Beranda blog Halaman 22

Semarak HUT Kemerdekaan RI: PMJ Merdeka Bersama Masyarakat, Polres Priok Gelar Donor Darah untuk Masyarakat

Jakarta (The Indonesian News) – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus menyemarakkan rangkaian kegiatan Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat Tahun 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar kegiatan donor darah pada Selasa (11/8/2026).

Donor Darah dilaksanakan di Aula Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, melibatkan personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama tim Palang Merah Indonesia (PMI).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata semangat kebersamaan dalam memperingati HUT RI ke-81.

“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi Polres Pelabuhan Tanjung Priok kepada masyarakat. Melalui setetes darah yang kita donorkan, diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKBP Fajri.

Dalam pelaksanaannya, tercatat sebanyak 110 orang calon donor yang mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah tersebut hadir sebanyak 88 orang terdaftar sebagai pendonor, sementara 63 orang dinyatakan berhasil melakukan donor darah dan 25 orang batal melakukan donor karena tidak memenuhi persyaratan medis setelah melalui proses pemeriksaan.

Polda Metro Jaya Merdeka Bersama Masyarakat, Donor Darah didukung sejumlah petugas, di antaranya Ipda Sri Puji Astuti, S.Farm., Penata dr. Dewi Lydia Arianna Manullang, Brigadir Yunus Reza H., Briptu Kurnia Wahyu A., Briptu Dinda Puspita Rahardjo, A.Md.Keb., serta Tim PMI DKI Jakarta.

Kapolres menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti donor darah diharapkan dapat terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk terus membangun kepedulian, kebersamaan, dan semangat membantu sesama,” tambahnya.

Bhabinkamtibmas Sambangi Warga yang Laksanakan Siskamling di Muara Angke

Jakarta Utara (The Indonesian News) – Dalam rangka JJOS menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Muara Angke, Aiptu Moh. Sutiyono, melaksanakan kegiatan kunjungan dan sambang kepada warga yang tengah melaksanakan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di RT 06/RW 01, Muara Angke, wilayah hukum Polsek Kawasan Sunda Kelapa, pada Rabu (12/8/2026) dini hari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kepolisian meningkatkan kehadiran dan kedekatan dengan masyarakat, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Moh. Sutiyono menyampaikan sejumlah imbauan kepada warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengimbau kepada warga agar secara rutin melakukan kontrol dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya pencurian maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Aiptu Moh. Sutiyono.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk menjaga kerukunan, kekompakan, serta menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul melalui musyawarah dan mufakat.

“Apabila terjadi permasalahan di lingkungan, mari kita selesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri yang justru dapat menimbulkan persoalan baru,” imbaunya.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga agar menjauhi minuman keras, obat-obatan terlarang, dan narkoba, serta tetap waspada terhadap berbagai bentuk penipuan dengan beragam modus yang dapat merugikan masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga keamanan dan kekondusifan wilayah Muara Angke agar tetap aman dan nyaman,” tambahnya.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas.

“Apabila terjadi gangguan kamtibmas, segera hubungi layanan Polisi 110, laporkan ke kantor polisi terdekat, atau dapat menghubungi Bhabinkamtibmas setempat,” pungkas Aiptu Moh. Sutiyono.

Kegiatan sambang dan kunjungan tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Muara Angke.

Kepala PLP Tanjung Priok Dorong Kepatuhan Keselamatan Pelayaran Berbasis Praktik Nyata

Foto: Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) –  Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen dan sertifikasi. Kepatuhan harus diwujudkan secara nyata dalam setiap aspek operasional di lapangan, mulai dari kondisi kapal, perilaku awak kapal, penerapan sistem manajemen, hingga keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, Rabu (12/08/2026)

Hal tersebut disampaikan Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, saat menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Muhammad Taris Hasibuan di Fakultas Manajemen dan Bisnis, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fourmansyah menegaskan bahwa sertifikasi pada dasarnya merupakan instrumen untuk memastikan kapal dan perusahaan telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Namun, sertifikat tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir dalam penerapan standar keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Prinsip utamanya jelas, kepatuhan tidak boleh berhenti pada dokumen dan sertifikasi, tetapi harus diwujudkan dalam kondisi kapal, perilaku awak kapal, sistem manajemen, keamanan kapal dan pelabuhan, serta penegakan operasional di lapangan,” ujar Fourmansyah.

Menurutnya, penerapan regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran membutuhkan konsistensi antara pemenuhan persyaratan secara administratif dengan pelaksanaan nyata di lapangan. Dengan demikian, sertifikasi tidak sekadar menjadi bukti pemenuhan persyaratan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan keamanan yang berkelanjutan.

Fourmansyah berharap penelitian yang dilakukan Muhammad Taris Hasibuan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sektor transportasi dan logistik, sekaligus memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Muhammad Taris Hasibuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama perjalanan akademik dan pengabdiannya, khususnya pimpinan dan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok.

Gelar doktor tersebut diraih Muhammad Taris Hasibuan melalui penelitian yang mengkaji peran penilaian risiko, kepatuhan terhadap International Safety Management (ISM) Code dan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code terhadap risiko serta keselamatan pelayanan.

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya pendekatan berbasis risiko dan kepatuhan terhadap standar keselamatan serta keamanan internasional dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan di sektor pelayaran.

Dengan diraihnya gelar doktor dari ITL Trisakti, Muhammad Taris Hasibuan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor transportasi dan logistik Indonesia. Kontribusi tersebut diharapkan semakin diperkuat melalui penerapan pendekatan berbasis risiko serta peningkatan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan pelayaran internasional.

Sidang terbuka promosi doktor tersebut turut dihadiri Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, keluarga Muhammad Taris Hasibuan, serta jajaran dan rekan-rekan Pangkalan PLP Tanjung Priok.

Kemlu RI Telusuri Meninggalnya ABK WNI Akibat serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di wilayah Yaman

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah saat memberikan keterangan Pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

Jakarta (the Indonesian News) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus memantau perkembangan insiden serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di wilayah Yaman pada 11 Agustus 2026. Kapal tersebut diketahui membawa 11 ABK, terdiri atas 8 WN Pakistan dan 3 Warga Negara Indonesia (WNI).

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, Berdasarkan komunikasi KBRI Muscat dengan ABK WNI yang selamat, insiden terjadi saat kapal sedang sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman.

“Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.

Heni menambahkan, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperoleh perkembangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

“dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pelindungan bagi ketiga ABK WNI termasuk mengupayakan penanganan dan pertolongan yang diperlukan serta mempersiapkan fasilitasi kepulangan para WNI ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan,” tutup Heni.

sebelumnya, Seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan meninggal dalam serangan terhadap kapal dagang di Selat Bab al-Mandeb, Yaman, Selasa (11/8/2026). Serangan tersebut menewaskan tiga awak kapal, terdiri dari satu WNI dan dua warga Pakistan. Sejumlah sumber Yaman menduga serangan dilakukan kelompok Houthi.

Reuters melaporkan kapal yang diserang merupakan kapal kargo Tihamah berbendera Tanzania. Dua sumber penjaga pantai Yaman dan dua pejabat militer pemerintah menyebut tiga awak kapal meninggal akibat serangan tersebut. Kapal dilaporkan tengah melakukan perjalanan dari Salalah, Oman, melalui Djibouti.

Al Arabiya dan Al Hadath melaporkan proyektil yang menghantam kapal merupakan rudal balistik yang ditembakkan Houthi dari wilayah timur Provinsi Taiz. Korban tewas disebut terdiri dari dua warga Pakistan dan seorang warga Indonesia. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, Houthi belum mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Lembaga keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), menerima laporan sebuah kapal kargo terkena proyektil di lepas pantai Al-Mokha, Yaman. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa, tetapi jenis proyektil yang menghantam kapal belum dipastikan. Perusahaan keamanan maritim Ambrey menyebut kapal mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran serangan.

Ambrey melaporkan kapal berada sekitar 3,3 mil laut di timur laut Pulau Perim ketika diserang. Setelah serangan, awak disebut kehilangan kendali atas kapal sebelum didatangi penjaga pantai Yaman. Kapal tersebut juga dilaporkan bukan milik maupun dioperasikan pihak Arab Saudi saat insiden terjadi.

Jika laporan korban terkonfirmasi, tiga kematian tersebut menjadi korban jiwa pertama akibat serangan Houthi terhadap kapal sejak konflik Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Houthi sebelumnya mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah pada Juli. Kelompok itu menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut pengepungan Saudi terhadap Yaman, tudingan yang dibantah Riyadh.

Ancaman terhadap pelayaran di Bab al-Mandeb juga meningkat di tengah gangguan pada jalur maritim Timur Tengah lainnya. Data Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan rata-rata 32 kapal per hari melintasi Bab al-Mandeb pada pekan lalu, turun dari sekitar 50 kapal per hari sebelum blokade. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap perusahaan pelayaran yang sebelumnya menghadapi gangguan di Selat Hormuz.

Bab al-Mandeb merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu rute utama perdagangan internasional.

Menko Yusril Dorong Revisi Perpres Penanganan Pengungsi Segera Dimulai

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra saat menerima audiensi Tim BRIN di Ruang Kerja Menko Kumham Imipas, Senin (11/8/2026). (Foto: Kemenko Kuham Imipas).

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menerima audiensi Tim Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Ruang Kerja Menko Kumham Imipas, Senin (11/8). Audiensi membahas masukan terhadap revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Peneliti BRIN yang dipimpin Prof. Tri Nuke Pudjiastuti menyampaikan hasil riset serta naskah akademik yang disusun sebagai masukan bagi pemerintah dalam proses revisi Perpres. Riset tersebut turut melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, UNHCR, dan Dompet Dhuafa.

Menko Yusril menilai persoalan pengungsi luar negeri merupakan isu yang telah berlangsung cukup lama dan memiliki keterkaitan erat dengan aspek hukum, hak asasi manusia, serta keimigrasian. Menurutnya, setelah adanya pembagian kementerian, penanganan pengungsi perlu memiliki kejelasan mengenai kewenangan dan pihak yang menjadi pengampu utama.

“Memang sejak Kemenko dibagi dua, urusan pengungsi ini berada di area abu-abu yang belum jelas ditangani oleh kementerian mana. Isu pengungsi erat kaitannya dengan hukum, HAM, dan keimigrasian, sehingga masukan ini sangat berharga,” ujar Yusril.

Dalam paparannya, BRIN menyampaikan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian dalam revisi Perpres, antara lain mekanisme pendataan pengungsi, kejelasan kelembagaan dan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, status pengungsi dan pencari suaka, prinsip non-refoulement, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan peran masyarakat sipil.

BRIN juga menyoroti kondisi pendanaan internasional yang semakin terbatas sehingga berdampak terhadap dukungan bagi pengungsi melalui UNHCR, IOM, maupun organisasi masyarakat sipil. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif agar penanganan pengungsi tidak hanya berorientasi pada penampungan, tetapi juga mempersiapkan solusi jangka panjang berupa penempatan ke negara ketiga (resettlement) maupun pemulangan secara sukarela (repatriation).

Menko Yusril kemudian mendorong agar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengambil peran sebagai inisiator revisi Perpres Nomor 125 Tahun 2016. Menurutnya, kementerian tersebut memiliki relevansi paling kuat karena bersinggungan langsung dengan aspek keimigrasian dalam penanganan pengungsi. “Mengenai revisi Perpres, sebaiknya kita segera menunjuk satu inisiator. Saya rasa Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah kementerian yang paling relevan untuk mengambil inisiatif revisi ini. Nanti kita arahkan agar fokus dan terstruktur,” kata Yusril.

Sementara itu, Deputi Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan I Gede Nyoman Surya Mataram turut menjelaskan bahwa Perpres Nomor 125 Tahun 2016 selama ini masih memiliki keterbatasan karena lebih banyak mengatur pembagian tugas antar pihak, sementara pelaksanaan di lapangan menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait penyediaan tempat penampungan oleh pemerintah daerah.

Menurut Surya, kondisi tersebut turut menyebabkan munculnya persoalan di sejumlah daerah. Ia menyampaikan bahwa usulan revisi Perpres sebenarnya telah disampaikan sejak 2023, namun belum terdapat kementerian atau lembaga yang secara tegas mengambil posisi sebagai pemrakarsa.

Sementara itu, BRIN menekankan pentingnya memperkuat dimensi kemanusiaan dan perlindungan HAM dalam revisi regulasi. Prof. Tri Nuke menilai pendekatan keamanan tetap diperlukan, tetapi harus berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan dalam penanganan pengungsi. “Pendekatan keamanan memang krusial, tetapi pendekatan kemanusiaan juga tidak kalah penting. Dari rancangan Perpres yang kami cermati, rasanya nuansa humanitarian dan perlindungan HAM masih harus diperkuat,” ujar Tri Nuke.

Aspek pemberdayaan pengungsi juga menjadi salah satu pembahasan. Menko Yusril membuka kemungkinan adanya pengaturan yang memungkinkan pengungsi yang telah memperoleh status dari UNHCR untuk mendapatkan ruang bekerja secara terbatas selama berada di Indonesia. Namun, gagasan tersebut dinilai perlu dikaji secara hati-hati agar selaras dengan ketentuan keimigrasian dan ketenagakerjaan.

Staf Ahli Menko Bidang Reformasi Hukum, Fitra Arsil menjelaskan bahwa pemberian izin bekerja bagi pengungsi harus mempertimbangkan perbedaan rezim hukum antara status pengungsi, status keimigrasian, dan status ketenagakerjaan. Karena itu, apabila terdapat pengaturan khusus dalam revisi Perpres, diperlukan formulasi yang presisi serta koordinasi dengan kementerian terkait.

Selain itu, prinsip non-refoulement juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Prinsip tersebut perlu tetap dijunjung dalam memberikan perlindungan kepada individu yang berpotensi menghadapi bahaya atau penganiayaan apabila dikembalikan ke negara asal. Namun, penerapannya juga perlu disertai mekanisme penilaian yang jelas dengan tetap memperhatikan kedaulatan hukum nasional.

Menko Yusril menegaskan bahwa berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti dalam proses revisi Perpres. Pemerintah juga perlu memastikan proses tersebut berjalan secara terkoordinasi dengan memperhatikan aspek hukum, HAM, keimigrasian, keamanan, serta kapasitas pemerintah pusat dan daerah.

Panglima TNI: Pemimpin Harus Adaptif dan Tepat Mengambil Keputusan

Pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Puspen TNI)

Jakarta (The Indonesian News) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dansesko TNI) Marsdya TNI M. Khairil Lubis membuka Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). Dikreg LVI Sesko TNI diikuti 173 peserta didik, terdiri dari 87 personel TNI AD, 51 personel TNI AL, dan 35 personel TNI AU.

Pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Puspen TNI)

Dalam sambutan yang dibacakan Dansesko TNI, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik serta menekankan pentingnya mengikuti pendidikan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. “Saya ucapkan selamat kepada 173 peserta didik. Ikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, kompleks, dan sulit diprediksi ditandai dengan berbagai ancaman multidomain, perang hibrida, ancaman siber, disrupsi teknologi, rivalitas geopolitik, serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). “Pemimpin harus mampu memahami perubahan, membaca lingkungan strategis, serta mengambil keputusan secara tepat,” tegasnya.

Pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Puspen TNI)

Panglima TNI menekankan, pendidikan Sesko TNI harus membentuk kemampuan berpikir adaptif, visioner, analitis, dan strategis sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan. “Karena itu, pendidikan Sesko TNI harus membentuk kemampuan berpikir adaptif, visioner, analitis, dan strategis, sehingga para peserta didik mampu menghadapi tantangan dan melaksanakan tugas pokok TNI secara efektif,” pungkasnya.

Polri Gelar Apel Serentak Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Seluruh Indonesia

Foto: Dok. Sabhara Baharkam Polri

Jakarta (The Indonesian News) – Polri menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa (11/8/2026). Kegiatan terpusat dilaksanakan di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri, Jakarta, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

Apel di Mako Korps Sabhara Baharkam Polri dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan sebanyak 420 personel, terdiri dari 360 personel Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, dan 20 personel BPBD.

Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol M. Nazly Harahap mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Nazly di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia menuturkan, berdasarkan data yang ada, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah lainnya.

Menurutnya, kondisi cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla,” tegasnya.

Nazly menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Polri siap bekerja bersama seluruh stakeholder untuk melakukan pencegahan, penanganan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui apel serentak tersebut diharapkan seluruh jajaran memiliki kesamaan persepsi, kesiapan operasional, serta komitmen yang sama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita ingin memastikan seluruh personel di lapangan siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman kebakaran,” pungkas Nazly.

BNPB Ungkap Tiga Kendala Utama Pemadaman Karhutla Bromo dan Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat memberikan arahan kepada pemerintah daerah dan satgas penanganan karhutla saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Probolinggo (The Indonesian News) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menguraikan tiga faktor utama yang memicu sulitnya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga memasuki hari ke-10. Meski dihadapkan pada medan ekstrem, BNPB optimistis penanganan di dua titik utama dapat dituntaskan pada Jumat mendatang.

Usai melihat kondisi lapangan pasca-kebakaran di Probolinggo, Jawa Timur, Kepala BNPB menjelaskan kendala pertama terletak pada topografi medan yang sangat berat. Titik api berada di ketinggian dengan sudut kemiringan curam hingga 80 derajat, sehingga tidak memungkinkan bagi tim darat untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa para personel.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertama Kanan) saat memberikan arahan kepada pemerintah daerah dan satgas penanganan karhutla saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Kendala kedua adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Saat ini, pengisian air untuk armada pemadaman hanya mengandalkan pasokan dari Ranu Pani.

Adapun kendala ketiga berhubungan dengan kondisi cuaca yang belum memungkinkan untuk segera memicu hujan buatan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kendati demikian, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi pertumbuhan awan hujan diproyeksikan terjadi pada pertengahan Agustus.

Peninjauan lokasi terdampak karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Pertama kanan) Menko PMK Pratikno (Pertama Kiri), Bupati Probolinggo, Dandim, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dan pejabat BNPB terkait di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

“Berdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14–16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Penetapan Target dan Evaluasi Dampak Luas Lahan

Hingga saat ini, total luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan TNBTS mencakup 889 hektar, yang tersebar di empat wilayah administratif, yaitu Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

lokasi terdampak karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Guna memastikan percepatan pemadaman, BNPB bersama Kalaksa BPBD tingkat provinsi serta kabupaten/kota berkomitmen menyelesaikan pemadaman di Bromo sesuai target hari Jumat. Keberhasilan penanganan di Bromo akan memungkinkan redistribusi armada helikopter water bombing ke wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.

“Saat ini ada tiga unit helikopter water bombing yang disiagakan. Begitu dua titik di Bromo ini berhasil dipadamkan dengan target hari Jumat, dua unit armada akan segera kita geser untuk mendukung operasi pemadaman di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan udara,” pungkasnya.

Layanan ONE–Samudera Resmi Layani Patimban, Dua Kapal Peti Kemas Kini Bisa Bersandar Bersamaan

Foto: Dok. KSOP Kelas II Patimban

Patimban (The Indonesian News) – Aktivitas pelayanan peti kemas di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan. Hal ini ditandai dengan kunjungan perdana (maiden call) kapal MV Sinar Bintan yang membawa layanan ONE–Samudera ke Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada 10–11 Agustus 2026.

Kehadiran layanan baru tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat konektivitas Pelabuhan Patimban sekaligus memberikan pilihan layanan logistik yang lebih beragam bagi pengguna jasa, khususnya industri di Jawa Barat dan kawasan hinterland Patimban.

MV Sinar Bintan merupakan kapal berbendera Singapura dengan panjang keseluruhan atau Length Overall (LOA) 147 meter dan Gross Tonnage (GT) 12.563. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Patimban dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dan bersandar pada 10 Agustus 2026.

Dalam kunjungan perdananya, MV Sinar Bintan melakukan kegiatan pemuatan ekspor sebanyak 95 peti kemas atau 190 TEUs. Komoditas yang dimuat terdiri atas suku cadang otomotif (automotive spare parts) serta produk pulp dan kertas (pulp & paper).

Setelah seluruh kegiatan pelayanan selesai, MV Sinar Bintan bertolak dari Pelabuhan Patimban pada 11 Agustus 2026 pukul 08.54 WIB untuk melanjutkan pelayaran menuju Singapura.

Dua Kapal Peti Kemas Dilayani Bersamaan

Kunjungan perdana MV Sinar Bintan berlangsung bersamaan dengan pelayanan MV MSC Independent III, kapal peti kemas berbendera Portugal dengan LOA 208,90 meter dan GT 26.435.

MV MSC Independent III merupakan bagian dari layanan rutin pelayaran peti kemas MSC di Pelabuhan Patimban. Pada kunjungan kali ini, kapal tersebut melayani rute dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Kapal tersebut bersandar pada 10 Agustus 2026 dan masih menjalani kegiatan pelayanan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada 11 Agustus 2026.

Menariknya, kedua kapal peti kemas tersebut dapat dilayani secara bersamaan dengan menempati posisi tambat yang berbeda di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.

Kondisi ini menjadi perkembangan penting bagi operasional terminal, seiring dengan meningkatnya kunjungan kapal serta bertambahnya layanan pelayaran yang memilih Pelabuhan Patimban sebagai bagian dari jaringan logistiknya.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, mengatakan bertambahnya layanan pelayaran merupakan bagian penting dari perkembangan Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik yang semakin terhubung dengan jaringan pelayaran internasional.

“Masuknya layanan ONE–Samudera menjadi perkembangan positif bagi Pelabuhan Patimban. Yang ingin terus kita dorong bukan hanya bertambahnya jumlah kapal yang datang, tetapi semakin banyaknya pilihan layanan dan konektivitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa,” ujar Arief.

Menurut Arief, kemampuan terminal melayani dua kapal peti kemas dalam waktu yang bersamaan juga menunjukkan adanya perkembangan dalam aktivitas operasional Pelabuhan Patimban.

“Ini mungkin merupakan pemandangan yang biasa di pelabuhan yang sudah matang, tetapi bagi Patimban merupakan perkembangan penting. Artinya, aktivitas terminal mulai tumbuh dan infrastruktur yang tersedia semakin dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan operasional yang berkembang,” lanjutnya.

Perkuat Konektivitas Logistik Jawa Barat

Pelabuhan Patimban sebelumnya telah melayani sejumlah layanan peti kemas internasional maupun domestik. Dengan masuknya layanan ONE–Samudera, konektivitas pelabuhan semakin luas dan memberikan alternatif baru bagi pelaku industri serta pengguna jasa logistik.

Kehadiran layanan tersebut juga dinilai strategis bagi kawasan industri di Jawa Barat dan wilayah hinterland Pelabuhan Patimban. Terlebih, realisasi muatan ekspor pada kunjungan perdana MV Sinar Bintan menunjukkan bahwa layanan tersebut mulai dimanfaatkan untuk mendukung pergerakan komoditas industri dari Indonesia menuju pasar internasional.

KSOP Kelas II Patimban bersama badan usaha pelabuhan, operator terminal, perusahaan pelayaran, serta seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan perkembangan trafik kapal, pertumbuhan aktivitas terminal, serta bertambahnya jaringan layanan pelayaran yang menggunakan Pelabuhan Patimban.

Dengan bertambahnya pilihan layanan dan meningkatnya kemampuan operasional terminal, Pelabuhan Patimban diharapkan semakin berperan sebagai salah satu simpul logistik penting yang mendukung kelancaran arus barang dan memperkuat konektivitas perdagangan Indonesia dengan pasar internasional.

Kapolres Priok Hadiri Konferensi Pers, 8,96 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok, Negara Berpotensi Rugi Rp.6,68 Miliar

Foto: Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta (The Indonesian News) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok hadiri Konferensi Pers, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama jajaran terkait berhasil melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 8.960.000 batang rokok ilegal yang dikemas dalam dua kontainer berhasil diamankan dalam penindakan tersebut.

Konferensi pers khasil penindakan tersebut digelar di TPS Multi Terminal Indonesia (CDC Banda), Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (11/8/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat serta instansi terkait di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II Tanjung Priok Yandri Trisaputra, serta Sekretaris Perusahaan PT Multi Terminal Indonesia Sucahyo.

Dalam keterangannya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan pengiriman rokok ilegal dari Jawa Timur menuju Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

“Penindakan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan pengiriman rokok ilegal dari Jawa Timur yang akan dikirim ke Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Djaka Budhi Utama.

Petugas Bea dan Cukai kemudian melakukan pengawasan dan mengidentifikasi dua kontainer yang dalam dokumen pemberitahuannya tercatat mengangkut pipa dan baja ringan. Atas dasar kecurigaan tersebut, petugas melakukan pengamanan dan pemeriksaan menggunakan X-Ray.

Pada 10 Agustus 2026, petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan sebanyak 8.960.000 batang rokok yang tidak dilengkapi pita cukai.

Dari hasil penindakan tersebut, nilai barang diperkirakan mencapai sekitar Rp13,3056 miliar, sementara potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp6,68416 miliar.

Djaka menyebutkan, pengiriman rokok ilegal tersebut menggunakan modus yang relatif baru, yakni memanfaatkan jalur kereta api.

“Ini merupakan modus baru. Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan karena tugas Bea Cukai adalah mengawal penerimaan negara agar sesuai dengan target pemerintah,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menyimpan, maupun mendistribusikan produk hasil tembakau ilegal karena selain melanggar ketentuan hukum, peredaran barang tersebut juga berpotensi merugikan penerimaan negara.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menegaskan komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk terus memperkuat sinergi dengan Bea Cukai dalam memberantas operedaran rokok ilegal.
9
“Kami siap bersinergi dengan Bea Cukai. Ini sesuai dengan kebijakan nasional, karena pelanggaran seperti ini berpotensi mengganggu penerimaan anggaran negara,” kata Alrasyidin.

Menurutnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga siap mendukung upaya penindakan melalui analisis dan pertukaran informasi untuk membantu Bea Cukai dalam mengungkap kasus-kasus serupa.

“Kami siap melakukan berbagai upaya, termasuk analisis, untuk membantu Bea Cukai dalam melakukan penindakan-penindakan selanjutnya,” tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Bea Cukai menyampaikan bahwa penindakan terhadap rokok ilegal melalui modus pengiriman menggunakan jalur kereta api tersebut merupakan temuan pertama dengan modus serupa.

Terkait bagaimana barang ilegal tersebut dapat lolos dalam proses pengiriman, Bea Cukai menyatakan masih akan melakukan pendalaman dan penyidikan lebih lanjut.

Bea Cukai juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2026, hampir 1,2 miliar batang rokok ilegal telah berhasil digagalkan peredarannya di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Setelah konferensi pers, para tamu undangan bersama awak media melakukan peninjauan terhadap barang bukti yang telah diamankan. Kegiatan kemudian berakhir dalam keadaan aman, lancar, terkendali, dan kondusif.

Penindakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran rokok ilegal sekaligus menjaga penerimaan negara di sektor cukai.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts