Beranda blog Halaman 30

UNICEF Indonesia Sambut Thomas Davin sebagai Kepala Perwakilan baru

Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Thomas Davin (Kiri) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal/Plt. Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi (Kanan) usai menyerahkan surat kepercayaan di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, (9/9/2026). (Credit Foto: The Indonesian News/HO-UNICEF Indonesia/Marcella)

Jakarta (The Indonesian News) – UNICEF Indonesia mengumumkan penunjukan Thomas Davin sebagai Kepala Perwakilan baru. Ia akan memimpin kerja strategis UNICEF di Indonesia, memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dan mitra lainnya dalam mendukung upaya memajukan hak dan kesejahteraan anak di seluruh Indonesia.

Pada 9 September, Davin secara resmi menyerahkan surat kepercayaan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, menandai dimulainya penugasannya di Indonesia. Ia membawa pengalaman lebih dari 25 tahun bersama UNICEF, mencakup kepemimpinan kantor perwakilan, manajemen regional, respons kemanusiaan, hingga inovasi global.

Sebelum bertugas di Indonesia, Davin menjabat lebih dari lima tahun sebagai Direktur Kantor Inovasi Global UNICEF di Swedia, yang beroperasi melalui jaringan pusat inovasi dan pakar yang tersebar di berbagai negara. Dalam peran tersebut, ia memimpin upaya mengidentifikasi dan memperluas solusi inovatif bagi anak-anak, dengan bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, yayasan, start-up, inovator muda, dan mitra lainnya. Di bawah kepemimpinannya, Kantor Inovasi menjangkau lebih dari 120 negara dalam mendukung solusi di bidang-bidang seperti pemanfaatan AI untuk pembelajaran anak, blockchain untuk menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi, serta pembiayaan inovatif bagi program yang berfokus pada anak.

“Saya merasa terhormat dan bersemangat memulai babak baru di Indonesia, sebuah negara dengan skala, keragaman, dan potensi luar biasa. Saya sangat terkesan dengan komitmen Indonesia terhadap anak-anak dan anak muda, yang tercermin dalam investasi berkelanjutan Pemerintah pada pembangunan sumber daya manusia. Visi ambisius Indonesia Emas 2045 menempatkan anak-anak sebagai pusat masa depan bangsa, dan UNICEF berkomitmen mendukung upaya ini,” ujar Davin dalam siaran pers UNICEF Indonesia, Kamis 10 September 2026.

“Setelah lima tahun memimpin kerja inovasi global UNICEF, saya berharap dapat membawa pelajaran, kemitraan, dan pendekatan inovatif dari seluruh dunia untuk mendukung ambisi Indonesia bagi anak-anak. Pada saat yang sama, saya ingin menampilkan pengalaman dan pencapaian Indonesia di tingkat global. Saya menantikan kerja sama erat dengan Pemerintah Indonesia, anak muda, komunitas, masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan sektor swasta untuk memperkuat kemajuan serta aspirasi luar biasa bangsa ini.” Tambahnya.

Davin juga memiliki pengalaman luas di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Pada 2019–2020, ia menjabat sebagai Deputi Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik (ad interim), dalam mendukung kerja UNICEF di seluruh wilayah tersebut. Sebelumnya, pada 2016–2019, ia bertugas sebagai Perwakilan UNICEF di Thailand.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bertugas sebagai Perwakilan UNICEF di Aljazair, Kepala Regional Tanggap Darurat untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Deputi Perwakilan Program sekaligus Perwakilan sementara di Djibouti. Ia juga menjalani berbagai penempatan UNICEF di Kosovo, Pakistan, Afghanistan, dan Jenewa, dengan fokus pada respons kemanusiaan, pembangunan, dan dampak sosial.

Davin berkewarganegaraan Prancis dan meraih gelar Master Ilmu Politik dari Institut d’Études Politiques Strasbourg serta gelar Sarjana Ekonomi dari Université Lumière Lyon II. Ia menikah dan memiliki dua anak.

Thomas Davin resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia sejak 1 September 2026. Ikuti Thomas Davin di LinkedIn

Tentang UNICEF

UNICEF mempromosikan hak dan kesejahteraan setiap anak dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Bersama para mitra, UNICEF bekerja di 190 negara dan wilayah untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam aksi nyata, dengan fokus khusus menjangkau anak-anak yang paling rentan dan terpinggirkan, demi manfaat bagi semua anak di seluruh dunia.

Sentuhan Humanis Satgas Koops TNI Habema, Enam Anggota OPM Resmi Memeluk NKRI

Foto; Enam Anggota OPM Resmi Memeluk NKRI/The Indonesian News/HO-Koops TNI Habema

Papua (The Indonesian News) — Satgas Koops TNI Habema kembali mencatatkan keberhasilan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial di wilayah Papua Tengah. Dalam dua hari berturut-turut, sebanyak lima simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya dan seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga secara resmi menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah ini menjadi bukti nyata menguatnya kesadaran masyarakat untuk mengakhiri konflik bersenjata demi mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Foto; Enam Anggota OPM Resmi Memeluk NKRI/The Indonesian News/HO-Koops TNI Habema

Peristiwa pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026). Terdapat lima simpatisan OPM berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS yang berlatar belakang pelajar, pengemudi ojek, hingga pekerja mandiri secara penuh kesadaran kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Sebelum mengambil keputusan tersebut, kelimanya sempat mengikuti proses komunikasi dan dialog persuasif usai terindikasi melakukan interaksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.

Sementara itu di Kabupaten Puncak, gelombang kesadaran serupa ditunjukkan oleh Erison Murib alias Buton Murib (22), anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla. Erison—yang berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata serta terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma 2019 secara resmi mengucapkan ikrar kesetiaan NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Pada Senin (7/9/2026).

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa Koops TNI Habema mengapresiasi keberanian para warga yang memilih jalan damai. Pihaknya menegaskan pintu persaudaraan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin meletakkan senjata.

“TNI berkomitmen untuk terus mengedepankan komunikasi sosial dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Papua, sekaligus memastikan pengawalan terhadap proses pemulihan sosial para mantan anggota OPM di tengah lingkungan masyarakat,” Kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam keterangan tertulis, Kamis 10 September 2026.

Momen haru mewarnai prosesi tersebut saat pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas perlakuan humanis TNI, sekaligus memohon dukungan agar Erison dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.

Rangkaian prosesi ikrar setia di kedua daerah tersebut diwarnai suasana penuh keakraban, dihadiri oleh jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Sebagai simbol penanggalan masa lalu dan kebangkitan sebagai warga negara yang berdaulat, para mantan simpatisan dan anggota OPM tersebut dikenakan pakaian batik, menandatangani surat ikrar kesetiaan, mencium Bendera Merah Putih, serta diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

“Keberhasilan ini mempertegas bahwa efektivitas strategi pendekatan teritorial dan dialog terbuka mampu meluluhkan dinamika keamanan di wilayah konflik. Pihak TNI mengimbau seluruh saudara-saudara yang masih berada di dalam kelompok bersenjata untuk segera kembali menyatu bersama masyarakat dan bergotong royong membangun Papua. Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah Distrik Sugapa maupun Distrik Beoga dilaporkan terpantau aman dan kondusif,” Tutup Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergitas dengan Satangair Pusbekangad TNI-AD

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri melaksanakan kunjungan kerja ke Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusbekangad TNI-AD, Tanjung Priok, pada Rabu (9/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas dan soliditas antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan jajaran Satangair Pusbekangad TNI-AD dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok didampingi Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yudi Permadi, Kasat Lantas AKP Arif Fadil Kepala Bagian Perencanaan AKP Suprobo, Kasi Propam AKP Stephanus Sukoco serta Kasium IPTU Dwi Dodot Subroto.

Sementara itu, dari jajaran Satangair Pusbekangad TNI-AD hadir Dansatangair Kolonel Cba Faryan Noversyah Panca Putra Yahya, Wadan Satangair Pusbekangad TNI-AD Letkol Cba Hendy Eko Aryanto beserta para pejabat utama Satangair Pusbekangad TNI-AD.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Satangair Pusbekangad TNI-AD juga memberikan kejutan berupa ucapan selamat ulang tahun kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI dan Polri merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan Satangair Pusbekangad TNI-AD. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, tentunya kita dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” ujar AKBP Alrasyidin Fajri.

Ia menambahkan, kerja sama dan kebersamaan antarinstansi perlu terus dipelihara guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami berharap hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan. Soliditas dan sinergitas TNI-Polri sangat penting dalam memberikan pelayanan terbaik serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan seluruh pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok,” tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan serta membangun kolaborasi yang semakin solid antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Satangair Pusbekangad TNI-AD dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran aktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelindo Regional II Sunda Kelapa Dukung Pencegahan Stunting melalui Program Pelita di Kelurahan Ancol

Foto: Dok. Pelindo Regional II

Jakarta (The Indonesian News) – The PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Sunda Kelapa terus memperkuat komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pelita (Pelindo Tanpa Anak Stunting) yang berfokus pada peningkatan kesehatan, imunitas, dan pemenuhan gizi balita di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (9/9).

Program Pelita merupakan bagian dari kepedulian Pelindo terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak usia dini. Melalui program ini, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa turut mendukung berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting dengan memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi balita.

Junior Manager SDM dan KBL Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Heri Kusmiran, mengatakan bahwa pelaksanaan program TJSL tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Melalui Program Pelita (Pelindo Tanpa Anak Stunting) ini, kami ingin ikut berkontribusi dalam mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi balita di Kelurahan Ancol. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan keluarga penerima serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Heri dalam keterangan tertulis, Kamis September 2026.

Dalam pelaksanaannya, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa berkolaborasi dengan Kelurahan Ancol dan Puskesmas Ancol. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting mengingat upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan stunting membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat.

Lurah Ancol, Bijakri Saud Maruli Manik, mengapresiasi dukungan Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa melalui Program Pelita. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat semakin memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita.

“Dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah Kelurahan Ancol. Kami mengapresiasi perhatian dan kepedulian Pelindo melalui Program Pelita, terutama bagi balita yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi,” ujar Bijakri.

Selain pemberian dukungan dalam peningkatan gizi dan kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Ahli Gizi Puskesmas Ancol, Andi Maulana Saputro, Amd. Gz., turut memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai pentingnya memperhatikan asupan makanan, pertumbuhan, dan kesehatan anak secara berkelanjutan.

Menurut Andi, peran keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Pemenuhan makanan bergizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan anak perlu menjadi perhatian sehari-hari agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat berlangsung dengan baik.

Program Pelita (Pelindo Tanpa Anak Stunting) merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL Pilar Sosial Pelindo sekaligus bentuk dukungan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pelindo menempatkan isu prevalensi stunting pada balita sebagai salah satu indikator yang didukung melalui pelaksanaan program TJSL Pilar Sosial. Melalui program yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Ancol.

‘Program tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas, serta memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup anak sejak usia dini,” Tutup Heri.

Rudal Mistral dan Stinger Siap Hadapi Target Udara di SGS 2026

Rudal Mistral dan Stinger Siap Hadapi Target Udara di SGS 2026 di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI.

Martapura (The Indonesian News) – Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army melaksanakan latihan penembakan sasaran udara menggunakan pesawat tanpa awak dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026).

“Dalam latihan tersebut, Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan Rudal Mistral, sedangkan US Army menggunakan Rudal Stinger untuk menguji kesiapan dan kemampuan unsur pertahanan udara menghadapi ancaman dari udara. Usai penembakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan Brevet Air Defence Indonesia kepada personel US Army dan Brevet Air Defence US Army kepada prajurit TNI,” Tulis Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) dalam siaran persnya, Rabu 9 September 2026.

Rudal Mistral dan Stinger Siap Hadapi Target Udara di SGS 2026 di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI.

Penyematan brevet menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan, dedikasi, dan profesionalisme prajurit sekaligus simbol kualifikasi dalam bidang pertahanan udara.

“Latihan dan penyematan brevet tersebut memperkuat interoperabilitas serta kesamaan prosedur TNI dan US Army. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, kedua negara terus meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit dalam membangun kesiapan pertahanan udara guna mendukung keberhasilan SGS 2026,” Demikian Puspen TNI.

DCT CYBEREX SGS 2026 Perkuat Pertahanan Siber

DCT CYBEREX SGS 2026 Perkuat Pertahanan Siber Bandung, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

Bandung (The Indonesian News) – Cyber Exercise (CYBEREX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 terus menguji kemampuan personel dalam menghadapi berbagai skenario ancaman siber. Dalam tahap Capstone, masing-masing Defensive Cyber Team (DCT) melaksanakan paparan mengenai kondisi infrastruktur serta hasil analisis terhadap serangan siber yang diterima selama pelaksanaan latihan, Bandung, Rabu (9/9/2026).

Dalam paparan tersebut, setiap Team Lead DCT menyampaikan kondisi terkini infrastruktur yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk hasil identifikasi dan analisis terhadap berbagai temuan serangan yang masuk. Analisis dilakukan untuk mengetahui karakteristik serangan, dampak yang ditimbulkan terhadap sistem, serta potensi gangguan terhadap keberlangsungan operasional infrastruktur digital.

DCT CYBEREX SGS 2026 Perkuat Pertahanan Siber Bandung, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

“Berdasarkan hasil analisis, masing-masing tim kemudian merumuskan langkah-langkah perbaikan dan strategi penguatan pertahanan untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap serangan berikutnya. Proses ini menjadi bagian penting dalam menguji kemampuan DCT dalam mendeteksi, menganalisis, merespons, serta melakukan pemulihan terhadap insiden siber secara terkoordinasi,” Tulis Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) dalam siaran persnya, Rabu 9 September 2026.

Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kemampuan pengambilan keputusan dan koordinasi antarpersonel dalam menghadapi ancaman siber yang berkembang secara dinamis.

“Melalui CYBEREX SGS 2026, TNI bersama negara peserta latihan terus meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan pertahanan siber guna menghadapi ancaman terhadap infrastruktur digital secara bersama,” Demikian Puspen TNI.

“Indonesian Cultural Festival” Dorong Diplomasi Budaya Nusantara di Jepang

Foto: Dok. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka

Kyoto (The Indonesian News) –  Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka hadir dan mendukung pembukaan pameran budaya Indonesian Cultural Exhibition di Kuil Ninna-ji yang bertajuk “Immersing the Ancient Heritage – Meresapi Warisan Leluhur” pada Minggu (6/9). Pameran ini menghadirkan beragam karya seni, batik, dan seni rupa Nusantara untuk memperluas pengenalan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

“Penampilan tari Bali oleh penari berkebangsaan Jepang menjadi salah satu dari rangkaian pementasan seni budaya pada pameran ini. Pemukulan instrumen musik tradisional Bali, ceng-ceng, turut menandai dimulainya kegiatan yang dilanjutkan dengan jamuan masakan khas Indonesia serta pertunjukan musik gamelan dan keroncong” Tulis KJRI Osaka dalam keterangannya dikutip, Rabu September 2025.

Rangkaian acara juga menampilkan wawasan mengenai sejarah panjang interaksi budaya Indonesia-Jepang, filosofi batik, serta pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara. Kegiatan di Kuil Ninna-ji tersebut merupakan kelanjutan dari pameran serupa yang telah diselenggarakan di Tokyo sebagai bagian dari diplomasi budaya yang berkesinambungan.

Melalui pameran ini, KJRI Osaka terus mendukung upaya memperluas pengenalan budaya Indonesia di Jepang sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Pameran ini juga menjadi ruang promosi seni dan ekonomi kreatif Indonesia.

BNPB Bentuk Sekolah Rakyat Tangguh Bencana 

BNPB Memberikan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) kepada Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate dan BPSDM Kota Ternate di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (7/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Ternate (The Indonesian News) – Membangun resiliensi bangsa terhadap bencana harus dimulai dari bangku sekolah, berangkat dari semangat itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusdiklat PB membuka Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) bagi Sekolah Rakyat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pada Senin (7/9).

BNPB Memberikan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) kepada Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate dan BPSDM Kota Ternate di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (7/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan BNPB terhadap prioritas nasional dan program Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Sebanyak 40 peserta dari unit sekolah rakyat di Kota Ternate mengikuti pelatihan yang diinisiasi Pusdiklat PB. Ini merupakan mandat khusus Pusdiklat PB untuk memperkuat aspek penanggulangan bencana di lingkungan sekolah rakyat.

Kegiatan yang berlangsung pada 7-11 September 2026 terlaksana berkat dukungan Pusdiklat Kementerian Sosial selaku pembina Sekolah Rakyat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate, BPSDM Provinsi Maluku Utara, hingga pengelola Sekolah Rakyat di wilayah Kota Ternate.

BNPB Memberikan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) kepada Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate dan BPSDM Kota Ternate di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (7/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

“Upaya membangun sekolah tangguh bencana tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan,” ujar Koordinator Tim Kerja 3 Pusdiklat BNPB, Roswanto dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2026.

Pelatihan ini dirancang dengan total 41 jam pelajaran sesuai kurikulum dasar manajemen bencana khusus sekolah rakyat.

“Harapannya, peserta tidak hanya memahami teori dasar kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkannya langsung di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Penguatan kapasitas ini dinilai strategis. Sekolah memiliki peran kunci dalam menanamkan budaya sadar bencana secara berkelanjutan. Melalui pendidikan kebencanaan, materi pemetaan risiko, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat dapat dikenalkan sejak dini.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 26 Ternate, Manton La Usma. Sementara Kepala Pusdiklat BNPB, Dr. Kheriawan, M.M., berhalangan hadir karena sedang memimpin misi kemanusiaan penanganan darurat bencana.

Mencetak Generasi Tangguh

BNPB menargetkan pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang siap dan tanggap terhadap risiko bencana.

Sekolah Tangguh Bencana bukan hanya soal kesiapan teknis saat bencana. Lebih dari itu, tujuannya adalah mencetak generasi yang paham risiko, cakap mengambil keputusan saat krisis, dan peduli pada keselamatan bersama.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan di Maluku Utara.

BNPB Fokuskan Tiga Skema Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial di Jayawijaya dan Lanny Jaya

Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertama Kanan) saat mengikuti Rapat Tingkat Menteri (RTM) untuk Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya di Ruang Nakula, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah pusat terus memberikan perhatian terhadap penanganan pascakonflik sosial dua wilayah di Provinsi Papua Pegunungan. Hal tersebut dibahas dalam rapat tingkat menteri (RTM) yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

RTM menghasilkan sejumlah point untuk mempercepat pemulihan pascakonflik di kawasan terdampak. Terkait dengan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah daerah menindaklanjuti proses pemulihan pascakonflik sosial di dua kabupaten terdampak, Jayawijaya dan Lanny Jaya, secara cepat dan terintegrasi.

Rakor Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial di Papua Pegunungan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Kedua, membahas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikoordinasikan melalui Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial tingkat nasional dengan dukungan dari BNPB serta kementerian/lembaga terkait.

Berikutnya penetapan satu data terpadu. Hal tersebut pemerintah daerah segera menetapkan satu data terpadu mengenai korban, pengungsi, tingkat kerusakan, dan kebutuhan prioritas sebagai basis penyusunan rencana aksi yang tepat sasaran.

Terakhir, fokus pemulihan komprehensif. Pemulihan difokuskan pada penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan sosial ekonomi, rekonsiliasi masyarakat, serta penguatan stabilitas keamanan guna mencegah konflik berulang dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

Rakor Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial di Papua Pegunungan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Guna mendukung penanganan darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada 6 Juni 2026, berupa paket sembako, selimut, matras/kasur lipat, family kit, tenda pengungsi, perahu polyethylene lengkap dengan mesin 25 PK, hingga peralatan pendukung seperti chainsaw dan radio komunikasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengikuti RTM yang mendiskusikan percepatan penanganan dampak konflik sosial-politik dan konflik antarsuku yang terjadi di dua kabupaten. Rapat koordinasi yang digelar dipimpin Menko PMK Pratikno dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.

Konflik sosial di Kabupaten Jayawijaya yang memuncak pada Jumat, 15 Mei 2026, berawal dari insiden kecelakaan lalu lintas yang berlanjut pada aksi penyerangan dan perselisihan mengenai penyelesaian denda adat. Rangkaian aksi penyerangan tersebut juga mengakibatkan robohnya Jembatan Gantung Kali Uwe yang menyengsarakan masyarakat sekitar.

Konflik sosial di kabupaten ini berdampak pada korban meninggal dunia 59 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 139 orang dan pengungsi 2.902 orang.

Sedangkan kerusakan infrastruktur dan hunian yang terbakar meliputi rumah 126 unit, honai 12 unit, kantor desa 2 unit, pastori 1 unit, fasilitas Pendidikan 5 unit. Kerusakan terjadi pada kios rusak berat 5 unit dan jembatan 1 unit.

Sebagai bentuk respons cepat, Gubernur Papua Pegunungan sebelumnya telah menetapkan Status Tanggap Darurat Kejadian Konflik Sosial selama 30 hari sejak 12 Mei 2026. Mengingat penanganan pascakonflik memerlukan penyelesaian komprehensif, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menetapkan perpanjangan Status Tanggap Darurat hingga 31 Desember 2026 melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/220/TAHUN 2026.

“Ini harus diselesaikan segera sampai tuntas, jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama. Tidak boleh masyarakat menunggu terlalu lama untuk penyelesaian konflik ini,” tegas Menko Polkam Djamari Chaniago.

Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana pada keadaan tertentu, termasuk pemulihan pascakonflik sosial, kini diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres No. 17 Tahun 2018. Melalui aturan ini, Kepala BNPB diberikan kemudahan akses dan kewenangan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana/konflik sosial tingkat nasional, khususnya pada daerah yang sedang dalam proses rekonsiliasi pascakonflik dan memiliki kapasitas fiskal rendah.

Dalam strategi penanganan lanjutan, BNPB memfokuskan pada tiga skema utama:
1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar: Penyediaan pangan, sandang, air bersih, sanitasi, serta dukungan psikososial bagi pengungsi.
2. Penanganan Pengungsi: Penyediaan Hunian Sementara (Huntara) atau Dana Tunggu Hunian (DTH) yang layak dan aman.
3. Pembangunan Hunian Tetap (Huntap): Pembangunan Huntap secara relokasi maupun in-situ. Sesuai SK Kepala BNPB No. 296 Tahun 2023, bantuan stimulan perbaikan rumah rusak berat diwujudkan dalam bentuk rumah tipe 36 standar layak huni dan tahan bencana bernilai Rp70 juta (serta Rp30 juta untuk Rusak Sedang dan Rp15 juta untuk rusak ringan).

BNPB terus berkoordinasi dengan pemda serta instansi terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak menjadi prioritas utama saat ini dan penanganan dampaknya berjalan optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum dipastikan kebenarannya, dan bersama-sama menjaga kondusivitas di wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional II Banten Hadirkan Pelayanan Prima di Pelabuhan Ciwandan

Foto: Dok. Pelindo Regional II Banten

Banten (The Indonesian News) – Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten terus berkomitmen menghadirkan pelayanan prima bagi pengguna jasa di Pelabuhan Ciwandan. Komitmen ini tercermin melalui layanan kepelabuhanan yang cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, Rabu (9/9/2020).

Pelayanan prima tersebut diwujudkan melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG) sebagai standar dalam memberikan layanan kepada pengguna jasa. Melalui standar tersebut, setiap proses pelayanan, mulai dari sandar kapal, bongkar muat, hingga pelayanan administrasi, memiliki target waktu dan standar layanan yang terukur. Dukungan fasilitas operasional serta koordinasi yang terintegrasi turut mendukung proses pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu.

Plt. General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Achmad Yoga Suryadarma, mengatakan penerapan SLA dan SLG menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan di Pelabuhan Ciwandan. Menurutnya, standar layanan yang terukur membantu Pelindo Banten memberikan kepastian proses kepada pengguna jasa.

“Kami berupaya memberikan pelayanan yang memiliki standar jelas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pengguna jasa. Melalui Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG), setiap proses pelayanan memiliki target yang terukur sehingga kebutuhan pengguna jasa dapat ditangani secara tepat dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Achmad Yoga Suryadarma dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2026.

Selain menetapkan standar layanan, Pelindo Regional 2 Banten juga membuka ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan masukan melalui Voice of Customer (VoC). Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo Banten memahami kebutuhan dan pengalaman pengguna jasa secara lebih dekat, sehingga pelayanan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Achmad Yoga menambahkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya dilihat dari kecepatan proses, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mendengarkan pelanggan serta menjaga keselamatan dalam setiap aktivitas operasional.

“Kami ingin pelanggan tidak hanya mendapatkan layanan yang baik, tetapi juga merasa didengar dan mendapatkan pengalaman pelayanan yang positif. Pada saat yang sama, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja tetap menjadi perhatian dalam setiap kegiatan operasional, baik bagi pekerja maupun pengguna jasa,” katanya.

Dalam menjalankan kegiatan operasional di Pelabuhan Ciwandan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan. Penerapan K3 dilakukan untuk mendukung kegiatan kepelabuhanan yang aman bagi pekerja maupun pengguna jasa.

“Melalui semangat melayani sepenuh hati, Pelindo Regional 2 Banten terus menjaga kualitas pelayanan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan para pengguna jasa. Bagi Pelindo Banten, Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk terus menghadirkan layanan yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi pengguna jasa,” Tutup Achmad Yoga.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts