Beranda blog Halaman 51

Pemerintah Siapkan Mekanisme bagi Masyarakat Pantau Menu MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto : Humas BGN)

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyiapkan sebuah sistem yang memungkinkan masyarakat ikut mengawal dan mengevaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencananya, sistem tersebut akan dapat diakses mulai pekan depan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan upaya ini merupakan salah satu bentuk perbaikan transparansi operasional Program MBG, sekaligus memastikan bahwa menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar berkualitas dan memiliki kandungan gizi yang baik.

“Kami akan umumkan di momen berikutnya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini. Kami harapkan minggu depan sudah bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa,” jelas Sudaryono dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para orang tua dapat mengakses sistem pengawasan tersebut melalui sebuah platform. Di dalamnya, mereka dapat mengecek sekolah tempat anaknya menempuh pendidikan, menu MBG yang disajikan, SPPG yang bertanggung jawab, serta nama Kepala SPPG terkait.

“Jadi, pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas-dinas bisa mengakses informasi ini,” imbuh dia.

Di samping itu, Sudaryono mengatakan bahwa BGN juga akan meningkatkan transparansi informasi di situs resminya. Dalam hal ini, BGN akan memperbarui tampilan situs serta mencantumkan data mengenai jumlah SPPG yang beroperasi di setiap kecamatan dan kabupaten/kota beserta jumlah penerima manfaatnya.

“Kasih saya waktu beberapa hari ini untuk kami perbaiki, sehingga bapak Ibu semua mungkin tidak perlu kemudian bertanya secara manual, tapi by system bisa kami perbaiki,” pungkas dia.

Sumber: Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Panglima TNI Minta Perwira Muda Kuasai Teknologi

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara Prasetya Perwira Dikma PA PK TNI Reguler di Lapangan Prima, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto : Puspen TNI)

Jakarta (The Indonesian News) – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara Prasetya Perwira Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Dikma PA PK) TNI Reguler Gelombang I Tahun Ajaran 2026 di Lapangan Prima, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Dalam upacara tersebut, sebanyak 734 perwira muda resmi dilantik. Perwira yang dilantik terdiri atas 438 Matra Darat, 203 Matra Laut, dan 93 Matra Udara. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para perwira remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik.

“Keberhasilan ini merupakan awal pengabdian sebagai perwira TNI dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan bangsa,” kata Panglima TNI dalam keterangan tertulis melalui Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI), Senin (27/7/2026).

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara Prasetya Perwira Dikma PA PK TNI Reguler di Lapangan Prima, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto : Puspen TNI)

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga memberikan penghargaan kepada siswa terbaik pria dan wanita dari masing-masing matra, yaitu Matra Darat Letda Inf Agus M.D. Simamora, S.E. dan Letda Caj (K) Dita Listya Etania, S.I.Kom., M.I.Kom.; Matra Laut Letda Laut (KH) Daffa Reyhan Gymnastiar, S.IIP. dan Lettu Laut (K/W) drg. Kunthi Tri Haryanti; serta Matra Udara Letda Sus Muhamad Bachrul Ferlyanto, S.Geo. dan Letda Kes (W) Ns. Vera Septiana Fardani, S.Tr.Kep.

Panglima TNI secara khusus menginstruksikan para perwira muda untuk menjadi sosok prajurit yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif). Dan yang paling penting, senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Di sisi lain, Jenderal Agus menyampaikan tantangan tugas TNI saat ini semakin kompleks. Hal ini menuntut setiap perwira memiliki wawasan strategis yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Untuk itu, terus tingkatkan profesionalisme dan kualitas kepemimpinan, kuasai teknologi, serta pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pengabdian,” ujar Panglima TNI.

Pelantikan Perwira Karier TNI merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, modern, dan adaptif guna memperkuat pertahanan negara.

Sambut Hari Kemerdekaan, Bulog Pastikan Gerakan Pangan Murah Serentak Digelar Awal Agustus

Rapat koordinasi secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto : Puspen Kemendagri).

Jakarta (The Indonesian News) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mendorong Perum Bulog bersama pemerintah daerah (Pemda) memperkuat langkah stabilisasi harga beras dan minyak goreng melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif. Menurutnya, upaya tersebut perlu kembali digencarkan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan.

“Apakah tidak bisa kita lakukan Gerakan Pangan Murah yang masif seperti yang dulu lagi,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Pembahasan Kelancaran Distribusi Bahan Bakar Minyak dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Tomsi menjelaskan, perkembangan harga beras dan minyak goreng saat ini memerlukan perhatian serius karena tekanan inflasi komoditas tersebut telah terjadi di masing-masing 152 dan 109 kabupaten/kota pada minggu keempat Juli 2026. Ia menilai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara luas pernah terbukti efektif mengendalikan gejolak harga, yang saat itu berhasil menurunkan jumlah daerah terdampak kenaikan harga hingga hanya sekitar 50 daerah.

Selain itu, ia turut menyoroti tingginya disparitas harga bawang putih dari tingkat distributor hingga pengecer. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai distribusi agar margin harga tetap berada dalam batas yang wajar.

Lebih lanjut, Tomsi mengajak seluruh kementerian, lembaga, dan Pemda memperkuat sinergi dalam mengawasi distribusi komoditas pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Dalam proses distribusinya ini juga perlu kita pahami bersama untuk kita bisa menjaga kelayakan harga bawang putih tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa Bulog telah merencanakan Gerakan Pangan Murah yang akan digelar pada awal Agustus. Ia mengatakan, operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah tersebut akan berlangsung secara serentak di seluruh Tanah Air dan berfokus pada komoditas beras.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Satgas Pangan Polri, Kejaksaan, serta jajaran Pemda dari seluruh Indonesia.

 

Menko Polkam: seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah terhadap ancaman terorisme di Indonesia

Menko Polkam saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 yang BNPT Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto : Dok. Humas kemenko Polkam).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa meskipun ancaman terorisme di Indonesia saat ini semakin terkendali, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah. Kewaspadaan dan kolaborasi harus terus diperkuat agar kondisi kondusif yang telah dicapai dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Foto : DOk. Humas Kemenko Polkam RI

Menko Djamari menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan tren penurunan insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Capaian tersebut tercermin dalam Global Terrorism Index 2026 yang menempatkan Indonesia pada kategori medium impacted, serta Global Peace Index 2026 yang mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perdamaian medium.

“Angka terorisme memang sedang menurun, bahkan kita mampu mengendalikan hingga kondisi seperti sekarang. Namun, situasi ini bukan sesuatu yang membuat kita berpuas diri. Justru kondisi yang kondusif harus semakin meningkatkan perhatian dan kewaspadaan kita,” tegas Menko Polkam.

Menurut Menko Djamari, pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ancaman muncul. Oleh karena itu, implementasi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) harus dilaksanakan secara terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini merupakan awal kerja sama kita semua untuk melaksanakan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang lebih terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan. Mari kita satukan langkah, perkuat komitmen, dan bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang aman, damai, tangguh, dan berketahanan terhadap segala bentuk ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” ujar Menko Djamari.

Sebagai penutup arahannya, Menko Polkam membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji yang sarat dengan nilai kepemimpinan, persatuan, dan kerja sama. Di antaranya, bait yang berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri,” yang mengandung makna bahwa pemimpin dan para pembantunya harus memiliki kesamaan visi, mengedepankan musyawarah, serta bekerja secara solid. Kolaborasi yang kuat akan menjadikan bangsa semakin kokoh dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk ancaman terorisme.

Menko Polkam kemudian melanjutkan dengan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja,” yang mengajarkan pentingnya integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi antarkementerian, antarlembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dapat berjalan secara efektif.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa penguatan kolaborasi merupakan faktor penentu keberhasilan implementasi RAN PE. Menurutnya, kolaborasi memang mudah diucapkan, namun membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak agar dapat diwujudkan dalam langkah nyata.
“Dengan kehadiran Bapak Menko Polkam dan seluruh pihak yang hadir pada kegiatan ini, kami optimistis penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan RAN PE akan berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Kepala BNPT.

Melalui penguatan kolaborasi ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi, komitmen, dan langkah yang sama dalam mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Dengan demikian, tren penurunan angka terorisme di Indonesia dapat terus dipertahankan sekaligus memperkuat keamanan nasional dan ketahanan bangsa.

Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO Raih Juara Umum Kejuaraan Menembak Kontingen Internasional

Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO Raih Juara Umum Kejuaraan Menembak Kontingen Internasional di Dianggo Firing Range, Bunia, Republik Demokratik Kongo, 20-23 Juli 2026. (Foto : Puspen TNI).

Jakarta (The Indonesian News) – Satgas Indonesian Rapidly Deployable Battalion (INDORDB) XXXIX-G MONUSCO kembali mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara Umum/Kontingen Terbaik Menembak pada Northern Sector International Contingent Firing Championship 2026 yang digelar di Dianggo Firing Range, Bunia, Republik Demokratik Kongo, 20-23 Juli 2026.

“Kejuaraan yang diikuti kontingen dari Indonesia, Bangladesh, Nepal, Senegal, dan Maroko tersebut menjadi momentum yang menegaskan profesionalisme prajurit TNI sekaligus memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB,” Dikutip dari keterangan tertulis Puspen TNI, Senin, 27 Juli 2026.

Keberhasilan Satgas INDORDB XXXIX-G semakin lengkap melalui prestasi personelnya, yakni Kopda Wahyu Nugroho sebagai Juara I Petembak Perorangan Putra, Serda Junedi Samosir sebagai Juara II, Kopda Ahyarudin sebagai Juara III, Lettu Caj (K) Dwi Yanti sebagai Juara I Petembak Perorangan Putri, serta Wadansatgas Letkol Inf Syahrul Ramadhan yang meraih Juara I Lomba Tembak Pistol. Capaian tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam membina prajurit yang profesional, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung keberhasilan setiap penugasan di bawah mandat PBB.

“Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga memperkuat diplomasi militer Indonesia melalui kontribusi nyata prajurit TNI di forum internasional. Keberhasilan Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO menjadi bukti bahwa TNI senantiasa menghadirkan kinerja terbaik dalam mendukung mandat PBB sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat global,” Demikian Puspen TNI

Menko Yusril: Inovasi dan Integritas Kunci Membangun Generasi Indonesia Mendunia

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra keynote speaker pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka, Jakarta, Senin (27/6/2026). (Foto : Kemenko Kuham Imipas).

Tangerang Selatan (The Indonsian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa inovasi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi Indonesia yang mampu menjawab tantangan global. Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak akan menggantikan peran manusia yang memiliki karakter, etika dan kemampuan berpikir kritis.

Hal tersebut disampaikan Yusril saat menjadi keynote speaker pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 bertema “Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia” di Universitas Terbuka, Jakarta, Senin, (27/6/2026).

Dalam paparannya, Yusril mengajak para calon wisudawan untuk memandang wisuda bukan sebagai akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari proses pembelajaran yang akan berlangsung sepanjang hayat. Ia mengapresiasi para mahasiswa Universitas Terbuka yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tanggung jawab, mulai dari bekerja, mengurus keluarga, hingga menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya tidak pernah berhenti belajar. Gelar sarjana bukan tanda bahwa proses belajar telah selesai, melainkan modal untuk terus mengembangkan diri menghadapi perubahan zaman,” ujar Yusril.

Ia kemudian membagikan kisah perjalanan pendidikannya, mulai dari bersekolah di SMA sore hingga malam hari di Belitung, kemudian diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Yusril juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai khazanah ilmu pengetahuan. Menurutnya, seorang intelektual Indonesia harus mampu memahami pemikiran Barat, Timur, maupun Islam tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Kita belajar dari semua sumber. Sebagai intelektual Indonesia, jangan menjadi orang Barat di dunia Timur, tetapi jadilah orang Indonesia yang memahami pemikiran Timur, Barat, dan Islam secara utuh,” katanya.

Menyoroti perkembangan teknologi, Yusril menjelaskan bahwa kehadiran AI telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanya menjadi alat bantu, sedangkan kemampuan berpikir, memahami konteks, serta membangun nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak dapat tergantikan.

Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memahami dinamika sosial, hukum, ekonomi, dan geopolitik yang saling terhubung di tingkat global.

Mengulas tema seminar, Yusril menjelaskan bahwa inovasi lahir dari kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Semakin tinggi kepedulian seseorang terhadap masalah di sekitarnya, semakin besar peluang untuk melahirkan solusi yang bermanfaat.

“Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang tidak memiliki masalah, tetapi bangsa yang memiliki banyak orang terdidik yang mau memikirkan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapinya,” ujarnya.

Selain inovasi, Yusril menegaskan bahwa integritas merupakan modal sosial yang paling berharga. Menurutnya, integritas tercermin dari kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan, serta diuji ketika seseorang memiliki kesempatan untuk berbuat menyimpang tanpa diketahui orang lain.
“Kepercayaan dibangun dalam waktu yang panjang, tetapi dapat runtuh hanya karena satu ketidakjujuran. Karena itu, integritas harus menjadi pegangan setiap insan terdidik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penegakan hukum tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan kelembagaan. Hukum, menurutnya, harus dijalankan dengan landasan etika dan hati nurani agar mampu menghadirkan keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat.

Yusril berharap para calon wisudawan Universitas Terbuka terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa Seminar Wisuda menjadi bagian penting dalam membekali para calon wisudawan sebelum mengikuti prosesi wisuda. Ia menyebut Universitas Terbuka saat ini memiliki sekitar 2,3 juta alumni dan hampir 900 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Menko Yusril diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para calon wisudawan untuk terus belajar, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Taman Nasional Gunung Maras Masuki Satu Dekade Perjalanan Konservasi

Taman Nasional Gunung Maras. (Foto : Dok. Kemenhut)

Bangka Belitung (The Indonesian News) – Taman Nasional (TN) Gunung Maras genap berusia yang ke-10 tahun pada hari ini, sejak resmi ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada Juli tahun 2016 yang lalu. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kawasan konservasi yang memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan serta habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dilansir dari laman Kemenhut, Senin (27/7/2026), TN Gunung Maras merupakan salah satu dari 11 kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan dibawah Kementerian Kehutanan.

Terletak di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat,TN Gunung Maras dapat ditempuh dari Kota Pangkalpinang menuju Desa Dalil yang terdekat dengan jarak tempuh 90 Km atau waktu tempuh 1,5 jam perjalanan melalui jalur darat.

Terdiri dari beberapa ekosistem yang menjadi kesatuan bentang alam yaitu ekosistem mangrove, ekosistem pegunungan, dan ekosistem dataran rendah, TN Gunung Maras terkenal di kalangan penggiat alam sebagai tujuan wisata alam dan pendakian. Gunung Maras merupakan puncak tertinggi di Pulau Bangka yang terkenal dengan sebutan “Atap Bangka Belitung” dengan ketinggian mencapai 710 mdpl.

Keberadaan TN Gunung Maras menjadi habitat penting bagi satwa khas endemik utama dari Bangka Belitung seperti kukang bangka (Nycticebus bancanus) dan tarsius bangka (Cephalopachus bancanus). Selain itu terdapat juga potensi dan keunikan wisata alam berupa air terjun, yaitu Air Terjun Berbura, Air Terjun Bidadari, dan Air Terjun Tujuh Tingkat. Kondisi inilah yang membuat keberadaan kawasan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Mengusung tema “Melestarikan Keanekaragaman Hayati Bangka”, peringatan HUT ke-10 ini menjadi ajakan untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap kawasan konservasi. Bentuk kegiatan yang dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT berupa pengawasan pendakian, sosialisasi dan edukasi pendakian, serta pemberian merchandise kepada 10 pengunjung pertama dan yang tertib mengikuti aturan pendakian di TN Gunung Maras. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat.

Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, mengatakan bahwa satu dekade ini merupakan tonggak penting pencapaian dalam menjaga keutuhan ekosistem “Atap Bangka Belitung” dari berbagai ancaman kerusakan.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat lokal dapat terus ditingkatkan agar kelestarian satwa endemik serta potensi wisata alam di kawasan ini dapat tetap terjaga hingga generasi mendatang,” tegasnya.

Peringatan satu dekade TN Gunung Maras tidak sekedar menjadi penanda perjalanan waktu, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kawasan konservasi beserta seluruh keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui peringatan ini, Balai KSDA Sumatera Selatan mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian TN Gunung Maras dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian alam dan ekosistemnya.

Pemerintah Terjunkan 1.476 Dosen hingga Mahasiswa ke 53 Kawasan Transmigrasi

Foto : Dok. Bakom RI

Jawa Barat (The Indonesian News) – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi menggandeng sebanyak 1.476 civitas akademika untuk diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi. Misi para dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan ini adalah untuk memetakan potensi daerah, mencari solusi atas persoalan masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Sebanyak 1.476 orang ini telah tersaring dari sekitar 10 ribu civitas akademika di seluruh Indonesia yang mendaftar ke program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pembangunan tidak dapat dilakukan hanya dari balik meja. Kebijakan yang tepat harus berangkat dari pemahaman terhadap kondisi nyata masyarakat dan potensi setiap daerah.

“Kalau Bapak, Ibu, dan Adik-adik tidak hadir di tiap sudut Indonesia, maka orang lain yang akan hadir. Karena itu, negara memfasilitasi kehadiran para Patriot (civitas akademika) untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Iftitah saat membuka Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor, Jawa Barat, Pada Sabtu (25/72026).

Iftitah mengatakan para Patriot ini tidak datang sekadar untuk melakukan penelitian. Mereka ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk memetakan potensi, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi dan rekomendasi berbasis data bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

Menurutnya, kawasan transmigrasi menyimpan potensi ekonomi yang besar, tetapi pada saat yang sama menghadapi persoalan yang beragam dan kompleks.

Karena itu, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas atau ruang rapat. Kita harus hadir, memahami persoalan secara langsung, lalu mencari jalan keluarnya bersama masyarakat,” ujarnya.

Bagian dari Mata Rantai Perubahan

Iftitah juga mengingatkan sebagian persoalan di kawasan transmigrasi telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, para Patriot tidak dibebani untuk menyelesaikan seluruh persoalan dalam waktu singkat, tetapi diharapkan menjadi bagian dari mata rantai perubahan yang terus berlanjut.

“Persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tentu tidak selesai dalam satu atau dua hari. Yang penting kita terus bergerak, terus mencari solusi, dan memastikan pembangunan tetap berjalan,” katanya.

Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Transmigrasi Patriot, salah satu program unggulan dalam agenda 5T Kementerian Transmigrasi. Melalui program ini, hasil kerja para Patriot diharapkan tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan, inovasi, investasi, dan berbagai kegiatan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Temuan mereka di lapangan diharapkan dapat membantu membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas kawasan, memperkuat usaha masyarakat, serta mempertemukan potensi daerah dengan teknologi, pasar, dan investasi.

Bagi Kementerian Transmigrasi, mengirim Patriot ke berbagai pelosok Indonesia bukan sekadar program pendidikan lapangan. Ini merupakan investasi sumber daya manusia untuk memastikan setiap daerah memiliki kesempatan yang lebih besar memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan, inovasi, dan talenta unggul.

Dengan hadirnya para Patriot ini, pemerintah berharap potensi yang selama ini belum terlihat diharapkan dapat ditemukan, persoalan yang belum terselesaikan dapat dicarikan jalan keluar, dan kawasan transmigrasi dapat tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi baru menuju Indonesia Maju.

Apa itu Tim Ekspedisi Patriot?

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) adalah program yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi untuk melakukan riset, kajian, dan pendampingan di kawasan transmigrasi. Tahun ini, TEP memasuki tahun kedua penyelenggaraan setelah sebelumnya dilakukan pada 2025.

TEP 2026 merekrut 1.476 sumber daya manusia (SDM) unggul yang terdiri atas 1.230 anggota dan 246 ketua. Para ketua tim terdiri atas 39 profesor, 158 doktor, dan 49 magister. Sedangkan anggota tim meliputi 214 magister, 937 sarjana, dan 79 sarjana terapan.

Para SDM unggul yang terpilih ini sudah diseleksi sejak Mei 2026. Sebanyak 1.476 Patriot ini terpilih dari sekitar 10 ribu pendaftar. Para Patriot juga diberikan pembekalan selama lima hari sebelum diterjunkan ke lapangan.

TEP tahun ini menggandeng 10 perguruan tinggi mitra dan 155 perguruan tinggi nonmitra. Adapun perguruan tinggi mitra yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hasanuddin (Unhas), Dan Universitas Brawijaya (UB).

Para SDM unggul terpilih akan diterjunkan selama empat bulan, yakni pada 31 Juli hingga 27 November 2026 ke 53 kawasan transmigrasi prioritas di seluruh Indonesia. Kawasan transmigrasi terdiri atas 41 kawasan prioritas nasional, 2 kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, dan 10 kawasan transmigrasi di Papua.

Sumber: Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Pemerintah Resmi Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta,Senin (27/7/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah secara resmi menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Dalam keterangannya di Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri tersebut.

“Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” ucap Menteri Pras.

Selanjutnya, Menteri Pras mengatakan bahwa pemerintah akan memproses penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemberhentian secara hormat Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Sesuai ketentuan perundang-undangan, jabatan Gubernur Bank Indonesia untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti.

“Untuk selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai pejabat gubernur sementara. Di dalam catatan yang dimaksud dengan Deputi Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Pras menegaskan bahwa pemerintah terus memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas Bank Indonesia tetap berjalan dengan baik. Pemerintah juga akan terus menjaga koordinasi yang erat dengan Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan ekonomi nasional, termasuk menjaga stabilitas moneter dan fiskal.

“Kami mewakili pemerintah menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa marilah kita terus menjalankan tugas kita sesuai dengan kewenangan kita yang sudah diberikan oleh undang-undang, di mana BI memiliki peranan untuk menjaga moneter kita, sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, juga menjalankan fungsi menjaga fiskal tentunya tetap di dalam koordinasi yang erat,” tutupnya.

Prajurit TNI Gugur Saat Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba di Bireuen, Aceh

Ilustrasi. Foto: iStockphoto/Lukasz Kochanek)

Bireuen (The Indonesian News) – Seorang prajurit Polisi Militer (POM) TNI AD, Pratu Galuh Nugraha, meninggal dunia dalam operasi penangkapan terduga bandar narkoba di Kabupaten Bireuen, Aceh, Pada Sabtu (25/7/2026). Polda Aceh menyebut almarhum gugur saat membantu kepolisian mengejar para pelaku.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto membenarkan anggota TNI jadi korban saat penangkapan tersebut.

“Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha. Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba,” kata Joko, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan insiden itu bermula saat polisi melakukan operasi penangkapan terhadap 4 terduga bandar narkoba yang berada di dalam mobil di depan SPBU Juli, Desa Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam operasi tersebut, satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob berhasil diamankan. Sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih diburu petugas. Saat pengejaran berlangsung, petugas melepaskan tembakan ke arah para pelaku.

Namun, peluru rekoset (anak peluru yang ditembakkan mengenai benda keras, lalu memantul dan meluncur ke arah lain yang tidak menjadi sasaran utama) mengenai seorang warga yang ikut membantu proses penangkapan. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit dan belakangan diketahui merupakan anggota POM TNI AD, Pratu Galuh Nugraha.

“Saat pengejaran berlangsung, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Peluru rekoset kemudian mengenai seorang warga yang ikut membantu penangkapan dan belakangan diketahui merupakan anggota POM TNI,” ujarnya.

Polda Aceh menyatakan sejak insiden itu terjadi, Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan sudah berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda untuk menyampaikan fakta-fakta awal kejadian.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh, kami kembali menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha serta seluruh jajaran TNI ,” ucap Joko.

Di sisi lain, Polda Aceh mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts