Beranda blog Halaman 31

Indonesia-Sudan Perkuat Hubungan Pertahanan Bilateral

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (Kiri) menerima Menteri Pertahanan Republik Sudan H.E. Lieutenant General Hassan Daoud Kabron Kian (Kanan), Jakarta, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan.

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima Menteri Pertahanan Republik Sudan H.E. Lieutenant General Hassan Daoud Kabron Kian dalam Pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia–Sudan di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pada pertemuan tersebut, kedua Menteri Pertahanan membahas peluang penguatan kerja sama pertahanan bilateral, termasuk di bidang pendidikan dan pelatihan militer, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas pertahanan. Selain itu, kedua negara turut membahas berbagai peluang kerja sama di bidang strategis lainnya, termasuk ketahanan pangan.

“Bidang pertahanan, Sudan telah menyampaikan berbagai usulan kerja sama kepada Indonesia. Indonesia menyambut positif keinginan tersebut, namun implementasinya tentu akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Indonesia dan Sudan belum memiliki dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral, sehingga aspek kelembagaan serta kerangka kerja sama kedua negara masih perlu dibicarakan dan dirumuskan lebih lanjut,” Tulis Kemhan melalui siaran pers Biro Infohan Setjen Kemhan, Rabu 9 September 2026.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dan Sudan untuk terus menjajaki dan mengembangkan kerja sama pertahanan yang konstruktif, bertahap, dan saling menguntungkan.

“Turut hadir mendampingi Menhan RI dalam pertemuan tersebut yaitu Wamenhan RI, Sekjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, dan Dirjen Strahan Kemhan,” Demikian Biro Infohan Setjen Kemhan.

Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Berikan yang Terbaik bagi Bangsamu

Foto: Bakom RI

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games 2026 di Jepang. Prabowo meminta seluruh atlet memberikan kemampuan terbaik dan membawa semangat juang untuk mengharumkan nama bangsa.

Presiden menyampaikan bahwa kesempatan menjadi bagian dari kontingen Indonesia merupakan sebuah kehormatan besar. Dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 atlet yang lolos kualifikasi dan dipercaya untuk mewakili Indonesia dalam ajang tersebut. Prabowo turut meminta para atlet memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berjuang sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

“Berarti, saudara untuk mencapai puncak ini saudara-saudara telah berjuang dengan keras. Jadi saya ucapkan selamat, selamat berangkat, selamat mewakili negara dan bangsa, selamat berjuang, buatlah yang terbaik untuk bangsamu,” ujar Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 9 September 2026.

Prabowo juga menegaskan pentingnya menunjukkan karakter dan semangat juang sebagai atlet Indonesia saat bertanding.

“Berikan yang terbaik saudara-saudara, wakili bangsa kita, tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak mengenal menyerah,” tegasnya. Prabowo berharap perjuangan para atlet dapat menghasilkan prestasi terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Selamat berjuang. Semoga Tuhan yang Maha Besar selalu memberi kekuatan dan yang terbaik kepada kalian semua,” pungkasnya.

Sumber: Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Rakor Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial di Papua Pegunungan, Menko Polkam: Jangan Biarkan Rakyat Menunggu Terlalu Lama

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Pertama Kanan) saat Rakor Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial di Papua Pegunungan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (9/9/2026). The Indonesian News/HO-Humas Kemenko Polkam RI

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan agar pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat dalam mempercepat pemulihan pascakonflik sosial di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Ia menegaskan agar masyarakat terdampak tidak dibiarkan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penanganan.

“Kalimat yang ingin saya sampaikan yang pertama adalah jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama, artinya semua harus bergerak cepat,” ujar Menko Polkam saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascakonflik Sosial di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menko Polkam meminta setiap unsur pelaksana memiliki penanggung jawab yang jelas agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan tidak terjadi tumpang tindih. Penanganan juga harus difokuskan pada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang telah disampaikan pemerintah daerah sehingga pelaksanaannya dapat segera dilakukan.

“Saya tadi melihat para pembicara membahas soal perumahan, sekolah, dan lain sebagainya. Namun, yang harus dikerjakan yang utama adalah yang dilaporkan oleh Bupati, yaitu ada 333 rumah, 1 jembatan, 2 sekolah, 2 ruang sekolah SD, dan 1 PAUD,” kata Menko Polkam.

Terkait administrasi, Menko Polkam meminta agar surat kepada Menteri Sekretaris Negara segera disiapkan. Koordinasi antarkementerian/lembaga juga harus memastikan pembagian tugas, penanggung jawab, serta target waktu pelaksanaan secara jelas agar proses pemulihan tidak terhambat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan bahwa pemulihan pascakonflik tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga harus memastikan kehidupan masyarakat pulih serta mencegah konflik sosial kembali terjadi. Menurutnya, pendekatan kultural menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan secara menyeluruh.

“Ini memang PR berat kita ke depan, sehingga pendekatan kultural menjadi lebih penting,” kata Pratikno.

Menko PMK menilai penanganan yang tepat harus diawali dengan pemahaman yang tepat terhadap persoalan di lapangan. Pemerintah perlu memastikan bahwa langkah jangka pendek untuk memulihkan kehidupan masyarakat berjalan secepatnya, sementara penanganan jangka menengah diarahkan untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi akar konflik.

Untuk mempercepat proses tersebut, Menko PMK meminta pemerintah daerah melakukan pendataan secara cepat dan akurat. Ketepatan data menjadi penting agar proses verifikasi, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan tidak terhambat maupun tumpang tindih.

“Gubernur dan Bupati lakukan pendataan di lapangan secara cepat dan akurat. Kalau pendataan tidak akurat, verifikasi tidak cocok, itu akan butuh waktu lama. Tadi para kementerian/lembaga sudah siap anggarannya. Tapi pendataan ini sangat penting, jangan sampai ada duplikasi dan jangan ada yang tertinggal juga,” kata Pratikno.

Menko PMK juga mengusulkan pembentukan rapat tim teknis untuk memperjelas pembagian pekerjaan, termasuk penanganan yang dapat dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Dana Siap Pakai (DSP). Setiap pekerjaan harus dilengkapi dengan target waktu yang jelas. “Ini bukan sekadar kesanggupan, tapi time frame, kapan dimulai, kapan selesainya,” ujarnya.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan bahwa penanganan konflik telah memasuki masa pemulihan melalui tahap rehabilitasi dan masih menunggu proses rekonstruksi. Dengan kondisi keuangan daerah saat ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya belum mampu membangun kembali 333 rumah masyarakat terdampak yang tersebar di tiga distrik, yakni Wouma, Wamena Kota, dan Hubikiak.

“Kami berharap Menko Polkam beserta seluruh kementerian dan lembaga dapat membantu kami dalam proses pemulihan ini,” kata Atenius.

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan apresiasi kepada Menko Polkam, Menko PMK, serta kementerian/lembaga terkait atas koordinasi dan arahan teknis dalam mempercepat pemulihan. Menurutnya, percepatan pembangunan kembali fasilitas dan rumah masyarakat menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat terdampak.

“Satu hal yang ingin kami sampaikan, dari Kemensos untuk santunan jiwa. Ini sebagai bentuk rasa penghormatan terhadap saudara-saudara kita yang berpulang. Kemudian, Gubernur dan Pemerintah Daerah setempat agar bisa segera menyiapkan data yang akurat untuk proses pembangunannya,” kata Ribka.

“Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menko Polkam, karena akhirnya kita bisa bertemu di sini untuk membicarakan proses pemulihan ini,” sambungnya.

Rapat koordinasi turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Vernando Wanggai, perwakilan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Mabes TNI, para pejabat tinggi Kemenko Polkam, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait.

TNI AL Kerahkan Tiga Kapal Perang Perkuat operasi pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Gunung Anak Krakatau

TNI AL Kerahkan Tiga Kapal Perang Perkuat operasi pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Banten, Rabu (9/8/2026). The Indonesian News/HO-Dispenal.

Jakarta (The Indonesian News) – TNI AL mengerahkan sejumlah unsur KRI dan KAL untuk melaksanakan SAR terhadap 5 jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten. Rabu (9/9).

Upaya pencarian tersebut, unsur Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten mengerahkan KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang untuk melaksanakan penyisiran di sejumlah sektor perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan jurnalis tersebut. Selain itu, Lanal Lampung juga menyiapkan KAL Siaga untuk mencari para jurnalis yang hilang serta memantau aktifitas Gunung Anak Krakatau.

“TNI AL juga mengerahkan tiga kapal perang diantaranya KRI Leuser-924 dan KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861 untuk memperkuat operasi pencarian dan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda,” Tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran persnya, Rabu 9 September 2026.

Pengerahan unsur-unsur TNI AL tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam membantu upaya pencarian dan pertolongan, khususnya para pewarta yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah perairan.

Seluruh unsur yang terlibat melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan, sekaligus memantau kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban maupun sarana yang digunakan saat melakukan peliputan.

“TNI AL akan terus mengoptimalkan kemampuan unsur operasionalnya dalam mendukung pencarian hingga korban ditemukan. Langkah tersebut sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL senantiasa hadir memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat,” Demikian Dispenal.

Tim Sembilan Periksa Dua Saksi Terkait Penanganan Perkara FA 

Foto: DOk. Puspenkum Kejagung RI

Jakarta (The Indonesian News) –  Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Anang Supriatna mengatakan, Tim Penyidik pada Kejaksaan Agung (Tim Sembilan) telah melaksanakan tindakan penyidikan berupa pemeriksaan saksi dan ahli dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana asal dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Tersangka FA.

“Tim Penyidik telah memeriksa 2 (dua) orang di antaranya seorang saksi dari pihak perbankan dan seorang ahli,” Kata Anang dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2026.

Proses pemeriksaan saksi dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara yang berlaku dan merupakan bagian dari upaya penyidik untuk memperoleh alat bukti, memperjelas konstruksi perkara, serta melakukan penelusuran terhadap aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian.

“Tim penyidik akan terus menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada publik sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Kapuspenkum.

Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Akan Jadi Pekerja Terampil atau Kuliah

Siswa baru sekolah rakyat menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh, desa Tumbo,kecamatan Kuala Malaka, kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/7/2026). Sebanyak 427 siswa baru dengan suasana gedung baru mengikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA itu turut didampingi orang tua mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. The Indonesian NewsFoto/Ampelsa.

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan pemerintah menyiapkan dua opsi bagi lulusan Sekolah Rakyat. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, mereka dapat memilih melanjutkan kuliah atau menjadi pekerja terampil. Dengan demikian, tujuan utama program Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan akan terwujud.

“Yang penting saya sampaikan adalah hilirisasi. Arahan Bapak Presiden cukup jelas, lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur. Pilihannya hanya dua, menjadi pekerja terampil atau meneruskan kuliah,” kata Gus Ipul.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan tanggapan dalam kegiatan Penyampaian Hasil Collective Action-Relaksasi RPL bagi Pejabat Manajerial Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Tahun 2026 secara online melalui Zoom di Kantor Kemensos, Jakarta pada Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan bekerja sama dengan Kemensos ini mengangkat tema ‘Orkestrasi Kebijakan Lintas Sektor dalam Pengentasan Kemiskinan’ dan berfokus pada tiga sub tema, yaitu integrasi data, bansos adaptif, dan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul melanjutkan, sebelum memasuki tahap hilirisasi, siswa Sekolah Rakyat terlebih dulu harus merampungkan pendidikannya. Mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Ketika para murid telah menyelesaikan jenjang SMA, mereka memiliki dua pilihan. Pertama, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dan memenuhi persyaratan dapat kuliah dengan dukungan beasiswa.

“Kalau kuliah dia harus belajar sungguh-sungguh, ya, kita pakai tes DNA talent ke mana dia sebaiknya kuliah. Setelah itu nanti ikut KIP, akan ikut biaya beasiswa dari pemerintah,” ujarnya.

Kedua, yakni siswa yang memilih untuk langsung bekerja akan diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat dan potensinya. Gus Ipul menyebut, Kemensos telah menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian/lembaga, termasuk BUMN untuk melatih serta memperkuat keterampilan siswa.

“Sekaligus juga menampung lulusan-lulusan Sekolah Rakyat. Kita dorong mereka menjadi pekerja terampil luar negeri,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gus Ipul mengajak seluruh peserta kegiatan ini untuk berkolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bisa dicapai dengan cara mengesampingkan ego sektoral.

“Yang penting dalam eksekusi Sekolah Rakyat ini, kita menekankan betul pentingnya kebersamaan, kolaborasi. Ego sektoral harus dihilangkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Relaksasi RPL Jenjang JPT Madya diikuti oleh 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dari 15 instansi pemerintah dalam rangka pemenuhan kompetensi manajerial Pimpinan Tinggi Madya. Peserta diwajibkan menyusun Collective Action sebagai wadah untuk mengintegrasikan perspektif dan pemikiran dalam merumuskan alternatif solusi atas permasalahan sesuai dengan tema pembelajaran. Hasil Collective Action diharapkan menjadi landasan bagi penguatan sinergi dan aksi bersama lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan.

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi bidang perdata dan tata usaha negara

Foto: Pelindo Regional 4

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dan Kejaksaan Tinggi Maluku memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (9/9/2026).

Perjanjian kerja sama ditandatangani Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Datuk Rosihan Anwar dan Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis. Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4 itu disaksikan jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Maluku dan manajemen Pelindo Regional 4.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Datuk Rosihan Anwar mengatakan, kerja sama tersebut menjadi landasan penting untuk memperkuat koordinasi dan mendukung Pelindo dalam menghadapi berbagai persoalan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan wujud sinergi antara Kejaksaan Tinggi Maluku dan Pelindo Regional 4. Kami berharap pelaksanaannya dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam upaya pencegahan dan penyelesaian persoalan hukum secara tepat, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Datuk dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2026.

Menurut dia, ruang lingkup kerja sama meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lain sesuai tugas dan kewenangan kejaksaan sebagai Jaksa Pengacara Negara.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman hukum serta memperkuat mitigasi risiko dalam setiap pelaksanaan kegiatan bisnis dan operasional Pelindo Regional 4 khususnya di wilayah Maluku.

Datuk menambahkan, pendampingan hukum sejak tahap awal diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai potensi risiko hukum dapat diidentifikasi serta ditangani lebih dini.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Maluku atas terjalinnya kembali kerja sama tersebut. Menurut dia, dukungan kejaksaan penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, akuntabel, dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

“Pelindo menjalankan kegiatan usaha dengan cakupan wilayah dan operasional yang luas. Karena itu, kami membutuhkan pendampingan hukum yang kuat agar setiap kebijakan dan langkah bisnis dapat dilaksanakan secara prudent, transparan, serta sesuai dengan koridor hukum,” kata Abdul Azis.

Dia berharap perjanjian kerja sama itu tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi ditindaklanjuti melalui koordinasi, konsultasi, serta pendampingan di bidang hukum. “Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus memastikan pelayanan kepelabuhanan berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Abdul Azis menambahkan, penguatan tata kelola dan kepastian hukum sejalan dengan transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Langkah tersebut turut memperkuat peran Pelindo sebagai penggerak konektivitas maritim dan pendukung agenda strategis nasional.

Melalui kerja sama ini, Pelindo Regional 4 dan Kejaksaan Tinggi Maluku berkomitmen membangun koordinasi yang semakin efektif guna mendukung kelancaran operasional pelabuhan, memberikan kepastian hukum, serta menjaga aset dan kepentingan negara.

Direktur Operasi dan Teknik PJM Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Pelabuhan Banten dan Panjang

Foto: Dok. PJM

Banten (The Indonesian News) – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) terus memperkuat kesiapan operasional, keselamatan kerja, dan kualitas pelayanan melalui pemantauan langsung di lapangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) yang dilaksanakan Direktur Operasi dan Teknik PJM di Pelabuhan Banten pada 2 September 2026 dan dilanjutkan di Pelabuhan Panjang pada 3 September 2026.

Kegiatan Management Walkthrough merupakan bagian dari upaya manajemen untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar, penerapan aspek keselamatan dilakukan secara konsisten, serta sarana dan prasarana pendukung pelayanan berada dalam kondisi siap, aman, dan layak digunakan.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PJM meninjau secara langsung berbagai aktivitas dan fasilitas operasional. Selain melihat kondisi aktual di lapangan, manajemen juga memberikan arahan kepada jajaran operasional untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kedisiplinan terhadap prosedur, serta kesiapan sarana pendukung kegiatan kepelabuhanan.

“Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya standardisasi komunikasi operasional antara kapal pandu, kapal tunda, dan seluruh unsur terkait. Komunikasi yang efektif dan seragam menjadi semakin penting, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada kapal asing. Pemahaman yang sama terhadap prosedur dan pola komunikasi diharapkan dapat mencegah miskomunikasi, meningkatkan keselamatan, sekaligus meminimalkan potensi keluhan dari pengguna jasa,” ujar Direktur Operasi dan Teknik PJM dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2026.

Kesiapan dan kondisi kapal tunda juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Kebersihan kapal, kondisi fasilitas, serta kesiapan berbagai peralatan pendukung harus dijaga secara konsisten agar kapal selalu dalam kondisi siap operasi dan mampu memberikan pelayanan secara optimal.

“Selain kapal tunda, kondisi fasilitas ruang istirahat pandu turut menjadi perhatian manajemen. Fasilitas tersebut perlu dipastikan berada dalam kondisi baik dan nyaman sebagai bagian dari dukungan terhadap kesiapan personel dalam menjalankan tugas pelayanan,” Terangnya.

Dari sisi keselamatan, pemeriksaan terhadap tali kapal dan berbagai peralatan pendukung operasional juga ditekankan. Pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan sehingga kegiatan pelayanan dapat berlangsung secara aman serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Sementara itu, di Pelabuhan Panjang, manajemen menyoroti kebutuhan tersedianya fasilitas atau lokasi sandar khusus bagi kapal tunda. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas penempatan kapal tunda, meningkatkan kesiapan armada, serta menunjang kelancaran kegiatan operasional di wilayah pelabuhan.

Di Pelabuhan Banten, salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah kondisi monitor pada fasilitas planning yang mengalami kerusakan. Manajemen mendorong agar kondisi tersebut segera ditindaklanjuti sehingga fungsi monitoring operasional dapat kembali berjalan optimal dan mendukung proses pengambilan keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.

Selain aspek operasional dan keselamatan, Direktur Operasi dan Teknik PJM juga menekankan pentingnya pengawasan serta pengendalian penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kapal. Penggunaan BBM harus dilaksanakan secara tertib, transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Penggunaan BBM kapal harus dilakukan secara tertib, transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan yang baik penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan sekaligus menjaga kepercayaan dan reputasi perusahaan,” Pungkasnya.

Melalui kegiatan Management Walkthrough, PJM mendorong agar setiap temuan dan arahan yang diperoleh di lapangan dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang konkret dan terukur. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara manajemen dan tim operasional dalam memastikan standar pelayanan, keselamatan, serta tata kelola diterapkan secara konsisten di seluruh lini.

Penguatan kesiapan operasional tersebut sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk meningkatkan tata kelola, memperkuat efisiensi dan keandalan operasional, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan perekonomian nasional.

PJM berkomitmen untuk terus mendukung agenda tersebut melalui penguatan kualitas pelayanan, disiplin operasional, penerapan budaya keselamatan, serta tata kelola yang berintegritas. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi PJM dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan rantai logistik nasional.

Management Walkthrough menjadi salah satu langkah berkelanjutan PJM dalam membangun budaya Safety, Integrity, and Operational Excellence di seluruh lini pelayanan. Dengan pengawasan langsung, tindak lanjut yang cepat, serta perbaikan berkesinambungan, PJM terus berupaya menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.

Momen Hari Pelanggan Nasional, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Foto: Dok. IPC TPK

Bogor (The Indonesian News) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan kegiatan “Customer Rafting Experience” yang melibatkan 21 perwakilan pengguna jasa dari perusahaan pelayaran internasional maupun domestik pada Sabtu (5/9/2026) di area Cisadane River Rafting, Bogor, inisiatif ini dirancang secara khusus untuk mempererat kolaborasi dan membangun tingkat keterikatan (engagement) yang lebih baik antara perusahaan dengan para mitra strategis.

Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi nyata perusahaan kepada para pelanggan setianya. “Momentum Hari Pelanggan Nasional ini kami manfaatkan tidak sekadar untuk memberikan pelayanan operasional yang prima di pelabuhan, tetapi juga untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan pengguna jasa di luar rutinitas kerja formal. Kami ingin mendengarkan mereka sebagai mitra dalam mendorong giat logistik nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu 9 September 2026.

Mengusung tema “Beyond Business, Building Stronger Connections”, kegiatan ini menuntut kekompakan dan kerja sama tim dari seluruh peserta. Melalui berbagai tantangan di rute arung jeram, IPC TPK berupaya mencairkan komunikasi korporat agar tercipta hubungan yang lebih solid. Interaksi santai di alam terbuka ini menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam menitipkan layanan logistiknya kepada IPC TPK.

Partisipasi aktif puluhan perwakilan perusahaan pelayaran dan pemilik barang membuktikan tingginya dukungan terhadap langkah proaktif IPC TPK. Ke depannya, IPC TPK berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang berfokus pada kepuasan pelanggan, sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi operator terminal petikemas yang selalu mengedepankan kemitraan strategis jangka panjang dengan seluruh pengguna jasanya.

“Semoga ke depannya kolaborasi kita semakin erat, sehingga IPC TPK dan seluruh pengguna jasa mampu tumbuh bersama dan menciptakan layanan logistik yang lebih andal,” tutup Yanuar.

Approximately 98 Percent of Peatland Fires in 6 Priority Provinces Successfully Extinguished

Credit: the Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Jakarta (The Indonesian News) – The National Disaster Management Agency (BNPB) has reported that approximately 98 percent of peatland fires in six priority provinces in Sumatra and Kalimantan have been successfully extinguished.

In his presentation at the Limited Meeting on Natural Disaster Response Developments on Monday (September 7), Head of BNPB Suharyanto said that ground and air operations involving joint elements have successfully extinguished 71,069.65 hectares of burned peatland out of a total of 72,009.10 hectares in those six provinces.

“We have successfully extinguished 71,069.65 hectares in the six provinces as of today,” Suharyanto explained. “So we report the total burned area in the six provinces involving peatlands. These peatlands are difficult to extinguish,” he added.

He explained that the burned area consists of two categories: concession land and community land or forest areas.

The majority of fires occurred in West Kalimantan with an area of 38,310.86 hectares, followed by Riau with 15,738.92 hectares and South Kalimantan with 8,019.63 hectares.

Meanwhile, the other three priority provinces recorded lower burned areas: Central Kalimantan with 7,634.46 hectares, South Sumatra with 1,926.23 hectares, and Jambi with 379 hectares.

Suharyanto explained that the burned area data was obtained through a multi-layered monitoring process.

The Ministry of Forestry, together with the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), first identified hotspots using satellite data. Hotspots with high confidence levels were then verified through air patrols using helicopters and ground patrols to confirm whether the point was indeed a fire or merely from other heat sources.

Based on these verification results, personnel then determined the areas that were actually burned to be further handled through ground and air firefighting operations.

“This is how we found the areas that were truly burned. We then extinguished them with ground and air operations,” he said.

With 71,069.65 hectares successfully extinguished, the remaining burned area currently targeted for handling is approximately 939.45 hectares. Suharyanto said that the firefighting process for this remaining area is currently being carried out today.

Although the burned area has shrunk, BNPB remains vigilant because there is still potential for new fire points to emerge. In addition, fires that had previously been extinguished can also reignite due to the characteristics of peatlands.

“Will this 939.45 hectares be reduced after being extinguished today, and tomorrow less? Hopefully it will decrease. But sometimes it doesn’t decrease significantly because new fire points are also found today, or old fires that had already been extinguished suddenly reignite. That is the difficulty with peatlands in these six priority provinces,” he explained.

Source: Press Release of the Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts