Beranda blog Halaman 34

Kapolres Priok Tekankan Disiplin, Integritas, dan Komitmen Anti Narkoba Saat Pimpin Apel Pagi Personel

Theindonesiannews.com

Jakarta – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya, AKBP Alrasydin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin pelaksanaan apel pagi sekaligus pengecekan personel piket fungsi operasional di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, (5/8/2026).

Kegiatan apel pagi tersebut diikuti oleh personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari upaya pembinaan disiplin, pengecekan kesiapan personel, serta penguatan komitmen dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam arahannya, Kapolres mengawali apel dengan mengajak seluruh personel untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena pada pagi hari ini kita masih diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin sehingga dapat mengikuti apel pagi dalam keadaan baik.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang hadir tepat waktu dan menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.

AKBP Fajri mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah hadir tepat waktu. Kehadiran dalam apel pagi merupakan wujud nyata kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, AKBP Alrasydin Fajri mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta nama baik institusi Polri dengan menghindari segala bentuk pelanggaran.

“Kapolres berperan dan mengingatkan kepada seluruh personel agar selalu menjaga disiplin, integritas, dan kehormatan institusi Polri. Hindari segala bentuk pelanggaran, baik pelanggaran disiplin, kode etik profesi maupun tindak pidana sekecil apa pun dan tidak boleh ada personel yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika dalam bentuk apa pun.

Mengakhiri arahannya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh semangat, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab, serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Laksanakan setiap tugas dengan penuh semangat, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jaga kekompakan, saling mengingatkan antar rekan, serta selalu utamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.”

Pelaksanaan apel pagi berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, soliditas, dan profesionalisme personel dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir Ganja di Nagan Raya, Aceh

Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Polri Tangkap Kurir di Nagan Raya, Provinsi Aceh. (Foto : Dok. Kakanwil Beacukai Aceh).

Lhokseumawe (The Indonesian News) – Pengembangan penyelidikan yang dilakukan Bea Cukai Lhokseumawe bersama Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terhadap dugaan jaringan pemasok ganja ke wilayah Lhokseumawe membuahkan hasil. Seorang kurir berinisial HH (43) ditangkap di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Pada Minggu (26/7/2026), dengan barang bukti enam kilogram ganja.

Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang dilakukan pada Minggu (26/7/2026) di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Seorang pria berinisial HH (43) diamankan bersama enam kilogram ganja, satu unit telepon genggam, dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas pengiriman narkotika.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian menjelaskan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan yang dilakukan Bea Cukai Lhokseumawe bersama Bareskrim Polri di wilayah kerja Bea Cukai Lhokseumawe, kemudian berkembang hingga ke Kabupaten Nagan Raya. “Kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima pada awal Juli 2026 mengenai dugaan adanya jaringan peredaran ganja yang akan memasok narkotika ke wilayah Kota Lhokseumawe. Informasi tersebut kemudian kami dalami bersama Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melalui kegiatan intelijen dan penyelidikan secara berkesinambungan,” kata Vicky dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Vicky, hasil pendalaman mengarah pada dugaan sumber pasokan berada di Kabupaten Nagan Raya. Tim gabungan kemudian melakukan pengembangan penyelidikan hingga ke lokasi tersebut untuk memastikan informasi sekaligus mengungkap mata rantai distribusi narkotika. “Jadi, penindakan di Nagan Raya bukan merupakan operasi yang berdiri sendiri. Ini merupakan rangkaian pengembangan penyelidikan dari wilayah kerja Bea Cukai Lhokseumawe terhadap jaringan yang diduga memasok ganja ke Lhokseumawe. Dalam penanganan kejahatan narkotika, pengembangan lintas wilayah seperti ini merupakan hal yang lazim dilakukan bersama aparat penegak hukum,” ujar Vicky.

Dalam operasi tersebut, petugas mendapati seorang pria yang sedang berada di lokasi yang telah dipantau sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebuah tas yang disembunyikan di semak-semak berisi enam paket ganja kering dengan berat sekitar satu kilogram per paket. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pria tersebut diamankan beserta barang bukti.

Berdasarkan pemeriksaan awal, penyidik menduga tersangka berperan sebagai kurir yang akan menyerahkan ganja kepada pihak lain. Keterangan yang disampaikan tersangka, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain, masih didalami oleh penyidik sebagai bagian dari proses pengembangan perkara.

Vicky mengatakan keberhasilan pengungkapan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam memutus jaringan peredaran narkotika. “Peredaran narkotika tidak mengenal batas wilayah administrasi. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi, pertukaran informasi, dan pengembangan bersama antarpenegak hukum. Bea Cukai sebagai community protector akan terus memperkuat sinergi tersebut untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” katanya.

Ia menambahkan, informasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang diikuti dengan respons cepat aparat penegak hukum menjadi modal utama dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika. “Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi. Dukungan tersebut sangat membantu aparat dalam mengidentifikasi pola distribusi dan melakukan pengembangan terhadap jaringan yang lebih luas,” ujar Vicky.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk proses penyidikan lebih lanjut. Aparat juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

104 titik panas, BNPB Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang,Selasa (4/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB

Palembang (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar operasi modifikasi c uaca (OMC) dalam penanganan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Sumatera Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Upaya ini berlangsung elama 7 hari, mulai 4 Agustus sampai dengan 10 Agustus 2026, setelah sebelumnye BNPB pernah menggelar operasi serupa pada 5 Mei sampai dengan 14 Mei 2026 lalu.

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang,Selasa (4/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB

“Operasi kali ini bertujuan untuk mendukung upaya-upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir, Kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Satelit NASA NOAA20 mencatat ada 46 titik panas atau hotspot pada 2 Agustus 2026 dan meningkat menjadi 104 titik panas pada 3 Agustus 2026.

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang,Selasa (4/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB

Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyantodalam rapat internal dengan para unsur pengarah, pejabat eselon I, dan eselon II BNPB di Jakarta pada Rabu (29/7) menyatakan bahwa OMC merupakan salah satu upaya untuk mendukung penanggulangan karhutla pada 6 provinsi prioritas di Indonesia karena memiliki lahan gambut yang luas dan sangat sulit dipadamkan apabila terjadi kebakaran yang cukup masif, termasuk salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan.

“Pada tanggal 28 Juli 2026, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, termasuk kami, BNPB, yang diundang dalam rapat tersebut. Dalam rapat tersebut, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah-langkah strategis menghadapi potensi dampak musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino, dengan fokus utama pada upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan serta lahan. Arahan Presiden salah satunya untuk tetap melaksanakan OMC di 6 provinsi prioritas tersebut. Menindaklanjuti arahan presiden, BNPB kembali menggelar OMC di Sumatera Selatan, tentunya dengan pertimbangan masih ada cukup awan yang disemai sesuai dengan rekomendasi BMKG”, ujar Suharyanto.

Terkait dengan ancaman karhutla yang dapat diperburuk dengan adanya fenomena El Nino, Gubernur Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhula di wilayahnya. Status ini telah berlaku mulai 22 April 2026 sampai dengan 30 November 2026. Gubernur juga sudah bersurat kepada Kepala BNPB meminta dukungan OMC di wilayah Sumatera Selatan.

Pesawat OMC yang digelar BNPB melalui pihak ketiga beroperasi dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Pelaksanaanya mendapafkan dukungan dari TNI AU di Lanud setempat, BMKG dan BPBD provinsi. Pada Selasa (4/8) BNPB melaksanakan penerbangan OMC sebanyak satu sorti dengan penyemaian 1.000 kg bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. OMC dengan pesawat fixed wings ini berhasil menjadi hujan dengan intensitas ringan di wilayah tersebut.

“Menyikapi akan masuknya musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan buruknya bencana asap akibat karhutla, BNPB menekankan kembali instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla. BNPB mengimbau, di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian dapat bekerja sama dalam pencegahan dini,” Tutup Abdul Muhari.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Jalin Silaturahmi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Foto : Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta Utara (The Indonesian news) – Dalam rangka memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri melaksanakan JJOS kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (4/8/2026). Kunjungan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki beserta jajaran pejabat Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Turut mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yudi Permadi, Kasat Resnarkoba AKP Trendy Habibi Aryanto, Kasat Intelkam AKP Mix Dimas Respati, Kasat Reskrim AKP A.A. Ngurah Made Pandu Prabawa, serta Kasie Propam AKP Stephanus Sukoco.

Sementara itu, dari pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara turut hadir Kasubagbin Fajar Muttaqien, Kasi Intel Sudi Haryansyah, Kasi Pidum Dr. Anggara Hendra Setya Ali, Kasi Pidsus Daniel Simanjuntak, Kasi Datun Dr. Wahyu Oktaviandi, serta Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Fajar Hidayat.

Kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan Kapolres di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di ruang rapat kerja Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Alrasyidin Fajri memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi yang erat dengan seluruh unsur penegak hukum.

“Silaturahmi ini merupakan langkah awal untuk mempererat koordinasi dan memperkuat sinergi antara Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Dengan komunikasi yang baik, pelaksanaan tugas penegakan hukum diharapkan dapat berjalan semakin efektif, profesional, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Selain memperkenalkan diri, Kapolres juga memaparkan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok serta berbagai tantangan yang dihadapi. Dalam pembahasannya, ditekankan pentingnya kerja sama lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan di kawasan pelabuhan yang memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu gerbang utama perekonomian nasional.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan ramah tamah sebagai wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi yang semakin solid antara Kepolisian dan Kejaksaan, khususnya dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

Foto : Dok. Pelindo

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat sinergi dengan para pelaku pelayaran nasional dan internasional melalui Coffee Session bertema “Strategic Business Discussion” yang digelar di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Pada Selasa (4/8).

Forum tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk menyelaraskan langkah implementasi transformasi jaringan logistik nasional melalui Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing logistik Indonesia.

Kegiatan dihadiri Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, serta sejumlah pengguna jasa pelabuhan dari perusahaan pelayaran, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), PT Tanto Intim Line, PT Meratus Line, dan SITC.

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan transformasi yang dijalankan Pelindo melalui PINP bukan semata membangun jaringan pelayaran baru, tetapi menghadirkan ekosistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha.

“Melalui forum seperti ini kami ingin memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan Pelindo dibangun bersama para pengguna jasa. Kolaborasi merupakan kunci untuk menciptakan jaringan logistik yang lebih andal, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, sekaligus menekan biaya logistik nasional,” ujar Farid.

Menurutnya, implementasi PINP yang ditargetkan akan berjalan di tahun ini diarahkan untuk mengurangi ketidakseimbangan arus muatan (imbalance cargo) melalui sistem jaringan pelayaran yang terintegrasi, konsolidasi muatan, kepastian jadwal kapal, serta skema insentif bagi pelayaran yang mampu meningkatkan koefisien muat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpelabuhan sekaligus meningkatkan utilisasi terminal di berbagai wilayah Indonesia.

Farid menambahkan, keberhasilan implementasi PINP sangat bergantung pada komitmen bersama antara Pelindo, perusahaan pelayaran, dan pemilik barang. Karena itu, rangkaian roadshow dan diskusi langsung dengan para pemangku kepentingan terus dilakukan di berbagai wilayah sebagai bagian dari tahapan implementasi program.

Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa wilayah timur Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi PINP karena menjadi salah satu simpul utama jaringan logistik nasional.

“Pelindo Regional 4 siap menjadi mitra strategis bagi seluruh pengguna jasa dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif transformasi yang sedang dijalankan perusahaan. Kami ingin memastikan seluruh perubahan yang dilakukan mampu memberikan kemudahan operasional, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan,” kata Abdul Azis.

Dia menambahkan, masukan dari perusahaan pelayaran menjadi bagian penting dalam penyempurnaan implementasi berbagai program transformasi sehingga kebijakan yang diterapkan dapat menjawab kebutuhan industri secara nyata.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager Makassar PT Meratus Line, Ngurah Gede Santha Dharma, mengapresiasi forum diskusi yang difasilitasi Pelindo karena membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara operator pelabuhan dan pengguna jasa.

“Forum seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan masukan secara langsung sekaligus memahami arah transformasi yang sedang dijalankan Pelindo. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga bersama-sama mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional,” ujarnya.

Melalui Coffee Session tersebut, Pelindo berharap kolaborasi yang semakin erat dengan perusahaan pelayaran dapat mempercepat implementasi transformasi layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas antarpelabuhan, serta mendorong terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. Transformasi ini juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat bersama bagi Pelindo maupun pengguna jasa, mulai dari kepastian jadwal kapal, peningkatan utilisasi terminal, penurunan biaya logistik, hingga meningkatnya daya saing pelayaran nasional.

Presiden Prabowo Antar Keberangkatan PM Anutin, Cerminkan Hubungan Erat Indonesia-Tailan

Presiden Prabowo Subianto (Pertama Kiri) secara langsung mengantar keberangkatan PM Anutin Charnvirakul (Pertama Kanan) di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta (The Indonesian News) – Keakraban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Tailan Anutin Charnvirakul, tercermin dalam momen perpisahan di akhir kunjungan resmi PM Anutin di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengantar keberangkatan PM Anutin Charnvirakul di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Presiden Prabowo yang telah tiba lebih dahulu di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma tampak menyambut langsung kedatangan PM Anutin saat turun dari kendaraan. Keduanya kemudian berjabat tangan dan berbincang sejenak, mencerminkan kehangatan hubungan persahabatan antara kedua pemimpin.

Presiden Prabowo dan PM Anutin kemudian berjalan berdampingan menuju tangga pesawat, diiringi penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang berbaris di sisi kiri dan kanan. Presiden Prabowo kemudian mengantar langsung PM Anutin hingga tangga pesawat sebelum melepas keberangkatannya.

Turut melepas keberangkatan PM Anutin antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Tailan Hari Prabowo, Duta Besar Kerajaan Tailan untuk Republik Indonesia Prapan Disyatat, Perwakilan Tetap Tailan untuk ASEAN Prinat Apirat, dan Atase Pertahanan Tailan untuk Indonesia Sittirat Pusongchai.

Prosesi pelepasan tersebut menutup rangkaian kunjungan resmi PM Anutin di Indonesia yang menghasilkan sejumlah capaian penting dalam penguatan kemitraan strategis kedua negara. Momen perpisahan kedua pemimpin tidak hanya mencerminkan hubungan personal yang hangat, tetapi juga menjadi simbol optimisme kemitraan Indonesia dan Tailan yang semakin erat untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, serta berkontribusi pada stabilitas kawasan.

Rakor Pencegahan Korupsi, Mendagri : “Teman-teman kepala daerah itu bukan anak kemarin sore”

Rakor Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang digelar secara hybrid dari Ruang Singhasari, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (4/8/2026). (Foto : Puspen Kemendagri).

Surabaya (The Indonesian News) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, integritas kepala daerah merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, efektif, dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikan Mendagri kepada awak media usai memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang digelar secara hybrid dari Ruang Singhasari, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Pada Selasa (4/8/2026).

Mendagri menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pembina dan pengawas pemerintah daerah (Pemda) memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan pembinaan sekaligus mengingatkan para kepala daerah agar menjalankan pemerintahan yang berintegritas. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Rakor diselenggarakan melalui kolaborasi antara Kemendagri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Intinya adalah dalam rangka penguatan integritas dan upaya pencegahan korupsi. Kita prihatin dengan adanya sejumlah kepala daerah atau wakil kepala daerah yang terkena kasus korupsi. Ada beberapa yang terkena juga OTT beberapa waktu yang lalu, baik oleh KPK maupun Aparat Penegak Hukum lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Mendagri menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan guna meminimalkan praktik korupsi. Meski demikian, keberhasilan upaya tersebut pada akhirnya tetap bergantung pada integritas pribadi setiap kepala daerah. Menurutnya, kepala daerah merupakan figur yang telah melalui proses politik yang panjang dan dikenal oleh masyarakat, sehingga pengawasan tidak mungkin dilakukan setiap saat tanpa henti.

“Teman-teman kepala daerah itu bukan anak kemarin sore. Rata-rata politisi yang berjuang, pernah ikut kampanye, dikenal publik. Kita juga enggak bisa awasi dan jaga 24 jam, 7 hari, seminggu, 365 hari. Semua akan kembali kepada diri pribadi masing-masing,” ungkapnya.

Karena itu, Mendagri menekankan bahwa setiap kepala daerah dituntut untuk menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip antikorupsi serta tidak tergoda melakukan pelanggaran hukum. Ia berharap para kepala daerah terus memperkuat integritas, membenahi sistem pemerintahan, dan menjaga diri agar tidak terjerat persoalan hukum, khususnya tindak pidana korupsi.

“Kita harapkan dengan adanya acara ini, memang enggak akan menjamin tidak akan terjadi pelanggaran hukum, tapi kita berharap bisa jauh berkurang. Kita membangkitkan kesadaran rekan-rekan kepala daerah bahwa modus-modus operandi yang ada, itu Aparat Penegak Hukum sudah tahu. Jadi ya, kembali kepada [integritas] masing-masing,” terangnya.

Mendagri menambahkan, kegiatan di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian penguatan integritas dan pencegahan korupsi yang dibagi ke dalam 10 klaster wilayah di seluruh Indonesia. Setelah Surabaya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di sembilan klaster wilayah lainnya untuk semakin memperkuat upaya pencegahan korupsi di lingkungan Pemda.

“Ini dilaksanakan di Surabaya khusus untuk Jawa Timur dan se-Bali, nanti berikutnya kita akan turun lagi, masih ada sembilan klaster daerah lainnya,” tandasnya.

Turut hadir secara langsung dalam Rakor tersebut Ketua KPK Setyo Budiyanto, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, Infrastruktur, dan Pembangunan Kewilayahan BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Selain itu, hadir secara hybrid para bupati/wali kota se-Provinsi Jawa Timur dan Bali atau yang mewakili, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, kabupaten, dan kota se-Jawa Timur dan Bali, serta perwakilan sekretaris daerah (Sekda), inspektur daerah, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, Ombudsman Republik Indonesia, hingga Kepala Dinas Pekerjaan Umum se-Jawa Timur dan Bali.

MTI Dorong RUU SISTRANAS Jadi Payung Hukum Transportasi Nasional

Seminar Nasional bertajuk "Peran Strategis RUU Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS) dalam Mewujudkan Transportasi Massal Terintegrasi dan Berkelanjutan", Jakarta Pusat, Pada Selasa (4/8/2026). (Foto : MTI)

Jakarta (The Indonesian News) – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menegaskan pentingnya kehadiran Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU SISTRANAS) sebagai payung hukum utama dalam membangun sistem transportasi nasional yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis RUU Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS) dalam Mewujudkan Transportasi Massal Terintegrasi dan Berkelanjutan” yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Pusat MTI Masa Bakti 2025–2028, Jakarta Pusat, Pada Selasa (4/8/2026).

Seminar tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, akademisi, praktisi, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan guna memberikan masukan substantif terhadap penyusunan RUU SISTRANAS sebagai fondasi pembangunan transportasi Indonesia di masa depan.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wishnuwardhani, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Hartanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung, Koordinator Transportasi Darat dan Perkeretaapian Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian PPN/Bappenas Handhi Setiawan Adiputra, Kasubdit Perhubungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Ali Irmanda, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza, Country Leader ARUP Silvia Halim, Guru Besar Fakultas Teknik UGM Danang Parikesit, pakar transportasi Yayat Supriyatna, Ketua Umum MTI Haris Muhammadun, serta jajaran pengurus MTI.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MTI Haris Muhammadun menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan perubahan paradigma dalam penyelenggaraan transportasi. Menurutnya, pembangunan transportasi tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral berdasarkan masing-masing moda, melainkan harus dipandang sebagai satu kesatuan sistem yang mampu mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta keberlanjutan lingkungan.

“RUU SISTRANAS bukan sekadar menyusun norma hukum baru, tetapi menjadi momentum untuk membangun tata kelola transportasi nasional yang terintegrasi. Regulasi ini harus mampu menyatukan visi pembangunan transportasi Indonesia sehingga setiap kebijakan, investasi, dan pelayanan transportasi bergerak menuju tujuan yang sama, yaitu sistem transportasi yang aman, terjangkau, efisien, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Haris Muhammadun.

Haris menambahkan bahwa MTI tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal kebijakan transportasi nasional. Menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, praktisi, hingga masyarakat agar penyelenggaraan transportasi nasional mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan.

“Kami menyadari bahwa MTI tidak bisa berbuat sendiri dalam mengawal dan mengadvokasi kebijakan transportasi nasional. Dibutuhkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah, praktisi, pemerhati, dan akademisi. Karena itu, MTI bertekad untuk terus bersinergi dan mewarnai kemajuan transportasi Indonesia,” tegasnya.

MTI berpandangan bahwa keberhasilan RUU SISTRANAS sangat bergantung pada kemampuannya menjawab tantangan strategis, mulai dari integrasi transportasi massal, penguatan konektivitas antarmoda, reformasi tata kelola kelembagaan, transformasi digital, pembiayaan berkelanjutan, dekarbonisasi sektor transportasi, hingga peningkatan aksesibilitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui seminar tersebut, MTI menyampaikan empat rekomendasi strategis. Pertama, mendorong RUU SISTRANAS menjadi payung hukum (umbrella legislation) yang mengintegrasikan seluruh regulasi transportasi, mulai dari Undang-Undang Jalan, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Perkeretaapian, Pelayaran, hingga Penerbangan.

Kedua, merumuskan model pembangunan transportasi massal nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan dukungan regulasi, kelembagaan, serta pendanaan yang kuat.

Ketiga, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem transportasi massal yang terintegrasi.

Keempat, meningkatkan peran badan usaha dan masyarakat dalam menggali sumber pembiayaan kreatif yang sah dan berkelanjutan guna mendukung penyelenggaraan transportasi publik di Indonesia.

MTI menilai Indonesia saat ini tengah memasuki fase penting menuju Indonesia Emas 2045 yang ditandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi ekonomi, digitalisasi layanan publik, serta komitmen terhadap pembangunan rendah karbon. Dalam konteks tersebut, sektor transportasi memiliki peran strategis sebagai penggerak mobilitas masyarakat, distribusi logistik, konektivitas antarwilayah, sekaligus penguat daya saing nasional.

Namun demikian, pembangunan transportasi nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya tingginya biaya logistik, kemacetan di kawasan metropolitan, belum meratanya kualitas layanan angkutan umum, serta pertumbuhan kendaraan pribadi yang lebih cepat dibandingkan penyediaan transportasi publik.

Karena itu, kehadiran RUU SISTRANAS dinilai menjadi momentum penting untuk menghadirkan tata kelola transportasi yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada keberlanjutan. Regulasi tersebut diharapkan mampu menyelaraskan kebijakan transportasi nasional dengan tata ruang, sistem logistik nasional, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sebagai organisasi profesi yang berdiri sejak 21 Desember 1995, MTI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, DPR RI, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memberikan rekomendasi berbasis kajian ilmiah guna mewujudkan sistem transportasi nasional yang mampu menjawab tantangan masa kini sekaligus mengantisipasi kebutuhan mobilitas generasi mendatang.

Badan Gizi Nasional Copot 137 Kepala SPPG

Foto : Dok. Badan Gizi Nasional

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga hari ini, sebanyak 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia dicopot dari jabatannya.

“Dan perhari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia yaitu di Jawa Barat, lampung, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten dan Jawa Tengah termasuk yang kemarin dapurnya yang di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” kata Mas Dar seusai Rapat Pimpinan, di Kantor BGN, Pada Senin (3/8/2026).

Mas Dar menjelaskan bahwa pencopotan tersebut dilakukan terhadap kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun memiliki rekam jejak kasus yang bertentangan dengan standar operasional dan integritas pelaksanaan Program MBG.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa tindakan pencopotan tersebut merupakan bentuk disiplin organisasi terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan, mulai dari kasus keracunan hingga penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

“Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero toleran, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, tapi control is better,” tegas Mas Dar.

Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola, BGN juga tengah mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital yang memungkinkan seluruh proses operasional di dapur dapat dipantau secara sistematis.

Selain memperkuat sistem pengawasan internal, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada publik melalui penyediaan informasi yang mudah diakses oleh para pemangku kepentingan, khususnya orang tua, sekolah, serta pemerintah daerah.

“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua, kemudian dinas kesehatan, dinas pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah itu mendapatkan informasi bahwa anaknya diberi menu makan apa oleh negara di hari ini, hari kemarin, hari esok, dan rencananya apa, kandungan gisinya apa, kemudian menu tadi itu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa, sehingga kita bisa lihat,” kata Mas Dar.

IPC TPK Resmi Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor, Perkuat Transparansi dan Kelancaran Logistik Nasional

Foto : Dok. IPC Terminal Petikemas

Jakarta (The Indonesian News) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan transparansi layanan kepelabuhanan dan mendukung kelancaran logistik nasional melalui pengoperasian alat pemindai (scanner) peti kemas ekspor. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Hasil Verifikasi dan Penilaian Satu Unit Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor yang berlokasi di TPS IPC TPK (TER3) dan TPS Mustika Alam Lestari (TMAL), selasa (4/8).

Kegiatan verifikasi dan penilaian dilaksanakan bersama Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok serta Manajemen PT Mustika Alam Lestari sebagai bagian dari pemenuhan standar fasilitas terminal peti kemas yang dipersyaratkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kehadiran alat pemindai ini diharapkan semakin memperkuat sistem pemeriksaan ekspor yang transparan, aman, dan efisien.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa pengoperasian alat pemindai tersebut merupakan wujud nyata komitmen seluruh pihak dalam memenuhi ketentuan pemerintah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi.

“Penerapan alat pemindai peti kemas ekspor ini merupakan komitmen kita bersama untuk memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan seluruh pihak dalam mendukung transparansi serta kelancaran logistik nasional,” ujar Daniel Setiawan.

Sebelum dinyatakan siap beroperasi, IPC TPK memastikan seluruh aspek teknis dan operasional alat pemindai telah melalui serangkaian pengujian dan verifikasi secara menyeluruh. Pemenuhan fasilitas ini juga diselaraskan dengan standar sarana dan prasarana kepabeanan guna menjamin keamanan, akurasi pemeriksaan barang, serta kepastian operasional dalam proses ekspor.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa alat pemindai peti kemas ekspor telah memenuhi bahkan melampaui nilai minimum yang dipersyaratkan. Dengan demikian, fasilitas tersebut dinyatakan layak dan siap digunakan untuk mendukung proses pemeriksaan peti kemas ekspor di kawasan terminal.

Terminal Head TPK Tanjung Priok IPC TPK, Agustian Chandra, menyampaikan bahwa pengoperasian alat pemindai ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan logistik nasional.

“Dengan ditandatanganinya berita acara hasil verifikasi dan penilaian ini, alat pemindai peti kemas ekspor secara resmi telah dapat dioperasikan. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat meningkatkan transparansi, mempercepat proses pemeriksaan, serta semakin mendukung kelancaran logistik nasional,” ujar Agustian Chandra.

Melalui pengoperasian alat pemindai peti kemas ekspor tersebut, IPC TPK terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan terminal peti kemas yang modern, andal, dan sesuai dengan ketentuan regulator. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat daya saing logistik nasional sekaligus mendukung kelancaran arus ekspor Indonesia.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts