Beranda blog Halaman 8

Danpushidrosal Bekali Pasis Dikspespa Hidros, Mahasiswa S1 dan S2 STTAL

Foto: Dok. Pushidrosal

Jakarta (the Indonesian News) – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto memberikan pembekalan kepada 17 orang Perwira Siswa Pendidikan Spesialisasi Perwira Hidrografi (Pasis Dikspespa Hidros) Angkatan-XXIV Tahun 2026 (12 siswa TNI AL, 1 orang disnav tanjung priok dan 4 orang dari negara pakistan, kamboja, vietnam dan brunai), 1 orang Mahasiswa S1 dan 3 orang mahasiswa S2 STTAL Hidros bertempat di ruang serbaguna Pusdikhidros, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pada Selasa (18/8/2026).

Dalam pembekalannya yang mengusung tema “Menjadi Perwira Hidrografi yang Profesional dan Adaptif”, Danpushidrosal menegaskan bahwa profesi hidrografi tidak dapat dipandang sebatas aktivitas pengukuran kedalaman laut maupun pembuatan peta laut, namun dituntut mampu menjadi problem solver berbasis data maritim, dengan memastikan setiap data yang diperoleh melalui kegiatan survei memiliki tingkat kebenaran, akurasi, dan data survei yang akurat selanjutnya diolah menjadi informasi berupa peta laut dan produk nautika yang relevan, mutakhir, serta terintegrasi, sehingga informasi tersebut menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan aman, baik untuk kepentingan operasi TNI Angkatan Laut, keselamatan navigasi pelayaran, maupun kebutuhan pembangunan dan kebijakan nasional.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan lembaga hidrografi yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi kelautan yang berkualitas. Dalam konteks tersebut, Pushidrosal memiliki peran ganda (dual role) sebagai satuan kerja TNI Angkatan Laut sekaligus Lembaga Hidrografi Nasional. Lima pilar fungsi Pushidrosal meliputi fungsi militer, pelayanan umum, penerapan lingkungan laut, diplomasi, dan penelitian.

Dalam perspektif pertahanan, Danpushidrosal menekankan bahwa pemahaman terhadap karakteristik medan laut merupakan bagian fundamental dari keberhasilan operasi militer. Data batimetri, arus, pasang surut, dan karakteristik dasar laut yang akurat diperlukan dalam mendukung berbagai operasi, termasuk pergerakan kapal selam, pendaratan amfibi, maupun perencanaan operasi ranjau laut.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, para perwira hidrografi juga dituntut mampu menguasai berbagai perangkat survei modern, seperti Single Beam Echosounder (SBES), Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar (SSS), Sub-Bottom Profiler (SBP), Magnetometer, hingga sistem nirawak seperti AUV, ROV, dan USV. Namun, kecanggihan teknologi tetap harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia.

Dalam pembekalan tersebut juga disampaikan mengenai penguatan tata kelola survei dan pemetaan hidrografi nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Survei Hidrografi dan Pemetaan Hidrografi Nasional. Kebijakan tersebut mempertegas posisi Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional serta memperkuat tanggung jawab dalam penyelenggaraan, pemantauan, dan validasi kegiatan survei dan pemetaan hidrografi di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Danpushidrosal, penguatan tersebut sekaligus membawa konsekuensi meningkatnya tanggung jawab profesi para perwira hidrografi. Produk yang dihasilkan tidak semata-mata menjadi konsumsi internal, tetapi dapat menjadi rujukan dalam mendukung kepentingan hukum, pembangunan nasional, keselamatan pelayaran, serta berbagai kepentingan strategis negara.

Karena itu, para Pasis dituntut menjaga kualitas dan integritas data, meningkatkan kemampuan berkolaborasi lintas kementerian/lembaga, menguasai teknologi digital, serta memiliki kesadaran terhadap keamanan data maritim.

Menutup pembekalannya, Danpushidrosal berpesan “Jadilah perwira hidrografi yang menguasai ilmu, teknologi, dan medan”, reputasi seorang perwira hidrografi tidak dibangun dari janji manis atau retorika belaka, melainkan dari data yang akurat, kerja lapangan yang disiplin, dan integritas moral yang tidak dapat digoyahkan.

Peduli Gempa Flores, PMI DKI Jakarta Ajak Warga Jakarta Bantu Sesama

Theindonesiannews.com

JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.(19/08/2026)

Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. PMI DKI Jakarta juga menyiapkan dukungan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat pascabencana.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, PMI Provinsi DKI Jakarta membuka penggalangan donasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Dukungan dari masyarakat Jakarta, komunitas, dunia usaha, maupun berbagai pihak lainnya dinilai sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban.

“Bencana dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Saat saudara-saudara kita di Flores sedang menghadapi masa sulit, kepedulian kita menjadi sangat berarti. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat, komunitas, dunia usaha, maupun berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan terbaik melalui donasi kemanusiaan ini,” kata Beky Mardani.

Selain membuka penggalangan donasi, PMI DKI Jakarta juga mempersiapkan sumber daya untuk mendukung operasi kemanusiaan di wilayah terdampak. Pengerahan tim akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebutuhan masyarakat, serta koordinasi dengan PMI Pusat dan PMI Provinsi NTT.

Beky Mardani menegaskan bahwa PMI Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengelola setiap donasi yang diterima secara transparan dan menyalurkannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kami memastikan setiap dukungan yang diberikan masyarakat akan dikelola secara transparan dan diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tegasnya.

PMI DKI Jakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dan solidaritas bagi warga Flores yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Di tengah keterbatasan dan situasi sulit yang mereka hadapi, uluran tangan kita dapat menjadi sebuah harapan. Bersama PMI, mari kita ringankan beban saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

TNI AL Kerahkan KRI DR. Soeharso-990 Bawa Bantuan Kemanuasian pascagempa NTT

Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya saat meninjau langsung proses embarkasi bantuan kemanusiaan ke KRI dr. Soeharso-990, Selasa (18/8/2026). The Indonesian News/HO-Dispenal

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka mendukung penanggulangan bencana alam gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AL melalui Koarmada II mengerahkan KRI dr. Soeharso-990 yang merupakan unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II guna membawa bantuan kemanusiaan menuju daerah terdampak, Pada Selasa (18/08/2026).

Dalam Siaran Pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya selaku Komandan Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Alam NTT didampingi pejabat TNI AL berkesempatan meninjau langsung proses embarkasi bantuan kemanusiaan ke KRI dr. Soeharso-990 sebelum kapal bertolak menuju NTT.

Embarkasi bantuan kemanusiaan ke KRI dr. Soeharso-990 sebelum kapal bertolak menuju NTT, Selasa (18/8/2026). The Indonesian News/HO-Dispenal

Bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari TNI Angkatan Laut dan masyarakat tersebut meliputi 1,955 ton beras, 1.278 dus mi instan, 350 dus air mineral, 31 dus susu kemasan, 20 dus biskuit, 55 dus perlengkapan kebersihan (popok, sabun, pembalut,sikat gigi, pasta gigi, detergen), 61 lembar selimut, 148 dus pakaian layak pakai, 17 dus perlengkapan ibadah serta 16 dus sarden. Berbagai bantuan kebutuhan pokok tersebut selanjutnya akan didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

Selain membawa bantuan logistik, TNI AL juga mengerahkan 200 prajurit Korps Marinir dari Pasmar-2, 1 unit bulldozer, 1 unit excavator, 10 unit truk, 1 unit truk tangki, 1 unit rumah sakit lapangan serta 1 set dapur lapangan guna memperkuat Satgas Penanggulangan Bencana Alam di NTT. TNI AL juga telah menyiapkan tiga pangkalan di bawah komando Kodaeral VII untuk membantu percepatan penanggulangan bencana, yakni Lanal Maumere, Lanal Labuan Bajo serta Lanal Ende.

Prajurit TNI AL guna memperkuat Satgas Penanggulangan Bencana Alam di NTT, Selasa (18/8/2026). The Indonesian News/HO-Dispenal

Dalam peninjauannya, Pangkoarmada II memastikan seluruh proses embarkasi bantuan, personel, dan material pendukung berjalan dengan aman dan sesuai rencana. Kesiapan KRI dr. Soeharso-990 sebagai kapal bantu rumah sakit TNI AL diharapkan mampu memberikan dukungan secara optimal selama pelaksanaan misi kemanusiaan serta membantu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain KRI dr. Soeharso-990, hingga saat ini TNI AL juga telah mengerahkan KRI Bung Hatta-370, KRI Hiu-634, Helikopter Bell 412 dan ratusan personel TNI AL di sekitar lokasi bencana untuk membawa dan mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat di sejumlah titik pengungsian. Kehadiran unsur TNI AL diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan, mendukung penanganan kondisi darurat serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

“Aksi tanggap cepat ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AL untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memberikan penanganan darurat bencana dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat menjangkau seluruh kawasan terdampak dan bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang diperintahkan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali,” Demikian Dispenal

Presiden Prabowo Direncanakan Kunjungi NTT usai Gempa Magnitudo 7,7

Presiden Prabowo Subianto. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan rencana kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.

“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, Kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Prasetyo, kunjungan Presiden membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang lebih kompleks dibandingkan kunjungan pejabat pada umumnya.

Karena itu, pemerintah terlebih dahulu memastikan penanganan bencana di lapangan berjalan dengan baik.

“Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,” ujarnya.

Prasetyo mengungkapkan, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga telah berada di NTT guna memastikan koordinasi tanggap darurat pascagempa berjalan cepat dan terpadu.

Jajaran pejabat yang diturunkan ke lokasi meliputi Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus, serta Wamensos Agus Jabo Priyono.

“Sekarang (mereka) sedang berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan penanganan darurat secara maksimal bagi para korban bencana di NTT.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” tulis Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo, Minggu (16/8/2026).

Pemerintah sendiri telah menyalurkan 50.000 paket sembako ke lokasi bencana sejak Sabtu (15/8/2026) guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak.

Selain kementerian dan lembaga terkait, Kepala Negara menginstruksikan jajaran BUMN, seperti Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, untuk turut aktif dalam penanganan di lapangan.

“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini. Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” tegas Prabowo.

Prabowo turut menyampaikan belasungkawa dan doa mendalam bagi seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa tersebut.

“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi,” tutur Presiden.

Gempa berkekuatan M 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) subuh, dan sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG sebelum dinyatakan berakhir pukul 07.30 WIB.

Lantik Kajari Pidie, Kajati Aceh dorong optimalisasi pendampingan hukum

Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah (Pertama kiri) melantik Rajendra Dharmalinga Wiritanaya sebagai Kajari Pidie di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026). The Indonesian News/HO-Humas Kejati Aceh

Banda Aceh (The Indonesian News) – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah melantik dan mengambil sumpah jabatan Rajendra Dharmalinga Wiritanaya  sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pidie di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).

Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah menyampaikan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya strategis organisasi untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan, sekaligus memperkuat manajemen dan tata kelola institusi.

“Jabatan ini merupakan amanah besar sekaligus bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan integritas dan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Teuku Rahmatsyah.

Kajati Aceh juga menegaskan komitmen jajaran Kejaksaan untuk senantiasa terbuka dan menjaga integritas institusi. Setiap proses penyelesaian dan penanganan perkara harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Rajendra diminta meningkatkan profesionalisme dan integritas serta memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik tercela.

Dalam bidang pengelolaan anggaran, Kajati Aceh menekankan agar seluruh proses pengelolaan dan realisasi anggaran dilaksanakan secara tertib administrasi, tepat waktu, dan berorientasi pada hasil. Penggunaan anggaran juga harus mengacu pada regulasi yang berlaku serta terhindar dari segala bentuk penyimpangan.

Di sisi lain, Kajati Aceh meminta Kajari Pidie yang baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memperkuat sinergi serta komunikasi dengan seluruh jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adat setempat. Kajati Aceh juga mendorong optimalisasi pendampingan hukum (legal assistance) agar program-program pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran tanpa menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.

Teuku Rahmatsyah mengajak seluruh jajaran untuk memberikan dukungan dan membangun kerja sama yang solid melalui sinergi dan kolaborasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia berharap amanah yang diemban Rajendra dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan citra Kejaksaan di tengah masyarakat. “Selamat bertugas, tunjukkan karya terbaik, dan jaga marwah institusi,” pesan Kajati Aceh.

Rajendra Dharmalinga Wiritanaya sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Strategi Kebijakan Politik Hukum, Pemerintahan, dan Pembangunan Sumber Daya Manusia pada Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum Kejaksaan Agung. Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pidie menggantikan Suhendra yang selanjutnya mendapat promosi dan penugasan sebagai Kepala Subdirektorat V.D pada Direktorat V Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Aceh beserta pengurus dan anggota, para Asisten, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator, serta seluruh pejabat eselon IV di lingkungan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Usut Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Periksa SPPG hingga Staf BGN

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna. (Foto : Puspenkum Kejagung RI).

Jakarta (The Indonesian News) – Kejaksaan Agung (Kejagung)  terus mengusut kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN). Terbaru, Kejagung memeriksa enam orang saksi.

“Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah melaksanakan kegiatan penyidikan berupa pemeriksaan 6 orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 s.d. 2026,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Anang merincikan, enam orang saksi yang diperiksa yakni J dan UG dari SPPG Pandeglang, FA selaku akuntan yayasan SPB dan yayasan GBI, AS selaku yayasan pendidikan BWI. Kemudian, AB selaku staf pada BGN dan DYU merupakan Tenaga Ahli di BGN.

“Pemeriksaan saksi oleh Penyidik dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” Terangnya.

Anang menegaskan, proses penyidikan dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian.

Sebagai informasi, BGN belakangan tengah disorot setelah sejumlah petingginya terjerat kasus korupsi tata kelola program makan bergizi gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung.

Dalam perkara ini Korps Adhyaksa telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.

Ketujuh tersangka itu memiliki peran berbeda-beda mulai dari soal pengadaan barang dan jasa, jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga dugaan korupsi penjualan Food Tray atau Ompreng MBG. Selain tujuh tersangka, sebelumnya Kejagung juga mengungkap adanya keterlibatan oknum Kolonel TNI berinisial BU dalam perkara tersebut.

Berikut adalah tujuh orang yang sudah ditetapkan tersangka korupsi MBG;

1. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
2. Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
3. Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung
4. Pihak Swasta Asep Yusuf Somantri
5. Vendor Motor Listrik Andri Mulyono
6. Ketua Yayasan Indonesia Food Security Riview, Glory Harimas Sihombing
7. Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Pemerintah Ambil Langkah Terpadu Atasi Persoalan Pertimahan di Bangka Belitung

Menko Kuham Imipas Yusril Ihza Mahendra (Tengah) saat Rapat Tingkat Menteri terkait Pengembalian Langkah Penyelesaian Terpadu atas Permasalahan Hukum dan Situasi Wilayah Operasi Belitung PT Timah, Jakarta, Senin (18/8/2026)/ (Foto: Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah mengambil langkah terpadu untuk menyelesaikan permasalahan hukum dan situasi wilayah operasi PT Timah (Persero) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah tersebut disepakati dalam Rapat Tingkat Menteri terkait Pengembalian Langkah Penyelesaian Terpadu atas Permasalahan Hukum dan Situasi Wilayah Operasi Belitung PT Timah (Persero) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati PT Timah dapat melakukan pembelian terhadap timah yang diproduksi dan beredar di masyarakat sebagai langkah sementara untuk mengatasi situasi mendesak yang terjadi di Bangka Belitung. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mendengarkan pandangan dari kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“PT Timah dibenarkan untuk terus melakukan pembelian terhadap timah yang ada di masyarakat untuk kemudian dilakukan penstokan oleh PT Timah. Keputusan ini diambil untuk mengatasi situasi mendesak di daerah yang harus segera ditangani,” ujar Yusril dalam konferensi pers usai rapat, Selasa, 18 Agustus 2026.

Yusril menegaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara hingga pemerintah menerbitkan regulasi khusus mengenai pertimahan. Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pertimahan yang proses penyusunannya telah dimulai dan telah disampaikan kepada Presiden serta Kementerian Sekretariat Negara.

Untuk mempercepat penyelesaian regulasi tersebut, Yusril meminta Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-Undangan mempercepat proses penyusunan aturan. Sambil menunggu Perpres diterbitkan, pemerintah membentuk tim kecil yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan untuk merumuskan langkah kebijakan dan aspek legalitas bagi PT Timah dalam melakukan pembelian timah dari masyarakat.

“Pemerintah harus mengambil kebijakan. Jangan membiarkan keadaan berlarut-larut tanpa penyelesaian, dan jangan juga menegakkan hukum secara kaku tanpa mengerti latar belakang persoalan di lapangan. Kita harus mencari solusi secara bijak,” tegas Yusril.

Menurut Yusril, kebijakan sementara tersebut diperlukan untuk menjembatani kondisi di lapangan dengan kebutuhan penegakan hukum. Pemerintah tidak ingin persoalan pertimahan hanya diselesaikan melalui pendekatan penegakan hukum secara kaku tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu mencegah agar timah yang beredar di masyarakat tidak justru mengalir melalui jalur penyelundupan ke luar negeri. Kondisi geografis Bangka Belitung yang berdekatan dengan negara tetangga menjadi salah satu tantangan dalam pengawasan peredaran timah.

Yusril menekankan bahwa kebijakan sementara tersebut tetap harus berada dalam koridor hukum dengan batas waktu yang jelas sampai Perpres pertimahan diterbitkan.

“Kita tetap berada di dalam koridor hukum, tetapi dengan pengecualian sementara yang batas waktunya kita tentukan dengan jelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusril menilai penataan tata kelola pertimahan perlu dilakukan secara menyeluruh mengingat posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen timah utama dunia. Bangka Belitung sendiri merupakan wilayah penghasil timah utama di Indonesia, dengan potensi timah yang juga berkaitan dengan mineral tanah jarang (rare earth minerals).

Karena itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, PT Timah, MIND ID, serta masyarakat untuk menata pengelolaan pertimahan di Bangka Belitung. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan kekayaan alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus berpikir strategis agar Indonesia sebagai produsen utama dapat menentukan harga timah dunia. Jangan lagi dipermainkan oleh negara lain. Kita harus menertibkan regulasi di dalam negeri dan mencegah terjadinya penyelundupan,” kata Yusril.

Yusril berharap masyarakat Bangka Belitung tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama proses penyelesaian persoalan pertimahan berlangsung. Pemerintah berkomitmen mempercepat penyusunan regulasi dan memastikan persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara terukur, sistematis, dan berkelanjutan.

“Kalau bisa selesai dalam waktu satu bulan, alhamdulillah. Berarti hanya butuh satu bulan untuk menormalisasi keadaan. Saya ingin bekerja dengan target waktu yang sistematis dan cepat. Saya tidak ingin masalah dibiarkan tidak selesai lalu dilupakan ketika pejabat berganti,” pungkas Yusril.

PT Terminal Teluk Lamong Bangun Kebersamaan Lewat Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

Foto: Dok. TTL

Surabya (The Indonesian News)PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 10–19 Agustus 2026. Mengusung semangat kebersamaan dan kemerdekaan, berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan digelar dengan melibatkan pegawai, pemagang, pengguna jasa, serta mitra kerja di lingkungan TTL Group.

Beragam kegiatan diselenggarakan untuk mengakomodasi minat dan bakat peserta, mulai dari olahraga, permainan, hingga kompetisi yang mengasah pengetahuan dan kreativitas. Sejumlah perlombaan tersebut antara lain bulu tangkis, tenis meja, futsal, cerdas cermat, e-sport Mobile Legends, cooking competition, hingga triathlon.

Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi adalah Lomba Cerdas Cermat melalui Kuis Kahoot!. Kompetisi yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari pegawai dan pemagang. Para peserta menjawab 120 soal yang mencakup pengetahuan umum serta pengetahuan seputar kepelabuhanan. Pemenang ditentukan berdasarkan perolehan skor tertinggi.

Semangat kompetisi juga terasa dalam Cooking Competition yang diikuti sejumlah tim dari berbagai direktorat dan terminal di lingkungan TTL Group. Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan profesional, TTL melibatkan juri dari Surabaya Hotel School (SHS).

Sementara itu, perlombaan e-sport Mobile Legends dan permainan menggunakan konsol Nintendo turut memberikan alternatif hiburan bagi peserta dari berbagai kelompok usia dan unit kerja. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kompetitif, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan rekreasi bagi seluruh peserta.

Pada cabang olahraga, kompetisi futsal, tenis meja, dan bulu tangkis mempertemukan peserta dari berbagai unit kerja. Khusus pada cabang bulu tangkis, TTL memperluas partisipasi dengan melibatkan sejumlah pengguna jasa, di antaranya PT Meratus Line dan PT Tanto Intim Line, serta mitra kerja lainnya.

Keterlibatan pengguna jasa dan mitra kerja tersebut menjadikan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi internal, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dengan pelanggan serta mitra usaha.

“Beragam kegiatan yang kami selenggarakan bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi yang lebih penting adalah membangun kebersamaan, kekompakan, dan interaksi positif di lingkungan TTL Group. Kami ingin semangat kemerdekaan dapat dirasakan bersama, baik oleh pegawai maupun pengguna jasa dan mitra kerja yang turut berpartisipasi,” ujar Senior Manager SDM dan Umum PT Terminal Teluk Lamong, Herry Subagiyo.

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Pesta Rakyat yang berlangsung di area TTL. Seluruh pegawai berkumpul dan menikmati berbagai hiburan, termasuk penampilan band internal TTL, serta aneka kuliner yang disediakan oleh pelaku UMKM dari masyarakat sekitar atau Ring 1 wilayah operasional TTL.

“Keterlibatan UMKM masyarakat Ring 1 dalam penyediaan kuliner menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat kegiatan bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi pegawai untuk menikmati dan mengenal lebih dekat produk-produk lokal dalam suasana perayaan kemerdekaan,” tambah Herry.

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Herry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai, pemagang, peserta, panitia, pengguna jasa, mitra kerja, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan TTL.

“Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kebersamaan, membangun kekompakan, dan menjaga semangat positif di lingkungan kerja. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang telah mengikuti serta menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusiasme dan sportivitas,” kata Herry.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga melalui kerja yang profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab. Mari bersama-sama memberikan kinerja terbaik untuk kemajuan perusahaan dan Indonesia,” tutup Herry.

Dapur Umum Kemensos Layani Ribuan Korban Gempa di Sikka dan Manggarai

Dapur umum Kemensos beroperasi di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi terdampak gempak. (Foto: Dok. Kemensos).

NTT (The Indonesian News) – Kementerian Sosial terus berusaha menjamin kebutuhan dasar korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpenuhi. Setelah Nagekeo, dapur umum Kemensos kini juga beroperasi di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

Di Kabupaten Sikka, dapur umum Kemensos beroperasi di GOR Samador, Desa Madawat, Kecamatan Alok. Dapur umum yang beroperasi mulai Minggu (16/8) tersebut memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan setiap hari yang didistribusikan dalam tiga kali waktu makan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, dapur umum mulai beroperasi pada Senin (17/8) di Kecamatan Reok. Sebanyak 3.000 bungkus makanan disiapkan setiap hari untuk dua kali waktu makan.

Dengan kapasitas tersebut, dapur umum Kemensos di Sikka dan Manggarai saat ini menyiapkan sekitar 7.500 bungkus makanan setiap hari bagi masyarakat terdampak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pengoperasian dapur umum terus disesuaikan dengan kondisi pengungsian dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Dapur umum terus kita operasikan untuk melayani masyarakat yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan makanan harus tersedia, begitu juga tenda, pakaian, selimut dan kebutuhan kelompok rentan,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, DIkutip Selasa, 18 AGustus 2026.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.237 orang tercatat mengungsi di Kabupaten Sikka. Empat orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat dan enam orang luka ringan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, sebanyak 13.885 jiwa tercatat mengungsi. Sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang luka ringan. Data tersebut masih terus diperbarui seiring asesmen dan pendataan di lapangan.

Pengoperasian dapur umum di Sikka dan Manggarai melanjutkan pelayanan yang telah berjalan di Kabupaten Nagekeo. Dapur umum Kemensos di Desa Danga, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, mulai beroperasi pada Senin (17/8) dan saat ini memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari untuk dua kali waktu makan.

Dengan beroperasinya tiga dapur umum tersebut, kapasitas produksi makanan Kemensos di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai mencapai sekitar 9.500 bungkus per hari.

“Kapasitas dapur umum kita sesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Tim juga masih terus melakukan asesmen. Kalau di satu titik kebutuhannya bertambah, tentu pelayanan akan kita sesuaikan,” ujar Gus Ipul.

Kemensos saat ini sedang menyiapkan perluasan pelayanan dapur umum ke wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.

Perkuat Sinergi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Sambangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Jakarta Utara (The Indonesian News) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (18/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan jajaran Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok hadir bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dr. Yunto Safarillo Hamonangan Tampubolon didampingi Panitera H. Edy Ramansyah dan Sekretaris Irfantahir Arnan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Ancol Selatan No. 4, Sunter Agung, Jakarta Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok bersama jajaran memperkenalkan diri sekaligus membahas sejumlah hal terkait batas-batas wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain itu, pertemuan juga membahas pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara kepolisian dengan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi.

“Silaturahmi dan komunikasi antarlembaga perlu terus kita jaga dan tingkatkan. Dengan koordinasi serta sinergi yang baik, kita dapat bersama-sama mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar AKBP Fajri.

Kapolres menegaskan bahwa sinergi antara aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam menciptakan stabilitas keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kedua pihak juga menyampaikan harapan agar komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan di masa mendatang.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam membangun kemitraan strategis dengan seluruh unsur penegak hukum dan stakeholder terkait guna mendukung terwujudnya situasi keamanan yang aman dan kondusif di wilayah Jakarta Utara, khususnya kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts