Beranda blog Halaman 50

Presiden Prabowo Direncanakan Kunjungi NTT usai Gempa Magnitudo 7,7

Presiden Prabowo Subianto. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan rencana kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.

“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, Kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Prasetyo, kunjungan Presiden membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang lebih kompleks dibandingkan kunjungan pejabat pada umumnya.

Karena itu, pemerintah terlebih dahulu memastikan penanganan bencana di lapangan berjalan dengan baik.

“Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,” ujarnya.

Prasetyo mengungkapkan, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga telah berada di NTT guna memastikan koordinasi tanggap darurat pascagempa berjalan cepat dan terpadu.

Jajaran pejabat yang diturunkan ke lokasi meliputi Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus, serta Wamensos Agus Jabo Priyono.

“Sekarang (mereka) sedang berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan penanganan darurat secara maksimal bagi para korban bencana di NTT.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” tulis Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo, Minggu (16/8/2026).

Pemerintah sendiri telah menyalurkan 50.000 paket sembako ke lokasi bencana sejak Sabtu (15/8/2026) guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak.

Selain kementerian dan lembaga terkait, Kepala Negara menginstruksikan jajaran BUMN, seperti Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, untuk turut aktif dalam penanganan di lapangan.

“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini. Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” tegas Prabowo.

Prabowo turut menyampaikan belasungkawa dan doa mendalam bagi seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa tersebut.

“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi,” tutur Presiden.

Gempa berkekuatan M 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) subuh, dan sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG sebelum dinyatakan berakhir pukul 07.30 WIB.

Lantik Kajari Pidie, Kajati Aceh dorong optimalisasi pendampingan hukum

Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah (Pertama kiri) melantik Rajendra Dharmalinga Wiritanaya sebagai Kajari Pidie di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026). The Indonesian News/HO-Humas Kejati Aceh

Banda Aceh (The Indonesian News) – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah melantik dan mengambil sumpah jabatan Rajendra Dharmalinga Wiritanaya  sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pidie di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).

Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah menyampaikan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya strategis organisasi untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan, sekaligus memperkuat manajemen dan tata kelola institusi.

“Jabatan ini merupakan amanah besar sekaligus bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan integritas dan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Teuku Rahmatsyah.

Kajati Aceh juga menegaskan komitmen jajaran Kejaksaan untuk senantiasa terbuka dan menjaga integritas institusi. Setiap proses penyelesaian dan penanganan perkara harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Rajendra diminta meningkatkan profesionalisme dan integritas serta memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik tercela.

Dalam bidang pengelolaan anggaran, Kajati Aceh menekankan agar seluruh proses pengelolaan dan realisasi anggaran dilaksanakan secara tertib administrasi, tepat waktu, dan berorientasi pada hasil. Penggunaan anggaran juga harus mengacu pada regulasi yang berlaku serta terhindar dari segala bentuk penyimpangan.

Di sisi lain, Kajati Aceh meminta Kajari Pidie yang baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memperkuat sinergi serta komunikasi dengan seluruh jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adat setempat. Kajati Aceh juga mendorong optimalisasi pendampingan hukum (legal assistance) agar program-program pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran tanpa menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.

Teuku Rahmatsyah mengajak seluruh jajaran untuk memberikan dukungan dan membangun kerja sama yang solid melalui sinergi dan kolaborasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia berharap amanah yang diemban Rajendra dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan citra Kejaksaan di tengah masyarakat. “Selamat bertugas, tunjukkan karya terbaik, dan jaga marwah institusi,” pesan Kajati Aceh.

Rajendra Dharmalinga Wiritanaya sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Strategi Kebijakan Politik Hukum, Pemerintahan, dan Pembangunan Sumber Daya Manusia pada Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum Kejaksaan Agung. Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pidie menggantikan Suhendra yang selanjutnya mendapat promosi dan penugasan sebagai Kepala Subdirektorat V.D pada Direktorat V Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Aceh beserta pengurus dan anggota, para Asisten, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator, serta seluruh pejabat eselon IV di lingkungan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Usut Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Periksa SPPG hingga Staf BGN

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna. (Foto : Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Kejaksaan Agung (Kejagung)  terus mengusut kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN). Terbaru, Kejagung memeriksa enam orang saksi.

“Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah melaksanakan kegiatan penyidikan berupa pemeriksaan 6 orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 s.d. 2026,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Anang merincikan, enam orang saksi yang diperiksa yakni J dan UG dari SPPG Pandeglang, FA selaku akuntan yayasan SPB dan yayasan GBI, AS selaku yayasan pendidikan BWI. Kemudian, AB selaku staf pada BGN dan DYU merupakan Tenaga Ahli di BGN.

“Pemeriksaan saksi oleh Penyidik dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” Terangnya.

Anang menegaskan, proses penyidikan dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian.

Sebagai informasi, BGN belakangan tengah disorot setelah sejumlah petingginya terjerat kasus korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung.

Dalam perkara ini Korps Adhyaksa telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.

Ketujuh tersangka itu memiliki peran berbeda-beda mulai dari soal pengadaan barang dan jasa, jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga dugaan korupsi penjualan Food Tray atau Ompreng MBG. Selain tujuh tersangka, sebelumnya Kejagung juga mengungkap adanya keterlibatan oknum Kolonel TNI berinisial BU dalam perkara tersebut.

Berikut adalah tujuh orang yang sudah ditetapkan tersangka korupsi MBG;

1. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
2. Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
3. Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung
4. Pihak Swasta Asep Yusuf Somantri
5. Vendor Motor Listrik Andri Mulyono
6. Ketua Yayasan Indonesia Food Security Riview, Glory Harimas Sihombing
7. Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Pemerintah Ambil Langkah Terpadu Atasi Persoalan Pertimahan di Bangka Belitung

Menko Kuham Imipas Yusril Ihza Mahendra (Tengah) saat Rapat Tingkat Menteri terkait Pengembalian Langkah Penyelesaian Terpadu atas Permasalahan Hukum dan Situasi Wilayah Operasi Belitung PT Timah, Jakarta, Senin (18/8/2026)/ (Foto: Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah mengambil langkah terpadu untuk menyelesaikan permasalahan hukum dan situasi wilayah operasi PT Timah (Persero) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah tersebut disepakati dalam Rapat Tingkat Menteri terkait Pengembalian Langkah Penyelesaian Terpadu atas Permasalahan Hukum dan Situasi Wilayah Operasi Belitung PT Timah (Persero) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati PT Timah dapat melakukan pembelian terhadap timah yang diproduksi dan beredar di masyarakat sebagai langkah sementara untuk mengatasi situasi mendesak yang terjadi di Bangka Belitung. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mendengarkan pandangan dari kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“PT Timah dibenarkan untuk terus melakukan pembelian terhadap timah yang ada di masyarakat untuk kemudian dilakukan penstokan oleh PT Timah. Keputusan ini diambil untuk mengatasi situasi mendesak di daerah yang harus segera ditangani,” ujar Yusril dalam konferensi pers usai rapat, Selasa, 18 Agustus 2026.

Yusril menegaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara hingga pemerintah menerbitkan regulasi khusus mengenai pertimahan. Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pertimahan yang proses penyusunannya telah dimulai dan telah disampaikan kepada Presiden serta Kementerian Sekretariat Negara.

Untuk mempercepat penyelesaian regulasi tersebut, Yusril meminta Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-Undangan mempercepat proses penyusunan aturan. Sambil menunggu Perpres diterbitkan, pemerintah membentuk tim kecil yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan untuk merumuskan langkah kebijakan dan aspek legalitas bagi PT Timah dalam melakukan pembelian timah dari masyarakat.

“Pemerintah harus mengambil kebijakan. Jangan membiarkan keadaan berlarut-larut tanpa penyelesaian, dan jangan juga menegakkan hukum secara kaku tanpa mengerti latar belakang persoalan di lapangan. Kita harus mencari solusi secara bijak,” tegas Yusril.

Menurut Yusril, kebijakan sementara tersebut diperlukan untuk menjembatani kondisi di lapangan dengan kebutuhan penegakan hukum. Pemerintah tidak ingin persoalan pertimahan hanya diselesaikan melalui pendekatan penegakan hukum secara kaku tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu mencegah agar timah yang beredar di masyarakat tidak justru mengalir melalui jalur penyelundupan ke luar negeri. Kondisi geografis Bangka Belitung yang berdekatan dengan negara tetangga menjadi salah satu tantangan dalam pengawasan peredaran timah.

Yusril menekankan bahwa kebijakan sementara tersebut tetap harus berada dalam koridor hukum dengan batas waktu yang jelas sampai Perpres pertimahan diterbitkan.

“Kita tetap berada di dalam koridor hukum, tetapi dengan pengecualian sementara yang batas waktunya kita tentukan dengan jelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusril menilai penataan tata kelola pertimahan perlu dilakukan secara menyeluruh mengingat posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen timah utama dunia. Bangka Belitung sendiri merupakan wilayah penghasil timah utama di Indonesia, dengan potensi timah yang juga berkaitan dengan mineral tanah jarang (rare earth minerals).

Karena itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, PT Timah, MIND ID, serta masyarakat untuk menata pengelolaan pertimahan di Bangka Belitung. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan kekayaan alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus berpikir strategis agar Indonesia sebagai produsen utama dapat menentukan harga timah dunia. Jangan lagi dipermainkan oleh negara lain. Kita harus menertibkan regulasi di dalam negeri dan mencegah terjadinya penyelundupan,” kata Yusril.

Yusril berharap masyarakat Bangka Belitung tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama proses penyelesaian persoalan pertimahan berlangsung. Pemerintah berkomitmen mempercepat penyusunan regulasi dan memastikan persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara terukur, sistematis, dan berkelanjutan.

“Kalau bisa selesai dalam waktu satu bulan, alhamdulillah. Berarti hanya butuh satu bulan untuk menormalisasi keadaan. Saya ingin bekerja dengan target waktu yang sistematis dan cepat. Saya tidak ingin masalah dibiarkan tidak selesai lalu dilupakan ketika pejabat berganti,” pungkas Yusril.

Dapur Umum Kemensos Layani Ribuan Korban Gempa di Sikka dan Manggarai

Dapur umum Kemensos beroperasi di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi terdampak gempak. (Foto: Dok. Kemensos).

NTT (The Indonesian News) – Kementerian Sosial terus berusaha menjamin kebutuhan dasar korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpenuhi. Setelah Nagekeo, dapur umum Kemensos kini juga beroperasi di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

Di Kabupaten Sikka, dapur umum Kemensos beroperasi di GOR Samador, Desa Madawat, Kecamatan Alok. Dapur umum yang beroperasi mulai Minggu (16/8) tersebut memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan setiap hari yang didistribusikan dalam tiga kali waktu makan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, dapur umum mulai beroperasi pada Senin (17/8) di Kecamatan Reok. Sebanyak 3.000 bungkus makanan disiapkan setiap hari untuk dua kali waktu makan.

Dengan kapasitas tersebut, dapur umum Kemensos di Sikka dan Manggarai saat ini menyiapkan sekitar 7.500 bungkus makanan setiap hari bagi masyarakat terdampak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pengoperasian dapur umum terus disesuaikan dengan kondisi pengungsian dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Dapur umum terus kita operasikan untuk melayani masyarakat yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan makanan harus tersedia, begitu juga tenda, pakaian, selimut dan kebutuhan kelompok rentan,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, DIkutip Selasa, 18 AGustus 2026.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.237 orang tercatat mengungsi di Kabupaten Sikka. Empat orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat dan enam orang luka ringan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, sebanyak 13.885 jiwa tercatat mengungsi. Sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang luka ringan. Data tersebut masih terus diperbarui seiring asesmen dan pendataan di lapangan.

Pengoperasian dapur umum di Sikka dan Manggarai melanjutkan pelayanan yang telah berjalan di Kabupaten Nagekeo. Dapur umum Kemensos di Desa Danga, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, mulai beroperasi pada Senin (17/8) dan saat ini memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari untuk dua kali waktu makan.

Dengan beroperasinya tiga dapur umum tersebut, kapasitas produksi makanan Kemensos di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai mencapai sekitar 9.500 bungkus per hari.

“Kapasitas dapur umum kita sesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Tim juga masih terus melakukan asesmen. Kalau di satu titik kebutuhannya bertambah, tentu pelayanan akan kita sesuaikan,” ujar Gus Ipul.

Kemensos saat ini sedang menyiapkan perluasan pelayanan dapur umum ke wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.

Tak Hanya Kebutuhan Dasar, Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan bagi Pengungsi Anak-Anak Gempa NTT

Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan bagi Pengungsi Anak-Anak Gempa NTT. (Foto: Dok. Bakom RI).

Sikka (The Indonesian News) – Upaya penanganan bencana tidak hanya diberikan dalam bentuk penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berkat kolaborasi antara pemerintah dengan sejumlah unsur masyarakat, upaya pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana, juga dilakukan melalui kegiatan trauma healing dan penyediaan perpustakaan keliling di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, NTT.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian.

“Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak,” jelas Berton dalam keterangan resminya, Selasa (18/8).

Ia mengatakan, dalam kegiatan trauma healing, pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama sehingga mereka tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga mengikuti aktivitas kelompok.

“Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, kehadiran perpustakaan keliling juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian. Kehadiran perpustakaan tersebut, lanjut dia, didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.

Berton berharap layanan dukungan psikososial yang terjalin melalui kolaborasi antarpihak ini dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian. Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.

“Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” jelas dia.

Sumber: Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Kemendagri Minta Daerah Segera Intervensi Kenaikan Harga Beras

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Puspen Kemendagri).

Jakarta (The Indonesian News) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera melakukan intervensi terhadap kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Langkah tersebut perlu dilakukan secara cepat mengingat beras merupakan komoditas pangan utama yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi.

“Beras ini besar sekali. Jadi kalau sedikit saja kenaikan harga beras mengenai inflasi kita naik, karena semua makan beras. Kalau cabai, sebagian tidak makan cabai,” ujar Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Tomsi menyoroti kenaikan harga beras di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Bone Bolango yang mencapai sekitar 13 persen dan Kabupaten Pohuwato yang mendekati 10 persen. Ia meminta Pemda dan TPID segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi harga, ketersediaan pasokan, serta faktor yang memicu kenaikan.

Khusus untuk Kabupaten Bone Bolango, Tomsi meminta Perum Bulog berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk segera melaksanakan operasi pasar. Menurutnya, intervensi perlu dilakukan segera agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.

“Jadi tidak boleh sedikit pun ada kenaikan harga beras dengan stok kita yang banyak,” tegas Tomsi.

Tomsi menekankan, Pemda tidak boleh menunggu harga naik terlalu tinggi ketika melakukan intervensi. Ia meminta TPID melakukan pemantauan secara aktif dan memastikan langkah pengendalian dilakukan sejak muncul indikasi kenaikan harga.

“Jangan nunggu naik dulu baru kita berbuat. Itulah gunanya supaya jangan sempat naik,” katanya.

Selain Bone Bolango dan Pohuwato, Tomsi meminta daerah lain yang mengalami kenaikan harga beras untuk melakukan pengecekan langsung ke pasar. Ia juga mendorong TPID memperkuat koordinasi dengan Bulog, BPS, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam memantau perkembangan harga pangan.

Tomsi mengingatkan bahwa ketersediaan stok beras nasional yang besar seharusnya dapat menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga di daerah. Karena itu, ia meminta Pemda memanfaatkan dukungan tersebut melalui langkah intervensi yang tepat dan cepat.

“Beras kita banyak, hampir 5,7 juta ton, terbanyak sepanjang sejarah. Kalau sampai naik, apalagi naiknya tinggi, ini berarti kesalahan ada pada kita,” tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga beras dapat memberikan tekanan cukup besar terhadap inflasi. Pada September 2023, misalnya, inflasi beras tercatat sebesar 5,61 persen. Angka tersebut antara lain dipengaruhi kondisi musim kering dan curah hujan yang sangat rendah. Sementara itu, pada Februari 2024 inflasi beras tercatat mencapai 5,32 persen.

“Jika dibandingkan dengan minggu lalu jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan harganya, yaitu 106 kabupaten/kota, sekarang menjadi 120 kabupaten/ kota,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung maupun daring oleh sejumlah pembicara dari BPS, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Satgas Pangan Polri, serta Kejaksaan. Selain itu, kegiatan ini turut diikuti secara daring oleh jajaran Pemda dari seluruh Indonesia.

BKN Dalami Perkara Kepala Inspektorat Banda Aceh Soal Dugaan Berhubungan Sesama Jenis

BKN Kanreg XIII Banda Aceh. (Foto: Ist)

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Inspektorat Banda Aceh, Aceh, berinisial FD (58) dan seorang mahasiswa inisial AM (22) ditetapkan sebagai tersangka kasus berhubungan sesama jenis alias gay. Dugaan aksi berhubungan sesama jenis oleh Kepala Inspektorat Banda Aceh dilakukan di ruang kantor. Dalam perkara ini, FD dan AM kini ditahan 20 hari ke depan di Kantor Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut. AM diketahui merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Banda Aceh.

Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh, M Rizal mengatakan pihaknya menetapkan tersangka setelah ditemukan bukti bahwa keduanya melanggar syariat islam. Keduanya diduga melanggar Qanun Nomor 12 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka dua-duanya berdasarkan alat bukti dan saksi yang kita temukan,” kata Rizal kepada wartawan, Selasa (18/8).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan jika pihaknya akan mendalami Perkara tersebut.

“Kami cek, saya tugaskan nanti kakanreg Aceh untuk mendalami,” Kata Kepala BKN Prof. Zudan kepada The Indonesian News melalui Pesan Eletronik, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kasatpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan pihaknya awalnya menerima laporan mengenai keberadaan seorang pria yang masuk ke Kantor Inspektorat setelah jam kerja berakhir.

“Pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026 Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh mendapat pengaduan bahwa ada pria tidak dikenal yang masuk ke Kantor Inspektorat Kota Banda Aceh setelah jam kerja berakhir,” kata Muhammad Rizal dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas mengerahkan satu regu ke lokasi. Setibanya di kantor, petugas menemukan FD bersama AM berada di dalam ruangan kerja pimpinan.

BNPB: Gempa M 6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Foto: BMKG

Jakarta (The Indonesian News) – Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6.1 yang berpusat di laut pada Selasa (18/8) pukul 13.02 WIB. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 29 Km, 147 km Tenggara Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Guncangan gempa dirasakan lemah selama 3-5 detik oleh warga Kabupaten Nias Selatan. Dampak guncangan juga diraskan hingga wilayah Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam dan Kota Padang,” kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing wilayah terdampak langsung melakukan monitoring dampak pascagempa untuk memastikan adanya dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Pastikan bangunan tempat tinggal aman dari retakan. Tetap pantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. Jika terjadi gempa susulan yang kuat, segera menuju ke tempat lapang dan jauhi pantai,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (Tengah) di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin segera bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) Pada Senin (17/8/2026) untuk meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi sekaligus membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.

Dalam Siaran Pers Biro Infohan Setjen Kemhan, Selasa (18/8/2026), Kehadiran Menhan Sjafrie di NTT merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana serta untuk memastikan penanganan dan bantuan dapat berjalan secara optimal.

Bantuan bagi masyarakat terdampak Gempa NTT di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Kunjungan tersebut dilaksanakan langsung setelah Menhan mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Dari Jakarta, Menhan bertolak menggunakan pesawat A400M TNI AU menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, disertai sekitar 20 ton bantuan kemanusiaan.

Pesawat A400M TNI AU menuju Bandara Komodo Labuan Bajo dari Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Bantuan kemanusiaan tersebut meliputi 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis (RO), serta 18 koli obat-obatan. Selain itu, terdapat bantuan tambahan berupa mi instan, bubur bayi, popok bayi, dan pembalut. Total muatan bersama palet mencapai sekitar 20,9 ton. Sejumlah bantuan Kemhan juga telah diberangkatkan sebelumnya menuju Maumere dan Labuan Bajo, berupa makanan siap saji, tenda peleton, selimut, penjernih air, alat komunikasi HT, dan senter.

Bantuan bagi masyarakat terdampak Gempa NTT di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Setibanya di NTT, Menhan melanjutkan peninjauan ke wilayah Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, kebutuhan mendesak di lapangan, serta memastikan dukungan TNI dan bantuan pemerintah dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat sasaran.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menhan juga meninjau Yonif TP 834/Wakanga Mere di Kabupaten Nagekeo, jajaran Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana. Menhan menerima paparan Danyonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Bony Prima mengenai kondisi wilayah dan dukungan satuan dalam penanganan dampak bencana.

Kehadiran Menhan di wilayah terdampak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan percepatan respons darurat serta mengoptimalkan peran TNI dalam mendukung BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Sementara itu, TNI telah mengerahkan personel dan berbagai kemampuan pendukung di sejumlah wilayah terdampak di Flores. Dukungan tersebut meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses, hingga distribusi logistik menggunakan jalur darat, laut, dan udara.

Menhan dalam hal ini menekankan pentingnya kecepatan, koordinasi, dan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat. Pengerahan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik TNI diarahkan untuk membantu pemerintah menjangkau daerah yang sulit diakses dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Kunjungan Menhan ke NTT sekaligus menegaskan bahwa di tengah momentum peringatan HUT Ke-81 RI, negara hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, serta pengerahan seluruh kemampuan yang diperlukan untuk melindungi dan membantu rakyat.

“Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kabaloghan Kemhan, Kabacadnas Kemhan, serta Pangdam IX/Udayana,” Demikian Biro Infohan Setjen Kemhan.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts