Beranda blog Halaman 9

Tak Hanya Kebutuhan Dasar, Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan bagi Pengungsi Anak-Anak Gempa NTT

Trauma Healing dan Perpustakaan Dihadirkan bagi Pengungsi Anak-Anak Gempa NTT. (Foto: Dok. Bakom RI).

Sikka (The Indonesian News) – Upaya penanganan bencana tidak hanya diberikan dalam bentuk penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berkat kolaborasi antara pemerintah dengan sejumlah unsur masyarakat, upaya pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana, juga dilakukan melalui kegiatan trauma healing dan penyediaan perpustakaan keliling di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, NTT.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian.

“Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak,” jelas Berton dalam keterangan resminya, Selasa (18/8).

Ia mengatakan, dalam kegiatan trauma healing, pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama sehingga mereka tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga mengikuti aktivitas kelompok.

“Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, kehadiran perpustakaan keliling juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian. Kehadiran perpustakaan tersebut, lanjut dia, didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.

Berton berharap layanan dukungan psikososial yang terjalin melalui kolaborasi antarpihak ini dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian. Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.

“Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” jelas dia.

Sumber: Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

Kemendagri Minta Daerah Segera Intervensi Kenaikan Harga Beras

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Puspen Kemendagri).

Jakarta (The Indonesian News) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera melakukan intervensi terhadap kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Langkah tersebut perlu dilakukan secara cepat mengingat beras merupakan komoditas pangan utama yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi.

“Beras ini besar sekali. Jadi kalau sedikit saja kenaikan harga beras mengenai inflasi kita naik, karena semua makan beras. Kalau cabai, sebagian tidak makan cabai,” ujar Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Tomsi menyoroti kenaikan harga beras di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Bone Bolango yang mencapai sekitar 13 persen dan Kabupaten Pohuwato yang mendekati 10 persen. Ia meminta Pemda dan TPID segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi harga, ketersediaan pasokan, serta faktor yang memicu kenaikan.

Khusus untuk Kabupaten Bone Bolango, Tomsi meminta Perum Bulog berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk segera melaksanakan operasi pasar. Menurutnya, intervensi perlu dilakukan segera agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.

“Jadi tidak boleh sedikit pun ada kenaikan harga beras dengan stok kita yang banyak,” tegas Tomsi.

Tomsi menekankan, Pemda tidak boleh menunggu harga naik terlalu tinggi ketika melakukan intervensi. Ia meminta TPID melakukan pemantauan secara aktif dan memastikan langkah pengendalian dilakukan sejak muncul indikasi kenaikan harga.

“Jangan nunggu naik dulu baru kita berbuat. Itulah gunanya supaya jangan sempat naik,” katanya.

Selain Bone Bolango dan Pohuwato, Tomsi meminta daerah lain yang mengalami kenaikan harga beras untuk melakukan pengecekan langsung ke pasar. Ia juga mendorong TPID memperkuat koordinasi dengan Bulog, BPS, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam memantau perkembangan harga pangan.

Tomsi mengingatkan bahwa ketersediaan stok beras nasional yang besar seharusnya dapat menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga di daerah. Karena itu, ia meminta Pemda memanfaatkan dukungan tersebut melalui langkah intervensi yang tepat dan cepat.

“Beras kita banyak, hampir 5,7 juta ton, terbanyak sepanjang sejarah. Kalau sampai naik, apalagi naiknya tinggi, ini berarti kesalahan ada pada kita,” tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga beras dapat memberikan tekanan cukup besar terhadap inflasi. Pada September 2023, misalnya, inflasi beras tercatat sebesar 5,61 persen. Angka tersebut antara lain dipengaruhi kondisi musim kering dan curah hujan yang sangat rendah. Sementara itu, pada Februari 2024 inflasi beras tercatat mencapai 5,32 persen.

“Jika dibandingkan dengan minggu lalu jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan harganya, yaitu 106 kabupaten/kota, sekarang menjadi 120 kabupaten/ kota,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung maupun daring oleh sejumlah pembicara dari BPS, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Satgas Pangan Polri, serta Kejaksaan. Selain itu, kegiatan ini turut diikuti secara daring oleh jajaran Pemda dari seluruh Indonesia.

BKN Dalami Perkara Kepala Inspektorat Banda Aceh Soal Dugaan Berhubungan Sesama Jenis

BKN Kanreg XIII Banda Aceh. (Foto: Ist)

Jakarta (The Indonesian News) – Kepala Inspektorat Banda Aceh, Aceh, berinisial FD (58) dan seorang mahasiswa inisial AM (22) ditetapkan sebagai tersangka kasus berhubungan sesama jenis alias gay. Dugaan aksi berhubungan sesama jenis oleh Kepala Inspektorat Banda Aceh dilakukan di ruang kantor. Dalam perkara ini, FD dan AM kini ditahan 20 hari ke depan di Kantor Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut. AM diketahui merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Banda Aceh.

Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh, M Rizal mengatakan pihaknya menetapkan tersangka setelah ditemukan bukti bahwa keduanya melanggar syariat islam. Keduanya diduga melanggar Qanun Nomor 12 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka dua-duanya berdasarkan alat bukti dan saksi yang kita temukan,” kata Rizal kepada wartawan, Selasa (18/8).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan jika pihaknya akan mendalami Perkara tersebut.

“Kami cek, saya tugaskan nanti kakanreg Aceh untuk mendalami,” Kata Kepala BKN Prof. Zudan kepada The Indonesian News melalui Pesan Eletronik, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kasatpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan pihaknya awalnya menerima laporan mengenai keberadaan seorang pria yang masuk ke Kantor Inspektorat setelah jam kerja berakhir.

“Pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026 Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh mendapat pengaduan bahwa ada pria tidak dikenal yang masuk ke Kantor Inspektorat Kota Banda Aceh setelah jam kerja berakhir,” kata Muhammad Rizal dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas mengerahkan satu regu ke lokasi. Setibanya di kantor, petugas menemukan FD bersama AM berada di dalam ruangan kerja pimpinan.

BNPB: Gempa M 6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Foto: BMKG

Jakarta (The Indonesian News) – Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6.1 yang berpusat di laut pada Selasa (18/8) pukul 13.02 WIB. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 29 Km, 147 km Tenggara Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Guncangan gempa dirasakan lemah selama 3-5 detik oleh warga Kabupaten Nias Selatan. Dampak guncangan juga diraskan hingga wilayah Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam dan Kota Padang,” kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing wilayah terdampak langsung melakukan monitoring dampak pascagempa untuk memastikan adanya dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Pastikan bangunan tempat tinggal aman dari retakan. Tetap pantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. Jika terjadi gempa susulan yang kuat, segera menuju ke tempat lapang dan jauhi pantai,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Kapolres Priok dan Forkopimko Jakarta Utara Bersama Masyarakat Deklarasikan Anti Tawuran, Wujudkan Jakarta Utara yang Aman dan Kondusif

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta Utara (The Indonesian News) – JJOS Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok dan Forkopimko Jakarta Utara bersama masyarakat menggelar Jamuan Rakyat dan Deklarasi Anti Tawuran Tingkat Kota Jakarta Utara sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta lingkungan yang aman dan kondusif di Ramp Barat Jakarta International Stadium (JIS), Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selasa (18/8/2026).

Hadir Kepala Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Plh. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0502 Jakarta Utara Kolonel Inf. Mohammad Syaifudin Fanany, S.H., M.I.P., perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Kasi Intelijen Mirza Nugraha Akbar, serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si.

Turut hadir Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian, Kasuban Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Utara M. Reza Phahlevi, Kasudin Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara Rudy Saptari, Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara Budhy Novian, S.H., M.H., Ketua FKDM Kota Jakarta Utara, serta Ketua Forum RT/RW Jakarta Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti Deklarasi Anti Tawuran sebagai bentuk ikrar bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perkelahian antarkelompok.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas serta foto bersama. Setelah rangkaian deklarasi selesai, acara diteruskan dengan hiburan rakyat dan pembagian sembako kepada masyarakat.

“Deklarasi Anti Tawuran ini merupakan gerakan bersama antara Forkopimko Jakarta Utara dan masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menjaga keamanan lingkungan, menjauhi tawuran, dan mengarahkan energi kepada kegiatan yang positif serta berprestasi.”

Melalui kegiatan tersebut, Forkopimko Jakarta Utara berharap tercipta kesadaran bersama di tengah masyarakat untuk mencegah terjadinya tawuran dan berbagai bentuk gangguan keamanan. Sinergi antara aparat pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta warga dinilai menjadi kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta Utara agar tetap aman, damai, dan kondusif. Jangan sampai tawuran merusak masa depan generasi muda dan merugikan masyarakat. Keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama.” Ujar AKBP Alrasyidin Fajri

Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (Tengah) di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin segera bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) Pada Senin (17/8/2026) untuk meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi sekaligus membawa bantuan bagi masyarakat terdampak.

Dalam Siaran Pers Biro Infohan Setjen Kemhan, Selasa (18/8/2026), Kehadiran Menhan Sjafrie di NTT merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana serta untuk memastikan penanganan dan bantuan dapat berjalan secara optimal.

Bantuan bagi masyarakat terdampak Gempa NTT di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Kunjungan tersebut dilaksanakan langsung setelah Menhan mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Dari Jakarta, Menhan bertolak menggunakan pesawat A400M TNI AU menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, disertai sekitar 20 ton bantuan kemanusiaan.

Pesawat A400M TNI AU menuju Bandara Komodo Labuan Bajo dari Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Bantuan kemanusiaan tersebut meliputi 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis (RO), serta 18 koli obat-obatan. Selain itu, terdapat bantuan tambahan berupa mi instan, bubur bayi, popok bayi, dan pembalut. Total muatan bersama palet mencapai sekitar 20,9 ton. Sejumlah bantuan Kemhan juga telah diberangkatkan sebelumnya menuju Maumere dan Labuan Bajo, berupa makanan siap saji, tenda peleton, selimut, penjernih air, alat komunikasi HT, dan senter.

Bantuan bagi masyarakat terdampak Gempa NTT di Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026) (Foto: The Indonesian News/Ho-Biro Infohan Setjen Kemhan).

Setibanya di NTT, Menhan melanjutkan peninjauan ke wilayah Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, kebutuhan mendesak di lapangan, serta memastikan dukungan TNI dan bantuan pemerintah dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat sasaran.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menhan juga meninjau Yonif TP 834/Wakanga Mere di Kabupaten Nagekeo, jajaran Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana. Menhan menerima paparan Danyonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Bony Prima mengenai kondisi wilayah dan dukungan satuan dalam penanganan dampak bencana.

Kehadiran Menhan di wilayah terdampak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan percepatan respons darurat serta mengoptimalkan peran TNI dalam mendukung BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Sementara itu, TNI telah mengerahkan personel dan berbagai kemampuan pendukung di sejumlah wilayah terdampak di Flores. Dukungan tersebut meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses, hingga distribusi logistik menggunakan jalur darat, laut, dan udara.

Menhan dalam hal ini menekankan pentingnya kecepatan, koordinasi, dan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat. Pengerahan pesawat angkut, helikopter, unsur laut, fasilitas kesehatan lapangan, serta dukungan komunikasi dan logistik TNI diarahkan untuk membantu pemerintah menjangkau daerah yang sulit diakses dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Kunjungan Menhan ke NTT sekaligus menegaskan bahwa di tengah momentum peringatan HUT Ke-81 RI, negara hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, serta pengerahan seluruh kemampuan yang diperlukan untuk melindungi dan membantu rakyat.

“Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kabaloghan Kemhan, Kabacadnas Kemhan, serta Pangdam IX/Udayana,” Demikian Biro Infohan Setjen Kemhan.

Motor Listrik Nasional: Peluang Transisi Energi, Tantangan Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

Motor Listrik. (Foto: Ilustrasi).

Jakarta (The Indonesian News)Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong transformasi industri otomotif Indonesia, memperkuat kemandirian teknologi, sekaligus mendukung transisi energi. Namun, pengembangan motor listrik nasional perlu dibarengi dengan kebijakan transportasi yang tepat agar tidak justru meningkatkan kepadatan lalu lintas dan persoalan keselamatan jalan, Selasa (18/08/2026)

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat industri nasional, ketahanan energi, serta menyediakan pilihan mobilitas yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Di tengah peluang tersebut, persoalan keselamatan lalu lintas masih menjadi tantangan serius. Sepeda motor tetap menjadi moda transportasi yang paling dominan di Indonesia sekaligus kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Sepanjang 2025, Korlantas Polri dan Road Safety Association (RSA) mencatat sebanyak 212.414 sepeda motor terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor yang mendominasi lebih dari 80 persen populasi kendaraan terdaftar di Indonesia juga disebut menyumbang sekitar 70–75 persen dari total kasus kecelakaan lalu lintas nasional.

Pada periode yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas berada pada kisaran 141.608 hingga 158.508 kejadian, dengan korban meninggal dunia mencapai 24.296 orang. Kelompok usia muda menjadi salah satu kelompok paling rentan, dengan sekitar 35–40 persen korban berada pada rentang usia 15–24 tahun dan 30–35 persen pada usia 25–49 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan penggantian mesin berbahan bakar fosil dengan motor listrik. Aspek keselamatan, tata ruang, pola perjalanan masyarakat, serta kebijakan transportasi publik harus menjadi bagian integral dari pengembangan Molinas.

Tantangan Daya Saing

Salah satu tantangan utama motor listrik nasional adalah kemampuan bersaing dari sisi harga. Produk asal China memiliki keunggulan dalam rantai pasok global dan skala produksi (economies of scale), sehingga mampu menawarkan harga yang sangat kompetitif.

Di sisi lain, pengembangan produk nasional memberikan peluang untuk menciptakan kendaraan yang lebih sesuai dengan karakteristik geografis dan daya beli masyarakat Indonesia. Kemampuan insinyur dalam negeri mengembangkan desain dan manufaktur sesuai kebutuhan lokal dapat menjadi keunggulan tersendiri.

Jika skema insentif kendaraan nasional dapat direalisasikan secara optimal, biaya operasional yang lebih rendah juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen. Dengan demikian, motor listrik nasional berpeluang bersaing di segmen pasar menengah dan bawah, terutama apabila didukung produksi dalam negeri yang efisien.

Penguatan Ekosistem dan TKDN

Persaingan industri motor listrik tidak hanya ditentukan oleh kualitas kendaraan. Kekuatan ekosistem pendukung seperti baterai, stasiun pengisian dan penukaran baterai, ketersediaan suku cadang, hingga jaringan layanan purna jual akan sangat menentukan keberhasilan sebuah merek.

Karena itu, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama melalui lokalisasi produksi baterai dan komponen inti, menjadi salah satu agenda penting.

Merek nasional juga memiliki peluang membangun kepercayaan konsumen melalui jaringan servis yang luas, ketersediaan suku cadang, serta jaminan purna jual yang jelas. Keunggulan tersebut dapat menjadi pembeda ketika konsumen mempertimbangkan kendaraan listrik dalam jangka panjang.

Membuka Pasar di Luar Jawa

Pengembangan Molinas juga perlu mempertimbangkan persoalan ketimpangan distribusi kendaraan dan kemacetan perkotaan. Jangan sampai program motor listrik justru hanya memperbesar jumlah kendaraan pribadi di kota-kota besar Pulau Jawa.

Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah memperluas penetrasi motor listrik ke wilayah luar Jawa, pedesaan, pulau-pulau kecil, daerah perbatasan, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wilayah penghasil mineral seperti Morowali, Morowali Utara, Banggai, Kolaka, Konawe, Bombana, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Pulau Obi, Luwu Timur, Papua Barat Daya, Siak, Kepulauan Meranti, Natuna, Kepulauan Anambas, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua, Sumatera Selatan, dan Aceh juga dapat menjadi pasar potensial.

Bagi daerah yang memiliki biaya distribusi BBM tinggi, penggunaan kendaraan listrik dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Penghematan biaya energi menjadi semakin relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah yang selama ini menghadapi kendala distribusi BBM.

Kota Agats di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, misalnya, telah lama menghadapi persoalan distribusi BBM dan mulai menggunakan kendaraan listrik sejak 2007. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak selalu harus diposisikan sebagai solusi eksklusif perkotaan, tetapi juga dapat menjadi alternatif mobilitas bagi wilayah dengan karakter geografis dan logistik tertentu.

Insentif Pemerintah Menjadi Faktor Kunci

Program Molinas berpotensi menjadi titik balik industri otomotif Indonesia. Keberadaannya dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi.

Namun, motor listrik nasional menghadapi persaingan berat dengan produsen global, khususnya dari China yang memiliki skala manufaktur dan rantai pasok kendaraan listrik yang jauh lebih matang.

Dalam kondisi tersebut, insentif pemerintah bukan sekadar kebijakan pelengkap. Insentif dapat menjadi enabler penting pada fase awal pertumbuhan industri nasional.

Kebijakan tersebut diperlukan untuk membantu menekan harga kendaraan, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi industri domestik untuk membangun kapasitas produksi dan teknologi. Namun, insentif idealnya dirancang secara terarah dan bertahap agar pada akhirnya industri mampu tumbuh secara mandiri tanpa ketergantungan permanen terhadap subsidi.

Jangan Sampai Menambah Kemacetan

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah dampak pertumbuhan motor listrik terhadap kemacetan. Sejumlah kota di Indonesia saat ini tengah memperkuat transportasi umum untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Di kawasan perkotaan, sekitar 75–80 persen kendaraan masih didominasi sepeda motor. Karena itu, pemberian insentif motor listrik yang terlalu berorientasi pada peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan pribadi berpotensi berlawanan dengan kebijakan pengembangan transportasi publik.

Potongan harga yang besar dapat mendorong masyarakat membeli motor listrik sebagai kendaraan tambahan, bukan sebagai pengganti kendaraan lama atau alternatif dari kendaraan pribadi. Jika hal tersebut terjadi, jumlah kendaraan di jalan akan semakin bertambah dan ruang jalan semakin padat.

Dengan demikian, kebijakan distribusi dan insentif Molinas perlu dirancang secara berbeda berdasarkan karakter wilayah. Di kota-kota besar yang sudah menghadapi persoalan kemacetan, kebijakan harus diselaraskan dengan pengembangan transportasi umum. Sementara itu, wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, daerah 3T, serta kawasan yang menghadapi persoalan distribusi BBM dapat menjadi sasaran ekspansi yang lebih besar.

Pada akhirnya, motor listrik memang dapat membantu mengurangi emisi dari sektor transportasi, tetapi tidak otomatis menyelesaikan persoalan kemacetan. Pergantian sumber energi dari BBM ke listrik tidak mengurangi jumlah kendaraan yang berada di jalan.

Karena itu, solusi kemacetan tetap harus bertumpu pada penguatan transportasi umum massal, integrasi antarmoda, serta pengendalian pertumbuhan kendaraan pribadi.

“Motor listrik nasional dapat menjadi momentum besar bagi industri otomotif dan transisi energi Indonesia. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari berapa banyak unit yang terjual, melainkan dari seberapa besar program tersebut mampu membangun industri nasional, memperluas akses mobilitas, meningkatkan keselamatan, mengurangi ketergantungan energi fosil, dan tetap menjaga kota-kota Indonesia agar tidak semakin macet.”

Djoko Setijowarno
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Astamaops Kapolri Turun Langsung Maksimalkan Operasi Kemanusiaan di Manggarai, 45 Posko Tampung 13.881 Pengungsi

Foto: Dok. Mabes Polri

Manggarai (The Indonesian News) – Polri memaksimalkan operasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan turunnya langsung Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran ke wilayah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pada Senin (17/8/2026), Astamaops Kapolri bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal dan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah mendatangi Posko Pengungsi Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Berdasarkan data yang dilaporkan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah pada 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, tercatat 163 korban, terdiri dari 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kapolres Manggarai juga melaporkan terdapat 45 titik posko pengungsian yang tersebar di delapan kecamatan dengan total 13.881 pengungsi. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Datang, Cek, Langsung Bantu

Sekitar pukul 12.40 WITA, Astamaops Kapolri tiba di Posko Pengungsi Barang Kolo. Setibanya di lokasi, Astamaops Kapolri langsung mengecek kondisi pengungsi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Polri membagikan 2.500 paket bantuan sosial/sembako, menyalurkan tenda darurat, serta menyerahkan 2 unit Starling untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, mi instan, teh celup, kecap, biskuit, dan minyak goreng.

Bantuan tersebut melengkapi dukungan yang telah didistribusikan ke berbagai posko berupa tenda, terpal, genset, makanan dan minuman, serta bantuan kesehatan.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa jajaran Polri berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Kami pastikan masyarakat tidak sendiri. Kami hadir di posko, membantu evakuasi, menyalurkan sembako, menyiapkan tenda darurat, memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus menjaga keamanan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan kami data dan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Levi.

Bersinergi, Satu Gerak untuk Masyarakat

Penanganan gempa di Manggarai dilakukan secara terpadu dan lintas instansi. Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat.

Masing-masing unsur bergerak sesuai tugasnya. TNI mendukung evakuasi, pengamanan, mobilisasi personel dan logistik. Basarnas fokus pada pencarian, pertolongan dan evakuasi korban. BPBD bersama pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan kebencanaan, pendataan, kebutuhan pengungsi serta pengelolaan posko.

Sementara itu, tenaga kesehatan memberikan pelayanan medis dan memantau kondisi para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas.

Polri berperan dalam evakuasi, pelayanan posko, distribusi bantuan, pengamanan, patroli serta memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif.

Sinergi tersebut penting karena jumlah pengungsi mencapai ribuan orang dan tersebar di puluhan titik.

Kapolres Manggarai menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur punya peran masing-masing dan harus saling menguatkan. TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat semuanya bergerak untuk satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat terdampak,” kata Levi.

45 Posko, 13.881 Pengungsi

Menurut data Kapolres Manggarai, 45 posko pengungsian tersebar di delapan kecamatan, yakni Langke Rembong, Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Lelak, Wae Rii, dan Satar Mese.

Total terdapat 13.881 pengungsi yang berada di posko-posko tersebut.

Jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok dan Wae Rii. Kecamatan Reok memiliki 7 posko dengan 4.488 pengungsi, sedangkan Wae Rii memiliki 17 posko dengan 4.476 pengungsi.

Beberapa titik dengan jumlah pengungsi besar antara lain Posko Robek 1.500 jiwa, Posko Barangkolong 1.330 jiwa, Posko Golo Mendo 1.058 jiwa, Posko Tengku Romot 602 jiwa, dan Posko Golo Sita 583 jiwa.

Tantangan di Lapangan

Kapolres Manggarai mengatakan penanganan memiliki sejumlah tantangan, mulai dari luasnya wilayah terdampak, banyaknya titik pengungsian, kebutuhan logistik yang berbeda-beda, hingga data yang terus bergerak.

“Tantangannya cukup besar. Pengungsi tersebar di 45 titik, kebutuhan setiap posko berbeda, sementara data di lapangan terus bergerak. Karena itu koordinasi harus cepat. Ketika satu posko membutuhkan sesuatu, kita harus segera tahu dan mencari solusinya bersama,” ujar Levi.

Di tengah situasi tersebut, personel Polri juga melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan bantuan sekaligus rasa aman. Jadi kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga memastikan kondisi di pengungsian tetap aman. Personel akan terus berada di lapangan,” tegas Levi.

Ratusan Personel Bergerak

Operasi kemanusiaan di Manggarai melibatkan 100 personel Polri, 31 personel TNI, 68 personel Brimob termasuk Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri, 5 personel Basarnas, dan 6 personel BPBD Jawa Timur.

Personel gabungan melakukan evakuasi korban, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, dukungan kesehatan, pengamanan lokasi, serta patroli.

Berdasarkan laporan Kapolres Manggarai, hingga 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA tercatat 2.398 fasilitas mengalami kerusakan, meningkat dari data sebelumnya sebanyak 2.081 fasilitas.

Kerusakan meliputi fasilitas pemerintah, pendidikan, fasilitas umum, fasilitas masyarakat, dan fasilitas kesehatan.

Data Bergerak, Respons Harus Cepat

Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperbarui data korban, pengungsi, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar menentukan prioritas penanganan berikutnya.

Setelah meninjau Kecamatan Reok, Astamaops Kapolri bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk melihat langsung kondisi korban dan penanganan bencana.

Kapolres Manggarai memastikan jajarannya akan terus berada bersama masyarakat

“Data berubah, kebutuhan berubah, maka respons juga harus cepat menyesuaikan. Prinsip kami sederhana: siapa yang membutuhkan harus kami bantu, dan di mana masyarakat membutuhkan kehadiran Polri, di situ personel kami berada,” ujar Levi.

Operasi kemanusiaan di Manggarai menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama. Polri hadir, TNI bergerak, Basarnas menyelamatkan, BPBD mengoordinasikan, tenaga kesehatan melayani, pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga, dan masyarakat serta relawan ikut menguatkan.

Semua bergerak dalam satu tujuan: menyelamatkan, membantu, dan memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana sendirian.

Kepala BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa M 7,7 Flores di Manggarai Terpenuhi

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertama Kanan) saat berdialog dan menyerahkan bantuan logistik kepada pengungsi terdampak gempa M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Manggarai (The Indonesian News) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat warga terdampak gempabumi M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian terpenuhi dengan baik. Dalam dialog bersama warga, Kepala BNPB dan Menko PMK mendengarkan berbagai kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi pengungsian. Sejumlah kebutuhan tersebut kemudian menjadi catatan untuk segera dipenuhi melalui koordinasi BNPB bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Pratikno memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk segera membentuk satuan tugas (satgas) daerah dalam rangka memperkuat koordinasi dan penanganan warga terdampak. Hal ini mengingat lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak gempabumi tidak hanya terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, tetapi juga tersebar di sejumlah titik lainnya.

“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” ujar Pratikno.

Sejalan dengan arahan Menko PMK, BNPB memastikan kebutuhan pengungsian, mulai dari tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan penunjang, logistik hingga perlengkapan lainnya akan segera dilengkapi. Sebagian bantuan tersebut telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai.

“Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, bantuan logistik dan peralatan yang dikirim dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Bantuan yang telah tersedia selanjutnya segera didistribusikan menuju lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang akan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selama berada di pengungsian, warga terdampak akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan memperhatikan kebutuhan asupan gizi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian,” kata Suharyanto.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan, BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna menambah tenaga kesehatan dari berbagai wilayah. Ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis juga akan diperkuat agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis,” imbuh Suharyanto.

Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik secara langsung kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pengungsian pascagempabumi.

FKPPAL Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di PMPP TNI

FKPPAL Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Senin(17/8/2026). (Foto: FKPPAL).

Bogor (The Indonesian News) – Forum Komunikasi Putra Putri Angkatan Laut (FKPPAL) turut ambil bagian dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI), Sentul, Bogor, Senin, 17 Agustus 2026.

Ketua Umum FKPPAL, Ariadi Kusumadi, menegaskan bahwa keikutsertaan FKPPAL dalam berbagai momentum kebangsaan merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan dan kerja nyata. FKPPAL tidak ingin hanya menjadi organisasi yang berbicara tentang kebangsaan, tetapi juga berupaya menghadirkan nilai-nilai kebangsaan tersebut melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kepedulian masyarakat, pembinaan generasi muda serta kegiatan yang memperkuat persatuan nasional,” Tutur Ariadi Kusumadi.

FKPPAL Bersama Komandan PMPP-TNI Mayjen TNI Bambang Setiawan (Tengah) Usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI), Sentul, Bogor, Senin, 17 Agustus 2026. (Foto: FKPPAL).

Kehadiran FKPPAL dalam momentum bersejarah tersebut menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam menjaga semangat kebangsaan, memperkuat persatuan serta terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

FKPPAL hadir langsung dipimpin Ketua Umum FKPPAL, Ariadi Kusumadi, bersama sekitar 50 anggota FKPPAL. Kehadiran tersebut tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga diikuti anggota FKPPAL dari berbagai daerah, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keterlibatan anggota dari sejumlah wilayah tersebut menunjukkan bahwa FKPPAL merupakan organisasi yang terus membangun soliditas, persaudaraan dan semangat kebangsaan lintas daerah, dengan menjadikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu sebagai landasan dalam setiap langkah organisasi.

FKPPAL: Berdaulat, Adil dan Makmur

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Bagi FKPPAL, tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan kemerdekaan, tetapi merupakan semangat yang harus diterjemahkan melalui tindakan nyata.

Berdaulat berarti bangsa Indonesia harus berdiri tegak dengan kekuatan dan jati dirinya sendiri, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Adil berarti membangun kehidupan sosial yang menjunjung kesetaraan, kepedulian dan gotong royong, serta memberikan ruang yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berkontribusi bagi bangsa.

Sedangkan makmur berarti kemerdekaan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia, melalui peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesempatan berkarya dan kehidupan sosial yang semakin baik.

Dalam semangat tersebut, FKPPAL berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli, bersatu dan aktif memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Sebagai organisasi yang beranggotakan putra-putri keluarga besar TNI Angkatan Laut, FKPPAL membawa semangat “Lajuteruz” sebagai spirit untuk terus bergerak, berkarya dan mengabdi. Hadir di Tengah Masyarakat, Bersama untuk Indonesia

Kehadiran anggota FKPPAL dari berbagai wilayah dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi salah satu gambaran bahwa semangat FKPPAL untuk menjaga persatuan terus tumbuh di berbagai wilayah Indonesia.

Momentum 17 Agustus juga menjadi pengingat bagi seluruh anggota FKPPAL bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan pengabdian, persatuan dan karya nyata.

Apresiasi kepada PMPP TNI

FKPPAL menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Komandan PMPP TNI, Yth. Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., serta Wakil Komandan PMPP TNI, Yth. Brigjen TNI Dikdik Setiadi, S.H., atas undangan dan kesempatan yang diberikan kepada FKPPAL untuk hadir dan turut serta dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PMPP TNI.

PMPP TNI merupakan salah satu institusi penting dalam menyiapkan personel TNI yang akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian, termasuk dalam penugasan internasional. Pada Juli 2026, PMPP TNI juga menjadi tempat pelaksanaan Multinational Peacekeeping Exercise (MPE26) Garuda Canti Dharma III yang melibatkan personel Indonesia dan peserta mancanegara.

Bagi FKPPAL, kesempatan untuk hadir di PMPP TNI dalam momentum peringatan kemerdekaan merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk silaturahmi kebangsaan yang sangat berarti.

FKPPAL berharap hubungan baik dan sinergi dengan berbagai unsur TNI, pemerintah, organisasi kemasyarakatan serta elemen masyarakat lainnya dapat terus ditumbuh kembangkan dalam semangat persatuan dan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari Putra Putri Angkatan Laut untuk Indonesia
FKPPAL meyakini bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Putra-putri Angkatan Laut memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, loyalitas, persatuan dan pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu, untuk itu FKPPAL akan terus mendorong seluruh jajaran dan anggotanya di berbagai daerah untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Terima kasih kepada para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan negri ini.

FKPPAL mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama membangun Indonesia yang semakin kuat.
Indonesia Berdaulat.
Indonesia Berkeadilan.
Indonesia Makmur.

FKPPAL untuk Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts