Beranda blog Halaman 45

Bea Cukai dan BNN Ungkap Sabu Cair Senilai Rp8,5 Triliun di Kepri 

Konferensi pers pengungkapan 2,6 ton sabu narkotika cair di Batam, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Biro Humas dan Protokol BNN RI

Batam (The Indonesian News) – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Ditjen Bea dan Cukai serta Polda Kepulauan Riau berhasil mengamankan 2,6 ton narkotika golongan 1 jenis Metamfetamin Cair yang dibawa oleh kapal MV OCEAN PORTER berbendera Tanzania.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan, Pengungkapan di Perairan Karimun Kepulauan Riau pada Senin (17/8) dilakukan setelah tim memperoleh informasi pergerakan kapal yang mencurigakan dan diketahui beberapa kali berganti nama, yakni HONG RUN 2, RACE WIND, RAIN MAKER, dan MV OCEAN PORTER.

10 orang anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya merupakan warga negara Myanmar saat Konferensi pers pengungkapan 2,6 ton sabu narkotika cair di Batam, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Biro Humas dan Protokol BNN RI

“Tim Gabungan yang terdiri dari BNN RI, Ditjen Bea dan Cukai, Polda Kepri, Kanwil Bea dan Cukai Kepri, BNNP Kepri, serta PSO Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, pada sekitar pukul 18.30 wib berhasil melakukan intercept di Perairan Karimun Kepri terhadap Kapal MV OCEAN PORTER dan selanjutnya kapal tersebut dibawa ke Dermaga PSO Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan Back Scatter dan K9 serta pemeriksaan atas awak kapal dan penggeledahan beberapa kompartemen,” Kata Komjen Pol Suyudi Ario Seto dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Selanjutnya, Hasil penggeledahan terhadap 4 (empat) kontainer diketahui ada dua kontainer di antaranya kosong, satu kontainer sudah terbuka berisi barang-barang perkakas seperti tali, sparepart, plastic wrap, dan lain-lain, sementara satu kontainer yang masih tergembok dan baru dilas setelah dibongkar berisikan bungkusan-bungkusan rokok berlogo “GD” dengan gambar daun berbahasa China.

“Berdasarkan keterangan salah seorang awak kapal, pemeriksaan kemudian dikembangkan pada satu lokasi penyimpanan mencurigakan di atas kontainer. Dalam pemeriksaan tersebut tim gabungan menemukan 8 (delapan) drum berkapasitas masing-masing 200 liter dan satu Water Tank berkapasitas 1.000 liter berisi cairan yang setelah diperiksa menggunakan Narcotics Identification Kit ternyata positif mengandung Metamfetamin. Dengan demikian, total barang bukti yang diduga mengandung narkotika Metamfetamin tersebut mencapai Berat Brutto 2,6 Ton,” Ujarnya.

Selain barang bukti narkotika, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menambahkan, tim juga menyita sejumlah barang bukti non narkotika berupa 157 box rokok ilegal asal China merek GD, dengan total 1.570.000 batang, serta mengamankan 10 orang crew kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan asing berinisial AT, ST, YY, KZ, PP, TK, KM, HT, SM, dan TH.

Sebelumnya Kapal MV OCEAN PORTER, menurut pengakuan sang Kapten AT, tiba di Pelabuhan Rajang Sibu, Sarawak, Malaysia, pada 18 Mei 2026 untuk menjalani reparasi. Kapal kemudian berangkat dari Rajang Sibu pada 30 Juli 2026 dengan tujuan Chittagong, Bangladesh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Port Kaohsiung, Taiwan. Pada 14 Agustus 2026, kapal melakukan pengisian bahan bakar di perairan Langkawi dari kapal Jupmari (IMO 8626513) dengan jumlah sekitar 40 ton sebelum akhirnya diamankan tim gabungan.

“Melalui pengungkapan kasus besar ini, tim gabungan berhasil mencegah peredaran narkotika jenis metamfetamin cair yang memiliki valuasi ekonomi mencapai hampir Rp 8,5 Triliun. Selain itu, langkah tegas ini juga berhasil menyelamatkan 14,13 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” Tutup Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Operasi Udara dan Darat

Petugas gabungan berupaya memadamkan api di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi (20/8/2026) Foto: BPBD Kabupaten Batang Hari

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi udara dan darat di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Penanganan dilakukan secara terpadu melalui pengerahan satuan tugas darat dan udara di bawah pos komando (posko) dan penguatan kolaborasi para pemangku kepentingan lain. Operasi udara didukung dengan operasi modifikasi cuaca (OMC), pemadaman melalui water bombing, patroli. Dalam pengendalian karhutla,, BNPB menekankan langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Sebagai bagian dari operasi udara, BNPB menggelar satuan tugas udara di enam provinsi tersebut. Unsur yang dikerahkan meliputi helikopter patroli, pesawat untuk OMC, dan helikopter water bombing. Secara keseluruhan terdapat *39 unit unsur udara* yang tergelar untuk mendukung pemantauan dan penanganan karhutla.

“Di Riau, satgas udara terdiri atas satu unit helikopter patroli, satu unit armada untuk OMC, dan lima unit water bombing. Di Jambi, dikerahkan satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan dua unit water bombing. Sementara di Sumatera Selatan, BNPB mengerahkan satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan tujuh unit water bombing,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, dikerahkan satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan tiga unit water bombing. Di Kalimantan Tengah, terdapat satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan empat unit water bombing. Sedangkan di Kalimantan Barat, satgas udara diperkuat dengan dua unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan lima unit water bombing.

“Pengerahan tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan dari udara, mendukung deteksi titik api, membantu pemadaman, serta mendukung operasi penanganan karhutla di wilayah yang membutuhkan intervensi udara. Patroli udara dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi lapangan, sementara water bombing digunakan untuk membantu pemadaman pada lokasi yang sulit dijangkau atau membutuhkan dukungan dari udara. OMC dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan dan kebutuhan penanganan di wilayah prioritas,” Ujarnya.

Di Kalimantan Selatan, salah satu unsur yang digunakan untuk mendukung patroli udara adalah pesawat Cessna Caravan 208 dengan registrasi PK-SNK. Sementara itu, operasi water bombing didukung helikopter Sikorsky Black Hawk dengan registrasi N711BF.

Titik Panas Terpantau di Kalimantan

Seiring dengan penguatan operasi penanganan, pemantauan perkembangan titik panas terus dilakukan sebagai bagian dari sistem pemantauan karhutla. Berdasarkan data SiPongi, pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB mencatat 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence) dan 10 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Data titik panas menjadi salah satu rujukan dalam pemantauan perkembangan potensi karhutla dan menentukan kebutuhan penanganan di lapangan. SiPongi sendiri merupakan sistem yang menyajikan informasi hotspot terkini serta informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.

Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni 976 titik, terdiri atas 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Selanjutnya Kalimantan Barat dengan 489 titik, terdiri atas 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, Kalimantan Timur tercatat 237 titik panas, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik panas di tiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

Penguatan Operasi Darat

Penanganan dari udara berjalan beriringan dengan penguatan operasi darat. BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman karhutla di wilayah masing-masing.

Penguatan operasi darat dilakukan melalui pengaktifan posko dan satuan tugas penanganan karhutla. Posko menjadi pusat koordinasi dalam pemantauan perkembangan situasi, pengerahan personel, pengelolaan sumber daya, serta penentuan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

BNPB juga memberikan dukungan sumber daya dan peralatan kepada daerah sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemadaman, penanganan titik api, pemantauan wilayah rawan, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Operasi darat menjadi bagian penting dalam memastikan api benar-benar tertangani, terutama pada wilayah dengan karakteristik lahan yang membutuhkan penanganan berulang. Dukungan water bombing dari udara dilakukan untuk membantu proses pemadaman, kemudian penanganan di darat dilakukan untuk memastikan bara dan titik api dapat dikendalikan.

Selain pemadaman, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait memperkuat langkah pencegahan. Masyarakat didorong untuk terlibat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.

Salah satu langkah utama pencegahan adalah mendorong masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan agar potensi munculnya titik api dapat ditekan sejak awal.

BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dalam penanganan karhutla. Operasi udara dan darat dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan, pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas maupun pemerintah daerah. Respons cepat dari seluruh unsur menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Pascagempa NTT, TNI Kerahkan 5.254 Personel dan Salurkan 293 Ton Bantuan

Foto: The Indonesian News/HO-Puspen TNI

Jakarta (The Indonesian News) – Memasuki hari keenam pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI terus meningkatkan dukungan di wilayah terdampak. Dalam Siaran Pers Puspen TNI, Hingga Kamis (20/8/), sebanyak 5.254 personel telah dikerahkan untuk membantu proses penanganan dan pemulihan masyarakat.

Dalam mendukung penanganan bencana, TNI mengerahkan 27 unit alutsista, terdiri dari 21 pesawat, 5 KRI, dan 1 Kapal ADRI. Penggunaan alutsista tersebut mendukung mobilitas personel, pengiriman bantuan, serta pelaksanaan tugas penanganan bencana.

Foto: The Indonesian News/HO-Puspen TNI

Pada hari keenam, sebanyak 42,300 ton bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI mencapai 293,617 ton.

“TNI bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait terus melakukan koordinasi dalam penanganan bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan masyarakat serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak,” Demikian Puspen TNI.

Indonesia Perkuat Promosi Produk Perikanan di JISTE, Tokyo

The 28th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 di Tokyo Big Sight, Tokyo, pada 19-21 Agustus 2026. (Foto: Dok. Kemlu RI).

Tokyo (The Indonesian News) – Indonesia terus memperkuat promosi produk perikanan dan kelautan di pasar Jepang melalui partisipasi dalam The 28th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 di Tokyo Big Sight, Tokyo, pada 19-21 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Kemlu RI, Jumat (21/8), Paviliun Indonesia menghadirkan 14 pelaku usaha sektor perikanan nasional yang memamerkan produk unggulan seperti tuna fillet segar dan beku, tuna kaleng, udang, gurita, ikan layur, hingga kepiting. Keikutsertaan ini ditujukan untuk memperluas jejaring bisnis serta menangkap peluang kerja sama dengan para pembeli dan pelaku industri seafood di Jepang dan pasar internasional.

Langkah ini sejalan dengan posisi Jepang sebagai salah satu pasar utama produk perikanan nasional. Pada 2025, ekspor perikanan Indonesia ke Jepang mencapai USD 589,86 juta, naik 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada periode Januari-Juni 2026, nilai ekspor tercatat stabil sebesar 279 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa udang beku dan ikan beku.

Saat meresmikan Paviliun Indonesia, Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menegaskan bahwa keikutsertaan ini mencerminkan komitmen Indonesia sebagai pemasok produk laut dunia yang terpercaya.

“Indonesia sebagai negara maritim dengan sumber daya laut melimpah memandang produk perikanan sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan yang berpotensi besar di pasar Jepang,” ujar Dubes Kartini.

Lebih lanjut, Dubes Kartini menambahkan bahwa ajang ini menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Skema ini memberikan fasilitas tarif 0% untuk produk perikanan tertentu, sehingga daya saing produk Indonesia semakin meningkat menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2028.

Pelindo Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Sukapura

Foto: Dok. Pelindo

Jakarta (The Indonesian News) – Pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama bagi balita dan lanjut usia. Melalui Program Pelindo Sehat, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok bersama Indonesia Healthcare Corporation (IHC) memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 100 balita dan 100 lansia di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara, Jumat (21/8).

Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, kesehatan masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan merupakan bagian dari perhatian perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Menurut dia, pemeriksaan kesehatan tidak hanya penting untuk mengetahui kondisi kesehatan, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.

“Melalui Pelindo Sehat, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya balita dan lansia yang membutuhkan perhatian dalam menjaga kesehatan. Kami berharap pemeriksaan ini dapat membantu orang tua memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendorong para lansia untuk tetap sehat dan mandiri. Bagi kami, Pelindo tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas kepelabuhanan, tetapi juga dapat menjadi jembatan kepedulian bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Sebanyak 200 warga mengikuti pemeriksaan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB tersebut. Program ini menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, dengan perhatian khusus pada pemantauan tumbuh kembang balita serta pencegahan penyakit degeneratif pada lansia.

Pemeriksaan ditujukan untuk memantau tumbuh kembang sekaligus mendeteksi lebih dini kemungkinan adanya gangguan kesehatan. Sementara bagi lansia, pemeriksaan diharapkan membantu mencegah penyakit degeneratif dan menjaga kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kegiatan tersebut juga dilengkapi edukasi mengenai pola hidup sehat bagi masyarakat dan orang tua.

Pelindo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Sukapura. Pemeriksaan secara berkala diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, sehingga balita dapat tumbuh sehat dan optimal, sementara lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat dan produktif.

“Program Pelindo Sehat ini juga melibatkan Puskesmas Cilincing serta Rumah Sakit Pelabuhan dalam pelaksanaannya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo untuk memperluas manfaat program sosial perusahaan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di sekitar lingkungan kerja,” Tutup Yandri.

BNPB Strengthens Air Operations in Six Priority Forest and Land Fire Provinces

Credit: the Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Jakarta (The Indonesian News) – The National Disaster Management Agency (BNPB) said it is strengthening air operations to handle forest and land fires (karhutla) in six priority provinces.

These six provinces include Riau, Jambi, South Sumatra, South Kalimantan, Central Kalimantan, and West Kalimantan.

Acting Head of the BNPB Disaster Data, Information, and Communication Center, Berton SP Panjaitan, said that this effort is being carried out to accelerate handling while also supporting ground firefighting operations.

“In addition to strengthening ground task forces, BNPB is also strengthening karhutla handling through air task forces in six priority provinces,” Berton said in his official statement on Friday (August 21).

Furthermore, he detailed the air operations that BNPB has carried out in each of these provinces as of Friday.

In Riau, BNPB operates one patrol helicopter, one helicopter for weather modification operations (OMC), and five helicopters for aerial firefighting operations (water bombing). Meanwhile, in Jambi, BNPB operates one patrol helicopter, one helicopter for OMC, and two helicopters for water bombing.

“Furthermore, in South Sumatra, BNPB has deployed one helicopter for air patrol, one for weather modification operations (OMC), and seven helicopters for water bombing,” he explained.

He also detailed BNPB’s air operations in the other three provinces on the island of Kalimantan.

In South Kalimantan, BNPB operates one patrol helicopter, one for OMC, and three for water bombing. Meanwhile, in Central Kalimantan, BNPB operates one patrol helicopter, one for OMC, and four for water bombing.

In West Kalimantan, BNPB operates two patrol helicopters, one for OMC, and five for water bombing.

“The operation of these helicopters will continue to be adjusted to field needs. Meanwhile, for OMC, BNPB collaborates with BMKG to monitor the growth of potential rain clouds that can be utilized for OMC,” he added.

According to Berton, karhutla handling on the island of Kalimantan remains the government’s top priority as a number of new karhutla incidents continue to emerge, particularly in East Kalimantan.

For example, on Wednesday (August 19), BNPB recorded new karhutla points in Paser Regency, specifically in Tanah Grogot District, Batu Sopang District, and Batu Engau District. The fires affected conservation areas covering approximately 25.29 hectares.

BPBD Paser Regency then moved quickly to the location to carry out ground firefighting and post-fire monitoring. The fire was successfully extinguished the following day.

In addition to Paser Regency, BNPB also recorded a number of new, relatively massive karhutla points in Kutai Kartanegara Regency, with a total area reaching 49.55 hectares.

To handle these incidents, Berton said that the BPBD Quick Response Team of Kutai Kartanegara Regency, together with volunteers and firefighters, immediately dispersed to various accessible points to carry out ground firefighting.

“Karhutla handling on the island of Kalimantan remains the government’s top priority at this time,” he explained.

Berton added that BNPB urges regional governments to continue strengthening preparedness, monitoring, and early detection of potential karhutla, and to ensure the availability of firefighting facilities and infrastructure.

In addition, the public is also urged to increase vigilance against potential hydrometeorological disasters during the dry season, especially karhutla.

“The public is also urged not to carry out burning activities in fire-prone areas. If residents know of or see a fire incident, they should immediately report it to local authorities so that handling can be carried out quickly and effectively,” he said.

Source: Press Release of the Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Lima Pesawat OMC TNI AU Perkuat penanganan Karhutla di Kalbar dan Kaltim

Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan, Jumat (21/8/2026). (Foto: BPMI Setpres/Unggahan Akun Media Sosial @sekretariat.kabinet).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah terus memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan potensi kebakaran tinggi. Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pada Jumat siang, lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” demikian tulis Seskab Teddy.

Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan situasi di lapangan.

Berdasarkan laporan Kepala BNPB, Suharyanto, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” lanjut Seskab.

Armada yang ditempatkan di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter yang mendukung kegiatan patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman kebakaran dari udara melalui water bombing.

Operasi udara tersebut telah berlangsung secara intensif. Pada Kamis dan Jumat, 20–21 Agustus 2026, armada BNPB bersama TNI melakukan operasi water bombing untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla dari udara di wilayah terdampak.

Penambahan armada udara tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus meningkatkan kecepatan respons terhadap titik-titik kebakaran yang berpotensi meluas.

Pemerintah juga terus berupaya menekan dampak kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak.

Simak Pesan Wamenhan saat Penutupan Tahap 1 Character Building dan Penetapan Komcad P3MD Batch 1 Tahun 2026

Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto (Kedua Kiri) memimpin Upacara Penutupan Tahap 1 Character Building dan Penetapan Komcad bagi Peserta Didik Program P3MD Batch 1 Tahun 2026 di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan

Banten (The Indonesian News) – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto mewakili Menteri Pertahanan RI memimpin Upacara Penutupan Tahap 1 Character Building dan Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Peserta Didik Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) Batch 1 Tahun 2026 di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026).

Wamenhan menyampaikan agar nilai Tanggon, Tanggap, dan Trengginas yang dibentuk selama pendidikan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas. Nilai tersebut mencakup keteguhan dalam memegang prinsip, disiplin dan tanggung jawab; kemampuan memahami keadaan dan mengambil keputusan secara tepat; serta sikap sigap, terampil, sehat, dan penuh semangat dalam menghadapi tantangan.

Penutupan Tahap 1 Character Building dan Penetapan Komcad bagi Peserta Didik Program P3MD Batch 1 Tahun 2026 di Kodiklat TNI, Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan

“Saya percaya, setelah mengikuti pendidikan P3MD Tahap 1 Character Building, para Peserta Didik P3MD Batch 1 Angkatan ‘Soedirman’ akan menjadi generasi penerus BUMN yang profesional dalam bekerja, kuat dalam karakter, dan mampu memberikan manfaat nyata. Teruslah belajar, beradaptasi, dan berikan peran yang terbaik untuk kemajuan BUMN, pembangunan nasional, serta penguatan pertahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Wamenhan dalam keterangan tertulis melalui Biro Infohan Setjen Kemhan, Jumat, 21 Agustus 2026.

Wamenhan juga menyampaikan apresiasi kepada lebih dari tiga ratus peserta didik atas semangat, disiplin, dedikasi, dan kesungguhan peserta selama mengikuti rangkaian P3MD Batch 1 Tahun 2026.

“Penetapan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab sebagai warga negara untuk mendukung pertahanan negara sesuai ketentuan yang berlaku. Selain menjalankan tugas di lingkungan BUMN, P3MD diharapkan siap memberikan peran ketika negara membutuhkan,” Demikian Biro Infohan Setjen Kemhan.

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal dari MV Ocean Porter di Kepri

Barang Bukti 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal dari MV Ocean Porter diperlihatkan saat konferensi pers di Kepri, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Ditjen Bea cukai

Batam (The Indonesian News) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika jenis methamphetamine (sabu) cair seberat sekitar 2,6 ton serta mengamankan 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai dari kapal MV Ocean Porter. Penindakan dilakukan di wilayah perairan Kepulauan Riau pada 17-18 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi salah satu hasil utama operasi. Jumlah narkotika yang sangat besar menunjukkan adanya upaya serius untuk memasukkan narkotika ke wilayah Indonesia melalui jalur laut.

konferensi pers Pengagalan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal dari MV Ocean Porter di Kepri, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Ditjen Bea cukai

“Pengungkapan ini sekaligus menjadi bukti pentingnya pengawasan berbasis intelijen terhadap pergerakan kapal yang memiliki indikasi terkait jaringan perdagangan narkotika lintas negara,” tegas Djaka dalam konferensi pers pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Tidak berhenti pada temuan narkotika, Djaka menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan terhadap MV Ocean Porter petugas juga menemukan rokok polos atau barang kena cukai hasil tembakau (BKC HT) tanpa dilekati pita cukai merek GD yang diduga berasal dari Tiongkok. Barang tersebut ditemukan dalam kontainer bernomor DRYU9201919.

“Jadi selain sabu cair, kami juga menemukan 157 boks rokok polos atau tanpa pita cukai merek GD dalam kontainer yang diangkut MV Ocean Porter. Setiap boks berisi 50 slop, dengan masing-masing slop terdiri atas 10 bungkus dan setiap bungkus berisi 20 batang. Dengan demikian, total barang bukti mencapai 1.570.000 batang rokok. “Untuk nilai barang dari 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai diperkirakan mencapai Rp3.917.150.000, sementara potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp4.463.478.600,” sambungnya.”

konferensi pers Pengagalan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal dari MV Ocean Porter di Kepri, Jumat (21/8/2026). The Indonesian News/HO-Ditjen Bea cukai

Pengungkapan ini bermula dari hasil analisis intelijen gabungan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Bea Cukai Batam, dan Direktorat Intelijen BNN RI pada awal Agustus 2026. Tim menemukan anomali pada pergerakan kapal berbendera Tanzania, MV Ocean Porter, yang terindikasi mengangkut narkotika.

Berdasarkan hasil profiling, kapal tersebut diduga melakukan aktivitas ship-to-ship narkotika di wilayah perairan Andaman-Selat Malaka sebelum bergerak menuju Selat Singapura. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Bea Cukai dengan meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan kapal hingga memasuki wilayah perairan Indonesia.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2026, tim gabungan Bea Cukai dan BNN melakukan operasi pengejaran terhadap MV Ocean Porter. Operasi melibatkan Satgas Patroli Laut Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau dan PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, didukung sejumlah kapal patroli Bea Cukai serta Tim Onboard BNN RI.

Pada malam hari, tim yang berada di kapal patroli Bea Cukai BC20011, BC 30005, BC1410 dan BC 1305 berhasil mengamankan MV Ocean Porter di perairan utara Tanjung Parit. Kapal selanjutnya ditarik menuju Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan mendalam dilakukan pada 18 Agustus 2026 dengan melibatkan unsur Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Bea Cukai Batam, PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Satgas Patroli Laut Bea Cukai, BNN RI dan Polda Kepulauan Riau.

Petugas juga mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) Bea Cukai Batam serta sejumlah peralatan deteksi dan identifikasi narkotika, antara lain backscatter x-ray, rigaku, NIK (narcotics identification kit), dan defender omega milik BNN.

Hasil pemeriksaan menemukan 8 drum dan 1 tangki berisi cairan dengan aroma menyengat yang disembunyikan di dalam palka kapal. Pengujian awal menggunakan defender omega, rigaku, dan NIK menunjukkan cairan tersebut positif mengandung narkotika jenis methamphetamine (sabu) dengan perkiraan berat bruto mencapai sekitar 2,6 ton. Penindakan tersebut diperkirakan menyelamatkan sekitar 14,15 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

Dalam penindakan ini petugas telah mengamankan 10 orang anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya merupakan warga negara Myanmar. Para ABK tersebut dibawa ke Dermaga PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Sementara itu, terhadap 1.570.000 batang rokok tanpa pita cukai, petugas akan melakukan proses penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

“Pengungkapan NPP dan rokok tanpa pita cukai di MV Ocean Porter menjadi bukti bahwa sinergi antara Bea Cukai, BNN dan Polri mampu menggagalkan upaya peredaran barang ilegal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat kerja sama dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika dan peredaran barang ilegal, sekaligus menjaga wilayah Indonesia dari aktivitas penyelundupan lintas negara,” pungkas Djaka.

Pelindo, KSOP dan Pelni Siapkan Posko Bersama Bantuan Kemanusian di Pelabuhan Tanjung Priok

Posko Bersama Bantuan Kemanusian di Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Perhubungan RI,  PELNI dan Pelindo membuka Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pelabuhan Tanjung Priok. Posko tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk memudahkan instansi dan lembaga dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui kapal PELNI menuju NTT.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas Utama Tanjung Priok Kurniawan mengatakan bahwa Pemerintah Pusat bersama PELNI dan Pelindo siap memastikan pelaksanaan pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT berjalan lancar.

“Pemerintah memberikan dukungan penuh agar program bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di NTT dapat berjalan dengan baik. Pemberian potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang PELNI merupakan bentuk dukungan dalam situasi khusus seperti bencana,” ujar Kurniawan dalam keterangannya, Jumat, 21 agustus 2026.

Terpisah, Excecutive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, Posko Bersama dibentuk agar berbagai pihak yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan melalui jalur yang terkoordinasi.

“Pelindo bersama KSOP dan PELNI menyiapkan Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bentuk kolaborasi untuk mendukung percepatan penanganan bencana di NTT. Kami mengajak instansi, lembaga, maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan untuk memanfaatkan posko ini. Pelindo akan mendukung kelancaran proses penerimaan hingga pengiriman bantuan melalui fasilitas dan layanan kepelabuhanan, sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Yandri.

Bagi Pelindo, keberadaan posko tersebut juga memperkuat fungsi pelabuhan sebagai simpul pergerakan logistik, termasuk ketika dibutuhkan untuk mendukung penanganan bencana. Pelindo mendukung proses penerimaan dan pergerakan bantuan di kawasan pelabuhan melalui fasilitas dan layanan kepelabuhanan yang tersedia untuk diangkut dengan menggunakan kapal penumpang PELNI mendapatkan potongan harga 100 persen untuk tarif muatan.

Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, atas dukungan terhadap program pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan Kementerian Perhubungan RI yang telah memberikan penugasan melalui pembebasan tarif muatan barang ini untuk meringankan penderitan para korban bencana di NTT. Kami juga mengapresiasi instansi dan lembaga yang telah mempercayakan pengiriman bantuannya melalui kapal PELNI,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah mengajak instansi dan lembaga lainnya yang ingin memanfaatkan fasilitas pengiriman bantuan gratis untuk dapat menyalurkan barang bantuannya melalui Posko Bersama yang bisa ditemukan di Terminal Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Adapun kapal berikutnya yang menuju Maumere dari Pelabuhan Tanjung Priok adalah KM Tidar pada 29 Agustus 2026, dengan perkiraan tiba di Maumere pada 2 September 2026. Instansi dan lembaga yang ingin mengirimkan bantuan dapat menyerahkan barang bantuan ke pelabuhan sesuai dengan jadwal tersebut.

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Perhubungan, KSOP, Pelindo, serta berbagai instansi dan lembaga, PELNI berkomitmen mendukung kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT melalui konektivitas laut yang dimiliki PELNI.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts