Beranda blog Halaman 20

Arus Petikemas Tumbuh 12,38 Persen, Terminal Teluk Lamong Bukukan Kinerja Positif hingga Agustus 2026

Foto: Dok. TTL

Surabaya (The Indonesian News) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) membukukan kinerja positif hingga Agustus 2026. Arus petikemas yang ditangani perseroan mencapai 2.027.914 TEUs, meningkat 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.804.442 TEUs.

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan , Capaian tersebut turut memberikan kontribusi sebesar 30,59 persen terhadap pertumbuhan arus petikemas PT Pelindo Terminal Petikemas secara nasional. Pada periode yang sama, arus petikemas secara nasional tumbuh sebesar 5,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Pertumbuhan kinerja TTL terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada segmen petikemas internasional. Hingga Agustus 2026, arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, atau melonjak 78,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 218.076 TEUs,” Kata Syaiful Anam dalam keterangan tertulis, Kamis 17 September 2026.

Sementara itu, arus petikemas domestik tercatat sebesar 1.638.232 TEUs, tumbuh 3,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.586.366 TEUs.

“Pertumbuhan pada segmen internasional tersebut antara lain didorong oleh tambahan 23 kunjungan kapal (call) ad hoc internasional di Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong,” Tuturnya.

Di sisi domestik, Syaiful Anam menambahkan, peningkatan kinerja juga terlihat di sejumlah terminal yang dikelola TTL. TPK Nilam mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 17 persen menjadi 368.127 TEUs, dari sebelumnya 315.422 TEUs pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah kunjungan kapal di TPK Nilam juga meningkat sebanyak 16 call menjadi 550 call.

Adapun arus petikemas domestik di TPK Berlian tumbuh 4,1 persen menjadi 916.026 TEUs, dibandingkan 880.153 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume bongkar muat tersebut juga diiringi dengan terjaganya efektivitas dan keandalan operasional. Hal itu tercermin dari indikator Effective Time/Berthing Time (ET/BT) yang berhasil melampaui target di seluruh terminal.

TPK Teluk Lamong Internasional mencatat ET/BT sebesar 87,93 persen, melampaui target 81 persen. TPK Teluk Lamong Domestik mencapai 77,14 persen dari target 73 persen, TPK Nilam sebesar 81,59 persen dari target 78 persen, sedangkan TPK Berlian mencapai 84,45 persen dari target 80 persen.

Syaiful Anam, menyampaikan, pertumbuhan arus petikemas hingga Agustus 2026 menunjukkan kepercayaan pengguna jasa yang terus meningkat. Menurutnya, capaian tersebut juga mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga produktivitas sekaligus kualitas pelayanan.

“Pertumbuhan volume harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kualitas layanan. Karena itu, TTL terus memastikan operasional di seluruh terminal berlangsung secara efektif, cepat, aman, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi para pengguna jasa,” ujar Syaiful dalam keterangan tertulis, Kamis 17 September 2026.

Ia menambahkan, capaian hingga Agustus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran TTL untuk mempertahankan kinerja positif hingga penghujung tahun.

“Capaian hingga Agustus menjadi motivasi bagi seluruh tim TTL untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga konsistensi kualitas layanan, serta mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026,” tambahnya.

Kinerja TTL tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran arus logistik sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas perdagangan nasional.

Dalam menjaga kelancaran rantai pasok, TTL juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong percepatan dan efisiensi pelayanan bongkar muat melalui berbagai inovasi operasional.

Salah satunya diwujudkan melalui Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian yang dimulai pada 4 Agustus 2026. Program hasil kolaborasi TTL dengan KSOP Utama Tanjung Perak tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pergantian kapal sekaligus mengurangi waktu tunggu antarkapal.

“Kedepan, TTL akan terus mengembangkan inovasi operasional serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan keandalan layanan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta mendukung penguatan ekosistem logistik nasional,” Demikian Syaiful.

KSO TPK Koja Perluas Program TEUs Bersinar, Kini Jangkau 100 Pelajar SLTP dan SLTA

Foto: Dok. KSO TPK Koja

Jakarta (The Indoneisan News) – KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) kembali melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TEUs Bersinar (Bimbingan Edukasi Siswa Pintar) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat di wilayah Kecamatan Koja dan lingkungan sekitar perusahaan.(16/09/2026)

Memasuki tahun kedua pelaksanaan untuk jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), program TEUs Bersinar pada tahun 2026 diperluas hingga jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Perluasan tersebut membuat program ini kini menjangkau sebanyak 100 siswa dari berbagai sekolah di sekitar wilayah operasional TPK Koja.

Untuk jenjang SLTP, sebanyak 75 siswa dari enam sekolah mendapatkan fasilitas bimbingan belajar. Para penerima manfaat berasal dari SMPN 84, SMPN 151, SMPN 173, SMPN 277, SMPN 279, dan SMPS Ar-Raudhah.

Sementara itu, perluasan program ke jenjang SLTA memberikan manfaat kepada 25 siswa dari lima sekolah, yakni SMAN 52, SMAN 73, SMAN 75, SMAN 92, dan SMAN 110.

Perluasan cakupan hingga jenjang SLTA menjadi bagian dari pengembangan program TEUs Bersinar untuk memberikan akses dukungan pembelajaran kepada lebih banyak pelajar. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat membantu siswa menghadapi tantangan pembelajaran pada jenjang pendidikan yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan fasilitas bimbingan belajar, TPK Koja juga menyerahkan perlengkapan bimbingan belajar kepada seluruh peserta sebagai sarana pendukung kegiatan belajar.

Komitmen terhadap peningkatan prestasi pendidikan juga diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada 47 siswa SLTP yang menunjukkan prestasi di sekolah pada semester sebelumnya. Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para siswa dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi akademiknya.

Corporate Secretary TPK Koja mengatakan, keberlanjutan sekaligus perluasan program TEUs Bersinar merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“TEUs Bersinar tidak hanya kami pandang sebagai program bimbingan belajar, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen TPK Koja untuk turut membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Tahun ini, kami melanjutkan program untuk siswa SLTP sekaligus memperluasnya ke jenjang SLTA,” ujar Corporate Secretary TPK Koja dalam keterangan tertulis, Kamis 17 September 2026.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu para siswa mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya,” lanjutnya.

Program TEUs Bersinar juga menjadi bagian dari kontribusi TPK Koja terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui program ini, perusahaan memberikan dukungan berupa akses bimbingan belajar, perlengkapan pendidikan, serta beasiswa bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional.

Pelaksanaan TEUs Bersinar menunjukkan bahwa program TJSL di bidang pendidikan tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas, peningkatan prestasi, dan pengembangan potensi penerima manfaat.

Ke depan, TPK Koja berharap program TEUs Bersinar dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung lahirnya generasi muda yang berprestasi, kompeten, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

KSOP Ternate Peringati Harhubnas 2026, Tegaskan Keselamatan sebagai Prioritas Utama

Foto: Dok. KSOP Kelas II Ternate

Ternate (The Indonesian News) –  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Maluku Utara, memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 melalui upacara yang digelar di halaman Kantor KSOP Kelas II Ternate, kawasan Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Kamis (17/9/2026).

Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal yang juga bertindak sebagai Pelaksana Harian KSOP Kelas II Ternate, Eko Madyo Swastika, bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan staf KSOP Kelas II Ternate serta sejumlah pemangku kepentingan sektor perhubungan, di antaranya PT Pelindo Regional 4 Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Polsek Ahmad Yani, PT Pelni, dan sejumlah mitra kerja lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eko membacakan amanat Menteri Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka memperingati Harhubnas 2026. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan transportasi.

Dalam amanat tersebut, Menteri Perhubungan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat sejumlah peristiwa di sektor transportasi.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Eko saat membacakan amanat Menteri Perhubungan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan persyaratan administratif. Keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama dan diterapkan secara nyata dalam setiap aktivitas transportasi.

“Peristiwa ini mengingatkan kita pada satu hal yang sangat mendasar dalam transportasi. Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi, tetapi keselamatan adalah tanggung jawab moral dan standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tegas Eko.

Menurut amanat Menteri Perhubungan, penguatan budaya keselamatan semakin penting di tengah kondisi dan lingkungan kerja insan perhubungan yang semakin kompleks. Berbagai potensi keadaan darurat, seperti kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran, membutuhkan kesiapsiagaan serta respons yang cepat dan tepat.

Dalam kondisi tersebut, keselamatan dan konektivitas transportasi harus tetap berjalan beriringan. Petugas perhubungan dituntut untuk berani menghentikan operasional apabila kondisi tidak aman, namun pada saat yang sama harus segera menyiapkan alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tetap dapat berlangsung.

Harhubnas 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Tema tersebut menegaskan posisi strategis transportasi dalam membuka akses, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Transportasi, sebagaimana disampaikan dalam amanat Menteri Perhubungan, tidak hanya berkaitan dengan kendaraan dan pembangunan infrastruktur. Keberadaan transportasi yang terhubung dan andal dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

“Transportasi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur, karena sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan satu pulau,” demikian salah satu pesan dalam amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Eko.

Penguatan konektivitas antara pusat dan daerah juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor transportasi. Konektivitas yang semakin baik diharapkan mampu menekan biaya angkut dan logistik, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan kepulauan seperti Maluku Utara.

Selain konektivitas, momentum Harhubnas 2026 juga diarahkan untuk memperkuat budaya keselamatan transportasi. September ditetapkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen seluruh insan perhubungan terhadap aspek keselamatan.

“Pada Hari Perhubungan Nasional ini, saya mengajak kepada seluruh insan perhubungan untuk menjadikan bulan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. Bulan ini kita canangkan sebagai awal untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun,” tegas Eko saat membacakan amanat tersebut.

Peringatan Harhubnas 2026 di lingkungan KSOP Kelas II Ternate menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keselamatan pelayaran, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan konektivitas transportasi tetap berjalan.

Melalui semangat “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju,” insan perhubungan diharapkan terus membangun transportasi yang aman, terhubung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Sambut SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Pelindo Regional 2 Perkenalkan Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa

Foto: Dok. Pelindo Regional 2

Jakarta (The Indonesian News) — Pelindo Regional 2 menyambut kunjungan Servicio Nacional de Aprendizaje (SENA) Kolombia dan delegasi Arab Colombian Chamber of Commerce di Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan ini digelar untuk mengenalkan sejarah panjang industri kepelabuhanan Indonesia, dengan fokus pada Pelabuhan Sunda Kelapa yang berstatus sebagai pelabuhan heritage di bawah pengelolaan Pelindo Regional 2.

Rombongan yang berjumlah 38 peserta SENA ini didampingi dua delegasi Arab Colombian Chamber of Commerce, Cecilia Porras Eraso dan Juliana Cabrejo Porras.

Selama kunjungan, para peserta mendapat pemaparan tentang jejak sejarah Sunda Kelapa, dinamika aktivitas kepelabuhanan dari masa ke masa, hingga peran pelabuhan tersebut dalam catatan panjang kemaritiman nasional.

Regional Division Head Pelindo Regional 2 Mundzyr Salim mengatakan kunjungan lintas negara ini menjadi ajang saling berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan sisi historis pelabuhan Indonesia kepada mitra internasional.

“Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki perjalanan sejarah panjang dan berperan penting dalam perkembangan perdagangan serta kemaritiman Indonesia. Kami berharap para peserta bisa melihat bagaimana pelabuhan ini terus bertransformasi mengikuti zaman, tanpa kehilangan nilai sejarah dan warisan maritimnya,” kata Mundzyr dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2026.

Ia menambahkan, Museum Maritim Indonesia berperan sebagai ruang edukasi untuk menelusuri jejak dunia maritim Tanah Air, mulai dari sejarah pelayaran dan perdagangan hingga transformasi industri kepelabuhanan modern.

Usai sesi pemaparan, rombongan berkeliling area pamer museum untuk melihat langsung koleksi dan materi edukatif yang menggambarkan perjalanan kemaritiman Indonesia serta kontribusi pelabuhan dalam menopang konektivitas dan perdagangan nasional.

Juliana Cabrejo Porras dari Arab Colombian Chamber of Commerce mengapresiasi kesempatan mempelajari sejarah kepelabuhanan Indonesia secara langsung.

“Kunjungan ini memberi kami pemahaman lebih dalam soal sejarah maritim Indonesia dan peran Sunda Kelapa di dalamnya. Kami juga senang bisa melihat langsung Museum Maritim Indonesia dan mendapat gambaran nyata industri kepelabuhanan di sini,” ujarnya.

Kunjungan turut dihadiri General Manager Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Ahmad Fahmi, Senior Manager Hukum & Humas Dany Syuhada, dan Senior Manager Umum dan Rumah Tangga Budi Utama.

“Lewat kunjungan ini, Pelindo Regional 2 menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan mitra serta institusi internasional, sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan maritim Indonesia,” Demikian Mundzyr Salim.

Police Back Agriculture Minister Amran’s Crackdown on Problematic Fortified Rice: ‘There Are Indications of Fraud’

Credit: Ministry of Agriculture

Jakarta (The Indonesian News) – The Indonesian National Police (Polri) is backing Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman’s move to take firm action over findings that fortified rice products failed to meet food safety and quality standards. The support was voiced by Polri Inspector General of Supervision (Irwasum) Comr. Gen. Wahyu Widada in addressing the findings, which are seen as potentially harming the public.

“Polri is committed to delivering a fast, firm and measured response to any finding concerning rice that fails to meet food safety or quality standards,” Wahyu said at a briefing on the fortified rice investigation in Jakarta on Tuesday (15/9).

Wahyu said the alleged mismatch between the contents of fortified rice and the information on its packaging points to suspected criminal fraud. The suspicion emerged after the Ministry of Agriculture and the National Police Food Task Force conducted research and an in-depth review of products marketed as fortified rice.

“Based on the research and the matters examined in depth by the Agriculture Minister and the task force, there are indications of suspected criminal fraud,” Wahyu said.

He said the suspected offense could fall under Articles 492, 493 and 495 of the Criminal Code, as well as provisions of the Consumer Protection Law.

“The essence of those articles is selling something that does not match its contents,” he said.

According to Wahyu, the alleged violations could harm consumers in two ways at once: product quality and economic loss.

“This is certainly detrimental to consumers, both in terms of quality and potentially economically,” he said.

The economic harm is all the more serious because products claimed to be fortified rice were found being sold at prices far above what they should have been.

Wahyu stressed that the alleged violations are not being viewed as the acts of individuals alone. Police will also examine the possibility that parties acted in an organized manner or through a corporation.

“There is also a strong suspicion that this was not done by individuals alone, but possibly in an organized way and by a corporation,” he said.

He said the new Criminal Code provides for corporate criminal liability. The provisions cover penalties against corporations as well as additional penalties when an offense is committed by a business entity.

“There are indeed separate rules, as set out in Articles 120 and 121 of the Criminal Code,” Wahyu said.

Under those provisions, corporations may face fines and additional penalties in accordance with applicable rules. Additional penalties against corporations may include a range of measures, among them the revocation of certain permits as ordered by a court and under legal provisions.

Wahyu stressed, however, that the articles applied and the form of criminal liability will be determined by the outcome of the investigation and the evidence gathered. He deferred the process to law enforcement authorities, particularly the National Police Food Task Force, which involves units from National Police headquarters.

Wahyu assured that the law enforcement process will be carried out professionally, transparently and accountably, while prioritizing the protection of the public.

“The public must not be harmed. We will protect the public. And this is precisely the presence of Polri alongside the community,” he said.

The case began with the government’s discovery of 25 brands of fortified rice suspected of failing to meet the content and quality standards set out in SNI 9314:2024 for fortified rice kernels and SNI 9372:2025 for fortified rice. The products are alleged to have claimed on their labels that they contained certain vitamins or nutrients, while laboratory testing found a mismatch between the packaging information and the actual contents.

According to Minister Amran, the issue is a serious concern because fortified rice has the specific purpose of helping meet the nutritional needs of vulnerable groups.

The government estimates potential consumer losses from the alleged practices at around Rp89 trillion. The figure remains an estimate and is part of the ongoing inquiry by law enforcement authorities.

Amran has also ordered that the problematic products be withdrawn from circulation, their permits revoked, and those found to have committed violations prosecuted under the law.

“First, we ordered a recall; second, we revoked the permits; third, we are pursuing legal action,” Amran said.

Source: Ministry of Agriculture

Operasi darat diprioritaskan, BNPB: 12.285 Personel dan 7 Helikopter dikerahkan penanganan Karhutla di Sumsel

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla di Posko Utama Satgas Karhutla di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Palembang (The Indonesian News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan. Operasi dilakukan melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan water bombing, patroli udara, serta pemantauan kondisi awan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sesaat setelah tiba dari Kalimantan Timur, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto langsung bertolak ke Sumatera Selatan untuk memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla di Posko Utama Satgas Karhutla di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Pada Selasa (15/9). Rapat tersebut menjadi forum evaluasi bersama untuk melihat perkembangan penanganan karhutla sekaligus menentukan langkah lanjutan berdasarkan kondisi terkini di lapangan.

“Tadi kami baru mendarat dari kaltim langsung bertolak ke sumsel, ini merupakan bentuk nyata bahwa pemerintah hadir langsung untuk melakukan evaluasi demi percepatan penanganan karhutla disini,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2026.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla di Posko Utama Satgas Karhutla di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Suharyanto menjelaskan, Berdasarkan data rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatera Selatan per Selasa (15/9), terpantau 1.737 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Selatan. Hasil pemantauan mengidentifikasi 20 titik api (fire spot) dengan estimasi luasan sekitar 404,22 hektare. Upaya pemadaman telah menangani sekitar 319,97 hektare, terdiri dari pemadaman melalui Satgas Darat sekitar 289,97 hektare dan dukungan operasi udara melalui water bombing sekitar 30 hektare. Sementara itu, sekitar 84,25 hektare masih dalam penanganan.

“Kondisi tersebut menjadi perhatian, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi gambut dan lahan rawan terbakar. Kewaspadaan juga ditingkatkan seiring kondisi cuaca panas dan potensi meluasnya titik api,” Tuturnuya.

Selanjutnya, Suharyanto menambahkan, Penanganan di lapangan melibatkan 12.285 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KTPA, MPA, serta tim pemadam dari beberapa perusahaan. Kekuatan tersebut didukung operasi udara berupa patroli dan tujuh unit helikopter water bombing.

“Operasi darat diprioritaskan pada fire spot aktif serta lokasi yang berpotensi mengalami perluasan. Mobilisasi personel dan peralatan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing wilayah, dengan memastikan dukungan logistik, air, bahan bakar minyak (BBM), dan sarana pemadaman tersedia di lapangan,” Ujarnya.

Wilayah yang menjadi prioritas di Provinsi Sulawesi Selatan antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, serta Kota Palembang. Penetapan prioritas dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hotspot, fire spot, tingkat kejadian, serta potensi penyebaran kebakaran.

“Dukungan operasi udara terus dilakukan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat. Water bombing diprioritaskan pada wilayah dengan api besar, kawasan gambut dalam, serta lokasi yang memiliki potensi penyebaran cepat. Dari sekitar 88 hektare area yang menjadi sasaran operasi udara, sekitar 30 hektare telah berhasil dipadamkan,” Terangnya.

Di sisi lain, kondisi cuaca masih menjadi tantangan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan karena belum terdapat pertumbuhan awan hujan yang memadai. Kondisi tersebut turut menyebabkan penurunan jarak pandang di sekitar fire spot akibat kabut asap.

Untuk meningkatkan kecepatan respons, BNPB mendorong penguatan satgas darat melalui penambahan personel berbasis masyarakat. Salah satu usulan yang disiapkan adalah pembentukan 50 tim Satgas Darat Masyarakat Peduli Api (MPA), masing-masing beranggotakan 15 orang, sehingga terdapat tambahan 750 personel.

Setiap tim akan mendapatkan dukungan peralatan pemadaman, antara lain pompa air, selang, nozzle, sepatu pelindung, dan pompa punggung. Penguatan tersebut diarahkan agar masyarakat di sekitar wilayah rawan dapat melakukan deteksi dan penanganan awal secara cepat sebelum api berkembang lebih luas.

“Ini perlengkapan minimal bagi satgas darat, yaitu nozzle pemadam, sepatu boot, jet shooter backpack, selang hantar dan pompa air. Satu regu 15 orang, dibentuk regu2 itu, nanti akan kita dukung perlengkapan ini,” tegas Suharyanto.

Selain penanganan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan patroli terpadu dan sosialisasi larangan pembakaran lahan. Pengawasan terhadap perusahaan dan pemilik atau pengelola lahan terus ditingkatkan. Setiap kejadian yang memenuhi unsur pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat juga didorong berperan aktif dalam melaporkan kemunculan api sedini mungkin. Setiap hotspot yang terindikasi sebagai kebakaran aktif perlu segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh unsur terkait.

BNPB bersama pemerintah daerah juga memperhatikan dampak karhutla terhadap masyarakat, khususnya akibat asap dan penurunan kualitas udara. Informasi terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan kualitas udara perlu disampaikan secara cepat dan mudah dipahami masyarakat, disertai langkah mitigasi apabila kondisi udara memburuk serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan instansi terkait.

BNPB mencatat perlunya penguatan sistem pendataan hasil penanganan di lapangan. Meskipun berbagai upaya pemadaman telah dilakukan, capaian penanganan di sejumlah lokasi belum seluruhnya tercatat dan terhimpun secara optimal. Penguatan pendataan diperlukan agar perkembangan penanganan dapat dipantau secara akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan berikutnya.

Penegakan Hukum Diperkuat

Selain aspek operasional, penanganan karhutla juga mencakup penguatan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran atau menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Di Sumsel sudah menerima 47 laporan terkait karhutla, saat ini sudah ditetapkan 39 tersangka. Adapun 16 perusahaan sedang dilakukan penyelidikan terkait karhutla, hingga kini proses hukum masih terus berjalan,” ujar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, mengarahkan agar tidak ada keterlambatan dalam merespons setiap titik api. Deteksi dini dan pemadaman perlu dipercepat, operasi udara dioptimalkan, serta seluruh unsur terkait bergerak secara terpadu hingga api benar-benar padam.

Melalui rapat evaluasi ini, pemerintah akan memastikan seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimobilisasi secara efektif, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi karhutla selama periode kemarau.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap kemunculan asap maupun titik api diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Beragam Cerita Warga di LRT Jakarta Bersama Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto (Kedua Kanan) bersama sejumlah masyarakat menjajal layanan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: BPMI Setpres

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah masyarakat menjajal layanan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, Perjalanan tersebut diikuti oleh sejumlah pengguna dari kelompok penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia) dan pelajar, Rabu (16/9).

Salah satu pengguna yang turut dalam perjalanan tersebut adalah Ajat Sudrajat, penyandang disabilitas yang tergabung dalam organisasi Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN). Ajat menyampaikan bahwa layanan LRT Jakarta telah memberikan kemudahan, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan petugas.

“Alhamdulillah kalau di DKI Jakarta ini sangat luar biasa untuk aksesibilitasnya juga sudah bagus, baik aksesibilitas fisik maupun nonfisik. Yang disebut nonfisik adalah pelayanan dari para petugas ini juga sudah memadai alhamdulillah walaupun memang sedikit terkadang ada kekurangan, tapi insyaallah mudah-mudahan lebih baik dari kota-kota lain,” ujar Ajat, Rabu 16 September 2026.

Dalam perjalanan tersebut, Ajat juga berkesempatan berbincang dengan Presiden Prabowo. Ajat pun berharap transportasi publik ke depan makin mudah diakses dan mendukung kota yang inklusif.

“Ya diajak ngobrol (Presiden), gimana udah terima kartu layanan gratis belum, alhamdulillah saya udah. Terus ya ditanya mengenai aksesibilitas tadi saya sudah jelaskan,” katanya.

“Yang pasti harapan kita transportasi yang accessible, yang ini sudah mulai sempurna, yang kedua selalu kota ini menjadi kota yang inklusif,” lanjut Ajat.

Sementara itu, Ibu Hesti dan Ibu Widi, warga lansia dari Kebayoran Baru, mengaku senang dapat mengikuti perjalanan bersama Presiden Prabowo. Keduanya juga mendapat kesempatan duduk di depan Presiden dan berbincang langsung selama perjalanan.

“Aduh, rasa mimpi. Dari rumah mimpi apa sampai sini kok bisa ketemu. Selama ini kan cuma di TV, ya, cuma di TV berita-berita, sekarang langsung lihat (Presiden),” ujar Ibu Hesti.

Hesti berharap pengembangan transportasi publik turut memperhatikan kebutuhan lansia, termasuk kemudahan akses di stasiun. “Mudah-mudahan transportasinya makin bagus, makin nyaman, seperti lansia mungkin harus ada lift. Alhamdulillah ada lift ya,” katanya.

Pengalaman serupa dirasakan Fadhil dan Nasya dari SMPN 270 Jakarta yang untuk pertama kalinya menaiki LRT Jakarta. “Senang banget pastinya, nyaman, seru gitu, adem, bersih,” ujar Fadhil, sementara Nasya mengatakan, “Kita nyaman naik LRT. Ini baru pertama kali dan kita senang banget karena kita naik LRT nya sama Bapak Presiden.”

Selama perjalanan, Fadhil dan Nasya juga diajak berbincang oleh Presiden Prabowo. Fadil pun menyampaikan apresiasinya atas keberadaan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai tersebut.

“Keren sih Pak Prabowo keren, Pak Gubernur juga keren bisa membangun LRT ini,” tuturnya.

Fadhil berharap layanan tersebut dapat berjalan dengan baik, sementara Nasya berharap LRT Jakarta terus berkembang. “Semoga bisa berjalan dengan baik proyek ini,” ujar Fadhil. Adapun Nasya mengatakan, “Semoga bisa jadi lebih bagus lagi, lebih maju.”

Asrama Mahasiswa kebocoran, Pemda Singkil Malah Bangun Asrama Pegawai Kejari

Kondisi asrama mahasiswa Aceh Singkil. (ist)

Banda Aceh (The Indonesian News) – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas PUPR menganggarkan Rp1,6 miliar untuk pembangunan asrama pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil pada tahun anggaran 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), paket pembangunan asrama tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1,5 miliar dan perencanaan tekhnis Rp51 juta dan pengawasan Rp34 juta.

Paket tersebut juga tercatat menggunakan sumber dana APBD tahun anggaran 2026. Data SiRUP menunjukkan paket pembangunan asrama pegawai Kejari Aceh Singkil telah diumumkan pada 14 Juli 2026. Lalu jadwal pelaksanaan kontrak direncanakan mulai Agustus hingga September 2026.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi bangunan asrama mahasiswa Aceh Singkil di Blower Banda Aceh yang kondisinya memprihatinkan dan tidak ada anggaran untuk perbaikan tahun ini.

Bangunan yang dihuni sekitar 20 mahasiswa asal Aceh Singkil itu mengalami sejumlah kerusakan, mulai dari atap bocor hingga ada fasilitas kamar mandi yang tidak berfungsi.

Ketua Asrama Mahasiswa Aceh Singkil di Blower, Dimen Ashaf, mengatakan bangunan tersebut memiliki 15 kamar. Namun, sebagian kamar belum bisa digunakan karena pembangunannya belum selesai.

Proyek pembangunan yang ditinggalkan itu hingga kini belum dilanjutkan, sehingga sejumlah ruangan masih terbengkalai. Selain pembangunan yang belum tuntas, kebocoran atap juga menjadi persoalan yang dihadapi penghuni. Tembok bangunan juga banyak yang sudah retak.

Sejumlah kamar mengalami kebocoran saat hujan turun. Mahasiswa terpaksa menampung air yang masuk ke dalam kamar agar tidak menggenangi ruangan.

“Di asrama sini ada sekitar 20 orang. Ada yang satu kamar tinggal 2 sampai 3 orang. Jadi kalau hujan ada kamar yang bocor dan kondisinya memang seperti ini,” kata Dimen kepada wartawan, Rabu, 16 September 2026.

Dimen mengaku telah tinggal di asrama tersebut sejak 2022 dengan kondisi bangunan yang belum kunjung diperbaiki hingga kini.

Untuk itu Dimen juga menyesalkan kebijakan Pemkab Aceh Singkil yang lebih memilih menganggarkan untuk bangun asrama bagi Pegawai Kejari ketimbang asrama mahasiswa di Banda Aceh.

Padahal, kata dia Bupati Aceh Singkil Safriadi alias Oyon belum lama ini sudah datang ke asrama untuk memantau bangunan dan berjanji akan membenahi. Namun belum pasti kapan akan diperbaiki.

“Pak bupati memang sudah datang, tapi kami harap tidak untuk pencitraan saja. Kasihan mahasiswa di sini yang mayoritas tidak mampu menyewa kamar kost, tapi tinggal dalam kondisi bangunan seperti ini,” ucap Dimen.

Serangan Houthi Meningkat, Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Waspada

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta (The Indonesian News) – Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah meminta WNI yang berada di wilayah Arab Saudi waspada. Kewaspadaan tersebut harus dilakukan mengingat beberapa kali Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya ancaman serangan kelompok Houthi.

“Perwakilan RI di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi pemerintah Arab Saudi,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2026.

Pemerintah Arab Saudi meminta agar masyarakat tetap berada di dalam bangunan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti informasi arahan yang disampaikan melalui kanal resmi.

“Selanjutnya Saudi Civil Defense menyampaikan bahwa situasi telah berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan arahan resmi dari otoritas setempat,” Katanya.

Hingga saat ini, Heni mengatakan belum terdapat laporan WNI yang terdampak di tengah situasi yang memanas di Arab Saudi.

“Dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi Hotline KBRI Riyadh: +966 569173990 dan Hotline KJRI Jeddah: +966 50 360 9667,” Demikian Heni.

Tim SAR Intensifkan Pencarian Wisatawan Malaysia Hilang Saat Diving di Sabang

Tim SAR melakukan penyelaman mencari korban diving terbawa arus di Sabang . Foto: The Indonesian News/HO-BASARNAS

Sabang (The Indonesian News) – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap Ho Wee Han (49), wisatawan asal Malaysia yang hilang saat melakukan diving  atau penyelaman di perairan Shark Plateau, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain mengatakan, Pada Rabu, (16/9) pencarian diperluas hingga radius 10 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian atau LKP.

“Ho Wee Han hilang saat melakukan aktivitas diving bersama tiga penyelam lainnya di perairan Shark Plateau pada Jumat lalu, sekitar pukul 15.05 WIB,” Kata Al Hussain dalam keterangan tertulis, Rabu 16 September 2026.

Selanjutnya. Dalam laporan perkembangan operasi SAR menyebutkan pencarian hari ini dilakukan menggunakan dua unit rigid inflatable boat (RIB). Tim pertama menggunakan RIB Pos SAR Sabang untuk melakukan penyisiran ke arah Batu Rondo. Sementara tim kedua menggunakan RIB Iboih Dive Center (IDC) untuk menyisir sisi-sisi tebing dari Pulau Selako hingga Kilometer Nol.

Al Hussain menjelaskan, Ho Wee Han dan rekan-rekannya ketika kejadian sedang melakukan diving pada kedalaman sekitar 20 meter. Namun, arus bawah laut yang semakin kuat membuat para penyelam terseret hingga kedalaman sekitar 30 meter. Dalam kondisi tersebut, Ho Wee Han kemudian tidak lagi terlihat oleh pendamping diving.

“Upaya pencarian awal dari permukaan laut dilakukan sekitar 30 menit, tetapi korban belum ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR,” ucapnya.

Ia menyebutkan pada hari pertama pencarian, Tim Rescue Pos SAR Sabang bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 17.45 WIB. Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan serta masyarakat dan nelayan setempat, pencarian langsung dilakukan hingga sekitar pukul 22.45 WIB.

Pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan membagi tim untuk melakukan penyisiran permukaan dan bawah permukaan. Area pencarian diperluas hingga radius 4 NM dari LKP.

“Tim penyelam gabungan juga melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian hingga kedalaman 45 meter, termasuk menyisir area tebing Batee Tokong,” Tuturnya.

Pada hari ketiga, penyelaman dilakukan pada kedalaman sekitar 50–60 meter di area tebing Batee Tokong dan Shark Plateau. Penyisiran permukaan diperluas hingga radius 5 NM arah timur laut dari LKP.

Namun, seluruh upaya pencarian hingga hari ketiga belum menemukan korban. Tim menghadapi kendala arus bawah permukaan yang kuat serta jarak pandang terbatas sekitar 0,5–1 meter.

Pada hari keempat, penyisiran permukaan diperluas hingga radius 6 NM. Tim penyelam juga melakukan pencarian di sejumlah titik yang dicurigai, di antaranya kawasan Batee Tokong, Selako Trip, dan Batee Glah, dengan kedalaman mencapai 50–60 meter.

“Berdasarkan hasil evaluasi dan musyawarah tim SAR gabungan, pencarian melalui penyelaman kemudian dihentikan sementara, sementara penyisiran permukaan tetap dilanjutkan dengan memperluas area pencarian,” ucapnya.

Memasuki hari kelima, Selasa, 15 September 2026, area pencarian kembali diperluas hingga radius 7 NM dari LKP. Pencarian dibagi menjadi empat tim yang masing-masing melakukan penyisiran menggunakan RIB Pos SAR Sabang, RIB Iboih Dive Center, RIB Pulau Weh Resort, dan RIB Safari Dive Center.

“Tim juga melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai di sekitar LKP, termasuk ke arah barat daya. Namun, pencarian hingga sore hari kembali belum membuahkan hasil,” Demikian Al Hussain.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts