Beranda blog Halaman 28

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara, Bahas Kamtibmas dan Kerukunan

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta Utara (The Indonesian News) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi kepada tokoh masyarakat Jakarta Utara, Bapak H. Sabri Saiman, MBA, di kediamannya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemitraan antara Kepolisian dengan tokoh masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yudi Permadi, S.S., S.I.K., Kabagops Kompol Tri Widayat, S.H., Kasatlantas AKP Teja Sasmita, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Mix Dimas Respati, S.Trk., S.I.K., Kasat Reskrim AKP A.A. Ngurah Made Pandu Prabawa, S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li., Kasat Binmas AKP Sudirman Agus, S.H., M.H., serta Kanit Propam Ipda Mardi Utoyo, S.H.

Setibanya di kediaman H. Sabri Saiman, Kapolres beserta rombongan disambut langsung oleh tuan rumah. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan Kapolres sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus penyampaian maksud dan tujuan kunjungan.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Alrasyidin Fajri menekankan pentingnya membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergitas antara Polri dengan para tokoh masyarakat.

“Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun komunikasi dan sinergi yang semakin kuat dengan para tokoh masyarakat. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Utara, khususnya kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.”

Menurutnya, kolaborasi antara aparat Kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.

“Kami berharap komunikasi yang baik ini dapat terus terjalin sehingga setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri, sehingga peran serta tokoh masyarakat sangat kami harapkan.”

Sementara itu, H. Sabri Saiman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok beserta jajaran. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok beserta jajaran. Ini merupakan langkah yang baik untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Kepolisian dengan masyarakat.”

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tukar pendapat terkait perkembangan situasi kamtibmas, penguatan kerja sama antara Kepolisian dan masyarakat, serta pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman.

Silaturahmi tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Jakarta Utara.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok berharap hubungan yang telah terjalin dengan para tokoh masyarakat dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Dengan komunikasi, koordinasi, dan sinergitas yang baik, kita bersama-sama dapat menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Jakarta Utara.”

Kepala BNPB Tinjau Pemadaman Karhutla di Kubu Raya

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat melakukan patroli udara menggunakan helikopter mengelilingi Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan, Jumat (7/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).
Helikopter Sikorsky EH-60A reg N61AA salah satu armada yang digunakan BNPB dalam melakuan operasi water bombing yang bertugas di Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (7/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).
Helikopter BNPB type Sikorsky EH-60A reg N61AA saat melakukan water bombing di lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).
Asap pekat yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan, menyelimuti wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB)
Kondisi sejumlah lahan yang berhasil dipadamkan oleh satgas gabungan baik itu melalui pemadaman udara maupun darat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan PWI-LS DKI Jakarta

Foto; Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Ketua Perjuangan Walisongo Laskar Sabilillah (PWI-LS) DKI Jakarta, KH. Ahmad Muklis Fadil, beserta jajaran pengurus, pada jumat (07/08/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat PWI-LS Jakarta Utara, menjadi bagian dari upaya Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua serta jajaran PWI-LS DKI Jakarta yang telah menerima kunjungan dan membuka ruang komunikasi bersama jajaran kepolisian.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP Alrasyidin Fajri.

Kapolres juga mengajak seluruh jajaran PWI-LS DKI Jakarta untuk bersama-sama menjaga persatuan dan persaudaraan serta menghindari berbagai tindakan maupun pernyataan yang berpotensi menimbulkan provokasi dan konflik di tengah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen PWI-LS untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Jangan mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari kita komunikasikan dan selesaikan melalui dialog serta koordinasi yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara kepolisian dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan salah satu langkah penting dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengimbau agar setiap aspirasi maupun permasalahan yang yang ada saat ini dapat disampaikan melalui mekanisme yang baik dengan mengedepankan musyawarah, dialog, serta koordinasi bersama pihak kepolisian dan instansi terkait.

“Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok nantinya dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh suasana persaudaraan. Karena itu, komunikasi dan koordinasi menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Selain membahas situasi Kamtibmas, pertemuan tersebut juga diisi dengan ramah tamah serta makan bersama. Ketua dan jajaran PWI-LS DKI Jakarta turut menyampaikan berbagai perkembangan dan dinamika yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Pertemuan juga menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk mendengarkan aspirasi serta membangun komunikasi yang lebih erat dengan PWI-LS DKI Jakarta.

Menjelang akhir kegiatan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada jajaran PWI-LS DKI Jakarta. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Sinergitas antara Polri dan masyarakat harus terus kita rawat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” kata AKBP Alrasyidin.

Seluruh rangkaian kegiatan silaturahmi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergitas antara Polri dan PWI-LS DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

JJOS Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Gangguan Kamtibmas

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan JJOS Patroli Cipta Kondisi dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Kegiatan dipimpin oleh IPDA Amin Mustofa, S.H., selaku Kanit Turjawali Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dengan melibatkan sebanyak 17 personel menggunakan empat unit kendaraan dinas Polri.

Patroli menyasar sejumlah lokasi yang menjadi jalur dan kawasan aktivitas masyarakat maupun objek vital, di antaranya Indonesia Power PLTU, PT Salim Ivomas, Jalan Pulau Payung, Pelabuhan Inggom, Terminal Penumpang Nusantara Pura 2, Terminal Petikemas 2, hingga JICT 1.

Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan patroli dan pemantauan situasi, tetapi juga berdialog dengan petugas keamanan (security) di sejumlah lokasi. Personel memberikan imbauan agar para petugas meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melaksanakan tugas pada malam hari.

Petugas keamanan juga diingatkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap tamu maupun kendaraan yang keluar-masuk kawasan, serta menghindari pelaksanaan tugas seorang diri.

“Kami mengimbau kepada seluruh petugas keamanan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan, segera berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak kepolisian,” ujar IPDA Amin Mustofa.

Selain patroli dialogis, personel juga melaksanakan razia stasioner terhadap kendaraan roda dua dan roda empat di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi tindak pidana jalanan, seperti begal, pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional, meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah masuknya barang berbahaya maupun barang ilegal ke wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kesempatan tersebut, personel juga memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi kejahatan jalanan, mengutamakan keselamatan dalam berkendara, serta mematuhi peraturan lalu lintas.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas atau kejadian yang mencurigakan melalui Call Center Layanan Polri 110.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan preemtif kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat maupun para pekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tambah IPDA Amin Mustofa.

Selama kegiatan berlangsung, personel turut melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi patroli guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun aksi kriminalitas lainnya.

Melalui kegiatan patroli cipta kondisi tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat serta membangun sinergi dengan petugas keamanan dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif.

Menko Polkam: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Booster Program Pemerintah

Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPM RI Tahun 2026 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). (Foto: Humas Kemenko Polkam).

Bandung (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan agar Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menjadi booster atau pendorong bagi suksesnya program-program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemampuan LPM dalam mendukung dan memperkuat manfaat program pemerintah bagi masyarakat akan turut menentukan eksistensi organisasi tersebut ke depan.

“Kalau misalnya program pemerintah tidak dimanfaatkan oleh LPM dalam rangka memperbesar hasilnya, rakyat akan bertanya, ‘Apa itu LPM?’ Apabila pertanyaan seperti itu muncul, itulah yang akan menentukan eksistensi LPM ke depan. Saya mengingatkan sekaligus menemukan tantangan. Silakan manfaatkan keadaan,” ujar Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPM RI Tahun 2026 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).

Menko Djamari juga mengajak seluruh jajaran LPM untuk tidak pernah menyerah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, setiap langkah yang telah dimulai harus disertai keberanian dan tekad untuk menuntaskannya. LPM diharapkan mampu mengambil peran dan berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga mengajak LPM, dengan segala keterbatasannya, jangan pernah menyerah. Sesekali kita harus berani melangkah. Negara ini tidak bisa diserahkan kepada orang lain. Tidak bisa hanya mengandalkan atau berharap kepada orang lain, tetapi ada pada bangsa ini sendiri,” kata Menko Polkam Djamari.

Dalam pengarahannya, Menko Polkam juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan mampu menjadi negara maju dan sejahtera sepanjang mampu menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan strategis, baik yang bersumber dari perkembangan global maupun dinamika di dalam negeri. Karena itu, menurutnya, seluruh komponen bangsa perlu memiliki optimisme, ketangguhan, dan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Menko Djamari mengatakan, perkembangan dunia saat ini penuh dengan dinamika dan gejolak. Perang antara Amerika Serikat dan Iran, perang Rusia dan Ukraina, serta berbagai konflik di sejumlah kawasan memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi global. Pemerintah Indonesia terus berupaya meminimalkan dampak berbagai gejolak tersebut agar tidak membebani kehidupan masyarakat.

Di tengah berbagai tekanan global tersebut, pemerintah terus berupaya menjaga kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Menko Polkam mencontohkan harga BBM bersubsidi yang tidak mengalami kenaikan serta harga kebutuhan pokok yang terus dijaga. Berbagai program pemerintah juga terus dijalankan agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap berlangsung meskipun dunia sedang menghadapi berbagai ketidakpastian.

Pada kesempatan tersebut, Menko Polkam juga menegaskan bahwa kondisi stabilitas keamanan nasional saat ini tetap aman dan terkendali. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Menko Djamari mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai konten di ruang digital yang mengandung unsur hoaks, fitnah, dan kebencian. Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk menyaring dan memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.

Menurut Menko Polkam, ruang digital harus tetap menjadi ruang yang netral dan tidak dikuasai oleh informasi negatif yang dapat memengaruhi masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif menghadirkan informasi yang benar, positif, dan bermanfaat.

“Intinya, jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” tegas Menko Djamari.

Sebagai penutup arahannya, Menko Polkam membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji yang sarat dengan nilai kepemimpinan, persatuan, dan kerja sama. Di antaranya, bait yang berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri,” yang mengandung makna bahwa pemimpin dan para pembantunya harus memiliki kesamaan visi, mengedepankan musyawarah, serta bekerja secara solid. Kolaborasi yang kuat akan menjadikan bangsa semakin kokoh dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman.

Menko Polkam kemudian melanjutkan dengan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja,” yang mengajarkan pentingnya integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, relevan untuk menjadi pegangan dalam membangun kebersamaan dan memperkuat kontribusi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan bangsa.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP LPM M. Q. Iswara menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menko Polkam atas kehadiran dan dukungannya dalam Rakernas LPM RI Tahun 2026. Ia menegaskan komitmen LPM untuk terus mendukung program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kita siap menjadi garda terdepan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dari 38 provinsi, 33 sudah dilantik. Ada 480 di kabupaten/kota. Kami siap mendukung kebijakan-kebijakan Bapak Presiden,” kata Iswara.

Rakernas LPM RI Tahun 2026 dihadiri pengurus LPM RI tingkat pusat dan daerah, perwakilan kementerian/lembaga terkait, kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta jajaran pimpinan Kemenko Polkam.

Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia  

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia. Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik, sekaligus upaya membangun budaya membaca sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan Kepala Negara ke sejumlah sekolah. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan para siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.

“Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Seskab Teddy, setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

“Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik,” ungkap Seskab Teddy.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada sejumlah aspek yang dinilai strategis. Selain penguatan karakter kebangsaan, Kepala Negara juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

“Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris,” kata Menteri Pras.

Tidak hanya dari sisi materi, Presiden Prabowo juga menginginkan agar kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan memiliki tampilan yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pras juga mengungkapkan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca yang telah ditanamkan sejak kecil dalam lingkungan keluarganya. Menurutnya, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai yang kini ingin kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.

“Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua,” ujar Menteri Pras.

Presiden Prabowo: Pusat Siap Ambil Alih Jika Pemda Abai Urus Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahannya pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto : BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ultimatum keras kepada jajaran pemerintah daerah mulai dari gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa untuk bergerak cepat merespons kebutuhan mendasar masyarakat desa. Prabowo menegaskan, pemerintah pusat tidak akan ragu untuk mengambil alih dan turun tangan secara langsung apabila pemerintah daerah dinilai lambat atau gagal menjawab keluhan warga.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan HUT ke-50 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Pada Jumat (7/8/2026). Dalam pidatonya, Kepala Negara menyoroti pembangunan akses infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan desa yang semestinya sudah tertangani.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, pemerintah telah mengucurkan anggaran Dana Desa sekitar Rp 1 miliar per desa setiap tahunnya. Dengan alokasi dana sebesar itu, fasilitas penunjang publik seperti jembatan yang bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah seharusnya dapat dipenuhi oleh kepemimpinan daerah.

“Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun. Rp 1 miliar satu desa satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta. Yang besar mungkin Rp 2 M, Rp 3 M. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pemerintah pusat enggan memperdebatkan kesalahan masa lalu atau mencari kambing hitam. Pemerintah memilih memanfaatkan teknologi untuk menyerap laporan warga agar bisa segera dieksekusi. “Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan. Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan capaian pemerintah pusat yang telah membangun mendekati 2.500 jembatan desa di seluruh Indonesia. Selain jembatan, pemerintah mempercepat rehabilitasi sekolah dan fasilitas kesehatan, dengan target memperbaiki lebih dari 70.000 sekolah pada akhir tahun ini dan berlanjut hingga 100.000 sekolah pada tahun depan, serta merenovasi seluruh puskesmas yang puluhan tahun terbengkalai.

Namun, di tengah tekanan dan ultimatum dari pemerintah pusat agar pemda bertindak cepat, sejumlah daerah justru dihadapkan pada realitas fiskal yang krusial. Ketegangan antara tuntutan respons cepat dan kapasitas anggaran daerah kian meruncing seiring mencuatnya isu pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Pemangkasan alokasi dana transfer ini memicu keluhan di level daerah, di mana sejumlah pemerintah daerah kini harus memutar otak lebih keras karena anggaran yang terbatas. Dampak pemotongan TKD tersebut dirasakan begitu berat oleh pemda, hingga membuat beberapa wilayah kesulitan untuk sekadar menutup belanja rutin, termasuk membayar gaji pegawai negeri sipil dan tenaga honorer di daerah.

Penanganan Karhutla jadi Atensi Presiden

Helikopter BNPB type Sikorsky EH-60A reg N61AA saat melakukan water bombing di lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/BNPB)

Kubu raya (The Indonesian News) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto melanjutkan kunjungan kerjanya di Kalimantan Barat, kali ini dirinya melakukan patroli udara menggunakan helikopter mengelilingi Kabupaten Kubu Raya, untuk melihat langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan pada Jumat (7/8).

Dari ketinggian, ia melihat dua strategi berjalan bersamaan, tim darat penyemprotan di lapangan dan helikopter water bombing yang terus menebar air dari udara. Tapi memadamkan api di lahan gambut ternyata tidak semudah membalik telapak tangan.

Kepala BNPB pun mengungkap, tantangan memadamkan api pada kebakaran di Kalimantan Barat, antara lain dikarenakan karena lahan yang ada merupakan lahan gambut.

“Kalo kebakaran di provinsi lain, disiram water bombing langsung padam, lahan gambut tidak. Mungkin api padam di permukaan tapi ke dalam (tanah) ada bara, sehingga muncul asap,” ungkap Suharyanto.

Asap inilah musuh berikutnya. Kalau dibiarkan menumpuk, jarak pandang tertutup dan kesehatan warga terancam.

“Asap ini kalau tidak segera ditangani, berkumpul dalam jumlah banyak, akibatkan jarak pandang tertutup asap dan mempengaruhi kesehatan,’ imbuhnya.

Dari hasil peninjauan, Suharyanto menyatakan untuk pemadaman pada lahan gambut yang paling efektif adalah dengan kekuatan alam yaitu hujan yang membasahi tanah. Namun untuk beberapa waktu ke depan, prediksi BMKG tidak ada pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Barat.

“Yang paling efektif dan efisien adalah hujan, jadi ketika ada potensi awan hujan kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.

Untuk menyiasatinya, Kepala BNPB tetap menyiagakan dua unit armada operasi modifikasi cuaca di Lanud Supadio agar bisa segera melakukan operasi modifikasi cuaca ketika sudah ada pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca tidak hanya dilakukan guna memadamkan api, namun juga untuk membasahi lahan gambut yang tidak kebakar, manfaatnya adalah agar lahan gambut selalu basah dan tidak mudah terbakar.

“Tidak hanya di lahan yang terbakar, tapi di daerah-daerah yang tidak terbakar juga dilakukan operasi modifikasi cuaca, agar lahan gambut yang belum terbakar betul-betul basah,” tambahnya.

Penanganan Kebakaran Menjadi Atensi Presiden

Lebih lanjut, Kepala BNPB menyatakan bahwa adanya ancaman El Nino di Indonesia, telah menjadi perhatian khusus dari Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Presiden pun memberikan arahan bagi para pihak yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan ini, yaitu kebakaran harus segera ditangani.

“Secara khusus di akhir Juli lalu, Bapak Presiden menggelar rapat terbatas dihadirkan semua.  Beliau pesan minta seluruhnya bersatu padu agar tantangan kebakaran hutan dan lahan karhutla bisa diatasi,” tutur Suharyanto.

Mabes Polri Pastikan Periksa Personel Polresta Banda Aceh Transparan

Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir (tengah). (Foto: Dok. Polri)

Jakarta (The Indonesian News) – Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir menyampaikan bahwa proses pemeriksaan terhadap Kapolresta Banda Aceh Kombes Andi Kirana beserta Kasat Narkoba AKP Muhammad Jabir dibawa oleh petugas Divpropam Mabes Polri ke Jakarta dilakukan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Irjen Isir memastikan Polri berkomitmen akan hal itu. Namun belum diketahui secara pasti pelanggaran yang dilakukan oleh keduanya.

“Setiap proses yang dilakukan Polri terhadap personel merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan penegakan aturan di lingkungan internal. Seluruh proses dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Irjen Isir dalam keterangannya kepada wartawan, Pada Jumat (7/8/2026).

Irjen Isir menjelaskan, proses yang saat ini berjalan merupakan tindak lanjut atas informasi dan partisipasi masyarakat yang disampaikan kepada Polri. Menurut dia, setiap laporan maupun informasi yang diterima dari masyarakat akan ditelaah dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bentuk respons atas kepercayaan masyarakat kepada Polri.

“Partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Setiap informasi yang disampaikan akan kami respons secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, Irjen Isir menegaskan bahwa Polri mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses yang sedang berlangsung maupun menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

“Polri akan memberikan penjelasan kepada masyarakat pada waktu yang tepat sesuai perkembangan proses yang berlangsung dan ketentuan yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari Polri serta tidak berspekulasi terhadap informasi yang belum terverifikasi,” tuturnya.

Dia juga memastikan perkembangan penanganan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Dia turut menyampaikan pemeriksaan terhadap keduanya akan disampaikan langsung oleh satuan yang menangani proses tersebut sesuai dengan tahapan yang berlaku.

“Kami berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan yang dapat diinformasikan kepada publik secara resmi. Transparansi merupakan bagian dari upaya Polri menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto membenarkan kedua perwira tersebut saat ini telah berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan oleh Divpropam Mabes Polri

Meski demikian, Polda Aceh belum membuka alasan maupun materi pemeriksaan terhadap keduanya. Joko menyebut seluruh proses penanganan berada di bawah kewenangan Mabes Polri sehingga pihaknya tidak dapat memberikan penjelasan lebih jauh.

“Karena penanganannya merupakan kewenangan Mabes Polri, kami belum dapat menyampaikan keterangan lebih lanjut terkait substansi pemeriksaan, baik terhadap Kapolresta Banda Aceh maupun Kasat Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh,” kata Joko kepad wartawan, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia meminta publik tidak berspekulasi selama proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Proses pemeriksaan sedang berjalan. Kami mengajak semua pihak untuk menghormati mekanisme yang berlaku dan menunggu hasil pemeriksaan dari Mabes Polri,” ujarnya.

Di tengah pemeriksaan terhadap dua pejabat utama Polresta Banda Aceh itu, Polda Aceh memastikan roda organisasi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Jabatan Kapolresta untuk sementara diisi Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho hingga ada keputusan lebih lanjut.

Joko memastikan pelayanan kepolisian di Polresta Banda Aceh tetap berlangsung normal, profesional, dan tidak mengalami gangguan meski Kapolresta definitif sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar, Sembilan Motor Diamankan di Jakarta Timur

Foto: Dok. Brimob Polda Metro Jaya

Jakarta (The Indonesian News)– Tim Patroli Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan dugaan aksi balap liar di Jalan Taman Mini, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan sembilan sepeda motor dan mendata 11 pemuda.

Penindakan dilakukan setelah tim gabungan menerima laporan masyarakat mengenai adanya sekelompok pemuda yang diduga akan melakukan balap liar. Petugas segera menuju lokasi, membubarkan kerumunan, serta membawa para pemuda dan kendaraan yang diamankan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, tawuran, balap liar, dan tindak pidana 3C di sejumlah titik rawan. Dalam patroli itu, petugas juga membubarkan sekelompok pemuda yang berkumpul hingga larut malam di kawasan Kramat Jati. Namun, tidak ditemukan barang maupun aktivitas mencurigakan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan patroli malam terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan personel di lapangan guna mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran Brimob bersama jajaran kewilayahan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah tindakan yang membahayakan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Henik.

Sinergi Sat Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur tersebut diharapkan dapat menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya pada malam hari agar tidak terlibat balap liar maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga diminta segera menghubungi Layanan Kepolisian 110 apabila menemukan tindak kriminal atau gangguan kamtibmas agar dapat ditindaklanjuti petugas.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts