N-274TH helicopter is planned to conduct water bombing in Teluk Dawan, Muaro Sabak Barat district, Tanjung Jabung Timur regency.
Overall, the BNPB report records plans to deploy a number of helicopters for aerial operations across six provinces: West Kalimantan, Central Kalimantan, South Kalimantan, Riau, South Sumatra and Jambi. Targets are spread from forest and land areas to villages and fire spots around strategic facilities.
BNPB stressed that the execution of these aerial operations remains dependent on field conditions, particularly visibility. The locations and routes listed in the report are therefore the operation plan for September 18, 2026, and their execution may be adjusted to the evolving fire situation and flight conditions in each region.
Source: Press Release, Indonesian Government Communication Agency (Bakom)
Presiden Prabowo Subianto (Kiri) menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (WPM) Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (Kanan) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO-BPMI Setpres
Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (WPM) Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Wakil PM Zahid membahas sejumlah hal, termasuk kerja sama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Beliau kawan lama, jadi beliau berkunjung ke saya dan kita bahas berbagai masalah, yang pertama dari pihak Malaysia menawarkan bantuan ingin ikut membantu kita untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih, dengan gembira,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menyebut bahwa bantuan tersebut akan segera dikirimkan dalam waktu dekat. Malaysia akan mengerahkan satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 anggota tim pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.
“Ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dan ini juga saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan menyeluruh, supaya tidak tiap beberapa tahun muncul lagi, muncul lagi,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menilai dukungan dari negara-negara sahabat menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan tidak hanya menjadi perhatian Indonesia. Selain Malaysia, Indonesia juga telah menerima bantuan dari Jepang dan sejumlah negara lain yang menawarkan dukungan dalam penanganan karhutla.
“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” lanjutnya.
Selain penanganan karhutla, Presiden Prabowo dan Wakil PM Zahid juga bertukar pandangan mengenai peluang kerja sama lainnya, termasuk pada bidang industri halal. Kepala Negara pun menegaskan pentingnya untuk menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.
“Jangan sampai kita, hal-hal yang mengganggu kita menjadi masalah yang dibesar-besarkan, Indonesia dan Malaysia adalah saudara, kita harus bekerja sama, kita harus pelihara hubungan yang sangat baik saya kira itu, terima kasih,” tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
TNI Perkuat Penanganan Karhutla Sektor Selatan Kalbar, Kamis (17/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI
Kalbar (The Indonesian News) – TNI memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, khususnya sektor selatan yang masih menghadapi kondisi cuaca lebih kering. Kodam XII/Tanjungpura mengalihkan sebagian perkuatan personel dari sektor utara yang kondisi Karhutlanya menunjukkan tren membaik ke wilayah selatan untuk memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya titik api.
Langkah tersebut disampaikan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito saat meninjau langsung penanganan Karhutla di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Pada Kamis (17/9/2026). Berdasarkan hasil evaluasi, penanganan di sejumlah wilayah sektor utara menunjukkan perkembangan positif dengan penurunan hotspot dan fire spot, sementara sektor selatan masih menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.
“Sektor utara yang kondisinya sudah membaik kita geser pasukannya ke wilayah selatan. Harapannya, setiap kecamatan, Koramil, hingga desa ada unsur TNI bersama Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan Polri yang bahu-membahu melakukan pemadaman,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito dalam keterangan tertulis melalui Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI), Jumat 18 September 2026.
Sesuai Petunjuk Pangdam XII/Tpr, di Kabupaten Ketapang, penguatan penanganan dilakukan personel Koramil 1203-13/Matan Hilir Selatan (MHS) bersama tim gabungan dengan melaksanakan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan pada lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Matan Hilir Selatan Jumat (18/9/2026). Kondisi lahan gambut yang kering menjadi tantangan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga diperlukan penyiraman secara menyeluruh dan berulang untuk memastikan api benar-benar padam.
“Selain pemadaman, personel TNI bersama unsur terkait terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan Karhutla serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung penanganan Karhutla secara terpadu, sekaligus mencegah munculnya dan meluasnya titik api baru,” Demikian Puspen TNI.
Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna (Tengah) saat koferensi pers pelimpahan FA FA beserta barang bukti ke Kejari Jaksel, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspenkum Kejagung).
Jakarta (The Indonesian News) – Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Tim Sembilan) melaksanakan penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) terhadap FA kepada Tim Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana asal dugaan tindak pidana korupsi.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan, Pelaksanaan penyerahan Tahap II ini dilakukan setelah berkas perkara diserahkan oleh penyidik dan telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Penuntut Umum pada hari Rabu 16 September 2026 yang lalu. Terhadap 2 (dua) tersangka lain yakni NH dan DR juga dilakukan Tahap II pada hari ini.
“Adapun Tersangka FA dkk diduga melanggar Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 607 Ayat (1) huruf a, b dan c jo. Pasal 20 jo. Pasal 126 atau Pasal 127 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” Kata Anang di Gedung Kejari Jakarta Selatan, Jumat 18 September 2026
Anang menjelaskan bahwa pascapenyerahan Tahap II ini, Penuntut Umum akan menyelesaikan administrasi penyusunan surat dakwaan dalam jangka waktu 20 hari ke depan. Selanjutnya, Penuntut Umum akan melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk memasuki tahap persidangan.
“Seluruh materi pokok perkara, pembuktian aset, dan barang bukti tersebut nantinya akan dibuka secara transparan dalam persidangan yang terbuka untuk umum. Sementara itu, terkait tempat penahanan Tersangka FA pascapenyerahan Tahap II, hal tersebut kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Penuntut Umum,” Demikian Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat rapat yang dipimpin oleh Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago di Posko Gabungan Penanggulangan Karhutla, Kantor Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO/BNPB
Palembang (The Indonesian News) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus dilakukan secara terpadu di tengah masih tingginya aktivitas titik panas. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto turun langsung ke lapangan, Jumat (18/9), untuk melihat kondisi penanganan sekaligus memastikan operasi berjalan sesuai perkembangan di lapangan.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi penanganan karhutla sekaligus memastikan koordinasi lintas sektor dan operasi pemadaman berjalan di lapangan.
rapat yang dipimpin oleh Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago di Posko Gabungan Penanggulangan Karhutla, Kantor Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO/BNPB
Suharyanto menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada operasi pemadaman, tetapi mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana.
“Personel tidak hanya disiapkan untuk memadamkan api, tetapi digerakkan sejak fase pencegahan, deteksi dini sampai dengan pemulihan pascakebakaran,” ujar Suharyanto, Jumat 18 September 2026.
Berdasarkan paparan Komandan Operasi Satgas Karhutla Sumsel, Danrem 044/Gapo, per tanggal (17/9) hingga pukul 05.00 WIB tercatat 3.039 hotspot di Sumatera Selatan. Hotspot terbanyak terpantau di Ogan Komering Ilir sebanyak 1.034 titik, Musi Banyuasin 684 titik, Banyuasin 379 titik dan Muara Enim 299 titik. Secara kumulatif, sejak Januari hingga 16 September 2026 terdapat 49.591 hotspot.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Ketiga Kiri) mendampingi Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Kanan) meninjau langsung operasi pemadaman yang dilakukan oleh tim satgas darat di Jl. PT. Muara Kelingi, Karya Jaya, Kec. Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO/BNPB
“Di lapangan, operasi juga terus bergerak. Hasil patroli udara dan tim darat pada 16 September menemukan 63 kejadian karhutla, sehingga total kejadian sejak 1 Januari hingga 16 September 2026 mencapai 3.098 kejadian. Fokus penanganan saat ini tersebar di lima wilayah, yaitu Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim,” Tutur Suharyanto.
Untuk kejadian pada 16 September, Suharyanto menjelaskan, estimasi luas lahan yang terbakar mencapai 531,31 hektare. Satgas darat telah menangani sekitar 214,06 hektare, sedangkan pemadaman melalui helikopter water bombing menjangkau sekitar 30 hektare. Sementara itu, sekitar 287,25 hektare masih belum dapat dipadamkan berdasarkan data saat paparan disusun.
“Operasi udara menjadi salah satu bagian penting dalam respons di lapangan. Helikopter digunakan untuk patroli udara, verifikasi hotspot, menentukan titik api prioritas, melakukan water bombing, memantau perkembangan kebakaran hingga mengevaluasi hasil pemadaman. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaksanakan sebagai bagian dari upaya preventif dan penanganan kondisi kekeringan,” Terangnya.
Tim satgas darat melakukan operasi pemadaman di Jl. PT. Muara Kelingi, Karya Jaya, Kec. Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO/BNPB
Sebanyak 12.285 personel dikerahkan dalam Satgas Karhutla Sumsel. Kekuatan tersebut melibatkan BPBD, TNI, Polri, Lanud Sri Mulyono Herlambang, Manggala Agni, Polhut dan Satpol PP, Kelompok Tani Peduli Api, Masyarakat Peduli Api serta unsur pemadam dari perusahaan perkebunan. Dukungan tersebut diperkuat dengan 1.101 posko karhutla yang tersebar di berbagai wilayah.
“BNPB bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan unsur terkait terus mendorong penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, patroli dan respons cepat. Pendekatan tersebut penting untuk menekan risiko kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi,” Demikian Suharyanto.
Peralatan pemadaman satgas darat karhutla di Posko Gabungan Penanggulangan Karhutla, Kantor Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB
Dalam penanganan karhutla, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap dampak asap dan kualitas udara bagi masyarakat. Informasi kualitas udara perlu disampaikan secara cepat dan mudah dipahami, disertai langkah mitigasi apabila terjadi penurunan kualitas udara serta koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Sebelumnya, BNPB telah menetapkan Sumatera Selatan sebagai salah satu dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla bersama Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Dukungan BNPB diberikan sebagai bagian dari operasi terpadu bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.
Peninjauan bersama Menko Polkam dan Kepala BNPB diharapkan memastikan seluruh sumber daya yang telah dikerahkan dapat bekerja secara efektif sesuai perkembangan kondisi lapangan. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla di Sumatera Selatan.
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (Kiri) kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Vice Chairman Central Military Commission (CMC) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jenderal Zhang Shengmin (Kanan) di Ba Yi Building, Beijing, Pada Kamis pagi (17/9/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan
Beijing (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan pertemuan kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Vice Chairman Central Military Commission (CMC) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jenderal Zhang Shengmin, di Ba Yi Building, Beijing, Pada Kamis pagi (17/9/2026). Pertemuan ini sebagai langkah nyata dalam menindaklanjuti konsensus dan arahan strategis pimpinan kedua negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden RRT Xi Jinping.
Visi dan kebijakan kedua pimpinan negara selaras serta berfokus penuh pada pemeliharaan perdamaian dunia, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan peningkatan kesejahteraan kawasan.
Konsensus puncak tersebut diturunkan ke tingkat operasional untuk memperkuat serta meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pertahanan menuju kemitraan strategis yang semakin terintegrasi antara kedua negara.
Menhan RI menegaskan bahwa seluruh penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok terus dibangun berlandaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok.
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (Kiri) kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Vice Chairman Central Military Commission (CMC) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jenderal Zhang Shengmin (Kanan) di Ba Yi Building, Beijing, Pada Kamis pagi (17/9/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan
“Indonesia senantiasa mengutamakan kepentingan nasional dan amanat konstitusi, serta mengedepankan semangat saling menghormati, mutual interest, dan mutual benefit demi terciptanya stabilitas keamanan di kawasan,” Kata Menhan Sjafrie dalam keterangan tertulis melalui Biro Infohan Setjen Kemhan, Jumat 18 September 2026.
Kedua belah pihak secara mendalam membahas penguatan arsitektur kerja sama pertahanan melalui optimasi mekanisme Forum 2+2 RI-Tiongkok serta pembentukan Working Group pada empat lini utama, yakni peningkatan kapasitas Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) beserta dukungan logistiknya, perluasan latihan bersama, pengembangan SDM melalui pendidikan dan Transfer of Technology (ToT), serta pertukaran informasi strategis.
Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa selain kerja sama bilateral, penyelenggaraan latihan militer multilateral di kawasan Asia Tenggara juga dapat menjadi instrumen inklusif untuk memperkuat ketahanan regional, membangun rasa saling percaya (trust building), serta menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
“Di samping itu, Menhan menekankan pentingnya komunikasi intensif dan kolaborasi teknis yang transparan demi memastikan seluruh komitmen kerja sama dapat dieksekusi secara efektif, terukur, dan memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan kedua negara serta perdamaian kawasan,” Demikian Biro Infohan Setjen Kemhan.
BNPB menyelenggarakan peningkatan kapasitas daerah wilayah Aceh melalui penyusunan renkon bahaya banjir, gladi ruang dan posko di Kota Banda Aceb, Aceh, pada 15-16 September 2026. (The Indonesian News/HO-BNPB)
Banda Aceh (The Indonesian News) – BNPB memperkuat kapasitas Pemerintah Aceh dalam penanganan bahaya banjir. Langkah ini diimplementasikan dalam penyusunan rencana kontinjensi (renkon) dan gladi ruang dan pos komando (posko) di Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada 15 – 16 September 2026.
Dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini bertujuan untuk mempersiapkan Pemerintah Aceh dalam merespons ancaman bahaya dan mengelola organisasi posko secara efektif ketika bencana banjir terjadi. Melalui adanya dokumen renkon, Pemerintah Aceh, yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencan Aceh (BPBA), tanggap darurat diharapkan dapat berjalan terarah, terkoordinasi dan terpadu.
BNPB menyelenggarakan peningkatan kapasitas daerah wilayah Aceh melalui penyusunan renkon bahaya banjir, gladi ruang dan posko di Kota Banda Aceb, Aceh, pada 15-16 September 2026. (The Indonesian News/HO-BNPB)
Widyaiswara Ahli Madya BNPB Apriyuanda G. Bayu Pradana menyampaikan, renkon yang disusun bersama memudahkan para pemangku kepentingan dalam penanganan darurat.
“Dengan perencanaan yang baik, penanganan darurat nantinya dapat berjalan secara efektif. Berbagai pemangku kepentingan melakukan tugasnya secara terarah, terterkoordinasi dan terpadu,” ujar Bayu dalam keterangan tertulis, Jumat 18 September 2026.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA, Fazli, menegaskan bahwa persiapan menghadapi bencana harus dilakukan jauh sebelum banjir terjadi. Langkah ini penting mengingat Aceh memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap banjir akibat tingginya curah hujan, banyaknya aliran sungai, dan pemukiman warga di dataran rendah.
“Kesiapan harus dibangun sejak sebelum kejadian melalui skenario yang jelas, ketersediaan sumber daya, serta pembagian tugas antarpihak,” kata Fazli.
Renkon banjir tersebut mencakup analisis risiko, strategi penanganan, hingga pembagian peran setiap pihak. Fokus utamanya meliputi proses evakuasi warga, penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, serta penyaluran logistik.
Gladi Berbasis Renkon
Sebagai langkah penerapan, BNPB melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana menggelar gladi ruang dan glado posko. Pelaksanaan dilakukan sehari (16/9) setelah penyusunan dokumen renkon tersebut.
Gladi ruang atau table top exercise (TTX) dan gladi posko atau command post exercise (CPX) mengangkat skenario bencana banjir yang melanda sejumlah di Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk area Sekolah Rakyat Darussaadah serta lumpuhnya akses jalan nasional.
Pada TTX, peran para pemangku kepentingan terlihat dalam pengambilan keputusan dan langkah saat merespons situasi di lapangan. Upaya ini tentunya didukung dengan perencanaan operasi sehingga setiap pemangku kepentingan dapat bersinergi sesuai dengan tugas yang dimandatkan.
Dalam simulasi tersebut, seluruh unsur terkait, seperti Bidang Sekretariat, Data dan Informasi, Logistik, serta Tim Reaksi Cepat (TRC), langsung bergerak cepat menggelar rapat koordinasi di bawah komando BPBA.
Gladi ini dapat menggambarkan peran komandan posko dalam menegaskan pentingnya alur informasi yang akurat dari lapangan agar pengambilan keputusan berjalan tepat sasaran.
Latihan ini memiliki sejumlah tujuan khusus dalam memperkuat penanggulangan bencana di Aceh. Widyaiswara Ahli Madya Bayu mengatakan, TTX dan CPX ini bertujuan untuk menguji kesiapan organisasi penanganan darurat bencana dalam mengelola kejadian bencana hidrometeorologi di sekolah rakyat di wilayah Kota Banda Aceh.
Implementasi posko juga sangat penting dalam pengorganisasian berbagai pihak dalam tanggap darurat. Keterlibatan banyak pemangku terkadang menjadi tantangan dalam operasional di lapangan.
Di samping itu, Bayu menambahkan, gladi dapat dimanfaatkan untuk menguji mekanisme koordinasi, komunikasi, komando, dan pengendalian antar perangkat daerah, instansi vertikal, TNI, Polri, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan.
Peningkatan kapasitas selama dua hari tersebut diikuti oleh BPBA, organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi dan kota, TNI, Polri, Basarnas, lembaga usaha, organisasi relawan, pengelola sekolah rakyat wilayah Kota Banda Aceh dan organisasi non-pemerintah lain.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Tengah) saat meninjau penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI
Sumatera Selatan (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya strategi yang terukur dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui pemusatan personel dan sumber daya pada wilayah yang memiliki tingkat ancaman serta potensi kebakaran lebih tinggi.
“Bapak Presiden menyampaikan kepada kita semua bahwa jangan ada perasaan sepertinya kita sulit mengatasi ini. Tidak. Beliau sangat optimistis bahwa Sumatera Selatan bisa mengubah situasi,” ujar Menko Polkam saat meninjau penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026).
Menurut Menko Polkam, penanganan karhutla harus menggunakan pola pikir strategis dan tidak sekadar membagi kekuatan secara merata di seluruh wilayah. Pengerahan personel, peralatan, dan sumber daya harus disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga upaya pemadaman dapat memberikan hasil maksimal.
“Gunakan cara berpikir kita seperti di medan pertempuran. Kita bertempur dengan api sekarang. Jadi jangan sampai pasukan kita sudah lelah, namun hasilnya tidak sesuai dengan tenaga yang kita keluarkan,” kata Menko Polkam.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Kedua Kanan) didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Ketiga Kanan ) saat meninjau penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI
Ia meminta para pengambil keputusan menerapkan prinsip pemusatan kekuatan dan penghematan tenaga dengan menentukan wilayah yang harus menjadi prioritas. Seluruh sarana dan prasarana yang telah disiapkan juga harus digunakan secara optimal untuk mendukung personel di lapangan.
“Berpikirlah kita untuk mengonsentrasikan pasukan di mana. Kalau dalam prinsip-prinsip pertempuran itu ada penghematan tenaga dan pemusatan tenaga, gunakan prinsip-prinsip yang kita pahami. Ini sedang perang kita,” tegasnya.
Menko Polkam juga mengingatkan agar penanganan karhutla tidak dilakukan dengan pola yang bersifat rutin dan konvensional. Para pemimpin di lapangan harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai kendala. Menurutnya, keberhasilan memadamkan kebakaran dengan cepat juga akan memberikan semangat dan kebanggaan bagi personel yang bekerja di lapangan.
“Tidak ada operasi apa pun yang tidak memiliki kesulitan. Kemampuan kita mengatasi kesulitan itulah yang ditunggu anak buah kita di lapangan. Oleh karena itu, kerahkan semua kemampuan kita, berpikir seperti kita mengolah suatu pertempuran,” ujarnya.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Kiri) saat menyalami satgas darat penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI
Menko Polkam menyampaikan apresiasi Presiden kepada seluruh unsur yang telah bekerja menangani karhutla. Namun, ia mengingatkan bahwa apresiasi tersebut harus diikuti dengan upaya yang semakin cepat dan terarah agar kebakaran dapat segera dikendalikan.
Dalam aspek penegakan hukum, Menko Polkam meminta Kepolisian segera memproses 50 tersangka yang telah ditetapkan terkait dugaan pelanggaran hukum dalam kasus karhutla. Penanganan hukum juga diminta tidak berhenti pada alasan kelalaian apabila kebakaran terjadi berulang kali di lokasi yang sama.
“Jangan gunakan kata-kata kelalaian terjadi kebakaran ini, apalagi berulang-ulang di tempat itu. Tidak ada kelalaian, yang ada adalah pelanggaran,” lanjutnya.
satgas darat saat penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI
Menurut Menko Polkam, apabila ditemukan unsur pelanggaran, proses hukum harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap korporasi apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Selain penanggulangan, Menko Polkam menekankan pentingnya memperkuat pencegahan karhutla secara berkelanjutan. Pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika ancaman kebakaran meningkat, tetapi harus menjadi program sepanjang tahun yang didukung perencanaan dan anggaran secara memadai.
“Upaya pencegahan sangat penting dibandingkan dengan upaya penanggulangan. Tidak bisa pada saat penanggulangan saja kita tampil. Selama proses itu berjalan satu tahun, memerlukan anggaran yang memang disiapkan,” jelasnya.
Menko Polkam meyakini bahwa perencanaan dan anggaran pencegahan yang memadai akan lebih efisien dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan ketika kebakaran telah meluas. Untuk itu, diperlukan kerja sama lintas sektor serta komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat dukungan terhadap program pencegahan karhutla.
Menko Polkam juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas lapangan, dunia usaha, dan masyarakat.
“Upaya ini adalah upaya yang harus dilakukan bersama-sama. Bersama-sama bangkitkan kesadaran rakyat untuk mengatasi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan perkembangan penanganan karhutla di Sumatera Selatan menunjukkan hasil yang cukup baik, ditandai dengan tren penurunan titik panas. Menurutnya, pengalokasian personel dan sumber daya secara tepat perlu terus dilakukan untuk memadamkan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
“Manajemen kita, mengalokasikan orang dan pasukan dengan lebih tepat, sehingga kita padamkan yang memang sudah terbakar sekaligus mengantisipasi agar tidak terbakar,” kata Raja Juli.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, para pejabat tinggi Kemenko Polkam, serta unsur Forkopimda.