Beranda blog Halaman 46

Perkuat Sinergi, Kemenhub, PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT

Foto: Dok. Pelindo

Jakarta (The Indonesian News) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terus memperkuat dukungannya terhadap penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok, PELNI mengajak seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok untuk bergotong royong mengumpulkan bantuan, Jumat (21/08).

Ajakan tersebut ditujukan kepada perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat (PBM), perusahaan logistik, perusahaan keagenan, operator terminal, hingga pelaku usaha lainnya di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Bantuan yang dihimpun dapat berupa sembako dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Seluruh bantuan yang terkumpul akan diangkut menggunakan kapal PELNI menuju NTT pada Sabtu, 29 Agustus 2026, tanpa dikenakan biaya pengiriman.

Kepala Cabang PELNI Tanjung Priok, Ardiansyah, mengatakan bantuan yang telah terkumpul di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai sekitar 3 hingga 5 ton. Jumlah tersebut masih ditargetkan meningkat hingga mencapai 10 ton.

“Saat ini sudah terkumpul sekitar 3 sampai 5 ton. Targetnya bisa mencapai 10 ton. Nanti pengirimannya tanggal 29 Agustus dengan kapal PELNI tanpa ada biaya,” ujar Ardiansyah.

Untuk memudahkan proses pengumpulan bantuan, PELNI bersama KSOP dan Pelindo telah menyiapkan Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

General Manager Pelindo Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, mengimbau seluruh stakeholder pelabuhan untuk ikut berpartisipasi membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

“Kami mengimbau kepada para stakeholder di sini untuk bisa membantu para korban gempa NTT. Sumbangannya bisa melalui posko yang sudah kami siapkan di Pelabuhan Priok,” kata Yandri.

Kabid P2 KSOP Tanjung Priok, Kurniawan, memastikan bantuan yang terkumpul di Jakarta selanjutnya akan dikirimkan ke wilayah terdampak di NTT menggunakan kapal PELNI.

“Nanti setelah terkumpul barangnya, akan kami kirimkan ke NTT menggunakan kapal PELNI,” ujarnya.

PELNI Angkut 481 Koli Bantuan dengan KM Tidar

Dukungan PELNI terhadap penanganan dampak gempa NTT sebelumnya telah diwujudkan melalui pengangkutan bantuan menggunakan KM Tidar.

Kapal tersebut telah menurunkan sebanyak 481 koli bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, pada Kamis (20/8/2026) dini hari.

Bantuan tersebut diangkut secara gratis setelah PELNI memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan berupa pembebasan tarif muatan barang hingga 100 persen untuk kapal penumpang.

PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT

Foto: Dok. PELNI

Jakarta (The Indonesian News) – Kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi terus digerakkan oleh berbagai pihak. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok mengajak seluruh stakeholder pelabuhan bergotong royong mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.(21/08/2026)

General Manager Pelindo Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, gerakan pengumpulan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari insan pelabuhan terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak gempa bumi.

Menurut Yandri, seluruh stakeholder di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok dapat berpartisipasi dengan memberikan bantuan berupa sembako maupun kebutuhan pokok lainnya.

“Kami mengimbau kepada para stakeholder di sini untuk bisa membantu para korban gempa NTT. Sumbangannya bisa melalui posko yang sudah kami siapkan di Pelabuhan Priok,” ujar Yandri, Jumat (21/8).

Ajakan tersebut ditujukan kepada berbagai pihak di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, mulai dari perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat (PBM), perusahaan logistik, perusahaan keagenan, operator terminal, hingga pelaku usaha lainnya.

Untuk memudahkan masyarakat dan stakeholder menyalurkan bantuan, PELNI bersama KSOP dan Pelindo telah menyiapkan Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Yandri menegaskan, bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke NTT melalui kapal PELNI tanpa dikenakan biaya pengiriman.

“Ini menjadi bentuk kepedulian kita bersama. Kami berharap seluruh stakeholder dapat berpartisipasi sehingga bantuan yang terkumpul semakin banyak dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTT,” kata Yandri.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Tanjung Priok, Ardiansyah, mengatakan bantuan yang telah terkumpul saat ini diperkirakan mencapai 3 hingga 5 ton. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring proses pengumpulan bantuan yang dilakukan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Targetnya bisa mencapai 10 ton. Nanti pengirimannya tanggal 29 Agustus dengan kapal PELNI tanpa ada biaya,” ujar Ardiansyah.

Bantuan dari Jakarta dijadwalkan diberangkatkan menuju NTT pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pengiriman secara gratis tersebut merupakan bagian dari dukungan PELNI dalam membantu percepatan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kabid P2 KSOP Tanjung Priok, Kurniawan, memastikan seluruh bantuan yang telah terkumpul akan dikirimkan ke wilayah terdampak di NTT menggunakan kapal PELNI.

“Nanti setelah terkumpul barangnya, akan kami kirimkan ke NTT menggunakan kapal PELNI,” ujar Kurniawan.

PELNI Sebelumnya Angkut 481 Koli Bantuan

Dukungan PELNI terhadap masyarakat terdampak gempa NTT sebelumnya juga telah dilakukan melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan menggunakan KM Tidar.

Kapal tersebut telah menurunkan sebanyak 481 koli bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, pada Kamis (20/8/2026) dini hari.

Pengangkutan bantuan dilakukan tanpa biaya setelah PELNI memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan berupa pembebasan tarif muatan barang hingga 100 persen untuk kapal penumpang.

Yandri berharap kolaborasi antara Pelindo, PELNI, KSOP, dan seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak bantuan yang dapat dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat NTT.

“Semoga kepedulian dan gotong royong seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang terdampak gempa,” tutur Yandri.

Dengan target mencapai 10 ton, pengumpulan bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat pelabuhan sekaligus mempercepat penyaluran kebutuhan pokok bagi warga NTT yang membutuhkan.

Kejaksaan Tinggi Aceh Peroleh Tiga Penghargaan Nasional

Penyerahan Penghargaan pada Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I, Jakarta, Kamis (20/8/2026). The Indonesian News/HO- Humas Kejati Aceh

Jakarta (The Indonesian News) – Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati Aceh) mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dengan Peroleh tiga penghargaan sekaligus pada Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026 berlangsung di Jakarta, Pada Kamis (20/8).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Teuku Rahmatsyah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas kerja keras, soliditas, dan disiplin dalam menjalankan tugas hingga membuahkan capaian beruntun tersebut.

“Capaian ini patut kita syukuri bersama. Tiga penghargaan nasional ini membuktikan bahwa kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh jajaran telah memberikan hasil yang nyata dan terukur. Namun, ini bukan akhir dari tujuan, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat akuntabilitas,” tegas Teuku Rahmatsyah dalam keterangan tertulis melalui Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menekankan bahwa optimalisasi penyerapan anggaran serta penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang terintegrasi merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh program Kejati Aceh berjalan efektif dan berorientasi pada hasil.

“Ke depan, kita tidak hanya ingin mempertahankan capaian ini, tetapi juga meningkatkannya pada Semester II Tahun 2026. Penghargaan ini menjadi pemacu untuk terus berbenah demi memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa,
dan negara,” pungkasnya.

Capaian di Bidang Intelijen, Kejati Aceh sukses menyabet Peringkat I Penyerapan Anggaran Terbaik Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Seluruh Indonesia Tahun 2026. Sertifikat penghargaan itu diserahkan langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel), Prof. Dr. Reda Manthovani kepada Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Aceh, Satria Irawan.

Selain itu, Kejati Aceh juga menyabet dua penghargaan nasional lainnya dari Jaksa Agung Muda Pembinaan (JAM-Bin). Pertama, Peringkat III Wilayah dengan Kualitas Implementasi SAKIP dan Kinerja Anggaran Terbaik Tahun 2026. Pada kategori ini, Peringkat I diraih Kejati Kalimantan Tengah dan Peringkat II oleh Kejati Kalimantan Selatan. Penghargaan diserahkan oleh JAM-Bin Dr. Hendro Dewanto kepada Asisten Pembinaan Kejati Aceh Heru Anggoro.

Penghargaan ketiga adalah Peringkat V Kategori Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Realisasi Anggaran. Pada kategori ini, Kejati Aceh mencatatkan PNBP sebesar Rp16.822.420.145 dengan tingkat penyelesaian mencapai 90,14 persen, serta realisasi anggaran sebesar 76,12 persen. Penghargaan tersebut diterima oleh Asisten Pemulihan Aset Kejati Aceh, Nul Albar.

“Melalui torehan prestasi ini, Kejati Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan dan akuntabel guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan,” Tutup Teuku Rahmatsyah.

IPC TPK Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Gerakan “The North Green Movement”

Foto: Dok. IPC TPK

Jakarta (The Indonesian News) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam gerakan “The North Green Movement” yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Utara, Kamis (20/8).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove yang berlangsung di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pihak dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Mengusung tema “Bersama Menjaga Pesisir Jakarta, Mewariskan Masa Depan”, gerakan “The North Green Movement” berhasil menghimpun sebanyak 3.000 bibit mangrove melalui dukungan HIPMI, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, S.IP., M.A., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir Jakarta.

Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto, mengatakan bahwa gerakan “The North Green Movement” tidak sekadar menjadi kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga merupakan upaya membangun kesadaran serta tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan kawasan pesisir.

“Menjaga pesisir bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan kota, aktivitas ekonomi, serta masa depan generasi mendatang. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga pesisir Jakarta secara berkelanjutan,” ujar Victor dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Bagi IPC TPK, keterlibatan dalam gerakan tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi positif yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari ekosistem logistik dan kepelabuhanan nasional, IPC TPK memandang keberlanjutan kawasan pesisir memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Karena itu, pelestarian lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam implementasi program TJSL perusahaan.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi IPC TPK, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga kelangsungan bisnis, tetapi juga tentang memastikan lingkungan dan masyarakat dapat tumbuh bersama. Melalui kolaborasi TJSL dalam The North Green Movement, kami ingin mengambil bagian dalam upaya menjaga ekosistem mangrove sebagai salah satu benteng alami kawasan pesisir sekaligus investasi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Daniel.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat bagi berbagai jenis biota, kawasan mangrove juga berfungsi dalam menyerap dan menyimpan karbon serta menjadi pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi dan berbagai dampak perubahan iklim.

Oleh karena itu, rehabilitasi mangrove tidak hanya dipandang sebagai upaya konservasi lingkungan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Melalui partisipasinya dalam “The North Green Movement”, IPC TPK berharap semangat menjaga lingkungan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen TJSL IPC TPK untuk membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan nilai bersama bagi lingkungan dan masyarakat.

Menjaga pesisir hari ini bukan sekadar menanam mangrove, tetapi merupakan langkah nyata untuk menjaga kehidupan dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi Indonesia di masa depan.

Pascagempa NTT, Kemenhub Kerahkan Transportasi Laut Percepat Distribusi Bantuan ke Flores

Foto: Dok. Kemenhub

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mengoptimalkan transportasi laut untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8).

Transportasi laut diprioritaskan untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan, mobilisasi personel, serta memastikan konektivitas menuju sejumlah wilayah terdampak tetap berjalan aman dan lancar.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa transportasi laut memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan penanganan bencana, terutama untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dan menyalurkan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Prioritas kami adalah memastikan transportasi laut dapat mendukung penanganan bencana, baik untuk distribusi bantuan kemanusiaan maupun mobilisasi personel. Di saat yang sama, keselamatan tetap menjadi perhatian utama sehingga kondisi fasilitas pelabuhan terus kami pantau dan periksa,” ujar Masyhud.

Dukungan transportasi laut tersebut mencakup pengangkutan logistik kebutuhan dasar, peralatan penanganan bencana, tenaga medis, relawan, hingga personel yang terlibat dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan.

Kemenhub juga membuka kemungkinan melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis apabila diperlukan untuk mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.

“Transportasi laut siap mendukung upaya penanganan bencana. Apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, kami dapat melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dengan lebih cepat dan efektif,” jelas Masyhud.

Gratis Pengiriman Bantuan dengan Kapal PELNI

Sebagai bagian dari dukungan penanganan bencana, Kemenhub memberikan pembebasan tarif 100 persen untuk pengiriman bantuan logistik kemanusiaan menggunakan kapal Public Service Obligation (PSO) PT PELNI.

Pembebasan tarif juga berlaku bagi personel yang bertugas dalam penanggulangan bencana, di antaranya TNI, Polri, tenaga medis, dan relawan resmi.

Sementara itu, biaya asuransi untuk muatan bantuan kemanusiaan akan difasilitasi melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PELNI.

Pengiriman bantuan telah dilakukan menggunakan KM Tidar milik PT PELNI yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju wilayah terdampak gempa. Kapal tersebut membawa bantuan logistik yang dihimpun dari KSOP Tanjung Perak, PT Pelindo, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), berbagai pemangku kepentingan, serta masyarakat.

Bantuan yang dibawa meliputi kebutuhan pokok, susu dan makanan bayi, serta berbagai kebutuhan lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Selain itu, bantuan dari kantor pusat Kemenhub juga akan disalurkan melalui jalur laut menggunakan KM Tidar. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026 dengan tujuan Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang.

KN NIPA Bawa Bantuan ke Sejumlah Wilayah Flores

Dukungan penanganan bencana juga dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kapal Negara (KN) NIPA milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Kupang.

KN NIPA membawa berbagai bantuan berupa sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kupang pada Selasa (18/8) untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Flores.

KN NIPA bertolak dari Pelabuhan Kupang pada Selasa (18/8) pukul 00.31 WITA dan tiba pada Kamis (20/8). Pembongkaran bantuan dipusatkan di Pelabuhan Reo dan Maropokot, yang termasuk wilayah terdampak cukup parah akibat gempa.

Tidak hanya mengangkut bantuan, KN NIPA juga melakukan pemantauan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) di perairan Flores.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung kelancaran pergerakan kapal di wilayah NTT setelah bencana.

Kemenhub Segera Asesmen Kerusakan Pelabuhan

Selain memastikan distribusi bantuan berjalan, Kemenhub juga mempercepat upaya pemulihan fasilitas transportasi laut yang terdampak gempa.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan segera melakukan kajian teknis untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta langkah pemulihan sarana dan prasarana pelabuhan di wilayah terdampak.

Masyhud mengatakan hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan sekaligus kebutuhan pendanaan.

“Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penetapan langkah perbaikan serta kebutuhan pendanaan yang akan dialokasikan melalui APBN Kementerian Perhubungan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Masyhud.

Kemenhub juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan optimal, pelayanan transportasi laut tetap aman, serta pemulihan fasilitas pelabuhan dapat dilakukan secara bertahap.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan bantuan kemanusiaan dapat didistribusikan dengan baik melalui dukungan transportasi laut, sekaligus memastikan fasilitas pelabuhan yang terdampak dapat segera ditangani. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga konektivitas masyarakat,” tutup Masyhud.

Polri Evakuasi Warga Tertimpa Reruntuhan Bangunan pascagempa NTT

Foto: Dok. Divhumas Polri

Maumere (The Indonesian News) – Polri bersama unsur terkait terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan akses darat dan laut pascabencana, jalur udara dimanfaatkan untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis (20/8).

Dua warga yang dievakuasi yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2025.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan kedua korban menuju Maumere.

Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang sudah siap bersalin sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib dan terkendali, sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara.

Trunoyudo menegaskan, keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.

“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban kemudian diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.

Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons cepat terhadap masyarakat terdampak gempa di Palue, terutama warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara segera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo.

Akses Trans Flores Kembali Terbuka, Sinergi Lintas K/L Percepat Pemulihan Pascagempa M 7,7

Sejumlah pengendara sepeda motor melintas jalur Trans Flores yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ende, Kamis (20/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Ende (The Indonesian News) – Bencana gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memicu tanah longsor di sejumlah titik strategis. Salah satu titik terdampak paling parah berada di Jalur Trans Flores Ende–Bajawa KM 4+350, di mana material tanah berpasir dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutupi seluruh badan jalan. Longsoran ini sempat melumpuhkan total akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, , Merespons kondisi darurat pada urat nadi perekonomian, pariwisata, dan mobilitas warga tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR langsung bergerak cepat melakukan pembersihan jalur.

“Tiga unit alat berat jenis ekskavator diterjunkan ke lokasi. Hasilnya, sebagian jalur berhasil dibuka pada hari pertama penanganan, meski baru bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua. Dua hari berselang, pembersihan bertahap mulai membuahkan hasil hingga kendaraan roda empat atau lebih dapat melintas dengan sistem buka-tutup dan kecepatan terbatas,” kata Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan langsung Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis (20/8), seluruh badan jalan kini telah terbuka dan transportasi mulai kembali normal. Kendati demikian, penanganan belum sepenuhnya usai karena sebagian material sisa longsoran masih menumpuk di lereng atas tebing.

Ancaman Gempa Susulan dan Keselamatan Tim

Proses pembersihan sisa material di tebing terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pasalnya, gempa bumi susulan yang masih sering terjadi sewaktu-waktu dapat memicu runtuhan material susulan ke badan jalan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas teknis yang bekerja di lapangan.

Sesuai prosedur keselamatan, operasional alat berat wajib dihentikan sementara setiap kali guncangan terjadi. Seperti yang dialami tim pada Kamis siang, ketika gempa susulan M 6,0 mengguncang wilayah tersebut selama kurang lebih 10 detik. Seluruh aktivitas pengerjaan seketika dihentikan total demi menjamin keselamatan para personel.

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi

Timbunan longsor sebelumnya juga sempat menimpa jalur kabel serat optik yang mengakibatkan gangguan jaringan komunikasi di koridor Ende–Nagekeo. Namun, berkat koordinasi lintas sektor di lapangan, kendala jaringan telekomunikasi tersebut saat ini telah berhasil dipulihkan secara bertahap.

Usai pembersihan material jalan dan pemulihan jalur komunikasi, fokus pekerjaan kini bergeser ke tahap antisipatif. Tim teknis akan melakukan penguatan struktur tebing guna mencegah longsor susulan, sekaligus memetakan langkah revitalisasi infrastruktur agar ketahanan jalur vital ini semakin tangguh di masa depan.

“Terbukanya kembali Jalur Trans Flores bukan sekadar memulihkan konektivitas darat, melainkan juga menyalakan kembali urat nadi kehidupan ekonomi dan sosial warga. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan peran aktif masyarakat setempat menjadi fondasi utama dalam merajut kembali aktivitas warga, menghidupkan kembali denyut roda perekonomian, serta membangkitkan asa bagi Flores untuk bangkit lebih kuat pascabencana,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Trans Jateng Didorong Jadi Tulang Punggung Transportasi Hijau Jawa Tengah

Foto: Dok. MTI

Semarang (The Indonesian News) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengembangkan Trans Jateng sebagai transportasi publik yang terjangkau, aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Pengembangan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan emisi dan meningkatkan keselamatan lalu lintas, Kamis (20/08/2026).

Akademisi Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat MTI, Djoko Setijowarno, mengatakan penguatan jaringan dan integrasi Trans Jateng menjadi kunci untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.

Saat ini Trans Jateng memiliki tujuh koridor dengan 115 bus dan melayani sekitar 27.668 penumpang per hari. Tarif ditetapkan Rp5.000 untuk umum dan Rp1.000 bagi pelajar, veteran, buruh, lansia, serta penyandang disabilitas.

Berdasarkan pemodelan IESR 2026, jaringan Trans Jateng ditargetkan berkembang menjadi 24 rute dan mampu melayani hingga 209 ribu penumpang per hari pada 2045. Sejumlah rute baru akan dikembangkan secara bertahap mulai 2027, mencakup berbagai kawasan aglomerasi di Jawa Tengah.

Namun, pengembangan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama pendanaan, integrasi dengan angkutan pengumpan, kualitas halte, ketepatan waktu, serta layanan first mile dan last mile.

“Trans Jateng harus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, aman, nyaman, dan terjangkau dibandingkan kendaraan pribadi,” kata Djoko.

Menurutnya, integrasi jaringan dan kepastian pendanaan menjadi faktor penting agar target peningkatan penggunaan transportasi publik dapat tercapai.

Bulog salurkan 202 ton beras CBP dan 6.000 liter minyak goreng untuk penanganan bencana NTT

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (Kiri)  bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani (Tengah) saat meninjau kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan pangan kepada warga terdampak gempa bumi Flores, NTT, Rabu (19/8/2026). The Indonesian News/HO-Humas Perum BULOG

Manggarai (The Indonesian News) – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah melalui Perum BULOG dapat tersalurkan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat pascabencana di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Bapanas dan Dirut BULOG turun langsung ke lokasi terdampak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Keduanya menyapa masyarakat, berdialog dengan warga, serta memastikan bantuan yang telah disiapkan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat melalui posko-posko penanganan bencana.

Dalam penanganan gempa Flores, pemerintah melalui Perum BULOG mengerahkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta minyak goreng untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, BULOG telah merealisasikan penyaluran sebanyak 202 ton beras CBP dan 6.000 liter minyak goreng untuk penanganan bencana. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan proses pengiriman bantuan yang masih terus dilakukan.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat. Sebelumnya, BULOG juga telah menyalurkan bantuan beras ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo sebagai bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.

“Berdasarkan arahan Bapak Presiden, kita memastikan masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan bantuan pangan yang dibutuhkan. Pemerintah bersama BULOG akan terus bergerak dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,” ujar Amran, Dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.

Amran juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras untuk kebutuhan penanganan bencana maupun kebutuhan masyarakat secara umum. Menurutnya, stok beras pemerintah saat ini berada dalam kondisi yang sangat mencukupi sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terus dipenuhi.

“Untuk stok beras, jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak ada masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan kebutuhan beras tetap tersedia, termasuk untuk masyarakat yang terdampak bencana,” tegas Amran.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa BULOG siap mendukung penuh pemerintah dalam penanganan bencana di NTT, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan bagi masyarakat terdampak.

“BULOG siap bergerak cepat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Ahmad Rizal.

Usai meninjau langsung kondisi masyarakat di Kecamatan Reok, Kepala Bapanas bersama Dirut BULOG kemudian bergeser ke lokasi gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kondisi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak di wilayah NTT, khususnya Manggarai Timur dan Labuan Bajo, berada dalam kondisi aman dan terkendali serta siap didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ahmad Rizal menambahkan bahwa BULOG akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan penyaluran bantuan secara bertahap.

“Bantuan yang sudah disalurkan merupakan bagian dari dukungan BULOG dalam masa tanggap darurat. Kami akan terus memastikan ketersediaan bantuan dan memperkuat koordinasi agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pangan yang diperlukan,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan di wilayah NTT, BULOG memastikan stok beras saat ini sebanyak 35 ribu ton. Selain itu, BULOG juga menyiapkan tambahan stok sebanyak 40.000 ton yang akan dimobilisasi dari wilayah NTB, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah terdampak.

Tambahan stok tersebut merupakan langkah antisipatif BULOG untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga ketersediaan stok di wilayah NTT selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, serta pihak terkait lainnya untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aksesibilitas wilayah, kondisi masyarakat, serta perkembangan situasi pascabencana.

Peninjauan langsung Kepala Bapanas dan Dirut BULOG menjadi bagian dari upaya memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak bencana. BULOG berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sumber daya, jaringan pergudangan, serta jaringan distribusi guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Pemerintah bersama BULOG akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung pemulihan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

Foto: Biro Humas Kemnaker

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch 2 Tahun 2026 pada 3–8 September 2026. Calon peserta dapat mulai mempersiapkan diri dengan mencermati bidang pemagangan yang diminati sebelum masa pendaftaran dibuka.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, persiapan sejak awal penting agar calon peserta dapat memilih bidang pemagangan yang sesuai dengan minat dan kompetensinya. Menurutnya, program ini perlu memberikan pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi peserta.

“Kami ingin pemagangan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja dan pembelajaran yang relevan dengan kompetensinya, bukan sekadar mengikuti program. Karena itu, calon peserta perlu mempersiapkan diri dan mencermati kesempatan yang paling sesuai,” kata Yassierli dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (20/8/2026).

Rangkaian Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 2 diawali dengan sosialisasi program pada 17–20 Agustus 2026. Setelah informasi pemagangan tersedia, calon peserta dapat mencermati bidang dan persyaratan sebelum melakukan pendaftaran pada 3–8 September 2026.

Peserta yang telah mendaftar selanjutnya mengikuti proses rekrutmen dan pengusulan oleh mitra penyelenggara pada 9–15 September 2026. Kemnaker kemudian melakukan seleksi dan penetapan peserta pada 16–18 September 2026, dengan hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 18 September 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan mulai mengikuti pemagangan pada 21 September 2026.

Yassierli menegaskan, kualitas pelaksanaan pemagangan juga menjadi bagian penting agar program memberikan manfaat nyata bagi peserta. Karena itu, mitra penyelenggara diharapkan memastikan proses pembelajaran di tempat pemagangan berjalan dengan baik.

“Mitra penyelenggara pemagangan perlu memastikan peserta mendapatkan kesempatan belajar dan pengalaman kerja yang relevan selama mengikuti pemagangan. Dengan begitu, program ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan kompetensi peserta,” ujar Yassierli.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts