Beranda blog Halaman 58

Sambut HUT ke-81 RI, Merdekaria 2026: “The People’s Celebration”

Foto: Dok. Ancol

Jakarta (The Indonesian News)–  Ancol Taman Impian kembali menghadirkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui gelaran “Merdekaria: The People’s Celebration” pada 16–17 Agustus 2026.

Mengusung semangat kebersamaan dan persatuan, Merdekaria 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai usia, mulai dari konser musik, olahraga bersama, lomba tradisional, pertunjukan seni, hingga beragam aktivitas rekreasi.

Selama dua hari perayaan, kawasan Ancol akan dipenuhi berbagai kegiatan menarik. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, rangkaian acara akan diawali dengan Merdekaria Wellness Fest/Zumba Party pada pukul 07.00 WIB di Symphony of The Sea.

Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB digelar Merdekaria Creator Day di Community Timur Pantai Lagoon. Acara ini akan menghadirkan para admin media sosial dari berbagai brand.

Malam harinya, pengunjung dapat menikmati Musik Merdekaria yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB di Pantai Lagoon Ancol.

Puncak perayaan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada pukul 07.00 WIB di Symphony of The Sea.

Kemudian, masyarakat dapat mengikuti Merdekaria Funlympics mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Community Timur Pantai Lagoon. Berbagai lomba rakyat akan digelar, di antaranya kerupuk jumbo, goyang kardus, tepung sedotan, memasukkan paku atau pensil ke botol dengan pancingan, paku ke dalam botol, lari helm karung, pukul balon air, balap kelereng, dan berbagai permainan tradisional lainnya.

Pada sore hari, tepatnya pukul 15.00 WIB, kemeriahan berlanjut melalui Panjat Pinang Kolosal di Pantai Beachpool. Tahun ini, sebanyak 50 pohon pinang akan diperebutkan oleh 100 tim atau regu. Berbagai hadiah menarik seperti sepeda, barang elektronik, dan hadiah lainnya telah disiapkan bagi para peserta.

Bersamaan dengan panjat pinang, Ancol juga menggelar Lomba Fotografi yang berkolaborasi dengan komunitas Ayo Motret Jakarta.

Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan Musik Merdekaria pada pukul 18.30 WIB di Pantai Lagoon Ancol.

“Merdeka Berkarya” di Pasar Seni Ancol

Selain rangkaian acara utama, Ancol juga menghadirkan program “Merdeka Berkarya” di Pasar Seni Ancol yang berlangsung pada 14–23 Agustus 2026.

Program tersebut menghadirkan berbagai aktivitas seni, seperti pameran karya seni, live painting, art challenge, hingga workshop melukis bersama para pelaku seni.

Semarak Kemerdekaan di Dufan

Suasana kemerdekaan juga akan terasa di Dunia Fantasi (Dufan). Sejumlah pertunjukan spesial telah disiapkan, di antaranya Performance Art Tokoh Bambu Runcing pada 15, 16, 17, 22, dan 23 Agustus 2026 pukul 11.30 WIB.

Pengunjung juga dapat menyaksikan Drama Musikal Bambu Runcing pada tanggal yang sama mulai pukul 18.30 WIB.

Khusus pada 17 Agustus, Dufan akan menghadirkan Parade Special Kemerdekaan pada pukul 16.00 WIB yang dilanjutkan dengan Aneka Lomba Kemerdekaan pada pukul 16.30 WIB.

Sementara itu, dalam rangka HUT Dufan ke-41, akan digelar PLAYVOR THE FEST 2026 sebagai perayaan puncak pada 29 Agustus 2026. Festival tersebut akan menghadirkan Vierratale, BRAVY, dan Moluccan Soul, dengan perpaduan wahana ikonik, pertunjukan musik, visual festival, serta suasana taman hiburan pada malam hari.

Semarak Kemerdekaan di Sea World, Samudra, Bird Land, dan Atlantis

Di Sea World Ancol, pengunjung dapat menyaksikan Pengibaran Bendera Merah Putih di Bawah Air pada 17 Agustus pukul 10.00 WIB di Sharkuarium, dilanjutkan dengan Show Lomba Rakyat di Bawah Air pada pukul 11.30 WIB.

Sea World juga menghadirkan drama teatrikal “Amanat dari Dasar Laut” pada 16 dan 17 Agustus pukul 13.30 WIB di Akuarium Utama. Selain itu, terdapat Games Ular Tangga Kemerdekaan pada 15–17 Agustus serta Lomba Mewarnai pada 17 Agustus.

Di Samudra Ancol, pengunjung dapat menikmati Parade Nusantara “Merah Putih 81 Meter” pada 15–17 Agustus pukul 15.45 WIB. Ada pula Mermaid Show Special Kemerdekaan pada pukul 12.00 WIB di Underwater Theater Samudra.

Sementara itu, Jakarta Bird Land Ancol menghadirkan Show Sayap Merah Putih pada 15–17 Agustus pukul 14.30 WIB serta penampilan Bird of The Season “Rajawali Papua” di area Aviary.

Adapun di Atlantis Ancol, berbagai kegiatan bertema kemerdekaan juga telah disiapkan pada 15–17 Agustus, seperti Water Carnival Show, Water Games, Guardian Water Show, Panjat Pinang Miring, dan Fun Zumba.

“Gratis Masuk Ancol” pada 17 Agustus

Kabar baik bagi masyarakat, Ancol memberikan kesempatan untuk menikmati kawasan Ancol tanpa dikenakan tiket masuk orang pada 17 Agustus 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Namun, masyarakat wajib melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi Ancol hingga 16 Agustus 2026. Program ini hanya berlaku untuk kunjungan pada 17 Agustus 2026, dengan ketentuan satu orang mendapatkan satu tiket gratis.

Program gratis tersebut belum termasuk tiket kendaraan maupun tiket unit rekreasi dan berlaku selama kuota masih tersedia.

Selain itu, pada 15–17 Agustus 2026, pengguna yang mengunduh aplikasi Ancol Points berkesempatan memperoleh 8.100 poin. Ancol juga menawarkan tiket masuk kawasan dengan harga spesial Rp8.100 per orang melalui voucher Ancol Points sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui gelaran Merdekaria 2026, Ancol Taman Impian mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi, menikmati hiburan, sekaligus merayakan semangat kemerdekaan bersama keluarga dan sahabat.

“Yuk, rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat dan kebersamaan di Ancol Taman Impian. Serunya gak habis-habis!”

Kemenko Polkam: Pengawasan terhadap WNA harus dilakukan secara objektif

Rakor Penguatan Pengawasan WNA di Bali yang diselenggarakan di Tangerang Selatan, Banten, Pada Rabu (12/8/2026). (Foto: Humas Kemenko Polkam RI).

Banten (The Indonesian News) – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong penguatan sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L) dalam pengawasan warga negara asing (WNA). Penguatan dilakukan melalui deteksi dini, pertukaran data, pengawasan berbasis risiko, serta penegakan hukum secara objektif dan terukur.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan WNA di Bali yang diselenggarakan di Tangerang Selatan, Banten, Pada Rabu (12/8/2026). Rakor melibatkan kementerian dan lembaga terkait dalam pengawasan keimigrasian, kegiatan usaha, serta keamanan.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, menegaskan pengawasan tidak boleh didasarkan pada kewarganegaraan tertentu.

“Pengawasan terhadap WNA harus dilakukan secara objektif berdasarkan kepatuhan terhadap hukum. Pengawasan tidak boleh didasarkan pada kewarganegaraan maupun latar belakang tertentu,” tegas Mohammad K. Koba.

Kemenko Polkam juga menekankan pentingnya pengelolaan isu secara proporsional dan berbasis fakta. Pendekatan tersebut diperlukan agar penegakan hukum tidak berkembang menjadi sentimen diskriminatif atau xenofobia.

Penguatan pengawasan diperlukan untuk memastikan kegiatan WNA sesuai ketentuan hukum. Langkah tersebut juga penting untuk menjaga keamanan nasional, ketertiban masyarakat, serta iklim pariwisata dan investasi yang sehat.

Rakor membahas sejumlah isu aktual dalam pengawasan WNA. Isu tersebut mencakup dugaan penyalahgunaan izin tinggal dan perizinan berusaha. Perhatian juga diberikan terhadap aktivitas usaha pada sektor vila, properti, dan jasa pariwisata skala mikro. Selain itu, dibahas tantangan verifikasi identitas WNA yang memiliki lebih dari satu paspor.

Dari aspek keimigrasian, pengawasan telah dilakukan melalui mekanisme clearing house, pendalaman profil, serta verifikasi sponsor dan penjamin. Mobilitas WNA yang menggunakan lebih dari satu paspor memerlukan perhatian khusus. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan integrasi data dan pertukaran informasi antarinstansi.

Rakor juga menyoroti kepatuhan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Pengawasan diperlukan untuk memastikan kesesuaian kegiatan usaha dengan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Audit dan pemeriksaan berkala juga diperlukan terhadap kegiatan konkret perusahaan di lapangan. Entitas yang terbukti fiktif atau menyalahgunakan perizinan harus ditindak sesuai ketentuan hukum.

Selain itu, peningkatan kunjungan warga negara dari negara subjek calling visa ke Bali turut menjadi perhatian. Pengawasan dilakukan secara terukur dan berbasis risiko dengan mempertimbangkan aspek keamanan.

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa Kemenko Polkam, Pande K. Wuri H., menekankan pentingnya integrasi pengawasan antarinstansi.

“Koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi perlu diperkuat untuk menutup celah pengawasan. Dengan demikian, potensi pelanggaran dapat dideteksi dan ditangani lebih dini,” ujar Pande K. Wuri H.

Rakor menegaskan keterbukaan Indonesia bagi wisatawan dan investor asing harus berjalan seiring dengan kepatuhan hukum. Pengawasan yang kuat diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional tanpa menghambat mobilitas WNA yang taat aturan.

Ke depan, Kemenko Polkam bersama K/L terkait akan memperkuat deteksi dini dan pengawasan terpadu. Koordinasi dan pertukaran data antar-K/L juga akan terus ditingkatkan. Langkah tersebut disertai komunikasi publik berbasis fakta untuk mencegah disinformasi serta menjaga keamanan dan stabilitas nasional.

Kemenhub Gerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Putri Yasmin, 212 Orang Dievakuasi dan 5 Masih Dicari

Foto: Dok. Kemenhub

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bergerak cepat menangani insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok yang terjadi pada Rabu (12/8) pagi. Sejak laporan diterima pada pukul 04.20 WITA, seluruh unsur maritim dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan penumpang serta awak kapal.

Respons cepat dilakukan dengan memancarkan berita marabahaya atau MAYDAY sebanyak tiga kali melalui VTS Benoa dan SROP Padangbai kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ditjen Perhubungan Laut juga menerbitkan Notice to Marine dan mengarahkan kapal-kapal di sekitar lokasi untuk memberikan pertolongan serta membantu proses evakuasi.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut memberikan pertolongan awal, di antaranya KMP Port Link 2, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.

Untuk memperkuat proses penyelamatan, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KN.P 345 guna mengawal pelaksanaan evakuasi di sekitar lokasi kejadian. Posko koordinasi gabungan juga didirikan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, ASDP, serta sejumlah instansi terkait.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu korban dalam insiden tersebut.“Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Masyhud.

Masyhud menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama sejak insiden terjadi. Seluruh unsur di lapangan, kata dia, bergerak melakukan evakuasi, pencarian, pendataan, serta memberikan penanganan medis kepada para korban.

“Kami memastikan setiap penumpang yang dievakuasi mendapatkan penanganan medis dan dukungan yang diperlukan. Sinergi antar-stakeholder inilah yang menjadi kunci optimalisasi penanganan musibah di lapangan,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

212 Orang Berhasil Dievakuasi

Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat sebanyak 114 penumpang, di luar awak kapal dan non-ABK.

Namun, hingga Jumat (14/8), tercatat sebanyak 212 orang telah dievakuasi, terdiri dari 188 penumpang, 17 awak kapal, dan 7 non-ABK. Dari jumlah tersebut, satu orang penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan laporan pengaduan yang diterima, masih terdapat lima orang yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Perbedaan antara jumlah penumpang dalam manifest dengan jumlah orang yang berhasil dievakuasi menjadi perhatian serius pemerintah.

Masyhud mengatakan, perbedaan data tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi secara menyeluruh.

“Terkait adanya perbedaan jumlah penumpang dengan data manifest, hal ini menjadi temuan serius yang akan kami tindak lanjuti melalui investigasi komprehensif,” tegasnya.

Kemenhub Dukung Investigasi KNKT

Mengenai penyebab kebakaran, Ditjen Perhubungan Laut menyatakan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Investigasi tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran ke depan.

Hak Korban Dikawal Pemerintah

Selain melakukan evakuasi dan pencarian korban, pemerintah juga memastikan hak-hak para korban mendapatkan perhatian. Ditjen Perhubungan Laut mengawal proses penyaluran santunan dan jaminan asuransi bagi korban dan keluarga korban.

Pada Kamis (13/8), santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia atas nama Indah Dwi Septiani telah disalurkan di Asrama Brimob Ampenan, Mataram, melalui PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera.

Total santunan kematian yang diterima ahli waris mencapai Rp125 juta, yang terdiri dari santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta dan tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp75 juta.

Selain santunan kematian, pemerintah juga memastikan korban luka-luka mendapatkan jaminan biaya perawatan medis sesuai ketentuan yang berlaku hingga korban dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Hak penumpang atas penggantian kendaraan yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut juga akan dipenuhi sesuai ketentuan dan mekanisme asuransi yang berlaku.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Masyhud menegaskan bahwa operasi penyelamatan dan pencarian korban masih terus dilakukan. Pemerintah juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat atau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para nakhoda dan kru kapal yang memberikan pertolongan pertama kepada para korban.

“Perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal penanganan ini hingga tuntas,” tutup Masyhud.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau seluruh operator kapal dan masyarakat pengguna jasa angkutan laut untuk senantiasa menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.

PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

Foto: DOk. PJM

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat sinergi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang kepanduan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026.

Sebanyak delapan perwira TNI AL dinyatakan lulus seleksi dan mengikuti program pendidikan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemanduan kapal, khususnya di wilayah operasional PJM di kawasan Indonesia Timur.

Upacara Pembukaan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 sekaligus Seremonial Pelepasan Perwira TNI AL berlangsung di Pendulum Nusantara Hall, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Bogor, Pada Senin (10/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Laksda TNI Yudi Cahyadi, S.T., CHRMP., CFrA selaku Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal), Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dr. Muhammad Anto Julianto, S.E., M.Si., Komisaris Utama PJM Hermanto, Direktur Utama PJM Arief Hermawan, serta Direktur Operasi dan Teknik PJM Warsilan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II, kemudian dilanjutkan dengan seremonial pelepasan delapan perwira TNI AL yang akan mengikuti program pendidikan. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AL dan PT Pelindo Jasa Maritim sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan kompetensi personel sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepelabuhanan.

Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan mengatakan, pelaksanaan Diklat Pandu Tingkat II merupakan langkah strategis untuk membangun kompetensi SDM sekaligus memperkuat sinergi antara PJM dan TNI AL.

“Program Pendidikan Pandu Tingkat II bagi Perwira TNI Angkatan Laut merupakan bentuk nyata sinergi antara Pelindo dan TNI AL dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas. Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pelayanan pemanduan kapal yang semakin aman, andal, dan berkualitas,” ujar Arief.

Menurut Arief, peningkatan kompetensi di bidang kepanduan memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan, kelancaran, dan keandalan pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.

“Bagi PJM, kerja sama ini bukan hanya tentang peningkatan kompetensi personel, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pelayanan maritim. Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” tambahnya.

Delapan perwira TNI AL yang mengikuti Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga pandu yang kompeten di sejumlah wilayah strategis. Kolaborasi ini secara khusus diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan pemanduan kapal di Jayapura, Merauke, Manokwari, Biak, Sorong, Tual, Fakfak, dan Timika.

Program Diklat Pandu Tingkat II tersebut diselenggarakan oleh PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), yang telah memperoleh persetujuan untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan Pandu Tingkat II. Pelaksanaannya mengacu pada pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM pemanduan kapal yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Sinergi antara TNI AL, PJM, dan Kementerian Perhubungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kompetensi SDM di bidang pemanduan kapal. Ketersediaan personel pandu yang profesional dan kompeten diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap aspek keselamatan, keandalan, serta kualitas pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik nasional. Dalam konteks tersebut, pengembangan kompetensi SDM menjadi salah satu elemen penting dalam menghadirkan layanan maritim yang profesional, andal, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas institusi ini, program pendidikan pandu diharapkan tidak hanya menghasilkan personel yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat fondasi peningkatan kualitas pelayanan pemanduan kapal serta mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Semarak HUT RI, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Kolaborasi

Foto: Dok. Pelindo

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Group Wilayah Kerja Makassar memperkuat kolaborasi dan kebersamaan pekerja melalui kegiatan Senam Bersama, Fun Games, dan Bazar UMKM dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di pelataran parkir Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Jumat (14/8), tersebut diikuti oleh seluruh jajaran manajemen dan pekerja Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar.

Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Jasa Maritim, Aris Subagyo membuka kegiatan tersebut mewakili Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis.

Aris mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk memperkuat semangat persatuan, kolaborasi, dan rasa memiliki di antara seluruh pekerja dalam satu ekosistem Pelindo Group.

“Semangat kemerdekaan perlu terus diwujudkan melalui kebersamaan dan kontribusi nyata. Kolaborasi yang kuat antarmanajemen dan pekerja merupakan salah satu modal penting bagi Pelindo untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta pengguna jasa,” ujarnya.

Menurut Aris, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, solid, dan produktif. Melalui senam bersama dan fun games, para pekerja dapat membangun interaksi yang lebih erat di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Semangat tersebut sejalan dengan arah transformasi BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia yang mendorong penguatan daya saing perusahaan melalui keunggulan operasional, pengembangan sumber daya manusia, dan sinergi strategis. Dengan fondasi itu, Pelindo diharapkan semakin optimal dalam mendukung konektivitas logistik dan berbagai agenda strategis nasional.

Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful menuturkan, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan suasana peringatan kemerdekaan yang sehat, semarak, dan inklusif bagi seluruh insan Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar.

“Senam bersama dan fun games menjadi sarana memperkuat kekompakan, sedangkan bazar UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada peserta kegiatan,” katanya.

Rinto menambahkan, pelibatan UMKM juga mencerminkan komitmen Pelindo untuk ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran bazar di tengah rangkaian kegiatan internal perusahaan diharapkan membuka akses pasar sekaligus meningkatkan eksposur produk-produk lokal.

“Melalui momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, kami ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong, kepedulian, dan optimisme. Nilai-nilai tersebut menjadi energi bagi seluruh Port Captain Pelindo untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tutup Rinto.

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Pengadaan 2026 Makin Transparan dan Kompetitif

Foto: Dok. Pelindo

Makassar (the Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional 4 melalui pembaruan kebijakan pengadaan barang dan jasa. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong digitalisasi sistem P-eproc, penerapan Contractor Safety Management System (CSMS), serta membuka akses dukungan pembiayaan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Penguatan tersebut menjadi bagian dari Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pelindo Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Kamis (13/8).

Kegiatan ini diikuti sejumlah vendor yang selama ini telah bekerja sama maupun pelaku usaha yang akan menjalin kemitraan dengan Pelindo Regional 4. Sosialisasi menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman mengenai kebijakan, mekanisme, sistem, hingga standar yang harus dipenuhi dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pelindo.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan vendor memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran operasional sekaligus peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan.

“Pelindo memandang vendor sebagai mitra strategis. Karena itu, hubungan kerja sama harus dibangun berdasarkan profesionalisme, transparansi, kepatuhan, kualitas pekerjaan, serta komitmen terhadap keselamatan,” ujar Rinto.

Menurut Rinto, kesamaan pemahaman terhadap kebijakan pengadaan menjadi hal penting agar setiap proses kerja sama dapat berjalan secara tertib, efektif, dan akuntabel. Pelindo juga ingin memastikan seluruh vendor memiliki kesiapan yang memadai, baik sebelum mengikuti proses pengadaan maupun ketika melaksanakan pekerjaan.

“Kami berharap seluruh vendor dapat memahami ketentuan yang berlaku dan mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini penting agar kerja sama yang terjalin mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung pelayanan Pelindo kepada pengguna jasa,” katanya.

Kesiapan vendor, lanjut Rinto, tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi dan kemampuan teknis. Aspek integritas, kapasitas perusahaan, serta pemenuhan standar keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai sejumlah pembaruan dalam proses pengadaan, antara lain peraturan terbaru pengadaan barang dan jasa, penerapan CSMS, pembaruan sistem P-eproc, serta fasilitas finance funding dan dukungan pembiayaan dari perbankan Himbara.

Manager Pengadaan Non Teknik PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Yanuar Siscaria Rahmawati, menjelaskan bahwa pembaruan kebijakan dan sistem pengadaan merupakan bagian dari transformasi Pelindo untuk menciptakan proses bisnis yang semakin transparan, efisien, dan kompetitif.

“Pengadaan barang dan jasa tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perusahaan. Proses ini juga menjadi instrumen penting dalam menjaga efisiensi, transparansi, persaingan usaha yang sehat, dan kualitas hasil pekerjaan,” tutur Yanuar.

Ia menjelaskan, pembaruan sistem P-eproc diharapkan dapat semakin memudahkan pelaku usaha dalam mengikuti proses pengadaan secara digital. Untuk itu, vendor diminta memastikan seluruh informasi perusahaan yang tercatat dalam Vendor Management System (VMS) telah lengkap, benar, dan mutakhir.

Pelindo juga menegaskan komitmennya untuk memberikan kesempatan yang setara kepada pelaku usaha yang memiliki kompetensi dan memenuhi seluruh persyaratan untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan perusahaan.

Selain aspek administrasi dan digitalisasi, faktor keselamatan menjadi salah satu persyaratan penting dalam pelaksanaan pekerjaan. Melalui penerapan CSMS, setiap kontraktor dituntut mampu mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja selama menjalankan pekerjaan di lingkungan Pelindo.

Manager Pengadaan Pelindo Regional 4, Anrina Mesanny Aprilia Rasmud, mengatakan sosialisasi tersebut juga menjadi sarana komunikasi langsung antara Pelindo dan para vendor untuk membahas mekanisme pengadaan secara lebih terbuka.

“Melalui forum ini, vendor dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif sekaligus menyampaikan pertanyaan mengenai proses pengadaan. Kami ingin memastikan tidak ada perbedaan pemahaman dalam penerapan kebijakan di lapangan,” ujar Anrina.

Menurut Anrina, kelengkapan administrasi, kemampuan teknis, integritas, serta pemenuhan standar keselamatan merupakan satu kesatuan dalam menentukan kesiapan vendor untuk bekerja sama dengan Pelindo.

Pelindo Regional 4 terus mendorong terciptanya ekosistem pengadaan yang terbuka, profesional, transparan, dan kompetitif. Penguatan ekosistem tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas barang dan jasa yang diperoleh perusahaan, tetapi juga memperluas kesempatan bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam rantai bisnis kepelabuhanan.

Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pelindo Tahun 2026 dilaksanakan di empat wilayah regional, yakni Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo untuk menyeragamkan pemahaman serta implementasi kebijakan pengadaan di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Presiden Prabowo Apresiasi Keberanian Pelaku Usaha Bangun Industri Kendaraan Listrik Nasional

Presiden Prabowo Subianto (Pertama Kiri) meninjau proses produksi motor listrik di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberanian berinisiatif dan mengambil risiko para pelaku usaha dalam membangun industri kendaraan listrik nasional. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

“Saya kira ini yang kita hargai. Jadi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah ambil suatu keberanian. Inisiatif itu keberanian karena inisiatif mengandung risiko,” ucap Presiden.

“Kita bangga hari ini dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang akan lebih cepat lagi,” lanjutnya.

Menurut Presiden, peluncuran MoLiNas hari ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Presiden pun turut mengapresiasi langkah PT Indika Energy Tbk yang telah mengembangkan industri motor listrik hingga mampu memproduksi 20 ribu unit kendaraan.

“Hari ini saya tandatangani karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, dua juta saya datang lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui dukungan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah, kata Presiden, akan menyiapkan skema pembelian sehingga penggunaan kendaraan listrik makin mudah dijangkau masyarakat.

“Kita akan turunkan bunga cicilan, kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP (down payment),” tutur Presiden.

Selain motor listrik, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem industri mobil listrik nasional di Kabupaten Subang. “Di kilometer 84 ada kompleks besar kita lagi bangun mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” katanya.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh pelaku industri untuk terus berinisiatif dan berani menghadapi risiko demi membangun kemandirian industri nasional. Menurut Presiden, tidak ada keberhasilan dan kemenangan tanpa inisiatif dan keberanian.

“Di tentara ada moto, siapa berani menang. Tidak mungkin menang kita duduk nunggu kemenangan datang. Kemenangan tidak akan datang. Kemenangan harus kita perjuangkan. Harus kita rebut,” tandasnya.

Komunitas Merah Mata Fishing kibarkan merah putih di bukit terjal Lampuuk

Seorang anggota Komunitas Merah Mata Fishing (MMF) Aceh mengibarkan Bendera Merah Putih di tebing terjal Bukit Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (13/8/2026). Pengibaran bendera di kawasan wisata Bukit Lampuuk yang menghadap Samudera Hindia itu dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI dan sekaligus edukasi keselamatan rockfishing bagi pemancing. The Indonesian News/Foto Heru S./Aps
Anggota Komunitas Merah Mata Fishing (MMF) mengikuti upacara pengibaran bendera di tebing terjal Bukit Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (13/8/2026). Pengibaran bendera di kawasan wisata Bukit Lampuuk yang menghadap Samudera Hindia itu dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI dan sekaligus edukasi keselamatan rockfishing bagi pemancing. The Indonesian News/Foto Heru S./Aps

Kasad lapor ke Presiden Prabowo: 2.500 Jembatan dan 3.000 Titik Air Tuntas

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Murid sekolah melintas di Jembatan Garuda yang telah selesai di bangun. (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad)

Bekasi (The Indonesian News) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan capaian pembangunan infrastruktur TNI Angkatan Darat kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto melalui video conference, dalam rangka peresmian Jembatan Garuda ke-2.500 dan titik air bersih ke-3.000 yang dipusatkan di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Pada Kamis (13/8/2026).

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat melaporkan capaian pembangunan infrastruktur TNI AD kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video conference pada peresmian Jembatan Garuda ke-2.500 dan titik air bersih ke-3.000 yang dipusatkan di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad).

Dalam laporannya, Kasad menyampaikan bahwa TNI AD telah mengerjakan 3.008 jembatan, dengan 2.500 jembatan telah selesai dan 508 lainnya masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan tersebut telah membuka akses menuju 7.807 desa, 9.008 sekolah, 4.502 fasilitas kesehatan, dan 4.618 fasilitas ekonomi, serta memberikan manfaat bagi sekitar 4,5 juta jiwa.

“TNI Angkatan Darat sudah mengerjakan 3.008 jembatan dan per hari ini kita selesaikan 2.500 jembatan di tempat ini. Memang setiap hari bisa sampai di atas 50, hampir 100, itu karena waktu memulainya berbeda-beda,” jelas Kasad.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama warga saat peresmian jembatan garuda dan titi air bersih. (Foto: The Indonesian News/HO-Dispenad).

Selain itu, sebanyak 798 jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi prioritas pengerjaan pascabencana. Kasad juga menyampaikan bahwa TNI AD menargetkan pembangunan jembatan terus berlanjut hingga mencapai sedikitnya 5.000 jembatan selesai pada akhir tahun.

Untuk penyediaan air bersih, TNI AD telah membangun 10.912 titik air bersih, termasuk 5.797 sumur bor dalam lima tahun terakhir. Sejak mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan tersebut terus dipercepat dan hingga Agustus 2026 telah mencapai 3.000 titik air bersih yang selesai. Titik ke 3.000 berada di Sumenep, sedangkan di Gunungsitoli pengeboran mencapai kedalaman 180 meter dan memberikan manfaat bagi sekitar 231 kepala keluarga.

“Dengan dukungan dari Bapak Presiden, dari mulai Januari sampai dengan Agustus ini saja kita sudah membuat 3.232 titik air, yang sudah selesai 3.000. Dan ini akan terus kita lanjutkan. Mudah-mudahan target kami untuk jembatan ini di akhir tahun bisa 5.000, minimal 5.000 selesai,” imbuh Kasad yang juga mendapat mandat sebagai Dansatgas Jembatan.

Di bidang ketahanan pangan, TNI AD turut memperkuat dukungan melalui pembangunan irigasi. Sebanyak 83.150 hektare lahan yang sebelumnya bergantung pada air hujan telah mendapatkan dukungan pengairan, ditambah 445 titik irigasi baru yang diproyeksikan mengairi 16.970 hektare lahan. Secara keseluruhan, program tersebut diarahkan untuk mendukung pengairan sekitar 100.120 hektare lahan tadah hujan agar berpotensi panen hingga tiga kali setahun dan meningkatkan produksi gabah sekitar 1,5 juta ton per tahun.

Kasad menegaskan, pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, dan pengembangan irigasi merupakan bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap program pemerintah sekaligus upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang bergotong royong bersama prajurit dalam pelaksanaan berbagai program tersebut.

“Kerja sama dari masyarakat dan kehidupan bergotong royong itu hal yang penting. Dengan gotong royong masyarakat merasa memiliki, dan saya lihat respons gotong royong masyarakat di seluruh Indonesia luar biasa,” pungkas Kasad.

Merespon laporan Kasad, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas rekam jejak dan berbagai inisiatif yang dilakukan Kasad. Presiden mengungkapkan bahwa dirinya telah memantau kiprah dan inisiatif Maruli sejak sebelum menjabat sebagai Kasad, termasuk berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian seorang prajurit maupun pejabat pada akhirnya akan dinilai dan dicatat oleh masyarakat.

“Jenderal Maruli, sebelum menjadi KSAD, sebelum menjabat jabatan yang tertinggi di Angkatan Darat, saya telah monitor saudara mengambil inisiatif-inisiatif yang baik. Seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira, pejabat tertinggi di Angkatan Darat, itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya,” puji Presiden.

Menkeu: Kurang dari 24 Jam, Bea Cukai Gagalkan Dua Penyelundupan Emas Senilai Rp63 Miliar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Tengah) saat Konferensi pers upaya penggagalan ekspor emas ilegal oleh Bea dan Cukai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis (13/8/2026). (The Indonesian News/HO-Ditjen Bea Cukai).

Tangerang (The Indonesian News) – Belum genap 24 jam, Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggagalkan dua upaya penyelundupan ekspor emas melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari dua penindakan yang dilakukan pada 10 dan 11 Agustus 2026, petugas mengamankan total 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp63 miliar.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Bea Cukai sebagai penjaga perbatasan Indonesia terus meningkatkan kapabilitas dan beradaptasi terhadap perkembangan modus penyelundupan.

“Bea Cukai sebagai penjaga border Indonesia terus meningkatkan kapabilitas dan harus selalu selangkah lebih maju dalam mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang terus berkembang. Dengan mengombinasikan teknologi pemeriksaan, analisis risiko, analisis data penumpang, pengawasan lapangan, serta sinergi dengan seluruh stakeholder bandara, kita harus terus meningkatkan kewaspadaan,” ujar Menkeu saat konferensi pers, Kamis, 13 Agustus 2026.

Barang bukti saat Konferensi pers upaya penggagalan ekspor emas ilegal oleh Bea dan Cukai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis (13/8/2026). (The Indonesian News/HO-Ditjen Bea Cukai).

Kedua kasus tersebut menggunakan modus yang berbeda dan menunjukkan semakin beragamnya cara yang digunakan untuk menghindari pengawasan. Pada penindakan pertama, emas disembunyikan dengan berbagai cara, antara lain dimasukkan ke area kemaluan dan dubur, diselipkan pada pakaian yang telah dimodifikasi, body strapping, hingga disimpan dalam tas hand carry. Pada penindakan kedua, emas dibawa melalui jalur operasional bandara dengan memanfaatkan staf ground handling untuk selanjutnya diserahkan kepada penumpang di area keberangkatan internasional.

Penindakan pertama bermula dari sinergi Aviation Security (Avsec) dan petugas Bea Cukai yang menemukan dugaan pembawaan emas dalam tas handcarry oleh seorang penumpang WNA China di Terminal 3 Keberangkatan. Dari pemeriksaan, petugas menemukan emas berbentuk silinder/telur di dalam tas handcarry.

Saat proses pendalaman berlangsung, Avsec dan petugas Bea Cukai kembali menemukan seorang penumpang lainnya berdasarkan anomali hasil body scanner. Pemeriksaan terhadap penumpang tersebut menemukan emas berbentuk silinder yang disembunyikan di dalam pakaian dalam yang telah dimodifikasi. Selanjutnya, Tim Bea Cukai melakukan analisis data penumpang (Passenger Analysis Unit/PAU) dan menemukan dugaan keterkaitan kedua penumpang tersebut dengan penumpang lainnya dalam dua penerbangan tujuan Hong Kong, yaitu CX798 dan GA860. Sebanyak lima penumpang yang diduga terkait kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, petugas menemukan emas berbentuk telur dengan modus inserter pada area kemaluan dan dubur, serta emas yang disembunyikan di dalam celana dalam yang telah dimodifikasi. Secara keseluruhan, petugas mengamankan tujuh penumpang dengan 41 keping emas seberat total 17,436 kilogram dan perkiraan nilai pasar Rp46 miliar. Seluruh emas hasil penindakan menunjukkan kadar Au 99,99 persen atau 24 karat berdasarkan pengujian menggunakan Detektor Mineral XRF.

Berdasarkan hasil gelar perkara, tujuh penumpang tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana penyelundupan di bidang ekspor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Kurang dari 24 jam, petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan emas. Seorang staf ground handling ditemukan membawa emas melalui jalur khusus karyawan atau loading dock untuk diserahkan kepada seorang penumpang yang akan menuju Dubai menggunakan penerbangan EK357. Dari pemeriksaan, ditemukan tujuh keping emas berbentuk cast bar dengan berat 6,357 kilogram dan perkiraan nilai pasar Rp17 miliar yang disimpan dalam tas ransel dan koper kabin tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Menkeu menekankan bahwa pengawasan kepabeanan tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi perlu menggabungkan teknologi, analisis risiko, pemanfaatan data, pengawasan lapangan, dan sinergi lintas instansi.

“Setiap temuan harus dikembangkan, tidak berhenti pada siapa yang membawa barang, tetapi juga dari mana barang berasal, kepada siapa akan diserahkan, dan siapa saja yang akan terlibat. Ke depan, pengawasan terhadap lalu lintas barang dan penumpang internasional akan terus diperkuat, khususnya terhadap komoditas bernilai tinggi yang memerlukan pemenuhan ketentuan kepabeanan dan peraturan terkait,” tegas Menkeu.

Secara keseluruhan, dari dua penindakan tersebut Bea Cukai mengamankan 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp63 miliar. Untuk pengembangan perkara dan penelusuran asal-usul emas, Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan sinergi dengan Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM.

Pemerintah mengingatkan masyarakat bahwa pembawaan emas ke luar negeri wajib memenuhi ketentuan kepabeanan dan ketentuan ekspor yang berlaku. Ketentuan barang bawaan penumpang antara lain diatur melalui PMK Nomor 203/PMK.04/2017 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 34 Tahun 2025. Selain itu, sejak 23 Desember 2025 berlaku PMK Nomor 80 Tahun 2025 yang mengatur jenis barang ekspor berupa emas tertentu yang dikenakan Bea Keluar.

Masyarakat yang akan membawa emas ke luar negeri diimbau untuk menyampaikan pemberitahuan kepada petugas Bea Cukai, memastikan kewajiban Bea Keluar, serta memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan. Pemerintah terus memperkuat pengawasan sekaligus memberikan edukasi agar kegiatan ekspor dan pembawaan barang ke luar negeri berlangsung secara legal, transparan, dan sesuai dengan ketentuan.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts