Beranda blog Halaman 23

Panglima TNI Bersama Menko Polkam Lepas Satgas Terpadu Port Visit 2026

Panglima TNI Bersama Menko Polkam Lepas Satgas Terpadu Port Visit 2026 di Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

Jakarta (The Indonesian News) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam pelepasan Satgas Terpadu Port Visit 2026 yang akan menjalankan misi ke kawasan Pasifik Selatan menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 di Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/9/2026).

Pelepasan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan dan kerja sama pertahanan serta mempertegas kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.

Panglima TNI Bersama Menko Polkam Lepas Satgas Terpadu Port Visit 2026 di Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/9/2026). The Indonesian News/HO-Puspen TNI

“Satgas Terpadu Port Visit 2026 dipimpin Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto dan akan mengunjungi Vanuatu, Fiji, Solomon Islands, serta Papua Nugini. Selain membangun Confidence Building Measure (CBM), misi tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, kemaritiman, kesehatan, sosial, budaya, pendidikan, dan ekonomi melalui berbagai kegiatan bersama negara mitra. Satgas akan melaksanakan pelayaran sekitar 60 hari dengan melibatkan 318 personel dari TNI, Polri, kementerian/lembaga, akademisi, relawan dan unsur media,” Kata Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) dalam keterangan tertulis, Senin 14 September 2026.

Pelaksanaan Port Visit 2026 merupakan bagian dari diplomasi pertahanan Indonesia yang mengedepankan kerja sama, persahabatan, dan kontribusi nyata bagi negara mitra.

“Kehadiran Panglima TNI dalam pelepasan tersebut menegaskan komitmen TNI untuk terus membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan strategis, serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Pasifik Selatan,” Demikian Puspen TNI.

Tim dari Indonesia terpilih untuk program penelitian mikrogravitasi PBB

Tim Indonesia dari UGM sebagai salah satu peserta terpilih dari Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES). (Credit: The Indonesian News/HO-UNOOSA)

Wiena (The Indonesian News) – Tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia, terpilih untuk melakukan eksperimen mikrogravitasi di Jerman pada putaran kesepuluh dari rangkaian program beasiswa Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES).

Program ini dilaksanakan bersama oleh Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (UNOOSA) dan Center of Applied Space Technology and Microgravity (ZARM) di Universitas Bremen, dengan dukungan dari German Aerospace Center (DLR).

Tim UGM ini akan mempelajari bagaimana pasir silika yang mengandung sedikit kelembaban bergerak dan terdistribusi ulang ketika dikenai getaran terkendali dalam kondisi mikrogravitasi. Penelitian ini berpotensi menghasilkan data yang mendukung pengembangan teknologi untuk misi ke bulan dan luar angkasa di masa depan, termasuk sistem penggalian dengan teknik robotik, mekanisme penanganan sampel, dan teknologi pengangkutan material.

DropTES merupakan bagian dari inisiatif Access to Space for All, yang berfokus pada hipergravitasi (kondisi gaya gravitasi yang jauh lebih besar) dan mikrogravitasi (kondisi hampir tanpa adanya gaya gravitasi).

Digagas oleh UNOOSA, program ini bertujuan untuk memperluas akses ke fasilitas penelitian luar angkasa serta membangun kapasitas ilmiah dan teknis. Melalui program ini, para tim yang terpilih akan berkunjung ke Jerman untuk melakukan eksperimen mereka menggunakan Bremen Drop Tower dan GraviTower Bremen Pro milik ZARM, yang menyediakan akses ke kondisi mikrogravitasi berkualitas tinggi di permukaan bumi.

Sejak diluncurkan pada 2014, DropTES telah memfasilitasi sembilan eksperimen yang dilakukan oleh tim dari berbagai lembaga di Bolivia, Kolombia, Kosta Rika, Italia, Yordania, Polandia, Rumania, dan Venezuela. Penerima hibah sebelumnya, Universidad Central de Venezuela, memanfaatkan kesempatan ini untuk meneliti dampak mikrogravitasi terhadap proses pengelasan paduan aluminium. Tim tersebut kemudian berupaya mengembangkan pengalaman tersebut melalui pengajuan proposal ke program-program Access to Space for All lainnya. Mereka menunjukkan bagaimana partisipasi dalam program tersebut dapat membantu mengembangkan keahlian dan melanjutkan penelitian luar angkasa.

Direktur UNOOSA, Aarti Holla-Maini, mengatakan “Ada banyak bakat ilmiah, tapi tidak banyak akses terhadap kesempatan. Program-program seperti DropTES membantu menjembatani kesenjangan tersebut, dengan memberikan kesempatan kepada tim-tim dari negara-negara yang sedang mengembangkan kemampuan antariksa untuk mewujudkan ide-ide mereka menjadi eksperimen nyata. Saya sangat senang bahwa tim terpilih dari Indonesia tahun ini akan mendapatkan kesempatan tersebut, dan saya berterima kasih kepada ZARM dan DLR atas kemitraan berkelanjutan mereka untuk memperluas akses ke penelitian antariksa.” Kata Aarti dalam siran persnya melaui Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (UNOOSA) yang diterima The Indonesian News, Senin 14 September 2026.

Direktur ZARM, Marc Avila, mengatakan: “Selamat kepada tim pemenang tahun ini atas proposal luar biasa mereka. Kami sangat senang menyambut mereka di ZARM. Proyek mereka menangani tantangan penting bagi eksplorasi antariksa di masa depan dengan meneliti bagaimana material granular yang lembab serupa dengan tanah di Bulan dan Mars berperilaku di bawah kondisi mikrogravitasi. Melalui DropTES, para mahasiswa memiliki kesempatan unik untuk merancang, membangun, dan menguji eksperimen mereka sendiri di Bremen Drop Tower sebuah lingkungan yang biasanya hanya diperuntukkan bagi para peneliti dan insinyur profesional. Program-program seperti DropTES menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional dapat memberdayakan generasi penerus ilmuwan dan insinyur antariksa dengan memberikan akses langsung ke infrastruktur penelitian kelas dunia.” Ujar Marc Avila.

Sementara itu, Project Manager Drop Tower DLR, Tobias Saltzman menambahkan: “DLR bangga dapat berkontribusi dengan menyediakan fasilitas drop tower nasionalnya untuk program DropTES UNOOSA yang luar biasa, sehingga mewujudkan eksperimen mikrogravitasi bagi para mahasiswa. Kami yakin bahwa dukungan terhadap para ilmuwan muda dalam mewujudkan ide-ide ilmiah mereka merupakan landasan utama untuk mengatasi tantangan dunia di masa depan.” Terangnya.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Hempri Suyatna, menyatakan: “Keikutsertaan dalam DropTES merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk merasakan pengalaman penelitian dalam konteks mikrogravitasi dan eksplorasi antariksa. Kami berharap pengalaman ini akan menginspirasi mereka untuk menekuni penelitian inovatif dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa di Indonesia.” Tuturnya.

Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh UNOOSA bekerja sama dengan ZARM dan DLR untuk eksperimen Drop Tower. Sejak 2014, program ini memberikan kesempatan kepada tim peneliti mahasiswa untuk melakukan eksperimen mikrogravitasi di Bremen Drop Tower—sebuah laboratorium berbasis darat yang dilengkapi tabung jatuh setinggi 146 meter.

UNOOSA adalah Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (United Nations Office for Outer Space Affairs), badan PBB yang bertanggung jawab untuk mempromosikan kerja sama internasional dalam pemanfaatan luar angkasa secara damai.

ZARM adalah Pusat Teknologi Luar Angkasa Terapan dan Mikrogravitasi (Center of Applied Space Technology and Microgravity), sebuah lembaga penelitian di Universitas Bremen yang mengoperasikan Menara Jatuh Bremen.

DLR adalah Pusat Dirgantara Jerman (German Aerospace Center), pusat penelitian dirgantara dan luar angkasa nasional Jerman, yang mendukung DropTES melalui Badan Antariksa-nya.

Access to Space for All adalah inisiatif yang lebih luas dari UNOOSA (di mana DropTES menjadi bagiannya) yang bertujuan untuk memperluas akses ke infrastruktur penelitian luar angkasa dan membangun kapasitas teknis di negara-negara dengan program luar angkasa yang sedang berkembang.

GraviTower Bremen Pro adalah fasilitas ZARM yang lebih baru yang menawarkan metode berbasis darat tambahan untuk menciptakan kondisi mikrogravitasi di samping Menara Jatuh

IPC TPK Bukukan Kinerja Positif hingga Agustus 2026, Volume Petikemas Tumbuh 8,37 Persen

Foto: Dok. IPC Terminal Petikemas

Jakarta (The Indonesian News) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan kinerja operasional positif hingga Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan arus petikemas yang menunjukkan tren konsisten di berbagai terminal wilayah operasi perusahaan.

Sepanjang Agustus 2026, IPC TPK mencatat arus petikemas mencapai 339.359 TEUs, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 307.559 TEUs.

Secara kumulatif, volume bongkar muat petikemas selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 2.510.561 TEUs. Angka tersebut tumbuh 8,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2.316.744 TEUs.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengguna jasa.

“Kami terus berfokus pada optimalisasi fasilitas terminal demi memberikan pelayanan terbaik, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh mitra bisnis dan lini pelayaran,” ujar Daniel Setiawan dalam keterangan tertulis, Senin 14 September 2026.

Kinerja positif IPC TPK turut ditopang oleh pertumbuhan volume bongkar muat di sejumlah terminal yang dikelola perusahaan. Terminal Teluk Bayur menjadi salah satu kontributor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 14,6 persen hingga Agustus 2026.

Sementara itu, Terminal Tanjung Priok sebagai salah satu hub utama IPC TPK mencatat pertumbuhan volume sebesar 13,2 persen. Pertumbuhan juga dibukukan Terminal Panjang sebesar 10,9 persen dan Terminal Pontianak sebesar 4,2 persen.

Peningkatan kinerja di berbagai terminal tersebut tidak terlepas dari upaya IPC TPK dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) operasional serta memastikan penerapan standar keselamatan dan keamanan kerja di lapangan.

Selain itu, peningkatan efisiensi waktu sandar kapal dan waktu bongkar muat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus petikemas sekaligus mendukung keberlanjutan operasional terminal.

Memasuki periode akhir 2026, IPC TPK berkomitmen untuk terus mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan efisiensi, optimalisasi fasilitas, serta pengembangan inovasi layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.

“Memasuki triwulan akhir tahun 2026, IPC TPK akan terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di industri logistik dan kepelabuhanan. Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun melalui peningkatan efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa,” tutup Daniel.

Dari Rempah hingga Kuliner Lokal, Sabang raih juara di ACF 2026

Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam (Kiri) didampingi Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Farisal (Kanan), Banda Aceh, Minggu (13/9/2026). Foto: Humas Pemkot Sabang

Sabang (The Indonesian News) – Tampil membawa beragam kuliner khas serta kekayaan rempah dan bahan lokal Pulau Weh, Paviliun Sabang berhasil meraih Juara Harapan III dalam lomba paviliun kuliner terbaik Aceh Culinary Festival atau ACF 2026.

Paviliun Kota Sabang menutup keikutsertaannya pada ACF 2026 dengan capaian  membanggakan. Penghargaan tersebut diumumkan dalam closing ceremony ACF 2026 yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9).

Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam didampingi Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Farisal dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Sabang Erwani Meutia. Pada kesempatan tersebut, rangkaian ACF 2026 secara resmi ditutup oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa.

Capaian tersebut menjadi hasil dari keikutsertaan Sabang dalam ACF 2026 melalui sajian kuliner yang mengangkat karakter daerah kepulauan, kekayaan rempah, hasil lokal serta produk olahan masyarakat.

Wali Kota Sabang Zulkifli  mengapresiasi capaian tersebut. ACF menjadi ruang yang baik untuk memperkenalkan potensi kuliner Sabang lebih luas, sekaligus menunjukkan kreativitas tim dan pelaku UMKM dalam mengangkat produk lokal.

“Alhamdulillah, kita bersyukur Sabang bisa mendapatkan Juara Harapan III. Ini tentu jadi apresiasi bagi tim yang sudah menyiapkan dan memperkenalkan kuliner Sabang. Yang penting, kita sudah menunjukkan bahwa Sabang punya potensi kuliner yang layak untuk terus dikembangkan,” kata Zulkifli.

Menurutnya, daya tarik Sabang tidak hanya terletak pada wisata alam, tetapi juga kekayaan bahan lokal dan rempah yang dapat dihadirkan melalui kuliner. Cengkeh, pinang, nilam, kakao hingga berbagai buah lokal menjadi potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai tambah.

“Kalau orang datang ke Sabang, jangan hanya melihat laut dan pemandangannya. Kita juga ingin mereka mengenal Sabang lewat makanan, lewat bahan-bahan lokal yang kita punya, dan lewat cerita di balik kuliner itu,” ujarnya.

Zulkifli berharap capaian tersebut menjadi semangat untuk terus mengembangkan kuliner dan produk lokal bersama pelaku UMKM serta sektor pariwisata. Ia mengatakan, apa yang telah ditampilkan di ACF 2026 perlu dilanjutkan di Sabang agar kuliner semakin dikenal, produk lokal terus berkembang, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama tim dan pelaku UMKM yang telah membawa potensi kuliner Sabang ke ajang ACF 2026.

Menurutnya, keikutsertaan Sabang bukan hanya untuk mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi bagian dari promosi produk lokal dan penguatan daya tarik wisata.

“Yang kita harapkan, keikutsertaan ini tidak berhenti di festival. Produk dan kuliner yang sudah kita tampilkan bisa terus dikembangkan, sehingga semakin dikenal dan menjadi bagian dari pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Sabang,” tutupnya.

BNPB dukung penanganan wilayah terdampak longsor di Aceh Tengah

Alat berat membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu (13/9/2026). Penanganan dilakukan untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak. The Indonesian News/HO-BNPB/BPBD Kabupaten Aceh Tengah.

Jakarta (The Indonesian News) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Minggu (13/9) sejak sore hari memicu tanah longsor di sejumlah wilayah. Material longsor dan lumpur menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, Longsor yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB tersebut berdampak pada tujuh kampung yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara.

“Berdasarkan pendataan sementara, satu warga meninggal dunia dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka. Petugas masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin 14 September 2026.

Dari sisi kerusakan, Berton SP Panjaitan menjelaskan, sebanyak dua unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan dua unit lainnya rusak sedang. Selain itu, sejumlah ruas jalan tertutup material longsor sehingga mengganggu akses masyarakat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tengah berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan asesmen di lokasi terdampak. BPBD juga mengerahkan dua unit alat berat, yakni satu wheel loader dan satu excavator, untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

Hingga Minggu (13/9), proses pembersihan material longsor masih berlangsung untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi serta mendukung penanganan di wilayah terdampak.

“BNPB mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan berintensitas tinggi atau berlangsung dalam waktu lama. Masyarakat yang berada di sekitar lereng dan tebing agar meningkatkan kewaspadaan serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Betrand Peto Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual: “Saya Tidak Melakukan Itu Sama Sekali

Betrand Peto saat konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Jakarta (The Indonesian News) – Penyanyi muda Betrand Peto akhirnya angkat bicara terkait tuduhan dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya. Betrand dengan tegas membantah telah melakukan tindakan seksual terhadap perempuan yang melaporkannya.

Betrand menyampaikan bantahan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.

“Saya tidak melakukan itu sama sekali,” tegas Betrand.

Betrand menjelaskan, kehadirannya di lokasi kejadian bukan untuk bertemu dengan perempuan yang disebut sebagai pelapor. Ia mengaku datang bersama sejumlah teman setelah menyelesaikan kegiatan syuting.

“Saya datang ke situ karena memang pengin karaoke sama teman-teman. Pulang syuting, saya pengin karaoke sama teman-teman,” ungkapnya.

Selama berada di lokasi, Betrand mengaku lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Ia mengatakan fokus bernyanyi dan tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di sekitar ruangan.

“Saya konsennya cuma sama teman-teman. Saya tidak memperhatikan mereka, karena saya lihatnya ke teman-teman, cuma nyanyi-nyanyi sama teman-teman,” ujarnya.

Betrand mengatakan dirinya baru menyadari adanya persoalan setelah melihat seorang perempuan menangis. Ia kemudian berusaha mencari tahu mengenai kejadian yang sebenarnya.

Kuasa Hukum Cek Lokasi dan Keterangan Saksi

Sementara itu, kuasa hukum Betrand, Koko Joseph Irianto, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran langsung ke lokasi kejadian. Tim hukum juga menggali informasi dari sejumlah orang yang berada di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi.

Koko menegaskan, pihaknya tidak hanya mengandalkan keterangan dari Betrand, tetapi juga berusaha mendapatkan keterangan dari teman-teman dan orang-orang yang berada di sekitar lokasi.

“Kami tidak mau menerima dengan mentah pernyataan Onyo saja. Kami mau lihat dari teman-temannya, orang-orang di sekitarnya pada saat itu,” kata Koko.

Berdasarkan penelusuran awal tersebut, Koko menyebut pihaknya belum menemukan saksi yang membenarkan adanya tindakan seksual seperti yang dituduhkan kepada Betrand.

Soroti Keberadaan CCTV

Koko juga menyoroti keberadaan kamera pengawas atau CCTV di lokasi. Menurutnya, berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan, tidak terdapat kamera CCTV di dalam ruangan tempat kejadian.

“Di dalam ruangan itu tidak ada CCTV. Ada CCTV di tangga,” jelas Koko.

Ia mengatakan rekaman CCTV yang berada di area tangga nantinya dapat dimintakan melalui proses hukum apabila diperlukan untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian.

Sementara itu, untuk peristiwa yang disebut terjadi di dalam ruangan, tim hukum akan mengandalkan keterangan dari orang-orang yang berada di lokasi.

Koko juga menegaskan bahwa Betrand disebut tidak pernah berada berdua dengan perempuan mana pun di dalam ruangan tersebut.

“Di dalam ruangan itu, Onyo tidak pernah berduaan dengan perempuan siapa pun,” tegasnya.

Menurut Koko, kondisi ruangan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Ia menyebut ruangan tersebut cukup besar dan terdapat banyak orang ketika kejadian berlangsung.

“Tempatnya besar dan banyak orang. Tidak mungkin Onyo melakukan hal tidak senonoh, apalagi di depan orang banyak,” ujarnya.

Meski membantah tuduhan tersebut, Koko menegaskan bahwa pihaknya tetap menyerahkan proses pembuktian kepada jalur hukum. Tim kuasa hukum masih mengumpulkan keterangan dan bukti sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami tidak menutup adanya perdamaian dan sebagainya. Kita lihat dulu perkembangannya,” kata Koko.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Betrand Peto hingga kini masih dalam proses. Pernyataan Betrand dan kuasa hukumnya merupakan bantahan terhadap tuduhan yang disampaikan pihak pelapor. Sementara itu, benar atau tidaknya dugaan tersebut akan ditentukan berdasarkan bukti dan proses hukum yang berjalan.

Bulog Gandeng Wilmar Group Perkuat Pasokan Beras Premium untuk Ritel Modern

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani (Kiri). Foto: Dok. Humas Perum Bulog.

Jakarta (The Indonesian News) – Perum Bulog terus memperkuat perannya dalam menjaga ketersediaan dan memperluas akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan menjalin kerja sama bersama PT Padi Indonesia Maju yang merupakan bagian dari Wilmar Group. Kolaborasi ini diarahkan untuk memproduksi beras premium yang akan dipasarkan di berbagai pasar, khususnya melalui jaringan ritel modern.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah Bulog dalam memperkuat ekosistem perberasan nasional, sekaligus menghadirkan pilihan beras premium yang berkualitas dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha yang memiliki kapasitas dan pengalaman di industri pangan, Bulog optimistis penyediaan beras premium dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani dalam kunjungannya ke PT. Padi Indonesia Maju di Serang pada Sabtu (12/02) mengatakan, kerja sama dengan PT Padi Indonesia Maju merupakan bentuk sinergi untuk memperkuat ketersediaan beras premium di pasar sekaligus memperluas kanal distribusi BULOG, terutama di jaringan ritel modern.

“BULOG terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. Bersama PT Padi Indonesia Maju, kami akan mendorong produksi dan penyediaan beras premium yang berkualitas sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan beras yang tersedia di pasar, khususnya melalui jaringan ritel modern,” ujar Ahmad Rizal dalam ketrangan tertulis, Dikutip Minggu 13 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap produk beras berkualitas terus berkembang seiring dengan meningkatnya pilihan dan preferensi konsumen. Karena itu, Bulog tidak hanya berfokus pada pengelolaan cadangan beras pemerintah dan pelaksanaan berbagai penugasan stabilisasi pangan, tetapi juga terus mengembangkan bisnis komersial untuk menjawab kebutuhan pasar.

“Kami ingin memastikan Bulog hadir di berbagai segmen pasar. Untuk beras premium, pendekatannya adalah bagaimana menghadirkan produk dengan kualitas yang baik, pasokan yang konsisten, serta distribusi yang semakin luas. Ritel modern menjadi salah satu kanal penting untuk mendekatkan produk BULOG kepada konsumen,” tambah Ahmad Rizal.

Dalam pelaksanaannya, kerja sama ini nantinya akan melibatkan fasilitas produksi Wilmar Group yang berada di Palembang, Serang, Ngawi, dan Mojokerto. Pemanfaatan jaringan fasilitas produksi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengolahan dan penyediaan beras premium secara lebih optimal, sekaligus memperkuat cakupan distribusi produk Bulog di berbagai wilayah.

Melalui kerja sama ini, Bulog dan PT Padi Indonesia Maju akan mengoptimalkan sumber daya dan kapabilitas masing-masing dalam proses produksi serta penyediaan beras premium. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas dan kebutuhan konsumen, sekaligus memiliki daya saing di pasar.

Bulog juga akan terus memperluas jaringan pemasaran dan distribusi produk komersialnya, baik melalui pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah ini sejalan dengan transformasi Bulog untuk semakin adaptif terhadap dinamika pasar sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu pemain strategis dalam ekosistem pangan nasional.

“Kerja sama dengan PT Padi Indonesia Maju menjadi salah satu bentuk konkret sinergi antara BUMN dan sektor swasta dalam memperkuat industri perberasan nasional. Dengan dukungan jaringan distribusi dan fasilitas produksi yang tersebar di sejumlah wilayah, Bulog berharap ketersediaan beras premium di berbagai pasar, khususnya ritel modern, dapat semakin terjamin dan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat,” Demikian Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani.

Prabowo: BRICS a Platform to Unite the Voices of Developing Nations and Shape the Future

Credit: The Indonesian Government Communication Agency (Bakom RI)

New Delhi (The Indonesian News) – President of the Republic of Indonesia Prabowo Subianto affirmed that BRICS has a strategic role as a platform to unite and amplify the voices of developing nations  the Global South in helping determine the course of the world’s future.

The statement was delivered by Prabowo during the open session of the 2026 BRICS Summit, a forum bringing together leaders of member states to discuss the direction of future cooperation.

“BRICS can unite the voices of Global South nations and strengthen them as we together shape the future,” President Prabowo said during the open session of the 2026 BRICS Summit at Bharat Mandapam, New Delhi, India, on Sunday (13/9).

Prabowo described the future that must be built together as an order in which a nation’s resilience can protect development, while innovation opens broader opportunities for society.

Cooperation between nations, according to President Prabowo, must also yield concrete benefits, rather than stopping at agreements on paper.

“A future in which resilience protects development, innovation opens more opportunities, cooperation delivers tangible benefits, and sustainability ensures prosperity is felt by both the present and future generations,” he said.

Prabowo also spoke about the 2030 Agenda for Sustainable Development. He noted that Indonesia’s commitment to the development agenda must remain in force, and that the struggle of developing nations must not end upon reaching the year 2030. “We must hold fast to that commitment. Indeed, these efforts must continue beyond 2030,” Prabowo stressed.

According to the President, the 2030 Agenda was never intended merely to race toward a deadline for achieving development targets. More than that, the agenda must serve as an instrument to help developing nations secure a more equal position within the global system.

“This agenda fundamentally aims to bring developing nations closer to the position that is rightfully theirs  to bring peace and prosperity to their people, and to give developing nations a greater role in shaping the world order,” Prabowo said.

Prabowo holds the view that Global South nations must be included in discussions on the direction of global development beyond 2030. In his view, the voices of developing nations are needed not only to accelerate the implementation of the 2030 Agenda, but also to design the next global agenda.

“It is therefore only fitting that the voice of the Global South must be heard  not only in accelerating the implementation of the 2030 Agenda, but also in determining the direction of development beyond it,” he said.

Source: Press Release, Indonesian Government Communication Agency (Bakom RI)

Imigrasi Banda Aceh Serahkan Dua WN RRT kepada Tim Inteldakim Kualanamu

Foto: Dok. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh

Banda Aceh (The Indonesian News) — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh melaksanakan pengawasan dan pengawalan terhadap proses penyerahan dua Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok (WN RRT), berinisial HH dan XZ, kepada Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu.

Penyerahan tersebut dilaksanakan pada Rabu (9/9) setelah kedua WN RRT sebelumnya berada dalam penanganan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh. Selanjutnya, keduanya diserahkan kepada Tim Inteldakim Kualanamu untuk menjalani proses penanganan dan pendalaman sesuai tugas dan kewenangan yang berlaku.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, mengarahkan seluruh jajaran untuk terus membangun koordinasi yang baik dan responsif dalam setiap pelaksanaan tugas keimigrasian.

“Koordinasi yang baik antarunit dan antarsatuan kerja harus terus dijaga, terutama dalam menangani informasi yang membutuhkan tindak lanjut bersama. Setiap informasi harus direspons secara tepat, dengan tetap memperhatikan prosedur, kewenangan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Tato dalam ketrangan tertulis, Minggu 13 September 2026.

Penanganan terhadap kedua WN RRT bermula dari informasi yang diterima petugas Sub Seksi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) pada 7 September 2026 terkait adanya hit pada sistem keimigrasian dengan status Subject of Interest (SOI). Informasi tersebut disampaikan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu yang tengah melakukan pendalaman terhadap dugaan keterkaitan kedua WN RRT dengan suatu sindikat penipuan daring (online scam).

Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Imigrasi Banda Aceh segera melakukan koordinasi dengan Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu. Berdasarkan hasil koordinasi dan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut, kedua WN RRT kemudian dilakukan pendetensian hingga proses penyerahan kepada Tim Inteldakim Kualanamu.

Pada 9 September 2026, Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu tiba di Banda Aceh untuk melaksanakan penjemputan. Proses serah terima deteni dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh dan selanjutnya kedua WN RRT dikawal menuju Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.

Ia menegaskan bahwa sinergi antarjajaran merupakan bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan fungsi intelijen dan penindakan keimigrasian, sekaligus memastikan setiap proses penanganan dapat berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan fungsi intelijen dan penindakan keimigrasian melalui koordinasi yang efektif antarsatuan kerja.

“Kami memastikan proses penyerahan dan pengawalan terhadap kedua WN RRT ini dilaksanakan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, proses penanganan dan pendalaman menjadi kewenangan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu sesuai dengan tugas dan kewenangannya,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, koordinasi dan pertukaran informasi yang cepat dan tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas keimigrasian, khususnya ketika terdapat informasi yang memerlukan tindak lanjut lintas satuan kerja.

Setelah proses serah terima, kedua WN RRT selanjutnya berada dalam penanganan Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu untuk menjalani proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut sesuai dengan tugas dan kewenangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemerintah Pulangkan 82 WNI dari Malaysia

Foto: Dok. Ditjenim

Jakarta (The Indonesian News) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur bergerak cepat memulangkan 82 Warga Negara Indonesia (WNI) bermasalah dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Semenyih dan DTI Beranang, Malaysia, Pada jumat (11/9). Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas kunjungan kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto bersama Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko ke DTI Semenyih pada 4 September 2026 lalu.

Menteri Agus menegaskan bahwa kepulangan ini menjadi prioritas utama pemerintah demi memberikan kepastian hukum dan pelindungan kemanusiaan bagi WNI di luar negeri. Dalam kunjungan kerja ke Malaysia pekan lalu, pihaknya telah menyampaikan komitmen penyelesaian tersebut secara langsung.

“Kami melakukan pengecekan dengan Dirjen Imigrasi. Kerja sama kami cukup baik dengan imigrasi Malaysia. Nanti kita segera upayakan pemulangan. Kalau surat sudah lengkap paling lama 10 hari mereka bisa kembali ke Indonesia,” ujar Menteri Agus dalam keterangan tertulis, Dikutip Minggu 13 September 2025.

Realisasi pemulangan yang terlaksana tepat satu minggu setelah instruksi tersebut mencakup 51 WNI dari DTI Semenyih, yang terdiri dari 32 laki-laki, 14 perempuan, dan lima anak perempuan. Selain itu, turut dipulangkan 31 WNI dari DTI Beranang yang meliputi 22 laki-laki dan sembilan perempuan. Seluruh WNI yang dipulangkan tersebut dipastikan telah menyelesaikan proses hukum dan keimigrasian di Malaysia serta telah mengantongi dokumen perjalanan resmi.

Proses pemberangkatan ke Tanah Air pada hari ini dilakukan secara bertahap dan terbagi ke dalam tiga kloter. Kloter pertama dengan tujuan Jakarta membawa 33 orang WNI menggunakan maskapai Citilink bernomor penerbangan QG-503 dan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada pukul 21.40 WIB.

Sementara itu, kloter kedua dan ketiga diberangkatkan dengan tujuan Medan. Kloter kedua membawa enam orang penumpang menggunakan maskapai Batik Air ID-7265, dan kloter ketiga membawa 43 orang penumpang menggunakan maskapai Air Asia QZ-127. Kedua penerbangan tujuan Medan tersebut dijadwalkan mendarat pada waktu yang bersamaan, yakni pukul 21.25 WIB.

Demi memastikan proses berjalan aman dan tertib, masing-masing kloter didampingi langsung oleh petugas Fungsi Imigrasi dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur. Guna mempermudah pengawasan selama perjalanan, para WNI diberikan seragam kaos berwarna biru dan difasilitasi pemberian makan setibanya di bandara sebelum lepas landas.

Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi secara intensif dengan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM), pihak maskapai penerbangan, dan instansi terkait di Jakarta maupun Medan guna memastikan seluruh tahapan dari pemberangkatan hingga debarkasi penerimaan WNI berjalan lancar tanpa hambatan.

Para WNI pun tiba di Tanah Air dengan penuh sukacita dan rasa syukur. “Alhamdulillah, bahagia. Nggak menyangka kalau sudah bisa kembali ke Indonesia, padahal sudah lama di Malaysia. Terima kasih banyak kepada Bapak Menteri Agus Andrianto dan Bapak Dirjen Hendarsam,” ungkap salah satu WNI laki-laki asal Madura yang sudah hampir sembilan tahun berada di Malaysia.

Dan ada pula seorang wanita yang sudah lama berada di dalam tahanan imigrasi di malaysia akhirnya bisa pulang kembali ke Indonesia. Terimakasih banyak kepada Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Dirjen Imigrasi yang telah membantu saya agar bisa kembali ke Tanah Air dan dapat berkumpul bersama keluarga, sampai saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, ujar Rita, yang akan pulang ke Pandeglang, Banten.

Pemulangan WNI ini bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif, melainkan manifestasi nyata kehadiran negara untuk melindungi segenap warganya tanpa memandang latar belakang permasalahan. Kemenimipas berkomitmen memastikan setiap warga negara yang tengah menghadapi kendala keimigrasian di luar negeri mendapatkan penyelesaian yang responsif dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Melalui momentum kepulangan ini, menjadi pesan kuat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menempuh jalur migrasi yang legal demi jaminan keselamatan dan pelindungan menyeluruh dari negara.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts