Beranda blog Halaman 26

Kejagung Periksa 16 Saksi Terkait perkara kelola Makan Bergizi Gratis di BGN

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (Tengah). (Foto: Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengatakan, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memanggil 16 (enam belas) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 s.d. 2026, Senin (10/8), berinisial:

1. IDMAKN selaku Tenaga Ahli pada BGN.

2. MK selaku Mitra SPPG Pejaten Barat.

3. GW selaku Staff Keuangan PT NGS.

4. Direktur PT MDT.

5. Direktur PT AJS.

6. Direktur PT WMB.

7. Direktur PT ACG.

8. Direktur PT BCS.

9. Direktur PT BMA.

10. Direktur PT EC.

11. Direktur PT SSA.

12. Direktur PT MHT.

13. Direktur PT MTS.

14. Yayasan PRL.

15. Ketua Yayasan HJC dan HJM.

16. МНЗ.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. Proses penyidikan akan terus dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian,” Tutup Anang.

Presiden Prabowo Terima Laporan B50 dari Dirut Pertamina

Presiden Prabowo Subianto bertemu Dirut Pertamina di Hambalang. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan dari Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri di kediamannya di Hambalang Jawa Barat. Pertemuan dilakukan pada Minggu (9/8) sore.

Menurut informasi dari Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut membahas terkait program mandatori presiden.

“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50 persen) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori Bioetanol oleh Pemerintah,” demikian keterangan dari akun instagram resmi Sekretariat Kabinet di Instagram. Tak hanya itu, Prabowo juga dalam kesempatan tersebut memerintahkan perampingan BUMN.

“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” lanjut keterangan itu.

“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi bangsa.

“Kekayaan alam Indonesia tidak boleh lagi mengalir keluar tanpa memberikan nilai tambah bagi bangsa sendiri. Kita harus berani mengolahnya, menguasai teknologinya, membangun industrinya, dan menjadikannya sumber kedaulatan energi,” tegasnya.

Program biodiesel nasional telah dikembangkan secara bertahap selama hampir dua dekade sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Implementasinya dimulai dari B2,5 pada 2008, kemudian meningkat menjadi B10 pada 2013, B15 pada 2015, B20 pada 2018, B30 pada 2020, B35 pada 2023, B40 pada 2025 hingga mencapai B50.

Setiap tahapan implementasi didukung oleh penguatan regulasi, peningkatan kapasitas industri, penyempurnaan standar mutu, pembangunan infrastruktur distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia guna memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

Pemerintah memandang implementasi Mandatori B50 sebagai langkah strategis untuk semakin memperkuat fondasi ketahanan energi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi.

Selain mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik, program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, memperkuat daya saing industri dalam negeri, mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit, menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Pelari asal Afrika Timur Juara II Lilawangsa Run 2026 di Aceh Utara

Foto : Penrem 011/Lilawangsa

Lhokseumawe (The Indonesian News) – Sebanyak 1.700 pelari dari berbagai daerah di Aceh, Sumatra Utara, hingga pelari internasional asal Kenya, mengikuti ajang lari terbesar Lilawangsa Run dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Lhokseumawe, kabupaten Aceh Utara, Minggu (9/8/2026).

Dengan semangat sportivitas dan atmosfer positif, pelari memadati Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa untuk mengikuti ajang lari terbesar  Lilawangsa Run.

Ajang kejuaraan gaya hidup sehat ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjelma menjadi pesta rakyat yang menyejukkan hati masyarakat. Event ini dibagi menjadi beberapa kategori kompetisi resmi, yaitu 5K Open (pria dan wanita di bawah 40 tahun) serta 5K Master (pria dan wanita berusia 40 tahun ke atas).

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menjelaskan bahwa Lilawangsa Run merupakan turnamen terbuka yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari itu, event ini dirancang sebagai wadah pemulihan psikologis (trauma healing) sekaligus hiburan pengobat hati bagi masyarakat Aceh pascabencana alam banjir dan tanah longsor yang sempat melanda beberapa waktu lalu.

“Kita lihat bersama antusiasme luar biasa dari para peserta Lilawangsa Run hari ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Merdeka Fest untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Kami ingin menghadirkan kegembiraan yang menyejukkan, menjadi obat pelipur lara bagi masyarakat kita yang baru saja melewati ujian bencana alam banjir dan longsor,” ujar Brigjen TNI Ali Imran dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Melalui Lilawangsa Run, Korem 011/Lilawangsa ingin mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bersama keluarga lewat olahraga yang murah dan menyenangkan. Kehadiran ribuan warga yang datang bersama sanak saudara memperlihatkan betapa kuatnya hubungan emosional antarmasyarakat, sekaligus menegaskan bahwa TNI selalu dekat, hadir, dan ada di tengah-tengah rakyat dalam situasi apa pun.

“Olahraga ini adalah momentum emas untuk membangun ketahanan kesehatan mulai dari unit terkini, yaitu keluarga. Sekaligus, ini menjadi bukti nyata komitmen kemanunggalan TNI. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu ada bersama rakyat, baik di masa sulit pascabencana maupun dalam momen penuh kegembiraan seperti perayaan kemerdekaan ini,” tambah Danrem.

Kemeriahan Lilawangsa Run berimbas langsung pada peningkatan perekonomian warga lokal. Melalui zona Merdeka Fest, penyelenggara melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kalangan. Lapak pedagang kuliner, kerajinan, hingga merchandise lokal ramai diserbu pengunjung, yang juga dihibur oleh panggung live musik.

Danrem mengungkapkan, tingginya animo masyarakat membuat kuota pendaftaran langsung penuh dalam waktu singkat. Partisipasi pelari internasional dari Benua Afrika juga menjadi sinyal positif dan pesemangat bagi peserta.

“Kehadiran pelari asal Kenya dalam event ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa Lilawangsa Run memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi event olahraga bertaraf internasional di masa depan. Kami berharap ini bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten mendatangkan wisatawan dan mendongkrak ekonomi kreatif Lhokseumawe,” kata Brigjen TNI Ali Imran.

Selain fasilitas lengkap berupa jersey eksklusif dan medali finisher, para peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai doorprize menarik, dengan hadiah utama ibadah Umroh ke Tanah Suci.

Persaingan ketat di jalur lari memunculkan deretan juara dari berbagai daerah. Pada kategori 5K Umum (Open), pelari asal Nias (Sumut), Arwan Zeboa, sukses keluar sebagai yang tercepat di podium pertama. Disusul oleh Mellin Ngetids, pelari asing asal Nairobi, Kenya (Afrika Timur) di posisi kedua, dan Jenri Pakpahan asal Sumut di posisi ketiga.

Reuni AKABRI 91, 35 Tahun Mengabdi Untuk Negeri

Alumni AKABRI 1991 menggelar Reuni Akbar 35 Tahun Nawatunggal di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Pada Sabtu (8/8/2026). (Foto: Puspen TNI).

Jakarta (The Indonesian News) – Alumni AKABRI 1991 menggelar Reuni Akbar 35 Tahun Nawatunggal Mengabdi dengan tema “Persaudaraan, Pengabdian dan Kejayaan Sepanjang Masa”. Kegiatan diisi olahraga bersama, penanaman pohon, pelepasan burung, bakti sosial, santunan, penghargaan prajurit terbaik TNI dan Polri, tali asih kepada mantan pelatih/pengasuh Candradimuka, serta tausiah Ustadz Adi Hidayat di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Pada Sabtu (8/8/2026).

Alumni AKABRI 1991 menggelar Reuni Akbar 35 Tahun Nawatunggal di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Pada Sabtu (8/8/2026). (Foto: Puspen TNI).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni Nawatunggal beserta keluarga yang hadir. Ia menekankan makna pengabdian dan kebaikan sebagai peninggalan yang akan terus dikenang. “Pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah jabatan yang pernah kita sandang, melainkan ketulusan persaudaraan, kebaikan yang kita tinggalkan serta manfaat yang kita berikan kepada sesama,” pesan Panglima TNI dalam keterangan tertulis melalui Puspen TNI, Minggu, 9 Agustus 2026.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan pentingnya mengisi masa pengabdian dengan mempererat persaudaraan dan memperbanyak silaturahmi. “Mari kita isi dengan mempererat persaudaraan, memperbanyak silaturahmi, dan meninggalkan sebanyak-banyaknya kebaikan. Itulah warisan terbaik yang dapat kita tinggalkan sebagai keluarga besar Nawatunggal” pungkasnya.

Alumni AKABRI 1991 menggelar Reuni Akbar 35 Tahun Nawatunggal di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Pada Sabtu (8/8/2026). (Foto: Puspen TNI).

Senada dengan Panglima TNI, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan persaudaraan. “Dimanapun kita berada, apakah saat kita masih dinas, ataukah saat kita sudah tidak dinas, silaturahmi, persedaraan, persahabatan selalu senantiasa terjaga sampai kapanpun”, ucap Kapolri.

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan makna Nawatunggal sebagai semangat kekompakan dan kebersamaan. “Kita berharap angkatan Nawatunggal bisa menginspirasi angkatan-angkatan lainnya, bahwa angkatan inilah yang walaupun beragam latar belakangnya tetap kompak, memelihara persaudaraan dan tetap kompak membangun bangsa,” jelas ustadz Adi Hidayat.

“Reuni tersebut dihadiri pula oleh alumni AKABRI 1991 yang kini mengemban jabatan strategis, di antaranya Panglima TNI, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara dan Irwasum Polri. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi, soliditas, serta semangat persaudaraan dan pengabdian Nawatunggal,” Demikian Puspen TNI.

SPN Polda Metro Jaya Gelar Ekspedisi Darat, Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis

Foto: Dok. Polda Metro Jaya

Jakarta (The Indonesian News) – Sekolah Polisi Negara atau SPN Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Ekspedisi Darat bagi Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara atau Diktuk Ba Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari pembinaan fisik, mental dan karakter siswa, Minggu (9/8/2026).

Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol Abdul Waras melepas langsung kegiatan tersebut. Ia mengatakan Ekspedisi Darat menjadi salah satu upaya membentuk calon anggota Polri yang memiliki ketahanan fisik, mental kuat, serta dekat dengan masyarakat.

“Pembinaan fisik ini untuk membentuk karakter siswa. Kami mencetak Bhayangkara yang tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga dicintai masyarakat,” ujar Abdul Waras.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menempuh jarak kurang lebih 7 kilometer dengan medan yang beragam, mulai dari jalan aspal, jalan semen, jalan tanah, jalan setapak, area perkampungan, perkebunan, hingga jembatan. Untuk memastikan kegiatan berjalan aman, jalur ekspedisi dibagi menjadi 13 pos pengawasan.

Kegiatan ditutup dengan pengecekan siswa dan pembulatan materi oleh perwira piket. Melalui Ekspedisi Darat ini, para siswa diharapkan semakin siap menjadi anggota Polri yang Presisi, tangguh, humanis, dan mampu hadir di tengah masyarakat.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berbagi Kebahagiaan, Santuni 40 Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak yatim piatu melalui kegiatan santunan dan doa bersama yang digelar di Aula Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Pada Jumat (7/8).

Kegiatan yang dihadiri Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K., jajaran pejabat utama Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta 40 anak yatim piatu dari Yayasan Nurul Zahro yang dipimpin oleh Ust. H. Sultoni.

Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran anak-anak yatim piatu dalam kegiatan tersebut. Ia juga memberikan pesan agar anak-anak tidak pernah merasa sendiri dalam menjalani kehidupan.

“Adik-adik semua memiliki tempat tersendiri dan memiliki banyak orang tua yang akan selalu memperhatikan dan menyayangi. Jangan pernah merasa sendiri dan bersedih. Kita harus saling menjaga dan saling menyayangi,” ujar AKBP Fajri.

Kapolres juga mengajak seluruh anak-anak untuk bersama-sama memanjatkan doa agar seluruh personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan serta menjaga keamanan masyarakat.

“Kami juga memohon doa dari adik-adik semua agar dalam melaksanakan tugas diberikan kemudahan, kelancaran, serta selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian dan perhatian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan dan kasih sayang.

Kegiatan kemudian diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Sholihin dengan tema “Lima Faedah Sedekah”. Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa sedekah memiliki berbagai keutamaan, di antaranya dapat membersihkan harta, membersihkan hati dan jiwa, menjadi salah satu ikhtiar untuk menolak bala, membahagiakan orang lain, serta mendatangkan keberkahan dan pertambahan rezeki.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kebaikan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dengan lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan peduli terhadap masyarakat. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi adik-adik semua,” pungkas Kapolres.

Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban, kekeluargaan, dan suasana penuh kasih sayang. Melalui kegiatan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap kepedulian terhadap anak yatim piatu dapat terus ditumbuhkan serta menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Kebun Sawit Aceh Tamiang, BKSDA turunkan tim

Seekor gajah Sumatra ditemukan mati di tengah areal perkebunana kelapa sawit di Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, Minggu (9/8/2026).(Foto : The Indonesian News/HO).

Aceh Tamiang (The Indonesian News) – Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) dilaporkan mati di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT MPLI, tepatnya di afdeling B Blok 34, Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu (9/8/2026).

kepala desa atau Datok Penghulu Kampung Kaloy, Andi saat dikonfirmasi The Indonesian News membenarkan ditemukan gajah mati dilintas jalan lahan perkebunan sawit itu atas laporan dari pekerja kebun.

“Jam 12 siang (9/8) Siang,  kami baru dapat laporan dari orang kebun, katanya ada gajah mati di dalam blok perkebunan itu,” Kata Datok Penghulu Kampung Kaloy Andi, Minggu, 9 Agustus 2026.

Mendapat laporan tersebut, Datok Penghulu Kampung Kaloy segera menyampaikan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Terpisah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Aceh menyatakan telah mendapat laporan atas matinya satu individu Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan langsung menurunkan Tim Resor bersama petugas Polri ke lokasi.

“Saat ini kami masih menunggu hasil laporan tim di lapangan dan penyebab kematian gajah jantan tersebut. Tim belum terhubung karena cuaca buruk dan hujan di lokasi kejadian,” kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata saat dikonfirmasi The Indonesian News, Minggu (9/8/2026).

Saat ini, petugas Kepolisian Sektor Tamiang Hulu diketahui sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan langsung. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian gajah tersebut belum diketahui secara pasti.

Gajah sumatra merupakan satwa liar dilindungi. Merujuk pada daftar dari The IUCN Red List of Threatened Species, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra ini berstatus spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh.

Selain itu juga tidak menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian.

Semua perbuatan negatif terhadap satwa liar dilindungi tersebut yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Puluhan rumah kontruksi kayu hangus terbakar di Aceh Tengah

Puluhan rumah kontruksi kayu hangus terbakar di Aceh Tengah. (Foto Dok. BPBD Aceh Tengah).

Aceh Tengah (The Indonesian News) – Sebanyak 96 unit rumah kontruksi kayu di kawasan pusat pasar tradisonal Jagong Jaget, desa Jaget Ayu, kecamatan Jagong Jaget, kabupaten Aceh Tengah dilaporkan hangus terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, Minggu (9/8), menyatakan kobaran api begitu cepat menghangus bangunan rumah yang terbuat dari kontruksi kayu. Belum diketahui penyebab kebakaran karena petugas masih bekerja dilapangan dan termasuk adanya korban jiwa.

Ia mengatakan, dalam musibah kebakaran itu, BPBD mengerahkan seluruh personil di posko induk dan posko kecamatan beserta lima unit armada pemadam yang turut dibantu sejumlah personil TNI dan Polri beserta masyarakat setempat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.37 Wib, api dapat dikendalikan setelah 15 menit kemudian  armada  damkar sampai ke lokasi.

“Hingga saat ini petugas masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran dan pendataan terkait  kerugian dan korban jiwa . Petugas masih bekerja di lapangan dan mendata jumlah warga yang terdampak dan termasuk mengumpulkan informasi adanya korban,” katanya kepada Wartawan, Minggu, 9 Agustus 2026.

Andalika mengatakan, untuk penanganan warga yang rumah hangus terbakar, Pemerintah Aceh Tengah menungaskan petugas BPBD dibantu TNI dan Polri bersama masyarakat mempersiapkan lokasi penampungan sementara dan termasuk dapur umum.

“Tim gabungan mempersiapkan lokasi dan tenda penampungan sementara bagi warga terdampak kebakaran dan sebagian personal lainnya membantu warga mengumpulkan barang yang tesrsisa dan selain pendinginan lokasi kebakaran,” katanya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Serap Aspirasi Warga Lewat JJOTS di Muara Angke

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta Utara (The Indonesian News) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung menemui masyarakat di RW 022, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, dalam kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat 2026, Pada Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran kepolisian untuk berdialog langsung dengan warga sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari banjir, pembangunan tanggul dan pipanisasi PAM Jaya, rencana pembangunan rumah susun, bedah rumah, hingga persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ketua RW 022 Muara Angke, Bani Sadar, menyampaikan bahwa wilayahnya masih menghadapi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan sinergi berbagai pihak.

“Wilayah RW 22 ini masih banyak persoalan dan isu yang dapat mengancam keamanan wilayah. Kami berharap apa pun persoalannya dapat diselesaikan dengan kepala dingin sehingga RW 22 ke depannya tetap aman dan kondusif,” ujar Bani Sadar.

Ia juga menyampaikan perkembangan penanganan banjir yang sebelumnya menjadi salah satu persoalan utama warga.

“Pada tahun 2024 terjadi banjir bandang yang datang pada waktu subuh. Alhamdulillah, permasalahan banjir sudah sekitar 80 persen teratasi dengan adanya tanggul mitigasi, meskipun masih ada sekitar 20 persen persoalan banjir di beberapa RT,” katanya.

Selain persoalan banjir, warga turut menyoroti isu pertanahan serta rencana pembangunan hunian di kawasan Muara Angke. Warga berharap setiap kebijakan pembangunan dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik di tengah masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kemitraan yang kuat.

“Polisi itu tercipta karena adanya masyarakat. Kami adalah operator masyarakat, pelaksana dari apa yang diinginkan masyarakat, khususnya dalam ranah keamanan,” ujar AKBP Alrasyidin.

Menurutnya, terciptanya keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Diperlukan kerja sama antara polisi, masyarakat, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Upaya keamanan itu tidak bisa tercipta dari pihak tunggal. Polisi bukan Superman. Kami membutuhkan bantuan masyarakat dan stakeholder. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dengan jajaran kepolisian apabila menghadapi persoalan di lingkungan masing-masing.

“Kita sebagai teman harus saling berbagi. Kalau bukan masalah keamanan tetapi masih bisa dikomunikasikan, insyaallah akan kami bantu dan kami laksanakan sesuai dengan kewenangan kami,” tuturnya.

Dalam sesi dialog, tokoh masyarakat dan warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi. Muslimin selaku LMK RW 022 menyoroti rencana pembangunan tanggul serta wacana pembangunan rumah susun yang telah berkembang sejak beberapa tahun lalu.

Sementara itu, tokoh agama RW 022, Ustad Suleni, berharap komunikasi antara tokoh agama, masyarakat dan kepolisian dapat terus terjalin secara berkelanjutan.

“Kalau bisa, tokoh agama jangan hanya dilibatkan ketika mendekati tahun-tahun politik saja. Kami berharap komunikasi dan silaturahmi dengan kepolisian dapat terus berjalan,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 digelar kegiatan istighosah untuk mendoakan para pejuang bangsa.

Aspirasi lain disampaikan Ibu Imas, Ketua RT 09 RW 022, yang mengusulkan program bedah rumah bagi keluarga yang membutuhkan.

“Kalau ada acara lagi, saya ingin mengusulkan keluarga saya untuk mendapatkan program bedah rumah. Saya berharap bisa di-ACC,” katanya.

Ia juga mengapresiasi jajaran kepolisian yang dinilai berhasil membantu menekan aksi tawuran di wilayah Muara Angke.

“Alhamdulillah, tawuran di RW 22 sudah berkurang. Terima kasih kepada Pospol Muara Angke yang sudah membantu mengurangi kegiatan tawuran tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh nelayan Suherman menyampaikan persoalan yang kerap dihadapi kelompok masyarakat pengawas ketika menemukan jenazah di wilayah perairan.

“Kalau ada kejadian seperti menemukan mayat di wilayah kami, kami sebagai pokmaswas sering bingung. Kalau kami mengambil atau mengevakuasi, kami takut justru menjadi saksi. Kami mohon solusinya,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan bahwa apabila masyarakat menemukan jenazah atau kejadian yang diduga berkaitan dengan tindak pidana, masyarakat dapat segera menghubungi kepolisian melalui layanan 110 agar proses penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.

“Kalau menemukan mayat, bisa telepon 110. Kalau sebagai saksi, memang harus diperiksa karena harus ada proses hukum. Kita tidak boleh menutup kemungkinan apabila kejadian tersebut berkaitan dengan tindak pidana,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian memahami kekhawatiran masyarakat dan akan berupaya mempercepat proses sesuai prosedur apabila terdapat laporan maupun temuan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan komitmennya untuk membantu meneruskan aspirasi masyarakat kepada pihak-pihak terkait, termasuk mengenai program bedah rumah.

“Semoga seiring berjalannya waktu, keinginan masyarakat ini dapat Allah jaga dan kabulkan. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pihak terkait. Untuk bedah rumah, nanti akan kami upayakan untuk disegerakan,” katanya.

Kapolres menegaskan bahwa jabatannya bukanlah ajang untuk menunjukkan kehebatan, melainkan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kesempatan menjadi Kapolres ini bukan ajang hebat-hebatan. Saya ingin kesempatan ini menjadi jalan untuk membuat pahala jariyah yang terus mengalir. Pada akhirnya, sehebat apa pun manusia, kita semua akan kembali ke tanah,” tutur AKBP Alrasyidin.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini dinilai aktif membangun kedekatan dengan masyarakat Muara Angke.

“Terima kasih kepada IPTU Sardi dan AKP Yudi yang sudah dekat dengan masyarakat di Muara Angke. Kedekatan seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Kegiatan JJOTS kemudian dilanjutkan dengan pembagian sembako secara simbolis kepada masyarakat serta peninjauan Rumah Apung Muara Angke oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Program Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat 2026 merupakan bagian dari upaya menghadirkan polisi secara langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, dan kolaboratif.

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membuka ruang dialog agar berbagai persoalan masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi bersama.

TNI AL Tangkap Kapal Bermuatan Narkoba 1,3 Ton, Senilai Trliunan Rupiah

KRI Kerambit-627 Tangkap Kapal Bermuatan Narkoba 1,3 Ton, Senilai Trliunan Rupiah Kepulauan Riau Pada Kamis (6/8/2026). (Foto: Dispenal).

Batam (The Indonesian News)–  TNI AL yang menggerakkan unsur KRI Kerambit-627 berhasil menangkap kapal MV King Sun yang diduga bermuatan seberat 1,3 Ton Narkotika jenis Ketamine yang ditaksir bernilai fantastis 2,6 Triliun di laut teritorial Indonesia, tepatnya 11 mil dari Utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau. Pada Kamis (6/8).

Konferensi Pers penangkapan Narkoba 1,3 Ton Senilai Trliunan di Batam, Minggu (9/8/2026). (Foto: Dispenal).

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata saat memimpin Konferensi Pers di Batam menyebutkan bahwa “Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita Ke-7 Presiden Prabowo Subianto, yaitu Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dan Narkoba. Untuk itu, TNI AL terus berkomitmen untuk menjaga Perairan Yurisdiksi Indonesia segala bentuk pelanggaran hukum,” ujarnya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Pangkoarmada menjelaskan, Penggagalan penyelundupan narkotika ini bermula dari KRI Kerambit-627 melaksanakan pencarian terhadap Vessel Of Interest MV. King Sun pada tanggal 5 agustus 2026 pukul 20.00. Kemudian kapal tersebut terdeteksi di ZEEI pada 6 Agustus sehingga KRI Kerambit-627 melaksanakan shadowing dan menurunkan Tim VBSS untuk memeriksa muatan kapal pada pukul 19.51 WIB.

KRI Kerambit-627 Tangkap Kapal Bermuatan Narkoba 1,3 Ton, Senilai Trliunan Rupiah Kepulauan Riau. Pada Kamis (6/8/2026). (Foto: Dispenal).

“Tim yang memeriksa kapal menemukan 65 karung mencurigakan yang ditutupi oleh lantai. Selanjutnya, Tim VBSS yang ragu dengan kandungan muatan segera melaporkan, sehingga Kapal tersebut digiring untuk sandar. Lebih lanjut, barang bukti dibawa ke Lab Bea Cukai Batam. Investigasi diperkuat oleh digital forensik, sehingga didapati bahwa 65 karung tersebut merupakan psikotropika jenis Ketamine dengan estimasi berat 1,3 Ton,” Kata Laksdya TNI Denih Hendrata.

Adapun estimasi nilai ekonomis jika per gramnya ditaksir senilai Rp. 2.000.000 maka barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas senilai Rp. 2.600.000.000.000 (2,6 Triliun) dan berhasil menyelamatkan 6.5 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Konferensi Pers penagkapan Narkoba 1,3 Ton Senilai Trliunan di Batam, Minggu (9/8/2026). (Foto: Dispenal).

“Perlu diketahui bahwa Ketamine adalah psikotropika golongan I, penyalahgunaannya dapat menyebabkan halusinasi, kerusakan organ, kecanduan, dan merupakan tindak pidana. Saat ini seluruh barang bukti dan ABK akan diserahkan untuk proses hukum lebih lanjut dan proses pengembangan jaringan masih terus berlangsung,” Tutup Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts