Beranda blog Halaman 98

Kastaf Dudung : KSP Kawal Ketat Program MBG, Jangan ada Oknum Jual Titik Memanipulasi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa, (19/05/2026). Foto: KSP/Bram.

Jakarta — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan Kantor Staf Presiden akan mengawal secara ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Kastaf Dudung usai menerima laporan Kepala Badan Gizi Nasional di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BGN melaporkan perkembangan situasi, mekanisme kerja, serta sejumlah hal menonjol dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.

“Tadi Kepala BGN datang ke KSP melaporkan situasi BGN, mekanisme kerja, termasuk hal-hal yang menonjol. Saya sampaikan, KSP akan mengawal dan mengawasi secara ketat program unggulan Bapak Presiden,” kata Kastaf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman.

Kastaf menegaskan pengawasan diperlukan agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai arahan Presiden dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Ia mengingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi. “Jangan sampai ada oknum-oknum yang menjual-jual titik, memanipulasi, atau mengambil keuntungan dari program ini. Jangan sampai terjadi. Saya akan cek terus,” tegasnya.

Menurut Kastaf, KSP dan BGN akan terus memperkuat sinergi pengawasan. Ia menyebut BGN juga meminta dukungan KSP karena cakupan pelaksanaan program MBG sangat luas dan membutuhkan pengawasan bersama. “Alhamdulillah kita sinergi dengan BGN. BGN juga meminta dibantu pengawasan karena program ini sangat besar dan cukup banyak titik yang harus dipantau,” ujarnya.

Kastaf juga mengungkapkan bahwa sebelum menerima Kepala BGN, ia telah dipanggil Wakil Presiden untuk membahas langkah-langkah perbaikan pelaksanaan MBG. Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan melibatkan pakar gizi dan pihak-pihak yang benar-benar memahami tata kelola dapur.

“Tadi sebelum bertemu Kepala BGN, saya dipanggil oleh Bapak Wakil Presiden untuk membahas bagaimana perbaikan-perbaikan masalah BGN. Karena itu, didatangkan pakar-pakar gizi dan pakar yang betul-betul menguasai masalah dapur, agar ke depan semakin baik,” jelasnya.

Kastaf menegaskan program MBG harus terus didukung karena memiliki manfaat besar bagi anak-anak Indonesia. Ia menyebut program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia bangsa.

“Ini program prioritas Presiden yang harus kita dukung. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Karena itu, pelaksanaannya harus terus diperbaiki, diawasi, dan dipastikan tepat sasaran,”pungkas Kastaf.

Menkeu Purbaya Dorong Penyelesaian Hambatan Investasi dari Danau Toba hingga Mandalika

Foto (Ist)

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Debottlenecking ke-10 Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) di Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Sidang tersebut membahas penyelesaian berbagai hambatan investasi, mulai dari sektor budidaya perikanan di Danau Toba hingga penyediaan infrastruktur air bersih dan pengembangan kawasan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dalam Siaran Pers Kemenkeu, Aduan pertama berasal dari PT Aqua Farm Nusantara (AFN) terkait ketidakselarasan kuota budidaya ikan Danau Toba sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 60 Tahun 2021 dengan kapasitas produksi dan perizinan investasi perusahaan. PT AFN merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak di bidang budidaya ikan tilapia terintegrasi, dengan kegiatan budidaya di Danau Toba dan fasilitas pengolahan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Menkeu menegaskan pentingnya penyelesaian yang mampu menjaga keseimbangan antara kepastian investasi dan keberlanjutan lingkungan. Dalam sidang tersebut, pemerintah memutuskan akan melakukan kajian ulang terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan Danau Toba sebagai dasar penyempurnaan kebijakan ke depan.

Selain membahas sektor budidaya perikanan, sidang juga menangani aduan kedua dari PT Perusahaan Air Indonesia Amerika (PAIA) terkait pelaksanaan perjanjian investasi penyediaan air bersih berbasis teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) di KEK Mandalika. PT PAIA merupakan perusahaan PMA yang bergerak di bidang penyediaan air bersih melalui proses desalinasi air laut. Isu yang disampaikan meliputi kesenjangan pemenuhan kewajiban infrastruktur oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), ketidaksesuaian pengelolaan dan skema komersial dengan kesepakatan awal, serta perubahan skema bisnis yang memengaruhi kelayakan ekonomi dan keberlanjutan investasi SWRO.  Sebagai tindak lanjut, pemerintah mendorong penyelesaian secara konstruktif guna menjaga keberlanjutan investasi serta memastikan keandalan penyediaan infrastruktur air bersih bagi pengembangan kawasan.

Adapun aduan ketiga membahas kendala implementasi perjanjian pemanfaatan dan pengembangan lahan yang dihadapi PT Perusahaan Resor Indonesia Amerika (PRIA) di KEK Mandalika. PT PRIA merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan Kawasan Pariwisata terpadu, khususnya Proyek Resor Hotel Bintang 5 di KEK Mandalika. Pemerintah akan melanjutkan pembahasan bersama investor utama guna memperoleh solusi yang lebih komprehensif dan berkeadilan.

Hingga 19 Mei 2026, Satgas P3M-PPE telah menerima 145 aduan melalui Kanal Debottlenecking. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 aduan telah diselesaikan dan ditindaklanjuti secara cepat, terkoordinasi, dan akuntabel.

Menko Yusril Tekankan Pentingnya Regulasi Adaptif Hadapi Gig Economy dan AI

Foto : Dok. Kemenko Kumham Imipas

Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional bertema “Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy and Artificial Intelligence” yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (19/5/2025).

Kegiatan turut dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.; Jajaran Wakil Rektor; Dekan Fakultas Hukum Unesa, Arinto Nugroho; para dosen, serta para mahasiswa.

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko Kumham Imipas di tengah civitas akademika Unesa. Ia menilai tema seminar sangat relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya transformasi digital dan penggunaan kecerdasan buatan di berbagai sektor kehidupan.

“Di sinilah hukum dituntut tidak boleh terlambat dalam mengikuti perkembangan teknologi. Hukum harus mampu adaptif, progresif, dan responsif,” ujar Nurhasan.

Menurutnya, perkembangan Gig Economy dan Artificial Intelligence telah menghadirkan berbagai tantangan baru, mulai dari perlindungan pekerja platform digital, akuntabilitas algoritma, perlindungan data pribadi, hingga hak kekayaan intelektual. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi pembangunan hukum nasional.

Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa perkembangan Gig Economy dan Artificial Intelligence telah mengubah secara mendasar pola hubungan kerja, sistem pelayanan, hingga pengambilan keputusan dalam kehidupan modern.

“Hari ini, pertanyaannya bukan lagi apakah hukum siap menghadapi internet, tetapi apakah hukum siap menghadapi algoritma yang mengatur pekerjaan manusia, mesin yang mengambil keputusan, dan platform digital yang kekuatannya melampaui perusahaan konvensional,” ujar Yusril.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi platform telah melahirkan bentuk hubungan kerja baru yang berada di “zona abu-abu hukum”. Menurutnya, para pekerja platform sering kali disebut sebagai mitra, namun dalam praktiknya tetap menghadapi pengendalian tarif, sistem penilaian, distribusi pesanan, hingga sanksi yang dikendalikan oleh algoritma platform digital.

“Fleksibilitas tidak boleh menjadi nama lain dari ketidakpastian. Kemitraan tidak boleh menjadi selimut hukum untuk menghindari tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yusril menekankan bahwa kecerdasan buatan bukan sekadar isu teknologi, tetapi juga menyangkut hukum, etika, dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap penggunaan AI yang berdampak terhadap hak masyarakat harus tetap berada dalam koridor akuntabilitas hukum. “Kecerdasan buatan dapat membantu manusia, tetapi tidak boleh menggantikan tanggung jawab manusia. Teknologi tidak boleh menjadi tempat bersembunyi dari tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan regulasi berbasis risiko, penguatan perlindungan data pribadi, transparansi algoritma, serta perlindungan sosial bagi pekerja platform digital. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir sebagai pengatur yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Sebagai Menko Kumham Imipas, Yusril memandang isu Gig Economy dan Artificial Intelligence sebagai persoalan lintas sektor yang membutuhkan koordinasi antarkementerian dan lembaga agar kebijakan yang dihasilkan dapat berjalan selaras, terintegrasi, dan tidak menimbulkan kekosongan hukum.

“Kita harus menghindari dua posisi ekstrem, yaitu membiarkan teknologi berkembang tanpa pengawasan, atau justru mengatur secara berlebihan hingga menghambat inovasi. Negara harus menjadi pengatur yang adil sekaligus pelindung kemajuan,” katanya.

Menko Yusril berharap seminar nasional tersebut dapat melahirkan pemikiran-pemikiran strategis dalam mendukung pembangunan sistem hukum nasional yang modern, adil, manusiawi, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital di masa depan.

Rapat Bersama Komisi I DPR RI, Menhan Soroti keselamatan pasukan perdamaian Indonesia

Kemenhan Rapat Bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(Foto : Biro Infohan Setjen Kemhan)

Jakarta – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto bersifat terbuka, dengan agenda utama membahas perkembangan geopolitik global dan pengiriman pasukan di Timur Tengah.

Menteri Pertahanan menyoroti ketidakpastian keamanan global dan menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian Indonesia (UNIFIL) di Lebanon menjadi prioritas utama melalui koordinasi ketat antara Kemhan dan Kemlu. Menhan juga memastikan kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan politik luar negeri bebas aktif dan strategi defensif aktif, termasuk dalam kerja sama dengan Amerika Serikat di bidang modernisasi militer, pendidikan, pelatihan, serta interoperabilitas.

Lebih lanjut, Kehadiran batalion teritorial pembangunan dinilai memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kriminalitas, penguatan stabilitas sosial, serta peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat. Peran tersebut juga diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial prajurit, seperti donor darah rutin dan pembangunan fasilitas Bank Donor Darah TNI gratis untuk masyarakat.

Menhan Sjafrie membahas Major Defense Cooperation Partnership antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan AS. Menhan menyampaikan perkembangan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Amerika Serikat yang dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional. Seluruh kerja sama pertahanan yang dijalankan tetap mengacu pada konstitusi.

Ketua Komisi I DPR RI menegaskan dukungan terhadap penguatan TNI sebagai garda utama menjaga NKRI di tengah dinamika geopolitik global. Rapat kerja ini menjadi komitmen bersama Kemhan RI dan Komisi I DPR RI untuk memperkuat kesiapsiagaan pertahanan nasional serta memastikan keamanan pasukan TNI.

Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Panglima TNI, Wamenhan RI, KSAD, KSAL, KSAU, Sekjen Kemhan, Irjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, Asops Panglima TNI, Kabais TNI, serta pejabat utama Kemhan dan TNI.

Wamenhaj Minta Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Laporkan Pungutan Oknum

Foto : Dok.Kemenhaj

Tangerang — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Senin (18/5/2026).

Keberangkatan Wamenhaj dilakukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai bagian dari Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan secara langsung kesiapan dan pengawasan layanan jemaah menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.

Dahnil menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik, tertib, transparan, dan berorientasi penuh pada pelayanan jemaah.

“Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Wamenhaj di Bandara Soekarno-Hatta.

Menjelang fase puncak haji, Wamenhaj berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan, mengatur tenaga, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras fisik.

“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Wamenhaj juga memastikan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah.

“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tegasnya.

Selain itu, Wamenhaj meminta jemaah tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami praktik pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh oknum mana pun selama berada di Tanah Suci.

“Kami tegaskan, jangan ragu melapor jika ada pungutan oleh oknum. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan resmi tidak boleh terjadi. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan secara serius, karena pelindungan jemaah adalah prioritas kami,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh jemaah untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta fokus mempersiapkan diri menuju puncak haji.

“Kami ingin jemaah merasa aman, terlindungi, dan dilayani dengan baik. Mari fokus pada ibadah, jaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga kelancaran misi haji Indonesia,” tutup Wamenhaj.

29 Sanca Kembang Diselamatkan

29 Sanca Kembang Diselamatkan. Foto : Balai Besar KSDA Jaa Timur

Jakarta -Di tengah ritme kehidupan warga yang berjalan seperti biasa, kehadiran seekor ular di dalam rumah sering kali menjadi kepanikan. Namun di Kabupaten Tuban, yang terjadi bukan hanya satu atau dua kemunculan. Sebanyak 29 ekor Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) ditemukan dan dievakuasi dari berbagai sudut permukiman warga, sebuah angka yang mengisyaratkan lebih dari sekadar kebetulan.

Pada Rabu (13/5), tim gabungan dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 Bojonegoro, Seksi KSDA Wilayah Bojonegoro, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) dan Unit Penyelamatan Satwa (UPS) BBKSDA Jawa Timur menerima penyerahan satwa liar tersebut dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban. Sebelumnya, ular-ular ini diamankan oleh petugas Damkar dari dalam rumah warga dan lingkungan sekitarnya, mulai dari dapur, kamar mandi, hingga pekarangan yang berbatasan langsung dengan vegetasi.

Bagi sebagian orang, sanca kembang mungkin hanya dipandang sebagai ancaman. Tubuhnya yang besar, lilitan yang kuat, dan kemampuannya beradaptasi di berbagai habitat membuatnya sering kali ditakuti. Namun di balik itu, spesies ini memegang peran penting sebagai pengendali populasi satwa kecil seperti tikus, yang justru dapat menjadi hama bagi manusia.

Seluruh individu sanca yang berhasil diamankan kemudian diangkut ke fasilitas UPS di Sidoarjountuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di sana, satwa-satwa tersebut menjalani proses observasi kondisi kesehatan dan perilaku, sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya, apakah memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya atau memerlukan penanganan khusus.

Fenomena kemunculan puluhan sanca di kawasan permukiman bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia merupakan potret dari lanskap yang terus berubah. Alih fungsi lahan, fragmentasi habitat, serta meningkatnya tekanan aktivitas manusia di sekitar ruang alami mendorong satwa liar keluar dari habitatnya. Dalam situasi seperti ini, batas antara ruang hidup manusia dan satwa menjadi semakin kabur.

Melalui kegiatan Matawali (Penyelamatan Satwa Liar), Balai Besar KSDA Jawa Timur menunjukkan respons cepat dalam menangani interaksi antara manusia dan satwa liar. Namun lebih jauh, upaya ini juga menjadi refleksi bahwa konflik semacam ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan evakuasi. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari edukasi masyarakat, pengelolaan habitat, hingga perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan keberadaan satwa liar.

Di Tuban, 29 ekor Sanca Kembang telah diselamatkan dari ruang hidup yang tidak semestinya. Tetapi kisah ini belum benar-benar usai. Ia menyisakan pertanyaan penting bagi kita semua: ketika satwa liar semakin sering ditemukan di dalam rumah manusia, siapa sebenarnya yang sedang memasuki wilayah siapa?

Sumber : Bidang KSDA Wilayah I Madiun – Balai Besar KSDA Jawa Timu

Kemlu RI Kecam Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla

Gedung Pancasila. Foto : Kemlu RI

Jakarta – Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

“Hingga saat ini, sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI – Rumah Zakat. Kapal yg membawa jurnalis An. Bambang Noroyono sampai saat ini masih belum dapat dihubungi dan belum diketahui status dari kapal termasuk Sdr. Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut,” kata juru bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Yvonne menjelaskan, Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi.

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” Jelasnya.

Kemlu mengatakan sejak awal pihaknya melalui Ditjen Perlindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka.

“Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan. Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” Pungkasnya

2 Jurnalis Republika Ikut Global Flotilla

Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, ditangkap oleh tentara Israel. Republika mengecam keras tindakan tentara Israel tersebut.

Republika membenarkan bahwa dua jurnalisnya ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Keduanya tengah ikut meliput di sana.

“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya, Senin (18/5).

Republika mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel ini. Sebab, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

AMAN dan UNESCO Gelar Pelatihan Keamanan bagi Jurnalis Perempuan Adat

AMAN dan UNESCO Gelar Pelatihan Keamanan bagi Jurnalis Perempuan Adatdi Makassar, Sulawesi Selatan pada 18–21 Mei 2026 (Foto : UNESCO).

Makasar — Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bekerja sama dengan Tempo Witness, dengan dukungan dari International Programme for the Development of Communication (IPDC) UNESCO, menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Jurnalis Masyarakat Adat (JMA) bertajuk “Meningkatkan Keselamatan Jurnalis Perempuan Adat yang Meliput Isu-isu Hak Masyarakat Adat” di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 18–21 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 14 jurnalis perempuan adat dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bali, Jayapura, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Sulawesi Selatan dan Tana Luwu. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas jurnalis perempuan adat dalam menghadapi isu-isu keamanan saat meliput persoalan hak-hak Masyarakat Adat.

Ana Lomtadze Kepala Unit Komunikasi dan Informasi Kantor Regional UNESCO Jakarta, menekankan semakin pentingnya peran jurnalis di tengah meningkatnya ancaman global terhadap kebebasan pers dan keselamatan mereka.

“Media yang bebas, independen, dan pluralistik sangat penting untuk memahami berbagai tantangan di sekitar kita serta menjalankan hak-hak kita,” ujar Ana dalam sambutan yang disampaikan secara daring. Ia juga menyoroti tingginya tingkat ancaman yang dihadapi jurnalis perempuan, termasuk kekerasan daring dan ancaman fisik, yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis serta mempengaruhi keberlanjutan profesi mereka.

Data UNESCO menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen jurnalis lingkungan pernah mengalami serangan atau tekanan, sementara sekitar tiga dari empat jurnalis perempuan mengalami kekerasan daring. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan yang mendesak akan ruang pembelajaran dan sistem dukungan kolektif bagi jurnalis, khususnya mereka yang bekerja bersama komunitas rentan dan wilayah Masyarakat Adat.

“Pelatihan ini sangat penting untuk dilaksanakan karena sejak awal AMAN dibentuk, Masyarakat Adat terus menghadapi berbagai persoalan seperti diskriminasi, perampasan wilayah adat, hingga pemaksaan kebijakan di komunitas-komunitas adat yang sering kali merugikan masyarakat. Di sisi lain, kita masih kekurangan dokumentasi dan pemberitaan mengenai situasi yang sebenarnya terjadi di wilayah adat.

Selama ini Masyarakat Adat sering diberi label “miskin”, padahal yang harus dilihat adalah bagaimana kedaulatan dan cara hidup Masyarakat Adat yang selama turun-temurun menjaga wilayahnya. Hampir di seluruh wilayah adat, masyarakat terus berjuang mempertahankan tanah, hutan dan ruang hidupnya.

Karena itu, peran Jurnalis Masyarakat Adat khususnya perempuan sangat penting untuk menyuarakan kehidupan dan perspektif komunitas adat yang selama ini jarang dipublikasikan. Yang sering muncul justru diskriminasi, perampasan wilayah adat, kriminalisasi dan stigma terhadap Masyarakat Adat. Melalui pelatihan ini, kami berharap Jurnalis Perempuan Adat semakin kuat menyampaikan realitas yang terjadi dikomunitasnya, ” ujar Tendri Itti, Ketua Pengurus Harian Wilayah AMAN Sulawesi Selatan dalam sambutannya kepada peserta pelatihan.

Pelatihan selama empat hari ini mencakup berbagai topik, termasuk risiko hukum dan fisik yang dihadapi jurnalis perempuan adat, keamanan digital, serta isu-isu psikososial. Sesi pelatihan akan difasilitasi oleh dua pemateri dari Tempo Witness, Harry Surjadi dan Agung Sedayu.

Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan UNESCO untuk memperkuat keselamatan jurnalis dan kebebasan pers, sekaligus mendukung pengembangan prosedur operasional standar (SOP) keselamatan jurnalis perempuan adat serta produksi liputan mendalam mengenai isu-isu Masyarakat Adat.

Melalui pelatihan ini, AMAN berharap dapat memperkuat jaringan Jurnalis Masyarakat Adat antarwilayah serta mendorong produksi jurnalisme yang aman, kritis, dan berbasis komunitas yang berpihak pada hak-hak Masyarakat Adat.

Saat Ikut Kapal Global Sumud Flotila, Dua Jurnalis Republika Ditangkap Israel

Ilustrasi bendera Palestina. (uii.ac.id)

Jakarta – Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai ditangkap oleh tentara Israel. Republika mengecam keras tindakan tentara Israel tersebut.

Republika membenarkan bahwa dua jurnalisnya ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Keduanya tengah ikut meliput di sana.

“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya, Senin (18/5/2026).

Republika mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel ini. Sebab, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” ungkapnya.

Adapun Bambang Noroyono dan fotografer Thoudy Badai ikut dalam rombongan kemanusiaan tersebut. Kapal ini membawa logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” katanya.

Republika menegaskan sikapnya untuk berpihak pada relawan. Republika menolak segala bentuk kriminalisasi.

“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” katanya.

Satu Warga Aceh Selamat, Kemlu Pantau Penanganan Kapal Tenggelam di Malaysia

Petugas SAR Malaysia melakukan pencarian korban di perairan Pulau Pangkor. (Foto : Dok.MMEA/NST)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengungkapkan sebanyak 16 warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam di Perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada 11 Mei 2026. Sementara 23 WNI lainnya berhasil selamat.

Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang mengatakan, total korban WNI yang ditemukan otoritas Malaysia mencapai 39 orang.

“Dari keseluruhan operasi pencarian, otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI, yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia,” ujar Yvonne, Dikutip dari Kompas.com, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, para korban selamat berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, yakni Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur disebut terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah, pendampingan korban selamat, hingga fasilitasi kekonsuleran bagi keluarga korban.

Kemenlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAR dan Polis Maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penanganan korban dalam tragedi tersebut.

Yvonne menuturkan, otoritas SAR Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian pada 16 Mei 2026 pukul 19.00 waktu setempat setelah pencarian hari keenam tidak menemukan korban tambahan.

Operasi pencarian sebelumnya diperluas hingga area 244,76 nautical mile persegi dengan melibatkan unsur laut, udara, dan darat.

Sebelumnya, informasi awal dari pihak Malaysia menyebut kapal tersebut membawa 37 penumpang dengan 14 orang dinyatakan hilang. Namun dalam proses pencarian, ditemukan tambahan korban sehingga total korban yang ditemukan mencapai 39 orang.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah mengatakan, Hingga saat ini para WNI yang selamat masih menjalani proses pemeriksaan oleh otoritas Malaysia.

“Pemulangan jenazah korban akan dilakukan segera setelah proses pendataan selesai dan telah mendapatkan ijin dari Pemerintah Malaysia,” Kata Heni dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026

Satu Warga Aceh Selamat dari Insiden Kecelakaaan Kapal di Malaysia

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh menyebutkan Jenazah yang telah teridentifikasi sampai saat ini tidak ada yang berasal dari Provinsi Aceh.

“Pihak Perwakilan RI masih menunggu aduan dari pihak keluarga dan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah Malaysia terkait penanganan insiden tersebut. Diinfokan bahwa 1 orang warga Aceh Tenggara selamat saat insiden terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, kami masih menunggu dari pihak KBRI Kuala Lumpur,” Tulis BP3MI Aceh dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts