Beranda blog Halaman 94

Di Papua Barat, Menhan Minta Pembinaan Prajurit Dilakukan Secara Berkelanjutan

Menhan Minta Pembinaan Prajurit Dilakukan Secara Berkelanjutan, Papua Barat, Selasa (26/5/2026). (Foto : Biro Infohan Setjen Kemhan).

Papua Barat – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 805/KSW di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, guna meninjau langsung kesiapan pembinaan personel, sarana prasarana latihan, serta kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah Pada Selasa (26/5/2026).

Rangkaian kerja Menhan tersebut meliputi peninjauan fasilitas latihan, lapangan tembak (lapbak), serta memberikan arahan langsung kepada para pelatih dan personel satuan. Saat memberikan pengarahan, Menteri Pertahanan menekankan pentingnya menjaga kualitas pembinaan prajurit melalui kesinambungan tenaga pelatih yang profesional, kompeten, dan berpengalaman. Oleh karena itu, Menhan meminta agar keberlangsungan penugasan personel pelatih dapat dijaga dengan baik, serta kesejahteraannya diperhatikan secara optimal, sehingga proses pembinaan dapat berlangsung secara efektif, berkelanjutan, dan menghasilkan prajurit yang berkualitas.

Selain itu, Menhan juga memberikan perhatian khusus terhadap program latihan satuan (Proglatsi), termasuk pelaksanaan latihan pra tugas yang harus disiapkan secara matang, realistis, dan sesuai dengan tantangan penugasan di lapangan. Menhan menegaskan bahwa kesiapan prajurit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tempur, tetapi juga kemampuan mendukung keselamatan personel dalam pelaksanaan operasi.

Lebih lanjut, Menhan menekankan pentingnya materi latihan Longmalap (Pertolongan Pertama di Lapangan) sebagai bagian dari kesiapan prajurit, khususnya terkait pelayanan kesehatan di daerah operasi. Kemampuan pertolongan pertama dinilai menjadi salah satu kompetensi penting guna mendukung keselamatan personel dan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam kunjungan kerja ke Yon TP 805/KSW, Menhan didampingi oleh Wakil Panglima TNI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kabaloghan, serta Pangdam XVIII/Kasuari.

Dua Penjaga Perdamaian Indonesia Dianugerahi Penghormatan Anumerta dalam upacara di Markas Besar PBB pada 5 Juni

Medal Dag Hammarskjöld
Medal Dag Hammarskjöld, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada personel militer, polisi dan sipil yang kehilangan nyawa saat bertugas dalam operasi penjaga perdamaian PBB. (Foto : Dok.UN/UN Indonesia)

Sekretaris Jenderal PBB akan memberikan penghormatan kepada para penjaga perdamaian yang gugur dan menyoroti kebutuhan mendesak untuk berinvestasi dalam perdamaian

New York – Hari Internasional Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa akan diperingati di Markas Besar PBB pada (5/6/2026) untuk memberikan penghormatan kepada seluruh perempuan dan laki-laki yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB, serta mengenang mereka yang telah kehilangan nyawa demi perdamaian.

Dalam Siaran Pers Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat, 29 Mei 2026, Sekretaris Jenderal António Guterres akan meletakkan karangan bunga untuk menghormati hampir 4.500 penjaga perdamaian yang telah kehilangan nyawa sejak 1948. Ia juga akan memimpin upacara penganugerahan Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta kepada 68 personel militer, polisi, dan sipil penjaga perdamaian yang gugur dalam menjalankan tugas, termasuk 59 orang yang wafat tahun lalu.

Di antara para penjaga perdamaian yang akan dianugerahi Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta terdapat dua personel dari Indonesia : Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo, yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Keduanya wafat pada tahun 2025.

Tahun ini, Indonesia kehilangan empat penjaga perdamaian yang bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), di tengah konflik Israel-Hizbullah.

Mereka yang wafat tahun ini akan dianugerahi Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta pada upacara tahun depan.

Saat ini, lebih dari 50.000 penjaga perdamaian sipil, militer, dan polisi bertugas di bawah bendera PBB di sejumlah lingkungan paling kompleks di dunia, di mana konflik semakin terfragmentasi, berkepanjangan, dan dipengaruhi oleh berbagai ancaman baru, termasuk penyalahgunaan perangkat digital dan penyebaran informasi berbahaya. Sebanyak 118 negara saat ini menyumbangkan personel berseragam untuk 11 misi penjaga perdamaian.

Indonesia merupakan kontributor personel terbesar ke-6 untuk misi penjaga perdamaian PBB. Saat ini, Indonesia mengirimkan hampir 2.000 personel militer dan polisi termasuk 156 perempuan ke operasi perdamaian PBB di Abyei, Republik Afrika Tengah, Siprus, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Sudan Selatan, dan Sahara Barat.

Majelis Umum menetapkan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB pada 2002 dan memilih tanggal 29 Mei karena pada hari itu, tahun 1948, Dewan Keamanan membentuk operasi penjaga perdamaian PBB pertama, yaitu United Nations Truce Supervision Organization di Timur Tengah.

Tema tahun ini adalah “Berinvestasi dalam Perdamaian”. Pada saat operasi penjaga perdamaian PBB menghadapi berkurangnya sumber daya, tema ini menegaskan bahwa penjaga perdamaian tetap menjadi salah satu perangkat paling efektif yang dimiliki komunitas internasional untuk merespons konflik mendukung solusi politik, mencegah eskalasi, melindungi warga sipil, memantau gencatan senjata, memungkinkan bantuan kemanusiaan, membersihkan ranjau darat, dan banyak lagi.

Dalam pesannya, Sekretaris Jenderal António Guterres mengatakan: “Pada Hari Internasional ini, kita menghormati para penjaga perdamaian, baik yang telah mendahului kita maupun yang masih bertugas saat ini, serta menegaskan kembali tanggung jawab bersama kita untuk menghormati dan memperkuat kerja mereka. Kita memberikan penghormatan kepada hampir 4.500 penjaga perdamaian yang telah kehilangan nyawa sejak 1948, termasuk 59 orang tahun lalu. Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, dan Negara-Negara Anggota harus memenuhi kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat.”

Ia juga menyatakan bahwa “di era meningkatnya ketegangan, penjaga perdamaian merupakan cara yang terbukti dan hemat biaya untuk memulihkan stabilitas dan harapan. Namun, hal ini membutuhkan dukungan politik yang konsisten serta dukungan finansial yang dapat diandalkan.”

Dalam upacara khusus tersebut, Sekretaris Jenderal juga akan menganugerahkan “Captain Mbaye Diagne Medal for Exceptional Courage” kepada Kopral Matias Reyes dari Uruguay atas tindakannya di Goma, Republik Demokratik Kongo bagian timur, pada puncak krisis awal 2025; serta kepada mendiang Sergii Prykodko dari Ukraina, yang bertugas sebagai kontraktor swasta dalam Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) dan gugur dalam misi mengevakuasi tentara yang terkepung pada Maret tahun lalu.

Sekretaris Jenderal juga akan memberikan penghargaan kepada Military Gender Advocate of the Year 2025, Mayor Abhilasha Barak dari India, yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), serta kepada UN Woman Police Officer of the Year, Stephanie Königs dari Jerman, yang bertugas di UNMISS.

“Pada saat konflik meningkat dan sumber daya semakin terbatas, para penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa terus melindungi warga sipil, mencegah kekerasan agar tidak meningkat, dan menjaga harapan tetap hidup di sejumlah lingkungan paling sulit di dunia. Berinvestasi dalam penjaga perdamaian berarti berinvestasi dalam stabilitas, pencegahan, dan kemungkinan terciptanya perdamaian itu sendiri,” kata Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian.

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Perkuat Sinergi Strategis Dua Negara

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Pertama Kiri) saat pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, Kamis (28/5/2026). Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Prancis – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée, Paris, Prancis, pada Kamis, 28 Mei 2026. Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris yang berlangsung tepat satu tahun setelah dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Presiden Macron pun menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis menjadi kemitraan global yang lebih luas dan mendalam di tengah dinamika geopolitik dunia. Presiden Macron menilai Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo,” ujar Presiden Macron.

Di bidang pertahanan dan keamanan, Presiden Macron menyoroti eratnya kerja sama kedua negara yang ditandai dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Presiden Macron menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang.

“Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini,” tutur Macron.

Tak hanya pertahanan, Presiden Macron juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dengan Prancis maupun Uni Eropa. Presiden Macron berharap perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa segera diberlakukan guna mempercepat arus perdagangan dan investasi di berbagai sektor strategis.

“Ini penting segera diberlakukan untuk menghapus hambatan untuk perdagangan dan investasi, untuk mempercepat di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, pertahanan,” katanya.

Presiden Macron turut menyampaikan apresiasi atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis. Selain itu, Macron menyambut baik rencana investasi Danantara sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Di bidang budaya dan pendidikan, kedua pemimpin negara juga berkomitmen memperdalam kerja sama yang sebelumnya telah diperkuat melalui deklarasi bersama strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada Mei 2025. Kerja sama tersebut mencakup sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas dalam Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

“Prancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta,” ujar Presiden Macron.

Dalam pembahasan isu internasional, Presiden Macron dan Presiden Prabowo juga bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah, konflik di Ukraina, hingga ketegangan di Laut Cina Selatan dan kawasan Asia Tenggara. Presiden Macron memberikan penghormatan atas posisi Indonesia yang dinilai aktif mendorong perdamaian dan dialog internasional.

“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina. Saya juga ingin memberi penghormatan atas keterlibatan tentara Bapak untuk terus bertindak untuk perdamaian kedaulatan Lebanon,” kata Presiden Macron.

Terkait kawasan Asia Tenggara, Presiden Macron menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi penting dalam strategi Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa. Karena itu, Prancis siap terus bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global dan regional.

“Pada semua level kemitraan antara Indonesia dan Perancis, ini sangatlah relevan dan ini akan memperkuat visi kedua negara kita terhadap perdamaian tatanan dunia saat ini,” tutur Presiden Macron.

Wapang TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Yonif TP 808/Mbaham Matta di Papua Barat

Wapang TNI saat Dampingi Menhan RI Tinjau Yonif TP 808/Mbaham Matta di Papua Barat, Rabu (27/5/2026). (Foto : Puspen TNI).

Jakarta – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 808/Mbaham Matta di Fakfak, Papua Barat, Pada Rabu (27/5/2026).

Dalam Rilis Pers Puspen TNI, saat kunjungan tersebut, Wapang TNI bersama Menhan RI meninjau kondisi satuan, fasilitas pendukung, serta kesiapan personel Yon TP 808/Mbaham Matta dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi dan pembinaan teritorial di wilayah Papua Barat.

“Kehadiran Wapang TNI mendampingi Menhan RI merupakan wujud sinergi TNI dan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat pembinaan satuan serta meningkatkan kesiapan prajurit,” Tulis Puspen TNI dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

Yon TP 808/Mbaham Matta diharapkan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan satuan guna mendukung tugas TNI menjaga keutuhan NKRI.

Menlu Sugiono: Palestina Menjadi Ujian Nyata Komitmen Internasional Terhadap Implementasi Piagam PBB

Foto : instagram menluri

New York — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan pentingnya komitmen terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan multilateralisme dalam High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB (DK PBB) bertema: “Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System” di Markas Besar PBB, New York, Selasa (26/5).

Dilansir dari laman Kemlu RI, Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RRT selaku Presiden Dewan Keamanan PBB bulan Mei 2026 dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Dalam pernyataannya, Menlu RI menegaskan bahwa tantangan global saat ini bukan disebabkan karena Piagam PBB kehilangan relevansi, melainkan karena prinsip-prinsip hukum internasional dan multilateralisme terlalu sering diterapkan secara selektif. Indonesia menilai bahwa situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten.

Untuk itu, Indonesia kembali menegaskan bahwa solusi dua negara (two-State solution), berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan, tetap merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Menlu RI juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB akhir-akhir ini. Ditekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan serangan terhadap prinsip multilateralisme. Untuk itu, Menlu RI tegaskan bahwa perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB mutlak harus dilakukan.

Selanjutnya, Menlu RI turut menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS, serta memastikan jalur pelayaran strategis internasional tidak menjadi arena konfrontasi maupun political bargaining.

Menlu RI menggarisbawahi meningkatnya ancaman keamanan global, termasuk dampak perkembangan artificial intelligence dan autonomous weapons terhadap karakter konflik modern.

Dalam konteks tersebut, Indonesia kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, transparan, akuntabel, dan mampu mencerminkan suara negara-negara berkembang.

Menlu RI menegaskan bahwa dunia tidak membutuhkan hierarki baru, melainkan pembaharuan komitmen untuk kembali pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan memperkuat multilateralisme yang melayani seluruh negara secara setara.

Di sela-sela rangkaian pertemuan, Menlu RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RRT Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Argentina guna membahas isu-isu strategis bilateral serta perkembangan kawasan dan global. Menlu RI juga melakukan pull-aside dengan Menlu Pakistan, Bahrain, Kyrgyzstan dan Kuba.

5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Pemerintah Kamboja

Foto : Dok. KBRI Phnom Penh

Phnom Penh — KBRI Phnom Penh kembali memperoleh persetujuan Pemerintah Kamboja terkait penghapusan denda overstay bagi 1.273 Warga Negara Indonesia (WNI) mantan sindikat penipuan daring yang mengajukan permohonan bantuan kepulangan ke Indonesia. Dengan tambahan persetujuan tersebut, hingga kini total yang telah mendapatkan penghapusan denda overstay mencapai 5.950 WNI.

Para WNI tersebut merupakan bagian dari warga asing yang terdampak operasi pemberantasan penipuan daring yang terus diintensifkan Pemerintah Kamboja sejak awal 2026. Dalam periode pertengahan Januari hingga 22 Mei 2026, jumlah yang melapor dan meminta bantuan kepada KBRI Phnom Penh tercatat mencapai 9.537 WNI.

Sebagian besar WNI yang ditangani KBRI Phnom Penh mengaku memiliki kendala untuk kembali ke Indonesia, mulai dari tidak memiliki paspor, terbebani denda overstay dalam jumlah besar, hingga keterbatasan biaya untuk membeli tiket kepulangan. Penanganan kasus menjadi semakin kompleks karena tingginya jumlah WNI yang membutuhkan bantuan dalam waktu bersamaan.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, menyampaikan bahwa KBRI terus berupaya mengoptimalkan pelindungan dan fasilitasi pemulangan bagi para WNI di tengah jumlah kasus yang terus bertambah karena operasi pemberantasan penipuan daring yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

“KBRI Phnom Penh terus fasilitasi penghapusan denda overstay yang merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kamboja untuk mempercepat pemulangan WNI. KBRI mengimbau seluruh WNI yang telah memperoleh dokumen perjalanan maupun persetujuan penghapusan denda agar segera kembali ke Indonesia,” ujar KUAI KBRI Phnom Penh, Dikutip, Kamis, 28 Mei 2026.

Sampai dengan 22 Mei 2026, KBRI Phnom Penh telah fasilitasi 3.630 WNI kembali ke Indonesia. Pemerintah Kamboja menegaskan bahwa WNI yang telah memperoleh penghapusan denda overstay agar segera kembali ke Indonesia paling lambat pada 15 Juni 2026.

Selain menghadapi persoalan administrasi keimigrasian, sebagian WNI juga mengalami kesulitan finansial untuk memenuhi kebutuhan dasar selama menunggu proses kepulangan. Untuk itu, KBRI Phnom Penh menyediakan fasilitas penampungan sementara bagi WNI yang membutuhkan. Saat ini, kapasitas penampungan tersebut telah mencapai batas maksimal dengan menampung sekitar 300 WNI.

KBRI Phnom Penh kembali mengingatkan para WNI yang telah menerima Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan/atau persetujuan penghapusan denda overstay agar segera meninggalkan Kamboja dan kembali ke Indonesia. Langkah tersebut diperlukan untuk memberikan ruang penanganan bagi WNI lain yang masih menunggu proses administrasi dan kepulangan.

Di sisi lain, selain WNI yang datang melapor secara mandiri ke KBRI Phnom Penh, saat ini terdapat sekitar 400 WNI eks jaringan penipuan daring yang terjaring razia aparat kepolisian Kamboja dan ditempatkan di sejumlah fasilitas detensi. Pada 21–22 Mei 2026, tim KBRI Phnom Penh telah melakukan kunjungan kekonsuleran kepada 265 WNI yang berada di detensi Bati, Provinsi Takeo, guna memastikan kondisi mereka sekaligus mengidentifikasi kebutuhan untuk proses pemulangan ke Indonesia.

“KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan dan perlindungan kekonsuleran bagi seluruh WNI yang menghadapi permasalahan hukum maupun keimigrasian di Kamboja, serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas legalitas dan kredibilitasnya,” Demikian KBRI Phnom Penh.

Momentum Idul Adha, Kepala BNPB Ajak Pegawai Perkuat Iman dan Kepedulian

Pelaksanaan proses Qurban Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan BNPB, Rabu (27/5/2026). (Foto : BNPB).

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di halaman Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu (27/5).

Acara diawali dengan salat Idul Adha berjamaah yang dipimpin oleh KH Abah Abdurrahman Jaelani dan dihadiri oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, para pejabat pimpinan tinggi, serta pegawai di lingkungan BNPB.

Usai salat Idul Adha, Kepala BNPB menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh jajaran BNPB.

Kepala BNPB mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan, kesempatan, dan situasi yang diberikan, khususnya kepada keluarga besar BNPB.

“Ini merupakan rahmat dari Allah SWT. Pada bulan Mei ini situasi kebencanaan relatif landai sehingga kita memiliki kesempatan untuk melaksanakan salat berjamaah. Hal tersebut patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setinggi apa pun jabatan dan sebanyak apa pun harta yang dimiliki seseorang, ada hal yang tidak dapat dibeli, yaitu waktu. Karena itu, kesempatan untuk beribadah merupakan anugerah yang sangat berharga.

“Sekali lagi, kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan waktu untuk beribadah,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga menyampaikan apresiasi atas peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini. Berdasarkan laporan panitia, tahun ini terkumpul 31 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21 ekor sapi dan 19 ekor kambing.

Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan dua hal. Pertama, adanya peningkatan kesejahteraan pegawai. Kedua, dan yang lebih utama, meningkatnya keimanan untuk berbagi kepada sesama.

“Mudah-mudahan yang meningkat adalah keimanannya. Karena kurban tidak semata-mata dilihat dari kemampuan ekonomi seseorang,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, ada masyarakat yang menabung bertahun-tahun demi membeli seekor kambing kurban. Sementara itu, ada pula yang mampu membeli banyak sapi, tetapi tidak memiliki semangat berkurban yang sama. Karena itu, ia meyakini bertambahnya jumlah hewan kurban tahun ini lebih mencerminkan peningkatan keimanan daripada sekadar peningkatan ekonomi.

“Semoga dengan bertambahnya hewan kurban hari ini, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka,” tuturnya.

Kepala BNPB menyerahkan hewan kurban milik pribadi beserta keluarganya kepada panitia untuk selanjutnya disalurkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

“Dengan menyebut Bismillahirrahmanirrahim, saya dan keluarga menyerahkan hewan kurban kepada panitia. Mudah-mudahan amal ibadah ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan membawa kebahagiaan bagi para penerima,” pungkasnya.

Selanjutnya, panitia melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban kepada pegawai serta masyarakat di sekitar kantor BNPB.

Hewan kurban yang didistribusikan berasal dari pimpinan tinggi BNPB, pegawai BNPB, serta mitra kerja BNPB sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi pada momentum Iduladha.

Paris Diaspora Joyful Performing Idul Adha Prayer with Prabowo

President Prabowo Subianto

Paris – The presence of President Prabowo Subianto during the Idul Adha 1447 H prayer at Wisma Indonesia in Paris, France, on Wednesday, May 27, brought happiness and deep impression to the Indonesian diaspora in that country.

They expressed their joy at being able to celebrate Idul Adha with Prabowo and considered the moment a reflection of the strong family bond among Indonesian citizens abroad.

Since the morning, Indonesian citizens and diaspora members had enthusiastically filled the Wisma Indonesia area to perform the Idul Adha congregational prayer with Prabowo.

A warm and familial atmosphere was felt throughout the solemn Idul Adha prayer. After the prayer, Prabowo was seen engaging in friendly fellowship and shaking hands with the Indonesian diaspora present.

One Indonesian diaspora member in Paris, Dini Indriyani, said she felt double the happiness because she could perform the Idul Adha prayer with Prabowo.

For Dini, who has lived in Paris for 15 years, this moment left a deep impression because it made her feel as if she were celebrating Idul Adha with the extended Indonesian family even though she was far from home.

She hoped that Prabowo’s presence during this Idul Adha prayer would also bring happiness to other Indonesian diaspora members.

“The happiness is double. Praying with the President really felt like praying with the extended family of the Republic of Indonesia,” she said when met.

Dini also hopes that the prayers offered together during the Idul Adha prayer will bring goodness to Indonesia. She also prayed that Prabowo would always be given good health in leading Indonesia and maintaining good bilateral relations between Indonesia and France.

“All the problems of our nation will soon be resolved. May the President always be healthy, and may the relationship between Indonesia and France continue to improve,” she added.

Similar joy was felt by Azrina, another Indonesian diaspora member in Paris. She considered worshipping with Prabowo a rare and meaningful opportunity.

“Praying with the President is an extraordinary opportunity for me. It just so happens that the President is on an official visit, and it coincides exactly with Idul Adha, so he could take the time to meet with Indonesian citizens in France,” she said.

Azrina also hopes that Prabowo will always be granted wisdom in making decisions to lead Indonesia forward. Additionally, she hopes that the Indonesian diaspora in various countries, especially in France, can continue to maintain their solidarity and togetherness.

Similar impressions were also felt by young Indonesian diaspora members in Paris, Shafa and Jelita. Both admitted to being nervous but also happy to be able to meet Prabowo directly after having only seen him on television.

For them, this experience felt even more special as it became a sweet memory of their first Idul Adha prayer in Paris.

“We were quite nervous, then very happy, also felt honored. Usually we only saw him on TV, now we could see him in person,” they said.

Source: Government Communication Agency (Bakom) of the Republic of Indonesia

Kemenkeu – BGN komitmen jaga kualitas program MBG

Foto : Dok Biro Hukum dan Humas BGN

Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang memastikan, BGN mendukung penuh langkah pemerintah dalam memperkuat efektivitas penggunaan anggaran negara melalui pola belanja yang lebih efisien dan tepat sasaran.

“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Nanik menjelaskan, sinergi dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan BGN berjalan sangat baik dalam memastikan keberlanjutan program MBG sebagai salah satu program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam APBN 2026, pagu anggaran resmi BGN tercatat sebesar Rp268 triliun. Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung operasional program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Hingga 24 Mei 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah memastikan program tetap berjalan optimal meski dilakukan penyesuaian efisiensi pada sejumlah pos operasional.

Menurut Nanik, efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program agar semakin tepat guna dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tutup Nanik.

Kasum TNI Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan TNI AL di Batam

Kasum TNI Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan TNI AL di Batam, Selasa, (26/5/2026). (Foto : Puspen TNI).

Jakarta – Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Pelaksana 1 Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama Ketua Pelaksana Satgas PKH Jampidsus Kejagung RI Dr. Febriel Ardiansyah dan Pangkoarmada RI Laksdya Denih Hendrata meninjau pemeriksaan kontainer mineral hasil penindakan TNI AL di Dermaga Kodaeral IV Batam, Kepulauan Riau, Pada Selasa (26/5/2026).

Dalam Rilis Pers Puspen TNI, Saat memberikan keterangan kepada awak media, Kasum TNI menegaskan bahwa tim dari Jakarta datang untuk melihat langsung hasil penindakan jajaran TNI AL, Kodaeral IV Batam, terhadap kapal yang membawa kandungan tanah logam mineral yang memiliki unsur radioaktif. “Ini sesuai dengan tugas pokok daripada Angkatan Laut dan yang pasti nanti prosesnya ini, hasil pengecekan ini akan kita telaah secara hukum, dilakukan kajian,” jelasnya, Dikutp, Rabu, 27 Mei 2026.

Kasum TNI juga menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pemberantasan penyelundupan sumber daya alam melalui jalur laut. “Dan perlu disampaikan juga di sini bahwa dari pimpinan TNI menyampaikan bahwa TNI dalam hal ini melalui TNI Angkatan Laut akan terus melakukan upaya-upaya tegas terhadap setiap penyelundupan-penyelundupan lewat jalur laut,” tegasnya.

Lebih lanjut Kasum TNI menyampaikan  bahwa penanganan kasus tersebut sejalan dengan perhatian Presiden RI terhadap maraknya penyelundupan sumber daya alam strategis, khususnya mineral rare earth. “Apalagi kita ketahui bapak Presiden Republik Indonesia mengatakan bahwa penyelundupan mineral khususnya rear earth ini salah satu yang menjadi atensi selain penyelundupan-penyelundupan sumber daya alam lainnya,” pungkasnya.

Pemeriksaan dilakukan setelah Satgas PKH menerima laporan dari penyidik TNI AL terkait penindakan kapal pengangkut mineral pada 17 Mei 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, aparat membuka 15 dari total 25 kontainer guna mencocokkan isi muatan dengan dokumen ekspor dan pengiriman barang.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum serta sinergi antarinstansi dalam mengawasi pengelolaan sumber daya alam nasional agar tidak disalahgunakan dan tetap memberikan manfaat bagi negara,” Demikian Puspen TNI.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts