Beranda blog Halaman 99

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Tonggak Penguatan Pertahanan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers pada acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi salah satu tonggak dalam menjaga kedaulatan negara. Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam keterangannya usai menyerahkan enam pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M, satu missile meteor dan enam smart weapon hammer, serta satu radar GCI GM403 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.

“Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan,” ucap Presiden.

Penguatan pertahanan, menurut Presiden Prabowo, harus terus dilakukan sebagai langkah penangkal demi menjaga kepentingan nasional Indonesia. Presiden menilai bahwa setiap negara harus memiliki kekuatan pertahanan yang memadai di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent, kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa pertahanan yang kuat menjadi syarat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus melindungi kepentingan strategis nasional. “Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus penguatan tersebut mencakup pengamanan seluruh matra pertahanan baik darat, laut, maupun udara.

“Dalam waktu yang akan datang, terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” tandasnya.

Tim Gabungan Gagalkan Penyeludupan Ballpress Ilegal

Tim Gabungan Gagalkan Penyeludupan Ballpress Ilegal di wilayah Jalan Lintas Sumatera, Sei Balai, Sumatera Utara pada Minggu (17/5/2026). (Foto : Dispenal).

Sumatera Utara – Tim gabungan yang terdiri dari Den Intel Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) I Belawan, Bea Cukai, BAIS TNI, dan Den Intel Kodam I Bukit Barisan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ballpress pakaian bekas ilegal di wilayah Jalan Lintas Sumatera, Sei Balai, Sumatera Utara pada Minggu (17/5/2026).

Dalam rilis pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), saat operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua unit truk yang kedapatan mengangkut muatan pakaian bekas ilegal. Dari hasil pemeriksaan, tim gabungan menemukan sebanyak 110 koli pakaian bekas yang diduga masuk secara ilegal dan melanggar ketentuan Kepabeanan yang berlaku.

“Selain barang bukti berupa pakaian bekas ilegal, aparat juga mengamankan dua unit kendaraan truk beserta dua orang sopir dan satu kernet untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang,” Tulis Dispenal, Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pendalaman awal, kegiatan tersebut diduga melanggar Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Adapun total nilai barang yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp770.000.000,-.

Selanjutnya para pelaku beserta barang bukti dibawa menuju Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara di Belawan guna proses hukum dan penyidikan lebih lanjut.

Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk nyata sinergitas antarinstansi dalam memberantas praktik penyelundupan barang ilegal yang dapat merugikan perekonomian negara, mengganggu stabilitas perdagangan nasional, serta berdampak terhadap industri dalam negeri.

“Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektoral dalam menjaga keamanan wilayah serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang merugikan negara,” Demikian Dispenal.

Mensesneg: Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto : BPMI Setpres)

Jawa Timur – Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya ditunjukkan saat Presiden melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Usai mendampingi Kepala Negara dalam kegiatan tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda di Tuban merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, pemerintah kini tidak hanya fokus mempertahankan capaian swasembada beras, tetapi juga memperkuat produksi jagung dan komoditas pangan strategis lainnya.

“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” ujar Menteri Pras.

Lebih lanjut, Menteri Pras juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani Indonesia atas kontribusi mereka dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Menteri Pras menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan para petani di seluruh daerah.

“Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” imbuh Menteri Pras.

Menteri Pras turut mengungkapkan capaian strategis lain di sektor pangan nasional, yakni meningkatnya cadangan beras pemerintah yang kini mencapai 5,3 juta ton di gudang Bulog. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi pencapaian bersejarah yang menunjukkan kondisi pangan nasional yang aman dan terkendali.

“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkap Menteri Pras.

Senada dengan Menteri Pras, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah juga terus memperkuat dukungan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Menurut Menteri Amran, stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi lebih dari cukup, bahkan Indonesia telah mulai melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara.

“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik,” ujar Menteri Amran.

Selain keberhasilan swasembada beras, Menteri Amran menyebut Indonesia kini juga telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Menteri Amran menambahkan bahwa harga pupuk dalam negeri pun mengalami penurunan hingga 20 persen, yang diharapkan semakin membantu produktivitas petani nasional.

“Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan. Berikutnya industri seperti disampaikan tadi Pak Mensesneg,” pungkas Menteri Amran.

Presiden Prabowo : Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat

Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). ( Foto : BPMI Setpres).

Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian yang dinilai berhasil memperkuat sektor pertanian nasional. Berkat penguatan tersebut, Indonesia kini mulai dipercaya berbagai negara untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di tengah ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Pada Sabtu (16/5/2026).

Dilansir dari Laman Kementan, Minggu (17/5/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekayaan Indonesia harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai mulai menunjukkan kekuatan baru terutama pada sektor pangan dan pertanian.

“Sekarang saja sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, panik karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup. Dua puluh persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas,” kata Presiden Prabowo.

Menurut Presiden Prabowo, kondisi global tersebut membuat banyak negara mulai menghadapi tekanan terhadap pasokan pupuk dan pangan. Namun di tengah situasi tersebut, Indonesia justru berada pada posisi yang mampu membantu negara lain.

“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Australia, Filipina, India, Bangladesh hingga Brasil.

“Australia minta tolong kita. Kita jual pupuk ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua,” katanya.

Presiden Prabowo juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan terjadi tanpa penguatan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

“Bayangkan kalau kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,” ujarnya.

Secara khusus Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran yang dinilai bekerja tanpa mengenal waktu dan memahami langsung persoalan petani karena berasal dari keluarga petani.

“Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ. Ini menteri yang hebat. Terima kasih,” kata Presiden Prabowo

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang dinilainya turut berkontribusi memperkuat sektor pertanian nasional.

“Timnya juga hebat. Wakil menterinya juga hebat. Anak petani jadi mengerti, tidak bisa dibohongi,” ujar Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Indonesia mencatat tonggak penting melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun pada Kamis (14/5/2026). Langkah tersebut menjadi sinyal meningkatnya daya saing industri pupuk nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok strategis di tengah tekanan global terhadap rantai pasok pupuk.

Ekspor tersebut juga menandai perubahan posisi Indonesia dari negara yang fokus memenuhi kebutuhan domestik menjadi negara yang mulai berkontribusi terhadap ketahanan pangan kawasan dan global.

Tim Sar Evakuasi Satu Crew Kapal yang sakit saat berlayar di Perairan Selat Malaka

Tim Sar Evakuasi Satu Crew Kapal sakit saat berlayar di Perairan Selat Benggala Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (16/5/2026) (Foto : Humas Basarnas Banda Aceh).

Banda Aceh – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) mengevakuasi satu Crew Kapal MEIN SCHIFF 6 yang sakit saat berlayar di Perairan Selat Benggala Kabupaten Aceh Besar.

Kapal MEIN SCHIFF 6 (Foto : Basarnas Banda Aceh)

Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Kelas A Banda Aceh Al Hussain di Banda Aceh mengatakan, Sekitar Pukul 16.00 WIB Kapten kapal MEIN SCHIFF 6 Menghubungi Basarnas Command Center (BCC) dan meminta Bantuan Evakuasi terhadap satu orang Crew kapal yang mengalami sakit pada saat berlayar dari Port Klang (Malaysia) menuju Hambantota (Sri Langka).

“Basarnas Command Center (BCC) Meneruskan informasi tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh,” Kata Hussain, Sabtu, 16 Mei 2026.

Selanjutnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh melakukan precom & excom dengan unsur terkait untuk menyusun rencana evakuasi korban.

“KN SAR Kresna Tiba di titik Intercept dan Sandar di Kapal MEIN SCHIFF 6, Selanjutnya Tim dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh Melakukan Pemeriksaan Terhadap Korban sekaligus untuk memastikan tidak terdapat penyakit berbahaya atau menular,” Ujarnya.

Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh Melakukan Pemeriksaan Terhadap Satu Crew Kapal MEIN SCHIFF 6 yang sakit. (Foto : Humas Basarnas banda Aceh)

Setelah di pastikan aman dari penyakit berbahaya atau menular, korban di evakuasi ke KN. SAR Kresna 232 dan di bawa menuju pelabuhan uleelheu

“KN SAR Kresna 232 tiba di Dermaga Pelabuhan Uleelheue dan Korban di bawa menuju RSU Zainal Abidin dengan menggunakan Ambulance Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh untuk mendapatkan penangan medis lebih lanjut,” Tutup Al Hussain

Satu Crew Kapal MEIN SCHIFF 6 yang sakit di bawa menuju RSU Zainal Abidin. (Foto : Basarnas Banda Aceh)

Dalam operasi tersebut, Ibnu Harris Al Hussain mengatakan juga melibatkan petugas bea cukai, imigrasi, TNI AL, Syahbandar, Satuan Radio Pantai (SROP) Ulee Lheue, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.

BNPB Tutup Pelatihan Senior Disaster Management Training Gelombang III Tahun 2026

Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian menutup pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026 dengan penyematan brevet dan penyerahan sertifikat kepada peserta pada Sabtu (16/5/2026) di InaDRTG, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Sentul, Bogor.

Bogor – Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian menutup Pelatihan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang III 2026. Kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 68 peserta dari Kepala Pelaksana ( Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia telah dilaksanakan selama 12 hari sejak 4 Mei 2026.

Rustian menyampaikan bahwa tantangan bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan dinamika sosial menuntut adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif dan responsif. Oleh karena itu, SDMT 2026 diharapkan mampu melahirkan para pemimpin penanggulangan bencana yang memiliki perspektif kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pengurangan risiko bencana.

“Diklat SDMT ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman, strategi dan best practices dalam mengelola bencana. Saya berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sini dapat benar-benar diterapkan di daerah masing-masing, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan serta respons dalam menghadapi bencana” ujar Rustian, sabtu, 16 Mei 2026.

Selama pelaksanaan pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis mengenai manajemen risiko bencana, kepemimpinan dalam situasi krisis, koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi dan data kebencanaan, hingga praktik baik penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Selain sesi kelas, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, simulasi, serta pertukaran pengalaman antar daerah.

Ketua kelas perwakilan dari peserta menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SDMT 2026 yang dinilai mampu memperkuat jejaring kerja sama di bidang kebencanaan. Momentum ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin meningkat.

Penutupan SDMT 2026 juga menjadi penegasan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, melalui pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung penguatan sistem penanggulangan bencana di daerahnya masing-masing.

Kegiatan ditutup secara resmi dengan penyerahan brevet serta sertifikat kepada peserta dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan bangsa terhadap bencana.

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 16 Mei 2026

Banjir yang merendam pemukiman warga di lima kecamatan dan 14 desa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (15/5/2026). Foto : BPBD Kabupaten Lebak

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum dan melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana yang berdampak signifikan di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Jumat (15/5) hingga Sabtu (16/5), pukul 07.00 WIB. Empat kejadian banjir dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah.

Dalam Rilis Pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Kejadian banjir pertama dilaporkan oleh BPBD Kota Semarang. Banjir terjadi akibat hujan lebat dengan durasi lama hingga menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol dan Sungai Silandak meluap pada Jumat (15/5), pukul 15.30 WIB. Banjir berdampak pada enam kelurahan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Semarang Barat, Tugu dan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tinggi muka air (TMA) dilaporkan antara 20 hingga 150 cm. Satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu hilang akibat terseret arus banjir.

“Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban meninggal dunia dengan jenis kelamin perempuan pada Jumat (15/5), pukul 19.00 WIB. Hingga kini masih dilakukan proses identifikasi oleh tim Inafis Polrestabes Semarang. Sementara proses pencarian korban hilang berusia 75 tahun dilanjutkan hari ini, Sabtu (16/5), di wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu,” Kata Abdul Muhari, Sabtu, 16 Mei 2026.

selanjutnya, Selain korban jiwa, banjir kali ini menyebabkan satu rumah warga rusak berat, dua titik tanggul jebol, dan 389 kepala keluarga (KK) atau 1.302 jiwa terdampak. Sementara 76 warga terpaksa mengungsi di Balai RW 4 Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat. BPBD Kota Semarang telah melakukan kaji cepat, dan distribusi bantuan permakanan kepada warga terdampak. Petugas juga mendirikan dapur darurat di Balai RW 04 Kelurahan Kembangarum dan Balai RW 01 di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat. Kondisi mutakhir banjir berangsur surut. Warga bergotong royong melakukan pembersihan material sisa banjir.

Kejadian banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, pada Jumat (15/5), pukul 12.00 WIB. Banjir disebabkan curah hujan tinggi hingga debit air Sungai Kuantan meluap dan menggenangi pemukiman warga di sekitar bantaran sungai. Banjir berdampak pada 10 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Hilir dan Inuman

“Petugas mencatat sebanyak 324 KK atau 1.296 jiwa terdampak. Selain itu dua kantor desa, tiga fasilitas pendidikan, dua fasilitas ibadah dan akses jalan sepanjang 0,5 km ikut terdampak. Petugas BPBD Kabupaten Kuantan Singingi diturunkan untuk monitoring dan pendataan di lokasi terdampak. Kondisi mutakhir banjir berangsur surut,” Kata Abdul Muhari.

Laporan kejadian banjir selanjutnya dari wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. BPBD Kabupaten Lebak melaporkan sebanyak 14 desa di lima kecamatan terdampak banjir dan longsor yang dipicu hujan lebat dan angin kencang pada Jumat (15/6), pukul 13.30 WIB. Hujan dengan durasi lebih dari empat jam membuat beberapa sungai meluap, diantaranya Sungai Peucangpari, Cimaur, Cibeurih, Cilaki, Ciminyak, dan Cisimet.

Lima kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Cigemblong, Cipanas, Sajira, Leuwidamar, dan Muncang, dengan TMA antara 30 hingga 60 cm. Petugas mencatat 37 unit rumah, 50 hektare lahan warga, satu fasilitas ibadah, satu fasilitas pendidikan dan satu jembatan terdampak. Selain itu, satu bendungan irigasi rusak berat, dan dinding penahan jalan desa rusak sepanjang 20 meter. Petugas BPBD Kabupaten Lebak melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk mendata kebutuhan mendesak warga terdampak.

Kejadian banjir terakhir dilaporkan oleh BPBD Kota Binjai terjadi di Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Jumat (15/5), pukul 11.00 WIB. Petugas mencatat 233 KK atau 857 jiwa terdampak banjir. Tidak ada laporan warga mengungsi dikarenakan banjir berangsur surut di hari yang sama. Meski demikian, petugas BPBD Kota Binjai masih disiagakan untuk memantau kondisi di lapangan dan bersiap jika terjadi banjir susulan.

“Menyikapi masih adanya potensi bahaya hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada dan siap siaga. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat keluarga sebagai langkah kesiapsiagaan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk memantau TMA secara berkala. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, disarankan melakukan evakuasi mandiri serta terus memantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” Demikian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

KKJ Aceh kutuk kekerasan terhadap Jurnalis saat Liput Demo JKA, Kapolresta : Saya Minta Maaf Janji Evaluasi Personel

Foto : Ilustrasi

Banda Aceh – Sejumlah jurnalis di Banda Aceh mengalami kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian sewaktu aparat keamanan mengambil tindakan represif terhadap peserta aksi demonstrasi yang mendesak pencabutan Pergub No. 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh pada Rabu, 13 Mei 2026. Polisi mengintimidasi para jurnalis, memaksa menghapus produk jurnalistik, hingga melakukan perampasan alat kerja.

Dalam Rilis Pers KKJ Aceh diterima theindonesiannews.com, Sabtu (16/5/2026), Koordinator KKJ Aceh Rino Abonita mengatakan, Kekerasan setidaknya tercatat menimpa tiga orang jurnalis. Salah satu di antaranya adalah Jurnalis CNN Indonesia, Dani Randi, yang mengalami kekerasan saat mencoba menjauh dari pusat kekerasan yang sedang berlangsung di area kantor gubernur Aceh.

“Saat aparat keamanan mencoba memukul mundur massa dengan meriam air dan gas air mata berbalut represifitas, Dani Randi, berusaha lari menghindar ke ruang bawah tanah gedung serbaguna Balee Meuseuraya Aceh (BMA) di seberang kantor gubernur Aceh. Dalam kondisi hujan deras, gas air mata yang ditembakkan polisi tampak pekat memenuhi area depan gedung BMA tersebut,” Kata Rino.

Selanjutnya, Rino menjelaskan, Sambil berjalan tergesa-gesa menuju ke tengah rubanah, Dani Randi pun mulai bersiap-siap menulis naskah untuk pantauan aksi lanjutan yang harus segera dikirimkannya ke redaksi. la terpaksa menggunakan tablet karena baterai handphone-nya tinggal tiga persen.

“Beberapa menit kemudian, sejumlah orang yang diketahui oleh Dani Randi sebagai aparat berpakaian preman tiba-tiba muncul di rubanah. Kepolisian saat itu diketahui memang sedang menyebar guna menyisir dan menjaring para demonstran,” Terangnya.

Sejumlah warga yang ikut lari ke rubanah saat itu satu persatu ikut digiring ke luar. Empat orang dari aparat berpakaian preman mendatangi Dani Randi, sembari salah satu di antaranya berteriak, “Ini lagi.”

Dani Randi menjelaskan bahwa dirinya merupakan jurnalis yang sedang bertugas dan serta-merta menunjukkan kartu identitasnya kepada mereka. Dani Randi sempat ditanyai apa yang dilakukannya di tempat itu, yang dijawab bahwa dirinya sedang mengetik naskah liputan.

Tidak peduli dengan penjelasan Dani Randi, salah satu aparat kemudian mengatakan, “enggak ada, enggak ada, angkut, angkut!”. Disusul oleh salah seorang aparat lainnya yang menunjuk-nunjuk tablet serta handphone milik Dani Randi sembari memerintahkan agar segera merampas alat kerja sang jurnalis.

Dengan kondisi kacamata yang berair serta mata perih diakibatkan efek gas air mata, Dani Randi agak kesusahan untuk mengenali wajah para aparat keamanan yang mengerubungi serta merampas tablet dan handphone-nya.

Saat itu, seseorang di antara aparat tersebut tiba-tiba menyuruh temannya agar segera mengembalikan alat kerja yang baru saja mereka rampas karena menyadari Dani Randi merupakan jurnalis yang sering melakukan liputan di Polresta Banda Aceh. Setelah mengembalikan alat kerjanya, salah seorang aparat keamanan kembali memaksa Dani Randi agar menghapus foto dan video yang diambil saat kerusuhan serta menyuruhnya segera enyah dari tempat itu.

Dani Randi sempat melawan dengan mengatakan, “Kalau saya tidak mau kenapa? Apa urusanmu?” sebelum akhirnya dilerai oleh salah seorang di antara aparat berpakaian preman, yang lantas menyuruh Dani Randi segera keluar dari rubanah BMA.

Menurut Dani Randi, sebagian sepeda motor yang diparkir di area depan BMA tanpa berantakan dan sengaja dirusak. Helm miliknya tampak teronggok di dalam parit, tetapi sepeda motornya masih aman.

Kejadian yang tidak jauh berbeda dialami oleh dua jurnalis perempuan sewaktu meliput tindakan represif aparat keamanan atas peserta aksi yang berlangsung di dalam area kantor gubernur Aceh. Kedua jurnalis yang bertugas di media nasional dan lokal tersebut dipaksa oleh polisi agar menghapus foto dan video yang baru mereka ambil.

Salah seorang dari jurnalis tersebut bahkan beberapa kali berusaha dicegat paksa oleh beberapa polisi sambil terus memaksa agar segera menghapus foto dan video yang diambil olehnya. Para polisi juga beberapa kali terdengar melontarkan kalimat yang menyatakan bahwa di tempat itu tidak berlaku pers.

Tindakan aparat keamanan terhadap ketiga jurnalis tersebut merupakan pelanggaran yang serius terhadap aturan yang berlaku di Indonesia. Karya jurnalistik, sekali lagi perlu ditegaskan, merupakan hasil kerja yang dilindungi oleh undang-undang -in casu UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers- di mana memaksa jurnalis untuk menghapus hasil liputan tergolong penyensoran dalam bentuk baru atau penyensoran modern.

Pasal 4 ayat 2 dalam UU Pers memberi penegasan tentang tidak bolehnya penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran terhadap pers. Tindakan penyensoran sebagaimana yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap tiga jurnalis di Banda Aceh telah melanggar pasal 18 ayat 1 dari UU yang sama, di mana pelakunya diancam dengan pidana penjara selama dua tahun atau denda Rp 500 juta.

Untuk itu, KKJ mendesak  Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah, agar menindak setiap anggotanya yang  telah menodai konstitusi, termasuk Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2009 yang notabene mengatur implementasi prinsip dan standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Selain itu, jurnalis merupakan profeesi yang dilindungi oleh konstitusi serta ejawantah dari kemerdekaan pers. Sementara itu, kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar utama dari demokrasi berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial, penyedia informasi, serta menjadi ruang diskursus bagi warga negara.

Rino juga meminta kepada para jurnalis agar senantiasa mematuhi Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme

“Alih-alih mempertontonkan kekerasan, seharusnya aparat keamanan mendukung implementasi kemerdekaan pers sebagaimana yang dilindungi oleh konstitusi. Karena, tanpa adanya pers yang merdeka, hak masyarakat untuk tahu akan terabaikan, yang mengakibatkan pemerintahan berjalan sewenang-wenang tanpa kontrol,” Demikian KKJ Aceh.

Kapolresta Banda Aceh : Saya Minta Maaf Janji Evaluasi Personel

Kapolresta Banda Aceh Kombes Andi Kirana berjanji menindaklanjuti dugaan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis saat meliput aksi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh.

Komitmen tersebut disampaikan Andi Kirana saat bertemu sejumlah awak media, Jumat (15/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Andi mendengarkan langsung keterangan tiga jurnalis yang mengaku mengalami intimidasi ketika meliput aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.

Kapolresta mengaku belum dapat memastikan identitas pihak yang diduga melakukan intimidasi. Namun, ia menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang dialami para jurnalis.

“Saya selaku pengendali secara umum meminta maaf atas apa yang dialami wartawan. Situasi saat itu sudah tidak terkendali karena aksi mulai ricuh,” kata Andi Kirana.

Ia menegaskan akan mengevaluasi kinerja personel yang bertugas di lapangan, termasuk menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum polisi dalam intimidasi terhadap wartawan.

Menurutnya, Polresta Banda Aceh juga telah mengeluarkan petunjuk dan arahan kepada seluruh personel agar tidak melakukan intimidasi terhadap jurnalis maupun humas lembaga saat menjalankan tugas peliputan.

“Kami tetap berkomitmen menindaklanjuti dan mengevaluasi kinerja personel saat berhadapan dengan peliput berita di lapangan,” katanya.

Kapolresta juga meminta wartawan menggunakan kartu identitas atau atribut media saat bertugas agar mudah dikenali petugas di tengah situasi massa.

Dari Perjuangan Marsinah, Presiden Prabowo Tekankan Semangat Keadilan Sosial

Presiden Prabowo Subianto melihat langsung kondisi kamar Marsinah pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, (16/5/2026). (Foto :BPMI Setpres).

Jawa Timur – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia didirikan dengan falsafah dasar Pancasila. Semangat kekeluargaan dalam Pancasila, menurut Presiden, menjadi dasar utama negara untuk melindungi rakyat kecil termasuk kaum buruh.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ucap Presiden dalam sambutannya pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Presiden menjelaskan bahwa para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Menurut Presiden, sila keadilan sosial dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah.

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” katanya.

Dalam momen peresmian tersebut, Presiden turut melihat langsung kondisi kamar Marsinah yang dipertahankan sebagaimana adanya sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanannya. “Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” cerita Presiden.

Untuk itu, Presiden pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun semangat “Indonesia Incorporated.” Dari pandangan ini, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham atas kekayaan bangsa, dan negara wajib memastikan kekayaan tersebut dinikmati seluruh rakyat secara adil.

“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tuturnya.

“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.

Indonesia Serukan Pentingnya Peran BRICS sebagai Kekuatan Global South

Menlu RI, Sugiono. (Foto : Kemlu RI)

New Delhi – “Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan”, ujar Menlu RI, Sugiono pada BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi Pada Kamis, 14 Mei 2026.

BRICS tahun ini diselenggarakan di bawah keketuaan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tahun 2026 merupakan tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS, yang juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun sejak dibentuknya BRICS pada tahun 2006.

Dalam pertemuan, Menlu Sugiono berbicara pada dua sesi, yaitu sesi pertama “Closed Session: Global and Regional Issues”, dan sesi kedua “Open Session: BRICS@20: Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”.

Menlu Sugiono tegaskan bahwa sebagai kekuatan Global South, BRICS harus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global, salah satunya dengan memimpin penegakkan hukum internasional secara adil dan tanpa standar ganda.

Indonesia menggarisbawahi bahwa BRICS harus menjadi bagian dari solusi, bukan polarisasi. Indonesia juga terus menyampaikan dukungan penuh terhadap Palestina dan Solusi Dua Negara.

Dalam kesempatan ini, Menlu Sugiono secara khusus mengangkat mengenai gugurnya empat Peacekeepers Indonesia yang bertugas di UNIFIL dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab. Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan.

Lebih lanjut, Menlu Sugiono menekankan pentingnya reformasi tata kelola global untuk menghadapi tantangan masa kini, termasuk reformasi sistem perdagangan dunia agar inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif, dengan WTO sebagai fondasi utama.

Sejalan dengan tema Keketuaan India, Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) dan menegaskan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung.

Ke depan, Indonesia dapat memanfaatkan forum BRICS untuk terus memperkuat kolaborasi di sejumlah sektor strategis termasuk ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan serta reformasi tata kelola global.

Keanggotaan Indonesia pada BRICS diharapkan dapat memberikan manfaat serta kerja sama konkret bagi Indonesia, mengingat BRICS mewakili 28-30% dari total GDP serta merepresentasikan 45% populasi dunia.

BRICS FMM merupakan forum utama BRICS di tingkat Menteri Luar Negeri serta merupakan bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18, yang dijadwalkan dilaksanakan pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts