Beranda blog Halaman 53

HUT ke-81 RI, Pelindo Regional 2 Jambi Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Pelabuhan yang Andal

Foto: Dok. Pelindo Regional 2 Jambi

Jambi (The Indonesian News) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kolaborasi, dan kontribusi seluruh pihak dalam mendukung kemajuan ekosistem kepelabuhanan di Jambi.

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih digelar di lingkungan Pelindo Regional 2 Jambi dan diikuti oleh insan Pelindo Group beserta anak perusahaan, yakni PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT IPC Terminal Petikemas (TPK), PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Jasa Armada Indonesia (JAI), dan PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah stakeholder dan mitra kerja, di antaranya Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, perwakilan KSKP Talang Duku, serta Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, General Manager Pelindo Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, tampil mengenakan baju Melayu Jambi berwarna merah manggis yang dilengkapi keris dan tanjak khas Jambi. Pakaian adat tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat identitas lokal dalam bingkai semangat kebangsaan.

Dalam amanatnya yang membacakan pidato Direktur Utama Pelindo, Febrianto menyampaikan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremonial, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bagi insan kepelabuhanan, kontribusi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, pelaksanaan operasional yang aman dan andal, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kelancaran arus logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pelabuhan merupakan bagian penting dari pergerakan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar ekosistem kepelabuhanan dapat terus tumbuh, memberikan pelayanan terbaik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jambi,” ujar Febrianto.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang sebelumnya telah digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pelindo Regional 2 Jambi.

Penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus wujud kebersamaan bagi seluruh insan Pelindo Group dan mitra kerja yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.

Febrianto menambahkan, semangat kolaborasi dan kebersamaan harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam menjalankan operasional kepelabuhanan.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pelindo Regional 2 Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan stakeholder dan mitra kerja dalam menghadirkan ekosistem pelabuhan yang aman, andal, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Pelabuhan Jambi sebagai salah satu penggerak aktivitas logistik dan perekonomian daerah.

Dari pelabuhan Jambi, semangat kemerdekaan terus bergerak untuk Indonesia yang semakin maju.

Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Foto: Dok. Polda Metro Jaya

Jakarta (The Indonesian News) – Polda Metro Jaya mengirim 12 truk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Keberangkatan bantuan dilepas langsung oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri sekitar pukul 12.30 WIB.

Logistik yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, antara lain air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, minuman siap saji, makanan ringan, selimut dan sarung, alas tidur, serta terpal plastik berbagai ukuran.

Foto: Dok. Polda Metro Jaya

“Keluarga besar Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban, memberikan manfaat, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Komjen Asep Edi Suheri.

Usai dilepas, seluruh logistik dibawa menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk selanjutnya diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur. Polda Metro Jaya juga telah berkoordinasi dengan Polda Nusa Tenggara Timur untuk menentukan skala prioritas penyaluran sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.

“Kita berharap bantuan ini segera terdistribusi kepada masyarakat yang terdampak sehingga dapat dimanfaatkan dengan cepat dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Kombes Budi Hermanto.

Pengiriman bantuan berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Di momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tetap fokus pada persatuan, gotong royong, dan rasa senasib sepenanggungan. Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diwujudkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa,” tambah Kombes Budi Hermanto.

Pusterad Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Teguhkan Komitmen TNI Menjaga Kedaulatan NKRI

Pusterad menggelar Upacara Peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Markas Pusterad, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-Penerangan Pusterad).

Jakarta Timur (The Indonesian News) – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Agus Prangarso selaku Inspektur Upacara (Irup), serta diikuti oleh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusterad di Lapangan Markas Pusterad, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Pusterad menegaskan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, perairan, dan ruang udara Indonesia,” tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya diukur dari modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), tetapi juga dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajurit. “Untuk menjaga bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, TNI harus terlebih dahulu kuat dan bersih dari dalam. Kehebatan TNI tidak hanya diukur dari Alpalhankam modern yang kita miliki, tetapi dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajuritnya,” ujarnya.

Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI untuk menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang dapat merusak nama baik institusi. “Jangan biarkan kesalahan individu merusak nama baik satuan dan institusi TNI,” tegasnya.

Serta mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI untuk terus melaksanakan TNI PRIMA, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta menjaga kepercayaan rakyat sebagai kehormatan yang harus dipertahankan.

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto: BPMI Setpres).

Jakarta (The Indonesian News) – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Inf Priyo Handoyo kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Setelahnya, 17 dentuman meriam menggema di kawasan Istana Merdeka, disertai bunyi sirene panjang. Dentuman tersebut menjadi penanda dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi, membawa suasana halaman Istana Merdeka ke dalam nuansa khidmat dan penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Presiden Prabowo membacakan langsung naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Usai membacakan Proklamasi, Presiden Prabowo kemudian memimpin seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Tanah Air. “Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Setelah mengheningkan cipta, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rangkaian upacara kemudian memasuki prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat”.

Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dipercaya membawa Bendera Merah Putih. Ia didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.

Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan bergerak naik menuju puncak tiang. Bendera kemudian berkibar gagah di langit halaman Istana Merdeka, disambut dengan sikap sempurna dan rasa bangga oleh seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir.

Setelah bendera berkibar sempurna, Komandan Upacara kembali menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara. Laporan terakhir tersebut sekaligus menandai berakhirnya prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar. Lagu tersebut dibawakan oleh Sekolah Rakyat dan Gita Bahana Nusantara (GBN), menghadirkan semangat kebangsaan sekaligus kegembiraan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan sarat makna, meneguhkan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Berkibarnya Sang Merah Putih, lantunan lagu kebangsaan, serta persembahan “Hari Merdeka” menjadi penutup yang menyatukan suasana haru, kebanggaan, dan semangat kebangsaan.

Peringati HUT ke-81 RI di Lokasi Bencana, Pemerintah Tegaskan Percepatan Penanganan Darurat Gempa M 7,7 Flores

Upacara peringatan HUT RI ke 81 di Manggarai Nusa Tenggara Timur dihadiri Wakil Mensos RI Agus Jabo Priyono, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto Menko PMK Pratikno, Senin (17/8/2026). (Foto: The Indonesian News/HO-BNPB).

Manggarai (The Indonesian News) – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan daerah terdampak pasca gempabumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penegasan ini disampaikan langsung di sela-sela Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno seusai mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).

Peringatan HUT ke-81 RI di tengah kondisi berduka pasca bencana NTT berlangsung khidmat dan diikuti Wakil Mensos RI Agus Jabo Priyono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto., Menko PMK Pratikno dan pejabat pemerintah, TNI, Polri serta masyarakat.

“Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” ujar Menko PMK Pratikno.

Pratikno menambahkan, penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak. Jajaran pemerintah membagi tugas menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan cepat, seperti pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolir di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian/lembaga terkait melalui sistem luring maupun video conference guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.

Memperkuat arahan Menko PMK, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto membeberkan kesiapan strategi serta pengerahan sumber daya logistik dan armada penanganan di lapangan.

Kepala BNPB menjelaskan bahwa Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.

Logistik dari Posko Utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolir, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal. Pada jalur udara, disiagakan 6 pesawat di Labuan Bajo dan 5 pesawat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.

Sementara pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama, yang didukung pula oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.

Terkait pemutakhiran data dampak bencana, Kepala BNPB mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa, sementara pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis.

Suharyanto menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang by name by address tanpa harus menunggu data rampung 100 persen, agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.

“Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi,” ujar Suharyanto.

“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut. (Foto: The Indonesian News/HO-Seselam Kodiklatal).

Jawa Timur (The Indonesian News) – TNI Angkatan Laut melalui Sekolah Selam (Seselam) Kodiklatal melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di bawah air dalam rangka memperingati HUT ke-74 Penyelam TNI AL sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di perairan Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, Pada Minggu (16/8).

Kegiatan dipimpin Danseselam Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati, selaku Ketua Panitia dan diikuti 81 penyelam, terdiri dari 17 penyelam panitia dan 64 peserta dari berbagai instansi, di antaranya Kodaeral V, Satbrimob dan Pusdik Brimob Polda Jatim, POSSI Jatim, PADI Surabaya, Petrokimia Diving Club, Bahari Diving Club, Nemo Diving Club, serta Surabaya Diving Club. Kegiatan juga diikuti dua warga negara Prancis yang bergabung bersama tim PADI Surabaya.

Danseselam Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati menyampaikan, kegiatan tersebut diawali pemeriksaan kesehatan dan pengecekan perlengkapan selam. “para peserta melaksanakan penyelaman menuju dasar laut untuk mengikuti prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan teks Proklamasi. Pengibaran bendera dilaksanakan oleh Serda Ali Hanafi dari Seselam dan Sdr. Ade dari Saka Bahari Kabupaten Situbondo,” Kata Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.

“Selain upacara, kegiatan turut diisi demonstrasi Tari Gelang Soko dari Madura di bawah air, penyampaian ucapan HUT Penyelam TNI AL, sosialisasi kesehatan penyelaman serta treatment menggunakan Recompression Chamber Hyperbaric bagi peserta,” Tutup Danseselam Letkol Laut (KH) Natsir Dimyati.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Aceh

Prajurit TNI dan Polri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News/Ampelsa.
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Prajurit TNI dan Polri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.
Prajurit TNI dan Polri mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/8/2026). Peringatan HUT ke-81 RI di yang dikuti seluruh jajaran TNI, Polri, Siswa dan Forkopimda Aceh pada tahun ini berlangsung khidmat dan sederhana turut disaksikan masyarakat. The Indonesian News Foto/Ampelsa.

HUT ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

Foto: Dok. PELINDO

Jakarta (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pelabuhan sebagai penghubung Nusantara sekaligus penggerak perekonomian nasional. Melalui peningkatan konektivitas dan efisiensi layanan kepelabuhanan, Pelindo berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Pelindo Regional 2, Jakarta, Senin (17/8).

Dalam amanatnya, Achmad mengatakan momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh insan Pelindo bahwa tugas perusahaan tidak sekadar menjalankan aktivitas operasional kepelabuhanan, tetapi juga mengisi kemerdekaan melalui karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

“Delapan puluh satu tahun yang lalu, kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan keberanian, pengorbanan, persatuan, dan keyakinan yang kuat akan masa depan bangsa. Hari ini, tugas kita bukan lagi merebut kemerdekaan. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” ujar Achmad.

Menurutnya, tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” memiliki relevansi yang kuat dengan peran Pelindo dalam ekosistem logistik dan maritim nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas yang kuat untuk memastikan pergerakan orang dan barang antarwilayah dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukanlah pemisah bagi Indonesia. Laut adalah pemersatu. Pelabuhan adalah penghubung. Dan konektivitas adalah urat nadi perekonomian bangsa,” katanya.

Achmad menjelaskan bahwa konektivitas kepelabuhanan juga memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan. Kehadiran pelabuhan dari wilayah barat hingga timur Indonesia menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi barang, menghubungkan pusat-pusat produksi dan konsumsi, serta mendukung aktivitas perekonomian di berbagai wilayah Nusantara.

Di sisi lain, peningkatan produktivitas dan efisiensi pelabuhan menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai ekonomi. Peningkatan produktivitas bongkar muat, penurunan port stay, serta efisiensi rantai pasok pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik, kelancaran distribusi barang, serta peningkatan daya saing produk Indonesia.

Dalam menjalankan agenda tersebut, Pelindo terus melakukan transformasi dan penguatan kinerja sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia. Upaya tersebut diarahkan tidak hanya pada penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan produktivitas aset negara, tetapi juga pada penciptaan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian dan pembangunan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Achmad turut menyampaikan doa dan simpati kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi. Sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo di wilayah tersebut turut terdampak dan terus mendapatkan penanganan.

Ia meminta seluruh jajaran, khususnya di wilayah terdampak maupun daerah yang masih berpotensi mengalami gempa susulan, untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional.

“Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan manusia,” tegas Achmad.

Mengakhiri amanatnya, Achmad mengajak seluruh insan Pelindo menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di pelabuhan memiliki arti yang lebih besar bagi konektivitas dan perekonomian Indonesia.

“Dari pelabuhan-pelabuhan Indonesia, kita hubungkan Nusantara. Dari Pelindo, kita gerakkan ekonomi bangsa. Dan melalui karya kita bersama, kita wujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkas Achmad.

 

Semangat HUT RI ke-81, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

Foto: Dok. Pelindo

Makassar (The Indonesian News) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya memperkuat konektivitas maritim dan efisiensi logistik nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar, Senin (17/8).

Upacara yang berlangsung di pelataran parkir Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, dipimpin Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo selaku inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Drajat membacakan amanat Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, yang menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi melalui karya nyata, termasuk menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat pemerataan pembangunan melalui sektor kepelabuhanan.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut bukanlah pemisah bagi Indonesia. Laut adalah pemersatu, pelabuhan adalah penghubung, dan konektivitas merupakan urat nadi perekonomian bangsa,” ujar Drajat saat membacakan amanat tersebut.

Menurutnya, Pelindo memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Setiap pelayanan kapal, aktivitas bongkar muat, pergerakan penumpang, serta mata rantai logistik yang dihubungkan melalui pelabuhan memiliki arti penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelindo juga berkomitmen menghadirkan keadilan melalui konektivitas yang merata. Pengembangan tidak hanya difokuskan pada pelabuhan besar, tetapi juga pelabuhan kecil dan perintis yang menjadi penghubung utama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Standar keselamatan, kemudahan, serta mutu pelayanan yang sama diharapkan dapat dirasakan di seluruh pelabuhan, mulai dari Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, hingga dermaga-dermaga di pelosok Nusantara.

“Selisih harga barang antara Jawa dan wilayah timur Indonesia, serta antara kota besar dan pulau-pulau terluar, pada dasarnya merupakan selisih biaya logistik. Di sanalah peran Pelindo menjadi sangat berarti,” katanya.

Dari sisi kemakmuran, peningkatan produktivitas bongkar muat, penurunan waktu tunggu dan masa tambat kapal, serta efisiensi rantai pasok dinilai dapat menekan biaya logistik nasional, menjaga keterjangkauan harga barang, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Manfaat ekonomi tersebut juga diarahkan agar tumbuh di sekitar kawasan pelabuhan melalui pengembangan wilayah penyangga, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta penerapan operasional pelabuhan yang semakin ramah lingkungan.

Langkah itu sejalan dengan transformasi BUMN yang diperkuat melalui Danantara Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan aset-aset strategis negara dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Pelindo terus memperkuat perannya sebagai pengelola infrastruktur strategis sekaligus pendukung agenda nasional di bidang konektivitas, logistik, dan pertumbuhan ekonomi.

Menghadapi dinamika geopolitik, perubahan pola perdagangan global, perkembangan teknologi, tuntutan keberlanjutan, serta kompetisi antarpelabuhan, seluruh Port Captain Pelindo diminta terus adaptif, bergerak lebih cepat, dan berani melakukan perubahan.

Dalam amanatnya, Achmad juga menyampaikan simpati kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi. Seluruh pekerja Pelindo, khususnya di wilayah terdampak, diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan fasilitas serta peralatan.

“Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada keselamatan manusia,” tegasnya.

Upacara tersebut turut dihadiri Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, jajaran direksi dan manajemen anak usaha Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar, serta jajaran manajemen Pelindo Regional 4.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pelindo bertekad semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang perdagangan Indonesia, penghubung Nusantara, penggerak ekosistem maritim, dan salah satu kekuatan ekonomi nasional.

TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh. (Foto: Tangkapan layar Video)

Banda Aceh (The Indonesian News) – Prajurit TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan massa di tiang pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Bendera diturunkan setelah TNI-Polri memecah konsentrasi massa. Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, kegiatan doa tolak bala dan zikir akbar yang diikuti massa dari berbagai daerah awalnya berlangsung khidmat. Namun di tengah acara diduga ada yang memprovokasi dengan mengibarkan bendera bulan bintang.

Aparat TNI-Polri melakukan pendekatan persuasif dan memberikan imbauan kepada massa agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang serta tetap menjaga ketertiban. Namun massa menolak sehingga terjadi aksi saling dorong antara sebagian massa dengan aparat keamanan.

Selain itu, massa juga menurunkan bendera merah putih di tiang bendera di pekarangan masjid dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Massa juga mencopot bendera merah putih yang ada di sekitar masjid.

“Situasi semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri,” kata Mustafa dalam keterangannya, Pada Sabtu (15/8/2026).

Kericuhan tersebut juga berdampak terhadap sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa kendaraan mengalami kerusakan akibat terkena lemparan, bahkan terdapat sepeda motor dinas TNI yang dibakar massa.

Tim gabungan akhirnya mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan massa yang sudah anarkis. Massa mundur ke beberapa lokasi.

“Setelah memecah konsentrasi massa, aparat TNI menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban,” jelas Mustafa.

 

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts