Beranda blog Halaman 29

TPK Koja Perkuat Tata Kelola Perusahaan melalui Perpanjangan Kerja Sama Bantuan Hukum dengan Kejari Jakarta Utara

KSO Terminal Petikemas Koja

Jakarta (The Indonesian News) – KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) melalui perpanjangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai Bantuan Hukum dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan bersama PT IPC Terminal Petikemas dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso No. 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (6/8). Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin antara Pelindo Group dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam memberikan bantuan, pertimbangan, serta pendampingan hukum bagi perusahaan.

Melalui perpanjangan kerja sama ini, ketiga perusahaan berharap dapat semakin memperkuat kepastian hukum dalam setiap aktivitas bisnis sekaligus memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum lainnya, pendampingan penyelesaian permasalahan hukum melalui fungsi Kejaksaan sebagai fasilitator maupun mediator, hingga penagihan piutang usaha BUMN dan anak perusahaan kepada pihak ketiga. Kehadiran kerja sama ini diharapkan mampu mendukung efektivitas pengambilan keputusan bisnis yang akuntabel dan berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh General Manager KSO Terminal Petikemas Koja, Banu Astrini, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., serta disaksikan oleh jajaran manajemen Pelindo Group dan pimpinan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

General Manager KSO Terminal Petikemas Koja, Banu Astrini, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin selama ini dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam memberikan bantuan dan pendampingan hukum kepada perusahaan. Perpanjangan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat kolaborasi dalam mendukung implementasi tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memberikan kepastian hukum dalam mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan,” ujar Banu.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Kejaksaan dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, berkelanjutan, dan berlandaskan kepastian hukum.

“Perpanjangan Nota Kesepahaman ini merupakan komitmen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam memberikan dukungan hukum kepada dunia usaha, termasuk entitas Pelindo Group. Melalui kolaborasi ini diharapkan tercipta kepastian hukum yang dapat mendukung kelancaran proses bisnis, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi kedua belah pihak,” ungkap Syahrul.

Melalui perpanjangan kerja sama ini, TPK Koja kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, memperkuat budaya kepatuhan, serta membangun sinergi yang konstruktif dengan aparat penegak hukum.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mewujudkan operasional terminal petikemas yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui pengelolaan terminal petikemas yang aman, andal, serta berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

TPK Koja Raih Dua Penghargaan Gold pada TJSL & CSR Award 2026

Foto: Dok.KSO Terminal Petikemas Koja

Jakarta (The Indonesian News) – KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan Gold (★★★★) pada ajang 6th TJSL & CSR Award 2026 yang diselenggarakan oleh BUMN Track dan didukung oleh BTA Academy. Penghargaan tersebut diraih pada kategori Pilar Sosial dan Pilar Lingkungan untuk kelompok Anak Perusahaan BUMN.

Penghargaan diserahkan pada acara puncak 6th TJSL & CSR Award 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan CSV”, yang menegaskan pentingnya transformasi pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menuju implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta penciptaan Creating Shared Value (CSV) sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen TPK Koja dalam mengintegrasikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan ke dalam kegiatan operasional maupun program pemberdayaan masyarakat. Berbagai program TJSL yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Corporate Secretary KSO Terminal Petikemas Koja, Safuan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan TPK Koja serta dukungan para pemangku kepentingan yang terus bersinergi dalam mewujudkan program TJSL yang berkualitas.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TPK Koja serta dukungan para pemangku kepentingan yang terus bersinergi dalam mewujudkan program TJSL yang berkualitas. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan implementasi TJSL yang tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan. Ke depan, TPK Koja akan terus menghadirkan program-program yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Safuan.

Ajang TJSL & CSR Award merupakan bentuk apresiasi kepada BUMN, perusahaan terbuka, serta anak perusahaan BUMN yang dinilai berhasil mengimplementasikan praktik terbaik dalam pengelolaan TJSL, Corporate Social Responsibility (CSR), ESG, dan Creating Shared Value.

Raihan dua penghargaan Gold ini semakin memperkuat komitmen TPK Koja sebagai operator terminal petikemas yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan operasional, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Sejalan dengan transformasi perusahaan, TPK Koja akan terus memperkuat implementasi program TJSL yang adaptif terhadap tantangan masa depan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Peningkatan Kemampuan Dalmas

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan Pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kemampuan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok tersebut mengacu pada Surat Perintah Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 6 Agustus 2026.

Latihan dipimpin oleh Kasatsamapta Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Aries Arianto, S.H., dengan instruktur dari Satsamapta, yaitu Ipda Sahat Mangiring Sihombing, S.H., Aiptu Purwanto, S.H., dan Aipda Kasmito.

Sebanyak 50 personel mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri atas Tim Negosiator Polwan, Tim Dalmas Awal, Tim Dalmas Lanjut, serta massa simulasi (bullsuit). Seluruh peserta mengikuti rangkaian latihan secara serius dan penuh semangat guna meningkatkan kemampuan teknis maupun kerja sama tim.

Adapun materi yang diberikan meliputi kemampuan public speaking bagi Tim Negosiator Polwan dalam menghadapi massa pengunjuk rasa, formasi Dalmas Awal beserta teknik penggunaan tali Dalmas, formasi Dalmas Lanjut menggunakan perlengkapan lengkap berupa tongkat dan tameng, hingga simulasi terpadu pengendalian massa yang melibatkan Negosiator Polwan, Dalmas Awal, dan Dalmas Lanjut.

Melalui latihan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen membangun personel Dalmas yang profesional, tangguh, disiplin, serta siap digerakkan kapan pun dibutuhkan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa “Latihan peningkatan kemampuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kesiapsiagaan personel Dalmas agar selalu profesional, terampil, dan responsif dalam menghadapi setiap dinamika situasi di lapangan. Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga bertujuan memperkuat jiwa korsa, kekompakan, serta sinergi antarpersonel sehingga pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan secara efektif, humanis, dan sesuai prosedur.”

Dengan terselenggaranya latihan tersebut, diharapkan seluruh personel Dalmas Polres Pelabuhan Tanjung Priok semakin siap menjalankan tugas pengamanan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara optimal.

Lebih dari 1.000 Pondok Pesantren Dapat Kelola Dapur MBG

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Dok. Biro Hukum dan Humas) Badan Gizi Nasional

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah memperluas akses pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemberian kesempatan kepada pondok pesantren berasrama dengan jumlah santri lebih dari 1.000 orang untuk mengelola dapur secara mandiri. Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis yang dipimpin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pada Kamis (6/8).

Melalui kebijakan ini, pondok pesantren yang memenuhi kriteria diperbolehkan membangun dan mengoperasikan dapur sendiri sepanjang memenuhi standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk persyaratan keamanan pangan dan sanitasi yang berlaku. Sementara itu, pesantren dengan jumlah santri di bawah ketentuan tersebut akan dilayani oleh SPPG terdekat agar pelaksanaan program tetap berjalan efektif dan efisien.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan Program MBG tanpa mengabaikan aspek mutu layanan dan keamanan pangan.

“Pesantren yang memiliki lebih dari seribu santri dan menggunakan sistem berasrama dapat membangun dapur sendiri. Namun, dapur tersebut harus memenuhi standar SPPG, termasuk memiliki persyaratan kesehatan dan sanitasi yang telah ditetapkan. Sementara pesantren dengan jumlah santri di bawah ketentuan itu akan dilayani oleh SPPG terdekat,” ujar Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, usai Rakortas.

Mas Dar menambahkan, penerapan standar operasional yang sama di seluruh dapur MBG menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat. Oleh karena itu, setiap dapur yang dibangun, termasuk di lingkungan pondok pesantren, wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Yang kami bangun bukan hanya jangkauan layanan, tetapi juga kualitasnya. Di mana pun dapur MBG beroperasi, standar pelayanan, keamanan pangan, dan higienitas harus sama agar seluruh penerima manfaat memperoleh makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” kata Mas Dar.

Menurutnya, keterlibatan pondok pesantren dalam penyelenggaraan Program MBG juga mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mendukung peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Dengan kapasitas santri yang besar dan sistem berasrama, pesantren dinilai memiliki potensi untuk menjadi bagian dari ekosistem pelayanan gizi nasional secara lebih optimal.

PT Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan Katagori Gold ajang TJSL

Foto : Dok. PT Terminal Teluk Lamong

Jakarta (The Indonesian News) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meraih TJSL & CSR Award 2026 Anak Perusahaan BUMN Kategori Gold melalui program Pemberdayaan Nelayan “Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka” pada Kamis, 6 Agustus 2026 di Hotel Bidakara Jakarta.

TJSL & CSR Award 2026 tahun ini mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value”, yang mencerminkan transformasi praktik TJSL sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Saat ini, implementasi TJSL tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program sosial, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam memperkuat keberlanjutan perusahaan, meningkatkan reputasi korporasi, memperkuat kepercayaan investor.

Hal tersebut sejalan dengan misi TJSL PT Terminal Teluk Lamong yang mendukung implementasi ESG dan selalu berupaya untuk menciptakan nilai Bersama (creating shared value) bagi perusahaan dan masyarakat. Tercermin dari program-program TJSL yang digagas TTL yang selalu berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya PT Terminal Teluk Lamong bersama para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi kami, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Dahlia Permata Sari, Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong

Program yang diusung adalah pemberdayaan nelayan melalui Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka yang lahir dari hasil pemetaan sosial (social mapping) yang dilakukan perusahaan terhadap masyarakat di tujuh kelurahan area ring 1 sekitar wilayah operasional TTL. Pemetaan tersebut mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang dihadapi masyarakat pesisir, antara lain berkurangnya area tangkap nelayan sebagai dampak perkembangan aktivitas kepelabuhanan, serta berkurangnya akses masyarakat terhadap sumber daya pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

“Melalui social mapping tersebut, kami berupaya memastikan bahwa setiap program TJSL disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pengembangan budidaya kepiting soka menjadi salah satu solusi alternatif mata pencaharian yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar,” tambah Dahlia.

Program pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas kelompok nelayan melalui pendampingan, peningkatan keterampilan budidaya, pengembangan kelembagaan kelompok, hingga membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas hasil perikanan. Dengan pendekatan tersebut, PT Terminal Teluk Lamong berupaya menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir

CEO BUMN Track, SH Sutarto, menyampaikan bahwa selama enam tahun penyelenggaraannya, TJSL & CSR Award telah berkembang menjadi platform apresiasi sekaligus pembelajaran bagi BUMN dan anak perusahaan BUMN dalam mengembangkan praktik TJSL yang inovatif, terukur, dan berdampak nyata.

“Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan dari besarnya perubahan yang dihasilkan dalam membangun kehidupan masyarakat. Perusahaan yang mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari publik maupun investor. Itulah sebabnya ESG bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan perusahaan,” ujar SH Sutarto.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan tata kelola TJSL secara efektif, menghasilkan inovasi program, menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan, serta mampu mengintegrasikan pelaksanaan TJSL ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Presiden Prabowo: Jangan mengeluh

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (6/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan dan kebangkitan bangsa harus berlandaskan pada fakta, realitas, serta pendekatan ilmiah. Dalam pertemuannya dengan para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk membangun budaya kepemimpinan yang berpijak pada fakta.

“Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja,” ucap Presiden.

Presiden menuturkan bahwa keberanian menghadapi fakta, meskipun terkadang tidak menyenangkan, merupakan langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Menurut Kepala Negara, suatu bangsa tidak akan mampu maju apabila terus mengeluh atau mencari pihak yang dipersalahkan tanpa melakukan evaluasi.

“Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun daya saing bangsa. Presiden meyakini Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” lanjutnya.

Presiden menekankan bahwa cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur dapat dicapai melalui pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan fakta, sains, dan matematika sebagai landasan dalam mencari solusi atas berbagai tantangan bangsa.

“Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya. Nanti kita akan keliru, rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain, fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan,” kata Presiden.

Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sekaligus menjadikan riset, inovasi, dan penguasaan sains sebagai motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Sidokkes Polres Priok Laksanakan Skrining Risiko Penyakit Jantung Koroner bagi Personel PNPP

Foto: Dok. Sidokkes Polres Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan personel, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Skrining Risiko Penyakit Jantung Koroner bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) pada Jumat, 7 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Ruangan Bagian Logistik dan Seksi Keuangan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan pemeriksaan dipimpin oleh Plt. Kasidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok, IPDA Sri Puji Astuti, S.Farm., dengan didukung oleh tim tenaga kesehatan yang terdiri dari: Penata dr. Dewi Lydia Arianna Manullang; Pengatur I Antikah Yunisah, A.Md.Kep.; TKK Armand Destio Listi, A.Md.Kep.; dan TKK Karim, A.Md.Kep.

Adapun rangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan meliputi: Pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol;
Pemeriksaan tekanan darah; Konsultasi dengan dokter umum; Pemberian obat sesuai indikasi medis; serta
Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 5 personel di Baglog dan Sikeu Polres Pelabuhan Tanjung Priok, diperoleh hasil dalam batas normal dan sehat. Sementara itu, hasil skoring skrining risiko penyakit jantung koroner menunjukkan baik dan juga sehat.

Melalui kegiatan ini, Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok berupaya mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit jantung koroner serta penyakit tidak menular lainnya. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pembinaan kesehatan personel agar tetap memiliki kondisi fisik yang prima dalam menjalankan tugas Kepolisian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kesehatan personel merupakan modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian. Melalui skrining kesehatan secara berkala, diharapkan setiap personel dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan dan menjaga kebugaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.” Ujar Plt. Kasidokkes IPDA Sri Puji Astuti, S.Farm.

JJOS Polres Priok Pastikan Debarkasi Kapal KM. Kelud dari Batam Berjalan Aman, Tertib, dan Lancar

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Tanjung Priok (The Indonesian News) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Jaga Jakarta On The Spot Pelayanan dan Pengamanan serta Pengawasan terhadap proses debarkasi penumpang Kapal Motor (KM) Kelud yang tiba dari Batam di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat dini hari, 7 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.692 penumpang berhasil turun dengan aman. Seluruh rangkaian proses kedatangan penumpang berlangsung tertib berkat pengamanan yang dilakukan oleh personel Polsubsektor Pelni bersama unsur pengamanan lainnya.

Kapolsubsektor Pelni, IPTU Ramli Wabula, bersama anggota Polsubsektor Pelni secara aktif melaksanakan pengamanan sekaligus memberikan berbagai imbauan kepada para penumpang. Edukasi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga keselamatan selama berada di area pelabuhan, pemanfaatan layanan darurat Call Center 110, pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi online, serta antisipasi aksi tawuran.
Selain itu, petugas juga mengarahkan para penumpang agar keluar terminal secara tertib dengan berjalan satu per satu sehingga tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.

Pada saat penumpang memasuki ruang tunggu hingga menuju pintu keluar terminal, personel pengamanan terus mengarahkan seluruh penumpang untuk memasukkan barang bawaannya ke mesin X-Ray. Pemeriksaan tersebut bertujuan mencegah masuk maupun keluarnya barang-barang terlarang, seperti narkotika, senjata api, senjata tajam, serta barang berbahaya lainnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pengamanan dan pemeriksaan debarkasi KM Kelud dari Batam berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas maupun kendala yang berarti.

Sementara itu, berdasarkan jadwal operasional, KM Kelud direncanakan kembali bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Batam pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 23.00 WIB. Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan kembali melaksanakan pengamanan secara maksimal guna memastikan seluruh proses embarkasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memberikan pelayanan, pengamanan, dan perlindungan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

IPC Terminal Petikemas Perpanjang Kerja Sama Hukum dengan Kejari Jakarta Utara

IPC Terminal Petikemas Perpanjang Kerja Sama Hukum dengan Kejari Jakarta Utara. (Foto: Dok. IPC TPK)

Jakarta (The Indonesian News) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) melalui perpanjangan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Bantuan Penanganan Permasalahan di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Pada Kamis (6/8).

Perpanjangan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin pada tahun-tahun sebelumnya sebagai upaya memperkuat aspek kepatuhan hukum, mitigasi risiko, serta mendukung kelancaran operasional perusahaan.

Senior Manager Hukum dan Pengadaan IPC TPK, Agus Fazri, menegaskan bahwa pendampingan hukum memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Pendampingan hukum bagi IPC TPK merupakan langkah mitigasi risiko yang bersifat preventif dan sangat krusial. Pendampingan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi permasalahan hukum, tetapi juga untuk memastikan seluruh proses operasional, pengadaan, dan administrasi perusahaan sepanjang tahun 2026 berjalan sesuai regulasi serta mengedepankan prinsip akuntabilitas dan tata kelola yang baik,” ujar Agus Fazri.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana bersama Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Executive Director 2 Pelindo Budi Prasetio serta jajaran pejabat Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan manajemen IPC TPK.

Melalui kerja sama ini, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara akan memberikan pendampingan, pertimbangan, serta bantuan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN). Dukungan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi IPC TPK dalam menjalankan seluruh kegiatan operasional dan administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Agus Fazri berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam mendukung kinerja perusahaan.

“Melalui perpanjangan kerja sama ini, kami berharap sinergi antara IPC TPK dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara semakin solid. Dukungan hukum yang diberikan akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kepastian hukum, sehingga IPC TPK dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan operasional terminal peti kemas secara optimal, profesional, dan berkelanjutan,” tutup Agus Fazri.

Perpanjangan kerja sama ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen IPC TPK dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, memperkuat mitigasi risiko hukum, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan melalui operasional yang transparan, akuntabel, dan patuh terhadap regulasi.

Indonesia Dorong Langkah Nyata Lindungi Masjid Al Aqsa, Yerusalem dan Palestina

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (Tengah) mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, Rabu (5/8/2026). (Foto : Kemlu RI).

Yordania (The Indonesian News)-  Indonesia mengecam dan menegaskan kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di Yerusalam Timur, kompleks Masjid Al Aqsa dan tepi barat tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono pada Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, Pada Rabu (5/8).

Dalam pernyataannya, Wamenlu Tata menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Al Haram Al Syarif, serta kemerdekaan Negara Palestina, sejalan dengan hukum internasional. Wamenlu Tata juga menyoroti lanskap politik di Timur Tengah, yang saat ini telah berubah drastis akibat peningkatan aktivitas pemukim ilegal zionis di Tepi Barat, agresi Israel di Gaza, Suriah dan Lebanon, serta ekskalasi konflik AS dengan Iran.

“Indonesia mendorong agar komunitas internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah. Perpecahan adalah celah yang selalu dimanfaatkan oleh Israel”, tegas Wamenlu Tata dalam keterangan tertulis, Dikutip dari laman Kemlu RI, Kamis, 6 Agustus 2026.

Indonesia dalam hal ini mengusulkan lima langkah konkret, yaitu membangun strategi bersama di atas persatuan, mengambil langkah untuk menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional, memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina, memperkuat upaya pelindungan terhadap Masjid Al Aqsa, serta mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan nasional Palestina, dan mandat UNRWA. Usulan tersebut merupakan salah satu bentuk penerjemahan sikap tegas Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai prioritas politik luar negeri Indonesia.

Wamenlu Tata juga mengingatkan bahwa perjuangan Palestina bukan hanya milik umat Islam. “Global South bersama kita. Bahkan negara-negara yang selama ini dekat dengan Israel telah menjatuhkan sanksi kepada pemukim warga Israel di tepi barat” ujar Wamenlu. Wamenlu kemudian mengajak negara yang hadir untuk membangun koalisi besar mendukung Palestina.

Pertemuan Tingkat Menteri di Amman kali ini bertujuan memperkuat respons masyarakat internasional terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, termasuk pelanggaran terhadap status quo Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa. Pertemuan dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri dan pejabat dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, dan Qatar; serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.

Pertemuan menyepakati Joint Statement yang isinya antara lain dukungan bagi penguatan institusi Palestina di Yerusalem, menolak tindakan unilateral berupa pemindahan misi-misi diplomatik ke Yerusalem dan menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional, dan melakukan kampanye media guna menyebarluaskan kejahatan Israel dan dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional.

Partisipasi Indonesia kembali menegaskan komitmen nasional untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, menegakkan hukum internasional, serta mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts