Beranda blog Halaman 95

Menteri Dody Imbau program padat karya tunai segera diperluas ke daerah terdampak bencana

Foto : Dok.Kementerian PU

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan secara keseluruhan menargetkan penanganan sebanyak 23.000 titik untuk rumah dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang pasca bencana yang diselesaikan melalui program padat karya, Minggu, (24/5).

“Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya,” ujar Menteri Dody, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau salah satu titik pelaksanaan program Padat Karya Tunai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Dikutip, Rabu, 27 Mei 2026.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan lumpur pada permukiman masyarakat terdampak bencana.

Selain penanganan rumah warga, program padat karya tunai di Aceh Tamiang juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase dengan total panjang saluran yang ditangani mencapai 28.568 meter. Kegiatan tersebut melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan total anggaran sebesar Rp2,45 miliar.

Menteri Dody mengimbau agar program padat karya tunai segera diperluas ke daerah lain yang terdampak akibat bencana, terutama kawasan yang mengalami sedimentasi dan endapan lumpur pada permukiman warga.

“Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kita lakukan seperti ini, terutama wilayah yang terdampak lumpur di rumah-rumah warga,” tandas Menteri Dody. (May)Menteri Dody menegaskan, penanganan lumpur di kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena sejak awal bencana persoalan sedimentasi dan lumpur merupakan permasalahan utama di Aceh Tamiang.

“Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kita datang memang masalah utamanya lumpur. Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut,” kata Menteri Dody.

“Program ini sudah kita kerjakan sejak awal bencana. Jadi pemilik rumah kita aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan,” ujar Menteri Dody.

Dana Otsus dan Badan Koordinasi Aceh Akan Dibahas dalam RUU PA

Ketua Badan Legislasi DPR RI, Bob Hasan (Tengah) saat agenda pembahasan lanjutan RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Foto: Ist

Jakarta – Usulan peningkatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh serta pembentukan badan koordinasi menjadi salah satu isu strategis yang akan dibahas dalam pembahasan lanjutan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan menjelaskan, sejumlah usulan yang berkembang selama proses penyusunan RUU telah dimasukkan dalam draf usul inisiatif DPR. Namun, keputusan final terkait berbagai substansi tersebut masih akan dibahas bersama pemerintah melalui mekanisme Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah usulan peningkatan Dana Otsus Aceh dari 2 persen menjadi 2,5 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional.

“Dari pengajuan itu 2,5 persen. Tentunya nanti setelah tahap Surpres, ini akan menganut sebuah skema kesepakatan. Kesepakatan itu nanti dibahas pada pembicaraan tingkat pertama melalui DIM bersama pemerintah,” ujar Bob Hasan saat diwawancarai Parlementaria di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Selain Dana Otsus, Baleg juga mengakomodasi gagasan pembentukan badan koordinasi yang bertugas mengharmonisasikan pelaksanaan program-program yang didanai melalui skema otonomi khusus.

Menurut Bob, badan tersebut dirancang bersifat koordinatif dan dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sinkronisasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan Dana Otsus.

“Ya ada badan koordinasi, badan koordinatif yang tentunya dipimpin oleh gubernur. Tetapi ini juga masih menjadi bagian dari pembahasan bersama pemerintah dalam DIM nanti,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan badan koordinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan yang dibiayai Dana Otsus sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pemanfaatannya.

Selain itu, Baleg juga belum menetapkan secara final ketentuan mengenai jangka waktu pelaksanaan sejumlah kebijakan dalam skema Otsus Aceh. Dalam draf usul inisiatif DPR, beberapa ketentuan tidak lagi mencantumkan batas waktu secara tegas dan akan menjadi ruang pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah.

Legislator Fraksi Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa seluruh substansi yang diusulkan dalam revisi UU Pemerintahan Aceh bertujuan memastikan keberlanjutan pembangunan Aceh, sekaligus menjaga semangat kekhususan dan perdamaian yang telah dibangun selama ini.

“Ini nanti kita kembalikan kepada pemerintah untuk mengisi DIM yang kemudian menjadi bahan diskusi bersama sampai nantinya ditetapkan menjadi undang-undang,” tegasnya.

Apkasindo Dukung DSI dan Minta Harga TBS Petani Segera Dipulihkan

Foto : Dok.Kementan

Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendukung kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Namun, Apkasindo meminta pemerintah bergerak cepat memperjelas mekanisme implementasi agar harga tandan buah segar (TBS) sawit tidak terus terpuruk akibat spekulasi pasar dan ketidakpastian informasi.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, mengungkapkan harga TBS petani swadaya saat ini anjlok tajam menjadi Rp1.800 hingga Rp2.200 per kilogram. Penurunan harga rata-rata mencapai Rp600 hingga Rp1.500 per kilogram.

“Petani swadaya sekarang itu ada yang tinggal Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram. Padahal HPP kita Rp2.000. Artinya petani sudah nombok,” kata Gulat usai Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, petani sawit swadaya menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi ini karena tidak memiliki kepastian kontrak pembelian seperti petani plasma atau petani bermitra. Saat ini, harga TBS petani plasma masih berada di kisaran Rp3.600 per kilogram, sementara petani swadaya mengalami tekanan paling besar.

“Kalau petani bermitra masih ada perlindungan karena diatur Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Yang paling terpuruk itu petani swadaya, sementara luas kebun petani swadaya mencapai 93 persen dari total kebun sawit rakyat,” ujarnya.

Gulat menilai anjloknya harga TBS bukan disebabkan melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) global. Justru sebaliknya, harga CPO dunia di Malaysia maupun Rotterdam sedang menguat.

“Harga CPO global lagi bagus. Kalau dirupiahkan bisa rata-rata Rp18 ribu, seharusnya harga dalam negeri sekitar Rp15.800. Tapi sekarang hanya sekitar Rp11 ribu. Jadi tidak masuk akal kalau harga TBS petani jatuh sedalam ini,” katanya.

Ia menyebut persoalan utama terjadi karena adanya bottleneck informasi dan ruang spekulasi di pasar setelah pengumuman kebijakan DSI. Menurutnya, banyak pelaku usaha dan pasar yang belum memperoleh penjelasan utuh mengenai mekanisme DSI sehingga memicu kepanikan dan penurunan harga pembelian TBS.

“Empat jam setelah pengumuman Presiden Prabowo pada 20 Mei lalu, harga langsung turun Rp400. Besoknya turun lagi Rp800, lalu terus sampai Rp1.500. Padahal ekspor tidak dihentikan dan implementasi penuh baru berlaku Januari 2027,” ujarnya.

Meski demikian, Apkasindo menegaskan petani sawit mendukung pembentukan DSI karena dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia. “Petani sawit swadaya maupun bermitra mendukung DSI, tetapi harus dijelaskan cepat. Jangan petani dibiarkan jadi korban abu-abunya penjelasan tentang DSI,” tegas Gulat.

Menurutnya, DSI justru dapat menjadi instrumen penguatan tata kelola sawit nasional dan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.

“Masa kita jual sawit sendiri-sendiri ke luar negeri tanpa kendali harga. Kalau DSI berjalan baik, ini bisa menjadi dirigen sawit Indonesia,” katanya.

Apkasindo juga mengapresiasi langkah cepat Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang mengumpulkan asosiasi petani, GAPKI, dan Satgas Pangan Polri untuk memperjelas kebijakan serta meredam gejolak harga TBS.

“Dengan pertemuan tadi sudah semakin clear. Kalau setelah ada lima poin kesepakatan tadi masih ada yang menekan harga petani, berarti memang ada niat melawan kebijakan Presiden,” katanya.

Ia juga mendukung langkah Satgas Pangan Polri untuk memantau pabrik kelapa sawit (PKS) yang masih membeli TBS di bawah harga wajar. “Tidak ada alasan lagi membeli murah TBS petani setelah penjelasan pemerintah hari ini. Harga global bagus, ekspor tetap jalan, jadi jangan cari pembenaran untuk menekan harga petani sawit,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar bergerak cepat merespons penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit dengan mengumpulkan petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.

Dalam pertemuan, dihasilkan lima poin simpulan, yaitu: kenaikan TBS karena dipicu efek psikologis terhadap kebijakan ekspor satu pintu; penegasan pemerintah bahwa PT DSI bertugas sebagai pengelola dan tidak memungut biaya tambahan atau mengambil keuntungan dari transaksi ekspor; aktivitas ekspor pelaku usaha tetap berjalan normal selama masa transisi; semua pelaku usaha di sektor hilir sawit tetap melakukan kegiatan usaha lainnya; dan pemerintah berharap dengan adanya penjelasan tersebut maka pelaku usaha dapat kembali melakukan penyesuaian harga pembelian TBS sesuai harga acuan CPO di wilayah masing-masing.

“Kami berharap setelah penjelasan ini, kekhawatiran pelaku usaha hilang dan harga pembelian TBS kembali normal sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkap Wamentan Sudaryono.

Pertamina Siaga Pasok LPG Saat Iduladha

Gas subsidi LPG 3 kg. (Ist)

Banda Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyiapkan tambahan penyaluran sebanyak 1.265.600 tabung LPG 3 kilogram menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Tambahan pasokan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha, mulai dari aktivitas rumah tangga, pengolahan makanan hingga pelaksanaan ibadah kurban.

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja mengatakan, tambahan alokasi itu disalurkan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

“Dalam menyambut Hari Raya Iduladha, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah menyiapkan tambahan alokasi LPG 3 Kg serta memperkuat monitoring distribusi di seluruh wilayah operasional,” kata Suteja dalam keterangannya, Senin (25/5).

Ia menyebutkan, total tambahan penyaluran tersebut setara dengan 3.797 metrik ton (MT).

Adapun rinciannya, Aceh mendapat tambahan 197.120 tabung atau setara 591 MT, Sumatera Utara 562.800 tabung atau 1.688 MT, Sumatera Barat 162.400 tabung atau 487 MT, Riau 266.000 tabung atau 798 MT, serta Kepulauan Riau sebanyak 77.280 tabung atau setara 232 MT.

Menurut Suteja, Pertamina juga memperkuat pengawasan distribusi di seluruh wilayah operasional guna memastikan penyaluran berjalan lancar hingga ke tingkat pangkalan.

“Kami terus berkoordinasi dengan agen, pangkalan dan seluruh jaringan penyalur agar kebutuhan energi masyarakat selama periode Hari Raya dapat terpenuhi dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengimbau masyarakat membeli LPG subsidi di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Masyarakat kami imbau membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh produk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, Pertamina juga terus melakukan pengawasan selama periode Hari Raya guna memastikan LPG subsidi tepat sasaran dan diterima masyarakat yang berhak.

Di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beramah tamah dengan WNI dan diaspora usai melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026). Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Paris – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang hadir. Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam salat Iduladha berjemaah menambah kehangatan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia di perantauan.

Bagi sebagian WNI yang sedang berada di Paris, kesempatan melaksanakan shalat Id di tanah rantau sekaligus bertemu langsung dengan Kepala Negara menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Hal tersebut dirasakan oleh empat mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, yakni Zeahita, Yuri, Kezia, dan Sindhu, yang tengah berada di Prancis untuk mengikuti kegiatan akademik.

“Sangat spesial ya. Apalagi pas banget kita lagi di Prancis dan kebetulan bertemu sama Pak Presiden. It’s such an honor,” ujar Zeahita.

Kezia mengaku tidak menyangka perjalanan mereka ke Prancis akan bertepatan dengan momen shalat Iduladha bersama Presiden Prabowo. Awalnya, mereka datang ke Prancis untuk mengikuti konferensi dan lomba Model United Nations di Lyon, sebelum akhirnya mampir di Paris.

“Sebenarnya kami tidak pernah expect akan shalat di sini juga karena kami awalnya berangkat ke Lyon untuk konferensi atau lomba Model United Nations. Tapi berhubung kami mampir ke Paris sebentar, kami memutuskan untuk shalat Id di sini, dan kami sangat bahagia karena bisa bertemu banyak rekan-rekan dari Indonesia dan tentunya juga Bapak Presiden,” tutur Kezia.

Bagi Sindhu, momen tersebut juga menjadi pengobat rindu terhadap Indonesia. Meski baru dua pekan berada di Prancis, ia mengaku suasana Iduladha bersama sesama WNI membuatnya merasa kembali dekat dengan kampung halaman.

“Alhamdulillah sangat bahagia. Tentunya kita kangen banget dengan Indonesia, padahal baru dua minggu di Prancis, tapi sudah kangen banget sama Indonesia,” ucap Sindhu.

Bagi Yuri, salat Iduladha di Wisma Indonesia menjadi pengalaman yang membahagiakan karena dapat bertemu dengan jajaran kepresidenan serta sejumlah menteri yang turut hadir. “Rasanya cukup menyenangkan dan cukup exciting buat kita semua, buat salat di sini sekaligus bertemu dengan jajaran kepresidenan serta beberapa menteri juga,” ujar Yuri.

Tidak hanya para mahasiswa, pengalaman serupa juga dirasakan Myrna Damayanti, WNI asal Jakarta yang sedang melakukan perjalanan bisnis di Paris. Bagi Myrna, suasana shalat Iduladha di Paris terasa berbeda namun tetap penuh kedamaian.

“Di sini rasanya damai. Di antara bangunan-bangunan yang sangat cantik dan historical, kita bisa shalat Id dan mendengar takbir. Itu senang banget sih,” tuturnya.

Myrna juga mengaku kehadiran Presiden Prabowo menjadi kejutan yang tidak disangka. Ia sebelumnya hanya mendengar kabar dari teman-temannya bahwa Presiden akan melaksanakan salat Id di lokasi yang sama.

“Teman-teman saya bilang, ‘Oh Myrna mau sama Pak Prabowo ya?’ Itu kayak bercandaan aja. Tiba-tiba saya boleh masuk. Ini sih alhamdulillah banget, benar-benar nggak disangka-sangka,” ucapnya.

Dalam momen Iduladha tersebut, Myrna menyampaikan harapan agar Indonesia dan seluruh masyarakatnya senantiasa diberi keberkahan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.

“Iduladha tahun ini, saya berharap untuk saya secara pribadi, perusahaan saya, dan negara kita, mudah-mudahan kita semua selalu diberikan keberkahan dan rahmat dari Allah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat yang hadir pun tampak menyanyikan bersama sejumlah lagu nasional. Momen ini semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kehangatan diaspora di perantauan.

Bagi masyarakat Indonesia di Paris, Iduladha kali ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi yang memperkuat rasa kebersamaan di tanah rantau. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, masyarakat Indonesia tetap menjadi bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Mina

Foto : Dok.Kemenhaj

Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Maria menjelaskan, keberhasilan proses Armuzna merupakan hasil sinergi seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak haji berlangsung.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Maria, fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.

Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidil Haram.

Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditentukan dan tidak memaksakan diri, terutama pada siang hari ketika suhu di Mina mencapai 41 derajat celcius.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.

Ia juga meminta jemaah memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah disiapkan sebagai jalur resmi pergerakan jemaah Indonesia menuju Jamarat guna mendukung kelancaran arus dan mengurangi potensi kepadatan.

Selain itu, Maria mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Mina dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik di luar keperluan ibadah.

“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.

Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh umat Islam.

“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria.

Empat Pilot Perempuan Muda di Balik Penerbangan Presiden Prabowo

Dirgayuza Setiawan bersama Captain Tania Citra (Ig. Dirgayuza Setiawan)

Jakarta – Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan mengungkap sosok pilot perempuan muda yang mengawal penerbangan Presiden Prabowo Subianto. Para pilot tersebut menerbangkan pesawat garuda hingga TNI Angkatan Udara mendampingi perjalanan Prabowo.

Dirgayuza juga mengungkap pesan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo, yakni agar negara terus mencari, memberi kesempatan, dan mengapresiasi orang-orang terbaik yang memiliki kecintaan terhadap Tanah Air tanpa memandang usia. Oleh karena itu, ia menyoroti banyak lahirnya pribadi unggul di Indonesia.

“Semakin lama saya ikut Presiden Prabowo, semakin banyak saya mengenal para outliers. Mungkin karena Presiden selalu ingatkan, ‘kita harus terus temukan, beri kesempatan, dan apresiasi orang-orang terbaik, cinta merah putih, berapapun usianya’,” tulis Dirgayuza, dalam keterangan di akun Instagramnya, Selasa (26/5/2026)

Dirgayuza Setiawan bersama Captain Ajeng Mahessa (Foto: Ig Dirgayuza Setiawan)

Ia menyebut Prabowo memiliki perhatian besar terhadap generasi muda berprestasi. Hal itu, kata Dirgayuza, yang menjadi alasan di balik gagasan pendirian SMA Taruna Nusantara pada 1988, hingga kini mendirikan SMA Unggul Garuda dan menjalankan Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD).

Dirgayuza kemudian membagikan kisah sejumlah pilot perempuan muda yang disebutnya sebagai ‘outliers’ karena mampu menembus dunia penerbangan yang selama ini identik dengan laki-laki.

Salah satunya adalah Captain Tania Citra, pilot Boeing 777 Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden dalam lawatan luar negeri. Tania menerbangkan pesawat yang ditumpangi Prabowo dalam lawatan ke Prancis, Selasa (26/5) pukul 00.08 WIB. Tania menjadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan presiden yang sedang menjabat.

Dirgayuza Setiawan bersama Captain Yustikasari Diana Putri atau Tika (Foto: Ig Dirgayuza Setiawan)

“Tania jadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden yang sedang menjabat,” ujarnya.

Tania yang kini berusia 31 tahun sebelumnya juga menjadi pilot perempuan Boeing 777 termuda di dunia saat berusia 29 tahun. Selain menerbangkan misi kepresidenan dan penerbangan komersial, Tania juga disebut sebagai instruktur perempuan Boeing 777 termuda di dunia.

Dirgayuza juga mengungkap sosok Captain Ajeng Mahessa dari Skadron Udara 17 TNI AU yang menerbangkan pesawat Boeing 737 kepresidenan untuk perjalanan dalam negeri dan jarak dekat luar negeri. Ajeng disebut sebagai pilot 737 kepresidenan termuda di dunia di usia 30 tahun.

“Ia juga seorang Paskibraka Nasional di tahun 2011,” ujarnya.

Selain itu, ada Captain Yustikasari Diana Putri atau Tika dari Skadron Udara 2 TNI AU yang menerbangkan pesawat CN untuk misi kemanusiaan dan penerbangan ke daerah dengan landasan pendek. Diragayuza menyebut Tika saat masih berusia 27 tahun.

Pilot perempuan muda lain yang mengawal penerbanyan Prabowo ialah Captain Gini Setya Rahayu dari Skadron Udara 31 penerbang Hercules C-130. Pilot berusia 24 tahun itu disebut menjadi bagian penting dalam dukungan logistik operasi rehabilitasi Sumatera.

Dirgayuza Setiawan bersama Captain Gini Setya Rahayu Foto: Ig Dirgayuza Setiawan

Menurut Diragayuza, kisah para perempuan muda berprestasi seperti itu masih jarang mendapat perhatian luas di ruang publik.

“Saya menulis dan membagikan catatan ini karena saya merasa kisah para outliers seperti Capt. Tania, Capt. Ajeng, Capt. Tika dan Capt. Gini harus lebih banyak diceritakan di ruang kelas dan ruang media,” katanya.

Ia berharap kisah mereka dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi dan berprestasi di bidang yang selama ini dianggap didominasi laki-laki.

“Di balik sukses mereka, ada ribuan jam belajar, bekerja dan mengumpulkan tekad agar bisa, secara literal, melawan hukum gravitasi dan berhasil terbang tinggi di langit Nusantara dan dunia. Berhasil di dunia yang mayoritas pikir reserved untuk laki-laki saja,” ujarnya.

“Untuk maju, Indonesia butuh outliers seperti mereka tidak hanya berhasil dalam tugas utama mereka, tapi juga berhasil menumbuhkan harapan, membangun cita cita dan mencetak ribuan outliers lainnya di berbagai bidang,” lanjut Dirgayuza.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 27 Mei 2026

Banjir di Kecamatan Biau, Kab Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Selasa (26/2/2026). Foto : BPBD Kab. Gorontalo Utara

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Selasa (26/5) hingga Rabu (27/5), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan yang dihimpun, telah terjadi sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah dan kering yang berdampak signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kejadian bencana hidrometeorologi basah yang pertama dirangkum dari hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, yang melaporkan peristiwa banjir telah menerjang tiga desa di dua kecamatan pada Sabtu (23/5) pukul 20.20 WIB.

“Tiga desa yang terdampak antara lain Desa Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang, Desa Dayeuhkolot dan Desa Citeureup di Kecamatan Dayeuhkolot. Sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) atau 360 jiwa terdampak, dan 75 di antaranya terpaksa mengungsi akibat kejadian ini. Seluruh pengungsi ini berasal dari RW 05 dan RW 14 Desa Dayeuhkolot dan lokasi pengungsian berada di shelter desa,” Kata Abdul Muhari, Rabu, 27 Mei 2026.

Petugas gabungan dari beberapa instansi termasuk perangkat desa setempat diturunkan untuk mendata kebutuhan warga terdampak, dan upaya lain yang diperlukan selama penanganan darurat. Kondisi Selasa (26/5), Tinggi Muka Air (TMA) di wilayah terdampak bervariasi antara 10 hingga 120 sentimeter (cm).

Selanjutnya kejadian banjir bandang dilaporkan oleh BPBD Gorontalo Utara pada Selasa (26/5) pukul 16.00 WITA. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan lebat dengan durasi lama dan mengakibatkan meluapnya Sungai Didingga hingga mencapai ketinggian muka air 40 hingga 200 cm. Banjir bandang itu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto. Warga sebanyak 529 KK dan akses jalan desa terdampak.

Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara diturunkan untuk melakukan asesmen, petugas juga membantu warga mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Tidak ada laporan korban yang mengungsi dari kejadian ini. Adapun kondisi terkini, air mulai surut seiring curah hujan yang mulai menurun, namun petugas tetap disiagakan untuk antisipasi banjir susulan.

Sementara itu angin kencang dilaporkan terjadi di dua Desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Selasa (26/5) pukul 13.30 WITA. Peristiwa itu terjadi setelah cuaca ekstrem melanda Desa Benua Anyar Kecamatan Astambul dan Desa Pematang Baru Kecamatan Martapura Timur, hingga menyebabkan 11 unit rumah terdampak. BPBD Kabupaten Banjar diturunkan untuk melakukan asesmen, berkoordinasi dengan dinas terkait, serta memberikan bantuan logistik pada warga terdampak. Kondisi terkini, cuaca cerah berawan dan rumah yang rusak masih dalam penanganan.

Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (26/52026). Foto :Pusdalops BPBD Kab. Banjar

Selain bencana hidrometeorologi basah, terdapat dua laporan kejadian bencana hidrometeorlogi kering yakni fenomena hari tanpa hujan (HTH) yang menyebabkan kekeringan di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh.

Dalam upaya penanganan darurat kekeringan di Kabupaten Bima, pemerintah daerah setempat melalui BPBD Kabupaten Bima bergerak cepat mendistribusikan air bersih di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Selasa (26/5), sejak pukul 12.30 WITA hingga 18.30 WITA.

Prioritas distribusi air bersih ini diberikan kepada 299 KK atau 1.195 jiwa di Dusun Ndanondere dan Dusun Rasabou yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah mesin pompa air yang selama ini dipakai untuk membantu pemenuhan kebutuhan air warga mengalami kerusakan. Sebanyak 4 rit atau sekitar 20.000 liter air bersih telah disalurkan dan kini dirasakan seluruh warga tersebut.

Selain pendistribusian air bersih, BPBD Kabupaten Bima juga melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait sosialisasi kesiapsiagaan terhadap potensi bencana pada masa peralihan musim, serta melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat terkait potensi bencana untuk ke depannya.

Berikutnya, peristiwa karhutla terjadi di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhoksemawe, Aceh pada Senin (25/5). Titik api dilaporkan terdeteksi pada pukul 21.05. Petugas gabungan yang terdiri dari Damkar BPBD Regu B Kota Lhokseumawe, Tim Reaksi Cepat, TNI-Polri, relawan dan masyarakat segera bergerak ke lokasi kejadian.

Dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mempercepat untuk melakukan pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar. Jerih payah dan seluruh upaya petugas gabungan berhasil memadamkan api, namun setidaknya dua hektare lahan habis terbakar. Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Menjelang periode bulan Juni, sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau yang dapat memicu fenomena kekeringan. Kelangkaan air bersih dan dampak lain seperti karhutla menjadi ancaman serius. Sementara pada masa pancaroba (peralihan musim) sangat rentan terhadap cuaca ekstrem yang memicu hujan lebat dan angin kencang.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering. Selalu pantau informasi cuaca, jaga kondisi tubuh, amankan lingkungan sekitar dari potensi bahaya seperti ranting pohon yang lapuk, saluran air yang tersumbat serta menyiapkan tas siaga bencana untuk keluarga,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Menko Polkam Tegaskan Kejaksaan sebagai Tulang Punggung Penegakan Hukum Indonesia

Anugerah Komisi Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (25/5/2026) malam. (Foto : Dok.Kemenko Polkam).

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki peran strategis sebagai tulang punggung penegakan hukum di Indonesia. Karena itu, seluruh insan kejaksaan diminta terus bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Penegasan tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan sambutan pada acara Anugerah Komisi Kejaksaan RI di Jakarta, Senin (25/5/2026) malam. Dalam kesempatan itu, Menko Polkam juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi Kejaksaan RI (Komjak) atas inisiatifnya mendorong peningkatan kualitas institusi Kejaksaan melalui pemberian penghargaan Anugerah Komisi Kejaksaan. Menko Polkam turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penguatan kelembagaan Komjak.

“Komisi Kejaksaan ini mampu menciptakan suasana persaingan yang baik. Saya sangat meyakini bahwa tidak akan ada kemajuan yang dicapai jika tidak ada persaingan,” ujar Menko Polkam Djamari Chaniago.

Menko Djamari menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga menjadi pengingat atas tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Menurutnya, suasana persaingan yang sehat harus terus dibangun untuk mendorong kemajuan institusi dan peningkatan profesionalisme aparatur penegak hukum.

“Suasana persaingan yang positif harus terus dilakukan, bahkan sampai ke tingkat antar institusi negara. Bagi yang mendapat penghargaan jangan berpuas diri dan bagi yang belum mendapatkan harus berupaya lebih keras lagi,” kata Menko Polkam.

Menko Polkam juga mengingatkan agar capaian dan penghargaan dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pembinaan karier, termasuk dalam menentukan promosi maupun mempertahankan sumber daya manusia yang memiliki kinerja baik dan integritas tinggi.

“Saya mengajak seluruh insan kejaksaan untuk tidak pernah menyerah, tidak bosan, dan tidak mengeluh dalam menjalankan tugas. Laksanakan tugas sebaik-baiknya demi mewujudkan kebahagiaan masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja anggota kejaksaan. Menurutnya, sesuai amanat Peraturan Presiden tentang Komisi Kejaksaan, tugas Komjak tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan penghargaan kepada insan kejaksaan yang berprestasi.

“Kita betul-betul ingin objektivitas dalam penilaian sehingga tidak menimbulkan conflict of interest,” kata Pujiyono.

Pujiyono juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Menko Polkam dan Jaksa Agung terhadap pelaksanaan tugas Komisi Kejaksaan. “Terimakasih kepada Menko Polkam yang memfasilitasi selama ini, karena secara dukungan administrasi Komisi Kejaksaan ada di Kemenko Polkam,” ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan akhir dari pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kualitas kinerja Kejaksaan.

“Ini bukan akhir sebuah pencapaian namun awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Saya ingin yang mendapat penghargaan menjadikan ini sebagai awal untuk kita lebih maju lagi,” katanya.

Pada acara Anugerah Komisi Kejaksaan tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima Lifetime Achievement Award sebagai Jaksa Agung berprestasi. “Ini adalah award, anugerah atau penghargaan yang ke-76 selama saya menjadi Jaksa Agung. Penghargaan ini bukan untuk saya, ini untuk seluruh jajaran Adhyaksa,” katanya.

Dalam kegiatan ini hadir pula Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Johanis Tanak, perwakilan Kementerian dan Lembaga, dan para Deputi Kemenko Polkam.

Presiden Prabowo Tegaskan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau kegiatan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jawa Tengah (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis telah berhasil diraih, terutama di sektor pangan nasional. Kepala Negara menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Menurut Presiden, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” ucap Presiden.

Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Kepala Negara menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.

“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya, dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, seluruh upaya tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu. “Kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja,” pungkas Presiden.

Kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, dan penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts