Beranda blog Halaman 25

103 Korban Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa Dievakuasi

Kapal Virgo. Foto: Ilustrasi.

Jakarta (The Indonesian News) – Kantor Basarnas Banjarmasin menyebutkan, 103 dari total 243 orang telah dievakuasi dari laut setelah Kapal Virgo Transport 8 dinyatakan hilang. Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyebutkan pihaknya terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan. Pencarian dilakukan lewat laut dan udara.

“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR,” ujar Putu dalam keterangan tertulis, Minggu 13 September 2026.

Berikut ini rincian kapal yang mengevakuasi 103 korban Kapal Virgo Transport 8:

– TB Mauhaw IX: 16 orang (15 selamat, satu meninggal dunia)
– TB TCP: 38 orang (seluruhnya selamat)
– MV Haida: 49 orang (seluruhnya selamat).

Sebelumnya, Kapal Virgo Transport 8  yang mengangkut 243 penumpang dilaporkan hilang kontak  di Laut Jawa,  provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan Info awal yang dikeluarkan kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menyebutkan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak dengan koordinat 4°31’51.82″S 114° 2’6.88″E Heading 203.94°, jarak tempuh 80 NM dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin (menggunakan Google Earth dengan waktu tempuh 5 jam).

Dilaporkan, kronologis kejadian kapal Virgo dengan rute Surabaya-Banjarmasin diketahu hilang kontak setelah mendapat info terakhir sedang mengahadapi cuaca buruk saat dalam pelayaran .

Pihak GM Kapal Virgo  melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapat bantuan pencarian dan pertolongan.

Mendapatkan laporan kondisi daurat itu, Kantor SAR Banjarmasin memberangkat satu TIM Rescue berjumlah enam orang menggunakan Rescua Car D-Max bergerak menuju dermaga  SAR Basirih untuk mengoperasikan Kapal Nasional   SAR Laksmana 241 dengan estimasi 5 jam perjalanan tiba di lokasi kejadian.

Menko Yusril Apresiasi Putusan Bebas Lima Warga Perkara Pencurian Kelapa Sawit 

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. (Foto : Dok. Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengapresiasi putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur yang membebaskan lima terdakwa dalam perkara dugaan pencurian buah kelapa sawit.

Kelima terdakwa tersebut adalah Aziz, Mislan, Samsu Alam, Junaidi, dan Alluk. Mereka dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum.

“Saya mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur yang telah memutus perkara ini dengan membebaskan para terdakwa. Saya juga mengucapkan selamat dan penghargaan kepada para advokat yang telah membela masyarakat kecil yang sedang berhadapan dengan proses hukum,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Yusril, putusan tersebut menunjukkan bahwa proses peradilan pidana harus selalu berpedoman pada pembuktian yang sah dan meyakinkan. Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana apabila kesalahan terdakwa tidak terbukti berdasarkan alat bukti dan fakta yang terungkap di persidangan.

“Saya berpesan kepada para hakim, tegakkanlah keadilan sampai langit ini runtuh. Pedomani pesan Ilahi dalam Al-Qur’an agar keadilan ditegakkan terhadap siapa pun tanpa pandang bulu,” kata Yusril.

Yusril juga mengingatkan para hakim pada pesan Rasulullah SAW bahwa seorang qadi atau hakim lebih baik keliru dalam ijtihadnya ketika membebaskan seseorang daripada keliru dalam menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak bersalah.

“Kalau terdakwa memang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, jatuhkanlah hukuman yang adil dan pantas. Tetapi kalau tidak terbukti bersalah, jangan ragu-ragu untuk membebaskannya,” tegas Yusril.

Dalam perkara tersebut, para terdakwa mendapatkan pendampingan hukum dari tim penasihat hukum yang terdiri atas Kemas Muhamad Sholihin, S.H., Adie Yansah, S.H., Doni Mudaris, S.H., Zainal Abidin, S.H., M.H., Febrinaldo, S.H., dan Muhamad Rizqi.

Yusril menilai keberanian advokat mendampingi masyarakat yang menghadapi proses peradilan merupakan bagian penting dari upaya memastikan setiap orang memperoleh hak atas pembelaan dan proses hukum yang adil.

“Advokat yang membela rakyat kecil dalam perkara seperti ini juga harus kita apresiasi. Kehadiran advokat bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian penting dari upaya memastikan hukum ditegakkan berdasarkan fakta dan bukti, bukan berdasarkan asumsi atau tekanan apa pun,” ujarnya.

Putusan Bebas Tidak Dapat Diajukan Banding maupun Kasasi

Lebih lanjut, Yusril mengingatkan bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), terdapat perubahan mendasar mengenai upaya hukum terhadap putusan bebas.

Pasal 299 ayat (2) huruf a KUHAP secara tegas menentukan bahwa permohonan pemeriksaan kasasi tidak dapat diajukan terhadap putusan bebas.

Ketentuan tersebut kemudian dipertegas oleh Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pedoman Upaya Hukum terhadap Putusan Bebas, Lepas, dan Banding serta Upaya Hukum Banding dan Kasasi yang Tidak Memenuhi Syarat Formal.

“SEMA Nomor 4 Tahun 2026 sudah sangat jelas. Terhadap putusan bebas tidak dapat diajukan upaya hukum, baik banding maupun kasasi. Karena itu, putusan bebas harus memberikan kepastian hukum dan menjadi titik akhir dari proses perkara tersebut,” ujar Yusril.

Mahkamah Agung sendiri menegaskan bahwa putusan bebas atau vrijspraak tidak dapat diajukan upaya hukum apa pun, baik banding maupun kasasi.

Yusril karena itu meminta agar tidak lagi dibuat-buat kategori antara “bebas murni” dan “bebas tidak murni” sebagai dasar untuk mengajukan upaya hukum terhadap putusan bebas.

“Jangan lagi dicari-cari celah dengan membuat kategori ‘bebas murni’ dan ‘bebas tidak murni’ untuk mengajukan banding atau kasasi. Kategori seperti itu tidak dikenal dalam KUHAP baru,” tegasnya.

Menurut Yusril, hukum acara pidana harus memberikan kepastian mengenai kapan proses hukum terhadap seseorang harus berakhir. Negara memang mempunyai kewenangan untuk menuntut dan mengadili, tetapi kewenangan tersebut dibatasi oleh hukum.

“Kalau pengadilan sudah menyatakan seseorang bebas, maka hukum harus menghormati kebebasan itu. Jangan orang yang sudah dibebaskan masih terus dibayangi proses hukum karena dicari-cari jalan untuk mengajukan upaya hukum. Itu bertentangan dengan prinsip kepastian hukum dan keadilan,” kata Yusril.

Ia berharap putusan Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur tersebut menjadi contoh bahwa hukum harus ditegakkan secara objektif, berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang sah, serta memberikan perlindungan yang sama kepada setiap orang tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kedudukannya.

“Semoga para hakim terus teguh menjalankan amanahnya. Keadilan tidak boleh tunduk kepada siapa pun. Tegakkan hukum dengan hati nurani, berdasarkan bukti dan keyakinan yang lahir dari persidangan yang jujur dan terbuka,” pungkas Yusril.

Alih fungsi lahan tambak untuk perumahan di kawasan pesisir

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah dengan memanfaatkan lahan tambak dan hutan manggrove di kawasan pesisir Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026). Alih fungsi lahan tambak dan hutan manggrove untuk pembangunan rumah di kawasan pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar berisiko kerusakan lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati serta abrasi. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Pembangunan rumah dengan memanfaatkan lahan tambak dan hutan manggrove di kawasan pesisir Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026). Alih fungsi lahan tambak dan hutan manggrove untuk pembangunan rumah di kawasan pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar berisiko kerusakan lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati serta abrasi. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

TNI Intensifkan penyuluhan pencegahan karhutla di kabupaten melawi Kalbar

TNI Intensifkan penyuluhan pencegahan karhutla di kabupaten melawi Kalimantan Barat, Sabtu (12/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

Kalbar (The Indonesian News) – Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla TNI Kabupaten Melawi terus mengintensifkan penyuluhan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Pada Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan secara serentak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla.

TNI Intensifkan penyuluhan pencegahan karhutla di kabupaten melawi Kalimantan Barat, Sabtu (12/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

“Penyuluhan hari ini menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Nanga Pinoh, Belimbing, Belimbing Hulu, Sayan, Sokan, Ella Hilir, Pinoh Utara, dan Menukung. Tim memberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan dan penanganan Karhutla dengan melibatkan pemerintah desa, Babinsa, tokoh masyarakat, serta warga setempat,” Kata Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Pusppen TNI) dalam keterangan tertulis, Sabtu 12 September 2026.

Secara keseluruhan, Tim Penyuluh Karhutla TNI melaksanakan kegiatan di 11 kecamatan yang mencakup 169 desa di Kabupaten Melawi. Selain memberikan edukasi, kegiatan di lapangan juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, di antaranya keterbatasan peralatan pemadam dan sarana prasarana penanganan Karhutla serta sulitnya akses menuju sejumlah wilayah.

“TNI berkomitmen terus memperkuat langkah pencegahan Karhutla melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat serta membangun kesiapsiagaan bersama guna meminimalkan risiko dan dampak kebakaran hutan dan lahan,” Demikian Puspen TNI.

Presiden Prabowo Tekankan Kekuatan Kolektif BRICS untuk Perkuat Tata Kelola Global

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Ketiga Kiri) saat menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9/2026). Foto: BPMI Setpres

New Delhi (The Indonesian News) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan BRICS memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas kolektif untuk berkontribusi terhadap ketahanan global. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9/2026).

“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Kepala Negara.

Presiden Prabowo menekankan kekuatan kolektif BRICS sebagai modal penting untuk memperkuat tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang. Menurut Kepala Negara, mobilisasi sumber daya untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi dapat meningkatkan kemampuan Global South untuk membiayai masa depannya sendiri.

“BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kita sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global South untuk membiayai masa depannya sendiri,” ujar Kepala Negara.

Selain itu, Presiden Prabowo mengatakan kekuatan kolektif tersebut juga dapat dioptimalkan melalui keterhubungan yang lebih baik antara pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan negara-negara BRICS. Kepala Negara menyebut keterhubungan itu dinilai dapat membuka peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang sekaligus memperkuat suara Global South dalam membentuk institusi yang mengatur dunia, melindungi dan meningkatkan perdamaian, serta memperjuangkan keadilan.

“Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” imbuh Presiden Prabowo dalam pernyataan.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga menegaskan pentingnya membangun sistem multilateral yang lebih kuat dan mampu mendukung kebutuhan serta kepentingan seluruh negara, baik negara besar maupun kecil, kuat maupun lemah. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap berada di pusat sistem multilateral, namun dengan reformasi agar lebih representatif, responsif, dan mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat dunia.

“PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai,” pungkas Presiden Prabowo.

Dengan penguatan BRICS dan reformasi tata kelola global, Presiden Prabowo mendorong terwujudnya tatanan internasional yang lebih adil dan setara, sebuah sistem yang tidak hanya mengakui kekuatan Global South, tetapi juga memberikan ruang bagi seluruh bangsa untuk menentukan dan membiayai masa depannya sendiri.

2.713 Penari dari 12 Negara Pecahkan Rekor MURI lewat Tarian Semarak Jali-Jali Betawi di IICF 2026

Jakarta (The Indonesian News) – Semarak budaya internasional kembali mewarnai kawasan Ancol Taman Impian melalui penyelenggaraan 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026. Festival budaya internasional yang digelar di kawasan Symphony of the Sea, Ancol, Jakarta, Sabtu (12/9) ini menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan 12 negara.

“Salah satu agenda utama IICF 2026 adalah pemecahan Rekor MURI melalui pertunjukan kolosal Tarian Semarak Jali-Jali Betawi yang melibatkan sebanyak 2.713 penari dari 12 negara. Pertunjukan tersebut berlangsung hari ini di area Symphony of the Sea, Ancol Taman Impian,” Kata Humas Ancol Taman Impian, Daniel Windriatmoko dalam keterangan tertulis, Sabtu 12 September 2026.

Kehadiran ribuan penari dalam satu panggung budaya menjadi momentum istimewa untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Betawi kepada masyarakat internasional. Tarian Semarak Jali-Jali Betawi juga menjadi simbol keberagaman dan semangat kebersamaan yang diusung dalam penyelenggaraan IICF tahun ini.

“IICF 2026 diinisiasi oleh Yayasan Warna Budaya Indonesia (Color of Indonesia) dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, LPDP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Djarum Foundation, serta Taman Impian Jaya Ancol,” Pungkas Daniel.

Daniel menejalskan, Festival tahun ini diikuti peserta dari 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Polandia, Mongolia, Korea Selatan, India, Filipina, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, Turki, dan Indonesia.

“Mengusung semangat pelestarian budaya, keberagaman, dan olahraga, IICF 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya antarnegara, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda dan pelajar,” Terangnya.

Selain pemecahan Rekor MURI, sejumlah kegiatan menarik turut digelar untuk memeriahkan IICF 2026 di Symphony of the Sea Ancol.

Pada 12 September 2026, rangkaian kegiatan meliputi International Dance Competition, Pemecahan Rekor MURI Tari Jali-Jali Betawi, Drawing & Coloring Competition, serta Face Painting.

Sementara pada 13 September 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan International Beach Parade Competition, Solo Dance Competition, serta Bazaar dan Multi Produk UMKM.

Rangkaian kegiatan IICF 2026 juga melibatkan juri internasional dari International of Folklore Festivals Organization (IOFF), yang semakin memperkuat posisi festival ini sebagai ajang budaya bertaraf internasional.

Tidak hanya berfokus pada seni dan budaya, penyelenggaraan IICF 2026 turut memberikan dampak terhadap sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM. Festival ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi budaya dunia sekaligus mendorong Jakarta menjadi pusat kegiatan budaya internasional.

Sebagai salah satu pihak yang mendukung penyelenggaraan IICF 2026, Ancol Taman Impian turut berperan dalam menghadirkan ruang kolaborasi untuk mengemas kekayaan tradisi Nusantara secara kreatif dan autentik.

Kehadiran IICF 2026 juga sejalan dengan misi Ancol dalam menciptakan lingkungan sosial yang menghadirkan hiburan berkualitas dengan mengedepankan unsur seni, budaya, dan pengetahuan. Festival ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Ancol untuk terus berkembang sebagai destinasi berkelas internasional yang mampu memberikan pengalaman budaya yang edukatif, inspiratif, dan positif bagi masyarakat.

Melalui IICF 2026, Ancol Taman Impian menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dari Indonesia dan mancanegara. Semangat keberagaman tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.

“Yuk, datang ke Ancol Taman Impian dan saksikan kemeriahan warna-warni budaya dari berbagai negara serta wujudkan lebih banyak keajaiban bersama Ancol!,” Tutup Daniel.

Hadiri KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Peran Aktif Indonesia dalam Tata Kelola Global

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam prosesi penyambutan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: BPMI Setpres

New Delhi (The Indonesian News) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu, 12 September 2026. Kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Negara ke India untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis di tengah dinamika global.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability” yang mencerminkan komitmen negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat ketahanan, mendorong inovasi, meningkatkan kerja sama, serta membangun pembangunan yang berkelanjutan.

Setibanya di South Plaza, Bharat Mandapam, Presiden Prabowo Subianto disambut jajar pasukan kehormatan sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara yang hadir. Kedatangan Presiden Prabowo kemudian disusul oleh sejumlah pemimpin negara lainnya, antara lain Republik Islam Iran, Republik Arab Mesir, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Federasi Rusia.

Presiden Prabowo kemudian menuju lokasi utama penyelenggaraan KTT dan disambut secara langsung oleh Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi selaku Ketua BRICS tahun 2026. Kedua pemimpin tampak berjabat tangan dan berpelukan hangat sebelum berbincang singkat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Usai penyambutan tersebut, Presiden Prabowo bergabung bersama para pemimpin negara lainnya di ruang tunggu naratetama. Di ruangan tersebut, para pemimpin negara memanfaatkan waktu sebelum sesi utama untuk saling bertegur sapa dan bertukar pandangan secara singkat mengenai berbagai perkembangan serta tantangan global.

Selanjutnya, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara bergerak menuju Summit Hall untuk mengikuti sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Dalam sesi tersebut, PM Modi menyampaikan pengantar dengan menekankan komitmen India selama memimpin BRICS pada 2026 untuk menempatkan kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam memperkuat ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“Saya sangat senang menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mengutamakan kemanusiaan. Ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan senantiasa menjadi prioritas kami,” ucap PM Modi.

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS juga menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan posisi dan kepentingan Indonesia dalam berbagai isu global, sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS. Selain mengikuti sesi terbatas, Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara dijadwalkan mengunjungi pameran “Bharat Innovates” Exhibition dan “BRICS @20” Exhibition.

Melalui partisipasi aktif Presiden Prabowo dalam KTT Ke-18 BRICS, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan yang menjembatani berbagai kepentingan, memperkuat solidaritas Global South, dan berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, tangguh, serta berkelanjutan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (11/9) pukul 17.00 WIB untuk menuju New Delhi.

Dalam penerbangan menuju India, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Inovasi Teknologi Anak Bangsa Dorong Ketangguhan ditengah ancaman bencana

UGM menampilkan sistem peringatan dini untuk tanah longsor bernama Deteksi Dini Longsor (DENILO) dan sistem peringatan dini banjir yang disebut Deteksi Dini Banjir (DENIJI) pada pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Sabtu (12/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Jakarta (The Indonesian News) – Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di tengah ancaman bencana. Semangat tersebut terlihat dalam Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 yang mempertemukan berbagai terobosan, termasuk karya mahasiswa dan akademisi.

Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, Berbagai inovasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa penguatan ketangguhan dapat dilakukan melalui pendekatan yang beragam, mulai dari sistem peringatan dini, desain bangunan tahan gempa, hingga peralatan yang mendukung respons darurat di lapangan.

“Inovasi dan pengembangan teknologi tersebut ditampilkan, diantaranya dari perguruan tinggi Indonesia UGM, UI dan Unpas,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Sabtu 12 September 2026.

Sistem Peringatan Dini Longsor dan Banjir UGM

Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sistem peringatan dini untuk tanah longsor bernama Deteksi Dini Longsor (DENILO) dan sistem peringatan dini banjir yang disebut Deteksi Dini Banjir (DENIJI). DENILO mulai dikembangkan sejak 2021, sementara DENIJI dikembangkan sejak 2023. Kedua sistem tersebut dikembangkan untuk memberikan waktu bagi masyarakat dalam melakukan tindakan penyelamatan ketika potensi bencana terdeteksi.

UGM menampilkan sistem peringatan dini untuk tanah longsor bernama Deteksi Dini Longsor (DENILO) dan sistem peringatan dini banjir yang disebut Deteksi Dini Banjir (DENIJI) pada pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Sabtu(12/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

DENILO dan DENIJI bekerja secara real-time dan terintegrasi. Ketika terjadi pergerakan tanah, sistem dapat mengaktifkan sirine dan mengirimkan data dalam hitungan detik ke laman dasbor, Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD), serta masyarakat. Sistem juga memungkinkan Pusdalops memberikan pengumuman secara langsung sehingga informasi peringatan tidak hanya berupa rekaman yang telah ditentukan sebelumnya.

UGM menampilkan sistem peringatan dini untuk tanah longsor bernama Deteksi Dini Longsor (DENILO) dan sistem peringatan dini banjir yang disebut Deteksi Dini Banjir (DENIJI) pada pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Sabtu(12/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Untuk menjaga keberlanjutan penyampaian informasi, sistem ini menggunakan dua jalur komunikasi, yakni jaringan selular GSM dan internet. Ketika koneksi internet terganggu, SMS yang dikirimkan melalui jaringan GSM dapat menjadi jalur komunikasi dalah n. Data kejadian juga tersimpan pada server sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan riset dan pembelajaran.

Aspek inklusivitas juga menjadi bagian penting dalam pengembangan DENILO dan DENIJI. Sistem ini dirancang agar informasi peringatan dapat diterima oleh masyarakat dengan berbagai kondisi dan kebutuhan. Selain sirine sebagai peringatan suara, DENILO dilengkapi lampu sorot sebagai penanda visual bagi masyarakat dengan keterbatasan pendengaran. Informasi peringatan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp, sehingga masyarakat memiliki lebih dari satu akses untuk menerima informasi dan melakukan tindakan penyelamatan.

UGM menampilkan sistem peringatan dini untuk tanah longsor bernama Deteksi Dini Longsor (DENILO) dan sistem peringatan dini banjir yang disebut Deteksi Dini Banjir (DENIJI) pada pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Sabtu(12/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Saat ini DENILO telah dipasang di sekitar 75 titik dan DENIJI di 4 titik, terutama di wilayah Jawa Tengah, dengan penempatan di sekitar pemukiman warga dan kawasan yang telah dipetakan memiliki risiko longsor. Pemasangan sistem juga diikuti edukasi kepada masyarakat agar warga memahami arti setiap indikator dan dapat merespons peringatan secara tepat.

UGM turut mendukung resiliensi berkelanjutan melalui program Sekolah Early Warning System (EWS) yang dirancang untuk membekali masyarakat, termasuk masyarakat pemula di daerah, agar memahami dan mampu menerapkan prinsip sistem peringatan dini. Program selama empat hari ini disusun dalam beberapa tahapan pembelajaran, mulai dari understand untuk memahami dasar kebencanaan, teori dan prinsip kerja EWS, pengolahan dan pembacaan data, serta sistem pelaporan EWS dilanjutkan dengan operate, maintain and adapt yang mencakup pengenalan dan demonstrasi EWS, pemeliharaan perangkat, pemanfaatan kearifan lokal, serta kesiapsiagaan dan kontingensi berbasis EWS.

Tahapan berikutnya dalah pengalaman (experience) melalui pengamatan EWS secara langsung di lapangan dan penerapannya pada kondisi nyata, kemudian bangun dan siapkan (build and prepare) melalui reviu pembelajaran, praktik pembuatan EWS sederhana, serta penerapan prinsip EWS melalui praktik. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat mengenai sistem peringatan dini, tetapi juga membangun kemampuan untuk mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan EWS sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah.

Inovasi Desain Bangunan Tahan Gempa UI

Universitas Indonesia (UI) membawa inovasi desain bangunan tahan gempa melalui Bifurca Tower dalam ajang Earthquake Engineering Research Institute (EERI) Seismic Design Competition (SDC) 2026 yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 di Portland, Oregon, Amerika Serikat.

UI membawa inovasi desain bangunan tahan gempa melalui Bifurca Tower pada pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Kompetisi internasional yang diikuti 47 tim universitas dari berbagai negara tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan menguji kemampuan dalam merancang bangunan yang mampu menghadapi ancaman gempa. Tim UI menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan Asia Tenggara yang berhasil melaju hingga babak final.

Dalam kompetisi tersebut, tim UI berhasil meraih peringkat keenam secara keseluruhan, peringkat keenam untuk kategori komunikasi, peringkat keempat untuk proposal, peringkat kelima untuk presentasi, serta peringkat ketiga dalam T-Shirt Design Competition.

UI menciptakan terobosan baru terkait desain bangunan tahan gempa melalui Bifurca Tower. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah penggunaan Negative Stiffness Friction Damper, sistem yang dirancang untuk membantu bangunan merespons guncangan secara lebih fleksibel sekaligus mendisipasikan energi gempa. Foto: The Indonesian News/HO-BNPB/Tim EERI Universitas Indonesia

Tim UI terdiri atas enam mahasiswa Fakultas Teknik, yakni Michael Fernando Theng dari Teknik Sipil 2024, Muhammad Thoriq Ramadhan, Ihksan Putra Jaya, dan M. Fadhil Al-Ghani dari Teknik Sipil 2023, serta Rasya Khairani Santoso dan Joey Paul Thobias Awuy dari Arsitektur Interior 2023.

Perjalanan tim dimulai melalui proses seleksi dan penyusunan proposal desain selama beberapa bulan. Proposal yang dikembangkan berhasil masuk dalam Top 10 Proposal dan membawa tim UI menjadi finalis untuk mewakili Universitas Indonesia sekaligus Indonesia di Portland.

Dalam prosesnya, tim memadukan keahlian teknik sipil dan arsitektur interior. Mahasiswa Teknik Sipil berfokus pada analisis struktur dan ketahanan bangunan terhadap beban gempa, sedangkan mahasiswa arsitektur interior mengembangkan konsep desain, tata ruang, dan aspek arsitektural agar bangunan tetap fungsional dan memenuhi kriteria kompetisi.

UI membawa inovasi desain bangunan tahan gempa melalui Bifurca Tower pada pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah penggunaan Negative Stiffness Friction Damper, sistem yang dirancang untuk membantu bangunan merespons guncangan secara lebih fleksibel sekaligus mendisipasikan energi gempa. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan bangunan terhadap gempa tidak semata-mata bergantung pada tingkat kekakuan struktur, tetapi juga pada bagaimana struktur merespons dan mengelola energi akibat guncangan.

Berangkat dari kondisi Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan ring of fire, tim UI melihat pentingnya pengembangan desain bangunan yang aman, efisien, fungsional, sekaligus memiliki kualitas desain yang baik. Pengalaman tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan konsep retrofit structure atau penguatan bangunan eksisting sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan ketahanan bangunan lama terhadap ancaman gempa.

Unpas Kembangkan Peralatan untuk Respons Darurat

Universitas Pasundan (Unpas) turut menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan respons darurat, melalui portable fire pump (PFP) dan teknologi penjernih air.

PFP merupakan alat pemadam kebakaran portable yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Unpas. Alat ini dirancang untuk membantu penanganan kebakaran pada lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, seperti kawasan hutan maupun permukiman padat.

Dengan bobot sekitar 13 kilogram, alat tersebut dapat dibawa dengan cara digendong sehingga lebih mudah dimobilisasi menuju lokasi kejadian. Portable Fire Pump menggunakan mesin 2 tak berkapasitas 80 cc dengan bahan bakar satu liter dan dapat beroperasi sekitar satu hingga satu setengah jam.

Alat ini memiliki kemampuan menyemprotkan air hingga 80 liter per menit dengan jangkauan sekitar 25 meter secara horizontal dan hingga 15 meter secara vertikal. Selang sepanjang 30 meter memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menjangkau titik api, sementara sumber air dapat berasal dari kolam, sungai, danau maupun tangki air.

Pengembangan alat tersebut melibatkan mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Industri. Inovasi ini telah dipatenkan dan mulai diarahkan untuk dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk oleh masyarakat dan BUMDes di wilayah yang membutuhkan peralatan pemadaman awal.

Selain peralatan pemadam kebakaran, Unpas juga mengembangkan prototipe teknologi penjernih air portabel. Inovasi tersebut diarahkan untuk membantu menyediakan akses air bersih dalam situasi darurat, khususnya ketika sumber air masyarakat terdampak pencemaran akibat bencana.

Akademisi Menjadi Bagian dari Ekosistem Ketangguhan

Berbagai inovasi yang ditampilkan dalam ADEXCO 2026 menjadi jejak nyata bahwa akademisi menjadi bagian penting dari ekosistem ketangguhan bencana. Melalui riset, pengembangan teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin, perguruan tinggi turut menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan nyata dalam penanggulangan bencana.

Dari sistem peringatan dini yang memberikan waktu bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri, desain bangunan yang memperkuat ketahanan terhadap gempa, hingga peralatan yang mendukung respons terhadap kebakaran dan pemenuhan kebutuhan air bersih, inovasi tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dekat dengan masyarakat.

“ADEXCO 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, riset, dan teknologi dengan kebutuhan nyata penanggulangan bencana. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya menjadi fondasi untuk membangun ketangguhan secara berkelanjutan, mulai dari fase pra bencana hingga proses pemulihan pascabencana,” Demikian Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan.

Pengangguran terbuka di Provinsi Aceh meningkat

Pekerja memangkas tanaman di Taman Kota, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (12/9/2026). BPS Aceh mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 di Aceh 5,88 persen atau meningkat 0,38 persen poin dibanding dengan Februari 2025 yakni 5,50 persen. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Pekerja memangkas tanaman di Taman Kota, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (12/9/2026). BPS Aceh mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 di Aceh 5,88 persen atau meningkat 0,38 persen poin dibanding dengan Februari 2025 yakni 5,50 persen. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

Indonesian Student in India Moved to Shake Hands with Prabowo, Appreciates Support for Education

Credit: the Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

New Delhi (The Indonesian News) – A feeling of nervousness was felt by Indah Permata Sari, a student at the University of Delhi, when she met President Prabowo Subianto in person. For Indah, the meeting was not just an ordinary agenda. There was a sense of happiness and emotion because the figure she had only seen on a screen was finally present so close before her.

“Actually, until now I am still nervous. Especially since earlier there was a long Q&A session. But overall, I am very happy to meet Mr. President in person. Usually I only see him on a screen,” Indah said after the welcoming ceremony for Prabowo in New Delhi, India, on Saturday (September 12).

The moment of shaking hands with Prabowo became one of the most memorable experiences for her. “Today I was able to shake hands directly. I am happy,” she said.

Moreover, Indah and the group from the Indonesian Embassy had to wait since morning. They had been at the location since 06:00 to welcome Prabowo’s arrival.

Behind the joy of the meeting, Indah holds a simple hope for the President: strength in carrying out the mandate of leading Indonesia.

“May Mr. President always be healthy and kept away from bad things. Hopefully, Mr. President can bring Indonesia to become Golden Indonesia as has been said,” she said.

As a student currently pursuing education abroad, Indah sees education as one of the important keys to realizing the Golden Indonesia vision. Therefore, she appreciates the government’s various efforts in opening access to scholarships and learning opportunities for Indonesia’s younger generation.

According to Indah, support for education is not only about providing opportunities to learn but also ensuring that the younger generation has conditions that support them to grow and develop.

She also touched on the Free Nutritious Meal (MBG) Program. Indah believes that attention to children’s nutritional needs is a form of support that is no less important in the world of education.

“I think the program is good, because it supports not only from the outside but also from within. What I mean is, the nutritional needs of schoolchildren are also given attention,” she said.

She hopes that these policies will continue to be strengthened so that more Indonesian children have the opportunity to learn, develop, and obtain a better education.

“In my opinion, Mr. President greatly helps and supports Indonesian educators and students in pursuing a better education,” she concluded.

Source: Press Release of the Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts