Beranda blog Halaman 45

DPC INSA Jaya 2026–2031 Resmi Dilantik, 40 Persen Pengurus Baru Perkuat Regenerasi Industri Pelayaran

Pelantikan DPC INSA Jaya 2026–2031 di EL Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2026). (Foto : DPC INSA Jaya).

Jakarta (The Indonesian News.com) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Jaya Masa Bakti 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Sekretaris Umum DPP INSA, Darmansyah Tanamas, yang mewakili Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto di EL Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (31/7).

Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ir. Andi Saparang Patonangi membawa semangat regenerasi dengan komposisi sekitar 40 persen pengurus merupakan wajah-wajah baru dari kalangan generasi muda. Langkah ini menjadi strategi organisasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, serta menjawab tantangan industri pelayaran yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto, menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mengajak seluruh jajaran pengurus DPC INSA Jaya untuk menjaga soliditas organisasi, mengutamakan kepentingan anggota, serta terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kebersamaan, kita dapat mendorong kemajuan sektor pelayaran, khususnya di wilayah Tanjung Priok, Marunda, dan Kepulauan Seribu,” ujar Carmelita Hartoto.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh perwakilan KSOP Utama Tanjung Priok, KSOP Kelas II Marunda, KSOP Kelas V Kepulauan Seribu, Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok, mitra kerja, serta anggota DPC INSA Jaya.

Ketua DPC INSA Jaya, Ir. Andi Saparang Patonangi, menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan kolaboratif.

“Kepengurusan baru ini merupakan perpaduan antara pengalaman para senior dan semangat generasi muda. Kami ingin menghadirkan organisasi yang lebih profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pelayaran nasional,” kata Andi Saparang Patonangi.

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Mohamad Erwin Y. Zubir dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC INSA Jaya. Ia akan berperan sebagai motor penggerak organisasi melalui koordinasi program kerja, penguatan komunikasi lintas bidang, serta pembangunan sinergi dengan regulator dan para pemangku kepentingan.

Selain itu, Mohamad Erwin Y. Zubir juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Tim Tarif DPC INSA Jaya, yang akan memimpin penyusunan kajian dan rekomendasi strategis terkait kebijakan tarif jasa kepelabuhanan dan pelayaran sebagai bagian dari upaya advokasi terhadap kepentingan anggota.

“Kami akan memastikan program kerja organisasi berjalan efektif melalui koordinasi yang kuat dan komunikasi yang terbuka. Tim Tarif juga akan berperan aktif menyusun kajian yang objektif dan konstruktif agar kebijakan tarif di sektor kepelabuhanan dan pelayaran mampu menciptakan iklim usaha yang sehat serta memberikan kepastian bagi anggota,” ujar Mohamad Erwin Y. Zubir.

Dengan menggabungkan pengalaman para pengurus senior dan energi generasi muda, DPC INSA Jaya optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, memperkuat daya saing perusahaan pelayaran nasional, serta berkontribusi terhadap kemajuan industri maritim Indonesia.

Susunan Pengurus DPC INSA Jaya Masa Bakti 2026–2031

I. Dewan Pengawas

  • H. Martius Hamra
  • Denny Pranoto
  • M. Agus Sudrajat

II. Dewan Pengurus Cabang

Ketua: Ir. Andi Saparang Patonangi

Wakil Ketua I: Mochammad Yones

Wakil Ketua II: Tri Kharisma Aldityo

Sekretaris: Mohamad Erwin Y. Zubir

Wakil Sekretaris: Victor Martino De Fretes

Bendahara: Sunarno, HS

Wakil Bendahara: Pahala T. Sianturi

Seksi Angkutan Container

  • Ketua: Sriyono
  • Anggota Container Domestik: Nastasya Victoria, Widy Widjaya
  • Anggota Container Internasional: I Ketut Bambang, M. Rezha Al Fikar, Akmal Darussalam

Seksi Angkutan General Cargo & Curah

  • Ketua: Kurnia Eka Nurtani
  • Anggota: Yudi Armawan, Oddy Medrian

Seksi Angkutan RORO/Penumpang & Kendaraan

  • Ketua: Agus Ardiansyah
  • Anggota: Miftahul Haq

Seksi Angkutan Cair/Gas & Lepas Pantai

  • Ketua: Iskandar, SE
  • Anggota: Wali Wardana

Seksi Kapal Tunda, Tongkang & Kapal Khusus

  • Ketua: Reenfiel Elesten Andra
  • Anggota: Edi Ispurwanta, Ali Wahyudin

Seksi Hukum, Pajak & Regulasi

  • Ketua: Veky Joseph, SH
  • Anggota: Nababan, SH; Bambang Hermanto; Yudha Arya Setiawan

Seksi Organisasi, SDM & Kerja Sama Industri

  • Ketua: M. Jufri Hadrianto
  • Anggota: Andi Fachrizal

Seksi Kepelabuhanan & Agen Pelayaran

  • Ketua: Ivan Charlie Hasiholan
  • Anggota: Toni Erikson P. Siahaan, Adji Mudhita

Seksi Pelabuhan Marunda

  • Ketua: Riswan Tambunan
  • Anggota: Abdul Wahid, Rahmat Hidayat, Raun Sianturi

Seksi Pelabuhan Kepulauan Seribu

  • Ketua: Ahyar

III. Tim Tarif DPC INSA Jaya

Ketua: Mohamad Erwin Y. Zubir

Anggota: Mochammad Yones, Tri Kharisma Aldityo, Sriyono, Veky Joseph, Adji Mudhita, Riswan Tambunan, Reenfiel Elesten Andra, Ali Wahyudin.

IV. Staf Ahli DPC INSA Jaya

  • Regulasi: Capt. Alioth Wilem B., S.Tr., M.H.
  • Kepelabuhanan: Bimo Widhiatmoko
  • Kepabeanan: Robert B. Gultom

Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan

Siswa menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri 3 , Banda Aceh, Aceh, Jumat (31/7/2026).The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Siswa menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri 3 , Banda Aceh, Aceh, Jumat (31/7/2026). Mahkamah Konstitusi memutuskan anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) terpisah dari dana pendidikan berlaku paling lambat dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun Anggaran 2028 sejak putusan. The Indonesian NewsFoto/Ampelsa.
Siswa menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri 3 , Banda Aceh, Aceh, Jumat (31/7/2026). Mahkamah Konstitusi memutuskan anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) terpisah dari dana pendidikan berlaku paling lambat dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun Anggaran 2028 sejak putusan. The Indonesian NewsFoto/Ampelsa.

Patroli Cipta Kondisi JJOS Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Keamanan Wilayah

Foto : Polres Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOS) Patroli Cipta Kondisi pada Jumat dini hari(31/7/2026)  mulai pukul 01.30 WIB hingga selesai di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan patroli dipimpin oleh AKP Kismono selaku Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang bertugas sebagai Perwira Pengawas (Pawas). Sebanyak 15 personel diterjunkan dengan dukungan 4 unit kendaraan roda empat (KR4) dinas Polri dan 2 unit kendaraan roda dua (KR2) dinas Polri.

Adapun rute patroli meliputi kawasan Indonesia Power, Pelabuhan Inggom, JICT 1, Pelabuhan Nusantara, serta Terminal Penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat dan operasional pelabuhan yang cukup tinggi.

Dalam pelaksanaannya, personel menggelar razia stasioner terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat di Jalan Nusantara, serta melaksanakan patroli dialogis dan sambang ke Indonesia Power dan Terminal Penumpang Pelni Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana kejahatan jalanan, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta berbagai bentuk kriminalitas lainnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemeriksaan dilakukan secara selektif, humanis, dan profesional dengan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, identitas pengendara, serta barang bawaan guna mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya maupun barang ilegal melalui kawasan pelabuhan.

Selain melakukan pemeriksaan, personel juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan saat berkendara, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Patroli juga diisi dengan pemantauan situasi keamanan di sejumlah titik rawan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun para pengguna jasa pelabuhan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok terpantau aman, kondusif, dan terkendali. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kehadiran personel di lapangan secara berkelanjutan.

BNPB Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah, Antisipasi Puncak El Nino

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) memimpin rapat koordinasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah, di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto : BNPB).

Palangka Raya (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan sinergi tersebut dilakukan guna memastikan penanganan karhutla, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, dapat berlangsung secara efektif.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengatakan penguatan koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah meluasnya dampak karhutla yang tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3.069,52 hektare. Kondisi tersebut menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

“Ini merupakan perintah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami dari kementerian/lembaga, TNI, dan Polri, serta Pemerintah Daerah bergerak sesuai tugas pokok masing-masing. BNPB yang diamanatkan memegang komando saat tanggap dan siaga darurat turun langsung untuk memastikan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berjalan optimal,” ujar Kepala BNPB saat memberikan keterangan pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Pada Kamis (30/7) malam.

Penguatan koordinasi melalui rapat koordinasi tersebut juga menjadi langkah antisipatif menghadapi puncak fenomena El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala BNPB menekankan agar seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan operasi gabungan penanganan karhutla melalui satgas darat maupun udara. Selain itu, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan diperkuat dengan adanya penambahan armada pesawat untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan meminimalkan potensi meluasnya titik api.

Saat ini, dukungan operasi Satgas Udara Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah oleh BNPB terdiri dari heli patroli sebanyak dua unit, heli waterbombing tiga unit, dan pesawat jenis caravan untuk OMC.

“OMC ini yang perlu ditambah karena sekarang di Kalimantan Tengah ini masih ada awan hujan, pertumbuhan awan hujan, dan ini kita sepakat nanti untuk dimaksimalkan,” terang Kepala BNPB.

Pada rapat koordinasi tersebut, sejumlah titik prioritas penanganan karhutla telah diidentifikasi, di antaranya Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau dan Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya. Pemprov Kalteng sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

Kepala BNPB menjelaskan bahwa penanganan di area Tumbang Nusa menjadi prioritas utama beberapa waktu ke depan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas jalan lintas kabupaten/kota.

“Tadi dipaparkan bahwa ada kebakaran yang mendekati jalan di area Tumbang Nusa. Ini akan kita intervensi secara serius. Seluruh armada pesawat Water Bombing akan kita prioritaskan ke titik tersebut, dikombinasikan dengan OMC untuk memicu hujan deras,” tegas Kepala BNPB.

Selain memperkuat upaya penanganan karhutla, Kepala BNPB juga meminta pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait untuk meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi puncak El Nino dan kekeringan. Upaya tersebut dilakukan dengan terus memantau perkembangan iklim dan cuaca, mengintensifkan patroli di wilayah rawan karhutla, serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi.

“Di samping itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan pendataan dan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam penyediaan sarana air bersih, seperti pembangunan sumur bor, pipanisasi jaringan air bersih, maupun distribusi air menggunakan mobil tangki, sehingga kebutuhan masyarakat dapat tetap terpenuhi selama musim kemarau.” Tutup Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Perkuat Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas Lewat Program TJSL ‘Difabel Berdaya Tanpa Batas

Foto : Dok.Pelindo Regional 2 Sunda

Jakarta (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Sunda Kelapa terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program “Difabel Berdaya Tanpa Batas” yang berlangsung di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (31/7).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pemberian bantuan modal usaha, perlengkapan usaha, serta pelatihan kewirausahaan. Melalui dukungan tersebut, para penerima manfaat diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memiliki daya saing yang lebih baik dalam dunia usaha.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Pademangan Arif Wibowo, Sekretaris Kecamatan Pademangan Ginanjar, Lurah Ancol Bijakri Saud Maruli Manik, Babinsa Kelurahan Ancol Kastono, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ancol Boy Simarmata, Manager Keuangan dan SDM PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Amrullah, serta Junior Manager SDM, Umum, dan KBL PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Heri Kusmiran.

Dalam sambutannya, Camat Pademangan Arif Wibowo menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi inisiatif PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa yang telah menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif serta membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, berkarya, dan mandiri,” ujar Arif Wibowo.

Sementara itu, Junior Manager SDM, Umum, dan KBL PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Heri Kusmiran, yang mewakili General Manager PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, menegaskan bahwa program “Difabel Berdaya Tanpa Batas” merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui program ini, Pelindo ingin memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas untuk terus berkembang dan mandiri melalui dukungan modal usaha, perlengkapan usaha, serta pelatihan kewirausahaan. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi stimulus bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitas usahanya sekaligus memperkuat perekonomian keluarga,” ujar Heri Kusmiran.

Selain penyerahan bantuan secara simbolis, para peserta juga mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha. Materi pelatihan mencakup penguatan manajemen usaha, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pengembangan strategi usaha agar para pelaku UMKM penyandang disabilitas mampu tumbuh dan bersaing secara berkelanjutan.

Melalui Program TJSL, PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa terus menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Upaya tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menitikberatkan pada pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program “Difabel Berdaya Tanpa Batas” menjadi salah satu bukti nyata komitmen PT Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui sinergi bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, Pelindo berharap dapat terus mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Indonesia dan PBB Perkuat Komitmen Berantas Perdagangan Orang di Era Digital

Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia, Dari kiri ke kanan: Prijadi Santosa (KPPPA), Abie Sancaya (UNODC), Putri Farkhah (ICT Watch), Rajmatha Devi (Komdigi), Putu Ayu Saraswati, Veronica Tan (KPPPA), Erik van der Veen (UNODC), Desy Andriani (KPPPA), Shafira Ayunindya (IOM), Jakarta, Kamis (30/7/2026). (Foto : The Indonesian News/HO-UNODC).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan International Organization for Migration (IOM) memperingati Hari Dunia Anti Perdagangan Orang (World Day Against Trafficking in Persons/WDATIP) 2026 dengan menyerukan penguatan upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di era digital.

Dalam siaran Pers UNODC yang diterima The Indonesian News, Kegiatan ini mempertemukan kementerian dan lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi internasional, organisasi masyarakat sipil, akademisi, generasi muda, sektor swasta, dan masyarakat umum untuk memperkuat aksi bersama dalam mencegah dan menangani perdagangan orang, khususnya yang semakin banyak difasilitasi oleh teknologi digital.

Diperingati setiap tahun pada tanggal 30 Juli, Hari Dunia Anti Perdagangan Orang menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai perdagangan orang sekaligus mendorong langkah nyata dalam melindungi korban, menindak pelaku, dan mencegah terjadinya eksploitasi. Tahun ini, peringatan WDATIP mengangkat isu semakin maraknya pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku perdagangan orang untuk merekrut, menipu, dan mengeksploitasi korban, sehingga diperlukan respons yang semakin kuat dan terkoordinasi dari pemerintah, sektor swasta, organisasi internasional, dan masyarakat.

Seiring meningkatnya penggunaan media sosial, aplikasi pesan instan, dan iklan lowongan kerja palsu sebagai sarana perekrutan, perdagangan orang telah berkembang menjadi salah satu bentuk kejahatan transnasional yang paling dinamis.

Banyak korban dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri atau pekerjaan digital, namun kemudian diperdagangkan ke pusat-pusat penipuan daring (online scam compounds) dan dipaksa melakukan berbagai bentuk kejahatan siber melalui ancaman, kekerasan, maupun intimidasi. Perkembangan modus operandi ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital, penguatan upaya pencegahan, penegakan hukum yang efektif, serta perlindungan yang berpusat pada korban.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memerangi perdagangan orang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Transformasi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan kita, mulai dari kemudahan berkomunikasi, mengakses informasi, hingga membuka peluang ekonomi. Namun, disaat yang sama, perkembangan teknologi juga membuka ruang baru bagi pelaku TPPO untuk mengeksploitasi masyarakat yang rentan. Karena itu, pencegahan TPPO tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pencegahan TPPO memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, keluarga, dunia pendidikan, perusahaan teknologi, dunia usaha, lembaga masyarakat, hingga generasi muda. Bersama-sama kita harus menciptakan ekosistem digital yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk TPPO.” Kata Veronica Tan.

Sementara itu, Erik van der Veen, Perwakilan dari UNODC Indonesia, menegaskan bahwa perdagangan orang yang berkaitan dengan operasi penipuan daring memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui penguatan pencegahan, perlindungan korban, dan penegakan hukum.

“Perdagangan orang yang terkait dengan operasi penipuan daring merupakan bentuk kejahatan terorganisir yang berkembang sangat cepat dengan memanfaatkan kerentanan manusia dan teknologi digital. Tidak ada satu institusi pun yang dapat mengatasi tantangan ini sendirian. Pemerintah, aparat penegak hukum, sektor swasta, organisasi internasional, dan masyarakat sipil harus bekerja sama untuk memutus jaringan kejahatan, melindungi korban, dan mencegah terjadinya eksploitasi sejak dini.” Ujar Erik.

Mewakili Kepala Misi IOM Indonesia, dr. Nedal Odeh, menyoroti pentingnya memastikan para penyintas memperoleh dukungan jangka panjang setelah proses penyelamatan.

“Sejak tahun 2022, IOM telah mendukung Pemerintah Indonesia dalam memberikan layanan perlindungan dan reintegrasi kepada lebih dari 660 korban perdagangan orang yang terkait dengan operasi penipuan daring. Reintegrasi yang berkelanjutan membantu melindungi para penyintas dari risiko diperdagangkan kembali, sekaligus memulihkan rasa percaya diri dan martabat mereka. Memperkuat sistem perlindungan dan mendukung para penyintas untuk membangun kembali kehidupan mereka merupakan bagian penting dari upaya bersama melawan perdagangan orang.” Kata Nedal.

Peringatan WDATIP 2026 merupakan puncak dari kampanye peningkatan kesadaran publik yang berlangsung sepanjang Juli 2026 dengan mengusung tema “Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Era Digital.” Kampanye ini melibatkan generasi muda dan masyarakat luas melalui edukasi di media sosial, penyebaran materi informasi, serta kompetisi video pendek yang mendorong partisipasi aktif dalam upaya pencegahan perdagangan orang.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan talkshow publik yang melibatkan KPPPA, UNODC, IOM, Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membahas tren perdagangan orang, modus perekrutan melalui platform digital, keamanan digital, serta peran pemerintah, perusahaan teknologi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat dalam mencegah perdagangan orang.

Selain itu, peserta dapat mengunjungi berbagai booth interaktif yang dikelola oleh kementerian/lembaga, organisasi internasional, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta, serta mengikuti kegiatan Stamp Hunting yang mengajak masyarakat belajar mengenali berbagai modus perdagangan orang melalui tantangan dan aktivitas edukatif.

Menghadapi perkembangan modus perdagangan orang di era digital, Pemerintah Indonesia, UNODC, dan IOM menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat upaya pencegahan, perlindungan korban, penegakan hukum, serta kemitraan lintas sektor dalam memerangi perdagangan orang. Bersama masyarakat sipil, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat, kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi juga diiringi dengan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat dari berbagai bentuk eksploitasi serta terwujudnya ruang digital yang aman bagi semua.

 

Pengawasan Publik bagian Penting perbaikan MBG, Kepala BGN Sudaryono Resmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center

Kepala BGN Sudaryono Resmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center, Jakarta (29/7/2026). (Foto : Dok. Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional).

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center Badan Gizi Nasional sebagai upaya memperkuat pelayanan publik, meningkatkan transparansi, serta membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menegaskan bahwa sebagai institusi yang memberikan layanan kepada masyarakat, BGN harus membangun budaya kerja yang terbuka, responsif, dan akuntabel. Menurutnya, kritik, saran, maupun pengawasan publik merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan berkelanjutan Program MBG.

“BGN memberikan layanan kepada masyarakat. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat, termasuk keterbukaan informasi dan tindak lanjut atas setiap masukan, harus terus kami perkuat agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,” ujar Mas Dar di Jakarta, Pada Rabu (29/7/2026).

Mas Dar menjelaskan bahwa peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center merupakan wujud komitmen BGN dalam menghadirkan tata kelola yang transparan. Seluruh masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, pengaduan, kritik, maupun saran melalui mekanisme resmi yang telah disediakan.

“Kami ingin semuanya terang benderang. Tidak ada yang sembunyi-sembunyi. Semua proses pelayanan harus dilakukan melalui jalur resmi dan terbuka sehingga akuntabilitas tetap terjaga,” kata Mas Dar.

Melalui Pusat Pelayanan Terpadu, setiap pengaduan akan tercatat dalam sistem, memperoleh nomor registrasi, dan dipantau proses penyelesaiannya hingga tuntas. BGN juga tengah menyempurnakan standar layanan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan tindak lanjut atas setiap laporan yang disampaikan.

“Kami membuka diri terhadap seluruh masukan. Pengawasan dari masyarakat justru menjadi bagian penting dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan semakin baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Mas Dar.

Mas Dar menambahkan bahwa BGN juga membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas dengan mengarahkan seluruh komunikasi yang berkaitan dengan pelayanan publik dilakukan melalui saluran resmi. Langkah tersebut diambil untuk menghindari konflik kepentingan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG.

Melalui Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center, BGN berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, media massa, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga setiap kritik, saran, dan masukan dapat menjadi bagian dari penyempurnaan kualitas layanan serta penguatan akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis.

Pertemuan ke 48 ACDM, jadikan desa ujung tombak hadapi bencana

Suasana forum diskusi “ASEAN Village to the World: Partnership for Sustainable Resilience through the Development of ASEAN Sustainable Resilience Strategies” dalam agenda ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke-48 di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026). (Foyo : Bidang Komunikasi Kebencanaan / Danung Arifin)

Bandung (The Indonesian News) – Guna membumikan konsep resiliensi berkelanjutan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri menggelar diskusi strategis di sela-sela Pertemuan ke-48 Komite Penanggulangan Bencana ASEAN (ACDM) menempatkan desa dan komunitas lokal sebagai garda terdepan dalam menghadapi ancaman bencana.

Pertemuan ke-48 Komite Penanggulangan Bencana ASEAN (ACDM) di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (30/7/2026) mengusung tema “ASEAN Village to the World: Partnership for Sustainable Resilience through the Development of ASEAN Sustainable Resilience Strategies”.

Forum ini menempatkan desa dan komunitas lokal sebagai garda terdepan menghadapi ancaman bencana dan perubahan iklim. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai ketua ACDM, tetapi juga selaras dengan visi Asta Cita pemerintah untuk membangun resiliensi masyarakat termasuk pangan dan energi yang dimulai dari tingkat desa.

Deputi Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati yang sekaligus chair Pertemuan ke-48 ACDM mengatakan, desa disorot sebagai penggerak aktif resiliensi berkelanjutan, yang menunjukkan kemandirian dalam pengurangan risiko bencana, ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan perlindungan sosial.

“Indonesia percaya bahwa masyarakat lokal yang resiliens merupakan fondasi dari kawasan ASEAN yang resiliens pula,” tegas Deputi Raditya Jati

Kekuatan semangat ASEAN Village atau ‘Desa ASEAN’ diharapkan  dapat memberikan dampak nyata di tingkat lokal. Deputi Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati yang sekaligus chair Pertemuan ke-48 ACDM mengatakan, desa disorot sebagai penggerak aktif resiliensi berkelanjutan, yang menunjukkan kemandirian dalam pengurangan risiko bencana, ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan perlindungan sosial.

Hal tersebut juga tidak terlepas dari upaya komunitas dalam mengatasi risiko sistemik dan dampak beruntun. ASEAN menghadapi tantangan yang kompleks dan tumpang tindih karena bencana dapat diperburuk oleh faktor perubahan iklim, darurat kesehatan, dan gangguan ekonomi. ASEAN tidak hanya harus merespons situasi tersebut tetapi berupaya mengantisipasi risiko dan mengurangi kerentanan.

Melalui pendekatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat atau whole-of-society, konsep resiliensi berkelanjutan ini didorong untuk masuk ke dalam seluruh sektor kerja sama di ASEAN.

Menurutnya, inisiatif ini adalah langkah konkret Indonesia dalam menerjemahkan Visi Komunitas ASEAN 2045 agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

Acara ini menjadi wadah bertemunya perwakilan negara-negara ASEAN, akademisi, hingga mitra pembangunan untuk menjembatani praktik baik di tingkat komunitas dengan kebijakan di tingkat regional. Keselamatan lingkungan, ketahanan sosial, hingga energi dibahas secara komprehensif lewat kolaborasi lintas sektor.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia mengajukan proposal percepatan implementasi Deklarasi Pemimpin ASEAN 2023 tentang resiliensi berkelanjutan melalui konsep ASEAN Sustainable Resilience Strategies. Diskusi ini melahirkan sejumlah rekomendasi kebijakan dan peta kemitraan yang akan menjadi modal kuat ASEAN dalam menghadapi tantangan global Pasca-2030.

Dalam sesi diskusi, Indonesia berkesempatan untuk berbagi pengalaman sukses dalam mengimplementasikan program Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini digerakkan dengan menitikberatkan pada upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.

Upaya tersebut sangat krusial mengingat kondisi geografis wilayah Indonesia yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana. Oleh karena itu, BNPB menjadikan Destana sebagai strategi prioritas. Komitmen ini diperkuat melalui kehadiran Peraturan BNPB Nomor 7 Tahun 2025 yang mengukuhkan posisi desa maupun kelurahan sebagai ujung tombak ketangguhan bencana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, menjelaskan bahwa program Destana bertujuan untuk membangun kapasitas mandiri tingkat desa agar mampu beradaptasi, menghadapi, dan pulih dengan cepat dari dampak bencana.

“Masyarakat dan pemerintah desa bertindak sebagai aktor utama, bukan sekadar penerima manfaat,” demikian Pangarso dalam forum diskusi tersebut.

Terima kasih Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang digelar secara _hybrid_ dan dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jawa Tengah (The Indonesian News) – Pelaksanaan akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026, menjadi momentum bagi ribuan masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki rumah maupun mengembangkan usaha. Di balik rangkaian kegiatan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto tersebut, tersimpan kisah para penerima manfaat yang merasakan kemudahan akses pembiayaan serta harapan baru bagi kehidupan mereka.

Salah satunya dirasakan Kudung Slamet, seorang asisten rumah tangga yang untuk pertama kalinya akan memiliki rumah sendiri. Sebelumnya, ia tinggal bersama keluarga besarnya. Kini, berkat program FLPP, ia segera menempati rumah yang telah lama diimpikan.

“Senang sekali. Prosesnya itu sangat mudah, enggak butuh lama, mudah sekali, cuma tiga mingguan langsung jadi,” tuturnya.

Baginya, rumah subsidi yang dipilih memiliki kualitas bangunan yang baik dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, serta fasilitas air dan listrik yang sudah tersedia. Lokasinya pun dinilai nyaman untuk ditempati. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas program yang memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian terjangkau.

“Terima kasih Pak Prabowo karena bantuannya saya bisa memiliki rumah. Terima kasih banyak. Semoga makin banyak rumah-rumah subsidi,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Nilam Cahya Ayu, operator produksi di Kawasan Industri Terpadu Batang. Di usia 20 tahun, ia memutuskan membeli rumah sebagai investasi jangka panjang sekaligus langkah awal membangun kehidupan yang lebih mandiri.

“Prosesnya mudah, cepat. Gampang sih persyaratannya cukup mudah. Mungkin SK kerja, terus KTP, KK,” kata Nilam.

Sebelumnya ia tinggal bersama orang tuanya. Kesempatan memiliki rumah di usia muda menjadi pencapaian yang menurutnya sulit terwujud tanpa adanya program pembiayaan yang terjangkau. “Terima kasih untuk Pak Presiden karena program FLPP saya jadi punya rumah,” ungkapnya.

Bagi Rahma Yuliani, seorang petugas keamanan perempuan, memiliki rumah sebelum menikah merupakan target pribadi yang akhirnya dapat diwujudkan melalui program FLPP. Rahma mengaku tertarik dengan desain rumah yang modern dan lingkungan perumahan yang tertata. Menurutnya, fasilitas seperti taman bermain, penerangan jalan, sistem keamanan, hingga rencana pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi nilai tambah bagi kawasan tersebut.

“Terima kasih juga untuk Pak Presiden Prabowo karena sudah memberikan program rumah subsidi bagi kita Gen Z – Gen Z atau mungkin yang dengan gaji UMR bisa rumah tersendiri itu adalah privilege,” katanya.

Sementara itu, Nur Suciana, seorang guru taman kanak-kanak, mengaku program FLPP membantunya mewujudkan keinginan untuk memiliki rumah sendiri setelah bertahun-tahun tinggal bersama mertua. Ia mengatakan cicilan rumah yang sekitar Rp1,2 juta per bulan masih sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarganya. Bersama suami, ia tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan kedua anaknya.

“Harapannya semoga ke depannya masih ada seperti ini lagi. Jadi kan membantu kita, bagi kita yang pengen memiliki rumah tapi tidak bisa membeli cash. Semoga Bapak Presiden sehat selalu karena dengan adanya Bapak Prabowo Subianto membantu kami rakyat kecil yang hanya kesehariannya seperti ini,” katanya.

Program pembiayaan pemerintah tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membeli rumah, tetapi juga oleh pelaku usaha di sektor perumahan. Muji Marjoko, kontraktor perumahan yang memperoleh pembiayaan melalui KUR Bank Rakyat Indonesia (BRI), mengatakan tambahan modal membuat kapasitas usahanya meningkat secara signifikan.

“Jadi kita dulunya waktu mbangun perumahan itu paling maksimal 4 sampai 5 rumah, sekarang ada kredit program perumahan ini kita bisa mbangun lebih dari 10 mungkin sampai 15 dalam satu waktu. Selain itu juga bermanfaat untuk pekerjaan bongkaran perumahan, yang pasti kita sudah ditambah modal untuk kontraktor kita itu sudah sangat amat membantu,” ujarnya.

Muji menjelaskan proses pengajuan KUR berlangsung cepat, hanya sekitar dua hingga tiga hari sejak pengajuan hingga pencairan dana. Menurutnya, tambahan modal tersebut sangat membantu memperluas kapasitas usaha sekaligus mendukung pembangunan lebih banyak rumah bagi masyarakat.

“Kita berterima kasih sekali yang pasti pertama kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang kedua kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui programnya sehingga kita dipermudah,” imbuh Muji.

Berbagai kisah tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan perumahan tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. Bagi para pekerja, keluarga muda, maupun pelaku usaha, rumah menjadi awal dari berbagai rencana yang ingin diwujudkan, sementara dukungan pembiayaan memberi ruang bagi mereka untuk melangkah lebih percaya diri.

Menko Yusril: Pemberantasan TPPO Harus fokus pada Perlindungan Korban dan Kerja Sama Internasional

Menko Yusril saat memberikan keynote speech bertajuk Membangun Sistem Hukum yang Memutus Rantai Perdagangan Orang diselenggarakan Fakultas Hukum Unissula, Semarang, Kamis (30/7/2026). (Foto ; Kemenko Kuham Imipas).

Semarang (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) harus berfokus pada perlindungan korban, pemutusan jaringan kejahatan, serta penguatan kerja sama internasional sebagai respons terhadap semakin kompleksnya kejahatan perdagangan orang lintas negara.

Penegasan tersebut disampaikan Menko saat memberikan keynote speech bertajuk “Melampaui Ancaman Pidana: Membangun Sistem Hukum yang Memutus Rantai Perdagangan Orang” pada The 9th Legal International Conference & Studies (LICS) and Call for Papers yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Kamis (30/7).

Konferensi internasional tersebut dihadiri jajaran pimpinan Unissula, akademisi, praktisi, serta mahasiswa program doktor dari berbagai negara. Forum ini juga menghadirkan pembicara dan peserta dari sedikitnya 18 negara, di antaranya Spanyol, Yordania, Turki, Jepang, Jerman, Australia, Italia, Mesir, Maroko, dan Maladewa, sebagai wadah pertukaran gagasan dalam memperkuat sistem hukum dan kerja sama internasional untuk pemberantasan perdagangan orang.

Dalam forum tersebut, Menko memaparkan tantangan penanganan TPPO yang terus berkembang seiring meningkatnya modus eksploitasi, mulai dari perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang menyesatkan, penyalahgunaan media sosial, hingga keterlibatan korban dalam berbagai bentuk kejahatan siber lintas negara. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penguatan koordinasi nasional dan kerja sama internasional agar penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif.

“Seorang manusia tidak kehilangan martabatnya akibat kemiskinan, tidak memiliki dokumen, bekerja di luar negeri, ataupun pernah melakukan pelanggaran administratif. Justru ketika seseorang berada dalam kondisi rentan, tanggung jawab negara untuk melindungi dan menegakkan hukum menjadi semakin besar,” tegas Menko.

Lebih lanjut, Menko menjelaskan bahwa penanganan TPPO harus dilakukan berdasarkan unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Protokol Palermo sehingga penegakan hukum dapat dilakukan secara tepat sekaligus memberikan perlindungan kepada korban. Ia menegaskan bahwa perdagangan orang tidak selalu melibatkan perpindahan lintas negara dan tidak setiap pelanggaran administratif dapat dikategorikan sebagai TPPO.

Selain perempuan dan anak, pekerja migran serta kelompok rentan lainnya juga berpotensi menjadi korban kerja paksa maupun berbagai bentuk eksploitasi.

Menurut Menko, Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang komprehensif melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang diperkuat dengan berbagai instrumen internasional, termasuk Protokol Palermo. Seiring pembaruan sistem hukum pidana nasional, harmonisasi kebijakan perlu terus dilakukan untuk memperkuat perlindungan korban, pemberian restitusi, penelusuran aset hasil kejahatan, serta kerja sama antarlembaga dan antarnegara.

“Keberhasilan pemberantasan TPPO tidak diukur dari banyaknya kegiatan ataupun peraturan yang dibuat, tetapi dari kemampuan negara memastikan hak-hak korban terpenuhi, memutus jaringan kejahatan, dan memberikan perlindungan yang nyata bagi para korban,” ujar Menko.

Menko menambahkan bahwa tantangan pemberantasan TPPO tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembentukan regulasi baru. Upaya tersebut juga memerlukan kesadaran bersama, penguatan moral masyarakat, edukasi kepada kelompok rentan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik perekrutan yang berujung pada eksploitasi.

Menko mengajak kalangan akademisi untuk terus menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mampu memperkuat kebijakan nasional dalam pemberantasan perdagangan orang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan mitra internasional menjadi kunci dalam membangun sistem hukum yang adaptif terhadap perkembangan kejahatan transnasional.

“Perdagangan orang mengubah manusia menjadi komoditas. Karena itu, negara harus mengembalikan manusia sebagai subjek hukum yang memiliki martabat, hak, dan masa depan. Di situlah kepastian hukum bertemu dengan keadilan yang sesungguhnya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini dapat menjadi bahan diskusi, bahan perenungan, sekaligus mendorong langkah nyata, baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang,” pungkas Menko.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts