Beranda blog Halaman 56

1.050 Anak Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

1.050 Anak Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026, Kamis (23/72026). (Foto : Kemenimipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berikan Pengurangan Masa Pidana (PMP) kepada 1.050 Anak Binaan di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026, Kamis (23/72026). Dari jumlah tersebut, PMP HAN I atau pengurangan sebagian diberikan kepada 990 Anak Binaan, sedangkan 60 Anak Binaan langsung bebas usai mendapat PMP HAN II.

Pada PMP HAN I, 660 Anak Binaan menerima PMP sebanyak 1 bulan, 206 Anak Binaan menerima PMP sebanyak 2 bulan, 105 Anak Binaan menerima PMP 3 bulan, dan 19 Anak Binaan menerima PMP 4 bulan. Sementara untuk PMP HAN II, 31 Anak Binaan menerima PMP 1 bulan, masing-masing 14 Anak Binaan menerima PMP 2 dan 3 bulan, sedangkan 1 Anak Binaan menerima PMP 4 bulan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, mengatakan tema HAN Tahun 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” menegaskan setiap Anak Binaan tetap memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dibina, dan mempersiapkan masa depannya. “Pembinaan yang diselenggarakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) bukanlah pembalasan, melainkan wujud tanggung jawab negara dalam mengembalikan anak kepada kehidupan yang lebih baik melalui pendekatan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, serta keadilan restoratif,” terangnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Juli 2026.

Menimipas menambahkan proses pembinaan di LPKA tidak boleh dipandang sebagai akhir dari perjalanan seorang anak, ustru pembinaan merupakan awal dari proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. “Seluruh program pembinaan yang dilaksanakan diarahkan untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan akademik maupun vokasional, memperkuat nilai-nilai keagamaan, menumbuhkan kedisiplinan, membangun tanggung jawab, serta mengembangkan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Menteri Agus berharap PMP HAN menjadi motivasi bagi seluruh Anak Binaan untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga perilaku yang baik, mematuhi seluruh program pembinaan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. “Jadikan kesempatan ini sebagai awal untuk menata kembali kehidupan. Teruslah belajar, beribadah, menghormati orang tua, menghargai guru dan petugas pembinaan, serta membangun cita-cita yang tinggi. Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menentukan masa depan kalian,” pesannya.

Senada, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan PMP bagi Anak Binaan tidak hanya pemenuhan hak yang diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga wujud nyata komitmen negara dalam memberikan penghargaan atas setiap proses perubahan perilaku yang telah ditunjukkan selama menjalani pembinaan. “Melalui PMP, kita telah mewujudkan penghormatan terhadap hak Anak Binaan, menumbuhkan motivasi perubahan perilaku dan keberhasilan pembinaan, mendukung tema ‘sayang anak’, menguatkan aspek perlindungan anak sebagaimana tema ‘lindungi’, membangun masa depan anak yang lebih baik, memperkuat fungsi reintegrasi sosial, mengurangi risiko pengulangan tindak pidana, serta mendorong keberhasilan tujuan Sistem Pemasyarakatan,” jelasnya.

Tahun ini, penerima PMP HAN terbanyak berasal dari Sumatra Utara sebanyak 102 Anak Binaan, Jawa Barat sebanyak 96 Anak Binaan, dan Jawa Timur sebanyak 80 Anak Binaan. Melalui PMP HAN, negara menghemat biaya makan Anak Binaan sebesar Rp1.075.140.000,-.

PMP bagi Anak Binaan merupakan bagian dari pendekatan rehabilitatif yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Kepala BKN Inisiasi Program ASN Dekat Keluarga

Foto : DOk. Humas BKN

Jakarta (The Indonesian News) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai menjalankan program penempatan aparatur sipil negara (ASN) lebih dekat dengan domisili. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu ASN kembali berkumpul dengan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Pada tahap awal, program ini sudah mulai diuji coba bagi pegawai BKN dengan menempatkan pegawai yang ada di lingkup Kantor Pusat, Kantor Regional, dan UPT BKN agar bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya.

Kepala BKN, Prof. Zudan mengatakan kebijakan ini dilatarbelakangi dari keyakinannya bahwa pegawai yang memiliki keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan (work-life balance) akan mampu memberikan kinerja yang lebih optimal. Dengan bekerja lebih dekat dengan keluarga, menurutnya, ASN bisa meningkatkan motivasi bekerja sekaligus memiliki ruang yang lebih baik dalam menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga.

“Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun akomodasi akibat tinggal berjauhan dengan keluarga,” ujar Prof. Zudan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/07/2026).

Selain meningkatkan kualitas hidup pegawai, program ini juga menjadi upaya BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga. Prof. Zudan menyampaikan bahwa selama ini tidak sedikit ASN yang harus hidup terpisah dari keluarga karena penempatan kerja sehingga harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, maupun kebutuhan rumah tangga di dua lokasi berbeda. Dengan penempatan yang lebih dekat dengan domisili, beban tersebut diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Prof. Zudan juga menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk inovasi kebijakan yang relevan dengan kondisi saat ini. Ketika peningkatan kesejahteraan melalui penyesuaian pendapatan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, ia berharap pengurangan beban pengeluaran menjadi salah satu solusi yang dapat ditempuh tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Selama implementasinya ke depan, BKN akan melakukan evaluasi dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, serta kualitas layanan kepada masyarakat. Hasil evaluasi nantinya dapat menjadi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan ASN berbasis kesejahteraan dan kinerja.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengesampingkan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas. Semoga program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Semoga bermanfaat,” tegasnya.

Lewat uji coba program mendekatkan ASN dengan keluarga dan domisili ini, BKN ingin menghadirkan inovasi dalam manajemen ASN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai aset utama birokrasi.

“Dengan pegawai yang lebih bahagia, lebih dekat dengan keluarga, serta memiliki beban ekonomi yang lebih ringan, diharapkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin meningkat,’ Tutup Kepala BKN, Prof. Zudan.

Indonesia Perkuat Kerja Sama Repatriasi Artefak Budaya

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta Rabu(22/7/2026). Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang memberikan keterangan pers didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa selain melakukan pembahasan secara resmi, Direktur FBI juga secara langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI.

“Di samping tentu saja ada pembicaraan sebagai teman, dan juga secara ofisial beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul, maka benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya usai pertemuan.

Fadli Zon menjelaskan bahwa artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, tepatnya merupakan warisan budaya masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau di kawasan Danau Sentani. Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Indonesia.

“Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita,” lanjutnya.

Fadli Zon juga mengungkapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pengembalian benda budaya telah berlangsung sebelumnya. FBI tercatat telah beberapa kali membantu mengembalikan berbagai artefak penting Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu serta artefak dari sejumlah situs budaya.

“Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekneg dan juga Kementerian Luar Negeri,” tutur Fadli.

Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa pengembalian artefak budaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan kedaulatan budaya nasional sekaligus memperkaya pengetahuan masyarakat terhadap warisan sejarah bangsa. Artefak-artefak tersebut nantinya akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dinikmati sekaligus dipelajari oleh masyarakat luas.

“Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan ekshibit ini, akan mempamerkan ini di Museum Nasional,” ujar Fadli.

Tim 9 Kejagung Mulai Periksa Saksi Kasus Eks Jampidsus

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna. (Foto : Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menangani tiga perkara yang dilimpahkan dari Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri. Untuk mempercepat proses penyidikan, Kejagung membentuk tim khusus yang terdiri dari sembilan jaksa atau disebut Tim 9.

Pembentukan Tim 9 dilakukan setelah Kejaksaan Agung mempelajari berkas perkara dan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 20 Juli 2026.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan bahwa sembilan jaksa tersebut dipilih untuk menangani perkara dengan tujuan menghindari potensi resistensi antara tim penyidik dengan para tersangka.

“Berdasarkan sprindik baru tersebut, Tim 9 telah memanggil empat orang saksi berinisial FA, DR, NH, dan TS, serta seorang ahli tindak pidana pencucian uang (TPPU) guna dimintai keterangan pada Rabu, 22 Juli 2026,” kata Anang dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026) dini hari.

Namun, dari empat saksi yang dipanggil, dua di antaranya yakni FA dan NH tidak hadir dengan alasan kesehatan. Penyidik menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap keduanya pada Jumat, 24 Juli 2026.

Anang menjelaskan, pemeriksaan saksi kali ini juga mendapat pengawasan dari sejumlah lembaga sebagai bentuk transparansi penanganan perkara.

“Hadir dalam proses tersebut Tim Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Kejaksaan, Tim Kortas Tipikor Polri, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),” tambahnya.

Kejaksaan Agung menegaskan koordinasi antara Tim Penyidik Tim 9 dengan penyidik Polda Metro Jaya dan Tim Kortas Tipikor Polri terus dilakukan guna mendukung sekaligus mempercepat penyelesaian penyidikan terhadap tiga perkara yang telah dilimpahkan tersebut.

“Proses koordinasi antara Tim Penyidik (Tim 9) dengan penyidik Polda Metro Jaya dan Tim Kortas Tipikor Polri terus berlangsung untuk mendukung dan mempercepat proses penanganan perkara,” pungkasnya.

Menko Yusril Tegaskan Komitmen Indonesia terhadap Palestina Tetap Konsisten

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (Kedua Kiri) audiensi dengan pimpinan MUI sekaligus mengklarifikasi deportasi warga negara Palestina Abdul Karim Raed Miqdad ke Republik Siprus di Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). (Foto : Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap konsisten dan tidak berubah. Penegasan itu disampaikan saat melakukan audiensi dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026), sekaligus mengklarifikasi deportasi warga negara Palestina Abdul Karim Raed Miqdad ke Republik Siprus.

Dalam pertemuan tersebut, Yusril menjelaskan bahwa deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad dilakukan berdasarkan mekanisme Red Notice Interpol karena Indonesia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Republik Siprus. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan penanganan perkara pidana yang tidak berkaitan dengan sikap politik maupun dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah Siprus telah memiliki bukti permulaan yang cukup dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana yang dilakukan di wilayah yurisdiksi Siprus,” ujar Yusril.

Ia menjelaskan, komunikasi antara Kepolisian Siprus dan Polri telah berlangsung sejak 21 Mei 2026, jauh sebelum Interpol menerbitkan Red Notice pada 16 Juli 2026. Setelah pemberitahuan tersebut diterima NCB-Interpol Indonesia, proses deportasi dilaksanakan pada 17 Juli 2026, dan Pemerintah Siprus mengirimkan pesawat khusus beserta pengawalan kepolisian untuk menjemput Abdul Karim di Jakarta.

Yusril menegaskan bahwa Interpol memiliki mekanisme yang ketat sebelum menerbitkan Red Notice. Salah satu syarat utamanya adalah memastikan perkara yang diajukan tidak berkaitan dengan agama, politik, hak asasi manusia, maupun militer.

“Setelah melalui proses pemeriksaan, kasus ini dinyatakan sebagai perkara pidana murni sehingga menjadi dasar bagi Indonesia untuk menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Menanggapi berbagai informasi yang berkembang di ruang publik, Yusril juga meluruskan narasi yang menyebut Abdul Karim sebagai ulama Palestina maupun aktivis kemanusiaan di Jalur Gaza. Berdasarkan koordinasi Pemerintah Indonesia dengan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, informasi tersebut dipastikan tidak benar.

“Kami telah berkoordinasi dengan Duta Besar Palestina. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, yang bersangkutan bukan seorang ulama maupun aktivis kemanusiaan. Selama berada di Indonesia, ia beraktivitas sebagai warga biasa yang menjalankan usaha bisnis,” ujarnya.

Yusril juga menepis isu yang menyebut Abdul Karim akan diserahkan kepada Israel setelah tiba di Siprus. Menurutnya, Pemerintah Indonesia telah meminta jaminan langsung kepada Pemerintah Siprus, yang memastikan Abdul Karim tidak akan diserahkan kepada negara ketiga karena bertentangan dengan ketentuan dalam mekanisme Interpol.

Lebih lanjut, Yusril menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut tidak mengubah komitmen Indonesia terhadap Palestina.

“Komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tidak pernah berubah sejak 1948. Kasus Abdul Karim Raed Miqdad merupakan perkara pidana individual yang berada dalam yurisdiksi negara lain sehingga tidak boleh dikaitkan dengan sikap politik Indonesia terhadap Palestina,” tegasnya.

Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar mengapresiasi kehadiran Menko Yusril yang membuka ruang dialog dengan para pimpinan MUI dan organisasi kemasyarakatan Islam.

“Saya atas nama pengurus MUI menyampaikan banyak terima kasih kepada Prof Yusril. Kita tahu kesibukan beliau sangat luar biasa, namun masih menyempatkan diri untuk hadir langsung di MUI. Jazakumullah khairan, semoga ini menjadi nilai amal saleh,” ujar Kiai Anwar.

Menurutnya, audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi sehingga para ulama dan pimpinan ormas memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kasus deportasi Abdul Karim Raed Miqdad tanpa mengurangi komitmen konstitusional Indonesia yang sejak awal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Audiensi turut dihadiri Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hukum Dr. Wahiduddin Adams, Ketua MUI Bidang Ukhuwah Zaitun Rasmin, Staf Khusus Menteri Bidang Administrasi Herdito Sandi Pratama, serta Staf Khusus Bidang Hubungan Luar Negeri Ahmad Usmarwi Kaffah.

Kejagung Benarkan Teuku Rahmatsyah Ditunjuk sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Aceh

Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna (Foto : Dok.Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) -Teuku Rahmatsyah resmi ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh menggantikan Yudi Triadi. Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 831 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia yang ditetapkan pada 22 Juli 2026.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna saat dikonfirmasi membenarkan Teuku Rahmatsyah resmi ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh menggantikan Yudi Triadi.

“Benar ini merupakan hal biasa bagian dr proses promosi dan rotasi penyegaran organisasi serta untuk mengisi kekosongan beberapa jabatan dalam rangka kelancaran pelayanan kepada masayarakat/ publik terutama dalam pelayanan dan penegakan hukum,” Kata Kapuspenkum Anang Supriatna melalui pesan elektronik kepada The Indonesian News, Rabu, 22 Juli 2026.

Sebelum dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Aceh, Teuku Rahmatsyah menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Lampung.

Sementara itu, Yudi Triadi yang sebelumnya menjabat Kajati Aceh kini mendapat promosi sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Dengan penunjukan ini, Teuku Rahmatsyah akan memimpin Kejaksaan Tinggi Aceh dan melanjutkan berbagai agenda penegakan hukum.

Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Komitmen Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Program MBG

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam keterangannya usai pelantikan, Sudaryono menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar mengingat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis pemerintah.

“Saya hari ini sebagaimana tadi sudah dilaksanakan acara pelantikan dan secara resmi telah menjadi Kepala Badan Gizi Nasional yang per hari ini kemudian saya telah aktif, tentu saja ini adalah amanah besar bagi saya. Ini satu amanah besar karena memang program Makan Bergizi Gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan,” ucapnya.

Sudaryono menegaskan bahwa salah satu fokus utama yang akan segera dilakukan adalah membenahi tata kelola BGN agar semakin transparan, akuntabel, dan berbasis sistem. Menurut Kepala BGN, sejumlah persoalan yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengawasan serta memastikan seluruh proses berjalan secara terbuka.

“Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya,” tutur Sudaryono.

Selanjutnya, Kepala BGN menegaskan bahwa pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis harus sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap rupiah yang digunakan, menurutnya, harus benar-benar mendukung tujuan utama program, yakni menyediakan asupan gizi yang sesuai bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia.

“Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Sudaryono menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Kepala BGN menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut akan mendorong penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan nelayan sehingga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah.

Untuk menjaga integritas pelaksanaan program, Sudaryono menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan di lingkungan BGN harus dilakukan melalui mekanisme yang resmi, terbuka, dan transparan, tanpa mengedepankan hubungan personal maupun pendekatan informal.

“Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up, dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem. Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, dan transparan, dan dilihat orang,” ucap Kepala BGN.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BGN turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sudaryono menegaskan komitmennya menerapkan prinsip nol toleransi terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pengelolaan program.

“Doakan kami semua untuk bisa amanah, dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi, dan hengki-pengki, dan copet-copetan, sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Panglima TNI Hadiri Upacara Praspa TNI dan Polri di Istana Negara

Foto : Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Upacara Praspa 2026, di Istana Merdeka, Rabu (22/7/2026). (Foto: Biro Sekretariat Presiden)

Jakarta (The Indonesian News) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menghadiri Upacara Prasetya Perwira (Praspa) 1.177 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri Tahun 2026 yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Upacara Prasetya PerwiraTNI dan Polri Tahun 2026 yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto : Puspen TNI)

Dalam upacara tersebut, Presiden RI menyematkan tanda pangkat kepada empat peraih Adhi Makayasa yang mewakili seluruh perwira remaja yang dilantik, yakni Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara, dan Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian.

Foto : Puspen TNI

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan para perwira remaja. Pelantikan hari ini, menurut Presiden, bukan garis akhir melainkan awal untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, serta rakyat Indonesia.

“Di hari yang berbahagia ini, atas nama pribadi, atas nama pemerintah, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang resmi diangkat menjadi perwira TNI dan Polri di tahun 2026. Hari ini bukan sekadar upacara, hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah awal sebuah pengabdian pada bangsa dan negara. Saudara-saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa, negara dan rakyat Indonesia,” ucap Presiden.

Presiden menekankan pentingnya memegang teguh sumpah perwira serta menjaga kesetiaan kepada bangsa dan negara. “Pegang teguh sumpah yang telah Saudara ucapkan. Setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.

Indonesia Dorong Kemitraan ASEAN–Kanada Perkuat Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam ASEAN-Canada Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026). Foto Kemlu RI

Manila (The Indonesian News) – Ketahanan ekonomi, pangan, dan energi menjadi fokus Indonesia dalam mendorong penguatan kemitraan ASEAN dan Kanada di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam ASEAN-Canada Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

“Kemitraan ASEAN dan Kanada harus menjadi bagian dari solusi untuk membangun kawasan yang lebih tangguh, sejahtera, dan damai,” ujar Menlu Sugiono, Dikutip dari laman Kemlu RI, Rabu, 22 Juli 2026.

Sebagai salah satu prioritas dalam bidang ekonomi, Indonesia mendorong agar perundingan ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) dapat segera diselesaikan tahun ini. Perjanjian ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, mendorong pertumbuhan yang inklusif, serta membuka lebih banyak peluang bagi UMKM, khususnya dalam menembus pasar Amerika Utara.

Kanada Sebagai produsen dan eksportir potash terbesar di dunia memiliki peran strategis dalam mendukung rantai pasok pangan dan produktivitas pertanian ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia mendorong penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi kawasan yang tangguh, termasuk melalui pemanfaatan Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO) yang didirikan Kanada di Asia Tenggara.

Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di bidang ketahanan energi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan. Penyelenggaraan Inaugural ASEAN–Canada Strategic Dialogue yang mengambil tema keamanan energi pada Juni 2026 menjadi langkah awal yang konkret untuk memperdalam kolaborasi di bidang ini.

Menlu RI turut menekankan pentingnya menjaga keamanan dan perdamaian, termasuk dengan mendorong penguatan agenda Youth, Peace, and Security melalui ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR). Ditegaskan pula bahwa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, multilateralisme harus tetap menjadi landasan untuk membangun kepercayaan, menegakkan hukum internasional secara konsisten, serta mencari solusi bersama, termasuk bagi Palestina.

ASEAN dan Kanada telah menjalin kerja sama sejak tahun 1977 dan akan mencapai momentum 50 tahun kemitraan di tahun mendatang. Pertemuan mengadopsi ASEAN-Canada Plan of Action 2026-2030 sebagai arah strategis kerja sama lima tahun ke depan yang mencakup kerja sama di bidang politik keamanan, ekonomi, sosial budaya, dan kerja sama lintas pilar.

Tiga Warga Sipil jadi Korban Aksi Kekerasan OPM, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Masyarakat

Tiga Warga Sipil Menjadi Korban Aksi Kekerasan OPM sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Pada Senin (20/7/2026). (Foto : Koops TNI Habema).

Yahukimo (The Indonesian News) – Duka kembali menyelimuti Tanah Papua. Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo) sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Pada Senin (20/7/2026).

Berdasarkan informasi awal yang diterima, serta pernyataan yang dipublikasikan oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia. Korban terdiri dari sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga saat ini, identitas lengkap dan kronologi kejadian masih dalam proses pendalaman oleh aparat yang berwenang.

Koops TNI kepada keluarga para korban Kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Setiap masyarakat Papua berhak hidup dengan aman, bekerja, membesarkan keluarga, dan membangun masa depan tanpa rasa takut.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap tindakan aparat keamanan selalu berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum yang profesional.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Koops TNI Habema meyakini bahwa keamanan merupakan fondasi bagi kehidupan masyarakat. Ketika situasi aman terjaga, anak-anak dapat bersekolah, pelayanan kesehatan dapat berjalan, aktivitas ekonomi kembali tumbuh, dan masyarakat dapat membangun masa depan dengan penuh harapan.

Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus memperkuat semangat persaudaraan demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (Demikian Pen Koops TNI Habema)

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts