Beranda blog Halaman 72

Menpora kecam pelecehan seksual atlet di bawah umur

Menpora Erick Thohir. (Foto : Dok.Komdigi).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir mengecam keras tindak pelecehan seksual terhadap seorang atlet menembak asal Jawa Timur yang masih berusia 15 tahun yang diduga dilakukan oleh mantan pengurus Perbakin.

Menpora menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi, terlebih korbannya adalah anak di bawah umur yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dalam lingkungan olahraga.

“Kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu atlet muda kita benar-benar merusak nilai-nilai kemanusiaan, mencederai dunia olahraga yang seharusnya menjadi ruang pengembangan potensi yang aman dan nyaman bagi para atlet,” kata Menpora Erick Thohir, Dikutip dari laman Komdigi, Jumat (26/6/2026).

Kita semua bukan hanya sebagai insan olahraga, tapi sebagai umat manusia mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual, terlebih dalam kasus ini korbannya adalah anak di bawah umur. Dunia olahraga harus menjadi tempat yang menjaga martabat para atlet dalam mendapatkan pelatihan dan meraih prestasi, bukan menjadi ruang yang membuka peluang terjadinya kekerasan atau pelecehan dalam bentuk apa pun katanya Erick Thohir.

Menpora Erick juga mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan mengapresiasi langkah cepat serta profesional aparat kepolisian dalam menangani kasus ini hingga menetapkan pelaku sebagai tersangka. Menurutnya, proses hukum harus berjalan secara tegas untuk memberikan rasa keadilan kepada korban dan keluarganya.

“Saya mendukung sepenuhnya langkah kepolisian dalam menegakkan hukum dan mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan keadilan kepada korban sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku maupun pihak lain yang berpotensi melakukan tindakan serupa,” tegas Menpora Erick.

Lebih lanjut, Menpora berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa individu yang terbukti melakukan pelecehan seksual tidak layak lagi berada dalam ekosistem olahraga Indonesia.

“Apabila terbukti bersalah melalui proses hukum yang berkekuatan hukum tetap, saya berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain itu, pelaku tidak boleh lagi diberikan ruang untuk terlibat dalam pembinaan, pendampingan, maupun aktivitas apa pun di lingkungan olahraga. Kita harus memastikan bahwa keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Menpora Erick menegaskan bahwa Kemenpora berada di pihak korban dan akan terus memberikan dukungan terhadap upaya-upaya perlindungan serta pemulihan yang dibutuhkan korban.

“Kami akan selalu berada bersama korban. Kemenpora memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga agar tetap kuat menjalani proses yang ada. Hak-hak korban harus dilindungi dan dipenuhi, termasuk aspek pendampingan serta pemulihannya,” ujar Menpora.

Kemenpora juga akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut bersama para pemangku kepentingan terkait guna memastikan proses penanganan berjalan dengan baik dan memberikan keadilan bagi korban.

Di akhir pernyataannya, Menpora Erick mengajak seluruh insan olahraga untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting dalam memperkuat sistem perlindungan atlet, khususnya atlet usia muda.

“Kasus ini tidak boleh terulang kembali. Kita harus bersama-sama membangun budaya olahraga yang aman, berintegritas, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual. Setiap atlet berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalani proses pembinaan maupun kompetisi. Kemenpora akan terus mendorong penguatan sistem pencegahan dan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga,” pungkas Menpora Erick.

10.375 WNI berada dalam detensi imigrasi Kamboja

Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Delegasi RI ke Kamboja untuk memperkuat penanganan kasus online scam yang melibatkan WNI di Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/6/2026). (Foto : Dok.Humas Kemenko Polkam RI).

Bogor (The Indonesian News) – Kemenko Polkam melalui Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri menggelar Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Delegasi RI ke Kamboja untuk memperkuat penanganan kasus online scam yang melibatkan WNI. Rapat dipimpin oleh Andri P. Nugroho, Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polkam dan dihadiri perwakilan Kemenko Polkam, Kemlu, Kemenimipas, Kemenkum, Komdigi, Polri, Kejaksaan Agung, OJK, PPATK, dan KBRI Phnom Penh.

Asdep Koordinasi Kerja Sama ASEAN, menegaskan bahwa kunjungan Delegasi RI merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama konkret antara Indonesia dan Kamboja dalam menangani kejahatan online scam yang semakin kompleks dan lintas negara.

“Indonesia harus hadir dengan posisi yang jelas, membawa isu prioritas yang konkret, sekaligus menawarkan kerja sama yang memberikan manfaat bersama dalam upaya pemberantasan online scam dan pelindungan warga negara,” tegasnya pada saat membuka acara di Bogor, Jawa Barat, Pada Rabu (24/6/2026)

Rapat mencatat bahwa berdasarkan data KBRI Phnom Penh hingga 23 Juni 2026 terdapat 10.375 WNI yang berada dalam detensi imigrasi Kamboja, sementara sekitar 1.800 WNI masih menunggu proses asesmen. Selain itu, diperkirakan masih terdapat sekitar 15.000 WNI yang belum terjaring operasi otoritas Kamboja terhadap pusat-pusat online scam.

Delegasi RI akan dipimpin oleh Wamenlu Arif Havas Oegroseno dan beranggotakan perwakilan Pejabat dari Kemenko Polkam, Kemenlu, Kemenimipas, Kejaksaan Agung, Polri, PPATK, dan OJK. Delegasi RI akan membawa sejumlah isu strategis, termasuk akses barang bukti, tindak lanjut DPO, joint operation, dan penguatan pertukaran data lintas negara. Indonesia juga menyiapkan dukungan teknis seperti pelatihan digital forensik, bantuan pelacakan transaksi keuangan, dan penguatan kerja sama penegakan hukum.

Rapat menegaskan bahwa penanganan online scam dan WNI Bermasalah di luar negeri merupakan isu nasional yang memerlukan sinergi seluruh kementerian dan lembaga. Oleh karena itu, diperlukan langkah terpadu mulai dari pencegahan keberangkatan, penanganan WNI di luar negeri, pemulangan ke Indonesia, hingga penegakan hukum terhadap pelaku dan pencegahan repeat offenders.

Kepala BNPB Bekali 157 Pasis Sesko TNI Strategi Penguatan Posko Komando Bencana di Tanah Air

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto saat memberikan pembekalan strategis kepada 157 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/62026). (Foto : BNPB)

Bandung (The Indonesian News) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto memberikan pembekalan strategis kepada 157 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Pada Kamis (25/6/2026).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto saat memberikan pembekalan strategis kepada 157 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/62026). (Foto : BNPB)

Di hadapan para perwira tinggi masa depan, Kepala BNPB menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan di daerah saat situasi darurat, dimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertindak sebagai pemegang tongkat komando utama yang didukung penuh secara integratif oleh unsur TNI, Polri dan kementerian/lembaga terkait.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertama Kiri) saat menerima plakat kehormatan usai memberikan pembekalan strategis kepada 157 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/62026).(Foto : BNPB).

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Transformasi Penanggulangan Bencana Berbasis Teknologi dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menuju Indonesia Tangguh Bencana”, Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa keberhasilan operasi tanggap darurat sangat bergantung pada kejelasan garis komando di lapangan.

“Menghadapi bencana apa pun, terlebih dalam skala besar, kita sebagai unsur pimpinan tidak boleh ragu-ragu. Begitu terjadi kedaruratan, posko komando harus segera tegak berdiri, dan garis kepemimpinan harus berjalan efektif demi menyelamatkan masyarakat,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Sesuai dengan regulasi penanggulangan bencana, pemerintah daerah melalui BPBD memegang peran sentral sebagai pengendali utama operasi pemulihan. Kendati demikian, kolaborasi taktis mutlak diperlukan demi memastikan akselerasi penanganan berjalan tanpa hambatan birokratis.

Kepala BNPB menginstruksikan agar unsur TNI yang diperbantukan di daerah senantiasa aktif melakukan asistensi dan pendampingan kepemimpinan tanggap darurat, terutama jika kapasitas manajerial posko di tingkat daerah membutuhkan penguatan taktis. Pengisian peran sebagai Incident Commander (Komandan Posko) darurat bencana harus didasarkan pada kompetensi kepemimpinan dan kapabilitas eksekusi di lapangan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto (seragam tundra) berfoto bersama usai memberikan pembekalan strategis kepada 157 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Grha Widya Adibrata Sesko TNI, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/62026).(Foto :BNPB).

Sinergi ini dirancang untuk memastikan roda organisasi penanggulangan bencana di setiap daerah tetap bergerak cepat, responsif, dan terstruktur di bawah koordinasi kepala daerah setempat.

Selain penataan struktur organisasi posko komando, aspek pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus menjadi prioritas absolut yang tidak boleh ditunda. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, hingga penyediaan tenda keluarga yang layak harus segera terdistribusi dalam waktu kurang dari 3 x 24 jam. Dalam konteks ini, Kepala BNPB menjamin koordinasi logistik antara pusat dan daerah berjalan nonstop, bahkan menginstruksikan pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal tanpa perlu mengkhawatirkan hambatan administratif di awal masa darurat.

“Yang paling utama adalah masyarakat terpenuhi dulu kebutuhannya; pangan, air bersih, dan hunian darurat mereka terjamin. Jangan sampai ada warga yang terlantar. BNPB akan hadir memberikan dukungan penuh secara linier dalam waktu maksimal tiga hari, sekalipun akses transportasi ke lokasi mengalami hambatan total,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letjen TNI Suharyanto memaparkan strategi manajemen pengungsian yang humanis dan adaptif terhadap kondisi psikologis masyarakat.

Lulusan terbaik Sesko TNI 2013 itu menekankan bahwa dalam kasus bencana tertentu seperti gempa bumi, warga sering kali enggan dipindahkan ke pusat pengungsian yang jauh karena faktor keamanan harta benda. Oleh karena itu, jajaran di lapangan harus responsif memfasilitasi kebutuhan ini dengan mendirikan tenda-tenda keluarga yang layak dan representatif langsung di pekarangan rumah warga, bukan sekadar menggunakan terpal darurat seadanya.

“Kalau gempa biasanya masyarakatnya tidak mau mengungsi, mengungsinya di depan rumahnya masing-masing karena kalau mengungsi di tempat lain dia khawatir harta bendanya diambil orang. Nah itu juga, dibangunlah tenda-tenda di depan rumahnya, boleh. Buat tenda yang lebih bagus, jangan pakai terpal-terpal,” jelas Kepala BNPB.

Di harapan adik asuhnya, Suharyanto juga mengingatkan bahwa masa tinggal di tenda pengungsian dibatasi maksimal selama 10 hari demi menjaga kualitas hidup dan kesehatan warga. Sebagai solusi transisi, pemerintah daerah bersama kedeputian terkait segera mendorong program Hunian Sementara (Huntara).

Bagi masyarakat yang tidak memiliki kerabat, akan dibangunkan Huntara fisik yang layak dengan dukungan stimulan. Sementara bagi warga yang memilih untuk tinggal mandiri atau menumpang di rumah saudara, pemerintah menyiapkan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000,00 per bulan sebagai bantuan uang kontrakan.

“Jangan masyarakat sudah di tenda, tendanya bagus, tetap di tenda, enggak selesai masalah itu. Itu hanya sementara, maksimal 10 hari. Lalu dibangunlah hunian sementara. Kalau masyarakatnya bilang ‘saya punya keluarga mau nampung saya’, boleh, dia dikasih namanya uang kontrak 600 ribu per bulan. Kalau tidak ada anggota sekalian yang turun atas perintah Anda, itu biasanya lambat,” tambah Letjen TNI Suharyanto.

Akselerasi pemulihan kemudian dilanjutkan secara paralel melalui tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kepala BNPB menginstruksikan pemanfaatan personel di lapangan untuk mengawal ketat proses pendataan kerusakan agar bantuan stimulan perbaikan rumah, baik rusak ringan, sedang, maupun pembangunan Hunian Tetap (Huntap) untuk rusak berat dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Di sisi lain, pemulihan infrastruktur publik yang bersifat darurat dan vital tidak boleh mengalami penundaan birokrasi. Jika ditemukan fasilitas publik seperti jembatan putus atau akses jalan terisolasi akibat tanah longsor yang mengancam pasokan logistik warga, pemegang komando dan unsur pendukung harus segera mengerahkan alat berat saat itu juga.

Perwira lulusan Akmil 1989 itu menekankan bahwa tindakan darurat harus mendahului proses administrasi anggaran agar mobilitas dan keselamatan masyarakat tetap menjadi hukum tertinggi. Sinergi yang utuh pada seluruh siklus ini diyakini akan mewujudkan tata kelola penanggulangan bencana yang tuntas, akuntabel, dan tangguh.

“Kalau di sini infrastruktur ada jembatan putus, jalan tertutup, langkah-langkah itu bisa digunakan. Ini butuh alat berat, kalau enggak segera digunakan ini terputus dua hari enggak makan. Enggak usah ragu-ragu, segera aja ambil alat berat untuk supaya itu normal kembali, nanti anggaran-anggarannya dilaporkan kemudian,” pungkas Letjen TNI Suharyanto menutup arahannya.

Presiden Prabowo Instruksikan Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul

Mendiktisaintek Brian Yuliarto sampaikan bahwa Presiden memberikan arahan terkait percepatan pengembangan sejumlah sektor industri strategis nasional dalam pertemuan yang dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/6/2026).(Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan terkait percepatan pengembangan sejumlah sektor industri strategis nasional.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Brian menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan akselerasi pengembangan sejumlah bidang industri nasional mulai dari farmasi hingga otomotif. “Banyak program mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, pengembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya, program-program hilirisasi itu bisa dipercepat,” ujar Menteri Brian dalam keterangannya usai pertemuan.

Sejalan dengan target percepatan tersebut, Menteri Brian menjelaskan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan mendukung pengembangan industri nasional. Menurutnya, Presiden menginstruksikan agar perguruan tinggi dalam negeri mampu menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan bidang strategis yang tengah dikembangkan.

“Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita tuh nantinya betul-betul bisa memenuhi, bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industrialisasi yang memang tidak sedikit itu kan. Yang mulai dari mineral, kemudian ada aquaculture, aquafarming juga banyak, kemudian hilirisasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Brian menegaskan bahwa ketersediaan SDM yang kompeten harus berjalan seiring dengan percepatan pengembangan industri. Karena itu, jajarannya akan memetakan dan menghitung kebutuhan tenaga ahli agar tidak terjadi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

“Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya nggak sesuai. Jadi kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi yang baik,” pungkasnya.

Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem industrialisasi nasional yang tidak hanya bertumpu pada investasi dan teknologi, tetapi juga didukung oleh SDM unggul, terampil, dan siap bersaing guna mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju.

Pemerintah Akan libatkan Taruna Akademi TNI sebagai Pembina Siswa Sekolah Rakyat

Pemerintah menggelar rapat bertema “Penyiapan Program Penguatan Karakter Kebangsaan” di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). (Foto: Dok.Biro Infohan Setjen Kemhan).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah berencana melibatkan para Taruna Akademi TNI sebagai pembina siswa-siswa Sekolah Rakyat. Hal ini dibahas dalam rapat bertema “Penyiapan Program Penguatan Karakter Kebangsaan” di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Pada Rabu (24/6).

Rapat tersebut menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, kerapian, dan budaya tertib bagi peserta didik Sekolah Rakyat, khususnya melalui tata cara berpakaian Pramuka yang sesuai dengan ketentuan resmi.

Rapat dipimpin Menko PMK Pratikno dan dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen Sidharta Wisnu hingga Kepala Staf Teritorial TNI Letjen Bambang Trisnohadi.

Menhan Sjafrie menyatakan kesiapan Kementerian Pertahanan dan TNI untuk mendukung program tersebut.

“Kementerian Pertahanan bersama TNI siap mendukung pelaksanaan program ini melalui pelibatan Taruna Akademi TNI sebagai unsur pembina di lapangan,” tutur Sjafrie dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

Pelaksanaan program akan dilakukan secara terkoordinasi bersama Kemenko PMK, Kementerian Sosial, Kwarnas Gerakan Pramuka, serta kementerian dan lembaga terkait.

Tiga WNI Selamat, Kemlu RI Pantau perkembangan situasi pascagempa Veneuzela

Kondisi Pascagempa di Veneuzela. (Foto: X/@ActualidadRT)

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah Indonesia mengikuti dengan seksama perkembangan situasi pascagempa bumi berkekuatan 7,1 skala richter yang mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 15.04 waktu setempat.

“Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, pusat gempa terletak di wilayah pesisir utara, sekitar 28 kilometer sebelah barat komunitas Morón (dekat San Felipe/Montalbán), dengan kedalaman sekitar 10–13 kilometer,” Kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu, Heni Hamidah dalam keterangan tertulis, Rabu (25/6/2026).

Heni menjelaskan, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 (tiga) orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat.

“Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat,” Ujarnya.

KBRI Caracas telah melakukan koordinasi dan komunikasi cepat pasca-gempa. Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala. KBRI juga terus memantau rilis resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan bahaya pesisir.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat.

“Pemerintah Indonesia mengimbau WNI yang berada di Venezuela untuk senantiasa waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera menghubungi KBRI Caracas apabila membutuhkan bantuan,” Tutup Heni.

Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi Hotline :

KBRI Caracas di +58 4120217263 / +58 4122340100 atau

Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027

The Story of Pertamina’s Gamsunoro Crossing the Strait of Hormuz

Credit : Pertamina

Jakarta (The Indonesian News) – For 16 hours, the Gamsunoro, a tanker owned by PT Pertamina International Shipping (PIS), sailed through one of the world’s most sensitive maritime chokepoints.

Under the shadow of the US-Iran conflict, which has heightened tensions across the Middle East, every mile of the journey tested the planning, vigilance, and resilience of the crew on board.

The long-awaited voyage began on Wednesday (June 24) at 1:06 a.m. Dubai time, or approximately 4:06 a.m. Western Indonesia Time .

After being held in the Arabian Gulf since early March 2026 due to uncertain security conditions , the Gamsunoro finally received the green light to proceed toward the Strait of Hormuz.

However, the decision to sail was not made overnight. Over the past month, PIS, together with the Ministry of Foreign Affairs and the Indonesian Embassy in Tehran, continuously monitored security developments in the region

For PIS, successfully navigating the Strait of Hormuz is not just about reaching the final destination.

The narrow strait, which serves as the main gateway for global energy trade, has been under international scrutiny since the conflict in the region escalated . The timing of departure, the shipping route, and the crew’s readiness were all decisive factors.

“The timing and route for crossing the Strait of Hormuz were determined through rigorous discussion and risk assessment. We noted dozens of mandatory requirements, ranging from insurance, technical and operational aspects, security, to crew readiness, which is why we decided the ship could safely depart from the Arabian Gulf,” Vega said .

Sixteen hours after leaving its departure point, the awaited news finally arrived. On Wednesday evening, at approximately 8:00 p.m. WIB, the Gamsunoro successfully passed the critical point of the Strait of Hormuz and reached a designated safe area .

That moment also ended a long wait since the ship was held up by the escalating geopolitical situation in the region.

The success is proof that cross-institutional coordination, careful planning, and strict adherence to safety standards can maintain operational continuity even amid uncertain global conditions.

Meanwhile, another PIS vessel in the Arabian Gulf, the VLCC Pertamina Pride, is currently preparing to depart. The company continues to evaluate security developments, shipping traffic, and various other risks before determining its departure time.

“We also ask for support and prayers for the VLCC Pertamina Pride so that it may soon cross the Strait of Hormuz safely,” Vega concluded .

Various scenarios were prepared, and dozens of safety aspects were reviewed before the company determined that the voyage risk could be managed.

“We thank the Ministry of Foreign Affairs and the Indonesian Embassy in Tehran for their support,” said PIS Acting Corporate Secretary Vega Pita in an official statement on Thursday (June 25) .

As the ship began to move away from the Arabian Gulf, the real work had just begun. Throughout the voyage, the team at the PIS crisis center monitored the ship’s movement around the clock .

Every development along the shipping route was closely observed to ensure the vessel could pass through the area safely.

Kemenhaj Bentuk Task Force Optimalisasi Penerbangan Haji

Foto : Dok.Kemenhaj

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia membentuk task force lintas kementerian bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan PT Garuda Indonesia (Persero) guna mengoptimalkan pemanfaatan penerbangan haji untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan pariwisata Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027.

Pembentukan task force tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, serta dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Glenny H. Kairupan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Wamenhaj Dahnil menjelaskan bahwa optimalisasi penerbangan haji merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih produktif, sekaligus mendukung peningkatan kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia dan memperkuat industri penerbangan nasional.

“Presiden memberikan arahan agar pesawat yang mengantar jemaah haji tidak kembali dalam kondisi kosong. Karena itu kami berkoordinasi dengan Kemenhub, Kemenpar, dan Garuda Indonesia untuk menyiapkan langkah-langkah konkret sehingga penerbangan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Dahnil.

Menurut Dahnil, pemerintah Indonesia telah memperoleh izin dari General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi yang memungkinkan penerbangan Indonesia mengangkut penumpang pada rute kembali dari Arab Saudi ke Indonesia.

Salah satu fokus yang dibahas adalah optimalisasi empty flight, yaitu penerbangan yang kembali ke Indonesia tanpa penumpang setelah mengantarkan jemaah haji ke Arab Saudi. Ke depan, kapasitas penerbangan tersebut akan dimanfaatkan untuk membawa wisatawan dari Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

Dahnil menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi bangsa.

“Setiap tahun sekitar 3,2 juta warga Indonesia melakukan perjalanan haji dan umrah dengan nilai ekonomi yang sangat besar. Presiden mendorong agar aktivitas tersebut tidak hanya menghasilkan arus keluar devisa (cash outflow), tetapi juga mampu menciptakan arus masuk devisa (cash inflow) yang memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” katanya.

Karena itu, lanjut Dahnil, diperlukan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar momentum penyelenggaraan haji dan umrah dapat menjadi instrumen penguatan sektor pariwisata, ekonomi, logistik, serta industri penerbangan nasional.

Sementara itu, Wamenpar Ni Luh Puspa menyatakan kesiapan Kemenpar untuk memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia di pasar Arab Saudi dan Timur Tengah melalui kampanye digital, business matching, serta berbagai program pemasaran terpadu.

“Potensi wisatawan Timur Tengah sangat besar. Dengan adanya penerbangan langsung yang tersedia, kami akan mengoptimalkan promosi dan pemasaran agar lebih banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

Selain mendukung pengembangan sektor pariwisata, program pemanfaatan penerbangan haji juga diharapkan memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang melayani penerbangan haji dan umrah.

Task force yang telah dibentuk akan segera menyusun langkah teknis, skema operasional, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan program tersebut dapat mulai diimplementasikan pada penyelenggaraan haji mendatang dan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi haji Indonesia.

Di Magelang, Panglima TNI Kunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman

Panglima TNI saat Kunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman, Kamis (25/6/2026). (Foto : Puspen TNI).

Jawa Tengah (The Indonesian News) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026), usai memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI Integratif Tahun Anggaran 2026.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (Tengah) saat Kunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman, Kamis (25/6/2026). (Foto : Puspen TNI).

Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, Dalam kegiatan tersebut, Panglima TNI didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar, serta Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.

“Panglima TNI meninjau koleksi dan dokumentasi sejarah yang menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro dan Jenderal Besar Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa,” Kata Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Foto : Dok.Puspen TNI).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, patriotisme, dan pengabdian yang diwariskan para pahlawan bangsa.

“Semangat juang dan dedikasi Pangeran Diponegoro serta Jenderal Besar Sudirman diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus, khususnya prajurit TNI, dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” Demikian Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Dari Pesantren ke Istana Kepresidenan

Istana Kepresidenan saat menerima kunjungan sejumlah santri dan pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin dalam program “Istana untuk Anak Sekolah”, Jakarta, Kamis (25/06/2026). (Foto : Dok. BPMI Setpres)

Jakarta (The Indonesian News) – Istana Kepresidenan Jakarta menerima kunjungan sejumlah santri dan pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin dalam program “Istana untuk Anak Sekolah” pada Kamis (25/06/2026). Dalam kunjungan tersebut, para santri mengungkapkan antusiasme dan apresiasi atas kesempatan istimewa untuk melihat langsung Istana Kepresidenan Jakarta.

“Menurut saya ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi hidup saya karena tidak sembarang orang bisa masuk ke sini,” ungkap Kanza, salah satu santri.

Selama kunjungan, para santri dan pengajar diajak berkeliling ke berbagai sudut kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa, fungsi berbagai bangunan di lingkungan istana, hingga koleksi benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang memperkaya wawasan sejarah dan kebangsaan para peserta.

Indana, santri lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak pelajaran berharga melalui pengalaman belajar langsung di Istana Kepresidenan.

“Sejauh perjalanan kami ini, kami mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari istana merdeka ini. Dan kita mendapat pejalaran yang amat penting dan kita bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan apa yang kita dapatkan di sini,” ujarnya.

Selain memperoleh pengetahuan baru, para santri juga mengaku terkesan dengan suasana dan bangunan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Zahira Rania dan Syifa, yang juga menjadi peserta dalam kegiatan tersebut mengungkapkan kekaguman mereka sejak pertama kali memasuki kawasan istana.

“Tadi pas masuk gerbangnya itu udah bagus banget, udah keren banget, view-nya bagus banget. Jadi, kita enggak nyangka juga bakalan ada di sini,” ungkap keduanya.

Kekaguman serupa juga disampaikan oleh Rafli. Ia menuturkan bahwa kunjungan tersebut membuat dirinya memahami bahwa kompleks Istana Kepresidenan tidak hanya terdiri atas bangunan istana utama, tetapi juga berbagai fasilitas dan lembaga pendukung pemerintahan.

“Alhamdulillah setelah kami mengelilingi Istana Presiden ternyata begitu banyak bangunan-bangunan yang berdiri begitu banyak bangunan yang tidak hanya terdiri dari Istana Presiden, tetapi banyak yang lain-lain seperti Sekretariat Militer, Wakil Presiden dan lain-lain serta kita menjadi mengetahui tupoksi jajaran para kabinet kerjanya seperti apa saja,” tuturnya.

Melihat manfaat yang dirasakan para pelajar, Ustazah Meilana Sahara, salah satu pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin, berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelajar yang memperoleh kesempatan belajar langsung mengenal sejarah dan juga pemerintahan secara langsung di Istana Kepresienan.

“Harapan ke depannya mungkin terus berjalan dan berlanjut karena ini sangat mengedukasi kami, khususnya para pelajar dan lembaga pendidikan utamanya pesantren, mewakili pesantren, karena bisa melihat lebih dekat lagi bagaimana pemerintahan ini menjalani program-program,” pungkasnya.

Program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda agar dapat mengenal lebih dekat sejarah bangsa, memahami tata kelola pemerintahan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air sejak dini.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts