Beranda blog Halaman 48

Presiden Prabowo Apresiasi Dedikasi Petugas Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Presiden Prabowo Subianto (Pertama Kanan) mengundang para petugas upacara yang terlibat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (19/8/2026). Foto: BPMI Setpres/Unggahan Akun Media Sosial @sekretariat.kabinet

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto mengundang para petugas upacara yang terlibat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi para petugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 lalu.

“Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangganya kepada para petugas upacara yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 lalu,” tulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam unggahannya pada akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Rabu (19/8).

Seskab Teddy menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo turut berpesan kepada para petugas untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kebanggaan atas peran mereka dalam menyukseskan rangkaian peringatan kemerdekaan. Presiden juga berpesan agar pengalaman tersebut menjadi semangat sekaligus bekal berharga untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Dalam pertemuan ini, Presiden menyampaikan pesan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan,” tulis Seskab Teddy.

Presiden, lanjut Seskab Teddy, juga memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan semangat yang telah ditunjukkan para petugas dalam menjalankan tugas. Menurut Seskab Teddy, seluruh petugas upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI telah memberikan kontribusi dan dedikasi terbaiknya dalam menyukseskan seluruh rangkaian perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

“Para petugas upacara yang terdiri dari anggota Paskibraka, komandan upacara, penerbang, penerjun, serta para pelaku seni dan budaya telah memberikan kontribusi dan dedikasi terbaiknya untuk menyukseskan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi serta seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan yang berjalan sangat khidmat dan tetap menghibur jutaan pasang mata yang menyaksikan,” ungkapnya.

Antusiasme Masyarakat Himpun Rp2,16 Miliar untuk Warga Terdampak Bencana NTT

Foto: Dok. Danantara Indonesia

Jakarta (The Indonesian News) – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui kegiatan Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, antusiasme masyarakat turut diwujudkan dengan pemberian donasi melalui QR Code di tiga titik panggung kesenian. Dalam waktu singkat, terhimpun donasi sebesar Rp2.164.037.334. Keluarga besar BUMN dan Danantara Indonesia bersama Pemerintah memfasilitasi partisipasi masyarakat untuk hadir dan bergotong royong membantu sesama.

“Momentum Kemerdekaan tahun ini sekaligus menjadi pengingat tentang kekuatan gotong royong. Partisipasi masyarakat dalam Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management, Danantara Indonesia, Rabu, 19 Agustus 2026.

Danantara Indonesia dan BUMN Bergerak Terkoordinasi Pulihkan Layanan Dasar

Sebagai bagian dari komitmen BUMN untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat, Danantara Indonesia mengoordinasikan respons lintas BUMN guna mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak secara tepat sasaran. Koordinasi bantuan di sejumlah wilayah juga ditingkatkan selama masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah hingga 28 Agustus 2026.

Pada tahap awal masa tanggap darurat, fokus utama diarahkan pada pemulihan layanan publik yang menjadi tulang punggung respons kemanusiaan. Sejumlah BUMN bergerak cepat mengerahkan personel dan peralatan di wilayah terdampak. Hingga Senin (17/8), PLN telah memulihkan sekitar 88% pelanggan dan 98,3% jaringan listrik yang terdampak gempa sehingga layanan dasar masyarakat, fasilitas umum, dan posko bantuan dapat kembali beroperasi. Di sisi komunikasi, Telkom Group mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan koordinasi serta akses informasi dapat terus berjalan. Selain itu, pasokan dan distribusi bahan bakar juga diperkuat untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan pengerahan bantuan.

Sejumlah BUMN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di kabupaten-kabupaten terdampak. Dukungan yang telah dihimpun disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di berbagai titik terdampak. Penghimpunan bantuan masih terus berlangsung seiring dengan pemetaan kebutuhan di lapangan, sehingga dukungan yang diberikan dapat terus disesuaikan dengan kondisi masyarakat terdampak, mulai dari pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, hingga dukungan operasional bagi posko dan fasilitas umum.

Relawan akan dikerahkan dan posko penanganan bencana akan diperkuat di sejumlah titik prioritas yang menjadi pusat aktivitas masyarakat terdampak, seperti di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ngada, Ende, serta Manggarai. Selain memenuhi kebutuhan tanggap darurat, Danantara Indonesia bersama BUMN juga mulai melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat guna mendukung tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“Fokus saat ini adalah memastikan dukungan yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan. Pada saat yang sama, Danantara Indonesia bersama Keluarga Besar BUMN juga mulai memetakan kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak, termasuk kemungkinan dukungan pada fase pemulihan dan perbaikan kembali fasilitas atau hunian yang terdampak,” ujar Rohan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat selama masa tanggap darurat, Danantara Indonesia bersama Keluarga Besar BUMN berupaya memastikan dukungan yang dihimpun dapat hadir secara tepat, terarah, dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur.

Sumber: Danantara Indonesia

Kemhan Terima Pesawat C-130H A-1319 Hasil Modernisasi dari GMF

Menhan Sjafrie (Tengah) Hadiri Penyerahan Pesawat C-130H A-1319 Hasil Modernisasi GMF di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan

Tangerang (The Indonesian News) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri penyerahan pesawat C-130H A-1319 hasil modernisasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

Dalam keterangan pers usai peninjauan, Menhan menyampaikan bahwa modernisasi Hercules C-130H A-1319 menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian pertahanan, khususnya kemampuan pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri.

“Penguatan kemampuan teknis dan sumber daya manusia dilakukan melalui kolaborasi GMF, PTDI, dan industri nasional, sehingga proses pemeliharaan dan modernisasi pesawat semakin dapat dilakukan dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri. Kerja sama internasional tetap diperlukan sebagai bagian dari penguatan kapasitas, namun kemampuan teknis dan keahlian tersebut secara bertahap terus dibangun dan dikuasai di dalam negeri” Ujar Menhan Sjafrie , Rabu, 19 Agustus 2026.

Penyerahan ini menandai peningkatan kapasitas industri dalam negeri dalam mendukung pemeliharaan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), sekaligus memperkuat kolaborasi antara Kemhan, TNI Angkatan Udara (TNI AU), GMF, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan mitra industri pertahanan lainnya.

Penyerahan simbolis pesawat C-130H A-1319 kepada Menhan RI yang didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pesawat hasil modernisasi, Banten, Rabu (19/8/2026). The Indonesian News/HO-Biro Infohan Setjen Kemhan

Dirut GMF menyampaikan apresiasi kepada Kemhan atas kepercayaan yang diberikan kepada GMF untuk melaksanakan modernisasi C-130H A-1319. Penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan kemampuan industri nasional guna mendukung kebutuhan pertahanan.

Hercules C-130H A-1319 merupakan pesawat pertama yang menjalani modifikasi besar di GMF di luar fasilitas Lockheed Martin. Pekerjaan meliputi Center Wing Box Replacement, Avionics Upgrade Program, dan Structural Integrity Program. Modernisasi tersebut meningkatkan kemampuan avionik, keandalan, serta kesiapan operasional pesawat dan memperpanjang usia operasional sekitar 15–20 tahun.

Penyerahan pesawat C-130H A-1319 menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasional TNI AU sekaligus memperkuat peran industri pertahanan nasional dalam mendukung kebutuhan alutsista.

Semarak HUT ke-81 RI, KBRI Moskow Buka Bursa Kerja dan Warung Konsuler bagi WNI di Rusia

Foto: KBRI Moskow

Rusia (The Indonesian News) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow memanfaatkan momentum Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan menghadirkan layanan publik terpadu melalui Bursa Kerja (Job Fair), Warung Konsuler, dan Layanan Kemahasiswaan Pada Senin, (17/08). Inisiatif proaktif ini mempertemukan langsung kebutuhan warga negara Indonesia (WNI) di Rusia dengan peluang karier, kesempatan magang, serta penyelesaian administrasi kekonsuleran dan akademik.

Penyelenggaraan bursa kerja tahun kedua melalui inisiasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow bersama Chamber of Commerce Moskow ini menghadirkan berbagai perusahaan dari Rusia dan Indonesia, antara lain RUSAL, EN+ Group, Rusagro, Alabuga SEZ, Tata Logam Lestari, Luma Partners, dan RusLanguage School. Selain membuka lowongan di sektor energi, industri berat, pertanian, manufaktur, dan pendidikan, ajang ini menyediakan layanan konsultasi karier serta jejaring profesional. Bersamaan dengan itu, KBRI Moskow menggelar Warung Konsuler untuk penerbitan paspor dan surat keterangan, serta layanan kemahasiswaan guna membantu legalisasi dokumen akademik mahasiswa Indonesia.

Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, menegaskan pentingnya kehadiran layanan terpadu ini di tengah momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Penyelenggaraan Bursa Kerja ini merupakan upaya KBRI Moskow untuk membuka peluang lebih luas bagi WNI untuk berkarya, berkarier, dan mengembangkan diri di Rusia. Warung Konsuler juga diharapkan dapat memberikan pelayanan kekonsuleran yang efektif bagi para WNI. Dibukanya dua layanan ini di tengah semarak HUT kemerdekaan menegaskan komitmen KBRI Moskow untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.” Tutur Dubes RI untuk Rusia dan Belarus Jose Antonio Morato Tavares, Dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.

Rangkaian perayaan diawali dengan upacara pengibaran bendera yang khidmat dan partisipasi sekitar 400 peserta, termasuk 50 warga negara asing, diaspora, dan mitra sahabat Indonesia di Rusia. Acara dilanjutkan dengan perlombaan khas kemerdekaan, bazar kuliner Nusantara oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Moskow, serta ditutup dengan upacara penurunan bendera yang memperkuat kebersamaan masyarakat Indonesia di Rusia.

Update Gempa NTT, BNPB: Korban Meninggal 71 Jiwa, 398 Ton Bantuan Telah Terdistribusi dan Total Pengungsi 59.647 Jiwa

Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. Foto: Dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur

Manggarai Barat (The Indonesian News) – Pelaksana Tugas Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan darurat gempa M7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur, per Rabu (19/8) Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi sebanyak 71 jiwa. Penambahan satu korban meninggal berada di wilayah Kabupaten Nagekeo.

“Terkait penyaluran logistik, sampai dengan kemarin (18/8) pukul 18.00 WIB distribusi bantuan terus dilakukan melalui jalur udara dan laut. Total bantuan yang telah terkirim pada periode 15-18 Agustus sebanyak 398 Ton. Jalur darat masih menjadi opsi utama penyaluran bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan akses jalan menuju titik pengungsian,” Kata Berton SP Panjaitan dalam keterangan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sementara itu, pemerintah juga mengoptimalkan transportasi laut untuk menjangkau wilayah lebih luas. Pada Selasa (18/8), KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, dengan membawa paket bantuan BNPB berupa sembako, tenda keluarga dan tenda pengungsi, serta bantuan dari berbagai unsur masyarakat.

“Penanganan pengungsi masih menjadi fokus utama karena sebagian masyarakat memilih untuk tidak kembali ke rumah akibat kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap gempa susulan,” Ujarnya.

Berton SP Panjaitan menyebutkan, Berdasarkan pemutakhiran data per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, total pengungsi sebanyak 59.647 dengan jumlah pengungsi terbanyak di Kabupaten Manggarai sebanyak 20.333 jiwa.

“Pemerintah daerah bersama BNPB terus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, meliputi makanan dan air bersih, tenda, matras dan selimut, layanan kesehatan, sanitasi dan kebersihan, serta pemenuhan kebutuhan kelompok rentan termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas,” Terangnya.

Penanganan pengungsi tidak hanya dilakukan di satu lokasi terpusat. Mengingat masyarakat tersebar di sejumlah titik, maka pendataan dan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap hingga menjangkau lokasi pengungsian mandiri.

Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat posko dan satuan tugas sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat tercatat dan ditangani secara tepat sasaran. Untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah mengerahkan sumber daya nasional termasuk TNI/Polri dan seluruh unsur pentaheliks. Pengerahan tersebut ditujukan untuk mendukung mobilisasi personel, logistik, pelayanan kesehatan, serta menjangkau wilayah yang memiliki kendala akses. Pesawat dan kapal militer digunakan sebagai bagian dari dukungan transportasi udara dan laut.

“BNPB menegaskan bahwa seluruh pengerahan sumber daya tersebut diarahkan untuk satu tujuan, yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat terdampak. Dengan segala upaya yang dilakukan oleh seluruh pihak ini, menjadi momentum bahwa pemerintah hadir dan terus bekerja untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. BNPB memastikan dukungan akan terus diberikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan, selain itu pemerintah akan terus mendampingi proses penanganan hingga tahap pemulihan,” Tutup Berton SP Panjaitan.

Hadir di Ende, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Rumah Rusak dan Kebutuhan Penyintas Gempa Terpenuhi

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) saat memberikan sosialisasi kepada warga terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Ende (The Indonesian News) – Guncangan gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang terjadi di wilayah Flores pada Sabtu (15/8) turut dirasakan masyarakat Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sehingga masyarakat memilih mengungsi ke tenda darurat untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende bergerak cepat dengan menyediakan tenda keluarga sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Dukungan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan masyarakat tetap memiliki tempat berlindung yang aman selama proses penanganan darurat berlangsung.

Kondisi rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Namun, penanganan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara. Kebutuhan dasar masyarakat, kepastian terhadap kondisi rumah yang mengalami kerusakan, serta rasa aman dan tenang para penyintas menjadi bagian penting yang harus dipastikan pemerintah selama masa transisi menuju pemulihan.

Pada Rabu (19/8), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto datang langsung menemui para penyintas di Desa Peozaka Ramba. Untuk mencapai lokasi, Kepala BNPB harus menempuh medan terjal berupa jalan menanjak dan berbukit dengan akses yang sebagian masih berupa bebatuan.

Kondisi medan tersebut tidak menyurutkan langkah Kepala BNPB untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi penyintas dari dekat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, sekaligus memberikan penguatan agar masyarakat tetap tenang dan memiliki harapan dalam menghadapi situasi pascagempa.

Dalam dialog bersama masyarakat, Kepala BNPB mengingatkan agar warga tetap tenang menghadapi gempa bumi susulan yang masih terjadi di wilayah tersebut. Kesiapsiagaan tetap harus ditingkatkan, terutama dengan tidak memasuki rumah yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

“Kalau rumah sudah rusak, jangan dipaksakan untuk masuk. Kita tidak pernah tahu kapan gempa susulan terjadi. Yang paling penting sekarang adalah keselamatan Bapak dan Ibu semua,” ujar Suharyanto kepada para penyintas.

Tenda BNPB untuk tempat tinggal sementara para penyintas berdiri di halaman rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026). The Indonesian News/HO-BNPB

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap arahan pemerintah serta petugas di lapangan.

“Jangan panik, tetapi jangan lengah. Tetap berada di tempat yang aman, ikuti arahan petugas, dan jangan kembali ke rumah yang rusak sebelum dipastikan aman,” katanya.

Selain memastikan keselamatan masyarakat, pemerintah juga menyiapkan langkah konkret untuk membantu warga memperbaiki maupun mendapatkan kembali tempat tinggal yang aman. BNPB akan memberikan dukungan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Sementara itu, bagi rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah akan memberikan dukungan pembangunan hunian tetap yang bersifat permanen.

“Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah hunian tetap. Pemerintah hadir agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi kondisi ini sendiri,” ujar Suharyanto.

Sebelum hunian tetap bagi rumah rusak berat selesai dibangun, BNPB juga menyiapkan dua alternatif tempat tinggal sementara bagi masyarakat. Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah bagi setiap kepala keluarga.

Menurut Suharyanto, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan berlangsung. Karena itu, penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah pemulihan yang terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting sekarang datanya harus benar. Rumah mana yang rusak ringan, sedang, dan berat harus didata dengan baik. Setelah diverifikasi dan divalidasi, kita bisa segera menentukan bantuan dan mulai proses pembangunannya,” jelasnya.

Untuk mempercepat realisasi dukungan tersebut, Kepala BNPB meminta Pemerintah Kabupaten Ende memperkuat koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan mempercepat pendataan rumah warga terdampak. Data yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi dasar dalam proses verifikasi dan validasi sebelum bantuan perbaikan maupun pembangunan hunian diberikan.

“Kita ingin bantuan ini segera sampai kepada masyarakat. Karena itu, pendataan jangan sampai lambat. Pastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dan tidak ada data yang keliru. Setelah datanya selesai dan terverifikasi, kita bergerak,” tegas Suharyanto.

Di tengah suasana penanganan darurat, perhatian juga diberikan kepada anak-anak penyintas. Kepala BNPB mengajak anak-anak untuk bertemu dan menyerahkan bingkisan berupa makanan ringan serta mainan sebagai bentuk dukungan moril agar mereka tetap merasa diperhatikan dan dapat melewati masa sulit pascagempa dengan lebih tenang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB juga menyerahkan dukungan logistik kepada para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses penanganan darurat.

Kepala BNPB menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendampingi masyarakat terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pada masa darurat hingga proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga.

“Bapak dan Ibu tidak sendiri. Pemerintah hadir dan akan terus mendampingi. Yang terpenting sekarang kita jaga keselamatan bersama, tetap tenang, dan ikuti arahan petugas. Setelah itu, kita bersama-sama memperbaiki apa yang rusak dan membangun kembali kehidupan masyarakat,” pungkas Suharyanto.

AHY Gandeng Ombudsman Perkuat Pengawasan, Persoalan Pertanahan Jadi Sorotan Utama

Foto: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

Jakarta (The Indonesian News) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggandeng Ombudsman Republik Indonesia (RI) untuk memperkuat pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di sektor infrastruktur, pertanahan, transportasi, serta pembangunan kewilayahan, Rabu (19/08).

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan publik berjalan sesuai prinsip good governance, yakni transparan, akuntabel, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

AHY menegaskan, tata kelola pemerintahan yang baik tidak boleh sekadar menjadi jargon, tetapi harus diwujudkan dalam sistem pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Fondasi yang harus dijaga adalah tata kelola pemerintahannya, good governance. Ini bukan hanya menjadi jargon, tetapi harus dijalankan. Pemerintahan yang transparan, yang akuntabel, yang melayani, yang berdampak, termasuk yang responsif,” ujar AHY dalam keterangan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengoordinasikan lima kementerian teknis, yaitu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Transmigrasi.

Koordinasi lintas kementerian tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai target pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hingga 2029 dapat terlaksana secara optimal.

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur dan kewilayahan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan.

Pertanahan Menjadi Perhatian Utama

Dalam pemetaan bersama Ombudsman RI, sektor agraria dan pertanahan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian serius. Hal ini mengingat luasnya cakupan pelayanan publik di sektor tersebut, mulai dari administrasi pertanahan, tata ruang, hingga berbagai konflik agraria yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

AHY mengakui masih terdapat berbagai persoalan pertanahan yang membutuhkan penanganan cepat dan tuntas, termasuk konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Tadi kita petakan, paling banyak memang urusan dengan agraria, urusan pertanahan. Karena memang banyak sekali pelayanan publik di sektor pertanahan atau agraria tersebut, termasuk tata ruang wilayah,” kata AHY.

Ia menekankan pentingnya respons cepat dari jajaran pemerintah dalam menangani persoalan tersebut, baik melalui kantor wilayah di tingkat provinsi maupun kantor pertanahan di tingkat kabupaten dan kota.

Menurut AHY, pelayanan publik di sektor pertanahan harus terus diperbaiki agar masyarakat memperoleh kepastian, kejelasan prosedur, serta penyelesaian atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Selain sektor agraria dan pertanahan, Ombudsman RI juga menerima sejumlah laporan, pengaduan, dan aspirasi masyarakat terkait pelayanan publik di sektor transportasi.

Data Ombudsman Jadi Bahan Evaluasi

AHY mengatakan Kemenko Infrastruktur akan memanfaatkan data dan informasi dari Ombudsman RI sebagai bahan evaluasi terhadap pelayanan publik di kementerian dan lembaga yang berada dalam koordinasinya.

Data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk potensi kelemahan dalam sistem pelayanan yang dapat memicu maladministrasi.

“Kita harus bisa terus mengevaluasi diri, memperbaiki sistem jika memang ada kelemahan di sana-sini, dan pada akhirnya menghadirkan tata kelola yang semakin menjawab kebutuhan pembangunan di Indonesia dalam waktu mendatang,” ujar AHY.

Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai pengaduan masyarakat tidak hanya menjadi laporan yang ditindaklanjuti secara administratif, tetapi juga menjadi bahan untuk memperbaiki sistem pelayanan pemerintah.

Ombudsman Siap Perkuat Pengawasan di Daerah

Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona mengatakan, Ombudsman memiliki 34 perwakilan di seluruh Indonesia yang dapat menjadi sumber data dan informasi mengenai kondisi pelayanan publik di berbagai sektor.

Jaringan tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan Ombudsman dalam memberikan masukan kepada pemerintah, terutama terkait persoalan pelayanan publik yang terjadi di daerah.

“Kelebihan kami adalah memiliki 34 perwakilan, Pak Menko. Sehingga data informasi kami lengkap, terkait berbagai macam hal di bawah kementerian di bawah beliau,” kata Rahmadi.

Rahmadi berharap kerja sama antara Ombudsman RI dan Kemenko Infrastruktur dapat terus diperkuat sehingga berbagai potensi maladministrasi dapat diidentifikasi dan dicegah sejak dini.

Menurutnya, penguatan koordinasi antarlembaga harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mendukung pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Karena bagaimanapun kolaborasi, koordinasi antar para pihak ke depannya, mulai dari sekarang untuk Indonesia yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Kolaborasi antara Kemenko Infrastruktur dan Ombudsman RI diharapkan tidak berhenti pada mekanisme pengawasan semata. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong perbaikan sistem pelayanan publik secara menyeluruh agar semakin transparan, akuntabel, cepat, responsif, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Dengan penguatan pengawasan dan pemanfaatan data pengaduan masyarakat, pemerintah diharapkan dapat lebih cepat mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus melakukan pembenahan sebelum berkembang menjadi maladministrasi atau konflik yang berkepanjangan.

FKPPAL Hadir dalam Tapak Tilas Proklamasi kemerdekaan 2026

Foto: Dok. FKPPAL

Jakarta The Indonesian News) – Forum Komunikasi Putra Putri Angkatan Laut (FKPPAL) turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Tapak Tilas Proklamasi 2026 atas undangan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melaui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah DKI Jakarta di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026).

Kehadiran FKPPAL dalam kegiatan tersebut diwakili oleh anggota FKPPAL Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai sejarah, kebangsaan, serta semangat perjuangan para pendahulu bangsa.

Mewakili rekan-rekan FKPPAL Jawa Timur, Johan mengucapkan Terima kasih untuk DPP FKPPAL yang mengundang kami untuk hadir dalam acara tersebut.

“Kami merasa bangga dapat hadir dalam kegiatan Tapak Tilas Proklamasi 2026 ini. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan dan komitmen FKPPAL Jawa Timur untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan kebangsaan serta menjaga nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa,” Ucap Johan dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Foto: Dok. FKPPAL

Tapak Tilas Proklamasi menjadi momentum penting untuk mengenang kembali perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi penerus terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan.

Bagi FKPPAL, keikutsertaan dalam kegiatan nasional seperti ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir, berkontribusi dan bersinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan sosial, kebangsaan, pendidikan, pelestarian sejarah dan pembinaan generasi muda.

Kehadiran FKPPAL juga menjadi bukti bahwa organisasi yang mewadahi putra-putri keluarga besar TNI Angkatan Laut ini terus aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

FKPPAL memperkuat persatuan putra putri angkatan laut Indonesia dan terus membangun jejaring dan kolaborasi dengan pemerintah, TNI/Polri, lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.

FKPPAL — Putra Putri Angkatan Laut, Bersatu, Berkarya dan Mengabdi untuk Negeri.

PBB dan Pramuka Hidupkan Semangat Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Jambore Nasional XII

Peserta Jambore Nasional XII 2026 mengikuti sesi interaktif PBB di Global Development Village, Buperta Cibubur, yang mengajak anggota Pramuka muda memahami Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kegiatan partisipatif dan diskusi. The Indonesian News/HO-Talitha Vanya/UNIC

Beragam kegiatan interaktif tentang hak, iklim, keselamatan, peluang, dan kemitraan libatkan anggota Pramuka muda dari seluruh Indonesia

Cibubur (The Indonesian News) — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia hari ini berpartisipasi dalam Jambore Nasional XII 2026, mengajak para anggota Pramuka muda mengikuti kegiatan interaktif yang menghubungkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di kawasan Global Development Village (GDV) Pramuka untuk SDGs di Buperta Cibubur, program PBB ini menyatukan berbagai badan PBB di bawah lima tema yang saling berkaitan: Manusia (People), Bumi (Planet), Perdamaian (Peace), Kesejahteraan (Prosperity), dan Kemitraan (Partnership).

Jambore Nasional XII yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dari tanggal 13-20 Agustus 2026, mempertemukan 20.857 anggota Pramuka berusia 11–15 tahun dari 38 provinsi. Acara ini juga dihadiri oleh gugus depan Pramuka Indonesia yang berada di luar negeri serta perwakilan Organisasi Kepanduan Nasional dari seluruh kawasan Asia-Pasifik.

“Anak muda bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan berkelanjutan; mereka adalah mitra penting dalam mewujudkannya. Pilihan yang mereka buat di lingkungan mereka, cara mereka memperlakukan satu sama lain, menjaga lingkungan, mendorong perdamaian, dan bekerja sama berhubungan langsung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan waktu kurang dari lima tahun untuk mencapai Agenda 2030, kita semakin membutuhkan energi, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda Indonesia,” ujar Gita Sabharwal Kepala Perwakilan PBB di Indonesia dalam Siaran Persnya melalui Pusat Informasi PBB (UNIC), Rabu, 19 Agustus 2026,

Badan-badan PBB yang berpartisipasi meliputi: FAO, ILO, IOM, UNFPA, UNHCR, UNICEF, UNODC, UNV, UN Women, Kantor Perwakilan PBB di Indonesia (UN RCO) dan Pusat Informasi PBB (UNIC).

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta Pramuka mengikuti program interaktif berdurasi satu jam. Tidak hanya mendatangi stan PBB yang terpisah-pisah, peserta juga diajak merasakan satu perjalanan yang saling terhubung melalui lima tema SDGs dengan menggunakan permainan, simulasi skenario, peragaan, kuis, dan aktivitas kelompok. Lima putaran pertama mengulang program lima pilar terpadu ini untuk kelompok Pramuka yang berbeda, sementara putaran terakhir dikhususkan untuk sesi pemutaran film spesial dan sosialisasi perlindungan anak (safeguarding).

Pada pilar Manusia (People), yang dipandu oleh UNICEF, UNHCR, dan UN Women, kegiatan “ Boleh atau Tidak Boleh?” mengeksplorasi hak-hak anak, rasa hormat, dan persetujuan diri (consent) melalui berbagai skenario kejadian sehari-hari. Sementara itu, pada pilar Bumi (Planet), FAO dan IOM memandu kegiatan “One Planet, One Mission” di mana peserta Pramuka diajak untuk menjawab pertanyaan Benar atau Salah seputar perubahan iklim, kelestarian lingkungan, dan ketangguhan bencana.

Selanjutnya, pilar Perdamaian (Peace) yang dipandu oleh UNODC dan UNFPA menggunakan kegiatan “Pause, Check, Protect” untuk membantu para peserta merenungkan perilaku yang aman, baik di dunia nyata maupun dunia maya, termasuk dalam menghadapi situasi yang melibatkan rumor, penyebaran informasi, hingga ejekan. Di bawah pilar Kesejahteraan (Prosperity), ILO dan UNHCR memandu kegiatan “Cards for Change” sebuah aktivitas interaktif yang berfokus pada pengembangan keterampilan, keadilan, kesetaraan peluang, dan kerja sama tim.

Perjalanan ini kemudian ditutup dengan pilar Kemitraan (Partnership) melalui kegiatan “The Goals Are Global, the Action Is Ours” yang dipandu oleh UNFPA, UNV, ILO, dan keluarga besar PBB. Melalui sesi interaksi tanya-jawab secara bersama-sama, peserta Pramuka mempelajari bagaimana anak muda, masyarakat, pemerintah, PBB, dan mitra lainnya memiliki peran penting masing-masing dalam mencapai SDGs sekaligus memperkuat pesan bahwa tujuan global sangat bergantung pada aksi nyata bersama di tingkat lokal.

“Swasembada pangan bukan semata persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya. Melalui pendidikan kepramukaan, kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda” tegas Budi Waseso, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia.

Program terakhir pada acara ini menampilkan “Bubble Trouble ” sebuah film karya O.M.G Film yang merupakan bagian dari UNiTE Short Film Fellowship 2025 inisiasi UN Women dan UNFPA. Sesi refleksi dari film ini membuka ruang diskusi tentang solidaritas dan keberanian untuk bertindak saat melihat hal yang salah, serta menantang norma-norma sosial yang selama ini kerap mewajarkan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Setelah menonton, para peserta Pramuka mengulas kembali momen-momen tertentu dalam film, memikirkan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan karakter selanjutnya, menjawab pertanyaan berbasis skenario, dan mengikuti kuis interaktif. Sesi ini ditutup dengan Pembacaan *Komitmen Pramuka tentang Rasa Hormat dan Perlindungan* , yang mendorong peserta untuk menghargai batasan pribadi orang lain, berani angkat bicara jika ada sesuatu yang tidak benar, dan mencari bantuan dari orang dewasa yang tepercaya bila diperlukan.

Program PBB ini mencerminkan semangat besar dari Global Development Village: membantu generasi muda memahami bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar agenda dunia, melainkan sesuatu yang terhubung erat dengan pilihan dan tindakan mereka sehari-hari.

Dengan menyatukan kerja berbagai badan PBB ke dalam satu pengalaman yang terpadu, program ini menunjukkan dengan jelas bahwa upaya melindungi manusia, menjaga bumi, membangun perdamaian, menciptakan peluang yang adil, dan bekerja dalam kemitraan adalah pilar-pilar yang saling berkaitan dan bagaimana generasi muda memiliki kekuatan untuk berkontribusi pada masing-masing pilar tersebut.

Kondaeral V Bangkitkan Semangat Muda dalam Pengabdian Negara Melalui Prajurit

Foto: Dok. Kondaeral V

Surabaya (The Indonesian News) – Dalam rangka memberikan wawasan sekaligus membuka kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi, pengabdian, serta peluang berkarier sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) V memberikan pembekalan dan motivasi kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa di SMAN Taruna Madani Jawa Timur, Rabu (19/8/2026).

Dalam sambutan Aspers Dankodaeral V Kolonel Laut (P) Rahadian Rahmadi yang dibacakan oleh Letkol Laut (KH) M. Slamet disampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas, disiplin, mental yang kuat, berkarakter, berilmu, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Menjadi prajurit TNI Angkatan Laut bukanlah sekadar pekerjaan atau profesi. Menjadi prajurit adalah sebuah panggilan pengabdian. Seorang prajurit dituntut untuk rela menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kejujuran dan disiplin menjadi hal yang tidak kalah penting dalam mempersiapkan diri mengikuti proses penerimaan prajurit TNI. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah tergoda oleh pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui cara-cara yang tidak benar. Proses penerimaan prajurit TNI dilaksanakan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, humanis dan bebas dari praktik percaloan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jangan takut untuk bermimpi besar. Mungkin hari ini kalian masih duduk di bangku SMA, tetapi beberapa tahun ke depan bisa saja di antara kalian berdiri tegak menggunakan seragam kebanggaan TNI Angkatan Laut, mengabdi kepada bangsa dan negara, menjaga laut Indonesia, serta menjadi kebanggaan orang tua dan keluarga,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Madani Jatim Dr.Iva Evry Robiyansah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI AL yang telah hadir dan memberikan kesempatan kepada Taruna-Taruni untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai proses dan peluang menjadi prajurit TNI AL. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sebuah profesi yang membutuhkan integritas, dispilin, ketangguhan, keberanian, loyalitas, kepemimpinan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

TNI AL berharap para generasi muda dapat menjadikan kesempatan tersebut sebagai motivasi dalam menentukan masa depan. Laut merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia, sementara TNI Angkatan Laut memiliki tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan di laut. Generasi muda diharapkan dapat menjadi penerus perjuangan dalam menjaga dan mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts