Beranda blog Halaman 96

Bulog salurkan 240.000 ton beras ke berbagai daerah 

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto : Dok.Bulog).

Jakarta – Perum BULOG menyatakan hingga pertengahan Mei 2026 telah penyaluran beras SPHP sebanyak 240 ribu ton ke berbagai daerah di Indonesia dalam menjaga daya beli serta memastikan cadangan pangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif untuk stabilisasi harga.

Bulog memastikan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui ketersediaan dan distribusi beras SPHP dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani melalui siaran pers di Jakarta Senin (18/5/2026) menegaskan bahwa hingga saat ini harga beras medium SPHP di seluruh wilayah masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Perhari ini (18/5/2026) penyaluran beras SPHP oleh BULOG sudah sebanyak 240 ribu ton. Penyaluran tersebut terus dioptimalkan guna menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya, Dikutip, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Ahmad Rizal, BULOG terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Program SPHP sendiri menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras nasional sekaligus menekan gejolak harga di pasar. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama BULOG juga terus memperkuat distribusi agar pasokan tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, dan para pelaku usaha guna memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali.

Melalui langkah tersebut, BULOG menegaskan komitmennya sebagai operator pangan pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh

Wamenkes Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh. (ist)

Banda Aceh – Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh pada Jumat 22 Mei 2026 guna meninjau pelayanan kesehatan dasar serta mendorong peningkatan cakupan imunisasi di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya, Wamenkes didampingi Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kunjungan diawali ke Posyandu Desa Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Di lokasi tersebut, Wamenkes berdialog langsung dengan masyarakat dan meninjau pelayanan kesehatan bagi anak-anak, balita, remaja hingga lansia.

Menurut Dante, konsep posyandu kini telah berkembang menjadi Pos Kesehatan Keluarga yang tidak hanya melayani balita, tetapi juga seluruh kelompok usia. Ia menilai pelayanan di Posyandu di Panteriek dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Posyandu yang dulu hanya melayani anak-anak, sekarang bisa digunakan untuk melayani remaja, dewasa hingga lansia. Tadi saya lihat antusias masyarakat luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pelayanan bagi pasien pascastroke yang tetap dapat memperoleh pengobatan di posyandu karena tersedia tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan.

Menurutnya, rendahnya imunisasi di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk masih adanya anggapan keliru di masyarakat terkait efek imunisasi serta keputusan keluarga yang bergantung pada persetujuan kepala keluarga.

“Nanti akan kita buat modifikasi, misalnya imunisasi dilakukan pada hari Sabtu atau hari libur sehingga bapak bisa ikut mengambil keputusan,” katanya.

Ia juga mengajak media untuk ikut membangun informasi yang benar dan konstruktif terkait pentingnya imunisasi guna mencegah berbagai penyakit menular.

Dante mengungkapkan, rendahnya cakupan imunisasi berdampak pada meningkatnya kasus campak di Aceh. Hingga saat ini tercatat sebanyak 263 kasus campak di seluruh Aceh, termasuk 24 kasus di Banda Aceh.

Selain itu, Wamenkes menegaskan bahwa isu halal dan haram imunisasi tidak perlu lagi diperdebatkan. Menurutnya, Majelis Permusyawaratan Ulama telah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi hukumnya mubah atau diperbolehkan.

Usai meninjau Posyandu, Wamenkes melanjutkan kunjungan ke UPTD Puskesmas Lueng Bata, Banda Aceh. Di sana, ia turut memberikan vaksin imunisasi polio tetes kepada balita serta mengecek fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.

Dante menjelaskan, Puskesmas Lueng Bata, telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi berdasarkan siklus hidup masyarakat mulai dari kesehatan ibu dan anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Dalam kesempatan itu, Wamenkes menyoroti rendahnya cakupan imunisasi di Aceh. Secara nasional, cakupan imunisasi pada tahun lalu mencapai 80,2 persen, sementara target pemerintah sebesar 90 persen. Namun di Aceh, cakupan imunisasi baru berada di angka 33 persen.

BNPB Imbau tetap waspada dan siaga adanya Bencana Hidrometeorologi basah

Personil BNPB Kabupaten Berau melakukan pemadaman api pada lahan terbakar di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (22/52026). (Foto : BPBD Kabupaten Berau)

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di wilayah Indonesia pada periode Jumat (22/5), pukul 07.00 WIB, hingga Sabtu (23/5), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, satu kejadian terkini kebakaran hutan dan lahan tercatat pada kurun waktu tersebut.

Dalam Siaran Pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (21/5). Peristiwa yang berlangsung pukul 14.00 waktu setempat atau WITA telah berhasl dipadamkan petugas gabungan pada Jumat (22/5). Lokasi terdampak berada di Desa Sambaliung, Kecamatan Sambaliung. Karhutla ini mengakibatkan satu hektare lahan terbakar. Tidak ada laporan korban jiwa yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Sementara itu, perkembangan terkini bencana banjir yang terjadi Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat (22/5), banjir telah surut di tiga desa terdampak. Ketiga desa yang berada di Kecamatan Tobadak itu, yaitu Desa Lara, Desa Tasokko dan Desa Batu Parigi. Sedangkan satu desa lain yang juga berada di kecamatan tersebut, Desa Saloadak, tinggi muka air berangsur surut. Pascabanjir, warga masyarakat bergotong royong membersihkan pohon dan ranting-rantingnya yang tumbang,” Kata Abdul Muhari, Sabtu, 23 Mei 2026.

Banjir di Mamuju Tengah ini terjadi pada Rabu (20/5), pukul 12.20 WITA, setelah hujan lebat mengguyur beberapa wilayah kabupaten. Data hingga kini, Sabtu (23/5), banjir berdampak pada 9 kepala keluarga atau 30 jiwa, dan satu keluarga mengungsi sementara waktu. Selain pemukiman, banjir mengakibatkan satu jembatan rusak ringan dan empat titik jalan penghubung rusak berat.

Berikutnya banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan telah surut pada Jumat (22/5). Sebelumnya, kejadian ini menerjang sembilan desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Deleng Pokhkisen, Bambel dan Lawe Bulan.Saat banjir berlangsung, personel BPBD Aceh Tenggara segera melakukan upaya darurat, di antaranya menyiagakan personel dan peralatan darurat serta berkoordinasi dengan aparat desa terdampak.

Alat berat diturunkan untuk normalisasi sungai di Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara sebagai langkah mitigasi banjir akibat luapan air sungai, Kamis (21/5/2026). (Foto : BPBD Kabupaten Aceh Tenggara).

Banjir Aceh Tenggara berdampak pada 73 keluarga atau 1.068 jiwa. Selain korban jiwa, banjir mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak ringan, sedangkan 270 lainnya terdampak. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat peristiwa ini.

Dengan adanya bencana hidrometeorologi basah hingga pekan keempat Mei 2026 dan peristiwa karhutla, BNPB mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan siaga.

“Selain ancaman bahaya karena faktor hidrometeorologi, masyarakat tetap mewaspadai ancaman bahaya geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api. Berbagai langkah pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dan dimulai dari lingkup keluarga, seperti penyiapan tas siaga bencana dan penyusunan rencana kedarurat keluarga,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Pemerintah Perkuat Budi Daya Modern dan Ketahanan Pangan Nasional

Presiden Prabowo Subianto saat panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev).

Jawa Tengah – Presiden Prabowo Subianto melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Di lokasi tambak dengan luas lahan mencapai 100 hektare, Presiden Prabowo meninjau langsung proses panen udang vannamei hingga kegiatan sortir hasil panen sebelum dipasarkan.

Kepala Negara juga meninjau kawasan yang dikembangkan menggunakan konsep best practice budi daya udang modern melalui sistem tata kelola terpadu yang mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas pendukung lainnya.

Presiden Prabowo menyaksikan langsung panen raya udang ke-8, menyebut saat ini, dengan potensi yang ada, Indonesia memiliki peluang besar menjadi produsen udang nomor satu di dunia.

“Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar bisa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu (rupiah) per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah,” ujar Kepala Negara.

BUBK Kebumen memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun. Kehadiran kawasan budi daya modern tersebut juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan saat ini pemerintah sedang melaksanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, BUBK Kebumen diposisikan sebagai contoh transformasi budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan tata kelola lingkungan yang lebih baik, sekaligus menjadi model pengembangan sektor perikanan nasional.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” imbuh Presiden Prabowo.

Pemerintah memandang udang sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.

Lebih lanjut, udang Indonesia berpotensi menjadi mesin devisa yang berkelanjutan dengan pengelolaan tambak secara modern dan menerapkan kaidah-kaidah good aquaculture practices sebagaimana model yang diterapkan di BUBK Kebumen.

Panen Raya Udang ini juga menjadi penegasan konsistensi Presiden Prabowo dalam membangun sektor kelautan dan perikanan. Sebelumnya, ia telah meninjau kawasan yang sama saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dari Kebumen, arah kebijakan itu semakin jelas bahwa budi daya modern, produktivitas tinggi, serapan tenaga kerja, dan orientasi ekspor adalah sebuah kombinasi yang menempatkan udang sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional.

Indonesia Perkuat Kolaborasi Iklim dan Pasar Karbon

Indonesia Perkuat Kolaborasi Iklim dan Pasar Karbon pada Ecosperity Week 2026 dan GenZero Climate Summit 2026. Foto : Dok.Kemenhut

Singapura – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim dan mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi melalui partisipasi aktif pada rangkaian kegiatan Ecosperity Week 2026 dan GenZero Climate Summit 2026 di Singapura. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan mitra pembangunan guna memperkuat kolaborasi dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan melalui investasi karbon.

Dalam Siaran Pers Kemenhut, Sabtu (23/5/2026), Kementerian Kehutanan menyoroti langkah-langkah strategis yang tengah dilakukan untuk memperkuat penyelenggaraan pasar karbon internasional di sektor kehutanan. Upaya tersebut mencakup pengembangan kerangka akuntansi karbon yang kredibel, penyederhanaan proses penerbitan unit karbon, hingga penguatan keterlibatan komunitas, keanekaragaman hayati dan pencadangan karbon untuk kebocoran emisi (safeguard for reversal risk).

Pada forum Nature, Markets, Scale yang diselenggarakan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) dan GenZero pada 18 Mei 2026, diskusi panel membahas perkembangan REDD+ dalam berbagai skema pasar karbon, termasuk pasar kepatuhan (compliance markets), pasar karbon sukarela (voluntary carbon markets/VCM), serta mekanisme kedaulatan (sovereign mechanisms) yang tengah berkembang. Pembahasan juga menyoroti pendekatan yurisdiksional dan berbasis proyek, serta bagaimana Pasal 6 Perjanjian Paris, CORSIA, dan sistem perdagangan karbon nasional membentuk arah permintaan, partisipasi, dan kredibilitas pasar karbon di masa depan. Selain itu, forum tersebut mengulas potensi munculnya sumber pasokan dan permintaan baru, termasuk perkembangan pasar di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pada kesempatan tersebut, Penasihat Utama Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Edo Mahendra, menjelaskan bahwa perubahan regulasi terbaru telah membuka kembali peluang investasi di sektor kehutanan untuk perdagangan karbon internasional di Indonesia.

“Indonesia telah memasuki babak baru dalam era pasar karbon; kali ini, kemauan politik kami diterjemahkan secara jelas ke dalam produk regulasi,” ujar Edo.

Ia menambahkan bahwa Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 menjadi fondasi percepatan perdagangan karbon sektor kehutanan melalui proses bisnis yang lebih jelas dan sederhana. Menurutnya, regulasi tersebut merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan pasar terhadap kredit karbon berkualitas tinggi dan berintegritas. Dalam hal ini pemerintah membuka semua mekanisme instrumen nilai ekonomi karbon termasuk melalui skema Nesting. Pendekatan nesting dinilai penting untuk memastikan integritas lingkungan, mencegah penghitungan ganda, serta memperkuat kepercayaan pasar dan investor.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, melalui sambutan penutup acara tersebut menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan sangat terbuka terhadap investasi karbon di sektor kehutanan dengan membuka semua mekanisme instrumen nilai ekonomi karbon.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Securing Energy for Europe (SEFE), Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan, Ilham, menegaskan bahwa saat ini telah ada komitmen Presiden RI melalui utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi telah mempublikasikan rencana program restorasi/rehabilitasi 12 juta hektar lahan kritis, pengurangan emisi sektor kehutanan (avoidance carbon project) sebesar 50 juta hektar, perhutanan sosial sebesar 8,3 juta hektar dan hutan adat sebesar 1,4 juta hektar di COP 30 UNFCCC Belem Brazil 2025, sehingga Pemerintah Indonesia membuka semua mekanisme peluang investasi karbon hutan untuk dapat memenuhi target komitmen Bapak Presiden tersebut. Selain itu, dari sisi Pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk simplikasi/penyederhanaan proses bisnis investasi kredit karbon hutan melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 dengan tidak mengurangi output yang menghasilkan kredit karbon yang berintegritas dan berkualitas tinggi.

Komitmen Bapak Presiden RI untuk restorasi/rehabilitasi 12 juta hektar merupakan tantangan besar buat sektor kehutanan, akan tetapi ini sejalan dengan kebutuhan pasar karbon internasional yang menginginkan produk kredit karbon yang berintegritas dan berkualitas tinggi. Dan kami dari sisi Pemerintah wajib memenuhi komitmen Bapak Presiden RI dengan salah satu upaya dukungan melalui simplifikasi/penyederhanaan proses bisnis, tetapi mensyaratkan pengembang proyek untuk menghasilkan kredit karbon yang berintegritas dan berkualitas tinggi dengan kriteria pemenuhan standar internasional dan CCP (Core Carbon Principles) dari ICVCM yaitu pemenuhan additionality keterlibatan dan pembagian manfaat kepada masyarakat perlindungan keanekaragaman hayati dan safeguard.

Selain forum utama, delegasi Kementerian Kehutanan juga mengikuti sejumlah pertemuan strategis lainnya, antara lain ICGD Roundtable on Building High-Integrity Carbon Markets Across ASEAN. Pertemuan yang dipimpin oleh Mari Elka Pangestu tersebut difokuskan pada upaya berbagi perkembangan terbaru pasar karbon di negara-negara anggota ASEAN, mengidentifikasi tantangan bersama dan faktor pendukung utama, serta mengeksplorasi peluang kerja sama regional untuk mempercepat pengembangan pasar karbon nasional yang kredibel dan berintegritas tinggi.

Delegasi Kementerian Kehutanan juga menghadiri Roundtable on “Shaping the Future of High-Integrity Carbon Credit Markets” yang diselenggarakan oleh World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), the Coalition to Grow Carbon Markets (CGCM), dan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). Dalam forum tersebut, Edo Mahendra mengatakan Indonesia berharap CGCM dapat mencapai outcome yang konkret melalui penyaluran volume kapital yang lebih besar menuju aksi iklim yang berintegritas dan berkualitas tinggi yang mendukung peningkatan likuiditas pasar karbon internasional. Pertemuan ini akan dilanjutkan dengan pertemuan London Climate Week tanggal 20-28 Juni 2026.

Di sela rangkaian kegiatan, sebagai tindak lanjut dari Bilateral Meeting Menteri Kehutanan dengan Wildlife Conservation Society (WCS) di New York pada 13 Mei 2026, dilaksanakan pertemuan bilateral dengan Heather D’Agnes selaku Regional Director for Southeast Asia-Pacific -WCS. Pertemuan tersebut membahas implementasi Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 7 Tahun 2026 serta peluang investasi pada pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara aksi iklim dan pertumbuhan ekonomi termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat pengembangan pasar karbon sektor kehutanan yang transparan, kredibel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional. Untuk itu di sela acara Ecosperity Week 2026 Pemerintah Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan UNEP untuk pengelolaan REDD+ yang berkelanjutan.

Mentan Amran Komitmen Berantas Mafia Pangan dan Koruptor Demi Petani Indonesia

Mentan Andi Amran Sulaiman ( Foto : Dok.Kementan).

Jakarta (The Indonesian News) – Pemerintah terus memperkuat perang terhadap mafia pangan, mafia pupuk, manipulasi distribusi hingga penguasaan lahan ilegal yang selama bertahun-tahun merugikan rakyat dan negara. Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, penindakan tidak lagi hanya menyasar pelaku kecil di lapangan, tetapi masuk lebih dalam membongkar jaringan kartel, permainan harga, manipulasi stok, korupsi internal, hingga praktik penguasaan kawasan hutan secara ilegal.

Dalam Siaran Pers Kementan, Sabtu (23/5/2026), Data Satgas Pangan Polri menunjukkan adanya dua fase penindakan yang memiliki karakter berbeda.

Di periode pertama, tahun 2017–2019, mencakup tiga tahun penuh dengan total 784 kasus yang ditangani. Terdiri dari 66 kasus penanganan di komoditas beras, 22 kasus penanganan di komoditas hortikultura, 27 kasus penanganan di komoditas ternak, 13 kasus penanganan di komoditas pupuk, dan 247 kasus lainnya di sektor pertanian. Dari seluruh penindakan itu, aparat berhasil menetapkan 411 tersangka.

Sementara pada periode 2024–2025, yang baru berjalan sekitar dua tahun, telah ditangani 94 kasus sektor pertanian. Rinciannya terdiri atas 46 kasus komoditas beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak goreng, serta 3 kasus yang melibatkan oknum internal. Total tersangka yang ditetapkan mencapai 77 orang.

Namun penindakan pada periode ini tidak berhenti pada aspek pidana semata. Pemerintah juga melakukan langkah struktural besar melalui pencabutan 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah pada 2024–2025. Langkah tersebut menjadi salah satu tindakan korektif terbesar dalam tata kelola distribusi pupuk.

Periode penindakan 2024–2026 tidak berhenti di statistik, ditandai dengan terbongkarnya sejumlah kasus besar yang selama ini dinilai membebani masyarakat. Skandal besar yang selama ini merugikan rakyat berhasil diungkap satu per satu.

Kasus beras oplosan menjadi salah satu pengungkapan terbesar. Dari pemeriksaan 268 sampel di 13 laboratorium pada 10 provinsi, sebanyak 212 merek beras premium dan medium dinyatakan tidak sesuai standar mutu, berat maupun Harga Eceran Tertinggi (HET). Artinya, sekitar 85,56 persen beras premium yang beredar tidak memenuhi standar.

Ditemukan pula praktik pengemasan ulang beras SPHP yang kemudian dijual sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi. Potensi kerugian konsumen akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp99,35 triliun per tahun. Kementerian Pertanian kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Praktik serupa juga ditemukan pada distribusi MinyaKita. Produk minyak goreng yang seharusnya dijual sesuai ketentuan HET Rp15.700 per liter ditemukan dijual hingga Rp18.000 per liter dengan takaran yang tidak sesuai. Pada sidak Februari 2026, residu MinyaKita bermasalah masih ditemukan beredar, dengan keadaan itu tidak boleh kompromi, pidanakan. Kita penjarakan pihak yang bikin susah negara. Dari pengungkapan jaringan kartel minyak goreng secara keseluruhan, 20 tersangka telah ditetapkan.

Di sektor pupuk, pemerintah menemukan lima jenis pupuk palsu yang tidak mengandung unsur hara sama sekali. Kandungan nitrogen, kalium dan fosfat tercatat nol, sehingga petani pada praktiknya membeli material yang tidak memberikan manfaat bagi tanaman. Petani sesungguhnya membeli tanah yang dikemas sebagai pupuk. Kerugian petani akibat praktik ini diperkirakan mencapai Rp3,3 triliun. Banyak korban merupakan petani penerima KUR yang mengalami gagal panen hingga tekanan ekonomi. Sebanyak 27 tersangka dari hulu hingga hilir telah ditetapkan, dan 2.231 izin pengecer serta distributor pupuk bermasalah resmi dicabut.

Berlanjut dengan fakta anomali yang ditemukan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Pada 28 Mei 2025, tercatat pengeluaran beras sebesar 11.410 ton dalam satu hari, jauh melampaui rata-rata normal 2.000–3.000 ton per hari. Lonjakan ekstrem ini memunculkan dugaan kuat adanya manipulasi data stok oleh middleman untuk menaikkan harga di tingkat konsumen. Satgas Pangan Polri langsung diturunkan untuk menyelidiki melakukan pendalaman.

Penindakan juga tidak pandang bulu ke dalam. 11 pejabat Eselon II Kementan sendiri telah dijatuhi sanksi, bahkan di antaranya kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang). Di hadapan Komisi IV DPR RI, Amran menegaskan: “Bukan pencitraan. Tersangka eselon 2 di tempat kami DPO sekarang.”Di luar penindakan mafia pangan, Presiden Prabowo secara khusus menunjuk Menteri Pertanian sebagai anggota Satgas Percepatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit dan Optimalisasi Penerimaan Negara (Satgas PKH), sebuah kepercayaan langsung dari kepala negara yang mencerminkan rekam jejak Amran dalam penegakan hukum agraria dan perkebunan.

Satgas PKH mencatat pencapaian bersejarah, yakni 4 juta hektar kawasan hutan yang selama ini dikuasai secara ilegal oleh perusahaan perkebunan sawit berhasil disita dan dikembalikan kepada negara. Ini adalah operasi penertiban lahan terbesar dalam sejarah tata kelola kehutanan Indonesia. Ini menegaskan bahwa era pembiaran terhadap perambahan hutan untuk kepentingan korporasi telah berakhir.
Langkah ini dipandang sebagai operasi penertiban kawasan terbesar dalam sejarah tata kelola kehutanan nasional dan menjadi sinyal kuat bahwa praktik perambahan kawasan hutan tidak lagi ditoleransi.

Vonis Besar untuk Grup Wilmar: Negara Tagih Kerugian Rp 11,8 Triliun

Mahkamah Agung menyatakan Wilmar Group bersalah dalam kasus korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan minyak goreng. Perusahaan diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar sekaligus menyerahkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 11,88 triliun, dana yang seluruhnya telah disita oleh Kejaksaan Agung.

Melalui Satgas PKH, pemerintah turut mengenakan denda atas kegiatan penanaman sawit ilegal di kawasan hutan. PT Multimas Nabati Asahan dikenai denda Rp 8,02 miliar dan PT Sinar Alam Permai dikenai denda Rp 3,37 miliar. Total sanksi finansial yang dijatuhkan kepada Grup Wilmar melampaui Rp 11,89 triliun, menegaskan bahwa tidak ada korporasi yang terlalu besar untuk diadili.

Di tengah derasnya narasi yang berusaha membalikkan fakta di media sosial, Mentan Amran menyampaikan pesan langsung kepada seluruh rakyat Indonesia:

“Jangan salah memilih kawan. Saya di pihak yang sama dengan rakyat. Kita merah putih. Lawan bersama para mafia pangan dan koruptor.”

Mentan Amran menegaskan bahwa perjuangan ini bukan milik satu orang atau satu lembaga. Ini adalah perjuangan seluruh rakyat Indonesia melawan pihak-pihak yang selama bertahun-tahun menggerogoti hak pangan, menaikkan harga kebutuhan pokok, memalsukan pupuk petani, merambah hutan negara, dan mengeruk kekayaan bangsa untuk kepentingan segelintir kelompok.

Kepada masyarakat yang selama ini ikut menyuarakan kebenaran di media sosial, Mentan Amran mengajak untuk terus berdiri di sisi yang benar, mendukung, bukan melawan upaya pemberantasan mafia pangan. Sebab setiap narasi yang memojokkan langkah penindakan ini, disadari atau tidak, justru sedang membela kepentingan mafia yang selama ini menyengsarakan rakyat.

Mentan Amran berkomitmen untuk terus mengencangkan perlawanan. Tidak melambat, tidak mundur, tidak kompromi. Setiap kasus yang terbongkar adalah kemenangan rakyat. Setiap tersangka yang ditetapkan adalah bukti bahwa negara hadir dan berpihak kepada yang lemah.

Di tengah rangkaian pelaksanaan ibadah haji, Mentan Amran juga menyampaikan doa dan harapan agar perjuangan melawan mafia pangan mendapat kekuatan dan keberkahan.

“Di Tanah Suci ini kami memanjatkan doa untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Semoga pertanian kita semakin kuat, petani semakin sejahtera, negeri ini dijauhkan dari praktik korupsi dan mafia yang merugikan rakyat. Kami akan terus berjuang, tidak mundur, menjaga pangan dan kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Mentan Amran, Sabtu (23/5/2026).

Mentan Amran menegaskan komitmennya bahwa perang terhadap mafia pangan belum selesai.

Yang membedakan periode ini bukan hanya besarnya angka. Penindakan 2024–2026 menyasar lebih dalam: bukan sekadar pelanggar kecil di lapangan, melainkan jaringan kartel, manipulator data stok, pemain harga, oknum pejabat internal, perambah hutan, hingga konglomerat sawit kelas dunia. Dalam 10 bulan terakhir, Kementerian Pertanian telah mengirimkan 260 kasus ke aparat penegak hukum.

Mentan Amran, dipercaya Presiden Prabowo bukan hanya sebagai menteri, tetapi sebagai anggota satgas penegakan hukum lintas sektor, menutup dengan satu pesan yang tegas.

“Satu-satu dulu. Tunggu — ada lagi yang lain. Yang lain, kamu akan menyusul.” tegas Mentan Amran.

Penjelasan PLN Soal Pemadaman Listrik di Wilayah Sumatra

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (Foto : Ist)

Jakarta – PT PLN (Persero) meminta permohonan maaf dan penjelasan kepada masyarakat terkait gangguan kelistrikan yang terjadi di daerah Sumatra sejak semalam pada pukul 18.44. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM.

“Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatra, terutama di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara dan Aceh karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (23/5/2026).

Darmawan mengatakan, pihaknya mendapatkan arahan dari Kementerian ESDM agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatra yang mengalami gangguan.

Ia menjelaskan, sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut. Sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatra.

“Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami,” jelasnya.

Ia menjabarkan, ada sebagian wilayah di mana karena bebannya hilang maka terjadi oversupply, frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut naik dan tegangannya juga naik sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem.

“Atau kalau dalam istilahnya di publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” sebutnya.

Selanjutnya, ada juga daerah-daerah yang mengalami defisit karena pembangkitnya menjadi berkurang maka frekuensinya turun, voltasenya turun sehingga ini menjadi beban bagi pembangkit dan secara otomatis maka pembangkit di daerah tersebut juga keluar lepas dari sistem ketenagalistrikan dan juga padam.

“Dan kami menyampaikan kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatra Utara sampai ke Aceh. Dan ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatra,” tegasnya.

Darmawan mengaku, listrik adalah kebutuhan utama dari masyarakat baik untuk objek-objek vital, baik untuk rumah tangga, untuk kegiatan ekonomi.

“Untuk itu kami sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya. Setelah kejadian ini kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan tim kami,” ucapnya.

Ia merincikan lebih jauh, PLN telah melakukan asesmen terkait dampak kerusakan pada gardu induk dan juga sistem transmisi. Namun, dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi bisa dipulihkan.

“Dan ini kondisi yang sangat berbeda dalam bencana Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh pada waktu itu di mana di saat itu ada kerusakan fisik di mana transmisi tower rubuh dan transmisi terputus. Dan hari ini kami menyampaikan bahwa gardu induk dan sistem transmisi kami sudah pulih,” ungkapnya.

Langkah selanjutnya, Ia menambahkan, PLN dapat menyalakan kembali pembangkit-pembangkit yang karena domino efek semalam.

“Dan langkah-langkah ini pertama adalah menyalakan pembangkit, kemudian menyambungkan pembangkit tersebut kepada sistem transmisi kami melalui gardu induk dan ketiga adalah mensinkronisasi. Kami mengakui bahwa sistem kelistrikan terdiri dari berbagai jenis pembangkit,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemadaman listrik terjadi di berbagai wilayah di Sumatra. Laporan warga, pemadaman terjadi sejak sekitar pukul 7 malam, Jumat (22/5/2026). Pemulihan tidak terjadi serentak, melainkan bertahap. Pemadaman di sebagian wilayah berakhir pada Jumat malam sekitar pukul 9. Namun ada juga lokasi yang listriknya baru normal pada Sabtu dini hari (23/5/2026).

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 22 Mei 2026

Banjir akibat meluapnya Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh (20/5/2026) Foto : BPBD Kabupaten Aceh Tenggara

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Kamis (21/05) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (22/05) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi masih terjadi di beberapa wilayah dan terus ditangani oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Dalam Siaran Pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kejadian pertama adalah fenomena banjir rob di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (21/5). Kejadian ini dipicu oleh peningkatan muka air laut di muara Sungai Mentaya hingga meluap ke wilayah permukiman dan merendam 13 unit rumah yang dihuni oleh 13 kepala keluarga (KK), fasilitas pendidikan dan akses jalan sepanjang 500 meter.

“Adapun wilayah terdampak meliputi; Kelurahan Samuda Kota di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Desa Mentawa Baru Hulu di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,” Kata Abdul Muhari

Selanjutnya, Sebagai upaya penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

“Kondisi terkini genangan air banjir rob dilaporkan berangsur surut. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak tetap aman dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya pasang air susulan,” Terangnya.

Update Penanganan Bencana

BNPB juga memantau proses perkembangan penanganan dan pemulihan di sejumlah daerah terdampak bencana lainnya seperti banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, yang hingga Kamis (21/5) menunjukkan kondisi lebih baik.

Genangan air di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan berangsur surut setelah sebelumnya meluap akibat peningkatan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga, sejak Rabu (20/5) sore. Meski demikian, proses penanganan darurat dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan.

Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada percepatan normalisasi tanggul dan pemulihan lingkungan permukiman warga. BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah menurunkan dua unit alat berat ke lokasi terdampak di Kecamatan Deleng Pokhkisen dan wilayah Lawe Sumur/Bambel guna mempercepat proses normalisasi tanggul serta membuka akses yang terdampak material banjir. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi luapan susulan apabila terjadi peningkatan curah hujan.

Perkembangan penanganan bencana berikutnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Aceh Tenggara masih terus bergerak melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan rumah warga, serta memantau kondisi masyarakat terdampak di tiga kecamatan dan sembilan desa terdampak banjir di Aceh Tenggara. Hasil pendataan hingga saat ini sebanyak 991 jiwa dari 252 KK terdampak. Kerugian materiil meliputi 3 unit rumah mengalami rusak ringan dan 249 unit rumah lainnya terdampak genangan banjir.

Seiring surutnya tinggi muka air, aktivitas pembersihan rumah dan fasilitas umum pun mulai dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong. Personel Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD Kabupaten Aceh Tenggara turut membantu proses pembersihan lumpur sisa banjir agar lingkungan warga dapat segera kembali pulih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal secara bertahap.

Di sisi lain, dukungan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak juga datang dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara. Bantuan air bersih telah diberikan guna memenuhi kebutuhan warga pascabanjir di beberapa titik. Di samping itu, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara bersama pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya juga terus memperkuat koordinasi penanganan darurat serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan potensi banjir susulan.

Berikutnya, penanganan darurat bencana yang mulai membuahkan hasil semakin baik juga dilaporkan dari wilayah Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, atas banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan per Kamis (21/5), genangan air di seluruh wilayah terdampak dilaporkan telah surut total setelah sebelumnya merendam permukiman warga dan akses jalan akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi pada Selasa (19/5) malam.

Hasil kaji cepat didapatkan sejumlah fakta bahwa peristiwa banjir terjadi karena beberapa faktor seperti meningkatnya debit Sungai Harinjing yang dipicu tingginya curah hujan. Selain itu, kondisi pendangkalan saluran, penyempitan gorong-gorong di sejumlah titik, serta jebolnya tanggul sepanjang dua meter turut menyebabkan air meluap ke jalan dan permukiman warga di Kecamatan Kepung, Kandangan, dan Badas. Tiga desa terdampak dalam kejadian ini masing-masing Desa Keling, Desa Karangtengah, dan Desa Krecek.

Sebanyak 129 kepala keluarga terdampak serta sekitar 129 unit rumah terendam banjir. Selain itu, dua akses jalan desa ikut terdampak sehingga sempat mengganggu mobilitas masyarakat setempat.

Dalam upaya penanganannya, personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Kediri telah melakukan assessment dan koordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan penanganan di lapangan. BPBD Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi genangan air hingga antisipasi banjir susulan. Seiring dengan surutnya genangan, masyarakat mulai kembali beraktivitas dan melakukan pembersihan lingkungan rumah masing-masing.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di wilayah Aceh, Kalimantan, dan Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir rob, longsor, dan cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang di sejumlah wilayah,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Panglima TNI Pimpin Upacara Pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL 2026

Panglima TNI Pimpin Upacara Pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). (Foto : Puspen TNI).

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) TA 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).

Dalam Rilis Pers Puspen TNI, Panglima TNI menyampaikan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang membawa nama baik bangsa dan negara di forum internasional. Oleh karena itu, seluruh prajurit diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku selama pelaksanaan tugas di daerah misi.

Panglima TNI juga menekankan agar seluruh personel mampu melaksanakan tugas pokok secara optimal, menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi, serta membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat maupun unsur pasukan dari negara lain. Selain itu, prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga diharapkan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari implementasi misi perdamaian dunia.

Upacara turut dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. dan para Pejabat Angkatan serta Mabes TNI. Satgas TNI Konga UNIFIL melaksanakan mandat PBB berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB guna menjaga stabilitas keamanan, memantau penghentian permusuhan, dan membantu menciptakan situasi kondusif di wilayah Lebanon Selatan.

Wamenko Polkam: Demokrasi Berkualitas Kunci Kemajuan Pembangunan Nasional

Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F Paulus pada kegiatan “Kick Off Evaluasi Nasional Capaian IDI Tahun 2025” di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/05/2026). (Foto : Humas Kemenko Polkam RI).

Semarang – Demokrasi merupakan salah satu fondasi stabilitas nasional dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini menempatkan kualitas demokrasi sebagai salah satu prasyarat transformasi politik dan tata kelola pemerintahan yang tentunya berpengaruh pada visi Indonesia Emas 2045.

Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F Paulus pada kegiatan “Kick Off Evaluasi Nasional Capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2025” yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, Pada Kamis (21/05/2026).

Wamenko Polkam menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia terus mengalami konsolidasi pembangunan demokrasi yang semakin berkualitas, baik secara prosedural maupun substansial. Menurutnya, sebagai negara multikultural, Indonesia memiliki karakteristik demokrasi yang khas dan tidak dapat disamakan dengan negara lain.

“Di tengah keberagaman tersebut, kami terus berharap serta berupaya agar praktik demokrasi di setiap lini kehidupan bangsa diwarnai suasana yang sejuk dan damai, sehingga demokrasi dapat berjalan sesuai dengan akar budaya dan nilai-nilai kebhinekaan yang kita miliki,” ujar Wamenko Polkam.

Ia pun menegaskan evaluasi mendalam terhadap capaian IDI merupakan langkah awal yang krusial dalam menentukan arah pembangunan pada tahun-tahun berikutnya, baik di pusat maupun daerah. “Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana evaluasi indikator demokrasi secara berkesinambungan, terukur, dan strategis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wamenko Lodewijk menekankan bahwa IDI harus dijadikan sebagai alat ukur sekaligus kompas perbaikan demokrasi demi menyongsong kemajuan pembangunan nasional. “Peningkatan kualitas demokrasi akan memperkuat kualitas kelembagaan, menjamin kesetaraan dan kebebasan, menjaga stabilitas politik, menurunkan konflik, serta mendorong kemajuan ekonomi nasional,” jelasnya.

Ke depan, Tim IDI Pusat akan melakukan diseminasi, pendampingan, dan konsultasi ke berbagai daerah guna memperkuat program penguatan demokrasi dan meningkatkan capaian target-target pembangunan demokrasi di tahun-tahun mendatang. “Kemenko Polkam selaku Koordinator/pengampu Capaian IDI, bersama dengan Kementerian/Lembaga terkait, Kemendagri, Kemen PPN/Bapenas dan BPS RI, mendorong penuh adanya upaya memperkokoh demokrasi, sehingga kami membutuhkan kerja sama seluruh pihak,” ungkap Wamenko Lodewijk.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus juga menekankan bahwa penguatan demokrasi harus dilakukan secara kolaboratif. “Pentingnya kolaborasi dari pemerintah pusat dan daerah, legislatif, aparat penegak hukum, akademisi, media, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, Deputi Bidang Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam Heri Wiranto selaku Ketua Penyelenggara pun menyebutkan bahwa proses pengukuran IDI dihasilkan atas kerja sama lintas sektoral, yang terdiri atas Kemenko Polkam, Badan Pusat Statistik (BPS), didukung oleh Kemendagri, Bappenas, K/L Sumber Data dan Pendukung IDI, Pemerintah Daerah, para akademisi, dan unsur masyarakat secara umum.

“Kegiatan ini pun dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, hal ini mencerminkan komitmen kita dalam upaya memperkuat IDI di daerahnya masing-masing,” ungkap Heri.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini, Kemenko Polkam memberikan apresiasi kepada 5 (lima) daerah dengan capaian IDI tahun 2025 tertinggi. Peringkat 1 diraih oleh Provinsi DI Yogyakarta dengan nilai 89.79, peringkat 2 ditempati oleh Provinsi Bali dengan nilai 88.73, kemudian peringkat 3 Provinsi Jawa Tengah dengan nilai 86.72, peringkat 4 ada Provinsi Kalimantan Barat 86.17, dan peringkat 5 diduduki oleh Jawa Timur 84.05.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts