Beranda blog Halaman 51

Motor Listrik Nasional: Peluang Transisi Energi, Tantangan Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

Motor Listrik. (Foto: Ilustrasi).

Jakarta (The Indonesian News) – Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong transformasi industri otomotif Indonesia, memperkuat kemandirian teknologi, sekaligus mendukung transisi energi. Namun, pengembangan motor listrik nasional perlu dibarengi dengan kebijakan transportasi yang tepat agar tidak justru meningkatkan kepadatan lalu lintas dan persoalan keselamatan jalan, Selasa (18/08/2026)

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat industri nasional, ketahanan energi, serta menyediakan pilihan mobilitas yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Di tengah peluang tersebut, persoalan keselamatan lalu lintas masih menjadi tantangan serius. Sepeda motor tetap menjadi moda transportasi yang paling dominan di Indonesia sekaligus kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Sepanjang 2025, Korlantas Polri dan Road Safety Association (RSA) mencatat sebanyak 212.414 sepeda motor terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor yang mendominasi lebih dari 80 persen populasi kendaraan terdaftar di Indonesia juga disebut menyumbang sekitar 70–75 persen dari total kasus kecelakaan lalu lintas nasional.

Pada periode yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas berada pada kisaran 141.608 hingga 158.508 kejadian, dengan korban meninggal dunia mencapai 24.296 orang. Kelompok usia muda menjadi salah satu kelompok paling rentan, dengan sekitar 35–40 persen korban berada pada rentang usia 15–24 tahun dan 30–35 persen pada usia 25–49 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan penggantian mesin berbahan bakar fosil dengan motor listrik. Aspek keselamatan, tata ruang, pola perjalanan masyarakat, serta kebijakan transportasi publik harus menjadi bagian integral dari pengembangan Molinas.

Tantangan Daya Saing

Salah satu tantangan utama motor listrik nasional adalah kemampuan bersaing dari sisi harga. Produk asal China memiliki keunggulan dalam rantai pasok global dan skala produksi (economies of scale), sehingga mampu menawarkan harga yang sangat kompetitif.

Di sisi lain, pengembangan produk nasional memberikan peluang untuk menciptakan kendaraan yang lebih sesuai dengan karakteristik geografis dan daya beli masyarakat Indonesia. Kemampuan insinyur dalam negeri mengembangkan desain dan manufaktur sesuai kebutuhan lokal dapat menjadi keunggulan tersendiri.

Jika skema insentif kendaraan nasional dapat direalisasikan secara optimal, biaya operasional yang lebih rendah juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen. Dengan demikian, motor listrik nasional berpeluang bersaing di segmen pasar menengah dan bawah, terutama apabila didukung produksi dalam negeri yang efisien.

Penguatan Ekosistem dan TKDN

Persaingan industri motor listrik tidak hanya ditentukan oleh kualitas kendaraan. Kekuatan ekosistem pendukung seperti baterai, stasiun pengisian dan penukaran baterai, ketersediaan suku cadang, hingga jaringan layanan purna jual akan sangat menentukan keberhasilan sebuah merek.

Karena itu, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama melalui lokalisasi produksi baterai dan komponen inti, menjadi salah satu agenda penting.

Merek nasional juga memiliki peluang membangun kepercayaan konsumen melalui jaringan servis yang luas, ketersediaan suku cadang, serta jaminan purna jual yang jelas. Keunggulan tersebut dapat menjadi pembeda ketika konsumen mempertimbangkan kendaraan listrik dalam jangka panjang.

Membuka Pasar di Luar Jawa

Pengembangan Molinas juga perlu mempertimbangkan persoalan ketimpangan distribusi kendaraan dan kemacetan perkotaan. Jangan sampai program motor listrik justru hanya memperbesar jumlah kendaraan pribadi di kota-kota besar Pulau Jawa.

Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah memperluas penetrasi motor listrik ke wilayah luar Jawa, pedesaan, pulau-pulau kecil, daerah perbatasan, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wilayah penghasil mineral seperti Morowali, Morowali Utara, Banggai, Kolaka, Konawe, Bombana, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Pulau Obi, Luwu Timur, Papua Barat Daya, Siak, Kepulauan Meranti, Natuna, Kepulauan Anambas, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua, Sumatera Selatan, dan Aceh juga dapat menjadi pasar potensial.

Bagi daerah yang memiliki biaya distribusi BBM tinggi, penggunaan kendaraan listrik dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Penghematan biaya energi menjadi semakin relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah yang selama ini menghadapi kendala distribusi BBM.

Kota Agats di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, misalnya, telah lama menghadapi persoalan distribusi BBM dan mulai menggunakan kendaraan listrik sejak 2007. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak selalu harus diposisikan sebagai solusi eksklusif perkotaan, tetapi juga dapat menjadi alternatif mobilitas bagi wilayah dengan karakter geografis dan logistik tertentu.

Insentif Pemerintah Menjadi Faktor Kunci

Program Molinas berpotensi menjadi titik balik industri otomotif Indonesia. Keberadaannya dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi.

Namun, motor listrik nasional menghadapi persaingan berat dengan produsen global, khususnya dari China yang memiliki skala manufaktur dan rantai pasok kendaraan listrik yang jauh lebih matang.

Dalam kondisi tersebut, insentif pemerintah bukan sekadar kebijakan pelengkap. Insentif dapat menjadi enabler penting pada fase awal pertumbuhan industri nasional.

Kebijakan tersebut diperlukan untuk membantu menekan harga kendaraan, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi industri domestik untuk membangun kapasitas produksi dan teknologi. Namun, insentif idealnya dirancang secara terarah dan bertahap agar pada akhirnya industri mampu tumbuh secara mandiri tanpa ketergantungan permanen terhadap subsidi.

Jangan Sampai Menambah Kemacetan

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah dampak pertumbuhan motor listrik terhadap kemacetan. Sejumlah kota di Indonesia saat ini tengah memperkuat transportasi umum untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Di kawasan perkotaan, sekitar 75–80 persen kendaraan masih didominasi sepeda motor. Karena itu, pemberian insentif motor listrik yang terlalu berorientasi pada peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan pribadi berpotensi berlawanan dengan kebijakan pengembangan transportasi publik.

Potongan harga yang besar dapat mendorong masyarakat membeli motor listrik sebagai kendaraan tambahan, bukan sebagai pengganti kendaraan lama atau alternatif dari kendaraan pribadi. Jika hal tersebut terjadi, jumlah kendaraan di jalan akan semakin bertambah dan ruang jalan semakin padat.

Dengan demikian, kebijakan distribusi dan insentif Molinas perlu dirancang secara berbeda berdasarkan karakter wilayah. Di kota-kota besar yang sudah menghadapi persoalan kemacetan, kebijakan harus diselaraskan dengan pengembangan transportasi umum. Sementara itu, wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, daerah 3T, serta kawasan yang menghadapi persoalan distribusi BBM dapat menjadi sasaran ekspansi yang lebih besar.

Pada akhirnya, motor listrik memang dapat membantu mengurangi emisi dari sektor transportasi, tetapi tidak otomatis menyelesaikan persoalan kemacetan. Pergantian sumber energi dari BBM ke listrik tidak mengurangi jumlah kendaraan yang berada di jalan.

Karena itu, solusi kemacetan tetap harus bertumpu pada penguatan transportasi umum massal, integrasi antarmoda, serta pengendalian pertumbuhan kendaraan pribadi.

“Motor listrik nasional dapat menjadi momentum besar bagi industri otomotif dan transisi energi Indonesia. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari berapa banyak unit yang terjual, melainkan dari seberapa besar program tersebut mampu membangun industri nasional, memperluas akses mobilitas, meningkatkan keselamatan, mengurangi ketergantungan energi fosil, dan tetap menjaga kota-kota Indonesia agar tidak semakin macet.”

Djoko Setijowarno
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Astamaops Kapolri Turun Langsung Maksimalkan Operasi Kemanusiaan di Manggarai, 45 Posko Tampung 13.881 Pengungsi

Foto: Dok. Mabes Polri

Manggarai (The Indonesian News) – Polri memaksimalkan operasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan turunnya langsung Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran ke wilayah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pada Senin (17/8/2026), Astamaops Kapolri bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal dan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah mendatangi Posko Pengungsi Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Berdasarkan data yang dilaporkan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah pada 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, tercatat 163 korban, terdiri dari 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kapolres Manggarai juga melaporkan terdapat 45 titik posko pengungsian yang tersebar di delapan kecamatan dengan total 13.881 pengungsi. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Datang, Cek, Langsung Bantu

Sekitar pukul 12.40 WITA, Astamaops Kapolri tiba di Posko Pengungsi Barang Kolo. Setibanya di lokasi, Astamaops Kapolri langsung mengecek kondisi pengungsi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Polri membagikan 2.500 paket bantuan sosial/sembako, menyalurkan tenda darurat, serta menyerahkan 2 unit Starling untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, mi instan, teh celup, kecap, biskuit, dan minyak goreng.

Bantuan tersebut melengkapi dukungan yang telah didistribusikan ke berbagai posko berupa tenda, terpal, genset, makanan dan minuman, serta bantuan kesehatan.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa jajaran Polri berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Kami pastikan masyarakat tidak sendiri. Kami hadir di posko, membantu evakuasi, menyalurkan sembako, menyiapkan tenda darurat, memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus menjaga keamanan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan kami data dan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Levi.

Bersinergi, Satu Gerak untuk Masyarakat

Penanganan gempa di Manggarai dilakukan secara terpadu dan lintas instansi. Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat.

Masing-masing unsur bergerak sesuai tugasnya. TNI mendukung evakuasi, pengamanan, mobilisasi personel dan logistik. Basarnas fokus pada pencarian, pertolongan dan evakuasi korban. BPBD bersama pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan kebencanaan, pendataan, kebutuhan pengungsi serta pengelolaan posko.

Sementara itu, tenaga kesehatan memberikan pelayanan medis dan memantau kondisi para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas.

Polri berperan dalam evakuasi, pelayanan posko, distribusi bantuan, pengamanan, patroli serta memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif.

Sinergi tersebut penting karena jumlah pengungsi mencapai ribuan orang dan tersebar di puluhan titik.

Kapolres Manggarai menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur punya peran masing-masing dan harus saling menguatkan. TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat semuanya bergerak untuk satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat terdampak,” kata Levi.

45 Posko, 13.881 Pengungsi

Menurut data Kapolres Manggarai, 45 posko pengungsian tersebar di delapan kecamatan, yakni Langke Rembong, Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Lelak, Wae Rii, dan Satar Mese.

Total terdapat 13.881 pengungsi yang berada di posko-posko tersebut.

Jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok dan Wae Rii. Kecamatan Reok memiliki 7 posko dengan 4.488 pengungsi, sedangkan Wae Rii memiliki 17 posko dengan 4.476 pengungsi.

Beberapa titik dengan jumlah pengungsi besar antara lain Posko Robek 1.500 jiwa, Posko Barangkolong 1.330 jiwa, Posko Golo Mendo 1.058 jiwa, Posko Tengku Romot 602 jiwa, dan Posko Golo Sita 583 jiwa.

Tantangan di Lapangan

Kapolres Manggarai mengatakan penanganan memiliki sejumlah tantangan, mulai dari luasnya wilayah terdampak, banyaknya titik pengungsian, kebutuhan logistik yang berbeda-beda, hingga data yang terus bergerak.

“Tantangannya cukup besar. Pengungsi tersebar di 45 titik, kebutuhan setiap posko berbeda, sementara data di lapangan terus bergerak. Karena itu koordinasi harus cepat. Ketika satu posko membutuhkan sesuatu, kita harus segera tahu dan mencari solusinya bersama,” ujar Levi.

Di tengah situasi tersebut, personel Polri juga melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan bantuan sekaligus rasa aman. Jadi kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga memastikan kondisi di pengungsian tetap aman. Personel akan terus berada di lapangan,” tegas Levi.

Ratusan Personel Bergerak

Operasi kemanusiaan di Manggarai melibatkan 100 personel Polri, 31 personel TNI, 68 personel Brimob termasuk Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri, 5 personel Basarnas, dan 6 personel BPBD Jawa Timur.

Personel gabungan melakukan evakuasi korban, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, dukungan kesehatan, pengamanan lokasi, serta patroli.

Berdasarkan laporan Kapolres Manggarai, hingga 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA tercatat 2.398 fasilitas mengalami kerusakan, meningkat dari data sebelumnya sebanyak 2.081 fasilitas.

Kerusakan meliputi fasilitas pemerintah, pendidikan, fasilitas umum, fasilitas masyarakat, dan fasilitas kesehatan.

Data Bergerak, Respons Harus Cepat

Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperbarui data korban, pengungsi, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar menentukan prioritas penanganan berikutnya.

Setelah meninjau Kecamatan Reok, Astamaops Kapolri bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk melihat langsung kondisi korban dan penanganan bencana.

Kapolres Manggarai memastikan jajarannya akan terus berada bersama masyarakat

“Data berubah, kebutuhan berubah, maka respons juga harus cepat menyesuaikan. Prinsip kami sederhana: siapa yang membutuhkan harus kami bantu, dan di mana masyarakat membutuhkan kehadiran Polri, di situ personel kami berada,” ujar Levi.

Operasi kemanusiaan di Manggarai menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama. Polri hadir, TNI bergerak, Basarnas menyelamatkan, BPBD mengoordinasikan, tenaga kesehatan melayani, pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga, dan masyarakat serta relawan ikut menguatkan.

Semua bergerak dalam satu tujuan: menyelamatkan, membantu, dan memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana sendirian.

Kepala BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa M 7,7 Flores di Manggarai Terpenuhi

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertama Kanan) saat berdialog dan menyerahkan bantuan logistik kepada pengungsi terdampak gempa M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Manggarai (The Indonesian News) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat warga terdampak gempabumi M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian terpenuhi dengan baik. Dalam dialog bersama warga, Kepala BNPB dan Menko PMK mendengarkan berbagai kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi pengungsian. Sejumlah kebutuhan tersebut kemudian menjadi catatan untuk segera dipenuhi melalui koordinasi BNPB bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Pratikno memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk segera membentuk satuan tugas (satgas) daerah dalam rangka memperkuat koordinasi dan penanganan warga terdampak. Hal ini mengingat lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak gempabumi tidak hanya terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, tetapi juga tersebar di sejumlah titik lainnya.

“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” ujar Pratikno.

Sejalan dengan arahan Menko PMK, BNPB memastikan kebutuhan pengungsian, mulai dari tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan penunjang, logistik hingga perlengkapan lainnya akan segera dilengkapi. Sebagian bantuan tersebut telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai.

“Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, bantuan logistik dan peralatan yang dikirim dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Bantuan yang telah tersedia selanjutnya segera didistribusikan menuju lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang akan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selama berada di pengungsian, warga terdampak akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan memperhatikan kebutuhan asupan gizi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian,” kata Suharyanto.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan, BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna menambah tenaga kesehatan dari berbagai wilayah. Ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis juga akan diperkuat agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis,” imbuh Suharyanto.

Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik secara langsung kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pengungsian pascagempabumi.

FKPPAL Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di PMPP TNI

FKPPAL Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Senin(17/8/2026). (Foto: FKPPAL).

Bogor (The Indonesian News) – Forum Komunikasi Putra Putri Angkatan Laut (FKPPAL) turut ambil bagian dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI), Sentul, Bogor, Senin, 17 Agustus 2026.

Ketua Umum FKPPAL, Ariadi Kusumadi, menegaskan bahwa keikutsertaan FKPPAL dalam berbagai momentum kebangsaan merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan dan kerja nyata. FKPPAL tidak ingin hanya menjadi organisasi yang berbicara tentang kebangsaan, tetapi juga berupaya menghadirkan nilai-nilai kebangsaan tersebut melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kepedulian masyarakat, pembinaan generasi muda serta kegiatan yang memperkuat persatuan nasional,” Tutur Ariadi Kusumadi.

FKPPAL Bersama Komandan PMPP-TNI Mayjen TNI Bambang Setiawan (Tengah) Usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI), Sentul, Bogor, Senin, 17 Agustus 2026. (Foto: FKPPAL).

Kehadiran FKPPAL dalam momentum bersejarah tersebut menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam menjaga semangat kebangsaan, memperkuat persatuan serta terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

FKPPAL hadir langsung dipimpin Ketua Umum FKPPAL, Ariadi Kusumadi, bersama sekitar 50 anggota FKPPAL. Kehadiran tersebut tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga diikuti anggota FKPPAL dari berbagai daerah, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keterlibatan anggota dari sejumlah wilayah tersebut menunjukkan bahwa FKPPAL merupakan organisasi yang terus membangun soliditas, persaudaraan dan semangat kebangsaan lintas daerah, dengan menjadikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu sebagai landasan dalam setiap langkah organisasi.

FKPPAL: Berdaulat, Adil dan Makmur

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Bagi FKPPAL, tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan kemerdekaan, tetapi merupakan semangat yang harus diterjemahkan melalui tindakan nyata.

Berdaulat berarti bangsa Indonesia harus berdiri tegak dengan kekuatan dan jati dirinya sendiri, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Adil berarti membangun kehidupan sosial yang menjunjung kesetaraan, kepedulian dan gotong royong, serta memberikan ruang yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berkontribusi bagi bangsa.

Sedangkan makmur berarti kemerdekaan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesempatan berkarya dan kehidupan sosial yang semakin baik.

Dalam semangat tersebut, FKPPAL berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli, bersatu dan aktif memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Sebagai organisasi yang beranggotakan putra-putri keluarga besar TNI Angkatan Laut, FKPPAL membawa semangat “Lajuteruz” sebagai spirit untuk terus bergerak, berkarya dan mengabdi. Hadir di Tengah Masyarakat, Bersama untuk Indonesia

Kehadiran anggota FKPPAL dari berbagai wilayah dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi salah satu gambaran bahwa semangat FKPPAL untuk menjaga persatuan terus tumbuh di berbagai wilayah Indonesia.

Momentum 17 Agustus juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota FKPPAL bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan pengabdian, persatuan dan karya nyata.

Apresiasi kepada PMPP TNI

FKPPAL menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Komandan PMPP TNI, Yth. Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., serta Wakil Komandan PMPP TNI, Yth. Brigjen TNI Dikdik Setiadi, S.H., atas undangan dan kesempatan yang diberikan kepada FKPPAL untuk hadir dan turut serta dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PMPP TNI.

PMPP TNI merupakan salah satu institusi penting dalam menyiapkan personel TNI yang akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian, termasuk dalam penugasan internasional. Pada Juli 2026, PMPP TNI juga menjadi tempat pelaksanaan Multinational Peacekeeping Exercise (MPE26) Garuda Canti Dharma III yang melibatkan personel Indonesia dan peserta mancanegara.

Bagi FKPPAL, kesempatan untuk hadir di PMPP TNI dalam momentum peringatan kemerdekaan merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk silaturahmi kebangsaan yang sangat berarti.

FKPPAL berharap hubungan baik dan sinergi dengan berbagai unsur TNI, pemerintah, organisasi kemasyarakatan serta elemen masyarakat lainnya dapat terus ditumbuh kembangkan dalam semangat persatuan dan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari Putra Putri Angkatan Laut untuk Indonesia
FKPPAL meyakini bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Putra-putri Angkatan Laut memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, loyalitas, persatuan dan pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu, untuk itu FKPPAL akan terus mendorong seluruh jajaran dan anggotanya di berbagai daerah untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Terima kasih kepada para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan negri ini.

FKPPAL mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama membangun Indonesia yang semakin kuat.
Indonesia Berdaulat.
Indonesia Berkeadilan.
Indonesia Makmur.

FKPPAL untuk Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

BMKG: 1624 Gempa Bumi Susulan Pasca-Tsunami Flores Masih Terjadi

Foto: Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BMKG

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 1624 gempa susulan (aftershock) telah terjadi dengan magnitudo M1,3 – M6,2. Di antara ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo M>5 sebanyak 23 kejadian dan gempa bumi susulan yang dirasakan berjumlah 59.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter update M7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya. Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

“BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA (0.5 – 3 meter) dan Waspada (<0.5 meter),” kata Wijayanto di Jakarta (17/8).

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto dengan status Siaga dan wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo untuk status Waspada. Peringatan Dini Tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07:30:00 WIB atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.

Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini telah memicu terjadinya tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, dengan ketinggian tsunami paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT pada pukul 05.03 WIB (1.605 m), dan terendah di BAKALANG, ALOR, NTT pada pukul 05:41 WIB (0.14 m).

Berdasarkan hasil sementara pemantauan dan informasi lapangan, gempabumi Flores M7,7 menyebabkan korban jiwa sebanyak 53 jiwa meninggal dunia, korban luka-luka 137 jiwa, serta dampak kerusakan di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, Maumere, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi dari ringan hingga berat.

“BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan UPT untuk melakukan survei gempabumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan,” papar Wijayanto.

Survei ini bertujuan mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman. Wilayah prioritas berfokus pada daerah dengan kerusakan sedang hingga berat serta dibandingkan dengan lokasi yang relatif tidak mengalami kerusakan.

Lebih lanjut, BMKG melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdampak untuk memberikan pemahaman yang tepat serta membantu menenangkan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascagempa. Masyarakat juga diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, serta mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.

BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada stakeholder dan masyarakat. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Gempa NTT, Kemensos Kirim Bantuan ke Pulau Palue

Foto: Dok. Kemensos
Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan mengirim bantuan logistik ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka,  melalui jalur laut.
“Hari ini kami sudah distribusikan bantuan logistik dengan menggunakan kapal feri ke Pulau Palue,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Adapun bantuan yang dikirim meliputi beras 5 Kg sebanyak 1.000 karung, 105 dus mie instan, telur 100 paket (20 butir/paket), minyak goreng 1 liter sebanyak 1.000 bungkus, kecap manis dan saos masing-masing 1.000 botol.
Gus Ipul mengatakan, selama masa tanggap darurat pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kemensos pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menangani dampak bencana alam tersebut.
“Saat ini, memastikan ketersediaan makanan bagi para warga yang terdampak menjadi salah satu hal yang penting dan utama,” ujar Gus Ipul.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga membantu menyediakan bahan-bahan masakan di dapur mandiri. Lokasi dapur mandiri ini tersebar di sejumlah pengungsian warga yang ada di Pulau Palue, seperti di rumah keluarga atau di tenda depan rumah masyarakat.
“Ada bantuan dapur mandiri, yakni pemenuhan natura. Namanya dapur mandiri karena masyarakat yang terdampak yang masak, bukan Tagana. Tapi bahannya dari Kemensos,” jelas dia.
Sebagai informasi, secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Rencananya, dapur umum juga akan didirikan di tiga titik tambahan, yaitu Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Selain bantuan logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp 15 juta atau total Rp 810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp 5 juta dengan total Rp 995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.

Menko Yusril Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian dan Kondusivitas Provinsi Aceh

Menko Yusril Ihza Mahendra. (Foto : Dok. Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumhamimipas) Yusril Ihza Mahendra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan serta kedamaian di Provinsi Aceh. Ia berharap kondisi keamanan di wilayah tersebut tetap tentram dan kondusif.

“Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah, kondusif dan, semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian,” kata Yusril kepada Wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah mengikuti upacara HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Menko Yusril menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki berbagai persoalan dan kekurangan yang masih terdapat di Provinsi Aceh. Menurutnya, pemerintah juga tetap menghormati seluruh elemen masyarakat Provinsi Aceh.

“Dan kita menghormati semua elemen masyarakat Provinsi Aceh yang sama-sama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan tentu juga, kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar menjaga perdamaian di Provinsi Aceh sekaligus mempertahankan situasi yang kondusif di Papua.

Menko Polkam Djamari menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian pendapat harus dilakukan dengan tetap mematuhi ketentuan hukum dan tidak disertai tindakan kekerasan maupun perusakan.

“Perdamaian Provinsi Aceh harus kita jaga bersama. Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila sebagai simbol negara wajib kita hormati. Di Papua, masyarakat juga berhak menyampaikan aspirasi secara damai, tetapi jangan sampai disertai kekerasan dan pelanggaran hukum,” kata Menko Polkam Djamari Pada Minggu (16/8).

Mengenai Provinsi Aceh, Menko Polkam Djamari menyatakan pemerintah tetap menghormati status kekhususan daerah tersebut sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Ia menilai perdamaian yang telah berlangsung di Provinsi Aceh selama lebih dari 20 tahun merupakan pencapaian penting yang harus dipertahankan. Upaya menjaga perdamaian tersebut, menurutnya, perlu dilakukan melalui dialog, semangat persaudaraan, serta penghormatan terhadap hukum.

Menko Polkam Djamari juga mengingatkan bahwa Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila merupakan simbol negara yang wajib dihormati. Ketentuan tersebut antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Menanggapi informasi mengenai dugaan pelepasan Bendera Merah Putih serta pelepasan dan perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila, Djamari meminta aparat penegak hukum melakukan pendalaman secara objektif.

Menurutnya, fakta kejadian, pihak yang terlibat, motif, serta unsur pidana harus diperiksa secara menyeluruh agar penanganan perkara dilakukan berdasarkan hukum.

“Apabila ditemukan unsur tindak pidana, pelakunya harus diproses secara tegas dan adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal yang sama berlaku terhadap setiap tindakan kekerasan dan perusakan,” kata Menko Polkam Djamari.

Presiden Prabowo Tegaskan Semangat Kebersamaan

Presiden Prabowo Subianto (Pertama Kiri) memimpin langsung Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026) sore. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/08/2026) sore. Upacara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo hadir sebagai Inspektur Upacara, sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan Polda Kalimantan Timur.

Memasuki prosesi utama, tugas penurunan Bendera Merah Putih dipercayakan kepada tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim Indonesia Adil Makmur. Ketiganya menjalankan tugas dengan formasi dan gerakan yang telah dipersiapkan secara matang.

Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur bertindak sebagai Komandan Kelompok 8. Sementara itu, Mirza Rafi Navazani, pelajar SMAN 1 Sintang asal Kalimantan Barat, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera. Adapun Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang kini menempuh pendidikan di SMAN 1 Taliwang, mendapat amanah sebagai pengerek bendera.

Ketiga anggota Paskibraka tersebut perlahan menurunkan Sang Merah Putih dari tiang utama. Setelah berhasil diturunkan, bendera kemudian diserahkan kepada Neeltje Deliana Insjowi Werimon, pembawa bendera asal Provinsi Papua. Dengan penuh kehormatan, Sang Merah Putih selanjutnya dibawa menuju mimbar kehormatan.

Bendera kemudian diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Kepala Negara menerima Sang Merah Putih untuk kemudian meletakkannya kembali di mimbar kehormatan.

Prosesi penurunan bendera tersebut menandai berakhirnya rangkaian Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih. Momen itu sekaligus menjadi penutup rangkaian seremoni kenegaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti rangkaian peringatan sejak pagi hingga sore dengan tertib dan penuh semangat. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ucap Presiden.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya seremoni kenegaraan, tetapi juga menghadirkan penghormatan mendalam terhadap Sang Merah Putih sebagai simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa. Apresiasi Presiden Prabowo kepada seluruh peserta menjadi penutup yang menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati 81 tahun perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Pemulihan Infrastruktur Listrik dan Komunikasi Pascagempa M7,7 NTT

Upaya perbaikan jaringan listrik yang dilakukan oleh tim tim Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. (Foto: Istimewa)

Labuan Bajo (The Indonesian News) – Gempa bumi M7,7 tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Fenomena geologi yang terjadi pada Minggu (15/8) juga merusak infrastruktur dasar, seperti listrik dan jaringan komunikasi.

Pos Pendamping Nasional (Pospenas) merilis perbaikan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi berjalan optimal. Pada Senin (17/8), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat hampir 100 persen untuk memulihkan jaringan listrik yang berada pada wilayah kerja mereka. Trafo GI sudah pulih 100 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan Mengatakan, Sedangkan tiang listrik atau penyulang yang terdampak sudah berfungsi 98,3 persen.

“Gardu distribusi yang terdampak sebanyak 3.478 unit sudah menyala 99,45 persen. Dari total pelanggan dalam area tersebut, 564.065 atau 99,4 persen sudah kembali mendapatkan listrik,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Agustus 2026.

Selanjutnya, Distribusi kelistrikan dari UP3 Flores Bagian Timur juga melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sedangkan UP3 Flores Bagian Barat, cakupan wilayah pelayanan meliputi enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Sementara itu, jaringan telekomunikasi yang dikelola provider Telkomsel juga hampir pulih 100 persen di wilayah terdampak gempa. Wilayah yang jaringan komunikasinya telah pulih lebih dari 90 persen di antaranya Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende dan Manggarai. Hanya Manggarai Timur, pemulihan jaringan komunikasi mencapai 76,3 persen, dimana 14 site masih terkendala.

“Melalui perbaikan yang berjalan optimal tersebut, Pospenas mengharapkan aktivitas masyarakat dapat segera bangkit dan pulih kembali pascabencana. Langkah tesebut sejalan dengan perbaikan infrastruktur lain, seperti akses jalan. Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga dilakukan oleh pos komando yang didukung Pospenas,” Tutup Berton SP Panjaitan.

BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Gempa NTT

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana dan Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono mengikuti Rapat Koordinasi dengan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono , Halim Perdanakusuma, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Senin (17/8), Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana bersama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono melakukan koordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma terkait dukungan operasi penanggulangan bencana gempa di NTT.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

“Koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penguatan operasi distribusi logistik dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.

Proses distribusi bantuan logistik di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma untuk masyarakat terdampak Gempa Nusa Tenggara Timur melalui jalur udara via Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Berton SP Panjaitan menambahkan, Sejak Sabtu (15/8), Posko PPN Halim Perdanakusuma menggelar operasi distribusi bantuan kemanusiaan berskala besar dengan melibatkan pemerintah, TNI, serta berbagai mitra kemanusiaan. Dalam operasi tersebut, pesawat angkut berat TNI AU dikerahkan untuk mengirimkan kebutuhan logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. Pada Senin (17/8), sebanyak tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan bantuan mencapai 40.567 kilogram (kg).

“Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Labuan Bajo (LBJ) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut mengangkut 13.504 kg logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan darurat di wilayah barat NTT. Muatan terdiri atas paket sembako seberat 3.019 kg atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres), serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat total 10.485 kg dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris). Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” Terangnya.

Selanjutnya, distribusi bantuan diarahkan ke wilayah tengah dan timur NTT melalui penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Maumere (MOF) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut membawa total 13.563 kg logistik. Muatan terbesar berupa 13.500 kg paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres. BNPB turut mengirimkan bantuan nonpangan berupa 200 potong kaos dengan berat 48 kg, sedangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyumbangkan 15 kg obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung kebutuhan kesehatan darurat di pengungsian.

Untuk melanjutkan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) – Labuan Bajo (LBJ) – Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut membawa 13.500 kg logistik yang terdiri atas 13.100 kg paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kg kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses pascagempa.

“Tiga penerbangan tersebut merupakan bagian dari operasi distribusi logistik terpadu yang dilaksanakan melalui jalur udara dan laut. Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma berfungsi sebagai pusat kendali yang menerima dan mengonsolidasikan bantuan dari berbagai sumber, termasuk lembaga dan organisasi kemanusiaan, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta. Melalui jalur udara, distribusi dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere. Sementara itu, distribusi melalui jalur laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai,” Pungkasnya.

Pelaksanaan operasi melalui berbagai moda transportasi tersebut terus diperkuat selama masa tanggap darurat. Dalam kurun waktu 15–17 Agustus 2026, tercatat tujuh sortie penerbangan yang memberangkatkan total 101.494 kg logistik. Operasi tersebut didukung oleh dua unit pesawat A-400M Atlas dan empat unit pesawat C-130 Hercules, serta armada KRI untuk distribusi melalui jalur laut. Kelancaran seluruh rangkaian operasi tersebut didukung oleh personel gabungan yang bertugas di Pangkalan Aju Halim Perdanakusuma. Sebanyak 710 personel terlibat dalam pelaksanaan operasi, mulai dari penerimaan dan konsolidasi bantuan hingga proses pemuatan dan pemberangkatan logistik menuju wilayah terdampak.

“BNPB mengimbau masyarakat dan mitra yang ingin menyalurkan bantuan untuk berkoordinasi dengan Koordinator Posko Halim guna menyinkronkan jadwal dan kebutuhan distribusi. Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu maupun moda transportasi, sehingga dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts