Beranda blog Halaman 93

Pelepasan kepulangan perdana Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air

Foto : Dok.Kemenhaj

Jeddah (The Indonesian News) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia ke Tanah Air di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah pada Minggu (31/5) malam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Haji menyambangi jemaah kloter SUB-01. Ia menyapa, berdialog, dan menyalami sejumlah jemaah yang bersiap kembali ke Indonesia setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini bapak dan ibu sekalian sudah bersiap kembali ke Tanah Air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan agar bapak dan ibu sekalian selamat dalam perjalanan hingga tiba di Indonesia,” ujar Menteri Haji

Dalam pesannya, Menteri Haji  mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat layanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jemaah.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah, kami memohon maaf apabila dalam proses layanan masih terdapat kendala dan kekurangan. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

“Mungkin ada layanan yang terlambat, kasur yang kurang empuk, atau tenda yang terasa sesak. Semua itu menjadi bagian dari kekurangan yang kami mohonkan maaf sebesar-besarnya,” sambungnya.

Menteri Haji juga mengalungkan syal secara simbolis kepada perwakilan jemaah yang akan kembali ke Tanah Air. Momen tersebut disambut hangat jemaah. Sejumlah jemaah juga tampak antusias bersalaman dan berfoto bersama sebelum memasuki area keberangkatan.

Pelepasan kepulangan kloter pertama ini menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses pemulangan akan terus dikawal agar berjalan aman, tertib, dan lancar.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Tawa dan Senyum Kebahagiaan Anak-Anak Papua Kembali Pecah

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Satgas Teritorial Koops TNI Habema menggelar berbagai kegiatan edukatif bagi generasi muda Papua, Senin (1/6/2026). (Foto : Satgas Koops TNI Habema).

Timika (The Indonesian News) – Di sebuah sekolah sederhana di pedalaman Papua, puluhan anak tampak tersenyum ceria mengikuti pelajaran matematika. Dengan penuh semangat mereka mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, dan bercita-cita menjadi guru, dokter, pilot, hingga pemimpin masa depan Papua. Pemandangan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat Papua, tawa anak-anak yang kembali memenuhi ruang kelas merupakan tanda bahwa harapan terus tumbuh di tanah yang mereka cintai.

Dalam siaran Pers Penerangan Satgas Koops TNI Habema, Dansatgaster Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujana mengatakan, bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar untuk masa depan Papua.

“Kami ingin anak-anak Papua tumbuh dengan mimpi yang besar. Mereka adalah masa depan bangsa. Melalui pendidikan, kami ingin menanamkan semangat cinta tanah air, kerja keras, dan nilai-nilai Pancasila agar mereka kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan membangun Papua yang lebih maju.” Kata Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujana, Senin, 1 Juni 2026.

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Satgas Teritorial Koops TNI Habema menggelar berbagai kegiatan edukatif bagi generasi muda Papua.

Melalui program Matematika Bela Negara, anak-anak tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat pantang menyerah sebagai bagian dari nilai-nilai luhur Pancasila.

Bagi mereka, Pancasila bukan sekadar hafalan di atas kertas. Pancasila hadir dalam kehidupan sehari-hari, ketika anak-anak dapat belajar dengan tenang, ketika masyarakat dapat beribadah dengan damai, dan ketika warga dari berbagai suku dan latar belakang hidup berdampingan dalam persaudaraan.

Hari ini, tanda-tanda Papua yang damai semakin terlihat. Sekolah-sekolah kembali ramai. Anak-anak bermain tanpa rasa takut. Mama-mama Papua kembali berjualan di pasar. Petani kembali mengolah kebun. Gereja dan rumah ibadah dipenuhi umat yang berdoa dengan tenang. Di berbagai sudut Papua, masyarakat terus melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan. Inilah wajah Papua yang sesungguhnya. Papua yang ingin hidup damai. Papua yang ingin anak-anaknya tumbuh sehat dan berpendidikan. Papua yang ingin maju bersama seluruh anak bangsa.

Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema berkomitmen terus hadir bersama masyarakat, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, maju, dan sejahtera. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya tentang keamanan yang terjaga. Tetapi tentang senyum anak-anak yang kembali merekah. Tentang harapan yang tumbuh di setiap kampung. Dan tentang masa depan Papua yang semakin terang di bawah naungan Merah Putih.

“Dari Papua, untuk Indonesia. Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Raya,” Demikan Pen Satgas Koops TNI Habema.

Prabowo Leads Pancasila Day Ceremony, Calls for National Self-Reliance

President Prabowo Subianto

Jakarta (The Indonesian News) – President Prabowo Subianto personally led the commemoration ceremony for Pancasila Day at the Pancasila Building on Monday (June 1, 2026). Serving as the ceremony inspector, Prabowo issued a call for national self-reliance.

The Pancasila Day ceremony began with Prabowo ascending the ceremonial podium. He walked alongside Vice President Gibran Rakabuming Raka and the country’s fifth president, Megawati Soekarnoputri, who also serves as Chair of the Steering Committee of the Pancasila Ideology Development Agency (BPIP).

The ceremonial procession opened with a national salute and a rifle salute, accompanied by the singing of the Indonesian national anthem, “Indonesia Raya.” This was followed by a grand salute and a rifle salute commanded by the ceremony officer, Infantry Colonel Didin Nasruddin Darsono.

“Reporting, the 2026 Pancasila Day commemoration ceremony is ready to begin,” Didin announced.

“Proceed,” Prabowo replied.

The ceremony then continued with a solemn moment of silence, the soft, somber music adding to the reverent atmosphere as attendees honored the memory of Indonesia’s national heroes.

“Fellow citizens, let us bow our heads to honor the services and spirits of our predecessors, our heroes. Moment of silence, begin,” Prabowo intoned.

The ceremony proceeded with the reading of the Pancasila text by People’s Consultative Assembly (MPR) Speaker Ahmad Muzani.

“Pancasila: One, belief in the one and only God. Two, just and civilized humanity. Three, the unity of Indonesia. Four, democracy guided by the inner wisdom of deliberations among representatives. Five, social justice for all the people of Indonesia,” Muzani declared, concluding with a rifle salute.

Attendees were then invited to be seated. The ceremony continued with the reading of the Preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia by Sultan Bachtiar Najamudin, Speaker of the Regional Representative Council (DPD).

In his address as ceremony inspector, Prabowo reflected that Pancasila was not born from a vacuum. Rather, he said, it emerged from Indonesia’s historical, cultural experience and national aspirations.

“That is why this year’s commemoration theme Pancasila as a unifier of the nation and a foundation for world peace carries profound meaning in a world increasingly fragmented by conflict, geopolitical rivalries, trade wars, and economic uncertainty. Indonesia has a firm anchor, and that anchor is Pancasila,” Prabowo added.

Prabowo further affirmed that the key to true independence lies in the nation’s ability to stand on its own strength. Indonesia, he argued, must continue to strengthen its self-reliance and improve the welfare of its people so as not to depend on other nations.

In difficult times, he said, no other nation will care more about Indonesia’s fate than the Indonesian people themselves. Therefore, all elements of the nation must unite and work hard to achieve prosperity as the main foundation for safeguarding the country’s sovereignty and future.

Source: Press Release from the Government Communications Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Panglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter dan Berintegritas

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat memimpin Upacara Prasetia Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-34 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/05/2026). (Foto : Puspen TNI).

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara Prasetia Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-34 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/05/2026). Sebanyak 367 siswa-siswi resmi menyelesaikan pendidikan setelah menempuh pembelajaran dan pembinaan karakter selama tiga tahun.

Dalam Rilis Pers Puspen TNI, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa-siswi atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, para taruna dan taruni telah dibentuk menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kebangsaan, dan kecintaan kepada tanah air.

“Kalian meninggalkan kenyamanan keluarga untuk ditempa dalam lingkungan yang menanamkan disiplin, integritas, kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta kecintaan kepada tanah air,” ujar Panglima.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, kecerdasan buatan, dan dinamika geopolitik global menuntut generasi muda yang unggul dan mampu beradaptasi.

“Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, kecerdasan buatan, serta dinamika geopolitik global menuntut hadirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tegasnya.

Panglima TNI berpesan agar para alumni senantiasa menjaga karakter dan integritas sebagai bekal untuk terus berkarya, mengabdi, dan berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto, Sekretaris Jenderal Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan Mayjen TNI (Purn) Eddy Syahputra Siahaan, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano M. A Tilaar, Kepala SMA Taruna Nusantara, unsur Forkopimda Jawa Tengah, serta undangan lainnya.

KJRI Penang: Konektivitas BNCT Belawan-Penang Port-Perlis Inland Port Perkuat Rantai Pasok Kawasan

Penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT) Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB), Sabtu (30/5/2026). (Foto : Dok.KJRI Penang).

Perlis – Konsul Jenderal Republik Indonesia Penang, Malaysia, Wanton Saragih  menyambut baik penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT) Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB).

“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas untuk pergerakan barang/logistik dan perdagangan regional yang menghubungkan Sumatera, Malaysia bagian Utara dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam hingga ke Asia Timur seperti Tiongkok,” Kata Konjen Wanton Berdasarkan siaran pers KJRI Penang, Sabtu, 30 Mei 2026.

Wanton menambahkan, Penandatanganan Nota tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf; Chief Executive Officer Penang Port, Dato’ Sasedharan Vasudevan; serta Group Chief Executive Officer MPSB, Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad, di tengah acara peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin di Perlis Inland Port, Malaysia.

Penandatanganan Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MOC) antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT) Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) dan Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB), Sabtu (30/5/2026). (Foto : Dok.KJRI Penang).

Hadir menyaksikan penandatanganan Nota Kolaborasi diantaranya, Raja Negeri Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Menteri Pengangkutan Malaysia, Loke Siew Fook, Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, serta para pelaku usaha dari Indonesia, Perlis, Penang, dan sekitarnya.

“Dalam kerangka kerja sama ini, BNCT akan berperan sebagai gerbang utama (gateway) di wilayah Sumatera untuk memperkuat distribusi barang ke/dan dari pasar regional. Penang Port (PPSB), Malaysia akan berperan sebagai transshipment hub. Sementara Perlis Inland Port (PIP), Malaysia menjadi penghubung logistik darat (inland logistics) ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur,” Ujarnya.

Dengan sinergi tersebut, ketiga otoritas pelabuhan sepakat untuk mengupayakan efisiensi rantai pasok, mempercepat arus kargo lintas negara, serta menghubungkan sistem digital yang terintegrasi untuk memastikan arus barang secara end-to-end. Dengan skema ini, akan dicapai waktu tempuhyang lebih cepat dan biaya logistik yang lebih efisien sekaligus membuka akses darat menuju Thailand, Kamboja, Laos, hingga Tiongkok.

Secara operasional, jalur Pelabuhan Belawan-Penang sejauh sekitar 255 km, dilanjutkan 133 km menuju Perlis Inland Port, sehingga total 388 km. Rute ini lebih efisien daripada rute konvensional Pelabuhan Belawan-Singapura yang hampir dua kali lebih jauh, sehingga mempercepat distribusi barang/komoditi Indonesia ke pasar Malaysia dan kawasan sekitarnya.

Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, menilai kerja sama ini akan membangun konektivitas bagi peningkatan mobilitas barang/logistik dan perdagangan antara Indonesia dan Wilayah Kerja KJRI Penang (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis), khususnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi 3 (tiga) negara yang berbatasan yakni Indonesia Malaysia Thailand (IMT Growth Triangle). Selain itu, kerja sama ini juga mengembangkan koridor alternatif untuk konektivitas antar negara ASEAN dengan negara Asia Timur seperti Tiongkok dengan rantai pasok yang lebih efisien.

“BNCT dapat berperan sebagai gerbang utama di Sumatera untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antar sesama ASEAN dan dengan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok yang lebih efisien. Konektivitas ini akan mempercepat arus komoditi produk unggulan Indonesia dari wilayah Sumatera seperti palm oil and derivatives, kopi, coklat, teh, dan hasil pertanian lainnya ke Wilayah Kerja (Pulau Pinang, Kedah dan Perlis) dan kawasan,” ujar Wanton Saragih.

Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf menyatakan bahwa MoC ini merupakan langkah strategis memperkuat posisi BNCT dalam jaringan logistik internasional.

“MoC ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatera dengan pasar regional dan global. BNCT siap mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,” tutup Mohamed Suffian bin Abdul Manaf.

KJRI Penang akan terus mendorong inisiatif untuk pengembangan konektivitas antara Indonesia dengan Wilayah Kerja KJRI Penang, antar sesama negara ASEAN dan dengan kawasan lainnya untuk kepentingan nasional.

Kemenhaj Perkuat Layanan Jemaah di Jamarat pada Fase Mina

Jemaah Haji Indonesia (Foto : Dok.Kemenhaj)

Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya pelaksanaan lontar jumrah hari Tasyrik kedua, Jumat (29/5/2026) atau 12 Dzulhijjah 1447 H, berjalan tertib, terkendali, dan berorientasi pada pelindungan jemaah.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia pada hari Tasyrik kedua melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan dan tidak bergerak menuju Jamarat di luar waktu yang diatur.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tidak melontar pada waktu larangan, khususnya pukul 10.00 sampai 14.00 waktu Arab Saudi. Jemaah diminta tidak terburu-buru, tidak berangkat sendiri, dan selalu bergerak bersama rombongan serta mengikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Untuk 12 Zulhijjah, jadwal lontar jumrah bagi jemaah Indonesia dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 05.00 sampai 10.30 WAS dan pukul 18.00 sampai 24.00 WAS. Sementara waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00 sampai 14.00 WAS. Pada rentang waktu tersebut, jemaah diminta tetap berada di tenda masing-masing guna menjaga kondisi fisik dan menghindari paparan cuaca panas serta kepadatan di kawasan Jamarat.

Maria juga mengimbau jemaah yang mengambil Nafar Awal agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, lalu kembali ke tenda masing-masing di Mina. Mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WAS, jemaah Nafar Awal diberangkatkan secara bertahap dan bergelombang menuju Makkah menggunakan bus yang telah disiapkan petugas.

“Jemaah Nafar Awal kami minta tetap tertib, tidak memisahkan diri dari rombongan, dan mempersiapkan diri sesuai jadwal keberangkatan. Pengaturan bertahap ini penting agar pergerakan menuju Makkah berlangsung aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kepadatan,” jelas Maria.

Sebagai penguatan layanan di lapangan, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah. Petugas ditempatkan antara lain di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, depan Syarikah, serta sejumlah pos pengarah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah.

Petugas Satgas Mina bertugas mengarahkan jemaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah kembali melalui jalur aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko.

Selain itu, Kemenhaj melalui Satgas Operasional Armuzna mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina. Armada ini disiapkan untuk membantu jemaah yang mengalami kelelahan, jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah yang terpisah dari rombongan, maupun jemaah yang kehilangan arah setelah melaksanakan lontar jumrah.

“Mobil golf kami siagakan sebagai layanan respons cepat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan di sekitar Jamarat dan jalur pergerakan Mina. Petugas bergerak menyisir titik-titik strategis agar jemaah yang kelelahan, tersesat, atau terpisah dari rombongan bisa segera didampingi dan diantar kembali ke tenda dengan aman,” tutur Maria.

Kemenhaj juga menempatkan Mobile Crisis Rescue atau MCR di kawasan Jamarat, Mina. MCR merupakan tim khusus dan posko layanan kedaruratan yang disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, membantu evakuasi darurat, serta mengurai kepadatan jemaah pada fase puncak ibadah haji.

Maria menjelaskan, MCR disiagakan untuk menangani berbagai situasi kedaruratan, antara lain jemaah pingsan, mengalami kelelahan ekstrem, tersesat, terpisah dari rombongan, hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

“Kehadiran Satgas Mina, mobil golf, dan MCR merupakan bagian dari komitmen Kemenhaj menghadirkan layanan yang cepat, dekat, dan responsif. Kami ingin memastikan setiap jemaah, terutama lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah risiko tinggi, mendapatkan pelindungan dan pendampingan selama fase Mina,” ungkap Maria.

Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama berada di Mina. Jemaah diminta memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.

Keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jemaah juga diminta memberikan perhatian lebih kepada jemaah rentan. Jika ditemukan jemaah kelelahan, kebingungan, terpisah dari rombongan, atau mengalami gangguan kesehatan, jemaah diminta segera melapor kepada petugas terdekat.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk saling menjaga, saling membantu, dan saling mengingatkan. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah di Mina berjalan aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” pungkas Maria.

Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah, terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.

Peredaran Anggrek Tanpa Izin

Peredaran Anggrek Tanpa Izin. (Foto : Dok.KSDAE).

Surabaya – Mereka tampak indah, rapuh, dan bernilai tinggi di mata pasar. Namun di balik kelopak anggrek yang menawan, tersimpan jejak panjang eksploitasi yang kerap luput dari perhatian. Di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kisah itu kembali terungkap, bukan sebagai cerita keindahan, melainkan potret sunyi peredaran flora tanpa izin yang mengancam keseimbangan alam.

Dilansir dari Laman KSDAE, Jumat (29/5/2026), Sebanyak 69 rumpun anggrek diamankan dalam operasi gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Ditpolairud Polda Jawa Timur di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak pada Rabu malam 27 Mei 2026. Pengamanan itu merupakan tindak lanjut atas informasi adanya dugaan pengangkutan tumbuhan tanpa dokumen sah dari Kupang menuju Surabaya melalui jalur laut.

Temuan tersebut menegaskan bahwa praktik peredaran tumbuhan liar tanpa izin masih terjadi, bahkan melalui jalur distribusi resmi seperti ekspedisi logistik. Dari hasil identifikasi awal, tim menemukan beberapa jenis anggrek, di antaranya Vanda insignis dan Dendrobium affine, serta sejumlah spesimen lain yang masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Bagi sebagian orang, anggrek mungkin hanya dipandang sebagai tanaman hias bernilai ekonomi tinggi. Namun dalam perspektif ekologi, tumbuhan ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis, menjadi bagian dari jaringan kehidupan yang kompleks, dari mikroorganisme hingga serangga penyerbuk.

Rakhmat Hidayat, S.P., Polisi Kehutanan Ahli Madya Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, menegaskan bahwa setiap peredaran tumbuhan tanpa dokumen resmi merupakan pelanggaran serius terhadap tata kelola konservasi.

“Peredaran tumbuhan tanpa dokumen resmi, baik dilindungi maupun tidak, tetap merupakan pelanggaran. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut keberlanjutan populasi di alam dan keseimbangan ekosistemnya,” ujarnya.

Operasi yang berlangsung hingga dini hari tersebut diawali dengan koordinasi lintas instansi, dilanjutkan dengan penelusuran kendaraan ekspedisi, serta pengamanan barang bukti dan pihak terkait. Seluruh anggrek kini diamankan di Mako Ditpolairud Polda Jawa Timur untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak ekspedisi yang terlibat mengaku tidak mengetahui status perlindungan tumbuhan yang diangkut. Pernyataan ini sekaligus membuka fakta bahwa masih terdapat celah dalam pemahaman dan kepatuhan terhadap regulasi di sektor distribusi logistik.

Lebih jauh, kasus ini mencerminkan tantangan besar dalam pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar di Indonesia. Jalur laut, yang menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah, sekaligus menjadi titik rawan bagi distribusi ilegal sumber daya hayati.

“Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan di jalur distribusi, khususnya pelabuhan, masih perlu diperkuat. Sinergi antarinstansi dan peningkatan kesadaran pelaku usaha menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa,” tambah Rakhmat.

Dari perspektif konservasi, jenis seperti Vanda insignis memiliki nilai ekologis tinggi dan rentan terhadap tekanan eksploitasi dari habitat alaminya. Pengambilan yang tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan populasi di alam, bahkan berujung pada ancaman kepunahan lokal.

Di habitat aslinya, anggrek tumbuh perlahan, menyatu dengan kabut hutan, menempel pada batang pohon tua, dan bergantung pada keseimbangan alam yang rapuh. Namun ketika dipisahkan dari ekosistemnya tanpa kendali, keindahan itu berubah menjadi simbol kehilangan.

Kasus di Tanjung Perak menjadi pengingat, bahwa tidak semua yang indah layak diperdagangkan dan tidak semua yang tampak kecil, memiliki dampak yang kecil pula.

Kemlu RI bantu kepulangan Enam relawan WNI peserta Global Sumud Land Convoy

Relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC) berfoto bersama perwakilan Direktorat Pelindungan WNI, Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (29/5/2026). (Foto : Dok. Kemlu RI)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI memfasilitasi ketibaan enam dari tujuh relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC).

Kemlu RI menyebutkan, ke-6 dari 7 relawan Indonesia GSLC yang tiba di Jakarta itu, satu relawan lainnya masih berada di Istanbul hingga beberapa hari ke depan.

“Misi yang membawa bantuan kemanusiaan dunia untuk Palestina ini dilakukan Global Sumud Flotilla (GSF) melalui jalur laut dan jalur darat. Para relawan yang tergabung dalam GSLC menempuh rute Libya – Mesir – Gaza dan diikuti oleh para relawan dunia termasuk 7 orang relawan Indonesia,” Demikian Keterangan Pers Kemlu RI, Jumat, 29 Mei 2026.

Relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC) bersama perwakilan Direktorat Pelindungan WNI, Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (29/5/2026). (Foto: Dok. Kemlu RI)

Sejak awal keberangkatan, Kemlu RI dan juga Perwakilan RI terkait termasuk KBRI Tripoli telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memantau dan memastikan keselamatan mereka.

Dalam perjalanannya, GSLC tidak berhasil memperoleh izin melintas di wilayah Sirte, perbatasan Libya barat – Libya timur. Pada tanggal 25 dan 26 Mei 2026, KBRI Tripoli berhasil menjemput ketujuh relawan Indonesia.

Selama di Tripoli, ke – tujuh relawan Indonesia itu diberikan pendampingan dan ditampung di Wisma KBRI Tripoli, sambil menunggu proses kepulangan ke Indonesia.

Para relawan menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI.

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia menghargai semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan ke wilayah konflik.

Namun, mengingat tingginya risiko keamanan, masyarakat Indonesia yang ingin menjadi relawan diimbau untuk mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan secara matang atau menyalurkan bantuannya melalui lembaga kemanusiaan yang memiliki akreditasi serta jaringan di wilayah tujuan.

Menko Polkam Berpesan Agar Praja Berani Perjuangkan Kebenaran untuk rakyat

Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan pembekalan kepada para praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026). (Foto : Kemenko Polkam RI).

Jatinangor  (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus menjadi birokrat yang berintegritas, disiplin, serta memiliki keberanian moral dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Djamari juga mengingatkan pentingnya keberanian birokrasi dalam menyampaikan kebenaran kepada pimpinan daerah maupun pejabat politik demi menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

“Pejabat politik bisa berganti, tetapi birokrasi harus tetap bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, keberanian menyampaikan hal yang benar menjadi sangat penting,” ujarnya Menko Polkam Djamari Chaniago Hal saat memberikan pembekalan kepada para praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026).

Pada kesempatan itu, Menko Polkam Djamari Chaniagon menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada semua Praja IPDN sekaligus menitipkan pesan Presiden agar para Praja dapat belajar dengan baik karena peran dan kehadirannya ditunggu oleh bangsa ini.

Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari menekankan bahwa tantangan global dan nasional yang dihadapi Indonesia saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik dunia, ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik, hingga persoalan ketimpangan ekonomi dan kebocoran kekayaan negara.

“Perubahan geopolitik dunia sangat memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk Indonesia. Karena itu pemerintah terus bekerja keras agar dampak global dapat diminimalkan dan masyarakat tetap terlindungi,” ujar Menko Polkam Djamari Chaniago.

Menko Djamari menjelaskan, Indonesia saat ini juga menghadapi tantangan bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal sebelum berakhir pada 2035. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar Indonesia mampu keluar dari ancaman middle income trap dan mewujudkan kesejahteraan nasional.

“Memperbaiki bangsa harus dimulai dari memperbaiki manusianya. Karena itu pendidikan menjadi sangat penting,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam menyoroti masih terjadinya kebocoran kekayaan negara akibat praktik-praktik yang merugikan bangsa, termasuk manipulasi perdagangan dan tindak korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi dalam bentuk apa pun merupakan pengkhianatan terhadap negara dan tidak boleh ditoleransi.

“Sekecil apa pun korupsi tetap merupakan pengkhianatan terhadap bangsa. Itu tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Kepada para praja IPDN, Menko Polkam Djamari menekankan bahwa mereka merupakan ujung tombak pemerintahan yang nantinya akan langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah. Karena itu, praja dituntut memiliki sensitivitas sosial, kemampuan memahami kebutuhan rakyat, serta semangat pengabdian sepanjang hayat.

“Kalian hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Jangan pernah menyakiti hati rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Menko Polkam turut menyoroti tantangan era digital dan media sosial yang dinilai semakin dipenuhi disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian. Menurutnya, aparatur pemerintahan harus mampu hadir untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Djamari juga menekankan pentingnya disiplin, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah bagi para praja IPDN sebagai calon pemimpin pemerintahan di masa depan.

“Jangan lelah belajar, jangan bosan belajar, dan jangan menyerah menghadapi tantangan. Bangsa ini menunggu pengabdian kalian,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menyampaikan pandangan Presiden RI mengenai tiga unsur utama yang menentukan ketahanan sebuah negara dalam jangka panjang. Dikatakan, negara yang mampu bertahan lama umumnya memiliki tiga kekuatan utama, yaitu tentara yang kuat untuk menjaga kedaulatan negara, aparat keamanan dan intelijen yang kuat untuk menjaga keamanan dalam negeri, serta aparatur sipil pemerintahan yang profesional untuk menjalankan administrasi negara secara efektif dan efisien.

Menurutnya, dari total sekitar 4,7 juta ASN di Indonesia, sebagian besar berada di daerah dan memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan nasional. Dalam konteks tersebut, lulusan IPDN dinilai menjadi salah satu inti kekuatan ASN Indonesia.

Tito menjelaskan bahwa pendidikan di IPDN tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan ilmu pemerintahan, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, loyalitas, serta ketahanan fisik dan mental melalui pola pendidikan semi-militer.

“Banyak kepala daerah menyukai lulusan IPDN karena mereka memiliki kemampuan pemerintahan, disiplin, loyalitas, dan kesiapan kerja yang tinggi. Bahkan banyak yang sudah diminta sebelum lulus,” katanya.

Saat ini, IPDN memiliki sekitar 3.500 praja yang tersebar di berbagai kampus daerah, mulai dari Bukittinggi, Jatinangor, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Makassar, NTB, hingga Papua. Selain program sarjana, IPDN juga memiliki program magister dan doktoral di Jakarta.

Mendagri juga menegaskan komitmen IPDN dalam meniadakan praktik kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia memastikan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas hingga pemecatan.

Selain fungsi pendidikan formal, Tito menyebut IPDN juga terus dikembangkan sebagai pusat pelatihan pemerintahan dan think tank kebijakan publik. Menurutnya, IPDN dapat menjadi pusat pelatihan bagi pemerintah daerah, kepala desa, hingga anggota DPRD guna meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah.

“Kami berharap mereka kembali menjadi agen perubahan yang dapat membawa semangat reformasi birokrasi dan memperkuat kualitas ASN Indonesia,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago menerima Anugerah Kartika Astha Brata Utama yang merupakan penghargaan untuk tokoh nasional atau menteri yang dinilai berjasa dalam bidang kepamongprajaan. Serta, disematkan pin sebagai Alumni Kehormatan Pendidikan Tertinggi Kepamongprajaan.

Wamentan Sudaryono Kumpulkan Eksportir dan Perusahaan Refinery, Sepakat Bisnis Sawit Tetap Normal dan Harga TBS Dijaga

Rapat Koordinasi di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (29/5/2026). (Foto : Kementan).

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengumpulkan pelaku industri sawit nasional mulai dari perusahaan refinery, eksportir, asosiasi petani, hingga BUMN perkebunan untuk menyepakati langkah bersama menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani dan memastikan aktivitas perdagangan sawit tetap berjalan normal di tengah masa transisi kebijakan ekspor satu pintu.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa industri sawit tetap berjalan seperti biasa. Ia menilai kondisi crude palm oil (CPO) di tingkat global dalam kondisi bagus, sehingga tidak ada alasan penurunan harga hingga tingkat petani.

“Kami meminta refinery dan eksportir tetap melakukan transaksi perdagangan sebagaimana mestinya, dengan volume dan harga yang wajar sesuai acuan pasar. Karena harga dunia tidak turun, permintaan juga tidak turun, maka tidak ada alasan harga TBS petani jatuh,” kata Wamentan Sudaryono dalam Rapat Koordinasi di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar menjelaskan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi 139 pabrik kelapa sawit (PKS) membeli TBS di bawah harga ketetapan pemerintah daerah. Setelah rapat pertama digelar Selasa (26/5/2026) lalu, sebanyak 16 PKS mulai melakukan penyesuaian harga pembelian, namun pemerintah menilai langkah koreksi harus terus diperluas agar harga TBS petani kembali normal.

Ia juga meluruskan berbagai kekhawatiran terkait implementasi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, PT DSI tidak mengambil keuntungan dari transaksi ekspor, melainkan berfungsi sebagai pengelola dan pengawas tata niaga agar lebih transparan, akuntabel, dan tertib.

Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono mengungkapkan sejumlah kesepakatan penting yang telah disepakati bersama seluruh pemangku kepentingan. Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa industri sawit nasional tetap berjalan normal atau business as usual selama masa transisi kebijakan berlangsung.

Terkait mekanisme pelaksanaan ekspor satu pintu, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan kepastian mengenai peran PT DSI serta tahapan implementasi kebijakan tersebut.

“Pertama, seluruh pihak memahami bahwa PT DSI berfungsi sebagai pengelola dan pengawas kebijakan ekspor satu pintu secara transparan dan akuntabel, bukan untuk mengambil keuntungan dari transaksi perdagangan. Karena itu pemerintah juga memberikan masa transisi mulai 1 Juni sampai 31 Agustus 2026 sebelum implementasi penuh pada 1 Januari 2027,” kata Wamentan Sudaryono.

Ia menambahkan, aktivitas perdagangan sawit nasional tetap berjalan normal dan pelaku usaha tetap menjadi penggerak utama rantai pasok industri. Pemerintah juga meminta seluruh transaksi tetap mengacu pada mekanisme pasar yang berlaku agar stabilitas harga dapat terjaga.

“Kedua, refinery dan eksportir tetap menjadi ujung tombak perdagangan sawit nasional. Seluruh transaksi perdagangan tetap berjalan sebagaimana biasa atau business as usual dengan mengacu pada harga lelang KPBN serta menghindari praktik withdraw (WD) yang dapat mengganggu pembentukan harga secara wajar. Langkah ini penting agar stabilitas harga CPO terjaga dan berdampak positif terhadap harga TBS yang diterima petani,” ujar Wamentan Sudaryono.

Dalam rangka menjaga kesejahteraan petani, pemerintah juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap implementasi ketentuan harga TBS.

“Ketiga, pemerintah daerah bersama dinas terkait diminta aktif mengawal pelaksanaan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, termasuk memastikan harga pembelian TBS petani plasma dan swadaya sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan PKS yang membeli TBS tidak sesuai ketentuan, agar segera dilakukan identifikasi terhadap status PKS beserta afiliasi atau jaringan usahanya dan dilaporkan kepada Kementerian Pertanian untuk ditindaklanjuti,” ujar Wamentan Sudaryono.

Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar tidak ada praktik yang merugikan petani maupun mengganggu tata niaga sawit nasional.

“Keempat, apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan, Kementerian Pertanian akan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri apabila terdapat indikasi pelanggaran hukum,” ungkapnya

Selain itu, pemerintah memastikan masa transisi tidak akan menghambat aktivitas usaha di seluruh rantai industri sawit.

“Kelima, selama masa transisi berlangsung, seluruh kegiatan usaha industri sawit baik refinery, eksportir maupun rantai perdagangan lainnya tetap berjalan normal tanpa hambatan,” ujar Wamentan Sudaryono

Di akhir rapat, seluruh pemangku kepentingan juga menyepakati pentingnya menjaga iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

“Dan keenam, seluruh pelaku usaha industri sawit berkomitmen menjalankan transaksi perdagangan secara adil serta menjaga harga pembelian TBS tetap mengacu pada harga CPO yang berlaku di masing-masing wilayah,” tegas Wamentan Sudaryono.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Qayuum Amri, mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang dinilai mulai berdampak terhadap perbaikan harga TBS di sejumlah daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan gerak cepat dari Bapak Wamentan dalam rapat selama dua kali ini kita lakukan dan hasilnya sudah terbukti walaupun ada kenaikan harga TBS yang masih sedikit itu antara Rp50 rupiah per kilo tapi hasilnya sudah menunjukkan bahwa rapat ini sangat efektif,” ucapnya.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts