Beranda blog Halaman 97

TNI AL dan Pakistan Navy Sukses Latihan Bersama di Laut Jawa

TNI AL dan Pakistan Navy Sukses Latihan Bersama di Laut Jawa, Jumat (22/5/2026) (Foto : Dok.Dispenal)

Jakarta – “Laut bukanlah pemisah, melainkan jembatan kehormatan antara dua bangsa bahari.” Semangat Jalesveva Jayamahe tersebut melandasi keberhasilan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Pakistan Navy dalam menggelar Latihan Bersama (Latma) bertajuk “TEMAN E BAHR” di perairan Jakarta, Laut Jawa, Jumat (22/5/2026).

Dalam Siaran Pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), ​Latma ini menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kehormatan (port visit) Gugus Tugas kapal perang Pakistan yang telah berlangsung di Jakarta sejak 18 Mei 2026 lalu. Dalam latihan bersama ini, kedua negara mengerahkan unsur-unsur tempur terbaiknya untuk menguji kesiapan dan profesionalisme prajurit di lapangan. ​TNI AL mengerahkan KRI Bung Karno-369, KRI Wiratno-379, dan Helikopter Panther HS-1311. Sedangkan Pakistan Navy melibatkan armada yang terdiri dari PNS TAIMUR, PNS ASLAT, serta kapal selam PNSS HANGOR. ​

“Bersama PNS TAIMUR, unsur-unsur udara dan laut TNI AL melaksanakan serangkaian manuver taktis dengan presisi tinggi. Sejumlah materi latihan berhasil disimulasikan meliputi Tactical Maneuvering Exercise, Photo Exercise (PHOTEX), ​Search and Rescue Exercise (SAREX) yang mensimulasikan pencarian dan pertolongan korban di laut, dan diakhiri dengan ​Farewell Pass,” Tulis Dispenal.

Sebelumnya, selama lima hari kunjungan di Jakarta, delegasi Pakistan Navy dan prajurit TNI AL juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempererat hubungan bilateral kedua negara. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi courtesy call (kunjungan kehormatan) kepada pejabat tinggi militer, pertandingan olahraga persahabatan, jamuan diplomatik, city tour, hingga open ship yang membuka kesempatan bagi prajurit Jalasena serta masyarakat umum untuk melihat langsung kapal perang Pakistan.

“Keberhasilan Latma TEMAN E BAHR ini merupakan bukti nyata dari kokohnya diplomasi maritim yang dibangun antara Indonesia dan Pakistan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan strategis Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang senantiasa mendorong peningkatan profesionalisme prajurit Jalasena melalui latihan bersama di berbagai tingkatan guna memperkuat interoperabilitas dan persahabatan antar-angkatan laut negara sahabat,” Demikian Dispenal.

ARC USK dan AMANAH Kerja Sama dengan APINDO Perkuat Ekonomi Aceh

ARC USK dan AMANAH Kerja Sama dengan APINDO Perkuat Ekonomi Aceh, banda Aceh, Kamis (21/5/2026). (Foto Dok. ARC USK).

Banda Aceh – ​Momen penting bagi kebangkitan ekonomi daerah tercipta dalam rangkaian acara Pelantikan Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Aceh 2026-2021. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis yang melibatkan tiga lembaga sekaligus, yaitu Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), Yayasan AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat), serta Universitas Iskandar Muda bersama APINDO di Anjong Mon Mata Banda Aceh, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Kepala ARC USK dan Ketua AMANAH, Syaifullah Muhammad, menyampaikan agar kerja sama ARC dan AMANAH dengan APINDO ini mampu meningkatkan kapasitas petani, penyuling nilam, UMKM, serta pelaku ekonomi kreatif di Aceh.

Syaifullah menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah meningkatkan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

“ARC USK dan AMANAH siap melakukan transfer teknologi serta pendampingan intensif agar produk yang dihasilkan masyarakat dan UMKM semakin berkualitas” Ujar Syaifullah yang juga merupakan Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, dalam keterangan, Jumat, 22 Mei 2026.

Prosesi penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Kepala ARC USK bersama Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, serta Wakil Rektor Universitas Iskandar Muda, Bustamam.

Kegiatan ini disaksikan oleh lebih dari lima ratus undangan yang memadati lokasi acara. Di antara para hadir tampak perwakilan dari Pemerintah Aceh dan jajaran Dinas terkait, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, sejumlah organisasi pengusaha dan profesi, serta unsur Forkopimda.

​Kolaborasi ini memiliki arah dan fokus yang jelas demi kemajuan masyarakat Aceh. Ruang lingkup kerja sama antara APINDO dengan ARC USK diarahkan pada pelatihan peningkatan kapasitas bagi masyarakat, petani, penyuling, pengusaha, serta pelaku UMKM. Selain itu, kemitraan ini juga berfokus pada pengembangan usaha nilam beserta produk turunannya, pelaksanaan penelitian dan kajian terkait pengembangan masyarakat atau community development, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendongkrak usaha masyarakat. Upaya bersama ini pun mencakup peningkatan usaha, perluasan pasar, digital marketing, hingga kegiatan-kegiatan lain yang relevan dengan visi dan misi kedua lembaga.

kerja sama antara APINDO dengan Yayasan AMANAH dirancang untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia. Lingkup kesepakatan ini berfokus pada penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pelatihan, serta kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya. Kedua belah pihak juga berkomitmen mengadakan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya, yang semuanya bermuara pada peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di Aceh, di samping kegiatan-kegiatan lain yang nantinya disepakati oleh para pihak.

Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani menyambut baik hal tersebut Serta mengagumi kekayaan tanah Serambi Mekkah.

“Aceh memiliki potensi ekonomi dan sumber daya yang luar biasa untuk maju bersama dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia” tegas Shinta.

“Sebagai bentuk langkah nyata, APINDO akan mencoba membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan harapan besar agar para pelaku usaha lokal tersebut dapat naik kelas” tutup Shinta.

​Hubungan sinergis antara akademisi, organisasi kepemudaan dan dunia usaha ini diharapkan menjadi katalisator baru yang membawa perubahan nyata bagi geliat ekonomi ekonomi kreatif serta kemakmuran masyarakat di Aceh.

Produk Inovasi Nilam Aceh Raih Medali Emas di World Young Inventors Exhibition 2026

World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–21 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. (Foto : Dok. ARC-USK).

Kuala Lumpur – Inovasi pemanfaatan komoditas unggulan Serambi Mekah ini berhasil mengantarkan tim inventor muda Indonesia meraih Medali Emas (Gold Medal) dalam ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 17–21 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia.

Dalam Siaran Pers Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC-USK) mengatakan, ​Ajang WYIE 2026 tahun ini diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara dengan kekuatan teknologi dan inovasi besar seperti Korea Selatan, China, Taiwan, Hong Kong, Thailand, hingga tuan rumah Malaysia dan Indonesia.

“​Di tengah persaingan ketat tersebut, tim dari SMA Labschool Universitas Syiah Kuala yang beranggotakan tujuh talenta muda Lubna Jannatun Adnin, Felisha Aisha Luthfia, Kanaya Sadira, Innaiya Alifa, Haura Athifah, Siti Alisa Mastura, dan Syahira Lathifa Azzahra sukses memukau para juri internasional melalui presentasi dalam Bahasa Inggris tentang produk inovatif bernama Nilame’ Apothecary,” Tulis ARC-USK, Jumat, 22 Mei 2026.

Di bawah supervisi ARC-USK dan guru pendamping M. Rizal. K, S.Pd., M.Si, kelompok ini mengusung penelitian ilmiah mendalam berjudul: ​“Nanoemulsion Ointment with Active Components of Aceh Patchouli Oil as a Diabetic Topical Wound Treatment”

​Inovasi ini berupa salep berbasis nanoemulsi yang memanfaatkan komponen aktif minyak nilam Aceh (Aceh Patchouli Oil) sebagai obat topikal khusus untuk penyembuhan luka diabetes. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala dengan dukungan peneliti-peneliti ARC dalam berbagai bidang.

Penggunaan teknologi nanoemulsi dinilai sangat strategis karena mampu mempercepat penyerapan zat aktif minyak nilam pada kulit, sehingga proses regenerasi jaringan luka berjalan jauh lebih efektif melalui komponen aktif nilam serta memacu pertumbuhan baru kolagen pada jaringan kulit. Minyak nilam mengandung Patchouli alcohol (alkohol nilam/patchoulol, C15H26O). Senyawa ini bekerja sinergis dengan senyawa fitokimia lain seperti tanin, saponin, dan alfa bulnesene.

Berkat kebaruan ilmu pengetahuan dan dampak solutif yang ditawarkan bagi dunia kesehatan, Nilame’ Apothecary dianugerahi penghargaan tertinggi Gold Medal untuk Kategori Healthcare.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas lokal seperti minyak nilam Aceh memiliki potensi tanpa batas jika dipadukan dengan riset, teknologi modern, dan kreativitas generasi muda. Prestasi internasional ini diharapkan dapat memotivasi para inventor muda lainnya di Indonesia untuk terus meneliti, berinovasi, dan membawa kearifan lokal ke panggung dunia.

“Selain bidang nilam, tim SMA Labschool Banda Aceh juga memenangkan beberapa medali emas, perak dan perunggu untuk berbagai kategori lainnya,” Demikian ARC-USK.

BNPB dan Yayasan Kartika Eka Paksi Jalin Kerja Sama Perkuat Penanggulangan Bencana Nasional

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (kanan) bersama Ketua Pengurus YKEP, M. Reza Utama (kiri) menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerja sama dukungan sarana prasarana, logistik, transportasi, alat kesehatan, akomodasi, serta penelitian dan pengembangan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto : BNPB).

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) terkait kerja sama dukungan sarana prasarana, logistik, transportasi, alat kesehatan, akomodasi, serta penelitian dan pengembangan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana, Jakarta, Pada Kamis (21/5/2026).

Kepala BNPB dalam menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, baik bencana hidrometeorologi, geologi maupun nonalam. Berbagai kejadian seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung api, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan masih menjadi ancaman di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga sosial kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi serta masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi strategis sebagai langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas nasional guna menghadapi berbagai ancaman bencana yang semakin kompleks,” ujar Suharyanto.

Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dengan Ketua Pengurus YKEP, M. Reza Utama menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana yang efektif, terpadu dan berkelanjutan di Indonesia.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (kanan) bersama Ketua Pengurus YKEP, M. Reza Utama (kiri) menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerja sama dukungan sarana prasarana, logistik, transportasi, alat kesehatan, akomodasi, serta penelitian dan pengembangan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto : BNPB).

Melalui kerja sama tersebut, BNPB berharap dapat terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mendukung pengembangan kapasitas, penyediaan dukungan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai upaya lain yang mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana.

BNPB juga menegaskan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani tidak sekadar menjadi dokumen administratif, namun merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun semangat gotong royong serta meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana di Indonesia.

Kerja sama ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program dan kegiatan konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana nasional.

Kepala BNPB turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Yayasan Kartika Eka Paksi dan pihak terkait yang telah mendukung proses penyusunan nota kesepahaman hingga terlaksana dengan baik.

“Semoga kerja sama yang dibangun pada hari ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat ketangguhan bangsa menghadapi bencana,” pungkas Kepala BNPB.

53.215 Guru terdampak Bencana Sumatera telah terima bantuan khusus

Seoranag guru mengajar di sekolah sementara pascabencana banjir di kabupaten Pidie Jaya. Foto : Theindonesiannews

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya mempercepat pemulihan  daerah terdampak bencana di provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat  berupa penyaluran bantuan khusus kepada sebanyak 53.215 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dengan total anggaran lebih dari Rp286 miliar untuk periode tiga bulan Rp2 juta per orang per bulan.

Lebih lanjut, penyaluran aneka tunjangan guru juga diberikan tanpa mempersyaratkan beban mengajar sebagaimana ketentuan normal, dengan total dana tunjangan yang telah disalurkan sebesar Rp508,9 miliar.

Siaran pers Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin 18/5/2026 , menyebutkan  Kemendikdasmen juga memastikan dukungan operasional pendidikan tetap terpenuhi melalui penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Hingga saat ini, BOSP telah disalurkan kepada lebih dari 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten terdampak bencana dengan total nilai mencapai Rp1,98 triliun. Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas baik pada persyaratan penyaluran maupun penggunaan anggaran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

“Pada pekan kedua dan ketiga Mei 2026, kami akan menyelesaikan pencairan kepada 223 satuan pendidikan dengan dana bantuan Rp83,3 miliar. Dan juga menyalurkan bantuan operasional pada masa transisi darurat menuju pemulihan dengan dana bantuan Rp17 miliar,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Dijelaskannya, seluruh bantuan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan layanan pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan di tengah proses pemulihan pascabencana. di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,

Di sisi lain, Menteri Mu’ti menuturkan bahwa Kemendikdasmen terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyediaan lahan bagi 65 sekolah yang membutuhkan relokasi akibat dampak bencana. Kemendikdasmen juga sedang melakukan proses verifikasi bantuan kepada 6.055 guru dengan total anggaran Rp36,3 miliar.

“Saat ini kami sedang melakukan pelatihan dukungan psikososial serta monitoring kehadiran siswa, guru, dan keterlaksanaan pembelajaran di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pendampingan praktik baik dan penerapan model pembelajaran darurat juga terus dilakukan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di tiga daerah tersebut guna memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal,” pungkas Mendikdasmen.

Selain itu, Mendikdasmen menyatakan hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 4.820 dari total 4.922 sekolah terdampak telah kembali menjalankan proses pembelajaran secara penuh.

Terkait rehabilitasi dan rekonstruksi Satuan Pendidikan pascabencana, per 12 Mei 2026 Kemendikdasmen telah memberikan bantuan revitalisasi kepada 3.084 sekolah dengan total anggaran lebih dari Rp2,9 triliun.

Pelaksanaan revitalisasi tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh 2.817 sekolah dan 267 sekolah yang rusak berat dan harus direlokasi dilaksanakan melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan anggaran mencapai lebih dari Rp446 miliar.

Adapun persebaran 3.084 sekolah penerima program revitalisasi meliputi 2.085 satuan pendidikan di Aceh, 332 sekolah di Sumatra Barat, dan 667 sekolah lainnya di Sumatra Utara. Dari total penerima bantuan revitalisasi, sebanyak 2.861 sekolah telah menerima dana bantuan tahap 1 (70%) dengan total pencairan lebih dari Rp1,9 triliun.

Presiden Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Harus untuk Kemakmuran Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ( Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor komoditas nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Melalui kebijakan tersebut, Presiden mengatakan, penjualan ekspor komoditas wajib dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Kebijakan tersebut akan dimulai dari tiga komoditas strategis, yakni minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloys.

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloys), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal. Dalam artian, hasil dari setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut. Ini bisa dikatakan sebagai marketing facility,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring terhadap ekspor komoditas sumber daya alam. Selain itu, kebijakan ini juga diarahkan untuk memberantas praktik kurang bayar atau under-invoicing, pemindahan harga atau transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor guna mengoptimalkan penerimaan negara.

“Kebijakan ini akan optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan dan penjualan sumber daya alam kita,” ungkapnya.

Presiden juga menekankan bahwa seluruh sumber daya alam Indonesia adalah milik rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, negara memiliki hak untuk mengetahui secara rinci berapa nilai, volume, dan tujuan penjualan kekayaan alam Indonesia ke luar negeri.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa kebijakan serupa telah dijalankan oleh banyak negara yang berhasil mengelola sumber daya alamnya untuk kepentingan rakyat. Ia menyebut sejumlah negara seperti Saudi Arabia, Qatar, Rusia, Aljazair, Kuwait, Maroko, Ghana, Malaysia, dan Vietnam sebagai contoh negara yang mampu menjadikan kekayaan alam sebagai fondasi bagi pendidikan, kesehatan, infrastruktur modern, dan dana kedaulatan kelas dunia.

“Apa yang dilakukan Indonesia hari ini bukan kebijakan yang aneh-aneh, bukan kebijakan luar biasa. Ini adalah praktik yang sudah dilakukan banyak negara. Ini adalah kebijakan akal sehat. Sumber daya alam milik kita, kita yang harus menentukan ke mana sumber daya alam ini dijual. Kita harus menentukan berapa harga yang layak. Kita tidak mau selalu menjadi korban dan selalu harus terima perlakuan tidak adil terhadap bangsa kita. Cukup sudah saya katakan di sini, Indonesia sekarang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Sejalan dengan kebijakan tata kelola ekspor tersebut, Presiden juga menyampaikan penguatan kebijakan devisa hasil ekspor dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan pengolahan sumber daya alam. Kebijakan ini bertujuan memastikan kontribusi pelaku usaha sektor sumber daya alam dapat dioptimalkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Melalui penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam dan penguatan devisa hasil ekspor, pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan kekayaan alam Indonesia tidak lagi bocor ke luar negeri, melainkan dikelola secara transparan, berdaulat, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Bahas Dinamika Geopolitik dan Misi Perdamaian Dunia, Panglima TNI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (Tengah) (Foto : Dok. Puspen TNI).

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI terkait perkembangan dinamika geopolitik global dan pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian dunia, di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Pada Selasa (19/5).

Dalam Rilis Pers Puspen TNI, Rabu (20/5/2026), Panglima TNI menyampaikan bahwa perkembangan konflik global saat ini memberikan berbagai pelajaran strategis bagi TNI dalam meningkatkan kesiapan operasional, kemampuan adaptasi, dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

“Perkembangan Konflik modern saat ini Memberikan berbagai pelajaran strategis Bagi tentara nasional Indonesia,” ujar Panglima TNI.

Selanjutnya Panglima TNI menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam misi perdamaian dunia memiliki landasan hukum yang kuat melalui Piagam PBB, amanat Pembukaan UUD 1945, serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan, sejak pertama kali bergabung dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia pada tahun 1957 Indonesia Indonesia secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung perdamaian internasional,

“Hingga tahun 2026 Indonesia tercatat Telah berpartisipasi dalam 30 misi PBB dan 5 misi non PBB, Dengan total kontribusi lebih dari 57.527 Personel peacekeepers, Termasuk Ribuan prajurit TNI yang Bertugas di berbagai kawasan Konflik dunia.” Ungkapnya.

“TNI berkomitmen untuk terus memperkuat profesionalisme, modernisasi alutsista, serta kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi dinamika ancaman global yang semakin kompleks. Melalui penguatan kemampuan teknologi, adaptasi strategi peperangan modern, dan kontribusi aktif dalam misi perdamaian dunia,” Demikian Puspen TNI.

Menko Polkam: Negara Bekerja Keras Upayakan Pembebasan WNI yang ditahan Militer Israel

Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (Foto : Dok. Kemenko Polkam).

Jakarta – Terkait insiden penahanan sejumlah WNI yang ditahan militer Israel, Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dalam Siaran Pers melalui Karo Humas Datin Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan, Bahwa Menko Polkam memberi perhatian serius terhadap insiden penahanan WNI oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dan memastikan negara hadir serta terus bekerja keras untuk mengupayakan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI tersebut.

“Pemerintah akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan,” Kata Brigjen TNI Honi Havana, Rabu, 20 Mei 2026.

Selanjutnya, Menko Polkam mendukung langkah dan pernyataan Menteri Luar Negeri RI bersama negara-negara sahabat yang mengecam pencegatan terhadap Armada Global Sumud Flotilla 2.0 dan penahanan sejumlah personelnya oleh militer Israel.

Kemenko Polkam mendorong penguatan koordinasi lintas instansi termasuk menjalin komunikasi melalui negara sahabat dan organisasi internasional.

“Lebih lanjut Kemenko Polkam mengimbau masyarakat agar tetap tenang dengan terus memonitor dan merujuk pada keterangan resmi pemerintah. Negara akan terus memastikan perlindungan dan keselamatan WNI sebagai prioritas utama. Komitmen ini juga termasuk didalamnya upaya penyelamatan dan pembebasan 4 WNI yang disandera di perairan Somalia sejak akhir April yang lalu,” Demikian Karo Humas Datin Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana.

Pemerintah Tekankan Pentingnya Pelindungan Generasi Muda di Ruang Digital

Foto : Puspen Kemendagri

Jakarta – Pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (20/5/2026), pemerintah menekankan pentingnya menjaga generasi muda di tengah tantangan kedaulatan informasi dan perkembangan digital.

Pesan tersebut disampaikan melalui pidato Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Viada Hafid yang dibacakan oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Anwar Harun Damanik selaku inspektur upacara. Upacara yang digelar di Kantor Pusat Kemendagri tersebut diikuti para pegawai Kemendagri dalam suasana khidmat.

Dalam sambutannya, para pegawai diingatkan kembali bahwa Harkitnas merupakan momentum penting untuk mengenang lahirnya kesadaran persatuan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada 1908.

“Perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat,” ujar Anwar Harun Damanik membacakan sambutan Menkomdigi.

Ia melanjutkan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi sebatas persoalan kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Harkitnas 2026 menjadi pengingat akan pentingnya menjaga generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis nasional untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, mulai dari program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan gratis, hingga penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat perekonomian masyarakat.

Selain pembangunan kualitas manusia, pemerintah juga memperkuat pelindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

“Melalui kebijakan ini kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” imbuhnya.

Melalui peringatan Harkitnas 2026, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa di era digital.

Di Hadapan Mahasiswa NUS, BNPB : Bencana terjadi ketika ancaman alam bertemu dengan kerentanan masyarakat

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menerima kehadiran dan menyampaikan materi kebencanaan dihadapan mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat berkunjung di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto : BNPB).

Jakarta – Sejumlah mahasiswa National University of Singapore (NUS) belajar penanggulangan bencana Indonesia saat berkunjung di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (19/5/2026) di Graha BNPB, Jakarta.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menyampaikan, BNPB memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan, pengkajian risiko bencana dan penguatan ketangguhan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Risiko bencana di Indonesia dinilai semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, serta meningkatnya ancaman geologi dan hidrometeorologi.

“Bencana terjadi ketika ancaman alam bertemu dengan kerentanan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian integral dari pembangunan nasional maupun daerah,” ucap Raditya.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menerima kehadiran dan menyampaikan materi kebencanaan dihadapan mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat berkunjung di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto : BNPB).

Menyikapi kondisi tersebut, BNPB terus mendorong perubahan paradigma penanggulangan bencana dari pendekatan responsif menuju preventif melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan investasi pengurangan risiko bencana (PRB).

Pemerintah juga telah mengembangkan berbagai instrumen strategis, di antaranya Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020–2044, penguatan pengkajian risiko bencana, pengembangan platform InaRISK dan IRBI, serta penguatan monitoring dan evaluasi kebijakan berbasis data.

Selain itu, BNPB menekankan bahwa PRB perlu dipandang sebagai investasi pembangunan jangka panjang yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah juga memperkuat dukungan pendanaan melalui pengembangan pooling fund bencana dan investasi PRB.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menerima kehadiran dan menyampaikan materi kebencanaan dihadapan mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat berkunjung di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto : BNPB).

Raditya jati menekankan pentingnya komitmen, kepemimpinan, dan kolaborasi multipihak dalam mewujudkan ketangguhan berkelanjutan. Konsep tersebut dikembangkan untuk mengintegrasikan agenda Sendai Framework for Disaster Risk Reduction, Paris Agreement, dan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendekatan yang berpusat pada masyarakat.

Sementara itu, perwakilan King Edward VII Hall, Dr. Shawn Ming Yang Lee dalam mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari konsep, tata kelola serta tantangan penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya peran BNPB dalam membangun ketangguhan bencana di tingkat nasional maupun regional ASEAN.

Para mahasiswa selanjutnya menuju ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk mendapatkan penjelasan mengenai sistem pemantauan dan koordinasi penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk mekanisme pengumpulan informasi, koordinasi kedaruratan, serta proses pengambilan keputusan saat terjadi bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menerima kehadiran dan menyampaikan materi kebencanaan dihadapan mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat berkunjung di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto : BNPB).

Kemudian sebanyak 22 mahasiswa yang didampingi tiga fasilitator melanjutkan dengan kunjungan diorama edukasi kebencanaan. Diorama edukasi kebencanaan ini merupakan fasilitas BNPB untuk memberikan sosialisasi dan edukasi bencana kepada masyarakat.

Kunjungan mahasiswa NUS ini bertujuan sebagai kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman yang berfokus pada implementasi SDGs, khususnya terkait aksi iklim dan ketangguhan bencana di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan bagian dari Southeast Asia Friendship Initiative atau SFI ini diselenggarakan oleh King Edward VII Hall.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts