Beranda blog Halaman 27

Kemenhut Selamatkan 24 Satwa Liar terdampak Karhutla Kalbar

Kemenhut Selamatkan 24 Satwa Liar terdampak Karhutla Kalbar. Foto: Dok. Kemenhut

Pontianak (The Indonesian News) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai KSDA Kalimantan Barat menyelamatkan 24 satwa liar terdampak Karhutla selama periode 1 Agustus sampai 10 September 2026. Sampai saat ini selain melakukan operasi pengendalian Karhutla, Kemenhut juga terus melakukan penyelamatan satwa liar.

Upaya penyelamatan dilakukan Kemenhut bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan pihak terkait. Kemenhut terus melakukan operasi patroli dan menerima laporan masyarakat melalui call center.

“Sebanyak 24 individu satwa liar berhasil di Rescue dari 18 lokasi di 3 kabupaten, terdiri atas 15 Orangutan, 6 Trenggiling, 1 Bekantan, 1 Kukang, dan 1 Musang Tenggalung. Upaya penyelamatan satwa adalah bentuk nyata komitmen Kementerian Kehutanan dalam menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem Indonesia,” Kata Kemenhut dalam siaran pernya, Jumat 11 September 2026.

Upaya penyelamatan yang terbaru, Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan penyelamatan dua individu orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Penyelamatan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai keberadaan orangutan induk dan anak di sekitar kebun. Setelah dilakukan pemantauan, tim menemukan bahwa kondisi habitat di sekitar lokasi telah terdampak karhutla dan tidak lagi menyediakan tutupan hutan yang memadai bagi kedua satwa tersebut.

“Pada 3 September 2026, tim melakukan rescue dan berhasil mengevakuasi dua individu orangutan, yaitu Mama Man, betina dewasa berusia sekitar 20 tahun, bersama anaknya Man, jantan berusia sekitar 7 bulan. Keduanya kemudian dititiprawatkan sementara di Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut,” Tulis Kemenhut.

Selanjutnya, Empat individu orangutan juga ditemukan berada di sekitar kebun masyarakat di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA Kalimantan Barat bersama YIARI, Yayasan Palung dan LPHD Desa Pemangkat, bergerak melakukan pemantauan dan upaya penyelamatan. Pada 4 September 2026, setelah melalui proses pemantauan dan pencarian sejak dini hari, tim berhasil melakukan rescue terhadap 4 individu orangutan: Noval, Nopan, Mamak Novi, dan Novi.

Keempat individu tersebut selanjutnya dititiprawatkan sementara di Pusat Rehabilitasi YIARI untuk mendapatkan pemeriksaan, penanganan, rehabilitasi, dan pemantauan lebih lanjut.

Upaya ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam melindungi satwa liar dan memastikan setiap individu mendapatkan penanganan yang tepat.

Penitipan sementara dilakukan sampai kondisi karhutla di sekitar habitat dinyatakan aman. Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi teknis, orangutan akan dilakukan pelepasliaran kembali ke habitatnya apabila kondisi telah memungkinkan.

Penyelamatan satwa liar tidak dapat dilakukan sendiri. Laporan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan satwa liar yang terdampak karhutla. Masyarakat diharapkan menginformasikan adanya satwa liar terdampak Karhutla Kalbar melalui call center sebagai berikut:

Balai KSDA Kalimantan Barat : 0811-5776-767

Seksi KSDA Wilayah I – Ketapang: 0811-5670-041

Seksi KSDA Wilayah II – Sintang:  0811-5670-042

Seksi KSDA Wilayah III – Singkawang: 0811-5670-043

ASDEKI Genap 19 Tahun, Dorong Transformasi Digital dan Logistik Hijau Perkuat Daya Saing Industri Depo Kontainer

Foto: Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI)

Surabaya (The Indonesian News) – Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi industri depo kontainer yang lebih modern, digital, efisien, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan dalam perhelatan ASDEKI’s Day 2026 yang digelar di Hotel Morazen, Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “EcoForward: Driving Sustainable Logistics & Digital Transformation”, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 ASDEKI, pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III ASDEKI 2026, serta peluncuran resmi Buku Profil & Direktori ASDEKI 2026.

Ketua Umum DPP ASDEKI, Mustofa Kamal Hamka, mengatakan perjalanan selama 19 tahun menunjukkan bahwa industri depo kontainer memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran arus barang dan menjaga kesinambungan rantai pasok nasional.

Menurutnya, depo kontainer bukan sekadar tempat penyimpanan peti kemas, tetapi telah berkembang menjadi salah satu titik simpul penting atau critical hub dalam ekosistem logistik nasional.

“Dunia logistik global sedang mengalami transformasi masif. Isu perubahan iklim dan arus digitalisasi adalah keharusan strategis. Melalui ASDEKI’s Day 2026, kami memperkuat dua pilar utama, yakni Decarbonization & Green Logistics serta Digital Transformation, untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia di level internasional,” ujar Mustofa Kamal Hamka dalam keterangan tertulis, Jumat 11 September 2026.

Ia menambahkan, perubahan lanskap industri logistik menuntut pelaku usaha depo kontainer untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan terhadap praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Dorong Ekosistem Logistik yang Lebih Hijau

Dalam ASDEKI’s Day 2026, isu green logistics menjadi salah satu agenda utama. ASDEKI mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang dan tantangan dalam membangun ekosistem logistik yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan.

Talkshow mengenai logistik hijau menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Pelindo, serta mitra strategis penyedia alat berat ramah lingkungan, XCMG.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang sinergi antara pemerintah, pelaku industri, operator pelabuhan, dan penyedia teknologi maupun peralatan untuk mempercepat penerapan konsep logistik hijau di Indonesia.

Digitalisasi Depo melalui PORTIFY

Selain keberlanjutan lingkungan, transformasi digital menjadi perhatian utama ASDEKI. Dalam kesempatan tersebut, ASDEKI mendorong penerapan platform digital PORTIFY sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional depo kontainer.

Pemanfaatan platform digital tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan efisiensi dwell time, memperkuat akurasi pelacakan peti kemas, serta mendorong integrasi informasi antara depo, pelabuhan, dan perusahaan pelayaran.

Digitalisasi dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi industri depo kontainer dalam menghadapi tuntutan rantai pasok yang semakin cepat, terintegrasi, dan berbasis data.

Rakernas III Bahas Arah Strategis ASDEKI

Rangkaian ASDEKI’s Day 2026 juga dirangkai dengan Sidang Rakernas III ASDEKI 2026. Forum tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk merumuskan berbagai program kerja strategis organisasi ke depan.

Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain penguatan organisasi, sertifikasi standar kompetensi sumber daya manusia (SDM), pengembangan usaha, serta penguatan regulasi yang berkaitan dengan industri depo kontainer dan logistik nasional.

Melalui Rakernas tersebut, ASDEKI berupaya memastikan organisasi mampu menjawab berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi industri logistik, baik di tingkat nasional maupun global.

Buku Direktori ASDEKI 2026 Jadi Etalase Industri Depo Nasional

Pada kesempatan yang sama, ASDEKI secara resmi meluncurkan Buku Profil & Direktori ASDEKI 2026. Publikasi ini memuat profil anggota, fasilitas, serta jaringan depo kontainer yang tergabung dalam ASDEKI di berbagai wilayah Indonesia.

Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kapasitas dan kapabilitas industri depo kontainer Indonesia kepada dunia usaha, pemerintah, maupun mitra internasional.

Keberadaan direktori ini juga menjadi bagian dari upaya ASDEKI memperkuat publikasi organisasi dan meningkatkan eksposur industri depo kontainer nasional di tengah semakin terintegrasinya rantai pasok global.

19 Tahun ASDEKI dan Masa Depan Logistik Indonesia

ASDEKI didirikan pada 11 September 2007 dan menjadi wadah resmi bagi para pengusaha depo kontainer di Indonesia. Dalam perkembangannya, ASDEKI membawahi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di sejumlah daerah strategis, di antaranya Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, hingga Kalimantan Timur.

Memasuki usia ke-19, ASDEKI menempatkan transformasi digital dan logistik berkelanjutan sebagai bagian penting dari arah pengembangan organisasi.

Momentum ASDEKI’s Day 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan hari jadi organisasi, tetapi juga menjadi titik penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun industri depo kontainer yang semakin profesional, adaptif, berdaya saing, dan mampu mendukung terwujudnya sistem logistik Indonesia yang efisien serta berkelanjutan.

Puspsi TNI Terjunkan Tim Trauma Healing Bantu Penyintas Gempa NTT

Puspsi TNI Terjunkan Tim Trauma Healing Bantu Penyintas Gempa NTT, Jakarta, Kamis (10/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI.

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Pusat Psikologi Tentara Nasional Indonesia (Kapuspsi TNI) Marsda TNI Zamzani melepas Tim Trauma Healing Pusat Psikologi TNI yang akan bertugas membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pada Kamis (10/9/2026). Tim akan diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai.

“Tim Trauma Healing Puspsi TNI akan mengawali kegiatan dengan asesmen psikologis untuk mengetahui tingkat stres yang dialami para penyintas, baik dewasa maupun anak-anak. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, tim akan memberikan dukungan psikososial dan intervensi psikologis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing penyintas,” Kata Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) dalam keterangan tertulis, Jumat 11 September 2026.

Bagi penyintas yang masih mengalami tingkat stres tinggi akibat peristiwa gempa bumi, Puspsi TNI juga menyiapkan layanan konseling oleh psikolog. Pendampingan dilaksanakan secara langsung oleh psikolog di lapangan maupun secara daring dengan dukungan psikolog yang berada di Mako Puspsi TNI.

“Kehadiran Tim Trauma Healing merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan fisik, tetapi juga pendampingan psikologis agar para penyintas dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas sehari-hari,” Demikian Puspen TNI.

BNPB: Status Level III Gunung Anak Krakatau Masih Berlaku

Tim SAR gabungan melakukan Operasi pencarian melalui jalur laut dan udara dengan melibatkan sejumlah unsur SAR terhadap delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya di perairan Selat Sunda, Kamis (10/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kabupaten Serang.

Jakarta (The Indonesian News) – Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Berton S.P. Panjaitan mengatakan Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan hasil analisis Badan Geologi hingga Jumat (11/9). Erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB telah berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB, setelah berlangsung selama sekitar 25 jam. Setelah periode erupsi menerus tersebut berakhir, hingga Jumat (11/9) pukul 06.00 WIB masih tercatat 14 kali erupsi Strombolian.

“Erupsi menerus merupakan aktivitas erupsi yang berlangsung secara berkesinambungan dalam periode waktu yang panjang. Sementara itu, erupsi Strombolian terjadi secara episodik dalam bentuk letusan-letusan yang terpisah. Dengan demikian, berakhirnya erupsi menerus tidak berarti seluruh aktivitas erupsi berhenti. Dalam perkembangan terakhir, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dalam bentuk letusan Strombolian. Badan Geologi untuk sementara menginterpretasikan kembalinya karakteristik erupsi Strombolian tersebut sebagai berakhirnya periode erupsi menerus yang cukup panjang,” Kata Berton S.P. Panjaitan dalam ketrangan tertulis, Jumat 11 September 2026.

Dari sisi kegempaan, Berton S.P. Panjaitan menambahkan, gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dangkal, yaitu gempa Low Frequency dan Hybrid/Fase Banyak, masih berfluktuasi dengan kecenderungan menurun sejak berakhirnya erupsi menerus. Nilai perataan amplitudo RSAM yang sempat meningkat pada Sabtu (5/9) juga kembali menurun sejak Minggu (6/9).

“Namun demikian, gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik dalam cenderung meningkat dan menjadi indikasi adanya suplai magma dari kedalaman. Dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Badan Geologi menilai probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi,” Ujarnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan, Pada periode pengamatan 10–11 September 2026, kondisi Gunung Anak Krakatau teramati dari jelas hingga tertutup kabut. Cuaca cerah hingga mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Pengamatan visual menunjukkan adanya erupsi, tetapi tinggi kolom erupsi tidak teramati. Pada periode yang sama tercatat satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, tremor menerus, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 18 kali gempa Vulkanik Dalam.

“Potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berupa lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi bahaya lainnya berupa aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.” Kata Berton S.P. Panjaitan.

Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk pengunjung dan wisatawan, tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunungapi. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik, aktivitas di luar rumah perlu dikurangi atau menggunakan masker saat beraktivitas di luar untuk menghindari gangguan pernapasan. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diharapkan tetap tenang dan tidak mempercayai informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikaitkan dengan potensi tsunami apabila tidak bersumber dari kanal resmi. Aktivitas masyarakat dapat berlangsung seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat.

Operasi Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Terus Dioptimalkan

Di sisi lain, operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya setelah kehilangan kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis, dua awak, dan satu pemandu.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Posisi terakhir diketahui sekitar pukul 14.42 WIB, sedangkan komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Pada pencarian melalui laut, area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau diperluas hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunungapi. Area pencarian kemudian diperluas ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, pergerakan gelombang, dan arah angin, termasuk hingga perairan Lampung.

Dukungan pencarian melalui udara juga dilakukan menggunakan helikopter. Selain itu, drone digunakan untuk membantu pemantauan visual di sejumlah area yang menjadi sasaran pencarian.

Dalam pencarian melalui udara pada Kamis (10/9), tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan visual terhadap Pulau Sertung juga belum menunjukkan tanda keberadaan mereka. Pencarian langsung di Pulau Sertung tetap mempertimbangkan aspek keselamatan karena wilayah tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tim juga menemukan sebuah benda yang diduga berupa pelampung atau jaket keselamatan. Benda tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan dengan rombongan yang dicari.

Operasi pencarian dioptimalkan secara intensif sesuai ketentuan pelaksanaan operasi SAR, dengan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, TNI/TNI AL, Polri/Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, Potensi SAR, serta unsur terkait lainnya.

Hingga Jumat (11/9), delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Informasi mengenai keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil operasi pencarian tim SAR gabungan.

“BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan operasi pencarian di Selat Sunda. Perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,” Tutup Berton S.P. Panjaitan.

Menhan Beri Pesan ke Prajurit Yonif TP 842/Badak Sakti: Kalian harus dekat dengan rakyat

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan kerja meninjau Yonif Teritorial Pembangunan 842/Badak Sakti di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (10/9/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan

Banten (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerja meninjau Yonif Teritorial Pembangunan 842/Badak Sakti di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Pada Kamis (10/9/2026).

Yonif TP 842/Badak Sakti merupakan salah satu Yonif Teritorial Pembangunan tahap pertama. Karena telah lebih dahulu beroperasi, Menhan menekankan pentingnya satuan ini menjadi contoh bagi satuan-satuan TP berikutnya yang sedang dibangun dan dikembangkan. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari pembangunan pangkalan, tetapi terutama dari kesiapan prajurit serta manfaat keberadaan satuan bagi masyarakat.

Menhan menegaskan bahwa tugas prajurit Yonif TP tidak berhenti pada kesiapan menghadapi tugas operasi. Sebagai satuan teritorial, prajurit harus berada dekat dengan masyarakat, memahami kondisi wilayah, serta mampu menghadirkan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari dan mengingatkan agar Delapan Wajib TNI tidak hanya dihafalkan atau menjadi tulisan yang terpampang di satuan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perilaku prajurit ketika berinteraksi dengan masyarakat. Kedekatan dengan rakyat menjadi salah satu ukuran keberhasilan pembinaan teritorial yang dilaksanakan Yonif TP.

Di sisi lain, karakter teritorial tidak boleh mengurangi kemampuan dasar sebagai satuan tempur. Menhan meminta latihan menembak dan latihan teknis lapangan dilaksanakan secara teratur untuk menjaga kemampuan serta kesiapan prajurit menghadapi berbagai kemungkinan tugas dan kondisi medan.

“Kalian harus dekat dengan rakyat, tetapi sebagai prajurit kemampuan tempur harus tetap dijaga. Latihan menembak dan latihan teknis harus terus dilaksanakan,” pesan Menhan dikutip dari keterangan tertulis Biro Infohan Setjen Kemhan, Jumat 11 September 2026.

Menhan juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh personel. Perbedaan suku maupun latar belakang tidak boleh menjadi sekat di dalam batalyon. Ketika telah menjadi prajurit TNI, seluruh personel memiliki satu identitas dan satu tujuan pengabdian, yakni sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Kepada para Bintara dan Perwira, Menhan memberikan perhatian khusus terhadap pola kepemimpinan di satuan. Pemimpin harus hadir secara langsung di tengah prajurit, mengetahui persoalan anggotanya, memberikan contoh, serta mendampingi mereka dalam latihan maupun pelaksanaan tugas.

Menhan turut mendorong sistem pembinaan personel yang memberikan ruang kepada prajurit berprestasi untuk berkembang. Prestasi dan kinerja harus menjadi pertimbangan penting dalam pemberian kesempatan kepada personel, sehingga sejak awal terbentuk budaya satuan yang sehat, profesional, dan kompetitif.

Kunjungan Menhan ke Yonif TP 842/Badak Sakti sekaligus menegaskan bahwa pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan bukan semata pembangunan organisasi dan infrastruktur. Kekuatan utama satuan terletak pada kualitas prajurit, kesiapan tempur, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuannya membangun hubungan yang baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan.

TNI AU Perkuat Interoperabilitas Angkatan Udara ASEAN untuk Penanganan Kemanusiaan dan Bencana

Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam 23rd ASEAN Air Chiefs Conference (AACC) melalui video conference, Pada rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Dispenau

Jakarta (The Indonesian News) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) perkuat interoperabilitas Angkatan Udara ASEAN untuk mendukung penanganan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Hal tersebut disampaikan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam 23rd ASEAN Air Chiefs Conference (AACC) melalui video conference, Pada rabu (9/9/2026).

“Interoperabilitas dibangun melalui kerja sama yang praktis, bertahap, dan inklusif dengan tetap menghormati kedaulatan serta kewenangan nasional masing-masing negara. Penguatan komunikasi, berbagi informasi, latihan, dan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan bekerja sama,” Dikutip dari keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat 11 September 2026.

Melalui penguatan interoperabilitas, Angkatan Udara ASEAN diharapkan semakin siap mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara efektif dan bertanggung jawab.

Bulog Gandeng TNI Percepat dan Masifkan Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani (Kanan) bersama Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi (Kiri) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Pada Kamis (10/9/2026). The Indonesian News/HO-Humas Perum Bulog

Jakarta (The Indonesian News) – Perum Bulog perkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat dan memasifkan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada masyarakat. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan pangan beras dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi menjelang peringatan HUT ke-81 TNI.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Pada Kamis (10/9). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi BULOG dan jajaran TNI dalam mendukung percepatan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat.

“BULOG siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Kami melihat sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah, termasuk wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi lebih kuat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulis, Jumat 11 September 2026.

Menurutnya, dukungan jajaran TNI di berbagai daerah akan semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan program, khususnya dalam memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga ke masyarakat penerima.

“Kami ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. Bulog tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran,” lanjutnya.

Percepatan penyaluran Bantuan Pangan ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pangan dalam rangka menghadapi potensi El Nino serta menjaga ketahanan pangan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan terhadap penambahan Bantuan Pangan periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras untuk 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang mencakup kelompok Desil 1 sampai dengan Desil 4.

Selain Bantuan Pangan, Pemerintah juga menyetujui penambahan Beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode September 2026 hingga Maret 2027. Penguatan stabilisasi pangan juga dilakukan melalui penambahan Jagung SPHP sebanyak 150.000 ton yang diperuntukkan bagi kebutuhan peternak mikro, baik ayam pedaging maupun ayam petelur.

Di sisi lain, Pemerintah mendorong program hilirisasi beras melalui pemanfaatan sekitar 380.000 ton beras dengan usia simpan lebih dari 10 bulan atau yang mengalami penurunan mutu menjadi bahan baku tepung beras untuk mendukung kebutuhan industri dan UMKM nasional.

Dirut Bulog menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut menunjukkan perhatian Pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

“Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat. Tugas Bulog adalah memastikan seluruh penugasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi berjalan cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Momentum menjelang HUT ke-81 TNI juga menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung program Pemerintah. Bulog bersama TNI akan mendorong koordinasi di tingkat pusat hingga daerah agar pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan dapat berlangsung secara optimal.

“Semangatnya adalah bagaimana negara hadir dan masyarakat merasakan langsung manfaat dari program ini. Dengan sinergi Bulog dan TNI, kami optimistis penyaluran dapat segera menjangkau masyarakat dengan waktu yang lebih cepat,” pungkas Dirut Bulog.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Bulog berkomitmen menjaga kelancaran penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah sekaligus mendukung upaya Pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026 Jadi Bukti Konsistensi IPC TPK Terapkan GRC

Foto: Dok. IPC TPK

Jakarta (The Indonesian News)– IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menorehkan prestasi melalui ajang TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business. Dalam ajang yang mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC” tersebut, IPC TPK berhasil meraih dua penghargaan atas komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) yang terintegrasi dengan aktivitas bisnis maritim dan kepelabuhanan.

Salah satu penghargaan yang berhasil diraih IPC TPK adalah predikat “TOP GRC Awards Stars 4”. Penghargaan Bintang 4 tersebut mencerminkan penilaian bahwa sistem, infrastruktur, serta implementasi GRC di lingkungan IPC TPK telah berjalan secara efektif dan mampu mendukung pencapaian strategi bisnis perusahaan.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjadikan GRC sebagai bagian integral dari pelaksanaan operasional.

“Penghargaan ini merupakan representasi dari langkah nyata seluruh insan IPC TPK dalam menerapkan prinsip Governance, Risk, dan Compliance secara terintegrasi di setiap lini operasi kami,” ujar Daniel Setiawan, Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, penerapan GRC tidak hanya diarahkan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar perusahaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan risiko serta mendukung keberlanjutan bisnis.

Melalui penerapan GRC yang terintegrasi, IPC TPK secara proaktif melakukan mitigasi terhadap berbagai risiko bisnis sekaligus memastikan kegiatan operasional, termasuk aktivitas bongkar muat dan pelayanan terminal petikemas, dapat berjalan dengan mengedepankan prinsip operational excellence yang efisien, aman, dan berwawasan lingkungan.

Implementasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya IPC TPK dalam membangun budaya perusahaan yang mampu mengantisipasi berbagai tantangan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemangku kepentingan, lingkungan, dan masyarakat.

TOP GRC Awards merupakan ajang penghargaan tahunan di bidang Governance, Risk, and Compliance yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama mitra dan pemangku kepentingan GRC. Kegiatan ini mencakup proses penilaian, wawancara penjurian, apresiasi, benchmarking, serta pembelajaran untuk mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas implementasi GRC di berbagai perusahaan di Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ajang TOP GRC Awards 2026 diikuti oleh hampir 200 perusahaan dari berbagai sektor industri. Penilaian dilakukan dengan melihat sejauh mana penerapan GRC mampu mendukung strategi, keberlangsungan, serta pencapaian kinerja perusahaan.

Bagi IPC TPK, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat integrasi antara tata kelola, pengelolaan risiko, kepatuhan, dan agenda keberlanjutan dalam menjalankan bisnis kepelabuhanan.

“Ke depannya, IPC TPK akan terus menyelaraskan strategi GRC dengan inisiatif keberlanjutan kami, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan logistik pelabuhan yang optimal sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Daniel.

TNI AL gelar apel siaga dan tasyakuran hari jadi ke-81 tahun 2026 di Surabaya

Foto: Dispenal

Surabaya (The Indonesian news) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-81 Tahun 2026, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Apel Siaga yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya. Kamis (10/9/2026).

Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto didampingi Ketua Daerah Kodaeral V Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Sandya Ali Triswanto turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para pejabat utama TNI AL, Pangkotama wilayah Barat dan Timur, serta Kasal dan Wakasal dari masa ke masa.

Apel Siaga menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi Ke-81 TNI AL yang mencerminkan kesiapan dan kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi darurat dan bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Berbagai kendaraan dan peralatan yang ditampilkan antara lain kendaraan taktis Kopaska, Sea Rider Taifib, chamber Satkoppeba, peluncur ganda roket RM-70 Korps Marinir, kendaraan tempur Marinir BMP-3F, hardtop Kopaska, serta meriam Howitzer. Sementara itu, tiga kapal perang TNI AL yakni KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-32, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, yang turut berada di kawasan dermaga sebagai latar belakang kekuatan unsur laut.

Peringatan Hari Jadi Ke-81 TNI AL Tahun 2026 juga telah diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya melalui program Aku Cinta Laut, berupa penanaman mangrove, kegiatan bersih-bersih pantai, bakti sosial, pembagian sembako, pengembangan UMKM hasil daur ulang sampah, hingga penyediaan dapur lapangan gratis bagi masyarakat. Selain itu, pada 7 September 2026, TNI AL secara serentak melaksanakan kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan yang dilaksanakan oleh satuan-satuan jajaran TNI AL di berbagai wilayah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan.

Kasal dalam amanatnya mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI AL. “Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI AL di manapun berada dan bertugas, atas loyalitas, dedikasi, dan pengabdian tulus ikhlas yang diberikan demi kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kasal juga memberikan penghargaan berupa Bendera Teladan kepada satuan dan prajurit TNI AL yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja, dedikasi, serta prestasi terbaik dalam pelaksanaan tugas. Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada Lanal Dumai sebagai Lanal Kelas B Teladan, Lanal Tanjung Balai Asahan sebagai Lanal Kelas C Teladan, Lanudal Aru sebagai Lanudal TNI AL Teladan, KRI Kapak-625 sebagai KRI Teladan, serta Batalyon Infanteri 1 Marinir sebagai Batalyon Marinir Teladan.

Penghargaan juga diberikan kepada prajurit berprestasi dalam berbagai bidang, meliputi Bidang Operasi, Bidang Olahraga, Perwakilan Upacara Kenegaraan, serta Tamtama Teladan Tahun 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan TNI AL terhadap prajurit yang telah menorehkan prestasi sekaligus menunjukkan dedikasi dan keberhasilan dalam menjalankan tugas yang diamanahkan oleh bangsa dan negara.

Melalui momentum Hari Jadi Ke-81 ini, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tindak Lanjuti Arahan Wapres, BNPB Perkuat Koordinasi Terpadu Penanganan Karhutla

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming (Kedua Kiri) didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Ketiga Kiri) saat peninjauan kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Banjarbaru (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menindaklanjuti arahan strategis Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BNPB segera memperkuat langkah operasi darurat melalui koordinasi terpadu bersama lintas kementerian/lembaga di tingkat pusat hingga pemerintah daerah demi mengoptimalkan pemadaman dan penanganan dampak karhutla di seluruh wilayah terdampak, khususnya di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wapres Gibran Rakabuming kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Kamis (10/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wapres memberikan perhatian khusus pada perlindungan kelompok rentan, keselamatan anak sekolah, serta optimalisasi teknologi penanganan bencana. Wapres meminta BNPB memberikan atensi penuh pada penanganan darurat karhutla khususnya bagi kelompok rentan yang terdampak paparan asap, serta menginstruksikan agar kawasan di sekitar sekolah dijadikan prioritas utama pemadaman.

“Kami meminta Bapak Kepala BNPB agar memberikan atensi penuh penanganan darurat karhutla, khususnya kelompok rentan yang terdampak asap karhutla,” jelas Wapres Gibran.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Kanan) menjelaskan kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming (Ketiga Kiri) terkait perkembangan penanganan darurat bencana karhutla di Posko Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Selatan, Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Di samping itu, rencana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah diimbau agar dikoordinasikan secara matang bersama pihak keluarga murid. Secara khusus, Wapres juga menekankan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar terus dimaksimalkan, di mana sekecil apa pun peluang pertumbuhan awan potensial yang terdeteksi harus segera disemai tanpa menunda. Arahan OMC ini sejalan dan memperkuat instruksi Presiden RI sebelumnya guna merekayasa cuaca secara presisi sebelum kondisi kekeringan dan kepekatan asap memburuk.

“Untuk daerah yang dekat dengan sekolah, tolong menjadi prioritas pemadaman,” kata Wapres Gibran.

“Untuk wilayah Kalsel, saya memberikan instruksi agar sebelum membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat dikoordinasikan dengan pihak keluarga,” imbuhnya.

Kondisi darurat karhutla yang membutuhkan tindakan cepat selaras arahan Wapres tersebut tecermin dari data penanganan di lapangan, salah satunya di Provinsi Kalimantan Barat per 8 September 2026. Kepekatan kabut asap dan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) PM 2,5 yang berada pada level Berbahaya serta jarak pandang di bawah 1 km telah menyebabkan 1.337 kasus ISPA di 14 kabupaten/kota, serta memaksa perpanjangan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi anak sekolah pada 7–11 September 2026.

Menjawab situasi tersebut, BNPB memperkuat seluruh pilar operasi penanganan darurat. Di jalur darat, kekuatan masif sebanyak 15.091 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, DLHK, perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA), semua dikerahkan untuk melakukan penetrasi, pembasahan gambut hingga lapisan dalam, pendinginan, serta penyisiran titik asap pada 31 titik api (firespot) prioritas.

Upaya pemadaman darat ini didukung berbagai armada dan peralatan, mulai dari ratusan rol selang penyalur air, mesin pompa mini dan medium, waterax, hingga penyiapan tandon air dan embung buatan di lokasi yang minim sumber air. Dari total luas lahan terbakar kurang lebih mencapai 691,74 hektare pada hari tersebut, tim gabungan darat telah berhasil memadamkan kurang lebih 155,96 hektare di berbagai kawasan prioritas seperti Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, Singkawang, dan wilayah lainnya.

Sementara itu pada operasi udara, BNPB menyiagakan 2 helikopter patroli dan 9 helikopter water bombing (termasuk unit Super Puma, Sikorsky Black Hawk, dan Mi-17). Meskipun jarak pandang (visibility) yang sangat rendah sempat memicu penundaan penerbangan di Supadio Base, operasi pemadaman udara tetap berhasil dieksekusi di Ketapang Base dengan helikopter Sikorsky EH-60A dan Mi-17-IV yang menjatuhkan 520.000 liter air dengan capaian 84 kali penyiraman di wilayah Desa Sungai Pelang, Negeri Baru dan Sungai Besar.

Sejalan dengan arahan Wapres dan Presiden terkait OMC, operasi rekayasa cuaca dipacu secara agresif menggunakan 3 unit pesawat (1 Cassa NC-2121 TNI AU dan 2 Cessna Grand Caravan) yang menyemai bahan NaCl pada setiap potensi pertumbuhan awan di wilayah Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Melawi, Ketapang, dan Kayong Utara, hingga berhasil memicu hujan berintensitas sedang hingga tinggi di sejumlah daerah terdampak.

“Kami sudah punya posko OMC dan setiap hari berkoordinasi dengan BMKG. Sejalan dengan arahan bapak Presiden dan Wakil Presiden, sekecil apapun ada peluang pertumbuhan awan maka laksanakan OMC, termasuk di daerah di sekitar Kalimantan dan Sumatra tidak ada karhutlanya untuk membasahi lahan agar api tidak meluas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan komitmen penuh BNPB untuk terus memobilisasi seluruh sumber daya darurat, melengkapi APD serta sarana prasarana personel darat, dan menyelaraskan langkah operasional di lapangan.

“Sinergi terpadu lintas kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan terus diperketat agar penanganan dampak karhutla berjalan terukur, responsif, serta mengedepankan perlindungan keselamatan masyarakat dan kelompok rentan,” Demikian Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts