Beranda blog Halaman 18

Tinjau Lokasi Karhutla di Sumsel, Menko Polkam: Hadapi Karhutla seperti di Medan Tempur, Fokuskan Kekuatan secara Tepat dan Terukur

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Tengah) saat meninjau penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI

Sumatera Selatan (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya strategi yang terukur dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui pemusatan personel dan sumber daya pada wilayah yang memiliki tingkat ancaman serta potensi kebakaran lebih tinggi.

“Bapak Presiden menyampaikan kepada kita semua bahwa jangan ada perasaan sepertinya kita sulit mengatasi ini. Tidak. Beliau sangat optimistis bahwa Sumatera Selatan bisa mengubah situasi,” ujar Menko Polkam saat meninjau penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Menko Polkam, penanganan karhutla harus menggunakan pola pikir strategis dan tidak sekadar membagi kekuatan secara merata di seluruh wilayah. Pengerahan personel, peralatan, dan sumber daya harus disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga upaya pemadaman dapat memberikan hasil maksimal.

“Gunakan cara berpikir kita seperti di medan pertempuran. Kita bertempur dengan api sekarang. Jadi jangan sampai pasukan kita sudah lelah, namun hasilnya tidak sesuai dengan tenaga yang kita keluarkan,” kata Menko Polkam.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Kedua Kanan) didampingi Kepala BNPB  Letjen TNI Suharyanto (Ketiga Kanan ) saat meninjau penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI

Ia meminta para pengambil keputusan menerapkan prinsip pemusatan kekuatan dan penghematan tenaga dengan menentukan wilayah yang harus menjadi prioritas. Seluruh sarana dan prasarana yang telah disiapkan juga harus digunakan secara optimal untuk mendukung personel di lapangan.

“Berpikirlah kita untuk mengonsentrasikan pasukan di mana. Kalau dalam prinsip-prinsip pertempuran itu ada penghematan tenaga dan pemusatan tenaga, gunakan prinsip-prinsip yang kita pahami. Ini sedang perang kita,” tegasnya.

Menko Polkam juga mengingatkan agar penanganan karhutla tidak dilakukan dengan pola yang bersifat rutin dan konvensional. Para pemimpin di lapangan harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai kendala. Menurutnya, keberhasilan memadamkan kebakaran dengan cepat juga akan memberikan semangat dan kebanggaan bagi personel yang bekerja di lapangan.

“Tidak ada operasi apa pun yang tidak memiliki kesulitan. Kemampuan kita mengatasi kesulitan itulah yang ditunggu anak buah kita di lapangan. Oleh karena itu, kerahkan semua kemampuan kita, berpikir seperti kita mengolah suatu pertempuran,” ujarnya.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Kiri) saat menyalami satgas darat penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI

Menko Polkam menyampaikan apresiasi Presiden kepada seluruh unsur yang telah bekerja menangani karhutla. Namun, ia mengingatkan bahwa apresiasi tersebut harus diikuti dengan upaya yang semakin cepat dan terarah agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Dalam aspek penegakan hukum, Menko Polkam meminta Kepolisian segera memproses 50 tersangka yang telah ditetapkan terkait dugaan pelanggaran hukum dalam kasus karhutla. Penanganan hukum juga diminta tidak berhenti pada alasan kelalaian apabila kebakaran terjadi berulang kali di lokasi yang sama.

“Yang 50 tersangka segera diproses. Jangan berlama-lama. Segera,” tegas Menko Polkam.

“Jangan gunakan kata-kata kelalaian terjadi kebakaran ini, apalagi berulang-ulang di tempat itu. Tidak ada kelalaian, yang ada adalah pelanggaran,” lanjutnya.

satgas darat saat penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/HO-Humas Kemenko Polkam RI

Menurut Menko Polkam, apabila ditemukan unsur pelanggaran, proses hukum harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap korporasi apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Selain penanggulangan, Menko Polkam menekankan pentingnya memperkuat pencegahan karhutla secara berkelanjutan. Pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika ancaman kebakaran meningkat, tetapi harus menjadi program sepanjang tahun yang didukung perencanaan dan anggaran secara memadai.

“Upaya pencegahan sangat penting dibandingkan dengan upaya penanggulangan. Tidak bisa pada saat penanggulangan saja kita tampil. Selama proses itu berjalan satu tahun, memerlukan anggaran yang memang disiapkan,” jelasnya.

Menko Polkam meyakini bahwa perencanaan dan anggaran pencegahan yang memadai akan lebih efisien dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan ketika kebakaran telah meluas. Untuk itu, diperlukan kerja sama lintas sektor serta komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat dukungan terhadap program pencegahan karhutla.

Menko Polkam juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas lapangan, dunia usaha, dan masyarakat.

“Upaya ini adalah upaya yang harus dilakukan bersama-sama. Bersama-sama bangkitkan kesadaran rakyat untuk mengatasi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan perkembangan penanganan karhutla di Sumatera Selatan menunjukkan hasil yang cukup baik, ditandai dengan tren penurunan titik panas. Menurutnya, pengalokasian personel dan sumber daya secara tepat perlu terus dilakukan untuk memadamkan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

“Manajemen kita, mengalokasikan orang dan pasukan dengan lebih tepat, sehingga kita padamkan yang memang sudah terbakar sekaligus mengantisipasi agar tidak terbakar,” kata Raja Juli.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, para pejabat tinggi Kemenko Polkam, serta unsur Forkopimda.

Pushidrosal Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Foto: Dok, pushidrosal

Jakarta (The Indonesian News) – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melaksanakan kegiatan Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di perairan Teluk Jakarta, Pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto.

Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 ini merupakan bagian dari roadmap Pushidrosal dalam mempersiapkan implementasi seri S-100 yang mengacu pada standar International Hydrographic Organization (IHO).

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Pushidrosal menuju persiapan dan penerapan seri S-100 yang merupakan standar internasional terbaru peta laut digital yang akan diterapkan pada Tahun 2029. Upaya tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan terus dikembangkan secara bertahap sebagai bagian integral dari roadmap implementasi S-100 Pushidrosal.

“Roadmap ini mencerminkan komitmen kuat Pushidrosal untuk terus meningkatkan kualitas, interoperabilitas, dan pemanfaatan yang efektif, selaras dengan perkembangan standar IHO,” ujar Danpushidrosal.

Danpushidrosal menjelaskan, sea trial S-100 yang dilaksanakan merupakan tahap pertama dari rangkaian pengujian untuk memvalidasi secara langsung di lapangan penerapan produk dan layanan S-100, termasuk ENC S-101, Batimetri S-102, Pasang Surut S-104, dan Arus Permukaan S-111.

Pengujian pada tahap selanjutnya akan diperluas ke wilayah dengan karakteristik pasang surut dan arus yang lebih ekstrem. Hal tersebut dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut efisiensi, ketahanan, serta kemampuan sistem S-100 guna merespons kondisi hidro-oseanografi yang lebih kompleks dan beragam dalam rangka meningkatkan keamanan dan efisien bernavigasi.

Hasil sea trial ini juga diharapkan memberikan masukan bagi proses evaluasi, penyempurnaan, dan pengembangan implementasi S-100 baik di internal Pushidrosal maupun IHO.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan dan pakar hidro-oseanografi dari mitra internasional, yaitu Timothy William Lewis dan Graeme Stringer dari UKHO, Anna Childerhose dan Michael Sebastian Melchger dari OSI Kanada, serta Dan Morash dari Teledyne CARIS Kanada.

Sebelumnya, pada pekan lalu Pushidrosal juga telah melaksanakan kegiatan Sea Trial pendahuluan yang dihadiri oleh para pejabat dan undangan dari internal TNI AL, dimana unsur TNI AL merupakan pengguna utama Peta Laut Elektronik untuk operasional dan latihan TNI AL. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pushidrosal dalam mempersiapkan penerapan S-100 dan meningkatkan kemampuan penyediaan informasi hidro-oseanografi yang modern, terintegrasi, dan interoperabel untuk TNI AL.

“Melalui rangkaian pengujian tersebut, Pushidrosal terus memperkuat kesiapan teknologi, sumber daya, dan sistem dalam mendukung transformasi digital hidro-oseanografi serta penyediaan informasi kelautan dan navigasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional”, pungkas Danpushidrosal.

Pengerak HAM Pulo Sarok Aceh Singkil sosialisaikan Hak Anak Disabilitas

Pengerak HAM Pulo Sarok Aceh Singkil sosialisaikan Hak Anak Disabilitas, Pulo Sarok, Aceh Singkil, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/Khairuman

Aceh Singkil (The Indonesian News) – Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara dan tidak boleh diperlakukan berbeda dalam memperoleh perlindungan, pendidikan, maupun kesempatan mengembangkan potensi.

Pesan itu disampaikan Penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) Kampung Pulo Sarok, Fauziyatun Khairah, saat memberikan penguatan kapasitas HAM dengan tema “P5HAM Tanpa Pembedaan dan Diskriminasi”kepada siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Al-Fansury, Aceh Singkil, Pada Jumat (18/9/2026).

P5HAM tersebut, pertama, Penghormatan yakni menghormati martabat, tidak diskriminasi, mengakui kesetaraan.

Kedua, Perlindungan, yakni melindungi dari kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan penelantaran.

Ketiga, Pemenuhan yaitu memenuhi akses pendidikan inklusif, kesehatan, pekerjaan dan fasilitas publik ramah disabilitas.

Keempat, Penegakan, yaitu menegakkan hukum dan keadilan bagi penyandang disabilitas, serta akses bantuan hukum

Kelima, Pemajuan, yaitu pemajuan potensi, karya dan partisipasi penyandang disabilitas di Masyarakat.

“Tidak ada pembedaan. Kita semua mempunyai hak yang sama. Negara berkewajiban memenuhi setiap hak warga negara,” kata Fauziyatun Jumat 18 September 2026.

Pengerak HAM Pulo Sarok Aceh Singkil sosialisaikan Hak Anak Disabilitas, Aceh Singkil, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/Khairuman

Ia menilai kelompok rentan, khususnya anak penyandang disabilitas, membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan dan perlindungan hak. Mereka harus dijauhkan dari kekerasan, eksploitasi, pelecehan, penelantaran, serta berbagai bentuk perlakuan diskriminatif.

“Karena mempunyai hak, kita melindunginya dari kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan memastikan pemenuhannya secara penuh, termasuk akses pendidikan seperti sekolah ini,” ujarnya.

Menurut Fauziyatun, pendidikan tidak hanya menjadi hak, tetapi juga ruang bagi anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.

Karena itu, keterbatasan fisik maupun kondisi tertentu tidak semestinya menjadi alasan untuk membatasi kesempatan mereka.

“Silakan maju dan kembangkan potensi. Negara tidak boleh melarangnya,” katanya.

Ia mengatakan perlindungan terhadap anak penyandang disabilitas perlu dibangun bersama, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah hingga masyarakat. Perubahan cara pandang terhadap disabilitas menjadi bagian penting agar mereka tidak diposisikan sebagai kelompok yang berbeda.

Pesan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mengatur kesamaan kesempatan serta penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Belajar HAM Sambil Bermain

Penguatan kapasitas HAM tersebut tidak dilakukan dalam bentuk sosialisasi formal semata. Fauziyatun mengajak para siswa belajar mengenal HAM melalui permainan dan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan lima pilar pemajuan HAM.

Dengan didampingi guru SLBN Al-Fansury, siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka kemudian menempelkan gambar dan poster mengenai pilar-pilar HAM ke dalam buku gambar masing-masing.

Cara tersebut membuat materi HAM lebih mudah diterima anak-anak. Suasana kegiatan berlangsung meriah, diselingi tawa dan penampilan talenta para siswa.

Kepala SLBN Al-Fansury, Wirda Hanim, mengatakan apresiasi atas kehadiran kegiatan Penggerak HAM atas penguatan kapasitas HAM dilingkungan sekolahnya.

“Terimakasih atas perhatian dan telah berkontribusi kepada sekolah kami dan terus bersinergi bersama-sama,” ujarnya.

Sekolah kami, kata Wirda,merupakan satu-satunya sekolah luar biasa di Aceh Singkil. Saat ini sekolah melayani sekitar 70 siswa dengan beragam kondisi, di antaranya tunagrahita, autisme, tunarungu, dan Down syndrome.

Namun, jumlah siswa yang hadir setiap hari berkisar 35 orang. Sebagian lainnya hanya dapat mengikuti kegiatan sekolah beberapa kali dalam sepekan karena tinggal cukup jauh dari Kecamatan Singkil.

Menurut Wirda, sekolah terus mendorong siswa agar memiliki keterampilan dan mampu hidup mandiri. Selain pendidikan akademik, pengembangan keterampilan menjadi salah satu perhatian sekolah.

“Anak-anak dituntut supaya mandiri dan berprestasi,” ujarnya.

Ia menyebut fasilitas ruang belajar dan jumlah tenaga guru relatif memadai. Meski demikian, sekolah masih membutuhkan sejumlah sarana pendukung, terutama peralatan untuk pengembangan keterampilan siswa, seperti perlengkapan menjahit.

Dorong Perubahan Paradigma

Sementara Sekdes Pulo Sarok, Deski, yang mewakili Keuchik Pulo Sarok Yasmi Darliansyah, mengatakan penyandang disabilitas harus dipandang sebagai bagian yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.

“Anak-anak ini tidak kurang. Kita samakan haknya dengan yang lain tidak ada yang sempurna kita ini. Kita harus mengubah paradigma dan hak yang sama,” kata Deski.

Menurutnya, keberadaan Penggerak HAM di tingkat kampung menjadi bagian penting dalam menyuarakan hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Ia menyampaikan pesan Keuchik Pulo Sarok agar Penggerak HAM bersama kelompok pemberdayaan perempuan terus menyuarakan perlindungan dan pemenuhan hak masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan DP3AP2KB, aparatur Kampung Pulo Sarok, guru SLBN Al-Fansury, serta sejumlah undangan lainnya.(*)

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Resmi Bernama KRI Sriwijaya

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok,Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). The Indonesian News Foto/Erlita

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam hal ini Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI, Kapolri beserta Kepala Staf Angkatan resmi menyambut kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan oleh Pemerintah Italia kepada Indonesia. Kapal perang legendaris berjenis Through-deck Aviation Cruiser ini telah bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/09/2026).

Kapal tersebut memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB setelah menempuh perjalanan selama lebih dari tiga pekan dari Italia menuju Tanah Air.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi momentum penting bagi TNI Angkatan Laut (TNI AL), sekaligus menandai dimulainya tahapan baru dalam proses penyesuaian dan integrasi kapal tersebut ke dalam struktur pertahanan maritim Indonesia.

Kapal dengan panjang sekitar 180 meter dan lebar 33 meter itu bertolak dari Italia pada Senin (24/8/2026). Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi sempat mendapatkan pengawalan dari kapal perang Angkatan Laut Italia serta singgah di sejumlah negara, termasuk Sri Lanka.

Setelah memasuki wilayah perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di kawasan perairan Bangka, Bangka Belitung, kapal tersebut kemudian mendapat pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Pengawalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Giuseppe Garibaldi hingga akhirnya tiba di perairan Jakarta dan memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul sebelumnya menjelaskan bahwa kapal tersebut akan memasuki Jakarta setelah menyelesaikan perjalanan internasional dari Italia menuju Indonesia. Setibanya di Tanjung Priok, Giuseppe Garibaldi langsung disambut jajaran pejabat pertahanan dan pimpinan TNI.

Disambut Upacara Seremonial

Kedatangan kapal induk tersebut berlangsung dalam suasana penuh seremoni. Tim marching band TNI menyambut kedatangan kapal dengan memainkan sejumlah lagu, termasuk lagu khas Betawi “Si Jali Jali”.

Sejumlah pejabat tinggi negara dan TNI turut hadir dalam penyambutan tersebut. Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Mohamad Tonny Harjono.

Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan pentingnya kedatangan kapal yang nantinya menjadi bagian dari kekuatan maritim Indonesia.

Dari Akuisisi Berbayar Menjadi Hibah

Pengadaan Giuseppe Garibaldi merupakan hasil proses negosiasi antara Indonesia dan Italia yang berlangsung lebih dari satu tahun.

Pada tahap awal, pengadaan kapal tersebut direncanakan melalui skema akuisisi berbayar. Namun, dalam perkembangan berikutnya, Pemerintah Italia memutuskan untuk menyerahkan kapal tersebut kepada Indonesia melalui skema transfer secara cuma-cuma atau hibah.

Kapal dengan bobot sekitar 13.000 ton itu selanjutnya akan menjalani berbagai proses penyesuaian sebelum dapat digunakan secara optimal dalam struktur TNI AL.

Sebelumnya, kapal tersebut sempat disebut akan menggunakan nama KRI Gajah Mada. Namun, TNI AL pada Kamis (17/9/2026) memastikan bahwa kapal induk pertama Indonesia itu resmi menyandang nama KRI Sriwijaya.

Babak Baru Kekuatan Maritim Indonesia

Tiba di Tanjung Priok, perjalanan Giuseppe Garibaldi dari Italia memang telah berakhir. Namun, bagi TNI AL, kedatangan kapal tersebut justru menjadi awal dari tahapan yang lebih panjang.

Proses selanjutnya mencakup penyesuaian, integrasi, serta penyiapan kapal agar dapat masuk dan beroperasi dalam struktur TNI AL.

Kehadiran KRI Sriwijaya sekaligus menambah unsur baru dalam kemampuan maritim Indonesia. Bagaimana kapal tersebut nantinya digunakan akan bergantung pada proses integrasi dan kebijakan pertahanan yang ditetapkan pemerintah serta TNI.

“Dengan tibanya kapal tersebut di Jakarta, Indonesia kini memasuki babak baru dalam pengembangan kemampuan pertahanan lautnya, dengan KRI Sriwijaya sebagai salah satu aset strategis yang akan menjalani proses penyesuaian sebelum resmi digunakan dalam operasional TNI AL,” Demikian Dispenal.

Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten

Banten (The Indonesian News) – Hari Perhubungan Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pentingnya konektivitas transportasi dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan rantai pasok. Di tengah kebutuhan logistik yang terus berkembang, pelabuhan memiliki peran penting dalam menghubungkan kegiatan perdagangan, industri, dan distribusi antardaerah.

Sebagai bagian dari sistem transportasi nasional, Pelindo Regional 2 Banten terus menjalankan perannya dalam menyediakan layanan kepelabuhanan di wilayah Banten. Salah satunya melalui Pelabuhan Ciwandan yang melayani kegiatan kapal dan bongkar muat berbagai komoditas untuk mendukung kebutuhan logistik pengguna jasa.

Peran tersebut terlihat dari beragam komoditas yang ditangani di Pelabuhan Ciwandan, mulai dari komoditas pangan, general cargo, hingga kargo berdimensi khusus. Keragaman muatan tersebut mencerminkan karakteristik Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan multipurpose yang melayani kebutuhan pengguna jasa dari berbagai sektor industri.

Aktivitas tersebut turut tercermin dari peningkatan arus kapal yang dilayani Pelabuhan Ciwandan sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan laporan performa bisnis Pelindo Regional 2 Banten, volume kapal tercatat mencapai 22.467.366 Gross Tonnage (GT), meningkat 15,21 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 19.500.514 GT.

Selain pelayanan kapal, dukungan terhadap aktivitas logistik juga terlihat dari pelayanan bongkar muat komoditas pangan. Pada 2025, Pelabuhan Ciwandan mencatat realisasi bongkar muat gandum impor sebesar 935.568 MT, yang menjadi bagian dari pasokan bahan baku industri pengolahan pangan.

Aktivitas logistik berlanjut pada 2026, antara lain melalui pelayanan MV. Super Tomiyasu dengan muatan 31.904 MT gandum asal Ukraine pada Juli. Memasuki Agustus, Pelabuhan Ciwandan melayani MV Indonesia Express dengan muatan 35.730 MT soybean meal (SBM), serta menangani general cargo berupa Wind Mill Tower, yang sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai volume 269.006 MT. Beragam muatan tersebut menunjukkan peran Pelabuhan Ciwandan dalam melayani kebutuhan logistik pengguna jasa dengan karakteristik komoditas yang berbeda.

Dalam setiap aktivitas tersebut, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pelindo Regional 2 Banten menerapkan standar keselamatan dan pengawasan di area operasional untuk menjaga kegiatan bongkar muat dan pergerakan barang tetap berlangsung secara aman.

Plt. General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Achmad Yoga Suryadarma, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas di Pelabuhan Ciwandan perlu diimbangi dengan kesiapan pelayanan serta penerapan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan operasional.

“Kami terus memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian dalam setiap kegiatan operasional di Pelabuhan Ciwandan. Penerapan standar K3 dan pengawasan di area kerja kami lakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, baik bagi pekerja maupun pihak lain yang terlibat dalam kegiatan kepelabuhanan,” ujarnya, Jumat 18 September 2026.

Ke depan, Pelindo Regional 2 Banten terus menjaga keandalan Pelabuhan Ciwandan dalam melayani pergerakan kapal dan barang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung rantai pasok serta aktivitas industri di Banten.

“Momentum Hari Perhubungan Nasional 2026 menjadi pengingat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan melayani sepenuh hati sebagai bagian dari semangat transformasi dan penguatan peran BUMN di bawah Danantara. Kami berharap Pelabuhan Ciwandan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha serta ikut menjaga kelancaran aktivitas logistik di Banten,” tutup Yoga.

Pemerintah Optimalkan Penanggulangan Karhutla, Upaya Pemadaman hingga Penegakan Hukum Diperkuat

Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Karhutla di Jakarta, Kamis (17/9/2026). The Indonesian News/HO-Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui langkah terpadu yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menyatukan langkah kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat, mulai dari pemadaman dan perlindungan warga hingga pemantauan kualitas udara, informasi publik, serta penegakan hukum.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan percepatan pemadaman di wilayah yang masih mengalami kebakaran dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Pemerintah berupaya maksimal dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Fokus saat ini adalah mempercepat pemadaman di lahan yang masih terbakar melalui koordinasi lintas sektor, patroli, ground check, serta berbagai upaya lainnya, termasuk penegakan hukum,” kata Honi dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Karhutla di Jakarta, Pada Kamis (17/9/2026).

Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Fahd Pahdepie mengatakan pemerintah berkomitmen menuntaskan persoalan karhutla karena dampaknya bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pemerintah saat ini menghadapi dua pekerjaan utama, yakni mengendalikan kebakaran di lapangan serta memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh perlindungan dan layanan dasar.

“Karhutla tidak dapat ditangani oleh satu institusi. Hari ini kami hadir untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kerja keras, kolaborasi, dan gotong royong lintas institusi nyata dilakukan di lapangan. Semua pihak bahu-membahu agar karhutla segera dapat ditangani,” ujar Fahd.

Dalam aspek penegakan hukum, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni mengatakan sebanyak 219 perkara karhutla ditangani di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbesar di Kalimantan Barat sebanyak 65 perkara dan Riau 57 perkara. Dari jumlah tersebut, 54 perkara berada pada tahap penyelidikan dan 116 perkara pada tahap penyidikan. Polri juga melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 95 korporasi yang diduga terkait dengan karhutla, sementara KLH/BPLH telah menyegel 50 badan usaha di Sumatera dan Kalimantan.

“Kami dari penegakan hukum tentunya berusaha keras untuk mengungkap siapa pelaku kebakaran karena peristiwa pidana telah terjadi dan merugikan masyarakat, baik yang dilakukan oleh individu maupun korporasi,” kata Irhamni. Menurutnya, proses hukum dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, kehutanan, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, baik terhadap perbuatan yang disengaja maupun akibat kelalaian.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melaporkan, berdasarkan data 16 September 2026, titik api masih terpantau di sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Tengah 94 titik, Jambi 39 titik, Kalimantan Selatan 36 titik, Sumatera Selatan 24 titik, Riau 21 titik, dan Kalimantan Barat tujuh titik. Upaya pemadaman terus dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), helikopter water bombing, serta patroli darat dan udara, termasuk penanganan kebakaran di kawasan Bromo dan Gunung Butak, Jawa Timur, serta Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kebakaran di Putri Cempo, Jawa Tengah, telah berhasil dikendalikan.

“Kami berharap tidak muncul titik api baru sehingga seluruh area yang masih terbakar dapat segera dipadamkan,” kata Berton.

Di tengah upaya pemadaman, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH Edward Nixon Pakpahan menyampaikan bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah di Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur mayoritas berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar, serta memberikan perlindungan lebih kepada anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan. Informasi kualitas udara dapat dipantau melalui ISPUNet yang diperbarui setiap 30 menit.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki menjelaskan bahwa Indonesia sedang memasuki puncak musim kemarau. Kondisi El Niño yang kuat dan anomali positif suhu muka laut di Samudra Hindia menyebabkan musim kemarau lebih kering dan panjang serta mengurangi pertumbuhan awan.

“Potensi karhutla masih cukup tinggi hingga datangnya awal musim hujan yang diperkirakan pada akhir Oktober sampai awal November,” kata Marjuki.

OMC saat ini disiagakan di Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan kawasan Bromo, dengan pelaksanaan menyesuaikan ketersediaan awan. BMKG juga memprediksi sebaran polutan dalam tiga hari ke depan perlu diwaspadai di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Selain penanganan darurat, pemerintah memperkuat langkah pencegahan dengan menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 mengenai larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kemenko Polkam bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah juga mengevaluasi peraturan daerah mengenai pembukaan lahan berbasis kearifan lokal agar selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta memastikan puntung rokok dan api perkemahan benar-benar padam. Masyarakat yang menemukan titik api atau kondisi darurat diminta segera melapor melalui layanan 112 atau BPBD setempat.

Akses Darat Terhambat, Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Udara Ibu Sinta dari Mbua

evakuasi udara terhadap Ibu Sinta Bilolo, istri almarhum Aris sanda, dari Distrik Mbua menuju Wamena, Pada Kamis (17/9/2026),

Papua Pegunungan (The Indonesian News) – Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto memerintahkan bantuan evakuasi udara terhadap Ibu Sinta Bilolo, istri almarhum Aris sanda, dari Distrik Mbua menuju Wamena, Pada Kamis (17/9/2026), menyusul terhambatnya pelayanan transportasi darat pada jalur Mbua–Wamena.

Evakuasi dilakukan untuk memastikan Ibu Sinta dapat melakukan perjalanan dengan aman dan penuh haru di tengah kondisi akses darat yang belum memungkinkan. Dari Mbua, Ibu Sinta bersama dua pendamping, Ibu Haryati dan Ibu Murni, dievakuasi menggunakan Helikopter Bell dan Helikopter Fennec menuju Kenyam.

evakuasi udara terhadap Ibu Sinta Bilolo, istri almarhum Aris sanda, dari Distrik Mbua menuju Wamena, Pada Kamis (17/9/2026),

Setibanya di Kenyam, ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan. Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan atas pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan keluarga yang sedang membutuhkan dukungan perjalanan.

“Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat. Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas,” ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan tertulis melaui penerangan Koops TNI Habema, Jumat 18 September 2026.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa kondisi geografis maupun keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Bagi Koops TNI Habema, kehadiran negara harus dapat dirasakan pada saat masyarakat paling membutuhkan hadir memberikan rasa aman, membantu perjalanan, dan memastikan mereka tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri,” Demikian Brigjen TNI Riyanto.

In Front of Prabowo, Jakarta Governor Touts the Number 8: LRT Fare Just Rp8 for 8 Days

Credit: Indonesian Government Communication Agency (Bakom RI)

Jakarta (The Indonesian News) – In front of President Prabowo Subianto, Jakarta Governor Pramono Anung repeatedly invoked the number 8 as he announced the fare for the Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading–Manggarai route. For eight days after the inauguration, the fare will be Rp8 as a trial period so the public can experience the comfort of this mode of transport.

“On this occasion we also want to inform the President, and at the same time ask his permission — as we reported earlier, for eight days all Jakarta residents who use the LRT, starting now after the President inaugurates it, the fare is 8 rupiah, sir,” Pramono said at Manggarai Station in South Jakarta on Wednesday (16/9).

“It’s practically free, sir,” he said. The special fare is expected to draw public interest in trying out — and getting to know — the route, facilities and comfort of the public transit line at a very affordable price.

Pramono is optimistic that the LRT experience will encourage more Jakarta residents to shift from private vehicles to public transportation. “I am confident that with this eight-day trial, the public will feel the comfort of using this Jakarta LRT,” he said.

The Kelapa Gading–Manggarai line expands public transportation connectivity in Jakarta. It links residential areas, community activity centers and a transport hub, allowing passengers to continue their journeys using other modes of transport.

Besides announcing the special Rp8 fare, Pramono reported to the President that the Jakarta provincial government has provided free public transportation to 15 categories of residents, including the elderly, veterans, people with disabilities, military and police personnel, and residents of the Thousand Islands.

The policy applies across various public transportation services under the Jakarta provincial government, including the LRT, MRT, TransJakarta, TransJabodetabek, and services integrated through JakLingko.

He explained that the policy reflects the local government’s commitment to supporting groups that need easier access to public transportation.

“So all public facilities owned by the Jakarta government are now free for these 15 categories, sir,” he said.

Beyond the groups already mentioned, similar facilities can also be extended to other residents who meet the requirements and register through the relevant municipally owned enterprise. “And other community groups who then register with the Jakarta government,” he added.

Source: Press Release, Indonesian Government Communication Agency (Bakom RI)

Bulog Optimalkan 2 Jurus Kendalikan Harga Beras

Ilustrasi Stok beras bulog Aceh. The Indonesian News Foto/Ampelsa

Jakarta (The Indonesian News) – Perum Bulog terus mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah dalam pengendalian harga beras, yakni penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan Beras, untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat. Dengan dukungan stok yang kuat dan jaringan pergudangan nasional, kedua program tersebut digerakkan secara masif dari Sabang sampai Merauke sebagai bagian dari langkah pemerintah menjaga stabilitas pangan di seluruh Indonesia.

SPHP dan Bantuan Pangan bergerak melalui dua jalur yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan beras di tingkat konsumen melalui berbagai saluran distribusi, sementara Bantuan Pangan langsung menjangkau masyarakat penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Dengan pola tersebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi terus digerakkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan sekaligus mendukung upaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.

Jika seluruh target dan alokasi tersebut dihitung untuk tahun 2026 beras SPHP 828 ribu ton kemudian tambahan SPHP 1 juta ton, serta Bantuan Pangan Februari–Maret, Juli–September dan Oktober–Desember—maka skala penugasan pemerintah melalui CBP pada 2026 mendekati 4,5 juta ton. Besarnya volume tersebut menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar sekaligus menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat di berbagai penjuru Indonesia.

Skala penugasan pada 2026 menjadi semakin besar. Target awal penyaluran SPHP ditetapkan 828 ribu ton, sementara Bantuan Pangan periode Februari–Maret memiliki pagu 664.888 ton dan periode Juli–September mencapai 997.332 ton. Dengan penambahan SPHP 1 Juta ton dan Bantuan Pangan Oktober, November dan Desember yang diperkirakan kembali mencapai sekitar 997 ribu ton menjadi Penggunaan CBP lebih tinggi dibandingkan tahun-tahum sebelumnya.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan BULOG siap menjalankan penugasan tersebut dengan ditopang stok beras yang kuat dan tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia.

“Kami siap mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Dengan stok sekitar 4,6 juta ton, kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat. Hingga 16 September, realisasi SPHP telah mencapai 799.593 ton atau 96,57 persen, Bantuan Pangan Februari–Maret sekitar 662.867 ton, dan Bantuan Pangan Juli–September sekitar 618.581 ton. Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton beras telah disalurkan melalui tiga penugasan tersebut,” ujar Rizal dalam siaran persnya, Kamis 17 September 2026.

Menurut Rizal, kesiapan tersebut akan terus diperkuat menghadapi periode akhir tahun, termasuk momentum Natal dan Tahun Baru serta antisipasi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan panjang.

“Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap ketersediaan beras. Karena itu, SPHP mendapat tambahan alokasi 1 juta ton, sementara Bantuan Pangan dilanjutkan untuk Oktober–Desember dengan estimasi kebutuhan sekitar 997 ribu ton. BULOG siap menjalankannya dengan dukungan stok dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah,” lanjutnya.

Stok yang kuat dan penyaluran yang terus berjalan, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah memiliki ruang untuk terus menggerakkan CBP sesuai kebutuhan baik SPHP diperkuat untuk menjaga pasokan beras dengan harga terjangkau, sementara Bantuan Pangan menjadi dukungan langsung bagi keluarga penerima.

BULOG berkomitmen menjalankan seluruh penugasan pemerintah secara optimal dengan menjaga kesiapan stok, mempercepat penyaluran, memperluas jangkauan distribusi, serta memastikan CBP dapat digerakkan secara tepat sesuai kebutuhan di setiap wilayah. Melalui optimalisasi SPHP dan Bantuan Pangan sebagai dua instrumen utama, BULOG akan terus mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga beras sekaligus memastikan pangan hadir semakin dekat dengan masyarakat.

PBB Anugerahkan Medali kepada Kontingen Garuda di MINUSCA, Apresiasi Kontribusi Indonesia bagi Perdamaian di Afrika Tengah

Penyematan Medali kepada Komandan Satgas Kizi TNI, Letkol Czi Septian Hermawan Saputra, oleh Special Representative of the Secretary-General (SRSG), Ms. Valentine Rugwabiza. (Credit: The Indonesian News/HO- Documentation Team, Indonesian Contingent MINUSCA)

Bangui (The Indonesian News) – Kontingen Garuda yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI dan Indo FPU MINUSCA menerima penghargaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas pengabdian mereka dalam mendukung mandat perdamaian di Republik Afrika Tengah. Penghargaan tersebut diberikan melalui Medal Parade yang digelar di Garuda Camp, Bangui sebagai bagian dari misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA), Pada Rabu (16/9/2026).

Komandan Upacara dari Satgas Kizi TNI memimpin upacara, didampingi Pasukan Upacara Gabungan Kizi dan FPU (Credit: The Indonesian News/HO- Documentation Team, Indonesian Contingent MINUSCA)

Upacara dipimpin oleh Special Representative of the Secretary-General (SRSG) sekaligus Head of MINUSCA, Ms. Valentine Rugwabiza, sebagai Guest of Honour. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Deputy Force Commander MINUSCA, Mayjen TNI Maychel Asmi yang merupakan perwira tinggi TNI dalam struktur kepemimpinan militer MINUSCA.

Kehadiran pejabat senior MINUSCA dalam kegiatan tersebut mencerminkan pengakuan terhadap peran dan kontribusi personel Indonesia dalam pelaksanaan mandat misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

“Dedikasi dan profesionalisme personel penjaga perdamaian Indonesia telah memberikan kontribusi penting bagi pelaksanaan mandat MINUSCA, termasuk dalam mendukung operasional Misi, melindungi warga sipil, serta menciptakan lingkungan yang aman selama proses pemilu. Medali yang diberikan hari ini merupakan simbol atas keunggulan, disiplin, dan komitmen yang telah mereka tunjukkan selama bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Valentine Rugwabiza, Special Representative of the Secretary-General dan Head of MINUSCA dalam keterangan tertulis yang diterima The Indonesian News melalui perwakilan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Kamis 17 September 2026.

Pasukan gabungan Kontingen Garuda MINUSCA melaksanakan defile membawa bendera Indonesia, PBB, dan Republik Afrika Tengah (Credit: The Indonesian News/HO-Documentation Team, Indonesian Contingent MINUSCA)

Penyematan UN Medal menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, disiplin, dan profesionalisme personel penjaga perdamaian Indonesia selama menjalankan tugas. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas pengabdian personel dalam melaksanakan mandat misi di tengah lingkungan operasi yang dinamis dan penuh tantangan.

“Keberhasilan sebuah misi perdamaian dibangun melalui profesionalisme, disiplin, dan kemampuan bekerja bersama personel dari berbagai negara. Kehadiran Kontingen Garuda di MINUSCA menunjukkan bahwa personel Indonesia mampu menjalankan tugas dalam lingkungan multinasional dengan standar profesional yang tinggi sekaligus membangun kepercayaan dengan masyarakat dan mitra di lapangan,” ujar Deputy Force Commander MINUSCA, Mayjen TNI Maychel Asmi.

Foto bersama pada 16 September 2026 bersama: Mayjen TNI Maychel Asmi (Deputy Force Commander MINUSCA), Kombes Pol Norhayat (Komandan Satgas Indo FPU 7 MINUSCA), Ms. Valentine Rugwabiza (Special Representative of the Secretary-General), Letkol Czi Septian Hermawan Saputra (Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-L MINUSCA), serta seluruh personel Kontingen Garuda yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI dan Indo FPU MINUSCA. (Credit: The Indonesian News/HO-Documentation Team, Indonesian Contingent MINUSCA)

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Medal Parade dilanjutkan dengan demonstrasi tim SWAT dan EOD yang merepresentasikan kontribusi unsur Polri dan Zeni TNI dalam mendukung mandat MINUSCA. Kontingen Garuda MINUSCA juga menampilkan keberagaman budaya Indonesia melalui Cultural Event, dengan berbagai penampilan seperti pencak silat, tarian Sumatra, Betawi dan Jawa, Kecak Bali, serta pertunjukan kolaborasi Nusantara.

Komandan Satgas Indo FPU 7 MINUSCA, Kombes Pol Norhayat, mengatakan bahwa pengabdian personel Indonesia merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Republik Afrika Tengah. Hal senada disampaikan oleh Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-L MINUSCA, Letkol Czi Septian Hermawan Saputra.

“Semangat pengabdian diwujudkan melalui kontribusi yang memberikan dampak nyata bagi terciptanya perdamaian di Republik Afrika Tengah. Nilai tersebut menjadi pedoman bagi personel Indonesia untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Letkol Czi Septian.

MINUSCA adalah United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic, misi penjaga perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah yang dibentuk pada tahun 2014.

Satuan Tugas Kompi Zeni TNI (Satgas Kizi TNI) adalah unit militer TNI yang ditugaskan untuk misi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur.

Indonesian Formed Police Unit (Indo FPU) adalah satuan kepolisian Indonesia yang ditugaskan sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.

EOD adalah Explosive Ordnance Disposal, unit penjinak bahan peledak.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts